Payung

Pada beberapa momen, terkadang aku sadar bahwa

” Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat “.

Namun, seperti nya quotes itu kurang tepat.

Sebenarnya aku pengen quotes itu sih.

Kemudian, aku mendengar dari guruku bahwa

” Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat sesuai dengan kemampuan terbaik nya masing – masing “.

Jujur saja, ini sangatlah berat.

Artinya, bukan hanya melewati batas minimum, tapi harus maksimal dalam usaha nya.

Terkadang, kalo ada orang yang moto nya ” Istirahat nya di surga saja “.

Asli, ini orang bener – bener dah.

Jujur saja, bahwa aku takut dengan mereka.

Aku paham dengan pola pikir mereka.

Karena itulah aku takut.

Bahwa tidak ada yang ia takutkan lagi dalam hidup ini kecuali tauhid kepada Allah.

Nyatanya, aku sering kali bertemu dengan orang-orang yang seperti itu.

Namun, rasa kagum ku tak pernah bosan.

Bagiku, mereka adalah orang-orang yang menarik.

Payung dan Masjid

Akhir-akhir ini sering kali hujan.

Jujur saja, hujan itu paling enak di rumah.

Hm, rumah ya.

Aku pernah dengar dari banyak ustad bahwa baiknya seorang laki-laki hendaknya sholat di masjid.

Banyak sekali aku dengar kalimat itu.

Sejujurnya, aku belum mencari tahu dahlil itu, apakah itu kuat ataupun dahlil yang lemah.

Namun, aku pikir aku sepakat dengan itu.

Banyak sekali manfaat nya jika sholat berjamaah.

Berlomba-lomba dalam kebaikan benar sih ini.

Dan ngapain ada masjid atau musholla kalo orang – orang pada sholat dirumah kan.

Tapi, kayanya ini zaman udah mulai lemah dalam iman.

Zaman maju dalam hal teknologi dan banyak sekali, namun juga ada kemunduran dalam hal tauhid.

Ya, ini sih menurut ku saja.

Kembali ke masjid, mungkin buatku sendiri mestinya redefinisi lagi tentang mimpi.

Ya, mimpi.

Terkadang kita mimpi terlalu jauh sekali.

Tapi mungkin kita bisa bermimpi bahwa kita bisa Sholat berjamaah di masjid.

Sesederhana itu, tapi sulit sekali rasanya untuk konsisten.

Apalagi dah di rumah, buset dah kasur asli enak banget.

Tapi, ah sudahlah. Hidup adalah ujian, ingatlah ini agar kita selalu sadar.

Ya, walau hujan cobalah kita melangkah kaki ke masjid untuk berjamaah.

Apalagi kalo kita ga ada urgensi apapun.

Dan ku pikir jika masjid itu diluar dari jarak lokasi kita, mungkin sedia payung.

Misalkan nih ya, kita di rumah, terus mau sholat di masjid.

Ya mesti keluar dong, dan kita butuh payung.

Kenapa ya ? Kok enak banget di rumah, padahal ada saat – saat kita mesti ke masjid.

Tuhan, dunia ini enak sekali.

Asli ini udah jam setengah sembilan malam, mata gue udah ngantuk kali haha.

Yasudah, ini dulu kali ya, lanjut lagi nanti.

Jakarta, Senin 07 Juli 2025 Pukul 20.35 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *