Merayakan postingan Ku Yang Ke 150 : Warrior on 10 Mei 2025

Alhamdulillah ya Allah, ini merupakan postingan ku yang ke – 150 di website ini.

Tentu, itu terlihat dari notif di wordpress ku dimana aku admin nya.

Hehe iya kan yang nulis dan punya akun ini.

Melihat ke pada tulisan ku yang ke 100 yang ku tulis pada tanggal 25 Agustus 2024.

Rasanya, ini merupakan sebuah milestone yang mesti di apresiasi.

Waw, jarak antara Agustus 2024 dengan Mei 2025 itu sudah lebih dari 8 bulan.

Artinya, postingan ku baru 50 tulisan dalam periode tersebut.

Ya memang sih, saat aku menulis buku tak ku masukkan dalam website ini.

Ya begitulah adanya.

Lagi pula, saat ini aku masih nyaman dengan konsep menulis ini.

Ya, buku itu lebih ke arah tulisan serius.

Berbeda dengan website ini yang mana bisa curahan hati yang bisa dibagikan.

Oke, mari kita mulai kawan !

Setelah sholat shubuh, aku langsung jalan kaki tanpa sandal keliling area rumah sekitar 600 meter.

Setelah nya aku mandi, makan soto ayam seharga 12 ribu dengan sudah dapat minum dan langsung pergi ngaji di Al-Ustmani.

Ngaji

Ngaji.

Ya, biasanya itu aku ngaji online.

Namun, melihat progress ku yang lama dan dengan ruang terbatas saat online.

Akhirnya, ya ga lulus ujian dong wkwk.

Ya masih tetap di level yang sama aja ngaji nya.

Aku sadar bahwa yang sebelum nya itu ya sibuk aja aku nya.

Ditambah, saat sesi ngaji pun banyak bacaan yang salah.

Metode belajar nya yakni tallaqi.

Metode tallaqi itu yakni metode pengajaran dimana ustad mengucapkan ayat Al Qur’an kemudian muridnya mengucapkan ulang.

Ya, secara sederhana seperti itu.

Sebelumnya, banyak bacaan ku yang salah.

Ku pikir sekali, dua kali, dan seterusnya kalo salah ya dilewatin saja kali ya.

Tapi, ustad ku ini bener-bener dah.

Mesti benar dulu.

Jika salah nya terlalu sering itu sampe diceramahin.

” Mungkin kita terlalu banyak dosa sehingga cahaya ilmu sulit masuk ke kita “

Buset dah, ke murid yang lain pun juga sama.

Tapi, apa yang disampaikan nya benar kok.

Wah, kalo aku sih sering digituin ya.

Kalo udah mulai kalimat tersebut, sedih aja ey rasanya.

” Kok gue bego banget ya “ itulah pikirku

Tapi bukan nya seorang Warrior kalo menyerah begitu saja.

Mungkin bagi yang lemah, ya selesai tuh kelas dan ga gabung lagi.

Namun, aku punya cita-cita menjadi seorang tahfidz, penghafal Al-Quran.

Aku anggap ini bagian dari sebuah pembelajaran.

Lagi pula memang kita belajar kan karena ga bisa, jadi kenapa harus minder.

Selain itu, ilmu agama itu ilmu sepanjang hayat sampe akhirat.

Masa mau sih kita ga punya ilmu itu ?

Ya kalo aku sih ga mau ya hehe.

Selain itu pula, tipikal guru itu macam-macam.

Kalo yang ini sih beh luar biasa, on time dan bener-bener detail.

Ya, itulah hidup.

Banyak hal yang mesti kita sesuaikan.

Sebuah hal benar belum tentu baik.

Tapi ya kalo benar ya benar saja.

Al Utsmani tampak depan

Setelah sampai di Al Utsmani, aku minum kopi hitam dingin ku yang sudah ku buat dan ku isi dalam Tumbler ku.

Sejak hampir setahun aku mengaji disini, aku baru pertama kali datang ngaji secara offline.

Ya, sekarang aku mengaji secara offline di setiap Sabtu dari jam 7 sampai 9 pagi.

Sehingga, aku berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi.

Jarak nya paling cuman 20 menitan.

