Day#12 RTM (Road To Marathon)

Jakarta, 16 Juli 2026
19.35 WIB

Hari ini ternyata aku tidak jadi lari :).

Rencananya memang ingin berlari sore ini, tetapi akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu bekerja dan mengobrol dengan teman SMA lewat telepon.

Obrolannya sederhana, hanya saling berbagi cerita dan curahan hati tentang kehidupan.

Rasanya menyenangkan bisa kembali berbincang dengan teman dekat

Di sela-sela itu, aku juga melanjutkan penyusunan buku tentang Taman Mini Indonesia Indah.

Sedikit demi sedikit isinya mulai terbentuk.

Prosesnya memang tidak cepat, tetapi aku menikmati setiap hal yang kutulis.

Ada satu kejadian yang cukup membekas hari ini.

Aku melihat seorang ibu penjual minuman yang tertidur dalam posisi duduk di sebuah tempat berteduh di pinggir jalan.

Wajahnya terlihat sangat lelah.

Pemandangan itu membuatku sedih.

Mungkin ia sudah bekerja sejak pagi, mungkin juga harus terus bertahan demi keluarganya.

Pemandangan seperti itu mengingatkanku bahwa kehidupan memang tidak selalu adil.

Kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin di negeri ini masih terasa begitu lebar. Di beberapa negara Skandinavia tentu tetap ada perbedaan ekonomi, tetapi jurangnya tidak sedalam yang sering kita lihat di Indonesia.

Semoga suatu hari nanti keadaan bisa menjadi lebih baik sehingga setiap orang memiliki kesempatan hidup yang lebih layak.

Hari ini aku juga banyak berdiskusi tentang pernikahan dengan seorang dekat yang sudah lebih dulu menjalaninya.

Aku lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Bagiku, pengalaman orang lain adalah pelajaran yang berharga.

Dengan mendengarkan, setidaknya aku bisa memahami banyak hal sebelum suatu hari nanti menjalani fase kehidupan yang sama.

Soal lari, hari ini memang belum waktunya.

Sempat terpikir untuk keluar dan berlari, tetapi rasanya sudah terlalu tanggung.

Akhirnya aku memutuskan untuk menyimpan tenaga dan, semoga besok pagi, bisa menjalani long run sesuai rencana.

Walaupun akhir-akhir ini hidup terasa tidak mudah, aku tetap merasa diriku terus bertumbuh.

Ada begitu banyak tantangan, tetapi di balik itu semua aku juga menyadari betapa beruntungnya diriku.

Kadang aku sendiri tidak menyangka takdir membawaku pada berbagai kesempatan yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.

Aku juga percaya bahwa hidup ini bukan hanya tentang mengejar keberhasilan untuk diri sendiri.

Jika suatu hari nanti aku benar-benar diberi amanah menjadi seorang pemimpin, maka keberhasilan itu harus bisa membawa manfaat bagi orang lain.

Mungkin itulah salah satu alasan mengapa aku terus menulis.

Aku berharap tulisan-tulisanku bisa hidup lebih lama daripada diriku dan menjadi sesuatu yang berguna bagi siapa pun yang membacanya.

Selain itu, aku juga terus memperbaiki kompetensi dasar.

Aku masih mengingat perkataan Sudirman Said bahwa seorang calon pemimpin harus terus belajar sejak muda.

Sebab ketika seseorang sudah berada di posisi puncak, waktunya akan lebih banyak digunakan untuk mengambil keputusan daripada mempelajari hal-hal yang seharusnya sudah dikuasai sejak awal.

Kalimat itu sangat masuk akal, dan sampai hari ini masih menjadi pengingat untuk terus belajar tanpa merasa cukup.

Begitulah hari ini berlalu.

Tidak ada lari, tidak ada pencapaian besar, hanya percakapan, renungan, dan sedikit langkah kecil menuju versi yang lebih baik.

Selama hidup masih berjalan, semoga kita juga terus bertumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *