Mengambil Posisi

Saat itu, aku berdiskusi dengan Prof. Rhenald Kasali di kediaman nya.

Aku bertanya tentang bagaimana seseorang menjadi seseorang.

Sederhana nya menjadi seorang tokoh.

Prof Rhenald menjawab bahwa aku harus mengambil posisi sesuai dengan keyakinan diriku sendiri.

Beliau bilang bahwa kau harus punya gallery.

Sederhana nya portofolio yang menjelaskan tentang keunikan dalam dirimu.

Aku paham maksudnya.

Tapi sejujurnya aku belum tau sikap apa yang akan aku ambil.

Apakah aku akan selalu berada dibarisan pemerintah? 

Apakah aku akan berada di barisan oposisi pemerintah?

Yang jelas aku melihat sikap dari teman-teman ku yang berada dibarisan itu semua.

Ataukah aku ingin hidup damai saja.

Urus hidup sendiri, keluarga sendiri dan layaknya orang pada umumnya.

Yang jelas, aku pernah memilih yang ketiga itu.

Namun, takdir berkata lain.

Takdir yang membuat ku akhir nya tidak akan kembali ke jalan itu.

Jika dilihat dari apa yang dipikirkan Prof Rhenald bahwa beliau mengambil sikap untuk berpikir rasional dan stay relevant.

Ya, aku sepakat dengan itu.

Tapi rasanya ada yang kurang dalam hatiku.

Ataukah aku ingin mengabdikan diri ku pada dunia keinsinyuran ?

Atau kah menjadi penulis buku ?

Atau menjadi relawan di sektor ketiga ?

Hm, itu adalah sesuatu yang memang sudah ku jalanin.

Tapi, rasanya kurang complete saja.

Lalu, posisi apa yang mesti ku ambil.

Masa lalu

Apakah kau tahu bahwa nabi Muhammad SAW memberikan banyak harta diaman yang sebelumnya dari kaya menjadi miskin untuk berjuang di jalan Allah ?

Apakah kau tahu bahwa Ali bin Abi Thalib hampir seumur hidup nya miskin tapi dia dikenal dengan gerbang ilmu pengetahuan saking banyak nya ilmu ?

Apa kau tahu bahwa tokoh bangsa Muhammad Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, dan lainnya juga sebagian besar hidup nya penuh dengan kemiskinan untuk memilih mengutamakan perjuangan kemerdekaan daripada mengumpulkan kekayaan sendiri ?

Apakah kau tahu bahwa Galileo Galilei memilih untuk tetap bertahan menghadapi kematian yang diberikan oleh gereja karena mempertahankan keyakinannya bahwa matahari adalah pusat tata Surya dimana saat itu Gereja berpendapat bahwa bumi adalah pusat tata Surya ?

Apakah kau tahu bahwa Marthin Luther tetap bersiteguh terkait apa yang diyakini sehingga sekarang ada kristen protestan.

Dan masih banyak lagi aku bisa berikan contoh terkait itu semua.

Satu hal persamaan yang terjadi bahwa mereka semua adalah seorang warior.

Mereka yakin terhadap apa yang diyakini nya.

Lalu bagaimana dengan ku ?

Memimpin adalah menderita.

Bahkan aku pun tak kekurangan makanan, dan bisa hidup dengan nyaman.

Jelas, bahwa aku belum lah sebanding dengan mereka.

Namun, setiap zaman ada orang nya.

Aku pikir aku akan mengambil sikap sebagai seorang warrior dengan ideologi ku yakni RA.

RA adalah kependekan dari Radhiallahu Anhu.

RAisme adalah ideologi yang menganut paham Radhiallahu Anhu yang artinya ideologi yang menganut semoga Allah meridhoi.

Dan yang perlu ku lakukan yakni ialah menambah galery ku terkait RA ini.

Aku banyak sepakat dengan Cokroaminoto.

Tentu, banyak pemikiran ku yang aku sepakat dengan beliau.

Lagi pula, umat Islam adalah Rahmat bagi semesta.

Jelas bahwa kedepan dengan semakin banyak aku menambah gallery RA ku maka akan semakin banyak para pengikut ku.

Sederhana nya karena mereka sepakat dengan ideologi RA ini.

Suatu hari nanti akan ada perang ideologi.

Jelas bahwa RA versus dengan ideologi lain.

Aku tak sepakat dengan sistem dunia saat ini.

Sistem yang dibangun kurang dari 100 tahun lalu yakni pada tahun 1945.

Sistem inilah yang membuat dunia saat ini.

Namun, sistem itu tidak adil.

Kapitalisme, Eropa dan Amerika yang menjadi pemenang dunia pun juga mendominasi dunia ini dan menerapkan standar ganda bagi sekutu dan juga para yang dianggap oposisi nya.

Sedangkan, Asia – Afika itu hanya mengikuti sistem yang dibuat negara pemenang dunia ini.

Perlu diketahui bahwa aku awalnya tak begitu peduli dengan ini semua.

Namun, ku pikir aku adalah orang yang ditakdirkan untuk mampu melawan sistem ini.

Aku tahu bahwa tingkat keberhasilan saat ini jika ku lawan adalah kecil.

Namun, kebenaran akan dunia perlahan akan terus terbuka dan semakin banyak orang yang akan paham dengan maksudku.

Setidaknya, aku sudah menjadi seorang warrior.

Seorang pejuang sejati.

Maka, ku pikir aku telah mengambil posisi ku sebagai seorang warrior dalam memperjuangkan ideologi ku sendiri yakni ideologi RA.

Suatu hari nanti miliyaran orang di seluruh dunia akan mengenal, dan mengikuti ideologi ini.

Kenapa ?

Karena RA adalah jawaban dari permasalahan yang ditimbulkan sejak lebih dari 500 tahun ini.

Maafkan aku Isaac Newton, Thomas Alva Edison, Tesla dan lainnya.

Bagiku, kalian luar biasa.

Namun, cahaya itu sudah berpindah.

Dari cahaya barat ke cahaya timur.

Sekali lagi, aku tak akan melupakan kalian. 

Tapi inilah posisi yang ku ambil.

Menjadi warrior dengan Ideologi RA

Jakarta, 08 September 2025 pukul 21.55 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *