Hari ini ialah hari Sabtu, tanggal 30 Agustus 2025 pukul delapan pagi dimana aku menulis tulisan ini melalui Handphone ku.
Iya, ini hari ketiga sejak dimulainya demo pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2025.
Tapi, demo juga dimulai dari Senin tanggal 25 Agustus 2025.
Berbeda dengan demo sebelumnya yang terjadi belakangan ini dimana mungkin kalo weekend demo akan meredup.
Namun, untuk kali ini api demo terus membara.
Sejumlah kegiatan di hari weekend di batalkan oleh penyelenggara, ataupun diganti ke hari lain.
Alasan nya, karena situasi Jakarta saat ini belum kondusif.
Hampir semua rakyat Jakarta marah.
Dan tentunya seluruh rakyat Indonesia juga merasakan api yang sama.
Hanya sedikit mungkin yang tak marah, mungkin merekalah yang tak merasakan betapa sulit nya hidup di zaman sekarang.
Akumulasi Api
Menurutku, api ini merupakan api yang terus bertumbuh dari periode sebelumnya hingga terus sekarang terjadi.
Tapi yang terjadi sekarang merupakan luapan dari kemarahan rakyat Indonesia terhadap pemerintah.
Banyak sekali hal yang bisa aku berikan contoh kenapa rakyat menjadi marah.
Semakin banyak aku memberikan contoh hanya akan semakin sadar bahwa negara ini begitu memalukan saat ini.
Tapi, aku tak ingin diam dan aku memilih untuk bersikap rasional.
Setidak nya, ini lah sebagian apa yang aku rasakan, dan aku menuntut sebagai seorang rakyat untuk permasalahan akar ini dapat diselesaikan sebelum api kemarahan rakyat semakin memuncak.
- Gaji total termasuk tunjangan Dewan Perwakilan Rakrya ( DPR ) yang tak masuk akal
Bisa dibilang gaji total DPR ini sudah lebih dari 30x dibandingkan dengan gaji rata-rata pekerja di Indonesia.
Jika dibandingkann dengan negara lain, bahkan negara yang lebih maju tidak sejauh ini.
Ini aneh !.
Masa orang yang gaji nya yang digaji dari rakyat justru memiliki perbedaan gaji yang sangat jauh dengan rakyat yang menggaji nya.
Ditambah lagi, sikap arogansi dari para pejabat DPR yang omongan nya sewenang-wenang.
Serta, karena isu ini, beberapa orang anggota DPR yang sekarang seakan tak butuh gaji nya dan memberikan gaji nya ke orang lain.
Seakan mereka tak mengerti tugas pokok nya.
Bener-bener kocak ini !
Solusi :
Yowislah, aku tak ingin hanya memberikan masalah tapi tak memberikan solusi.
Ya, ini sebenarnya tugas nya pemerintah Indonesia ini mestinya yang berpikir dan memberikan keputusan.
Tapi, ya begitu dah per hari ini.
Semoga besok udah lebih baik deh.
Yang pasti citra DPR itu sekarang ga bagus, ya citra kan artinya secara umum ya.
Turunkan gaji DPR kalo perlu setara gaji UMR di wilayah nya.
Lalu, memiliki empati dan jaga omongan kepada rakyat.
Kerja yang bener udah.
2. Efisiensi tapi kok membesar
Tentu, ini ditujukan kepada presiden sekarang.
Dengan efisiensi yang diberlakukan tapi justu meningkatnya jumlah orang kabinet yang semakin menggelembung.
Ditambah, sekarang lapangan kerja makin sulit tapi banyak wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris.
Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh presiden tapi realisasinya tidak terjadi.
Solusi :
Efisiensi untuk para pejabat menteri dan tidak boleh adanya rangkap jabatan.
Serta, diberlakukan nya sistem meritokrasi dimana sistem yg memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, senioritas, ataupun kedekatan.
3. Kebijakan yang tidak relevant baik tingkat daerah atapun pusat
Harga pajak yang terus menaik, rumor tanah / bangunan yang tidak dipakai oleh sang pemilk selama beberapa tahun akan diambil negara, dan UMR negara kita yang kecil tapi harga bensin yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
Memang aneh bin ajaib ini.
Solusi :
Buat kebijakan yang rasional, kebijakan nya jangan menekan ke rakyat tapi justru membantu ke rakyat.
Seperti, kebijakan membuka lapangan kerja sebanyak-banyak nya, fokus pada kebijakan investasi asing yang tepat untuk masuk.
Hal-hal ini belum banyak dilakukan.
4. Leiden is lidjen
Pemimpin sekarang itu pada ngerti ga sih tentang ini : leiden is lidjen, memimpin ya menderita.
Ini sudah banyak diberikan contoh oleh founding father bangsa kita.
Sekarang tuh, kaya mikirin perut nya sendiri terus padahal wakil rakyat.
Seakan seperti menara gading dimana mereka tak bisa disentuh.
Kalo memang belum siap menjadi wakil rakyat ya jangan jadi wakil rakyat.
Jangan masuk ke ranah pemerintah yang tugas nya di ranah kebijakan.
Solusi :
Ya, mindset.
Maksudnya kalo belum siap untuk mengwakilin rakyat ya jangan masuk atau lebih baik mundur saja.
Mesti paham perbedaan antara ranah pemerintah, swasta, bahkan sektor ketiga.
Kalo ga paham dan hanya ingin berkuasa ya begini, ngurusin perut dulu padahal masih banyak rakyat yang harus dipikirkan.
5. Hukum mati koruptor
Menurut saya bahwa penegakan hukum di era pemerintah sekarang sudah lebih baik dari pada pemerintahan sebelumnya tapi belum cukup.
Langsung saja, katanya kan, koruptor akan dihukum keras, ya buktikan dong.
Banyak sekali para pejabat ga masuk akal yang menyimpan uang tunai bisa ratusan miliar di rumah nya ataupun lainnya.
Sedangkan rakyat, buat makan aja itu banyak yang susah !.
Koruptor itu harus nya dihukum mati untuk saat ini sebagai pengingat bahwa korupsi itu dampak nya sangat besar rusaknya.
Berapa banyak juta bahkan ratusan juta orang yang hak nya diambil dikarenakan uang nya dimakan oleh orang korupsi.
Solusi :
Hukum mati koruptor, serta kalo perlu buat ” Birokrat Wanted ” dimana orang yang bekerja dimana gaji nya didapatkan dari rakyat mesti diburu jika melakukan praktek Korupsi, Kolusi, nepotisme ( KKN ).
Serta, orang yang melaporkan itu mendapatkan hadiah sejumlah uang tertentu oleh pemerintah.
Eh bung, di akhirat saja masalah uang ini bahkan ditanya dua kali, asal nya dari mana dan untuk apa.
6. Usut tuntas pembunuhan terhadap OJOL
Sebuah fakta bahwa ojol itu dibunuh dan dilindas.
Nyawa mesti dibalas dengan nyawa.
Dan harus ada yang dicopot.
Jelas yang dicopot ya atasan nya.
Jangan selalu menyalahkan yang dibawah, yang diatas mesti tanggung jawab dong.
Solusi :
Hukum mati para pembunuh ojol, dan tentu harus ada atasan nya yang dicopot sesegera mungkin.
Penutup
Ini baru enam point saja, padahal masih banyak.
Tentu, aku menulis ini karena ya memang aku harus menulis.
Banyak sekali guruku, senior ku, rekan ku yang juga turun ke jalan untuk menyuarakan ini.
Namun, karena aku bisa menulis dan ada platform website pribadiku, kenapa tidak aku menulis di sini.
Aku menulis ini karena aku begitu mencintai bangsa ini.
Bangsa yang sangat besar.
Saat ini, lawan kita juga adalah orang-orang Indonesia sendiri yang menjadi penjajah.
Tapi, jikalau kita berpikir rasional maka akan ada saatnya kita berhenti untuk demonstrasi ini, asal yang atas juga berpikir rasional dan berani memutuskan dengan benar.
Aku berharap bahwa api penderitaan rakyat ini akan segera padam dan kita dapat beraktifitas seperti semula.
Karena aku tak akan pernah lelah untuk mencintai bangsa ini.
Salam Warrior
Rio
Jakarta, 30 Agustus 2025 Pukul 08.30 WIB
Tembusan :
Presiden Republik Indonesia ke – 8
Seluruh Rakyat Indonesia
