Doaku

Terkadang dalam kesendirian ku aku selalu berpikir

” Apakah aku telah menjalani hidup dengan benar ? “
” Apakah aku akan masuk surga ? “

Jujur saja. Jika ada satu harapan yang ku inginkan dalam setiap harapan ku, itu adalah kematian.

Namun, terkadang aku terlalu cinta dunia. Aku cinta dunia.

Ya, itu terkadang, tapi aku tak ingin menampik bahwa aku ada rasa itu

Ya Allah, dalam setiap doaku, dalam setiap sujud terakhir shalat ku, aku selalu mengucapkan,

” Ya Allah, jangan biarkan aku menjadi diriku sendiri walau hanya sekejap mata. Sesungguhnya aku tak mampu ya Allah, tiada daya selain dari ku “

” Ah… “ ( Ku tarik nafas dalam – dalam )

” Ngapain lagi ya ? “

Atau

” Selanjutnya apa ya ? “

Pertanyaan itu selalu ada dalam pikiran ku, selalu ada dalam kesadaran aku.

Aku tak ingin bahwa hidupku hanyalah hidup saja.

Jika demikian, hewan pun seperti itu.

Aku punya akal, tentu tak ingin menjadi manusia rugi.

Seperti yang telah Allah jelaskan dalam surat Al Asr

” Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang–orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. “

Ya Allah, jika aku hidup dan terus hidup hanya untuk mendekatkan diri pada neraka buat apa ?

Ampunilah dosaku ya Allah.

Kehidupan dunia ini hanyalah sementara.

Harta, keluarga, dan alam semesta ini hanyalah ujian, aku takut bahwa ada rasa cinta ku pada dunia ini.

Ya Allah, dalam hidup ku hanya kaulah tujuan ku.

Dalam doaku, ku panjatkan setiap doaku, bahwa aku ingin mati dalam keadaan Islam.

Aku ingin mati sebagai pemenang.

Pemenang.

Orang yang telah lulus ujian ini dan berakhir di dunia melalui kematian untuk mencapai dunia keabadian.

Ya Allah, ampunilah dosaku.

Dari hambamu

Jakarta, 21 Januari 2025 pukul 19.30 wib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *