Jam Welker ku bunyi berisik sekali.
Ya, aku memasang jam welker ku itu di jam dua lewat dua puluh pagi hari.
Sebelumnya, jam itu adalah jam yang baru ku beli kemarin malam di jam delapan pagi kemarin.
Jam itu ku beli seharga Rp. 80.000 dari yang harga aslinya di Rp. 85.000.
Ngomong- ngomong tentang jam.
Sebelumnya aku udah punya jam welker itu ada dua dengan harga yang sama dan bentuk yang sama juga dan beli di tempat yang sama juga.
Aku udah beli dari tahun 2022 atau 2023 ya ?
Lupa.
Tapi sebelum itu, aku juga udah punya saat aku masa kuliah di masa mahasiswa.
Alasan nya sederhana, agar jam itu membuatku bangun di pagi hari.
Maklum, banyak sekali agenda pagi hari yang mesti ku bangun.
Misalkan saja event lari.
Dan tahun lalu jam ini juga kubawah pada saat aku event Marathon di Bandung.
Atau kalo mau ke bandara pada pagi hari.
Pastinya, bunyi suara jam ini juga kenceng banget.
Tak sampai 5 detik aku langsung bangun.
Mungkin, suara juga sudah sampai di tetangga saking berisik nya.
Dulu aku juga pakai alarm HP.
Tapi, kelemahan alarm HP itu yakni ga bisa suara kenceng, dan rasanya ga fokus aja.
Jadi, kadang di jam siang atau sore ya bunyi karena kita lupa set time nya dimatiin.
Berbeda dengan jam welker yang memang fokus nya untuk bangun pagi.
Jam
Ngomong ngomong masalah jam.
Aku punya jam tangan, jam dinding, jam welker, jam HP.
Itu sih kali yang ku punya.
Jam itu penting sekali, karena untuk kita mengingat waktu.
Walau aku juga tak begitu suak memakai terlalu lama di tubuh :).
Terlebih, semua manusia memiliki waktu yang sama. Yang membedakan manusia yakni bagaimana memanfaatkan waktu nya masing masing.
Operasi
Sudah lama aku tak bangun di jam segini.
Seingatku dulu aku bangun di jam segini itu karena pada saat aku masih menjadi mahasiswa di UI dimana tinggal di asrama beasiswa yang mana mesti tahajjud.
Ataupun pada saat bulan ramadhan yang mesti aku sahur.
Ataupun pada dulu saat aku mau ujian nasional saat SMA, yang mana belajar dulu ?
Ya kayanya sih, tapi ga sering.
Sekarang ?
Sepertinya aku udah mulai membiasakan diri.
Alasannya?
Ya ada deh.Tapi, ku pikir orang seperti ku harus terus maju.
Kenapa ya ?
Hm, banyak harapan, banyak tanggung jawab yang mesti di lakukan.
Pundak
Sudah lama aku juga tak bergantung pada orang lain.
Ya, berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri.
Dampak dari itu ya kesepian.
Tapi mau gimana lagi.
Di dalam diriku banyak sekali hal yang mungkin bahkan orang terdekat ku juga tak tahu.
Aku layaknya puzzle yang tiap tubuh menyusun satu sama lain dalam kehidupan ini.
Aku pikir ini sudah berlangsung sangat lama.
Tapi, itulah aku.
Selama aku masih sadar, aku masih bersujud, aku pikir aku masih baik – baik saja.
Mungkin itulah seorang laki-laki seharusnya.
Dia harus punya setiap part yang berbeda-beda.
Jika dia tak punya itu, maka akan ada perasaan emosi yang hanya membuat manusia berperilaku menjadi tidak adil.
Tapi, jika kita tetap tenang, berpikir rasional, dan bertindak adil sesuai dengan seharusnya.
Maka ku pikir itulah yang terbaik.
Lagi pula, aku juga sudah selesai dengan kehidupan ini sejak beberapa tahun yang lalu.
Yang sekarang ku lakukan adalah menjemput takdir ku.
Jika tak tercapai ya tak apa.
Jika tercapai, ya sudahlah. Yang penting ku lakukan adalah berpikir, memutuskan dan terus maju terhadap arah kompas ku ini.
Kau tahu
Kau tahu, mungkin apa yang kita lakukan selama ini berbeda dengan orang lain.
Tapi, apa jangan-jangan yang dilakukan orang lain selama ini salah ?
Hm, kau sendirii lah yang memutuskan nya.
Atas dasar itu kau harus punya kompas jalan hidup mu sendiri.
Bagiku jelas kompas itu terdiri dari Alquran, Sunnah, dan teknologi ataupun taktik nya.
Kau tahu, bagaimana jika kita akan masuk neraka.
Aku selalu berpikir setiap hari ku tentang itu.
Sejujurnya aku takut.
Aku takut bahwa aku tak bisa melewati ujian dunia ini dengan baik.
Andaikan semua manusia tahu bahwa kenikmatan itu juga merupakan ujian.
Aku yang telah pernah mencapai langit dunia dan percayalah disana hanya ada kesepian, kedinginan dan batu.
Hanya itu saja.
Namun hidup teruslah berjalan dan yang mesti aku lakukan adalah aku hanya perlu maju !
Jakarta, 08 September 2025 pukul 02.58
Operasi ini ku mulai !
