Apa Yang Kusadari & Komunitas Buku

Aku terbangun dan kulihat hp bahwa jam menunjukkan di pukul 03.33 pagi.

Ternyata, aku rasanya cape sekali dari aktifitas kemarin.

Iya, aku datang ke acara komunitas Jakarta book party di daerah Menteng.

Awalnya itu diadakan di taman Menteng.

Namun, karena cuaca tidak mendukung diubah ke kopi dekat area tersebut

Saat aku menuju kesana dari rumah ku , itu sekitar 1 jam.

Namun karena cuaca nya hujan, jadi aku menepi dulu.

Tiba

Setibanya aku disana , sudah ramai dengan orang- orang yang datang ke acara komunitas Jakarta book party ini.

Ya, mereka sudah membawa buku nya masing – masing.

Aktifitas nya itu yakni membaca buku, sharing session, penampilan presentasi buku atau pembacaan puisi dan ditutup oleh foto bersama.

Komunitas ini benar seperti apa yang ku visualisasikan dalam konsep ku tentang sebuah komunitas tentang buku.

Aku datang dengan membawa buku RA Jilid 1 perpustakaan dan membawa naskah buku ku yang akan sedang proses editing.

Dan ya, aku memilih meja yang sendiri untuk fokus pada editing naskah dan mengamati mereka.

Tentu, ini adalah yang pertama kali aku datang.

Mereka yang datang umumnya banyak yang lebih muda dari pada aku, ada yang sepantaran, dan mungkin ada yang lebih tua dari aku, ya aku juga tidak nanya usia mereka.

Hanya melihat sekilas saja.

Tapi, mereka semua punya pola yang sama.

Mereka begitu antusias saat membaca buku, saat sharing session terhadap buku yang dibaca, saat mempresentasikan buku dan mendengar kan buku yang dipresentasikan.

Ya, semangat muda mereka begitu luar biasa.

Hal yang kusadari

Aku melihat begitu banyak anak usia muda yang begitu semangat tentang buku.

Sebuah yang mungkin sepuluh tahun lalu aku tak pernah lihat.

Sebuah kemajuan yang luar biasa.

Entah kenapa aku merasa sudah tua melihat mereka yang begitu muda dan antusias.

Dan begitu banyak bacaan buku yang menurutku juga berat-berat, ada tentang history of Java, The story of Lenin, ataupun buku fiksi yang juga tebal-tebal.

Hal yang kusadari memang generasi sudah berganti.

Aku tak perlu bisa ikut agenda- agenda mereka.

Ya, perjalanan pulang balik saja dua jam padahal masih di jakarta.

Belum berapa banyak komunitas buku di luar sana.

Ku pikir ini memang saatnya aku fokus pada produksi buku ku dulu, artinya fokus pada menulis dan memperbanyak kuantitas buku.

Sedangkan untuk mengenalkan buku, ku pikir belum saat nya.

Kenapa ?

Karena terlalu banyak take a time.

Ya, banyak waktu yang terbuang.

Mengingat aku juga seorang pekerja dan punya banyak tanggung jawab, maka banyak hal yang aku tak bisa ikuti baik secara waktu maupun energi.

Apalagi jika sudah bersama orang lain, maka waktu ngobrol pun juga ngabisin waktu.

Bukan karena ga bagus, bagus, cuman ada yang lebih penting.

Apa itu ?

Ya menulis, menulis itu butuh ketenangan dan kesendirian.

Dan ya, enaknya menulis itu bisa dimana saja dan bahkan di WC pun bisa dengan notes di hp.

Fokus menulis

Ya, aku pikir saat ini aku hanya ingin memperbanyak produksi menulis daripada mempromosikan kan nya.

Itu adalah sebuah pilihan dari prioritas.

Percaya generasi muda

Dan, melihat peradaban literasi yang lebih baik daripada sepuluh tahun yang lalu.

Aku percaya bahwa generasi selanjutnya akan lebih baik dalam hal literasi.

Memang dalam hidup, ada bagian nya masing-masing.

Saat aku melihat mereka, aku paham bahwa gagasan ku tentang RA Jilid 1 : Perpustakaan semakin relevant.

Mungkin mereka belum kenal tentang buku RA, tapi itu menunjukkan bahwa semesta mendukung dalam periode zaman ku.

Gagasan ku untuk memimpin peradaban ini melalui RA, sudah mulai tumbuh dengan komunitas yang begitu banyak yang sejalan dengan visiku.

Aku percaya pada mereka !

Tenang

Ya, aku mulai melihat begitu banyak perpustakaan baik punya pemerintah dan punya swasta yang ada, begitu banyak komunitas pecinta buku yang aktif, bahkan banyak cafe yang juga menggunakan konsep buku dalam internal cafe nya.

Walau belum sepenuhnya dari gambaran ku tentang masa depan.

Namun, apa yang terjadi sekarang lebih cepat dari yang ku pikirkan.

Sekarang aku hanya perlu menjalankan rutinitas ku biasa, kerja, dan fokus menulis untuk menerbitkan buku ku lainnya.

Dan tak perlu ikut banyak hal yang ku pikir orang – orang lain sudah menggantikan peran ku bahkan lebih baik.

Terakhir, aku merasa kedepan akan lebih gila lagi.

Aku memandang bahkan seperti di kereta, di tempat menunggu, sebuah peradaban yang penuh dengan membaca buku, menulis buku ataupun dengan sharing buku akan terjadi.

Sebuah peradaban untuk memimpin peradaban.

Aku percaya bahwa orang-orang Negara ini akan mengwujudkkan nya.

Andaikan pun aku sudah tidak tiada, akan ada orang-orang yang akan meneruskan visiku.

Memimpin peradaban, langkah pertama adalah memimpin literasi.

Jakarta, Senin 14 April 2025 Pukul 04.23 WIB.

Saatnya kembali bekerja dengan semangat, semoga harimu di diberkahi.

Rıo Agustian Fajarin

Foto saat kegiatan kemarin bersama Jakarta Book Party

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *