Bangun

Aku terbangun dari tidur ku dan ku lihat layar HP ku dan jam menunjukkan pukul jam 2 pagi.

Padahal, aku pikir sudah di jam 4 pagi.

Iya, aku ingin lari di Taman Mini bersama teman-teman ku dan sudah ku setel alarm jam weker di jam 4 pagi ini.

Namun, aku terbangun dari mimpi buruk ku.

Aku baru saja bermimpi tentang kematian.

Ya, kematian dari seseorang yang dekat dengan ku.

Kemudian, aku pun langsung terbangun.

Itu menyadarkan aku bahwa aku mesti masuk mode untuk bersiap mati dan menikmati setiap momen yang berharga bersama orang-orang yang mencintai kita.

Terkadang aku merasa bertambah keinginan dunia ku.

Demikianlah begitu nikmat dunia ini ya Allah.

Namun, nikmat dunia juga termasuk ujian dari hidup.

Hm, aku pun menghela nafas dan berpikir tentang apa yang sudah dilalui dan apa yang akan aku lalui.

Hal pertama yang aku lakukan ialah membereskan barang-barang ku.

Iya mulai dari hal kecil.

Tentu, ini ku lakukan setelah aku lari pagi di Taman Mini di pagi hari ini.

Setelah nya, nanti siang juga ada tukang listrik yang mana kebetulan ada beberapa stop kontak ku yang mati.

Memang aku anak elektro, namun tegangan 220 volt adalah tegangan tinggi.

Jika aku tak punya peralatan yang lengkap itu justru akan membahayakan ku.

Setelah nya, ku pikir aku ingin menyelesaikan buku keempat ku, iya tinggal sedikit lagi.

Setelah nya, esok Senin aku akan kirim pada teman ku  yang membantu mengurus layout buku ku.

Kemudian, besok pun sudah mulai kerja lagi.

Iya, kerja layaknya seorang kerja konvensional saja.

Bentar, ku pikir aku akan menceritakan secara perlahan.

Kesehatan

Tentu, rasanya ini adalah berat badan yang ku rasa paling berat dalam hidupku.

Sudah menempuh angka 72 kg.

Biasanya tuh angka 67 ataupun 68 kg.

Rasanya udah mulai berat kaki untuk menyokong berat badan ini.

Bisa dikatakan selama satu tahun terakhir memang aku sudah mulai menurunkan intensitas ohlaraga.

Hm, kenapa ya ?

Kalo diingat kembali itu karena adanya aktifitas baru ku sejak tahun lalu yakni menulis.

Buku pertama, kedua, ketiga, dan kini keempat ku terbit.

Rasanya aku menyerang dunia dengan tulisan ku.

Namun, itu juga ada resiko yang perlu dibayar.

Tentu waktu & salah satu resiko nya yakni membuat minim nya jam ohlaraga.

Iya, ohlaraga butuh waktu dan fokus, sama seperti menulis juga butuh waktu dan fokus.

Kedua nya baik, mungkin aku saja yang belum bisa mengorkestrasikan hal ini menjadi satu pandu.

Paling sih, setelah buku keempat ku yang terbit di bulan depan, di bulan Mei ini aku ingin rehat sejenak sekitar 2 Minggu dalam dunia menulis buku.

Hal ini pun juga untuk menetralisir otakku sebelum menuju ke tema buku yang baru.

Dan ohlaraga ku pikir paling cocok dengan ku itu pagi ya, habis shubuh sampai jam 8 maksimal.

Kenapa ya ? Rasanya itu cocok saja dengan ku.

Jalan, lari, gym pun juga menyesuaikan.

Tentu, aku pun juga kerja layaknya orang normal.

Ku pikir juga aku sudah melangkah jauh dibandingkan dengan orang pada umumnya yang sama dengan ku.

Salah satu pembandingnya ialah aku sudah mengeluarkan buku demi buku.

Tentang kesehatan, aku tak muluk-muluk.

Saat ini aku ingin sehat, makan yang sehat, tidur yang cukup adalah sesuatu yang ku inginkan dan upayakan.

Jika aku sakit, maka roda mesin pun tak berputar.

Artinya, akan banyak tanggung jawab yang nanti ke siapa.

Tentu, pasti ada urusan pribadi kita yang tak mungkin digantikan oleh orang lain.

Hal semacam menyadari situasi diri adalah hal yang paling penting.

Bagiku, ini juga termasuk skill hidup.

Nongkrong ga ada kerjaan juga rasanya udah lama ga dilakuin, kecuali ya sambil buka laptop, ataupun mendaki gunung, benar-benar berubah saja rasanya kondisi.

Tapi, perubahan ini adalah nyata dan ku pikir bagus ya, artinya kita menyesuaikan.

Menulis

Tentu, orang seperti ku apakah akan berhasil dalam dunia ataupun tidak.

Hm, bagaimana ya ? Jika ada presentase berhasil ya ada saja walau sedikit.

Berapa persen ? Entahlah.

Namun, secara garis besar orang seperti ku belum tentu berhasil dalam dunia ini.

Bayangkan saja ada 6 miliar manusia dan kenapa aku.

Pastinya standar keberhasilan setiap orang berbeda-beda.

Dalam hal ini ku pikir, ya berhasil menjadi seseorang yang punya pengaruh terhadap dunia.

Andaikan suatu hari gagal, setidaknya aku telah menulis.

Akan ada orang-orang dimasa depan yang akan meneruskan tekadku, keyakinanku, dan ideologi ku.

Ya, itulah salah satu alasan aku menulis.

Aku pun juga suatu saat ingin menulis lebih dari pada 100 buku salam hidupku.

Seperti Ahmad Rifa’i Rifan & Chappy Hakim yang juga merupakan salah satu idolaku.

Namun, aku tak mengejar harus terburu-buru.

Setiap tahun yang pasti harus ada buku yang terbit minimal satu buku hehe.

Terus apalagi ya ? Ya menulis artinya bekerja buat keabadian sih.

Memang website ini juga seperti nya adalah platform sementara yang jika kurasa sudah cukup, akan ku buku kan lagi dalam sebuah buku dengan entitas baru.

Contoh saja, buku Ketiga ku yang berjudul WARRIOR.

Sebagian tulisan diambil dari website ku riofajarin.com

Kemudian, itikaf.

Itikaf yang artinya berdiam di masjid.

Aku pikir aku udah ga kaya dulu, sekarang mah sibuk dunia.

Ya, perbanyak itikaf di masjid tanpa gangguan HP, walau beberapa jam ku pikir sudah cukup.

Itu sih salah satu target ku kedepan.

Aku harus sadar bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan akhirat selamanya.

Aku mesti menaruh dunia di tanganku bukan di hatiku.

Ya Allah, berikan aku petunjuk yang lurus, selalu.

Hm, apalagi ya ?

Oh iya, setelah buku ideologi ku yang berjudul RA dan buku WARRIOR ku terbit.

Rasanya aku belum menulis sedikit pun di website ini.

Hm, pertama RA ya.

RA itu ideologi baru di dunia ini yang ku ciptakan.

Untuk buku RA, jika kau ingin membaca nya, mesti beli di Tokopedia ataupun Shopee.

Aku tidak membuat nya gratis, karena untuk saat ini orang yang membaca RA adalah teman-temanku serta para pembaca yang ingin membaca RA.

Setelah aku menerbitkan RA, banyak sekali yang penasaran tentang buku RA.

Ku pikir secara umum reaksi penasaran & tercengang adalah reaksi yang paling banyak ku terima.

Kemudian, setelah buku RA adalah buku WARRIOR.

Buku WARRIOR itu bukanlah buku tentang autobiografi ku, bukan.

Itu lebih ke arah renungan ku dan dokumentasi kegiatan yang aku lakukan.

Dan ku bagikan secara gratis di paltform sosial media ku seperti facebook dan wa grup.

Berbeda dengan buku RA yang berisi berat, buku WARRIOR ini lebih fresh & santai.

Reaksi yang ku dapat itu lebih ke arah positif seperti terinspirasi dari ku.

Ya umumnya itu yang ku terima dari buku WARRIOR.

Ku pikir itu dulu kali ya.

Intinya sih, aku berharap hidupku & hidup kalian mesti ada arah.

Jangan sampai kita hidup cuman hidup saja, dan cuman ngumpulin dosa.

Oh iya, dan juga menikmati momen bersama orang – orang yang penting dalam hidup kita.

Aku pikir itu merupakan kebahagiaan yang mesti disadari juga.

Sekarang sudah jam 3 lewat, ku pikir aku ingin lanjut pada aktifitas lain nya.

Kemudian sarapan dikit, dan lanjut lari di Taman Mini bersama komunitas Taman Mini Running Club.

Selamat hari Minggu & semoga harimu menyenangkan.

Aku tulis salam notes di hp ku.

Jakarta, 20 April 2025 Pukul 03.13 WIB
Salam
Rio Agustian Fajarin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *