Tentang menginap ya.
Aku pikir, makin kesini kesibukan ku begitu padat.
Ya, padat. Aku tahu bahwa ada yang bilang,
” Kau mesti bedakan mana yang produktifitas mana kesibukan ”
dalam hatiku ” I know that, i know “.
Namun, tatkalah aku berpikir seperti itu, tapi dia benar, kita mesti untuk di ingatkan, kita mesti untuk selalu direminder.
Kenapa ?
Ya karena masih manusia, manusia tempatnya lupa, tempatnya salah.
Dan ya, aku harus berterima kasih dengan itu semua.
Terkadang sesuatu benar walau pahit mesti kita terima, yaa itu merupakan sikap dewasa, menerima kebenaran walau mungkin kita tak suka.
Ngomong – ngomong tentang menginap.
Rasanya tuh udah lama sekali aku tidak menginap di kantor.
Ya, dah lama banget sih.
Tapi, makin kesini ya mungkin aku mesti menginap di kantor.
Kenapa ?.
Ya karena banyak sekali kerjaan, serta malam itu tenang, sepi, dan tidak banyak gangguan dari luar.
Aku tahu bahwa di malam hari, aku begitu ngantuk sekali, yaa tidur siang itu kunci, dan pastinya kopi sih.
Aku pikir aku harus segera mengurangin dosis kafein ku yang masuk tubuh.
Ya, awalnya aku telah berhenti meminum kopi selama 2 minggu.
Awal berhenti itu kepala begitu pusing, dan aku langsung sakit.
Kemudian, hari ketiga aku sembuh dan kembali normal, dan ini bertahan selama dua minggu.
Namun, aku tak bisa membohongi bahwa kafein itu begitu berefek padaku.
Ketika aku meminum kopi pahit seperti robusta rasanya mataku langsung melek dan kembali fokus sekali.
Ya, kopi itu baik, asal tidak berlebihan.
Aku sedang mencoba untuk itu !
Kembali menginap.
Aku balik dari kantor itu jam 4 pagi, dan aku melihat pemandangan Jakarta yang begitu luar bisa, begitu banyak lampu & banyak situasi yang berbeda.
Sseperti banyak otang yang tidur di jalan, banyak yang masih bekerja menyapu jalan, banyak yang masih berdagang, banyak kendaraan yang masih berlalu lalang.
Ya, setiap orang punya tujuan nya masing – masing.
Kalo aku menginap terkait kerja, aku tuh langsung ingat salah satu professor ku di UI.
Ya, sebut namanya Prof Mirzan ya 🙂
Ya beliau sih masih aktif di prodi teknik kimia FTUI.
Saat itu, ketika aku masuk kelas aku lihat dosen ku masuk ke kelas dengan rambut yang berantakan.
Dia pun cerita bahwa dia sudah menginap di FTUI di ruang kerjanya selama 3 hari.
Katanya dia lagi fokus mengerjakan paper dan butuh fokus.
Untungnya ada hp dan rumah nya di Jakarta.
Jadi ya kalo ada kenapa – kenapa ya aman lah hehe.
Tapi dari situ aku belajar bahwa kita mesti professional, mesti fokus pada apa yang kita kerjakan.
Jujur saja, aku pun tidak kaget kalo memang dalam bekerja, dalam belajar ataupun apapun untuk menginap.
Untuk apa ?.
Agar selesai, itu sudah.
Dan pesan ku terakhir sesuai dari H. Rhoma Irama 🙂
Begadang, jangan begadang
Kalau tiada artinya
Begadang boleh saja
Kalau ada perlunya

