Jam Tidur

Jam tidur ya, hm.

Bagaimana ya aku memulai nya ?.

Oke, aku pikir bahwa website ini, yaa santai saja dan berisi curahan hatiku saja.

Mungkin aku bisa saja menulis tulisan tentang jam tidur secara ilmiah dari berbagai buku, misalkan saja buku Why We Sleep karya Matthew Walker, phd yang berisi 500 halaman itu.

Iya, buku itu mengupas banyak tentang tidur.

Tapi, aku tak ingin menulis itu semua secara detail di website ku ini.

Website ini tuh cuman curahan hati saja, jadi jangan expect banyak – banyak ya 🙂

Oke, kembali ke jam tidur.

Aku pikir aku terlalu banyak tidur ya, bisa dibilang rata – rata tidur ku 1 hari itu bisa 8 jam.

Banyak kan ?.

Iya banyak.

Jika dibandingan dengan teman – teman ku, aku paling banyak kayanya.

Cuman menurutku saja nih ya, banyak waktu teman – teman ku ya tidak efektif, alias pada saat hari terang tuh banyak ngabisin waktu yaa gosiplah, main games dan lainnya.

Itu sih sepenglihatan aku saja.

Jika aku kalo bisa dimaksimalkan saja hari itu.

Karena aku sadar, kalo malem itu aku ga kuat alias tidur.

Iya, aku morning person, bisa dibilang tanpa pasang alarm aku tuh udah bangun di jam 4 pagi.

Bagus ?.

Ya bagus aja sih, kan tidur cukup.

Tambahan

Tapi, aku pikir aku juga terlalu banyak tidur ya, atau aku mesti semakin padatin saja aktifitasku pada saat hari terang.

Tentu, ini membut aku mesti berpikir cerdas karena harus memilah mana yang akan dikerjakan dan mana yang prioritas.

Jika dilihat dalam 1 bulan terakhir, aku pikir mengurangin waktu tidur itu sulit untuk ku.

Bukan berarti aku ga bisa bergadang, pada case tertentu yaa pasti bisa.

Cuman siasati nya ya mesti tidur siang.

Atau kalo cuman beberapa kali ya kuat.

Iya misalkan saja saat daki gunung dan bergerak di dini hari ya bisa saja.

Tapi, kalo buat bergadang menjadi sebuah kebiasaan maka buat diriku sendiri aku sudah simpulkan bahwa aku ga kuat.

Atas dasar itulah aku jadi harus berpikir cerdas untuk memutuskan mana yang penting dan mana yang tidak penting

Kembali ke tidur ya.

Awalnya aku mau nulis tentang tidur itu jam berapa ke jam berapa.

Tapi, seiring dengan aku menulis ini, aku pun sadar juga bahwa itu sulit untuk ku.

Jadi aku memutuskan untuk menulis sesuatu yang bisa aku kendalikan.

Iya, pada saat hari terang.

Bisa dibilang, berpikir dengan cerdas harus menjadi keharusan.

Kalo tidak, ya bakalan rumit hidup.

Hm, dan sekali lagi bahwa kesimpulan dari tidur dalam Why we sleep karya matthew walker, phd bahwa tidur juga merupakan bagian dari produktifitas.

Aku sepakat dengan itu.

Dan tulisan ini janganlah kalian langsung ambil kesimpulan, iya jangan.

Ending dari tulisan ini ialah agar kita dapat berpikir tentang diri kita sendiri, kelebihan dan kekurangan kita masing -masing.

Ujung nya apa ?.

Ya berkaryaa.

Dan untuk itu tidur yang cukup pada waktu kalian merupakan penunjang penting.

Jakarta, 07 Juli 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *