Pagi ini entah mengapa tubuhku terasa sangat lelah.
Mungkin karena semalam aku baru bisa terlelap mendekati pukul sebelas malam.
Rasanya kepalaku dipenuhi begitu banyak pikiran.
Namun, di tengah semua itu, justru sebuah ide baru datang begitu saja.
Aku tiba-tiba ingin menulis sebuah buku tentang Taman Mini Indonesia Indah.
Entah mengapa, ide itu mengingatkanku pada buku karya Dee Lestari berjudul Rantai yang Tak Pernah Putus.
Buku tersebut menceritakan perjalanan UMKM binaan Astra dan bagaimana mereka berkembang.
Dari sanalah aku kembali menyadari bahwa inspirasi sering kali muncul saat kita sedang menikmati sebuah karya.
Membaca memang seperti menghubungkan titik-titik kehidupan—connecting the dots. Satu cerita bisa melahirkan cerita lainnya.
Taman Mini sendiri memiliki begitu banyak kisah yang layak dituliskan.
Ada puluhan anjungan daerah, museum, dan berbagai ikon yang menyimpan sejarah serta cerita menarik.
Rasanya sayang jika semua itu hanya menjadi tempat yang dikunjungi tanpa pernah diabadikan dalam sebuah buku.
Hubunganku dengan Taman Mini pun bukanlah sesuatu yang baru.
Sejak duduk di bangku SMP, aku sudah sering datang ke sana.
Bukan hanya untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan, tetapi juga untuk menyendiri dan menulis.
Di sanalah aku sering mencurahkan isi hati, menyusun mimpi, dan menuliskan berbagai rencana untuk masa depan.
Jika dipikir-pikir, sebagian besar rencana penting dalam hidupku lahir di Taman Mini.
Tempat itu selalu menghadirkan rasa tenang, bahagia, dan keyakinan bahwa masa depan akan baik-baik saja.
Pagi tadi aku juga mengikuti latihan strength training bersama teman-teman dari Taman Mini Running Club.
Latihan dimulai sekitar pukul setengah tujuh pagi hingga pukul sembilan.
Setelah selesai, kami menikmati semangkuk bakso di kawasan TMII.
Suasananya sederhana, tetapi selalu menyenangkan.
Sesampainya di rumah, rasa kantuk yang tertunda sejak semalam akhirnya datang.
Aku langsung merebahkan badan dan tertidur cukup lama.
Sepertinya memang tubuhku sedang meminta waktu untuk beristirahat.
Di sela-sela latihan tadi, aku juga sempat menceritakan rencana bukuku yang berjudul Terima Kasih Jilid 4: Taman Mini kepada teman-teman di Taman Mini Running Club.
Sambutan mereka begitu hangat.
Dari lebih dari seratus dua puluh anggota grup, mungkin hanya aku yang saat ini aktif menulis buku.
Mereka bahkan mengatakan siap membantu kapan pun aku membutuhkan informasi atau dukungan dalam proses penulisan.
Mendengar itu membuatku semakin yakin bahwa buku ini bisa terwujud.
Aku sendiri merasa tidak akan terlalu kesulitan menulisnya.
Aku sudah cukup mengenal Taman Mini, bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidupku.
Hanya saja, aku juga sedang mempersiapkan latihan marathon dan berbagai tanggung jawab lainnya.
Karena itu, aku tidak ingin terburu-buru.
Aku ingin menikmati setiap prosesnya.
Bahkan, aku membayangkan sebagian besar naskah buku ini akan kutulis langsung di Taman Mini.
Duduk di bawah pepohonan, memandang danau, atau menikmati suasana sore di antara museum dan anjungan daerah.
Rasanya akan lebih mudah menemukan kata-kata ketika aku berada di tempat yang menjadi sumber inspirasinya.
Menjelang siang, pikiranku kembali dipenuhi hal lain.
Aku masih memikirkan tanggung jawabku sebagai Ketua Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur.
Ada beberapa hal yang terasa masih menjadi beban di pundakku.
Untuk mencari sudut pandang lain, aku menelepon salah satu teman SMP yang selama ini cukup sering menjadi tempatku berdiskusi.
Percakapan kami membuat pikiranku sedikit lebih tenang.
Aku sadar bahwa organisasi ini juga membutuhkan perhatian.
Aku ingin kembali menghidupkan grup, membangun komunikasi yang lebih aktif, dan perlahan menjalankan tanggung jawab itu dengan sebaik mungkin.
Malam ini, sebelum menutup hari, hanya satu doa yang ingin kusampaikan.
“Tuhan, tuntunlah setiap langkahku. Berikan aku kebijaksanaan untuk menjalankan setiap amanah, kekuatan untuk menyelesaikan setiap mimpi, dan petunjuk agar aku selalu berjalan di jalan yang Engkau ridai.”
Jakarta, 11 Juli 2026
Pukul 21.20 WIB
