Pendakian Gunung Pertamaku : Mendaki Gunung Papandayan

15 Juni 2024


Aku dan sahabatku yang bernama Ega sedang nongkrong untuk berbicara banyak hal.

Banyak hal yang kami bicarakan, misalkan saja kapan buku ku selanjutnya akan terbit, kapan naik gunung dan perihal lainnya.

Bisa dibilang Ega merupakan salah satu orang kepercayaan ku.

Iya, dia sudah ku kenal lebih dari 15 tahun.

Arah pembicaraan pun tiba tentang naik gunung.

Ya, rencana naik gunung entah gunung apa pun rencana kami daki.

Aku pikir aku ga tahu kapan bisa naik gunung, tapi kalo hari ini bisa.

Dan tiba – tiba kepikiran untuk hari ini, padahal hari ini sudah jam 5 sore.

Akhirnya kami pun mencari travel yang menyediakan trip ke gunung yang tersedia.

Kami menunjuk Gunung Papandayan di Garut.

Ya, Ega mencari travel dan ternyata kuota sudah penuh.

Dan giliran ku mencari travel dan kebetulan masih ada slot.

Sehingga kami pun langsung hubungin travel dan booking lalu kami digabungkan ke grup wa yang isinya open trip one day ke Gunung Papandayan.

Kemudian, kami pulang ke rumah masing-masing sekitar jam 8 malam dari cafe tersebut.

Selanjutnya, pukul 11 malam aku ke rumah Ega yang juga dekat denganku, dan selanjutnya kami naik grab mobil menuju titik pertemuan di RS UKI.

Intermezzo

Sejujurnya mungkin pendakian inilah yang pertama yang benar – benar niat.

Karena itu, aku menyebutnya pendakian pertamaku.

Seingat aku , aku pernah beberapa kali naik gunung, tapi mungkin aku belum sebut itu pendakian, karena minim effort dari ku

Berikut beberapa pendakian ku :

1. 2015 : Gunung Pancar.

Ya, aku dan teman – temanku dari elektro UI pergi jalan-jalan saja di gunung ini.

Aku pikir kita tidak sampai puncak.

2. 2017 : Gunung Pangrango.

Aku dan teman-teman ku dari Rumah Kepemimpinan pergi untuk melakukan Rihlah.

Aku pikir juga lebih banyak hore-horenya.

3. 2021 : Gunung Jayawijaya.

Aku bersama rekan kerjaku memang melihat puncak Soekarno, puncak Sudirman.

Tapi itu karena pekerjaan ku saja.

Sehingga minim effort kesana.

4. 2024 : Gunung Luhur.

Aku bersama teman-temanku dari Palang Merah Indonesia melakukan simulasi relawan bencana.

Jadi, kami tak mencapai puncak.

16 Juni 2024

Kami tiba di Gunung Papandayan di pukul 6 pagi.

Dilanjutkan dengan sarapan dan minum kopi.

Selanjutnya kami memulai pendakian pada pukul setengah delapan pagi.

Aku pikir selama perjalanan bahwa hari begitu mendukung dan aku dokumentasi yang aku abadikan.

Selanjutnya

Aku tahu bahwa ke depan akan masih banyak pendakian gunung yang akan aku lalui, ini baru yang pertama.

Akan ada yang ketiga, kelima, kesepuluh, keduapuluh lima, kelima puluh, ke tujuh puluh lima, ke seratus, hingga lebih dari dari seratus.

Suatu saat, mungkin ketika ke seratus pendakian aku akan membuat buku yang berisi pendakian ku ke seratus gunung di seluruh dunia.

Ya, itu pasti membutuhkan waktu lebih daripada 20 tahun.

Tapi tak masalah, usiaku masih muda dan aku sudah berpikir jauh ke depan.

Jadi, dengan kompetensi yang kumiliki dalam navigasi darat, pertolongan pertama, berenang, keberanian, kecerdasan dan masih banyak lainnya, hal itu akan tercapai.

Namun ada faktor, biaya, keluarga, lingkungan dan pasti nya semua atas ridho tuhan.

Ya, target ku tahun ini terkait mendaki gunung telah tercapai.

Apakah nanti ada gunung selanjutnya ? Ya bisa saja, toh juga aku senang juga dengan daki dan mendaki.

Dan sekali, dalam hidup kita terkadang ga tahu arah takdir yang akan kita jalanin, sama seperti hari kemarin kau ga tahu akan ke sini.

Tapi inilah hidup, penuh kejutan dan aku bersyukur bisa hidup!.

Ku tulis dalam perjalanan pulang dari Garut menuju Jakarta melalui notes di HP ku

Garut, 16 Juni 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *