Weekend Warrior

Terkadang dalam hidup, kau hanya perlu menjalani nya saja.

Suara adzan berkumandang dan aku mulai membuka mataku.

Adzan di rumah ku itu begitu kencang.

Maklum, di rumah ku bahkan ada tiga masjid dan satu mushola.

Ya, area rumah ku hanyalah satu menit dari pondok pesantren milik Muhamadiyah.

Namun, banyak dari warga sekitar adalah penganut NU atau kependekan dari Nadhlatul Ulama.

Dua aliran Islam terbesar di Indonesia dan sangat banyak kesamaan tapi ada yang berbeda dalam beberapa hal.

Terkadang, aku sholat tarawih di masjid Muhammadiyah karena raka’at nya yang sedikit yakni hanya 11 rakaat, berbeda dengan Madjid NU yang umumnya 23 rakaat.

Jarak rumah ku itu satu menit paling dari masjid dan mushola.

Iya berdekatan sekali, bahkan beberapa langkah saja dari Mushola ke masjid milik Muhamadiyah sudah sampai.

Begitupula dengan dua masjid lainnya yang ga sampe seratus meter jarak dari rumah ku.

Sehingga, suara adzan biasanya sebagai alarm alami ku saja untuk bangun.

Tapi tunggu dulu, ini bukannya hari Sabtu ?

Aku kan ada event lari di Pantai Indah Kapuk 2 atau biasa yang disebut sebagai PIK 2.

Seingatku aku sudah memasang jam weker untuk bangun jam tiga pagi.

Dan kucoba lihat layar handphone ku dan jam menunjukan jam empat pagi.

Terakhir seingatku, aku tinggalin laptop di atas meja yang masih meeting dan mataku tak kuat hingga aku tertidur dalam kondisi masih meting ada pekerjaan yang memang aku posisi nya monitor saja.

Sejujurnya meeting kaya gini jarang sekali untuk ku hingga malam hari.

Terkadang satu bulan juga belum tentu ada.

Oh iya, aku harus segera bergegas ke PIK 2.

Aku beranjak dari kasur ku dan pergi untuk mandi dan langsung berberes.

Baju lari, tas dengan laptop ku, dan berbagai hal yang akan menunjang hari ini.

Hm, hari yang padat.

Tapi sebelum hari ini dimulai, maka aku mulai dari sini.

Weekend yang padat

Tak ku sangka, di bulan Agustus ini weekend ku saja sudah full booking.

Ya, bisa lebih padat daripada hari kerja.

Kenapa ?

Ya karena berbagai aktifitas saja dan beruntun.

Banyak hal juga akhirnya aku tak lakuin karena sudah saking padatnya.

Kenapa ya ?

Terkadang saking sudah terbiasa ada kegiatan di weekend juga pertanyaan itu juga sudah jarang ada di otak ku.

Ini ku pikir sejak tahun 2016 dimana aku tinggal di asrama beasiswa saat aku masih kuliah dimana setiap weekend nya ada kegiatan.

Dan lanjut kerja di Papua yang terkadang bahkan hari Sabtu pun juga masuk.

Maklum roster.

Roster itu maksudnya kerja 6 Minggu di site & 2 Minggu libur kembali di kota nya.

Nyatanya aku tertahan 9 bulan di kota Tembagapura.

Dan cuti ku mestinya ada 3 bulan.

Tapi itu tak pernah bisa kuambil alias diganti dengan uang.

Hm, waktu itu covid sih.

Jadi, orang yang ada di Tembagapura ya tertahan, dan ga ada yang bisa masuk selama beberapa waktu.

Bagi yang belum tahu bahwa kota Tembagapura itu di Papua.

Dan ya, kuterima saja nasibku ini.

Padat ya.

Hm, seperti nya ini akan berlangsung hingga puluhan tahun kedepan atau hingga akhir hayat ku ?

Hanya waktu yang akan menjawab.

Buddhayana run

Setelah berberes, aku sholat shubuh dan langsung pergi ke PIK 2.

Lari 5 km ya.

Hm, kenapa aku mau ikut ya ?

Entahlah, terkadang aku mengikuti feeling saja.

Tapi jika aku berpikir kembali bahwa kenapa aku ikut event lari ini yang sangat biasa saja ini, ya mungkin karena pertama ini yang mengadakan agama Budha.

Ya, ikatan Budha gitu loh.

Mereka mengadakan event di beberapa kota dan Jakarta juga termasuk.

Ditambah murah harganya hanya 150 ribu dan mendapatkan banyak isian di race pack nya.

Ku pikir apa yang ku dapati sudah lebih dari nilai 150 itu.

Mendali, baju lari, isi race pack juga banyak .

Terkadang aku bertanya pada diri sendiri ” Ini kaga rugi apa ya panitia nya ? “

Tapi aku udah ga kaget.

Dulu lebih parah lagi.

Pada saat aku dan teman-teman elektro UI yang saat itu masih mahasiswa baru dan mencari banyak danusan.

Kami mendapat ajakan untuk makan di sebuah restoran jepang yang mahal.

Ku pikir kita ngumpuin yang buat acara jurusan malah kenapa ngeluarin duit.

Harga makanan pun seharga 200 ribuan dan pada tahun 2015 gitu.

Tapi ternyata dibayar kita.

Buset, makan mahal dan dibayar.

Katanya sih mereka baru buka jadi butuh diramein oleh anak muda.

Sebuah dunia yang aneh.

Tapi ya karena sudah pernah dilalui ya ga aneh sih.

Terkadang kita hanya perlu menjalani sesuatu yang tak biasa agar itu menjadi sesuatu yang biasa.

Kedua, karena lokasinya di PIK 2.

Tentu, aku punya konsep bagaimana membangun sebuah kota yang sangat berperadaban.

Aku memvisualisasikan banyak hal.

Misalkan saja, sebuah sungai dengan di kanan kiri nya ada tempat buat orang bisa jogging ataupun lari.

Dan PIK 2, sudah mewujudkan nya.

PIK 2 bahkan menurutku lebih hebat dari kota yang bahkan menurut ku hebat yakni kota Tembagapura dan kota Kuala kencana yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia.

Dan mungkin juga lebih dari pada negara Singapura suatu saat nanti.

Itulah tentang PIK 2 menurutku.

Atas dasar alasan itulah aku berpikir untuk kembali ke PIK 2.

Terakhir aku kesana sih buat ikut latihan duathlon yakni berenang di kanal laut sejauh 750 m dan dilanjutkan lari dengan jarak 5 km.

Oh iya, itu di bulan Februari bersama komunitas Tribudies.

Ini salah satu komunitas triathlon di Indonesia.

Jarak rumah ku dengan PIK 2 itu jauh, tapi karena pagi ya sekitar 90 menit.

Kebetulan ini event nya mulai jam 6 pagi.

Aku pun langsung berangkat dari rumah sekitar setengah lima lewat habis shubuh sih.

Dan sampai sana di jam 6 pagi.

Aku bawa tas yang isinya laptop.

Kenapa ?

Nanti aku jelaskan !

Jelas selama lari ya santai aja akunya, lebih ke banyak jalan juga sih wkwk.

Banyak Koko dan Cici disini dan banyak sekali orang tua disini yang ikut event lari ini.

Ya menurut ku saja kan ini.

Aku lari dengan membawa tas yang isinya paling berapa kilo.

Cuman isi laptop, buku, botol minum sih yang paling berat.

Langsung saja, ini buat aku latihan ku.

Mestinya, lebih dari 20 kg aku membawa tas ini.

Kenapa ?

Ya karena buat latihan.

Ya, 8 mata arah angin telah memanggil ku.

Mungkin semua akan terjawab di akhir tahun ini, hehe.

Ya ada rencana yang belum bisa ku bagikan.

Tapi asli itu ekstrem sih, ya itu kalo jadi.

Yowis aku mencapai garis finish dan ngantri mendali.

Hm, berapa ya tadi menit nya ?

Lupa & ga pasang strava juga.

Setelah selesai, sekitar jam setengah delapan aku langsung pergi ke rumah temanku yakni Juan karena kami ada kelas kursus Internet Of Things ( IOT ) di jam setengah 10 pagi ini.

Kursus IOT

Rumah Juan juga di Jakarta Utara, cuman sekitar 40 menitan dari PIK 2.

Di tengah jalan aku melimpir ke tempat makan mie ayam untuk makan pagi.

Ya, aku belum makan dan aku sampai di rumah Juan jam sembilan pagi.

Kami pun langsung bersiap dan membuka zoom meeting.

Kursus berbayar kaya gini juga pertama kali aku lakuin.

Ya gimana ya ?

Mereka kan udah bayar buat datang acara kita walau online jadi mesti disiapkan.

Ada 21 orang yang membayar tapi yang datang di zoom meeting sekitar 19 orang.

Yang ga datang ya sudah diingatkan tapi mungkin sedang ada kesibukan lain nya.

Meeting dimulai dengan aku sebagai pembuka. Aku yang merupakan Chief Operating Officer ( COO ) dari start up KAMIS (Karya Mandiri Indonesia Sehat) ini dengan produk MOLITAV.

Berbicara start up KAMIS dan MOLITAV ini bakalan panjang.

Kalo tertarik mungkin bisa baca tulisan ku sebelum-sebelumnya di website ini hehe.

Intinya sih, ini produk yang bisa ukur lima alat vital dan dalam waktu satu menit langsung terukur.

Aku memulai dengan membuka meeting seperti MC yang mengenalkan pembicara yakni temanku Juan selalu CEO MOLITAV dan nanti ada pembuka dari Prof RALDI KOESTOER.

Tapi ini Prof Raldi kok belum masuk ya.

Baru dihubungi oleh Juan beberapa kali via telepon akhirnya baru bisa join.

Tapi sebelum beliau masuk , ya akhirnya aku memperkenalkan tentang produk MOLITAV milik kita dan inkubator gratis milik Prof Raldi.

Sesi kursus pun sangat dinamis dan diakhir kami meminta form evaluasi.

Ya umumnya bagus semua tapi ada satu yang ku highlight dimana pembahasan nya terlalu teknis, sehingga orang awam belum bisa mengerti.

Sebuah kritik yang membangun dan harus terima dong.

Ini baru pertama semoga kedepan nya lebih baik.

Sesi kursus selesai saat adzan Dzuhur.

Kemudian, aku pun langsung kerumah dan sampai di jam setengah dua siang.

Setelah nya aku makan nasi goreng dari bakmi GM yang ternyata sudah dibelikan oleh ibunya Juan dan sembari melihat debat pemila calon ketua ILUNI UI periode 2025 – 2028.

Pemila ILUNI UI

Tentu, pemilihan ketua ILUNI UI periode 2025-2028 ini semakin memanas.

Aku yang merupakan ketua ILUNI dari sisi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Indonesia ( PPI FTUI ) kini ikut serta.

Selain itu, aku pun validator & nanti juga salah satu utusan ILUNI FTUI untuk tingkat ILUNI UI saat musyawarah besar.

Jika kau tanya padaku apakah tahun lalu bakalan kebayang kaya gini ?

Ya enggaklah, kadang semua terjadi tiba-tiba.

Aku pun juga hari ini sudah berkomunikasi dengan lebih dari lima puluh orang secara direct message terkait masalah PEMIRA ini.

Oh kayanya banyak yang menanyakan sikapku memilih calon yang mana ?

Aku sudah jawab banyak kali, jawaban ku netral.

Ya, silahkan sesuai hati nurani saja.

Oh iya, aku udah jarang buat buku dan baca buku juga jarang.

Kenapa ?

Ya sibuk aja.

Sibuk nya juga ga bisa dibilang ga produktif sih, jadi ini part of life yang mesti dijalanin saja.

Tapi, kalo ku pikir ulang lagi.

Beberapa teman ku sudah pada ikut politik ya.

Sedangkan aku?

Hm, hanya sibuk pada duniaku saja.

Tapi yowis lah, belum saat nya saja.

Lagi pula aku orang yang percaya pada prinsip takdir, kalo emang takdirnya ya takdirnya saja.

Ya walaupun juga harus diusahakan.

Tapi beda aja kok rasanya.

Tapi jam sudah menunjukkan jam 3 sore

Ustmani

Hari ini sudah masuk kelas ngaji lagi.

Ya, tallaqi.

Bagi yang belum tahu tallaqi, itu kaya murid mesti ngikuti ucapan guru saat membaca Alquran.

Sebelumnya itu Sabtu pagi, tapi kalo Sabtu pagi sering bentrok saja dengan agenda lain, sehingga pindah ke Sabtu sore dari habis ashar sampai sebelum magrib.

Hm, bisa dibilang aku kembali mengulang di level yang sama.

Ya nilai ujian ku belum lulus.

Sedih sih tapi yaudahlah artinya memang mesti dimantapkan lagi.

Tentu, memahami Alquran itu sepanjang masa tapi terus diusahakan.

Lagi pula, keuntungan ku ya masih muda jadi masih banyak waktu untuk terus belajar.

Lagi pula orang seperti ku bagaimana mungkin ketika di akhirat aku ditanya ” apakah aku sudah menguasai ilmu Al-Qur’an ?”

Jika jawaban ku belum bisa, habis lah sudah.

Bahkan saat aku tadi mau berangkat saja itu sudah dikasur, asli enak banget.

Tapi antara mau memperbaiki diri atau ya bego selamanya.

Kunci awal memperbaiki diri yakni adalah penerimaan.

Kalo kita ga nerima diri kita bego dan merasa pintar ya udah stuck aja.

Lagi pula orang merdeka itu enak, merdeka bisa renang jadi ga takut tenggelam atau ga perlu pelampung.

Merdeka mengerti buku, jadinya ga perlu bawa buku karena sudah di otak.

Dan kunci untuk merdeka ya disipilin.

Sesampainya di Utsmani sih mulai belajar seperti biasa.

Diperbaiki bacaan nya.

Kunci nya sabar sih.

Ya, banyak-banyak sabar.

Ngaji selesai di jam setengah enam sore, tapi kepala ku udah pusing banget.

Akhirnya sebelum pulang ke rumsh, aku ingin makan sambal yang enak saja.

Hm, mungkin bisa mengurangi rasa stress ku.

Ku pikir stress terjadi karena kompetensi kita kurang terhadap realita yang akan dihadapi.

Sejujurnya sudah lama aku ga merasakan ini.

Terkadang bosen juga kalo berhasil mulu wkwk.

Ya, begitulah hidup.

Habis itu aku pulang dan nonton YouTube.

YouTube memang hiburan ku.

Bentar, besok kan aku ada lari trail.

Sebelum nya aku gagal karena ga kuat, ataupun mau ikut tiba-tiba ada kerjaan.

Aku harus tidur dan mengamankan mendali trail run pertama ku.

Tapi, besok lebih sibuk dari yang aku kira.

Hm, tidur dulu deh.

Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam.

Semoga esok akan baik-baik saja, amin.

Minggu, 03 Agustus 2025

‌Hp ku bunyi terus.

Mataku mulai membuka dan mulai menyadari bahwa suara itu bunyi alarm dari HP ku.

Sebelumnya ternyata jam weker ku rusak.

Hm, maklum itu udah lebih dari tiga tahun dan murah sekali harganya.

Masih bisa dipakai, cuman untuk mengeluarkan bunyi sudah tak bisa.

Alhasil, aku pasang berapa banyak alarm ya di HP ku ?

Lebih dari sepuluh sih dengan durasi antara jam setengah tiga hingga jam empat pagi.

Aku melihat HP dan jam masih menunjukkan jam tiga pagi.

Hm, aku pun kembali menutup mata dan alarm HP ku juga kembali berbunyi.

Tapi, ini akan lari trail run pertama ku yang berpotensi mendapatkan mendali.

Perlahan dengan keyakinan tinggi, aku ke kamar mandi dan kubasuh wajahku.

Perlahan mata mulai membuka dan akhirnya ku lanjutkan dengan mandi.

Setelah nya, aku memakai baju lari dari UI Trail Run.

Iya, sekarang lari nya sih 5 km aja untuk Trail Run.

Tapi ternyata bagus juga sih, selain karena belum pernah dapat mendali Trail Run, itu juga karena acara yang mengadakan ada nama UI nya.

Iya, aku senang jika dekat dengan UI.

Itu saja.

UI Trail RUn

Aku pun langsung berangkat sekitar jam setengah lima pagi dan sampai di pukul setengah enam pagi di titik kumpul.

Aku sampai di titik kumpul nya di Indomaret Sentul.

Sesampainya disana aku membeli roti dan susu sebagai pengisi perut.

Setelah nya aku pun naik mobil pick up bersama para peserta lain dari Indomaret Sentul menuju tempat race.

Ya, sesuai informasi dari panitia yang ku dapat katanya mesti parkir di dekat Indomaret Sentul dikarenakan parkir yang terbatas di dekat race.

Tapi sesampainya di tempat race, begitu banyak kendaraan yang parkir dekat race.

Ya sudahlah. Sampai di tempat race, aku pun memulai pemanasan dan bersiap untuk berlari.

Tapi ternyata, di samping aku ada yang menyapa dan dia adalah Rayhan yang merupakan teman lari di komunitas Taman Mini Indonesia Indah Running Club ( TRC ).

Kami pun foto bersama dan meng-share foto ke grup.

Dan eng ing eng, start dimulai di jam 06.30 pagi.

Aku pun merasa fit saja hari ini padahal kurang tidur.

Rasa ingin kencing di awal saat ingin race sendiri pun sudah tidak terasa lagi mengingat banyaknya keringat yang ku keluarkan.

Oh iya, aku juga memakai kacamata baru yang murah sih harganya.

Biar apa ?

Ya biar kece wkwk.

Ditambah kadang kalo lari di siang hari itu terik matahari yang membuat sakit mata.

Sedangkan kedepan aku harus melatih fisik ku agar lebih kuat.

Selama perjalanan trail run, aku melihat sekitar.

Benar-benar indah ya alam.

Berbeda dengan trail run ku sebelumnya yang dari awal sampai akhir benar-benar langsung tanah, malam hari pula, jarak 21 km, dan ada badai.

Iya saat itu di Sentul juga dan sedang ramadhan.

Bisa ditebak, trail run pertama dan langsung gagal.

Saat itu seperti nya baru 4 km saja aku sudah sangat kelelahan dan saat hujan aku menepi di rumah warga yang memang ada kaya pondok nya.

Saat itu badai semakin kencang, aku rasa aku tak kuat melanjutkan lari tersebut.

Walau aku sudah ada jas hujan, tapi masih ada hari esok pikirku.

Akhirnya, di rumah warga yang ku tempati pun aku menanyakan untuk mengantar ku ke bawah, ke tempat mulai start.

Dan ya bisa, pulang naik ojek wkwk.

Tapi, ada yang lain juga kok ternyata, #cari temen.

Balik ke cerita lari trail run di UI, sesampainya mendekati garis finish, sudah terdengar suara MC yang memandu acara.

Ku percepat langkah ku dan mencapai finis.

Yeay, ku ambil mendali pertama ku dan ku foto dengan teman ku yang tadi tak bertemu saat start, ya bang Mizfar.

Setelah nya, aku langsung bergegas pulang.

Saat mau pulang ternyata aku ketemu dengan Rayhan lagi dan akhirnya pun menuju tempat mobil pick up lagi.

Ku pikir ada mobil yang mengantarkan kami kembali turun ke bawah bertemu titik kumpul.

Tapi kok ga ada, akhirnya ya jalan kaki sekitar 2,5 km sembari ngobrol tentang dunia pelarian.

Sampai di kendaraan, ada dua agenda selanjutnya yakni kondangan dan bertemu dengan Prof Rhenald Kasali di acara NGOBRAS ( Ngobrol Santai ).

Aku liat waktu dari masing – masing acara dimulai dan jarak dari lokasi ku di Sentul.

Ku putuskan untuk datang ke acara NGOBRAS nya prof Rhenald kasali. terlebih dahulu.

Acara NGOBRAS adalah acara yang diinisiasi oleh prof Rhenald Kasali sendiri untuk datang ke tempat tinggalnya yakni Rumah Perubahan.

Cara daftar nya juga gratis, tapi kita mesti beli voucher seharga 50 ribu rupiah jika sudah sampai, dengan catatan bisa membeli makanan ataupun minuman dengan harga voucher 35 ribu rupiah yang tadi sudah dikasih.

Selain datang ke acara NGOBRAS, rencana nya aku ingin diskusi lebih lanjut dengan Prof Rhenald, tapi ya lihat situasi saja.

Aku pun menuju ke Rumah Perubahan.

Tetapi sebelum sampai, aku mampir untuk makan dahulu.

Ya, makan soto mie saja.

Asli, lapar cuy hehe.

Setelah selesai makan, aku pun sampai di Rumah Perubahan.

Ternyata acara yang dimulai di pukul setengah sebelas ini belum dimulai.

Hm, biasanya tepat waktu.

Acara baru dimulai hampir menuju jam sebelas.

Ternyata, yang mengisi yakni Prof Rhenald & ada rekan nya yang berlatar belakang seorang Wirausaha.

Seperti biasa, acara dimulai dengan kata pengantar dari Prof Rhenald dan dilanjutkan dengan rekan nya yang menceritakan pengalaman kewirausaha nya.

Setelah nya ada sesi tanya jawab.

Sesi satu dengan lima pertanyaan.

Dan kemudian nanti ada sesi pertanyaan lagi.

Ku pikir hari ini aku ingin duduk dibelakang saja dan hanya mendegarkan saja.

Terlebih peserta yang hadir cukup ramai sekitar lima puluhan orang.

Mendengarkan.

Ku pikir tidak semua orang harus berbicara, mesti ada yang mendengarkan.

Aku suka dengan kalimat sebelum ini.

Tapi, adzan Zuhur sudah berkumandang.

Aku harus putuskan apakah aku lanjut di acara ini atau pergi lagi ke acara lain.

Dan kuputuskan untuk pergi setelah Zhuhur meninggalkan acara ini.

Lagi pula masih ada waktu lain untuk diskusi dengan Prof Rhenald.

Kondangan

Aku berangkat dari rumah perubahan ke kondangan yang merupakan teman alumni Program Profesi Insinyur FTUI.

Ya, aku diundang dan ga enak rasanya jika tak hadir.

Waktu perjalanan hanya sekitar 30 menit dikarenakan lokasi ya dekat di Depok yang tak jauh dari Rumah Perubahan.

Sesampainya di lokasi, aku bertemu dengan teman ku alumni PPI FTUI lain dan berbicara sebentar.

Kemudian, aku langsung menghampiri pengantin yang merupakan teman ku.

Setelah nya aku langsung pulang.

Ya pulang ke rumah dulu untuk istirahat.

Waktu yang di tempuh sekitar satu jam, dan aku tiba sampai di rumah sekitar jam setengah tiga sore.

Rencana nya sih mau mandi dan lanjut ke Pasar dan donor darah.

Tapi setelah setelah mandi dan rebahan dikasur, rasanya malas sekali.

Kemudian, aku mendengar suara hujan dimana semakin syahdu saja di kamar.

Tanpa terasa aku sudah tertidur .

Perlahan, aku membuka mataku dan melihst HP bahwa jam sudah menunjukan jam lima sore.

Sebelum tidur, aku sudah memesan gofood untuk dimakan di rumah.

Di catatan gofood iu ku tulis untuk taruh di pagar saja.

Baru kusadari saat bangun tidur bahwa makanan yang kupesan masih di ada di pagar.

Ya, kehujanan.

Untung diplastikin sehingga aman.

Aku pun makan dan setelah Magrib langsung pergi untuk donor darah di PMI Jakarta.

Kenapa di PMI Jakarta, karena dia buka 24 jam.

Sedangkan PMI cabang sekarang bukanya hanya di office hour saja.

Sebenarnya, kemarin itu waktu ku untuk donor darah, tapi karena hari ini ada lari trail run sehingga jadinya kuputuskan saja untuk donor darah setelah lari.

Oh iya, aku rutin donor darah setiap dua bulan.

Alasanya apa ?

Hm, apa ya.

Ingin menolong saja.

Aku pun donor darah di PMI di jam setengah delapan malam dan sesudahnya langsung pulang ke rumah sampai di jam setengah sembilan.

Ku pikir ini adalah akhir dari aktifitas ku untuk hari ini.

Banyak Hal yang ingin aku lakukan, ingin gym, ingin renang, ingin golf dan lainnya.

Tapi, aku tak punya banyak waktu.

Oh iya belum kepasar, belum beresin kamar, wah masih banyak deh.

Mungkin hari lainnya saja, semoga.

Kemudian, aku semakin menyadari bahwa banyak sekali tanggung jawab ku yang mestinya ku jalanin.

Sebenarnya sih kalo aku cuman mentingin diri sendiri kayanya udah selesai hidup ini.

Tapi, semenjak aku sudah menulis dan membagikan ideologiku ku yakni RA dalam buku keduaku, dan ditambah dengan buku ketiga ku yang berjudul WARRIOR.

Sudah tak mungkin hidupku untuk diriku sendiri saja.

Ada tanggung jawab yang besar, ku pikir aku hanya perlu menjalani nya saja.

Mungkin pahlawan yang selama ini kita tunggu-tunggu untuk menggubah keadaan keluarga kita atau negara kita adalah diri kita sendiri

Salam WARRIOR

Jakarta, 03 agustus 2025 pukul 21.15 wib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *