” Some people die at 25 and aren’t buried until 75 ” – Benjamin Franklin
Banyak orang mati di umur 25 tapi engga dikubur bahkan sampai umur 75.
Itulah apa yang telah disampaikan oleh Benjamin Franklin.
Kenapa umur 25 ?
Karena umumnya umur 25 ke atas itu orang udah ga belajar lagi.
Umumnya orang-orang udah lulus sekolah dan bekerja, menikah, dan menglewati hari aja.
Ya, menglewati hari aja tanpa ada semangat akan hidup.
Kenapa bisa begini ?
Banyak faktor, contohnya budaya, ekonomi, keturunan, dan lainnya.
Kalo gue ambil contoh dari budaya di Indonesia justru lebih condong quotes ini akan terwujud.
Kenapa ?
Karena umumnya orang Indonesia takut akan mengambil resiko, dia akan mengorbankan idealisme mimpinya demi idealisme keluarga nya.
Makanya, ada yang justru mati ketika baru saja menikah.
” Salah ga sih budaya begini ?
Engga ko, ga ada yang salah, dan emang budaya kita sudah dibangun dengan sistem ini. “
Ciri-ciri orang yang udah mati sebelum mati ya menglewati hari ya lewat aja.
Engga antusias untuk menjalani harinya, hampa bisa dibilang.
Hidupnya bisa jadi yang penting bayar cicilan rumah, kendaraan atau kartu kredit.
Sedangkan nasib nya ?
Ga berubah.
Kenapa ga berubah ?
Karena semua daya nya baik energinya, uangnya, waktunya udah habis duluan sama cicilan-cicilan tadi daripada untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik.
Gimana maksudnya ?
Maksudnya kalo seseorang ingin mengubah dunia maka dimulai mengubah dirinya sendiri dahulu untuk menjad lebih baik.
Contohnya ?
Bisa beli buku buat nambah wawasan mendalam, ikut training untuk menunjang pekerjaan nya, atau usaha bisnis dan masih banyak lainnya.
Akan sangat sulit bagi orang yang memiliki hutang jangka panjang untuk bisa melakukan apa yang disebut akselarasi mengubah nasib.
Tanggapan
Sebenarnya, engga ada yang salah dengan melakukan sistem cicilan dari sudut pandang nalar umumnya, kan mau sama mau.
Tapi, sebagai seorang muslim bahwa apa yang dimaksud sebagai cicilan yang umumnya terjadi untuk kondisi saat ini menurut sepahaman saya bahwa masih masuk kategori riba.
Riba itu sudah jelas dilarang oleh Tuhan.
Lalu, manfaat nya dari riba apa ?
Ya ga ada, makanya dilarang.
Yang didapat ya pasti minimal ketidaktenangan dan sisanya yang udah ngambil tindakan riba bakal lebih ngerti.
Lalu, punya rumah gimana kalo ga makai kredit ?
Yang mana gue tahu.
Yang jelas, di Islam dalam Al-Quran kan engga ditanya elo harus punya rumah di dunia, tapi yang jelas elo diharamkan melakukan riba.
Ya ikhtiar aja bahwa bisa punya rumah secara pembelian tunai.
Kesimpulan
Menurut pemahaman saya bahwa budaya kita makin kesini lebih cendrung menggunakan prinsip kapitalisme.
Semua dinilai dari material.
Bila begini terus, akan banyak orang yang menjadi hampa karena yaudah lewati harinya cuman lewat aja, alias engga punya harapan atau mengwariskan mimpinya ke generasi selanjutnya karena dia sadar bahwa dia udah stuck dalam hidup.
Solusinya ?
Kembali ke Islam.
Percaya itu artinya berharap, bahwa udah ikhtiar dan hasilnya pasti yang terbaik.
Mau berhasil ataupun belum berhasil udah bukan ranah kita, alias ranah tuhan.
Dan, harapan itu amat sangat penting dan jangan sampai kita mati sebelum mati.
Kalo udah terlanjur mati ?
Pasti ga mati alias akan selalu ada harapan bagi orang-orang yang niat, berani, dan bertindak.
The last, dari itu semua tentunya apa yang diyakini setiap orang berbeda-beda, dan budaya emang udah begini, lalu apa ?
Tetap berharap untuk kehidupan yang lebih baik.
Kenapa ?
Karena harapan amat sangat penting.
Sebagai penutup, get busy living or get busy dying.
Oh iya, gue disini bakal ngeshare tulisan gue ketika gue pas masih muda, alias pas masih jadi pria asrama.
Waktu itu bikin tulisan ini karena tugas asrama.
Langsung aja ke tulisan nya yaa.
Manejemen Waktu Kreatif Untuk Era Millenials
Generasi Millenials atau kadang disebut juga generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir pada kisaran tahun 1980 hingga 2000.
Dengan demikian, dapat pula diartikan bahwa pada tahun 2017 ini, generasi Y merupakan kalangan anak-anak muda berumur 17-37 tahun.
Selain itu, generasi Y adalah generasi yang selalu terhubung dari kegiatan aktivitas seperti sosial media.
Dengan semakin berkembangnya dunia teknologi menghadirkan berbagai karya kontributif di segala aspek dan lintas bidang kehidupan.
Aktor perubahan yang mayoritas generasi millennials pun semakin banyak bermunculan dengan ide brillian, inovatid dan solutif.
Pergerakan anak muda melalui berbagai karya merupakan kabar baik dan sinyal positif untuk memperkuat serta memperkokoh Indonesia dipanggung internasional dimasa yang akan datang.
Oleh karena itu, sangat pentingnya pengetahun akan manejemen waktu yang mampu membuat generasi milenial menjadi produktif walau dengan banyaknya kesibukan.
Sehingga slogan “ Make every day count “ yang sering disebut-sebut oleh kaum milenial dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Berikut 7 prinsip dasar dalam manejemen waktu kreatif untuk era millennials yang dijelaskan dalam buku “ Creative Time Management for the New Millennium karya Jan yager, Ph.d “
1. Menjadi aktif, Jangan pasif
Generasi millennials mengharuskan untuk membuat keputusan-keputusan aktif tentang bagaimana untuk menghabiskan waktu daripada hanya reaktif terhadap setiap tuntutan yang Ada.
Selain itu, menentukan yang penting dan berani katakan tidak untuk segala sesuatu yang bertentangan.
2. Tentukan Target
Menentukan sasaran untuk mencapai tujuan adalah hal yang wajib dimiliki oleh generasi millennials.
Jika generasi millennials melakukan aktivitas tanpa adanya sasaran maka akan kehilangan terhadap kesempatan-kesempatan yang datang serta persoalan yang tidak pasti.
3. Tentukan Prioritas
Setelah sudah menentukan sasaran, maka generasi millennials perlu menentukan prioritas untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Cara menentukan prioritas adalah dengan mengidentifikasikan apa yang penting dari aktivitas anda secara tepat dan menentukannya sebagai prioritas.
Contohnya adalah generasi millennials dapat mentuliskan segala rencana kegiatan dalam selembar kertas setiap harinya dengan sesuai prioritas.
4. Pertahankan Fokus
Dengan memaksimalkan produktifas dan berkosentrasi pada satu hal dan terus di pantau perkembanganya akan mencapai tujuan lebih realistis untuk dicapai.
Prinsip ini lah yang paling sulit generasi millennials terapkan karena membutuhkan komitmen dan konsistensi mengingat generasi millennials adalah generasi yang suke serba cepat untuk mencapai kerbahasilan.
5. Ciptakan Tenggat Waktu Yang Realistis
Menuliskan waktu yang realistis yang dapat membantu untuk tetap fokus pada sasaran jangka panjang dan terutama pada prioritas jangka pendek.
Generasi millennials harus menganalisa waktu-waktu terbaik untuk mencapai tujuan.
Contohnya : Jika generasi millennials adalah seorang mahasiswa maka haru pintar-pintar dalam membagi antara tugas kuliah, organisasi, dan kegiatan social dimana disesuaikan dengan waktu-waktu yang utama seperti ujian mata kuliah.
6. Lakukan Sekarang ( Do it Now )
Dengan konsep DO IT NOW maka segala yang direncanakan akan menjadi lebih simple dalam pelaksanannya.
Konsep ini yakni :
D = Divide. Membagi-bagi tugas menjadi lebih kecil dari setiap prioritas.
O = Organize. Mengatur bagaimana prioritas dapat dilakakukan.
I = Ignore. Menganalisis berbagai hal yang mampu mengalihkan perhatian
T = Take. Mengambil kesempatan yang dating dan dapat dilakukan dengan baik
N = Now. Waktu terbaik untuk melakukannya adalah sekarang.
O = Opportunity. Mengambil keuntungan dari kesempatan yang menguntungkan Anda.
W = Watch out. Terus pantau perkembanganganya sehingga tidak akan boros waktu.
7. Seimbangkan Hidup Anda
Untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen waktu yang kreatif ini tidak hanya dalam pekerjaan, namun juga dalam bersosialisasi dan beraktivitas mengisi waktu luang.
Sehingga dengan prinsip manejemen waktu kreatif untuk era millennials ini akan mampu memaksimalkan waktu untuk diri sendiri, keluarga, sahabat, dan segala aktivitas kalangan millennials.
Nah, itu tuh tulisan gue pas ketika masih jadi pria asrama.
Intinya dari tulisan ini sebenarnya ya gunain waktu yang elo punya dengan sebaik-baiknya aja.
Kali ini gue bakal berbagi pengetahuan yang tentunya dari buku juga karya Ahmad Rifai Rifaan.
Buku judulnya tentang Generasi Produktif.
Dan, emang terkadang kita mesti mundur sejenak, mengatur ulang rencana kita, untuk melangkah lebih jauh ya.
Nah lanjut aja dari bukunya dijelasin tentang membeli waktu.
” Emang bisa apa ? “,
Tentu bisa ko.
Pastinya, elo juga punya alat tukar dong.
Yang umumnya lo tuh harus punya uang buat nukerin itu dengan waktu.
Dengan uang, lo bisa nukar waktu dengan membeli teknologi & membayar orang lain untuk membantu kehidupan elo.
Ini semua semata-mata supaya lo punya waktu yang lebih banyak sehingga dapat menghasilkan karya yang luar biasa juga.
Jadi, fokus gitu . Nah, detailnya dibawah ini ya.
Pernah ga sih mikir ko ada orang yang hebat banget ya, sedangkan kita ?
Rebahan iya.
Padahal, kita punya waktu yang sama yakni sama-sama 24 jam.
Kalo alasannya,
“ Emang beda nasib “ ya kelar deh.
Namun, sebenarnya kita mampu untuk lebih berbuat sesuatu yang lebih berarti daripada yang kita pikirkan sekarang ini.
Lalu bagaimana caranya ?
Yakni dengan mengatur waktu.
Semakin mahir dalam manejemen waktu maka semakin banyak hal baik yang kita perbuat dalam kehidupan kita.
Caranya adalah dengan membeli waktu.
Contohnya, dalam sebuah rumah kita butuh asisten rumah tangga, atau hal lain yakni penggunaan mesin cuci yang benar-benar menghemat waktu sehingga kita dapat mengerjakan hal lain secara bersamaan tanpa menghabisi energi kita.
Ya, intinya kita menyadari bahwa kita tidak mampu melakukan segala hal secara sendiri melainkan butuh bantuan dari orang lain.
Caranya ?
Ya menukar apa yang kita miliki yakni uang dengan waktu orang lain dan teknologi untuk membantu membeli kehidupan kita.
Sehingga, kita mampu mengeluarkan kemampuan tebaik yang kita miliki untuk hal-hal besar yang bisa kita ciptakan.
Dan, jangan lupa untuk sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya ?
Kalo hanya untuk keperluan menulis saja maka tak perlu butuh laptop yang harganya puluhan juta.
Cukup yang standar saja, seperti yang aku beli ini dengan harga 1 jutaan untuk menulis tulisan ini.
Berbeda jika kebutuhan seperti kebutuhan yang profesinya editor maka butuh laptop dengan spesifikasi tinggi untuk menunjang kebutuhan kerjanya.
Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Ahmad Rifai Rifaan dalam bukunya generasi produktif :
” bahwa harta benda yang kita peroleh hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri, untuk fasilitas yang memudahkan kita beribadah kepada Allah, menghemat waktu, dan meningkatkan kualitas diri, hendaknya kita tidak terlalu enggan untuk mengeluarkannya, tidak perlu pelit kepada diri sendiri, juga jangan merasa enggan mendengarkan uang untuk alat-alat yang bisa menghemat waktu kita. “
Kesimpulan
Jadi, cara untuk membeli waktu ialah dengan punya alat tukar dimana kita sebutnya uang.
Nah, ketika punya uang tentunya bisa beli peralatan teknologi dan menyewa orang untuk membantu kehidupan kita.
Kita mesti sadar juga bahwa kita ga bisa jalanin semua ini dengan sendiri, alias butuh bantuan orang lain.
Dan dengan adanya tambahan waktu, output nya jangan lupa untuk menghasilkan karya yang luar biasa yang mampu kita ciptakan.
Ngomong-ngomong, gimana hari-hari nya nih kalian ?
Semoga yang terbaik dari kalian.
Oke…. kali ini gue bakal bahas puisi karya A.Hasyim yang judulnya Menyesal.
Pertama kali gue kenal puisi ini tuh pas masih SMA kelas tiga gitu, ini puisi sering banget masuk dalam tryout ujian nasional bahasa indonesia.
Nah, habis itu, gue catat kan di buku gue.
Makanya bisa ingat sampai sepuluh tahun lebih dan akhirnya gue tuis dan masuk ke blog ini. Nah, puisi ini menceritakan tentang orang yang menyesal.
Menyesal kenapa ?
Karena udah lewat masa dimana dia bisa ngubah hidupnya, ngubah keluarganya, bahkan ngubah dunia.
Kok bisa ?
Ya karena pas masih muda, orang nya sering lalai akan waktu dimana poin penting nya bahwa dia ga bisa ngubah dirinya sendiri menjadi lebih baik.
Nih langsung saja ke puisinya ya.
Menyesal
Hari mudaku sudah pergi Kini petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi Beta lengah di masa muda Kini hidup meracun hati Miskin ilmu, miskin harta
Ah, apa guna kusesalkan Menyesal tua tiada berguna Hanya menambah luka sukma
Kepada yang muda kuharapkan Atur barisan di hari pagi Menuju arah padang bakti
Wah, dalam banget kan ?
Tentu puisi ini sebagai pengingat buat kita yang masih memiliki waktu terutama pemuda untuk kerja keras, gaspoll dan melakukan yang terbaik yang bisa kita berikan.
Dan, paling gampang emang ngeliat kekurangan orang lain padahal ga bagus guys.
Dan, kita mesti untuk intropeksi diri, kan elo sukses atau elo gagal yang merasakan nya kan diri elo sendiri.
Terkadang, mengingat waktu yang sudah berlalu memang akan ada masa menyesal dikarenakan kita bisa jadi kurang berusaha, kurang apalah gitu, yaudah mau gimana lagi kan, udah lewat soalnya.
Semoga, puisi menyesal ini bisa menjadi pengingat buat kita yang muda-muda untuk dapat memanfaatkn waktu dengan sebaik-baiknya.
Jadi guys, kali ini gue bakal bahas terkait kemiskinan sistemik.
Nah, kemiskinan sistemik ini ga bisa diselesaikan dengan kata-kata bijak ala Mario Teguh.
Atau, ada yang bilang
” Elo kalo kerja keras bakalan sukses “ , atau ” semua orang punya kesempatan yang sama untuk sukses ko “.
Dan sejuta kalimat motivasi lainnya.
Faktanya ?
Engga semua orang bisa sukses alias orang-orang yang lahir dari keluarga miskin akan cendrung membuat keluarga miskin baru lagi.
Nah, gue juga ada referensi dari penelitian yang dilakukan oleh Asian Development Bank Institute yang judul papernya ” Effect of Growing Up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia “
Batasan Masalah
Tentu daripada melebar kemana-mana, disini gue akan ada batasan masalah.
Pertama, tolong dibedakan mana yang namanya rejeki dengan uang.
Kalo rejeki kan ga bisa diukur.
Kalo uang ?
Bisa diukur.
Nah, jadi di tulisan ini kita ngomongin nya ya dunia, kesuksesan artinya banyak uang, bukan ada embel-embel rejeki.
Kedua, walaupun gue sumber nya dari paper ilmiah tapi di sini bukan lab ilmiah tapi blog pribadi gue, tentunya akan gue narasikan sesuai narasi gue.
Ketiga, kekuatan individu.
Maksudnya, gue bahas tentang kondisi ke orang aja, bukan yang terlalu luas kaya kebijakan pemerintah atau bahkan ekonomi dunia.
Kemiskinan Sistemik
Kemiskinan adalah suatu kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan yang layak.
Sistemik adalah sebuah sistem yang udah udah terbentuk dan dipengaruhi oleh banyak sistem lainnya.
Jadi, kemiskinan sistemik menurut gue ya kemiskinan yang dipengaruhi oleh banyak sistem yang membuat miskin.
Jadi, ga bisa diselesaikan hanya dengan satu hal saja, dan ga bisa dalam waktu singkat, alias bisa butuh waktu lama atau bahkan bisa lintas generasi.
Hasil dari penelitian ADB Institute
Dalam studi berjudul Effect of Growing Up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia, The SMERU Research Institute mengambil sampel anak-anak yang berusia 8–17 tahun pada tahun 2000.
Sebanyak 17 persen dari sampel tersebut merupakan anak dari keluarga miskin.
Lembaga itu kemudian melihat pendapatan mereka pada 2014, saat mereka telah berusia 22–31 tahun.
Hasilnya, anak-anak dari keluarga miskin memiliki pendapatan sekitar 87 persen lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga sejahtera saat mereka dewasa.
Artinya, anak yang berasal dari keluarga miskin kemungkinan sukses nya akan sangat jarang.
Ya, walaupun mereka udah tahu dan bisa menjelaskan kompleksitas kemiskinan nya tapi tetap saja solusi nya ga ada.
Faktor nya karena orang tua nya yang miskin.
Dengan kata lain, perbedaan kesejahteraan orang tua menyebabkan kondisi ekonomi anak-anak nya ga berada pada garis awal yang sejajar.
Kesimpulan
Karena ini blog pribadi jadi ga bakal panjang-panjang dari gue.
Inilah kesimpulan dari gue tentang kemiskinan sistemik bahwa orang yang berasal dari keluarga miskin akan lebih cendrung miskin juga dalam hidupnya.
Tapi, gue ga mau berhenti sampai disini, inilah beberapa hal yang bisa kita pahami menurut gue :
Pertama, kalo elo udah termasuk dalam kemiskinan sistemik, ya terima aja, fakta yang pahit ini akan lebh baik daripada fiksi yang menyenangkan dan akan ngebantu elo buat langkah selanjutnya.
Kedua, elo harus bisa yakin bahwa elo lah yang memutus rantai kemiskinan sistemik ini alias anak elo ga miskin lagi.
Ketiga, pendidikan.
Ya mungkin ini terdengar klise tapi gue percaya bahwa pendidikan yang paling ampuh buat mutus rantai kemiskinan.
Menurut gue, pendidikan ga ngaruh buat bikin elo kaya, tapi kalo keluar dari kemiskinan bakal ngaruh banget.
Keempat, ya terus sabar, kerja keras, kerja cerdas, dan terus belajar.
Ini emang mungkin ngga menjamin kalo elo bisa sukses, tapi bagi orang miskin hal seperti itulah yang ga punya opsi lain, alias itu aja yang mereka bisa lakuin.
Dan, faktor keberuntungan yang bener-bener jarang banget terjadi tapi ngambil peran paling penting.
Kelima, literasi keuangan yang bagus.
Ini menurut gue penting banget dalam hidup.
Ilmu tentang uang ! elo boleh bego dalam beberapa hal, tapi kalo uang ? jangan bego.
Dan apa yan gue rasain bahwa pengetahuan akan uang engga diajarkan disekolah, dikeluarga umumnya atau ditempat lain.
Bahkan para pejabat aja menurut gue belum tentu ngerti uang.
Jadi, menurut gue bahwa ilmu uang tuh harus dipelajarin, dan dikuasai apalagi sejak selesai pendidikan, kan kita kerja dan ujung-ujung nya nyari uang juga.
Bisnis juga uang, ilmu pelajaran sekolah, mungkin udah lupa habis.
Tapi, kalo uang ?
Ga ada habisnya.
Nah, itulah poin dari blog ini, biar engga kepanjangan dan semoga elo semua bisa bebas finansial dari kemiskinan sistemik.
Btw, gue bakal bahas tentang caranya gimana sih bisa bebas finansial dan keuangan lainnya seperti dana darurat, investasi dan lainnya.
Ini sih gue juga terus masih belajar, tapi gue cukup percaya dirilah kalo bahas uang sejak gue suka uang dan bagian hidup dari profesi gue.
Maksudnya ?
Gue kan insinyur, nah insinyur tuh fokusnya dua hal utama yakni teknologi dan uang.
Jadi, gue belajar banget dan terus belajar tentang uang.
Dikali ini, gue pengen cerita pengalaman gue dalam mendapatkan makna.
Tentu, pencarian, mendapatkan, dan berusaha konsisten akan makna itu sangat penting bagi gue.
Dan, kalo elo udah baca post-post gue sebelumnya ya salah satu buku yang berpengaruh dalam hidup gue itu bukunya Victor Frankl yang judulnya Man search meaning.
Nah, di bukunya dijelasin tentang sebenarnya yang dibutuhkan manusia ialah penemuan akan makna pribadi nya.
Dan, pasti nya makna tiap orang beda dengan yang lain nya.
Ini pula yang semakin menegaskan tentang kalimat yang udah gue hapal dari dulu, quotes dari siapa gituu.
Tapi ngena banget ke gue.
Bahwa yang penting dari perempuan dalam hidupnya ialah memilih pasangan yang akan dinikahinya, kalo yang penting dari laki-laki dalam hidupnya ialah memilih pekerjaan nya.
Makna Pekerjaan : Penulis
Tentu, makna untuk menjadi penulis bukan hal yang udah lama gue ketahui.
Alias , gue baru nyadar baru-baru ini.
Tepatnya di 2021, dan pastinya melewati banyak dinamika yang terjadi dan akhirnya gue mencari, menemukan, dan berusaha konsisten untuk nulis.
Dan, emang nyaman aja buat gue.
Jadi ga ada rasa beban gitu.
Enaknya tuh, sekarang nulis bisa dimana aja dan kaya tulisan ini dibuat dari handpone sambil minum kopi sembari nunggu anggota keluarga yang lagi ada kesibukan.
Ya, intinya nulis bisa dimana aja dan kapan aja.
Bisa sambil nunggu teman datang kalo janjian, nunggu kereta, atau nunggu apapun dah.
Nah, itulah yang gue lakuin dan gue nikmatin.
Tentunya, mata pencarian ga dari nulis buat gue.
Tapi, poin nya tuh pekerjaan gue juga nulis.
Apa yang ditulis ?
Yang gue tahu aja.
Genre nya satu sih, Non fiksi.
Karena yang gue suka & paling tahu.
Kalo fiksi ?
Ngga ngerti gu, untuk sekarang sih, lebih banyak buku-buku non fiksi yang gue pernah baca.
Dan pastinya, nilai original yang menjadi utama dari gue.
No fake-fake.
Contohnya : Kalo gue belum baca ya ga bakalan gue share alias cuman ngambil beberapa poin dari buku terus udah nulis gitu.
Atau, misal kalo gue ga punya bukunya terus gue ambil foto bukunya dari google sebagai ilustrasi.
No, no,no.
Walau banyak kekurangan, tapi poin originalitas & kejujuran itu poin yang penting dari apa yang gue percayai.
Sumber Mentor
Pastinya ada penulis yang menjadi acuan gue.
Kenapa ?
Karena ya suka & kagum gue sama mereka.
Beberapa diantara : Ir. Soekarno, Ahmad Rifai Rifan, Yusuf Qardhawi, Rhenald Kasali, Bryan Tracy, Robert Kiyosaki, dan masih banyak lainnya.
Cuman orang-orang tersebut yang bener-bener ngaruh banget lah tulisan nya buat gue.
Mungkin karena gue suka baca tulisan mereka kali Yee.
Kesimpulan
Welewele… intinya menurut gue menemukan makna itu amat penting.
Dan, di kali ini gue nemuin makna jadi penulis.
Nemuin bisa tiba-tiba atau bisa emang niat kaya merenung, nanya ke teman, atau apake.
Nah, ini gue nulis mulai dari awal sampai ke post ini butuh waktu 1 jam sama ditemani kopi.
Mungkin bagi beberapa orang biasa aja, cuman buat gue seneng aja gitu, sambil nunggu yang lain, gue bisa nulis.
Jadi, waktunya engga sia-sia.
Dan emang, legacy yang pengen gue lakuin utamanya via literasi kaya tulisan ini.
Thanks ya udah baca, semoga kalian, sukses selalu.
Nah, gue mau share dari buku yang gue baca di aplikasi Ipusnas.
Nah, elo bisa download juga tuh di playstore, aplikasinya gratis ko.
Jadi, gue enggak punya buku fisik nya tapi gue udah baca dari aplikasi Ipusnas.
Nah, judul bukunya Time is Up karya Yusuf Qardhawi.
Gue di post kali ini cuman mau ambil kutipan-kutipan dari bukunya dia aja.
Karena emang karya Yusuf Qardhawi tuh menurut gue berat-berat banget isinya.
Ditambah gue juga ngga perlu elaborasi dengan yang lain.
Kenapa ?
Karena kalimatnya udah jelas banget, fokus, dan menjadi pengingat.
Ya, kalo dibaca bikin sakit hati karena umumnya manusia merupakan makhluk yang paling rugi kan tapi tetap aja kita dablek untuk ga mau berubah menjadi lebih baik.
Ini terjadi bila hari ini tidak lebih baik daripada hari kemarin.
Nah, u get my point, right ?
Nah begitu.
Menurut gue kita resapin aja apa yang disampaikan oleh Yusuf Qardhawi dan semoga menjadi pengingat biar kita engga jadi manusia-manusia rugi & dapat memanfaatkan waktu yang sementara ini.
Thanks ya udah baca, sampai jumpa di post-post selanjutnya.
Kutipan dari Book : Time is up by Yusuf Qardhawi
“ Barang siapa melewatkan suatu hari dari umurnya dalam selain hak yang ia selesaikan, atau kewajiban yang ia tunaikan, atau suatu keagungan yang ia muliakan, atau pujian yang ia capai, atau kebijakan yang ia adakan, atau ilmu pengetahuan yang ia ambil, maka berarti ia telah merobek-robek harinya dan juga menganiaya dirinya “
Sebenarnya, kebodohan dalam mempergunakan waktu adalah lebih berbahaya daripada kebodohan dalam membelanjakan harta. Para pemboros yang menghabiskan waktu adalah lebih berhak untuk diberi batasan atau larangan daripada para pemboros harta, sebab harta itu apabila hilang sia-sia masih dapat dicarikan gantinya, sedangkan waktu jika telah hilang sia-sia tak akan ada gantinya.
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas).
“ Luangnya waktu dari kesibukan-kesibukan adalah nikmat yang besar . Jika seorang hamba mengkufuri nikmat tersebut, dengan cara membuka pintu hawa nafsu untuk dirinya, dan ia akan terjerumus ke dalam perangkap birahi, maka Allah akan mengganggu kenikmatan hatinya. Kebeningan hatinya pun akan dicabut.
Menganggur bagi kaum pria adalah kelengahan dan bagi kaum wanita adalah sebagai penggerak naluri seksual serta berpikir tentang birahi.
“ Sesungguhnya usia muda, pengangguran dan kemampuan harta, Menghancurkan orang dengan dasyatnya “
“ Pengangguran menimbulkan kesibukan, Timbulnya petaka daripada pengangguran “
Pada saat Abu Bakar mengangkat Umar sebagai khalifah penggantinya, Beliau berpesan, “ Ketahuilah bahwasanya ada amal yang akan diterima oleh Allah di siang hari dan tidak diterima-Nya di malam hari. Dan ada amal yang diterima di malam hari serta tidak diterima di siang hari “. Jika demikian halnya, maka tidaklah penting bagi seorang manusia mengerjakan sesuatu setiap waktu, namun yang penting adalah mengerjakan amal perbuatan yang ada relevansinya dengan waktu. Oleh karena itu, Allah SWT menentukan sebagian besar peribadatan dan kewajiban dengan waktu yang ditetapkan. Tidak boleh diajukan dan tida boleh diundurkan. Yang demikian itu memberitahukan kepada kita bahwa suatu amalan tak akan diterima sebelum datang waktunya dan setelah lewat waktunya.
Riba merupakan sistem dimana sejumlah harta dengan cara pasti dapat melahirkan harta yang lain tanpa kerja, tanpa adanya praktek gotong royong dan tanpa menempuh usaha. Seorang hanya duduk bersila di atas kursi panjang dan dijamin akan mendapatkan keuntungan sepuluh dari seratus atau seratus dari seribu, tanpa memikul tanggung jawab sedikitpun. Tindakan seperti itu bertentangan dengan pandangan Islam terhadap manusia, sebab. ia diciptakan sebagai makhluk yang harus berkerja.
“ Sejelek-jelek perkara di dunia ini adalah menganggur “.
“ Jika engkau membanggakan Orang tua yang dimuliakan, Sungguh benar, akan tetapi, Amat buruk yang mereka lahirkan “.
“ Pemuda sejati yang mengatakan : Ingatlah, ini adalah aku. Bukan pemuda yang mengatakan: Semua itu jasa ayahku, “
“ Kehidupan individu tanpa pancaran cita-cita adalah lebih sempit daripada lingkaran lubang cincin, bahkan lebih sempit lagi daripada lubang jarum. “ Alangkah sempitnya kehidupan, andaikata tiada luasnya cita “
“ Janganlah seorang yang beriman itu pergi, melainkan dalam tiga keadaan…, yaitu mencari bekal untuk kembali ke akhirat, memperbaiki kehidupan, dan mencari kelezatan yang tidak haram “
Oke, kali ini gue bakal sharing tentang sesuatu yang amat sangat penting.
Apa itu ?
Karir.
Ya, Karir.
Pastinya, banyak orang yang menghabiskan waktunya dipekerjaan apalagi kaum adam.
Nah, pekerjaan juga bagi beberapa orang juga merupakan sarana dari makna hidup. Maksudnya ?
Dari melakukan pekerjaan lah terkadang kita menemukan makna hidup kita.
Nah, kalo elo emang tipe ini tentunya elo harus nemuin karir yang tepat buat elo.
Tepat ya, karena tiap orang beda-beda.
Nah, dikali ini gue bakal bahas tentang buku yang gue beli di online market place tentang karir.
Ini buku pertama kali gue temuin pas di Perpustakaan Nasional, eh ternyata bagus banget, akhirnya gue beli deh di online market place.
Buku apa ?
Buku karya Darwin Silalahi yang judulnya Life Story Not Job Title.
Darwin ini mengisahkan kisah hidupnya dari kecil hingga sampai menjabat Presiden Direktur PT Shell Indonesia ( saat buku ini ditulis ).
Wow banget kan, nah Darwin ini dari orang yang kalangan ekonominya menengah kebawah dan biasa-biasa aja.
Hingga dia menemukan kesadaran atas kendali hidupnya ketika SMA dimana saat itu ada seseorang yang yakin bahwa Darwin ini anak yang pintar dan bisa sukses.
Akhirnya, Darwin mengambil kendali atas hidupnya dan belajar yang rajin sampai dia masuk jurusan Fisika di Universitas Indonesia.
Terus, memulai karir dari bawah di British Petroleum hingga terus sampai dia bisa menjadi orang yang sukses.
Tentu, apa yang dilakukan Darwin bukanlah hal instant alias membutuhkan waktu.
Nah, buat elo yang anak-anak MIPA UI atau FTUI bakal berguna banget punya bukunya dia sebagai referensi hidup dalam ranah karir.
Keren banget, cerita real dan apa adanya.
Buat gue, buku dia begitu amat sangat penting dan berharga buat gue, dan karena buku nya lah yang menjadikan dia sebagai salah satu sosok yang berpengaruh dalam kehidupan gue di ranah karir.
Ya, emang gue ngambil sosok yang berpengaruh dalam hidup gue umumnya dari buku.
Entah dia masih hidup atau tidak, yang penting apa yang disampaikan nya kena gitu buat diri gue.
Karena ketika gue baca buku yang mana karya nya dia, tidak ada batas pemisah antara gue dengan penulisnya walau beda ruang dan waktu.
Nah karena bukunya Darwin ini sangat berisi buat gue, jadinya gue bakal bahas buku ini engga cuman satu blog aja melainkan beberapa blog.
Untuk kali ini, gue bakal bahas yang bab 9 : Buld Personal Resilience.
Halaman pertama dimulai dari cerita David Gergen, seorang penulis pidato gedung putih yang diangkat ketika usia 28 tahun.
Sih David Gergen ini karir nya melesat di usia muda dan pastinya sibuk amat.
Nah, tak lama kemudian, ada skandal watergate yang terungkap.
Hingga, sih David Gergen ini menyaksikan kejatuhan Presiden Nixon gara-gara skandal watergate itu.
Dalam waktu sekejap, David Gergen tidak sibuk dan bukan orang penting lagi seiring jatuhnya presiden Nixon.
Sih David Gergen ngga nyangka bahwa kejatuhan karir nya begitu cepat dan mudah sekali hilang.
Dan, dia menyadari bahwa yang masih mau berhubungan dengan dia tuh keluarga dan teman-teman sekolahnya dulu.
Pernah gini ga sih elo ?
Yang sebelumnya sibuk amat dan jadi orang penting, eh tiba-tiba ketika pekerjaan itu hilang lalu elo ga sibuk lagi dan bukan orang penting lagi.
Yang mungkin berbeda apa yang dilakukan kemudian oleh David Gergen, dia kemudian bangkit kembali dan menjadi orang pertama yang menduduki posisi Penasihat Gedung Putih untuk empat orang presiden Amerika Serikat yakni Richard Nixon, Gerald Ford, Ronald Reagen, dan Bill Clinton.
Serta, ada penelitian yang dilakukan pada tahun 1988-1992 yang dilakukan oleh Sonnefeld terkait 450 CEOs yang bekerja di perusahaan besar publik, dan menemukan bahwa hanya 35% dari CEO yang diberhentikan dari jabatan nya dapat kembali menjadi posisi eksekutif dalam dua tahun sejak diberhentikan.
Hasil penelitian yan menarik adalah 43 % dari 450 CEO itu mengakhiri karir dan pensiun.
Karena itulah, topik bangkit dari kejatuhan karir nih amat sangat penting.
Terus kenapa bahwa beberapa orang dapat kembali bangkit dan beberapa orang justru hancur karena karir?
Hal inilah yan disebut oleh ahli syaraf sebagai personal resilience.
Apa itu resilience ?
Menurut kamus Merriam-Webster, resilience adalah kemampuan untuk pulih dari dan menyesuaikan dengan mudah terhadap ketidakberuntungan atau perubahan.
Menurut Diane Coutu, orang-orang yang memiliki personal resilience dapat bangkit kembali dan menjaga persepsi kesejahteraan meski mengalami kesulitan, kehilangan, atau kekacauan.
Sebaliknya, mereka yang kurang memiliki personal resilience merasa menjadi korban dan terlarut dalam berbagai masalah.
Mereka kemungkinan bisa terkena serangan mental atau depresi akut.
Lalu, bagaimana untuk membangun personal resilience ?
Menurut Coutu, pertama, menerima kenyataan.
Dengan menghadapi dan menerima secara tegar dapat menjadi titik awal yang menyelamatkan diri anda.
Kedua, mencari makna.
Membangun makna atas penderitaan adalah cara untuk membangun jembatan dari kesusahan saat ini menuju masa depan yang penuh dan lebih terkonstruksi dengan baik.
Ketiga, kemampuan untuk melakukan improvisasi bangkit dari masalah atau mencari solusi.
Orang yang berdaya tahan tinggi dapat bersusah payah berjalan dan bangkit dengan apa yang mereka milki saat itu.
Bangkit Kembali
Biasanya pemimpin yang tidak bisa pulih dari keterpurukan dikarenakan kencendrungan untuk menyalahkan dirinya sendiri dan terbuai dengan kenangan masa lalu & dia hilang untuk menatap masa depan.
Nah, kalo elo mau bangkit lagi dari kejatuhan karir, seorang yang namanya Jeffrey Sonnefeld memberikan beberapa tips.
Pertama, decide how to fight back.
Keputusan pertama yang akan anda hadapi dalam merespons becana karir adalah memilh apakah mengonfrontasi langsung situasi yang membuat anda jatuh atau mencoba melupakannya secepat mungkin.
Menurut Sonnefed, dalam beberapa kasus lebih baik menghindari konfrotasi langsung. Akan tetapi, bila membuat reputasi menjadi rusak secara tidak adil, kita harus mengambil tindakan cepat untuk konfrotasi langsung.
Kedua, recruits others into the batle.
Penting untuk melibatkan orang lain sejak awal pertempuran untuk mengembalikan karir supaya dalam jalur yang benar.
Ketiga, recover your heroic status.
Yakni mendapatkan kembali status heroik anda yang dikenal publik.
Keempat, prove your battle.
Pastinya, pemimpin yang jatuh akan menghadapi banyak halangan dalam jalan menuju pemulihan dan tidak sedikit orang yang meragukan kemampuan mereka untuk kembali ke puncak.
Maka, pemimpin tersebut harus membutikan dengan cara minimal mengatasi rasa percaya drinya.
Kelima, rediscover your heroic mission.
Keteguhan pemimpin besar untuk membangun warisan hidupnya adalah modal utama yang membuat dia berbeda dengan banyak pemimpin lainnya.
Kita ambil contoh Steve Jobs yang dipecat dari Apple tahun 1985, sampai temannya yang bernama Mike Murray begitu khawatir akan kondisi Jobs.
Kemudian, Murray kerumah Jobs & menemaninya selama berjam-jam, hingga dia yakin bahwa Jobs ngga akan bunuh diri, baru dia pulang.
Setelahnya, Jobs terbang ke Eropa yakni ke Paris, ke Italia, ke Swedia, ke Rusia dan kembali ke Amerika.
Jobs kembali dengan semangat baru & bersiap untuk membangun kembali dirinya sebagai pemain utama dalam dunia IT.
Pada tahun yang sama ketika dia dipecat, Jobs mendirikan perusahaan komputer yang bernama NeXT yang kemudian dibeli Apple di tahun 1996.
Dalam cerita ini, Jobs mampu menangkap kembali misi heroiknya dan melewati kepahitan yang sudah dialaminya.
Nah, itulah buku yang dibahas sama Darwin Silalahi.
Bagus banget kan ?
Ini baru satu bab loh, dan ini salah satu buku favorit gue dalam ranah karir.
Gue harap kalian pada punya juga.
Bisa belinya kalo sekarang di online kayanya.
Nanti gue bakalan bahas bab-bab lain dari buku ini di blog selanjutnya sejak gue udah jatuh cinta sama buku ini.
Untuk kali ini yang bakal gue bahas yakni tentang pagi-pagi club.
Maksudnya apa sih ?
Ya, ini sih terinspirasi dari bukunya Robin Sharma yang judulnya The 5 AM Club.
Sih Robin ni menceritakan tentang komunitas yang mulai kehidupannya di pukul 05.00 pagi dengan tagline,
” Miliki Pagi, Tingkatkan hidup anda”.
Mantap yeee.
Nah, pertama kali gue lihat nih buku tuh di Gramedia.
Beberapa kali gue ke gramedia tapi gue skip, ya gue pikir sekilas kan engga menarik ya,
” Apa sih nih njir masa bahas bangun jam 05.00 pagi tapi sampe tebel bangettt “.
Akhirnya eh gue baca di Gramedia Matraman dan gue beli bukunya.
Yes, ini sih cuman bahas tentang segala hal di jam 05.00 AM.
Tebel amat lagi, tapi pas gue selesain baca, yaa okelah bukunya.
Bagus ko menurut gue.
Bangun Pagi.
Ini inih yang harus emang jadi kebiasaan kita.
Jam berapa harus bangun pagi ?
Ya beda-beda, kalo di Indonesia ya sebelum shubuh alias sebelum jam 04.00 pagi, kan shubuh sekarang jam 04.00 pagi.
Gue baru nyadar juga sekarang shubuh makin pagi banget ya, padahal dulu perasaan gue jam 05.00 pagi dah.
Ok, nah kelo elo di Amerika ya jam 05.00 pagi tuh masih pagi banget.
Jadi, gue coba ikutin buat kondisi yang di Indonesia aja.
Hm, sebenarnya manfaat pagi tuh banyak banget.
Bahkan dalam Islam kalo elo habis Shubuh jangan tidur woy, alias melakukan aktifitas yang bermanfaat.
Bisa jadi berdoa, belajar, kerja, atau apapun deh.
Jangan tidur, nganggur dan lainnya.
Terus, banyak banget orang sukses dalam segala lini yang menganjurkan & mengikuti pola bangun pagi.
Nah, elo bisa cari dah di google siapa aja orang-orang sukses yang bangun pagi, ya engga gue jelasin disini karena saking banyaknya.
Oke, gue langsung bahas yang ada di buku ini ya.
Jadi, sih Robin ini jelasin bahwa elo tuh harus tidur yang cukuplah buat bisa bangun pukul sebelum 05.00 AM.
Ya caranya bisa jangan minum kafein di sore hari, pasang alarm, matiin lampu kamar, jangan bawa handphone di kamar dan lainnya.
Kemudian kan bangun jam 05.00 pagi kan. Cuman ada 3 aktiftas yang dilakukan dari pukul 05.00-06.00.
Apa itu ?
Berohlaraga, Merenung , Bertumbuh.
Kuy bahas lebih detailnya.
Berohlaraga.
Dan harus berkeringat ya.
Biasanya bisa lari atau gym, terserah elo.
Intinya supaya elo berkeringat.
Waktu melakukan aktifitas ini sekitar 20 Menit.
Merenung.
Ya, elo bisa ngereview apa yang udah elo lakuin selama ini, apakah rencana elo udah linear dengan harapan elo, intinya review.
Ini juga 20 menit juga.
Bertumbuh.
Kalo ini lebih kearah melakukan pekerjaan yang membuat diri menjadi bertumbuh.
Misalnya : belajar, dengerin podcast, baca buku, dan bekerja.
Ini juga 20 menit aja.
Sebenarnya, untuk waktunya ngga harus 20 menit aja dari masing-masing pola.
Tapi, disesuaikan aja sama keinginan kita & mampunya kita.
Intinya polanya begini, berohlaraga sampai berkeringat, merenung, bertumbuh.
Well, itu inti dari buku ini yang gue pahamin sih.
Kalo di bukunya dibahas lebih detail banget lah, kalo elo tertarik ya bisa baca langsung bukunya.
Kesimpulan nya, kalo di Indonesia ya agak gimana ya kalo elo udah ohlaraga di pukul 03.00 AM pagi kan, kan shubuh nya jam 04.00 AM.
Yaudah, yang ohlaraga bisa elo lakuin pas abis shubuh, dan untuk merenung & bertumbuh bisa dilakuin sebelum shubuh sembari shalat.
Ya inikan konsep yang setiap orang bisa rekayasa masing-masing.
Dan, inilah beberapa kalimat yang bener-bener gue suka yang gue kutip dari bukunya.
Ok, thanks guys & see u !.
Kutipan-kutipan buku The 5 AM CLUB karya Robin Sharma – Miliki Pagi, Tingkatkan Hidup
Dedikasi & disiplin mengalahkan kecerdasan dan bakat setiap hari dalam setiap minggu
Korban punya TV yang besar. Pemimpin memiliki perpustakaan besar
Memiliki kualitas dunia adalah proses bukan peristiwa
“ Para pelaku yang bepengaruh besar & pembangun dunia sejati tidak selalu punya waktu untuk siapapun yang berusaha mendapatkan perhaian mereka dan membutuhkan waktu mereka. Mereka susah ditemui, jarang membuang waktu, dan jauh lebih fokus melakukan pekerjaan, sehingga mereka memberikan hasil menajkjubkan yang membuat dunia kita semakin maju “
Ketagihan pada pengaruh perhaian adalah kematian bagi produksi kreatif
Semua orang hebat menggunakan banyak waktu sendirian
Lebih banyak berkeringat saat latihan, lebih sedikit berdarah saat berperang
Seorang pelaku harus meggunakan waktu paling sedikit 2 jam 40 menit untuk peningkatan sehari-hari keahlian yan mereka pilih selama 10 tahun
Ketekunan adalah awal dari keahlian
Kebosanan membunuh semangat manusia
Hal yang terasa paling sulit juga hal yang paling berharga
Orang terbaik di dunia punya ketelitian yang dalam. Mayoritas orang sering terjebak dalam pola pikir dangkal dalam pekerjaan mereka. Pendekatan keseluruhan mereka lemah. Tidak ada persiapan nyata, sedikit sekali perenungan lalu penetapan visi tinggi untuk hasil yang dinginkan bersama dengan pertimbangan sabar tentang pelaksanaan yang akan memberikan hasil luar biasa
Orang terbaik dalam usaha apapun, menghargai fakta bahwa nama terbaik mereka adalah merk mereka bagi setiap hasil karya yang anda hasilkan
Jika ingin jadi terkemuka dibidang anda. Jadilah orang yang berpretasi dan orang yang mempunyai kedalaman pikiran.
Sedikit itu lebih baik. Orang genius paham bahwa lebih cerdas menciptakan satu mahakarya daripada seribu karya biasa. Mereka teliti dengan apa yang dilakukan. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, terkadang bertahun-tahun untuk mendapatkan sentuhan akhir yang sempurna. Mereka memaksa diri untuk tetap bekerja ketika merasa sendiri, takut atau bosan. Mereka bersikeras mengwujudkan visi heroiknya kedalam realitas sehari-hari