Setelah selesai minum kopi, aku masuk ke area kelas dan ku salim pada ustad.

Dan ya, ustad yang sama dengan kelas ku yang sebelumnya.

Ku pasang kacamataku dan benar-benar fokus.

Dan ya, alhamdulillah semuanya lancar.

Ini mungkin karena offline sih hehe.

Belajar nya ya tallaqi itu, baca surat Al Qur’an dan baca beberapa ayat berserta ilmu Al-Qur’an nya.

Ku pikir tadi itu 2 jam yang aku benar-benar fokus juga.

Iyalah, kalo engga masa pertemuan pertama sudah ceramah lagi kan hehe.

Setelah selesai kelas, aku langsung pulang ke rumah

Pasar

Sebelum ke rumah, aku mampir ke pasar.

Seperti biasa, belanja makanan.

Aku beli udang yang besar kali dengan harga Rp.110.000 per kg .

Ya, kalo kecil ada sih harganya sekitar Rp 60.000 an per kilo.

Kalo hari ini aku beli yang besar, jarang-jarang ada soalnya di pasar ku ini yang ukurannya besar.

Belanja dulu biar makan 🙂

Setelah nya beli tempe sepuluh ribu, tahu sepuluh ribu, bumbu dapur untuk udang saos padang 2 kg seharga 10 ribu, dan beli kecap saus tiram nya juga.

Iya, buat makan untuk seminggu kedepan hehe.

Aku pun menuju rumah, dan lanjut sholat Dhuha 4 rakaat.

Ku buka hp dan balas beberapa chat di hp ku.

Selanjutnya aku teleponan ke beberapa teman dekat.

Setelah itu aku menuju Aeon Mall Tanjung Barat.

Ironman

Tentu, aku ke Aeon Mall Tanjung Barat itu mau beli buoy swimming.

Atau biasa disebut sebagi pelampung.

Ini digunakan untuk renang secara open water.

Aku lihat grup ternyata ada latihan esok di pantai Ancol yakni renang open water sejauh 750 M dan lari sejauh 5 km.

Namun, ada beberapa item wajib seperti kacamata renang, swim label, & buoy swimming.

Namun aku belum punya buoy swimming.

Yowis, aku beli di online juga mempet kan.

Takut ga kekejar, yaudah aku beli ke Decathlon di Aeon Mall Tanjung Barat.

Setelah Zuhur, aku pergi kesana dan melihat buoy swimming nya.

Pertama kali aku melihat itu, aku belajar cara membuang angin nya, cara mompa nya.

Gampang itu.

Setelah ada, aku langsung register ke event latihan itu, dan bayar Rp. 150 ribu itu.

Setelah selesai bayar, ada info tanggal dan ternyata hari ini event nya.

Anjir lah.

Kaga fokus ey, jarang-jarang terjadi kaya gini.

Tapi inilah hidup, ada-ada saja.

Yowis, aku pun jadinya beli buoy swimming nya nanti dulu saja.

Setelah itu, aku cek pic yang dari event tersebut, infonya lagi di cek sih.

Moga bisa balik lagi uang nya hehe amin.

Setelah itu aku pulang ke rumah, tapi ku pikir nih ya, mungkin aku nya saja yang lemah.

Event Ironman itu ga semua orang bisa layak dan mencapai.

Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta saat ini, kayanya belum sampe 100 orang yang mendapat title itu.

Apa itu title ironman, bisa cek tulisanku di postingan sebelumnya :).

Artinya hanya 0,0000037% orang Indonesia. yang punya title itu.

Sedikit kan.

Atas dasar itulah aku mesti latihan sendiri, ngandelin orang wong belum tentu orang nya juga tertarik dengan event Ironman kan hehe.

Kebanyakan sih, mending rebahan dikamar hehe.

Aku cek beberapa tempat latihan renang open water itu di Jakarta itu di kanal PIK2, pulau seribu dan GBK.

GBK pasti mahal, jadi tak perlu dibahas.

Kecuali sekali kali ya bisalah.

Ya, kedepan aku pikir aku hanya perlu latihan yang konsisten dan banyak.

Sama tadi, anjir yang Rp. 150 ribu moga balik dah hehe.

Sebelum balik ke rumah beli ayam geprek dulu sama nasi seharga 10 ribu aja.

Murah kan ? Murah lah.

Ini Jaktim bos, uang tunai is king.

Transfer, QRIS, jarang UMKM yang mau.

Berbeda dengan Jakarta Selatan, Pusat dan lainnya yang sudah banyak pengguna qris dan harga makanan nya mahal.

Setelah makan, aku pun siap untuk meeting dengan Prof. Peter

Prof. Peter

With Prof. Peter

Tentu, meeting dengan Prof. Peter memang sudah dijadwalkan bersama aku dan teman – teman.

Prof Peter adalah dosen dari Universitas College London.

Di meeting kali ini, Prof Peter menjelaskan tentang academic literatur review.

Penjelasan yang detail, dan terkadang membuatku mengantuk.

Dan ya, itu aku nya aja.

Setelah nya aku sadar bahwa presentasi masih berjalan dan ku teruskan menyimak materinya.

Dalam diskusi pun aku meminta Prof Peter untuk aku mengirim jurnal ku agar mendapat feedback dari beliau.

Dan ya, beliau ok saja.

Salah satu target ku yakni masuk junal Q1.

Sesuatu yang belum pernah aku capai.

Jurnal Q1 itulah standar akademik tertinggi dalam level dunia.

Setelah meeting sekitar 2 jam, ya selesai di jam 5 sore.

Aku pun meeting ke meeting lainnya.

Pelajar Dunia

Tentu, aku ikut dalam kaderisasi pelajar dunia.

Kalo aku sih dari Indonesia ya saat ini, cuman memang banyak kordinasi dengan pelajar dari berbagai negara.

Meeting dengan berbagai pelajar dari seluruh dunia

Ya, ada saja urusan.

Tentu, diskusi kencang ya terkait apakah komunitas pelajar dunia itu relevan atau tidak.

Dan biasalah perbedaan pendapat.

Dan akan ada diskusi lanjutan nya.

Meeting ini agak lama ya, karena juga ada forum group diskusi nya.

Baru selesai itu di jam 7 malam.

Aku pun magrib di sesi tengah meeting.

Meeting dengan rekan ku Juan dalam weekly meeting

Setelah nya, aku memang ada meeting dengan Juan Molitav di jam 7 sampai setengah 8 malam.

Bahas tentang kita mau bikin pelatihan Artificial intelligence berbayar di bulan Juli ini.

Bahas persiapan, materi, dan marketing nya.

Setelah nya sih ya nulis tulisan ini ya hehe.

Rencana kalo sempet jam setengah 9 malam ini mau ke gym sih, ya gym Majapahit yang artinya gym kampung hehe.

Cuman aku tulis dulu disini takut udah ngantuk dan ga ada tenaga lagi buat nulis hehe.

Itu sih, perayaan postingan ku yang ke 150.

Sebenarnya banyak banget yang masih pengen dilakuin, cuman masih ada hari esok.

Meeting hari ini saja sudah 5 jam non stop.

Oh iya ada beberapa quotes yang entah kenapa aku suka ya belakangan ini.

  • Bertemu dengan orang penting bukan berarti diri kita penting. Jadilah manusia yang bernilai.
  • Orang besar itu mesti sibuk. dan itu resiko menjadi orang besar. Makanya mesti siap untuk banyak menolak dan tidak disukai.
  • Menjadi seorang muslim adalah menjadi pembelajar seumur hidup.
  • Ketika orang-orang lain ohlaraga untuk mencari kesenangan, aku juga. Tapi aku punya tujuan yang ingin ku capai, tidak hanya sekedar bersenang – senang.
  • Kunci menjadi penulis adalah perbanyak membaca.
  • Keluarga adalah terpenting.

Nah, itu dulu ya.

Semoga di tahun ini bisa mencapai postingan ke 200 ya Allah.

Terimakasih sudah baca dan salam WARRIOR.

Jakarta, 10 Mei 2025 Pukul 20.30 WIB

Oh iya Jakarta ya.

Aku sangat suka tinggal di rumah ku, tapi ku pikir aku sudah melihat cahaya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *