Membeli Waktu

Halo semuanya, apa kabar ?

Kali ini gue bakal berbagi pengetahuan yang tentunya dari buku juga karya Ahmad Rifai Rifaan.

Buku judulnya tentang Generasi Produktif.

Dan, emang terkadang kita mesti mundur sejenak, mengatur ulang rencana kita, untuk melangkah lebih jauh ya.

Nah lanjut aja dari bukunya dijelasin tentang membeli waktu.

Emang bisa apa ? “,

Tentu bisa ko.

Pastinya, elo juga punya alat tukar dong.

Yang umumnya lo tuh harus punya uang buat nukerin itu dengan waktu.

Dengan uang, lo bisa nukar waktu dengan membeli teknologi & membayar orang lain untuk membantu kehidupan elo.

Ini semua semata-mata supaya lo punya waktu yang lebih banyak sehingga dapat menghasilkan karya yang luar biasa juga.

Jadi, fokus gitu . Nah, detailnya dibawah ini ya.

Pernah ga sih mikir ko ada orang yang hebat banget ya, sedangkan kita ?

Rebahan iya.

Padahal, kita punya waktu yang sama yakni sama-sama 24 jam.

Kalo alasannya,

Emang beda nasib “ ya kelar deh.

Namun, sebenarnya kita mampu untuk lebih berbuat sesuatu yang lebih berarti daripada yang kita pikirkan sekarang ini.

Lalu bagaimana caranya ?

Yakni dengan mengatur waktu.

Semakin mahir dalam manejemen waktu maka semakin banyak hal baik yang kita perbuat dalam kehidupan kita.

Caranya adalah dengan membeli waktu.

Contohnya, dalam sebuah rumah kita butuh asisten rumah tangga, atau hal lain yakni penggunaan mesin cuci yang benar-benar menghemat waktu sehingga kita dapat mengerjakan hal lain secara bersamaan tanpa menghabisi energi kita.

Ya, intinya kita menyadari bahwa kita tidak mampu melakukan segala hal secara sendiri melainkan butuh bantuan dari orang lain.

Caranya ?

Ya menukar apa yang kita miliki yakni uang dengan waktu orang lain dan teknologi untuk membantu membeli kehidupan kita.

Sehingga, kita mampu mengeluarkan kemampuan tebaik yang kita miliki untuk hal-hal besar yang bisa kita ciptakan.

Dan, jangan lupa untuk sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya ?

Kalo hanya untuk keperluan menulis saja maka tak perlu butuh laptop yang harganya puluhan juta.

Cukup yang standar saja, seperti yang aku beli ini dengan harga 1 jutaan untuk menulis tulisan ini.

Berbeda jika kebutuhan seperti kebutuhan yang profesinya editor maka butuh laptop dengan spesifikasi tinggi untuk menunjang kebutuhan kerjanya.

Mengutip dari apa yang disampaikan oleh Ahmad Rifai Rifaan  dalam bukunya generasi produktif :

” bahwa harta benda yang kita peroleh hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri, untuk fasilitas yang memudahkan kita beribadah kepada Allah, menghemat waktu, dan meningkatkan kualitas diri, hendaknya kita tidak terlalu enggan untuk mengeluarkannya, tidak perlu pelit kepada diri sendiri, juga jangan merasa enggan mendengarkan uang untuk alat-alat yang bisa menghemat waktu kita. “

Kesimpulan

Jadi, cara untuk membeli waktu ialah dengan punya alat tukar dimana kita sebutnya uang.

Nah, ketika punya uang tentunya bisa beli peralatan teknologi dan menyewa orang untuk membantu kehidupan kita.

Kita mesti sadar juga bahwa kita ga bisa jalanin semua ini dengan sendiri, alias butuh bantuan orang lain.

Dan dengan adanya tambahan waktu, output nya jangan lupa untuk menghasilkan karya yang luar biasa yang mampu kita ciptakan.

Bisa yuk, bisa !.

Nah, Ini bukunya nih kalo elo mau punya juga.

Thanks ya, udah baca & See u !.

Pagiku Hilang

Halo teman-teman !

Ngomong-ngomong, gimana hari-hari nya nih kalian ?

Semoga yang terbaik dari kalian.

Oke…. kali ini gue bakal bahas puisi karya A.Hasyim yang judulnya Menyesal.

Pertama kali gue kenal puisi ini tuh pas masih SMA kelas tiga gitu, ini puisi sering banget masuk dalam tryout ujian nasional bahasa indonesia.

Nah, habis itu, gue catat kan di buku gue.

Makanya bisa ingat sampai sepuluh tahun lebih dan akhirnya gue tuis dan masuk ke blog ini. Nah, puisi ini menceritakan tentang orang yang menyesal.

Menyesal kenapa ?

Karena udah lewat masa dimana dia bisa ngubah hidupnya, ngubah keluarganya, bahkan ngubah dunia.

Kok bisa ?

Ya karena pas masih muda, orang nya sering lalai akan waktu dimana poin penting nya bahwa dia ga bisa ngubah dirinya sendiri menjadi lebih baik.

Nih langsung saja ke puisinya ya.

Menyesal

Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti

Wah, dalam banget kan ?

Tentu puisi ini sebagai pengingat buat kita yang masih memiliki waktu terutama pemuda untuk kerja keras, gaspoll dan melakukan yang terbaik yang bisa kita berikan.

Dan, paling gampang emang ngeliat kekurangan orang lain padahal ga bagus guys.

Dan, kita mesti untuk intropeksi diri, kan elo sukses atau elo gagal yang merasakan nya kan diri elo sendiri.

Terkadang, mengingat waktu yang sudah berlalu memang akan ada masa menyesal dikarenakan kita bisa jadi kurang berusaha, kurang apalah gitu, yaudah mau gimana lagi kan, udah lewat soalnya.

Semoga, puisi menyesal ini bisa menjadi pengingat buat kita yang muda-muda untuk dapat memanfaatkn waktu dengan sebaik-baiknya.

Semangat !

Harga Diri Laki-Laki

Halo semuanya, apa kabar ?

baik lah yaa.

Wahh… kemarin gue engga post tulisan nih.

Dikarenakan lagi sakit dan ini juga baru pulang dari berobat.

Ok, di kali ini gue cuman mau share tulisan yang sederhana tapi amat penting terkait harga diri dari laki-laki.

Btw, ini juga lagi viral tentang seorang selebgram yang namanya Laura yang baru aja meninggal.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga mendapat tempat yang terbaik disisinya.

Nah almarhumah nya ini sebelum meninggal tampil di berbagai video di youtube cuman minta keadilan dan tanggung jawab dari mantannya.

Kenapa ?

Karena ternyata sebelum meninggal dia pacaran sama mantannya dan terjadilah kecelakan yan menyebabkan sih almarhumah ini lumpuh permanen.

Kemudian, hubungan mereka kini pun putus. Kecelakan ini terjadi karena sih pria mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.

Makanya, sih almarhumah ini minta keadilan hukum dan tanggung jawab dari mantan nya ini.

Tanggung Jawab

Nah menurut elo, yang paling penting dari laki-laki apa sih ?

Tanggung jawab.

Itu yang gue tahu, gue pahami, dan gue terima sebaga jawaban.

Kalo yang lain kaya apapun lah itu mah bonus.

Tapi, kalo tanggung jawab udah dasar banget.

Kalo udah seorang laki-laki ga punya tanggung jawab ?

Ya hancur udah.

Tentu, ini juga buat gue sebagai laki-laki agar menjadi acuan agar gue untuk tanggung jawab.

Kalo ada laki-laki ga tanggung jawab ?

Kalo gue sebagai teman ya udah ga mau teman lagi.

Karena poin itu bagi gue penting banget.

Gimana cara tau seseorang tanggung jawab ?

Ya kalo lo udah kenal ya gampang.

Misalnya, dari minjem uang terus balikin nya tepat waktu ga ?

Terus kalo janji ketemuan sering ngaret ngga ?

, dan banyak yang lainnya.

Intinya, seorang laki-laki tuh dilihat dari tanggung jawab nya.

Terus yang paling penting dari wanita apa ?

Memilih pendamping hidupnya.

Nah, kalo seorang wanita memilih pendamping hidupnya ialah laki-laki yang engga tanggung jawab, yaudah, bakal banyak makan hatilah.

Bisa dibilang, sebagian hidupnya akan banyak penderitaan.

Bekerja

Tentu, tanggung jawab ga bisa lepas dari bekerja.

Hal ini dikarenakan emang dasarnya laki-laki kan yang cari nafkah.

Serta, waktu terbanyak laki-laki tuh dihabisin untuk bekerja.

Penting amat penting untuk menemukan dan menjalani pekerjaan yang tepat sesuai dirinya.

Tepat ya, tepat.

Sehingga, yang paling tau diri elo sendiri ya elo sendiri.

Well, itu aja yang pengen gue share.

Dan, ketika laki-laki ga bertanggung jawab dalam hidupnya maka sudah hilang harga diri nya.

Thanks ya udah baca dan semoga sehat selalu ya

Harga diri laki-laki ialah bekerja dan bertanggung jawab

Kemiskinan Sistemik

Holaaa…. selamat pagi.

Jadi guys, kali ini gue bakal bahas terkait kemiskinan sistemik.

Nah, kemiskinan sistemik ini ga bisa diselesaikan dengan kata-kata bijak ala Mario Teguh.

Atau, ada yang bilang

Elo kalo kerja keras bakalan sukses “ , atau ” semua orang punya kesempatan yang sama untuk sukses ko “.

Dan sejuta kalimat motivasi lainnya.

Faktanya ?

Engga semua orang bisa sukses alias orang-orang yang lahir dari keluarga miskin akan cendrung membuat keluarga miskin baru lagi.

Nah, gue juga ada referensi dari penelitian yang dilakukan oleh Asian Development Bank Institute yang judul papernya ” Effect of Growing Up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia

Batasan Masalah

Tentu daripada melebar kemana-mana, disini gue akan ada batasan masalah.

Pertama, tolong dibedakan mana yang namanya rejeki dengan uang.

Kalo rejeki kan ga bisa diukur.

Kalo uang ?

Bisa diukur.

Nah, jadi di tulisan ini kita ngomongin nya ya dunia, kesuksesan artinya banyak uang, bukan ada embel-embel rejeki.

Kedua, walaupun gue sumber nya dari paper ilmiah tapi di sini bukan lab ilmiah tapi blog pribadi gue, tentunya akan gue narasikan sesuai narasi gue.

Ketiga, kekuatan individu.

Maksudnya, gue bahas tentang kondisi ke orang aja, bukan yang terlalu luas kaya kebijakan pemerintah atau bahkan ekonomi dunia.

Kemiskinan Sistemik

Kemiskinan adalah suatu kondisi ketika seseorang atau kelompok tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti kebutuhan pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan yang layak.

Sistemik adalah sebuah sistem yang udah udah terbentuk dan dipengaruhi oleh banyak sistem lainnya.

Jadi, kemiskinan sistemik menurut gue ya kemiskinan yang dipengaruhi oleh banyak sistem yang membuat miskin.

Jadi, ga bisa diselesaikan hanya dengan satu hal saja, dan ga bisa dalam waktu singkat, alias bisa butuh waktu lama atau bahkan bisa lintas generasi.

Hasil dari penelitian ADB Institute

Dalam studi berjudul Effect of Growing Up Poor on Labor Market Outcomes: Evidence from Indonesia, The SMERU Research Institute mengambil sampel anak-anak yang berusia 8–17 tahun pada tahun 2000.

Sebanyak 17 persen dari sampel tersebut merupakan anak dari keluarga miskin.

Lembaga itu kemudian melihat pendapatan mereka pada 2014, saat mereka telah berusia 22–31 tahun. 

Hasilnya, anak-anak dari keluarga miskin memiliki pendapatan sekitar 87 persen lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak dari keluarga sejahtera saat mereka dewasa. 

Artinya, anak yang berasal dari keluarga miskin kemungkinan sukses nya akan sangat jarang.

Ya, walaupun mereka udah tahu dan bisa menjelaskan kompleksitas kemiskinan nya tapi tetap saja solusi nya ga ada.

Faktor nya karena orang tua nya yang miskin.

Dengan kata lain, perbedaan kesejahteraan orang tua menyebabkan kondisi ekonomi anak-anak nya ga berada pada garis awal yang sejajar.

Kesimpulan

Karena ini blog pribadi jadi ga bakal panjang-panjang dari gue.

Inilah kesimpulan dari gue tentang kemiskinan sistemik bahwa orang yang berasal dari keluarga miskin akan lebih cendrung miskin juga dalam hidupnya.

Tapi, gue ga mau berhenti sampai disini, inilah beberapa hal yang bisa kita pahami menurut gue :

Pertama, kalo elo udah termasuk dalam kemiskinan sistemik, ya terima aja, fakta yang pahit ini akan lebh baik daripada fiksi yang menyenangkan dan akan ngebantu elo buat langkah selanjutnya.

Kedua, elo harus bisa yakin bahwa elo lah yang memutus rantai kemiskinan sistemik ini alias anak elo ga miskin lagi.

Ketiga, pendidikan.

Ya mungkin ini terdengar klise tapi gue percaya bahwa pendidikan yang paling ampuh buat mutus rantai kemiskinan.

Menurut gue, pendidikan ga ngaruh buat bikin elo kaya, tapi kalo keluar dari kemiskinan bakal ngaruh banget.

Keempat, ya terus sabar, kerja keras, kerja cerdas, dan terus belajar.

Ini emang mungkin ngga menjamin kalo elo bisa sukses, tapi bagi orang miskin hal seperti itulah yang ga punya opsi lain, alias itu aja yang mereka bisa lakuin.

Dan, faktor keberuntungan yang bener-bener jarang banget terjadi tapi ngambil peran paling penting.

Kelima, literasi keuangan yang bagus.

Ini menurut gue penting banget dalam hidup.

Ilmu tentang uang ! elo boleh bego dalam beberapa hal, tapi kalo uang ? jangan bego.

Dan apa yan gue rasain bahwa pengetahuan akan uang engga diajarkan disekolah, dikeluarga umumnya atau ditempat lain.

Bahkan para pejabat aja menurut gue belum tentu ngerti uang.

Jadi, menurut gue bahwa ilmu uang tuh harus dipelajarin, dan dikuasai apalagi sejak selesai pendidikan, kan kita kerja dan ujung-ujung nya nyari uang juga.

Bisnis juga uang, ilmu pelajaran sekolah, mungkin udah lupa habis.

Tapi, kalo uang ?

Ga ada habisnya.

Nah, itulah poin dari blog ini, biar engga kepanjangan dan semoga elo semua bisa bebas finansial dari kemiskinan sistemik.

Btw, gue bakal bahas tentang caranya gimana sih bisa bebas finansial dan keuangan lainnya seperti dana darurat, investasi dan lainnya.

Ini sih gue juga terus masih belajar, tapi gue cukup percaya dirilah kalo bahas uang sejak gue suka uang dan bagian hidup dari profesi gue.

Maksudnya ?

Gue kan insinyur, nah insinyur tuh fokusnya dua hal utama yakni teknologi dan uang.

Jadi, gue belajar banget dan terus belajar tentang uang.

Pastinya akan di share diblog-blog selanjutnya.

Jadi, terus dipantau ya !.

Thanks ya udah baca & semangat !

Mendapatkan Makna

Halo temen-temanku.

Selamat hari Senin.

Semoga sehat-sehat ya.

Dikali ini, gue pengen cerita pengalaman gue dalam mendapatkan makna.

Tentu, pencarian, mendapatkan, dan berusaha konsisten akan makna itu sangat penting bagi gue.

Dan, kalo elo udah baca post-post gue sebelumnya ya salah satu buku yang berpengaruh dalam hidup gue itu bukunya Victor Frankl yang judulnya Man search meaning.

Nah, di bukunya dijelasin tentang sebenarnya yang dibutuhkan manusia ialah penemuan akan makna pribadi nya.

Dan, pasti nya makna tiap orang beda dengan yang lain nya.

Ini pula yang semakin menegaskan tentang kalimat yang udah gue hapal dari dulu, quotes dari siapa gituu.

Tapi ngena banget ke gue.

Bahwa yang penting dari perempuan dalam hidupnya ialah memilih pasangan yang akan dinikahinya, kalo yang penting dari laki-laki dalam hidupnya ialah memilih pekerjaan nya.

Makna Pekerjaan : Penulis

Tentu, makna untuk menjadi penulis bukan hal yang udah lama gue ketahui.

Alias , gue baru nyadar baru-baru ini.

Tepatnya di 2021, dan pastinya melewati banyak dinamika yang terjadi dan akhirnya gue mencari, menemukan, dan berusaha konsisten untuk nulis.

Dan, emang nyaman aja buat gue.

Jadi ga ada rasa beban gitu.

Enaknya tuh, sekarang nulis bisa dimana aja dan kaya tulisan ini dibuat dari handpone sambil minum kopi sembari nunggu anggota keluarga yang lagi ada kesibukan.

Ya, intinya nulis bisa dimana aja dan kapan aja.

Bisa sambil nunggu teman datang kalo janjian, nunggu kereta, atau nunggu apapun dah.

Nah, itulah yang gue lakuin dan gue nikmatin.

Tentunya, mata pencarian ga dari nulis buat gue.

Tapi, poin nya tuh pekerjaan gue juga nulis.

Apa yang ditulis ?

Yang gue tahu aja.

Genre nya satu sih, Non fiksi.

Karena yang gue suka & paling tahu.

Kalo fiksi ?

Ngga ngerti gu, untuk sekarang sih, lebih banyak buku-buku non fiksi yang gue pernah baca.

Dan pastinya, nilai original yang menjadi utama dari gue.

No fake-fake.

Contohnya : Kalo gue belum baca ya ga bakalan gue share alias cuman ngambil beberapa poin dari buku terus udah nulis gitu.

Atau, misal kalo gue ga punya bukunya terus gue ambil foto bukunya dari google sebagai ilustrasi.

No, no,no.

Walau banyak kekurangan, tapi poin originalitas & kejujuran itu poin yang penting dari apa yang gue percayai.

Sumber Mentor

Pastinya ada penulis yang menjadi acuan gue.

Kenapa ?

Karena ya suka & kagum gue sama mereka.

Beberapa diantara : Ir. Soekarno, Ahmad Rifai Rifan, Yusuf Qardhawi, Rhenald Kasali, Bryan Tracy, Robert Kiyosaki, dan masih banyak lainnya.

Cuman orang-orang tersebut yang bener-bener ngaruh banget lah tulisan nya buat gue.

Mungkin karena gue suka baca tulisan mereka kali Yee.

Kesimpulan

Welewele… intinya menurut gue menemukan makna itu amat penting.

Dan, di kali ini gue nemuin makna jadi penulis.

Nemuin bisa tiba-tiba atau bisa emang niat kaya merenung, nanya ke teman, atau apake.

Nah, ini gue nulis mulai dari awal sampai ke post ini butuh waktu 1 jam sama ditemani kopi.

Mungkin bagi beberapa orang biasa aja, cuman buat gue seneng aja gitu, sambil nunggu yang lain, gue bisa nulis.

Jadi, waktunya engga sia-sia.

Dan emang, legacy yang pengen gue lakuin utamanya via literasi kaya tulisan ini.

Thanks ya udah baca, semoga kalian, sukses selalu.

Time is Up

Halo semuanya, apa kabar ?

Semoga baik-baik ya.

Nah, gue mau share dari buku yang gue baca di aplikasi Ipusnas.

Nah, elo bisa download juga tuh di playstore, aplikasinya gratis ko.

Jadi, gue enggak punya buku fisik nya tapi gue udah baca dari aplikasi Ipusnas.

Nah, judul bukunya Time is Up karya Yusuf Qardhawi.

Gue di post kali ini cuman mau ambil kutipan-kutipan dari bukunya dia aja.

Karena emang karya Yusuf Qardhawi tuh menurut gue berat-berat banget isinya.

Ditambah gue juga ngga perlu elaborasi dengan yang lain.

Kenapa ?

Karena kalimatnya udah jelas banget, fokus, dan menjadi pengingat.

Ya, kalo dibaca bikin sakit hati karena umumnya manusia merupakan makhluk yang paling rugi kan tapi tetap aja kita dablek untuk ga mau berubah menjadi lebih baik.

Ini terjadi bila hari ini tidak lebih baik daripada hari kemarin.

Nah, u get my point, right ?

Nah begitu.

Menurut gue kita resapin aja apa yang disampaikan oleh Yusuf Qardhawi dan semoga menjadi pengingat biar kita engga jadi manusia-manusia rugi & dapat memanfaatkan waktu yang sementara ini.

Thanks ya udah baca, sampai jumpa di post-post selanjutnya.

Kutipan dari Book : Time is up by Yusuf Qardhawi

  • “ Barang siapa melewatkan suatu hari dari umurnya dalam selain hak yang ia selesaikan, atau kewajiban yang ia tunaikan, atau suatu keagungan yang ia muliakan, atau pujian yang ia capai, atau kebijakan yang ia adakan, atau ilmu pengetahuan yang ia ambil, maka berarti ia telah merobek-robek harinya dan juga menganiaya dirinya “

  • Sebenarnya, kebodohan dalam mempergunakan waktu adalah lebih berbahaya daripada kebodohan dalam membelanjakan harta. Para pemboros yang menghabiskan waktu adalah lebih berhak untuk diberi batasan atau larangan daripada para pemboros harta, sebab harta itu apabila hilang sia-sia masih dapat dicarikan gantinya, sedangkan waktu jika telah hilang sia-sia tak akan ada gantinya.

  • “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas).

  • “ Luangnya waktu dari kesibukan-kesibukan adalah nikmat yang besar . Jika seorang hamba mengkufuri nikmat tersebut, dengan cara membuka pintu hawa nafsu untuk dirinya, dan ia akan terjerumus ke dalam perangkap birahi, maka Allah akan mengganggu kenikmatan hatinya. Kebeningan hatinya pun akan dicabut.

Menganggur bagi kaum pria adalah kelengahan dan bagi kaum wanita adalah sebagai penggerak naluri seksual serta berpikir tentang birahi.

  • “ Sesungguhnya usia muda, pengangguran dan kemampuan harta, Menghancurkan orang dengan dasyatnya “

  • “ Pengangguran menimbulkan kesibukan, Timbulnya petaka daripada pengangguran “

  • Pada saat Abu Bakar mengangkat Umar sebagai khalifah penggantinya, Beliau berpesan, “ Ketahuilah bahwasanya ada amal yang akan diterima oleh Allah di siang hari dan tidak diterima-Nya di malam hari. Dan ada amal yang diterima di malam hari serta tidak diterima di siang hari “. Jika demikian halnya, maka tidaklah penting bagi seorang manusia mengerjakan sesuatu setiap waktu, namun yang penting adalah mengerjakan amal perbuatan yang ada relevansinya dengan waktu. Oleh karena itu, Allah SWT menentukan sebagian besar peribadatan dan kewajiban dengan waktu yang ditetapkan. Tidak boleh diajukan dan tida boleh diundurkan. Yang demikian itu memberitahukan kepada kita bahwa suatu amalan tak akan diterima sebelum datang waktunya dan setelah lewat waktunya. 

  • Riba merupakan sistem dimana sejumlah harta dengan cara pasti dapat melahirkan harta yang lain tanpa kerja, tanpa adanya praktek gotong royong dan tanpa menempuh usaha. Seorang hanya duduk bersila di atas kursi panjang dan dijamin akan mendapatkan keuntungan sepuluh dari seratus atau seratus dari seribu, tanpa memikul tanggung jawab sedikitpun. Tindakan seperti itu bertentangan dengan pandangan Islam terhadap manusia, sebab. ia diciptakan sebagai makhluk yang harus berkerja.

  • “ Sejelek-jelek perkara di dunia ini adalah menganggur “.

  • “ Jika engkau membanggakan Orang tua yang dimuliakan, Sungguh benar, akan tetapi, Amat buruk yang mereka lahirkan “.

  • “ Pemuda sejati yang mengatakan : Ingatlah, ini adalah aku. Bukan pemuda yang mengatakan: Semua itu jasa ayahku, “

  • “ Kehidupan individu tanpa pancaran cita-cita adalah lebih sempit daripada lingkaran lubang cincin, bahkan lebih sempit lagi daripada lubang jarum. “ Alangkah sempitnya kehidupan, andaikata tiada luasnya cita “

  • “ Janganlah seorang yang beriman itu pergi, melainkan dalam tiga keadaan…, yaitu mencari bekal untuk kembali ke akhirat, memperbaiki kehidupan, dan mencari kelezatan yang tidak haram “

Menghadapi Kejatuhan Karir

Haloo Guyss…. Gimana kabarnya ?

Baiklah ya.

Oke, kali ini gue bakal sharing tentang sesuatu yang amat sangat penting.

Apa itu ?

Karir.

Ya, Karir.

Pastinya, banyak orang yang menghabiskan waktunya dipekerjaan apalagi kaum adam.

Nah, pekerjaan juga bagi beberapa orang juga merupakan sarana dari makna hidup. Maksudnya ?

Dari melakukan pekerjaan lah terkadang kita menemukan makna hidup kita.

Nah, kalo elo emang tipe ini tentunya elo harus nemuin karir yang tepat buat elo.

Tepat ya, karena tiap orang beda-beda.

Nah, dikali ini gue bakal bahas tentang buku yang gue beli di online market place tentang karir.

Ini buku pertama kali gue temuin pas di Perpustakaan Nasional, eh ternyata bagus banget, akhirnya gue beli deh di online market place.

Buku apa ?

Buku karya Darwin Silalahi yang judulnya Life Story Not Job Title.

Darwin ini mengisahkan kisah hidupnya dari kecil hingga sampai menjabat Presiden Direktur PT Shell Indonesia ( saat buku ini ditulis ).

Wow banget kan, nah Darwin ini dari orang yang kalangan ekonominya menengah kebawah dan biasa-biasa aja.

Hingga dia menemukan kesadaran atas kendali hidupnya ketika SMA dimana saat itu ada seseorang yang yakin bahwa Darwin ini anak yang pintar dan bisa sukses.

Akhirnya, Darwin mengambil kendali atas hidupnya dan belajar yang rajin sampai dia masuk jurusan Fisika di Universitas Indonesia.

Terus, memulai karir dari bawah di British Petroleum hingga terus sampai dia bisa menjadi orang yang sukses.

Tentu, apa yang dilakukan Darwin bukanlah hal instant alias membutuhkan waktu.

Nah, buat elo yang anak-anak MIPA UI atau FTUI bakal berguna banget punya bukunya dia sebagai referensi hidup dalam ranah karir.

Keren banget, cerita real dan apa adanya.

Buat gue, buku dia begitu amat sangat penting dan berharga buat gue, dan karena buku nya lah yang menjadikan dia sebagai salah satu sosok yang berpengaruh dalam kehidupan gue di ranah karir.

Ya, emang gue ngambil sosok yang berpengaruh dalam hidup gue umumnya dari buku.

Entah dia masih hidup atau tidak, yang penting apa yang disampaikan nya kena gitu buat diri gue.

Karena ketika gue baca buku yang mana karya nya dia, tidak ada batas pemisah antara gue dengan penulisnya walau beda ruang dan waktu.

Nah karena bukunya Darwin ini sangat berisi buat gue, jadinya gue bakal bahas buku ini engga cuman satu blog aja melainkan beberapa blog.

Untuk kali ini, gue bakal bahas yang bab 9 : Buld Personal Resilience.

Halaman pertama dimulai dari cerita David Gergen, seorang penulis pidato gedung putih yang diangkat ketika usia 28 tahun.

Sih David Gergen ini karir nya melesat di usia muda dan pastinya sibuk amat.

Nah, tak lama kemudian, ada skandal watergate yang terungkap.

Hingga, sih David Gergen ini menyaksikan kejatuhan Presiden Nixon gara-gara skandal watergate itu.

Dalam waktu sekejap, David Gergen tidak sibuk dan bukan orang penting lagi seiring jatuhnya presiden Nixon.

Sih David Gergen ngga nyangka bahwa kejatuhan karir nya begitu cepat dan mudah sekali hilang.

Dan, dia menyadari bahwa yang masih mau berhubungan dengan dia tuh keluarga dan teman-teman sekolahnya dulu.

Pernah gini ga sih elo ?

Yang sebelumnya sibuk amat dan jadi orang penting, eh tiba-tiba ketika pekerjaan itu hilang lalu elo ga sibuk lagi dan bukan orang penting lagi.

Yang mungkin berbeda apa yang dilakukan kemudian oleh David Gergen, dia kemudian bangkit kembali dan menjadi orang pertama yang menduduki posisi Penasihat Gedung Putih untuk empat orang presiden Amerika Serikat yakni Richard Nixon, Gerald Ford, Ronald Reagen, dan Bill Clinton.

Serta, ada penelitian yang dilakukan pada tahun 1988-1992 yang dilakukan oleh Sonnefeld terkait 450 CEOs yang bekerja di perusahaan besar publik, dan menemukan bahwa hanya 35% dari CEO yang diberhentikan dari jabatan nya dapat kembali menjadi posisi eksekutif dalam dua tahun sejak diberhentikan.

Hasil penelitian yan menarik adalah 43 % dari 450 CEO itu mengakhiri karir dan pensiun.

Karena itulah, topik bangkit dari kejatuhan karir nih amat sangat penting.

Terus kenapa bahwa beberapa orang dapat kembali bangkit dan beberapa orang justru hancur karena karir?

Hal inilah yan disebut oleh ahli syaraf sebagai personal resilience.

Apa itu resilience ?

Menurut kamus Merriam-Webster, resilience adalah kemampuan untuk pulih dari dan menyesuaikan dengan mudah terhadap ketidakberuntungan atau perubahan.

Menurut Diane Coutu, orang-orang yang memiliki personal resilience dapat bangkit kembali dan menjaga persepsi kesejahteraan meski mengalami kesulitan, kehilangan, atau kekacauan.

Sebaliknya, mereka yang kurang memiliki personal resilience merasa menjadi korban dan terlarut dalam berbagai masalah.

Mereka kemungkinan bisa terkena serangan mental atau depresi akut.

Lalu, bagaimana untuk membangun personal resilience ?

Menurut Coutu, pertama, menerima kenyataan.

Dengan menghadapi dan menerima secara tegar dapat menjadi titik awal yang menyelamatkan diri anda.

Kedua, mencari makna.

Membangun makna atas penderitaan adalah cara untuk membangun jembatan dari kesusahan saat ini menuju masa depan yang penuh dan lebih terkonstruksi dengan baik.

Ketiga, kemampuan untuk melakukan improvisasi bangkit dari masalah atau mencari solusi.

Orang yang berdaya tahan tinggi dapat bersusah payah berjalan dan bangkit dengan apa yang mereka milki saat itu.

Bangkit Kembali

Biasanya pemimpin yang tidak bisa pulih dari keterpurukan dikarenakan kencendrungan untuk menyalahkan dirinya sendiri dan terbuai dengan kenangan masa lalu & dia hilang untuk menatap masa depan.

Nah, kalo elo mau bangkit lagi dari kejatuhan karir, seorang yang namanya Jeffrey Sonnefeld memberikan beberapa tips.

Pertama, decide how to fight back.

Keputusan pertama yang akan anda hadapi dalam merespons becana karir adalah memilh apakah mengonfrontasi langsung situasi yang membuat anda jatuh atau mencoba melupakannya secepat mungkin.

Menurut Sonnefed, dalam beberapa kasus lebih baik menghindari konfrotasi langsung. Akan tetapi, bila membuat reputasi menjadi rusak secara tidak adil, kita harus mengambil tindakan cepat untuk konfrotasi langsung.

Kedua, recruits others into the batle.

Penting untuk melibatkan orang lain sejak awal pertempuran untuk mengembalikan karir supaya dalam jalur yang benar.

Ketiga, recover your heroic status.

Yakni mendapatkan kembali status heroik anda yang dikenal publik.

Keempat, prove your battle.

Pastinya, pemimpin yang jatuh akan menghadapi banyak halangan dalam jalan menuju pemulihan dan tidak sedikit orang yang meragukan kemampuan mereka untuk kembali ke puncak.

Maka, pemimpin tersebut harus membutikan dengan cara minimal mengatasi rasa percaya drinya.

Kelima, rediscover your heroic mission.

Keteguhan pemimpin besar untuk membangun warisan hidupnya adalah modal utama yang membuat dia berbeda dengan banyak pemimpin lainnya.

Kita ambil contoh Steve Jobs yang dipecat dari Apple tahun 1985, sampai temannya yang bernama Mike Murray begitu khawatir akan kondisi Jobs.

Kemudian, Murray kerumah Jobs & menemaninya selama berjam-jam, hingga dia yakin bahwa Jobs ngga akan bunuh diri, baru dia pulang.

Setelahnya, Jobs terbang ke Eropa yakni ke Paris, ke Italia, ke Swedia, ke Rusia dan kembali ke Amerika.

Jobs kembali dengan semangat baru & bersiap untuk membangun kembali dirinya sebagai pemain utama dalam dunia IT.

Pada tahun yang sama ketika dia dipecat, Jobs mendirikan perusahaan komputer yang bernama NeXT yang kemudian dibeli Apple di tahun 1996.

Dalam cerita ini, Jobs mampu menangkap kembali misi heroiknya dan melewati kepahitan yang sudah dialaminya.

Nah, itulah buku yang dibahas sama Darwin Silalahi.

Bagus banget kan ?

Ini baru satu bab loh, dan ini salah satu buku favorit gue dalam ranah karir.

Gue harap kalian pada punya juga.

Bisa belinya kalo sekarang di online kayanya.

Nanti gue bakalan bahas bab-bab lain dari buku ini di blog selanjutnya sejak gue udah jatuh cinta sama buku ini.

Thanks ya udah baca & see u !.

Pagi-Pagi Club

Pagi semua.

Pagi. Pagi. Pagi!.

Untuk kali ini yang bakal gue bahas yakni tentang pagi-pagi club.

Maksudnya apa sih ?

Ya, ini sih terinspirasi dari bukunya Robin Sharma yang judulnya The 5 AM Club.

Sih Robin ni menceritakan tentang komunitas yang mulai kehidupannya di pukul 05.00 pagi dengan tagline,

” Miliki Pagi, Tingkatkan hidup anda”.

Mantap yeee.

Nah, pertama kali gue lihat nih buku tuh di Gramedia.

Beberapa kali gue ke gramedia tapi gue skip, ya gue pikir sekilas kan engga menarik ya,

” Apa sih nih njir masa bahas bangun jam 05.00 pagi tapi sampe tebel bangettt “.

Akhirnya eh gue baca di Gramedia Matraman dan gue beli bukunya.

Yes, ini sih cuman bahas tentang segala hal di jam 05.00 AM.

Tebel amat lagi, tapi pas gue selesain baca, yaa okelah bukunya.

Bagus ko menurut gue.

Bangun Pagi.

Ini inih yang harus emang jadi kebiasaan kita.

Jam berapa harus bangun pagi ?

Ya beda-beda, kalo di Indonesia ya sebelum shubuh alias sebelum jam 04.00 pagi, kan shubuh sekarang jam 04.00 pagi.

Gue baru nyadar juga sekarang shubuh makin pagi banget ya, padahal dulu perasaan gue jam 05.00 pagi dah.

Ok, nah kelo elo di Amerika ya jam 05.00 pagi tuh masih pagi banget.

Jadi, gue coba ikutin buat kondisi yang di Indonesia aja.

Hm, sebenarnya manfaat pagi tuh banyak banget.

Bahkan dalam Islam kalo elo habis Shubuh jangan tidur woy, alias melakukan aktifitas yang bermanfaat.

Bisa jadi berdoa, belajar, kerja, atau apapun deh.

Jangan tidur, nganggur dan lainnya.

Terus, banyak banget orang sukses dalam segala lini yang menganjurkan & mengikuti pola bangun pagi.

Nah, elo bisa cari dah di google siapa aja orang-orang sukses yang bangun pagi, ya engga gue jelasin disini karena saking banyaknya.

Oke, gue langsung bahas yang ada di buku ini ya.

Jadi, sih Robin ini jelasin bahwa elo tuh harus tidur yang cukuplah buat bisa bangun pukul sebelum 05.00 AM.

Ya caranya bisa jangan minum kafein di sore hari, pasang alarm, matiin lampu kamar, jangan bawa handphone di kamar dan lainnya.

Kemudian kan bangun jam 05.00 pagi kan. Cuman ada 3 aktiftas yang dilakukan dari pukul 05.00-06.00.

Apa itu ?

Berohlaraga, Merenung , Bertumbuh.

Kuy bahas lebih detailnya.

Berohlaraga.

Dan harus berkeringat ya.

Biasanya bisa lari atau gym, terserah elo.

Intinya supaya elo berkeringat.

Waktu melakukan aktifitas ini sekitar 20 Menit.

Merenung.

Ya, elo bisa ngereview apa yang udah elo lakuin selama ini, apakah rencana elo udah linear dengan harapan elo, intinya review.

Ini juga 20 menit juga.

Bertumbuh.

Kalo ini lebih kearah melakukan pekerjaan yang membuat diri menjadi bertumbuh.

Misalnya : belajar, dengerin podcast, baca buku, dan bekerja.

Ini juga 20 menit aja.

Sebenarnya, untuk waktunya ngga harus 20 menit aja dari masing-masing pola.

Tapi, disesuaikan aja sama keinginan kita & mampunya kita.

Intinya polanya begini, berohlaraga sampai berkeringat, merenung, bertumbuh.

Well, itu inti dari buku ini yang gue pahamin sih.

Kalo di bukunya dibahas lebih detail banget lah, kalo elo tertarik ya bisa baca langsung bukunya.

Kesimpulan nya, kalo di Indonesia ya agak gimana ya kalo elo udah ohlaraga di pukul 03.00 AM pagi kan, kan shubuh nya jam 04.00 AM.

Yaudah, yang ohlaraga bisa elo lakuin pas abis shubuh, dan untuk merenung & bertumbuh bisa dilakuin sebelum shubuh sembari shalat.

Ya inikan konsep yang setiap orang bisa rekayasa masing-masing.

Dan, inilah beberapa kalimat yang bener-bener gue suka yang gue kutip dari bukunya.

Ok, thanks guys & see u !.

Kutipan-kutipan buku The 5 AM CLUB karya Robin Sharma – Miliki Pagi, Tingkatkan Hidup

  • Dedikasi & disiplin mengalahkan kecerdasan dan bakat setiap hari dalam setiap minggu
  • Korban punya TV yang besar. Pemimpin memiliki perpustakaan besar
  • Memiliki kualitas dunia adalah proses bukan peristiwa
  • “ Para pelaku yang bepengaruh besar & pembangun dunia sejati tidak selalu punya waktu untuk siapapun yang berusaha mendapatkan perhaian mereka dan membutuhkan waktu mereka. Mereka susah ditemui, jarang membuang waktu, dan jauh lebih fokus melakukan pekerjaan, sehingga mereka memberikan hasil menajkjubkan yang membuat dunia kita semakin maju “
  • Ketagihan pada pengaruh perhaian adalah kematian bagi produksi kreatif
  • Semua orang hebat menggunakan banyak waktu sendirian
  • Lebih banyak berkeringat saat latihan, lebih sedikit berdarah saat berperang
  • Seorang pelaku harus meggunakan waktu paling sedikit 2 jam 40 menit untuk peningkatan sehari-hari keahlian yan mereka pilih selama 10 tahun
  • Ketekunan adalah awal dari keahlian
  • Kebosanan membunuh semangat manusia
  • Hal yang terasa paling sulit juga hal yang paling berharga
  • Orang terbaik di dunia punya ketelitian yang dalam. Mayoritas orang sering terjebak dalam pola pikir dangkal dalam pekerjaan mereka. Pendekatan keseluruhan mereka lemah. Tidak ada persiapan nyata, sedikit sekali perenungan lalu penetapan visi tinggi untuk hasil yang dinginkan bersama dengan pertimbangan sabar tentang pelaksanaan yang akan memberikan hasil luar biasa
  • Orang terbaik dalam usaha apapun, menghargai fakta bahwa nama terbaik mereka adalah merk mereka bagi setiap hasil karya yang anda hasilkan
  • Jika ingin jadi terkemuka dibidang anda. Jadilah orang yang berpretasi dan orang yang mempunyai kedalaman pikiran.
  • Sedikit itu lebih baik. Orang genius paham bahwa lebih cerdas menciptakan satu mahakarya daripada seribu karya biasa. Mereka teliti dengan apa yang dilakukan. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, terkadang bertahun-tahun untuk mendapatkan sentuhan akhir yang sempurna. Mereka memaksa diri untuk tetap bekerja ketika merasa sendiri, takut atau bosan. Mereka bersikeras mengwujudkan visi heroiknya kedalam realitas sehari-hari

Muslim Produktif

Hi rekan-rekan semua !,

Pada kesempatan kali ini gue bakal bahas mengenai Menjadi Muslim Produktif.

Yes, ini khusus bagi elo yang Muslim, kalo buat yang Muslimah ya ambil yang positif yang bisa diambil ya.

Ok, ini gue terinspirasi dari bukunya Mohammed Faris dengan judul yang sama yakni Muslim Produktif.

Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang Muslim Produktif.

Nah, apa sih Muslim Produktif ?

Ya, seorang Muslim yang dalam kesehariannya bisa produktif.

Terus produktif tuh apa ?

Yang pasti produktif bukan sibuk, dan sibuk belum tentu produktif.

Mohammed Faris menjelaskan bahwa Produktivitas = Fokus x Energi x Waktu.

Maksudnya apa ?

Maksudnya ialah produktifitas dapat diraih jika kita punya unsur fokus, punya unsur energi dan punya unsur waktu.

Kalo ngga ada salah satu unsurnya, terus apa yang terjadi ?

Nah, kalo elo punya fokus dan waktu, tetapi kekurangan energi maka elo akan merasa sangat lelah dan lesu untuk menangani tugas-tugas.

Dan, kalo elo punya banyak energi & waktu tetapi engga fokus, kosentrasi elo bakal terus menerus terganggu, melompat dari satu tugas ke tugas lain.

Sehingga, tidak bisa menyelesaikan tugas yang sedang dihadapi.

Dan kalo elo punya energi dan fokus, tetapi engga punya waktu maka elo ga bisa produktif.

Jadi, produktifitas ialah tentang pilihan cerdas dengan energi, fokus dan waktu yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang kita punya.

Nah, itulah apa yang dimaksud dengan produktifitas ala Mohammed Faris.

Wah, kalo gue sih bener-bener sepakat banget sama ketiga unsur itu.

Lalu, dijelasin lebih detail lagi sama Mohammed Faris tentang produktifitas.

Ada Produktiftas Spritual, Produktifitas Fisik & Produktifitas sosial.

Sejujurnya, gue juga baru denger sih istilah ini dari buku ini.

Yaudah, kita bahas lebih detail yuk.

Produktifitas Spritual.

Well, ini sebenarnya fondasi yang amat sangat penting, dikarenakan hubungan elo sama tuhan tuh ngaruh banget loh.

Jadi, elo mesti inget bahwa kehadiran elo di dunia ini sebagai wakil allah di muka bumi & hamba Allah.

Nah, jangan sampai salah persepsi, bahwa karena kita percaya bahwa dunia ini fana terus jadi ga maksimal dalam menjalani hidup atau bahkan mengabaikan dunia ini.

Jangan. Mestinya ya terus berusaha maksimal.

Jangan sampai salah kaprah dengan yang penting jadi orang yang bermanfaat aja.

Tapi, jadilah orang yang bermanfaat, sebaik mungkin, semaksimal mungkin dari potensi yang kita punya.

Gaspoll !.

Kita percaya takdir dan yang paling penting ialah kita bener-bener memberikan upaya secara maksimal dari yang kita punya.

Nah, kalo elo ngalamin kesulitan dalam hidup ya bersabarlah.

Itu kan masuk kedalam pahala.

Terus, perbanyak berpuasa karena doa orang yang ketika sedang berpuasa bener-bener mujarab.

Lanjut, Produktifitas Fisik.

Hm, sebelumnya gue mikirnya bahwa tidur ya tidur, eh tau-taunya masuk ke produktifitas juga ya ternyata.

Jadi, produktifitas fisik tuh kaya elo tidur dengan bener, rutin ohlaraga & dapat sinar matahari yang cukup, sama perbanyak membaca & menulis buat ngurangin stres.

Terus, jangan makan habis itu tidur, kosumsi kafein terlalu banyak dan minum kopi di malam hari yang bikin elo susah tidur, & jangan kebanyakan natap layar handphone atau komputer sebelum tidur.

Terus juga, shalat tahajud & baca Al-Quran tuh bener-bener bermanfaat banget buat otak dan hati yang bikin tenang.

Well, ini sebenarnya banyak yang kita tau tapi ya engga di jalani atau engga konsisten.

Ya, mesti kita perbaiki lah ya.

Kemudian, Produktifitas Sosial.

Ini aneh sih, gue juga baru denger tentang hal ini.

Tapi, ini bener-bener penting banget sejak manusia ialah makhluk sosial.

Contohnya, rutin shalat di Masjid , baik kepada tetangga, menerima undangan, menghadiri pemakaman, menjenguk yang sakit, makan bersama rekan-rekan.

Nah itu semua berguna banget untuk memperkuat ikatan kekerabatan kita.

Dan, kalo elo punya kemampuan elo bisa berbagi kepada yang lain.

Cara berbaginya gimana ?

Ya macam-macam dan sesuaikan dengan apa yang elo punya. Kalo elo punya uang ya infaq, kalo punya ilmu bisa ngajar, atau bantu-bantu sebagai relawan.

Nah di fokus sosial ini bener-bener yang harus kita utamakan dari utama yaitu lingkaran terdekat kita, terutama di real life dan yang rekan di social media mah urusan prioritas yang belakangan aja.

Prioritas nya mulai dari keluarga, rekan kerja, rekan sekolah, lingkungan tetangga terus ke skala yang lebih luas yang elo punya deh.

Oke, ini mantep banget sih karena jelasin tentang produktifitas yang menurut gue keren banget.

Kenapa ?

Karena ada unsur akhiratnya disini, kalo buku lain kadang bahas sesi dunia aja, tapi kalo Mohammed Faris bahas juga untuk sisi akhirat.

Kesimpulan dari post kali ini ialah….. kalo elo mau produktifitas ya elo harus punya fokus, energi & waktu.

Dan dilakukan berulang-ulang atas dasar pilihan cerdas dari keputusan yang sudah kita lakukan.

Dan, gue rekomendasi bangetttt buku ini ada di stock rak buku elo.

Kalo elo muslim, wajib sih menurut gue, daripada rugi kan.

Buku ini juga sebagai reminder kita bahwa muslim tuh harus produktif woy.

Thanks & semangat !

360 Degree of Succes

Hm,,,, awal nya gue bingung deh untuk nemuin apa ya judul yang cocok sama post ini.

Jadi gue samain aja sama buku yang ngebahas ini, apa itu ?

360 degree of success.

Post ini sih intinya tentang keseimbangan hidup di dunia ini ya menurut versi Ana Weber.

Ya, dia menulis sesuai pengalamannya dan ini tentang cara berhasil hidup dengan seimbang di dunia.

Jadi, tolong ambil yang positifnya aja ya, sebagai referensi bukan sebagai bahan baku utama alias modal dalam hidup.

Tapi, sebelum gue mulai nulis ini kadang gue bingung ya bahwa banyak sekali, buanyakkk tokoh-tokoh yang gue anggap sebagai guru ialah dari kalangan ras Yahudi.

Kok bisa ?

Ya gue kenalnya dari buku, dimana dia mengenalkan dirinya sebagai sosok dari ras Yahudi.

Bagi gue, karya nya mereka sangat mengensankan.

Beberapa contoh nya aja, buku Man search for meaning karya Viktor Frankl, buku The Intelligent investor karya Benjamin Graham , dan untuk buku ini buku 360 degree of succes karya Ana Weber.

Sebenarnya masih banyak lagi tapi nantinya justru jadi beda topik kan.

Intinya, karya mereka begitu amat sangat berpengaruh dalam hidup gue.

Dari gue buat mereka bahwa gue pengen bilang sangat berterimah kasih karena telah menerbitkan buku yang bener-bener berharga buat gue pribadi.

Ok, langsung ke intinya ya.

Jadi menurut Ana Weber tuh bahwa ada ramuan penting untuk kesuksesan.

Ramuan ini berlaku secara umum dan bila unsur-unsur inilah yang menentukan keseimbangan kesuksesan bagi seseorang.

Kalo ada yang kurang ?

Ya kurang aja gituu.

Lalu apa empat unsur itu ?

Energi, Uang, Relasi, Waktu.

Itulah 4 unsur yang dimaksud.

Hm, kalo gue pribadi sepakat ko dengan ini, kan makanya gue berbagi di post ini.

Oke, kita bahas satu-satu yaa.

Pertama, Energi.

Apa itu ?

Kemampuan untuk melakukan kerja.

Eh itu sih definisi fisika yee.

Hm, jadi intinya ya kaya makan makanan sehat, ohlaraga teratur, berpikir positif, mood yang bagus dan banyak lainnya.

Pokoknya, elo punya energi dan aura elo positif, nah itulah yang dimaksud.

Caranya apa ?

Yaa terserah elo, kan tiap orang beda-beda kan.

Misalnya seperti tidur yang cukup, engga perut buncit, engga obesitas itu ngaruh dalam diri seseorang untuk energi nya.

Kedua, Uang.

Nah ini nih yang segala hal umumnya butuh ini.

Karena uang ini yang juga sangat erat kaitannya dengan relasi & kebahagiaan.

Paham kan ?

Pastilah.

Yang penting dari uang adalah mendapatkannya, mengelolanya, dan mempertahankan nya.

Si Ana Weber ini jelasin bahwa seharusnya uang tuh jadi pelayan kita bukan justru jadi tuan kita.

Dia sih jelasin kalo kita mesti punya pendapatan pasif sehingga elo emang ngerjain pekerjaan elo bukan target nya uang tapi karena emang suka aja ngerjain nya.

Ketiga, Relasi.

Kan manusia makluk sosial jadi ga bisa hidup sendiri.

Menurut Ana Weber ya carilah relasi yang sehat.

Gimana caranya ?

Buat diri elo lebih menarik dan kurangi keinginan untuk menjadi pusat perhatian.

Nah, untuk menciptakan relasi bisa dengan tiga pertanyaan ini .

” Elo asalnya dari mana ?

“Elo kerja nya di bidang apa “

“Emang hobi elo apa “

Nah, formula ini punya alasan seperti elo menandakan ketertarikan kepada orang lain, mengetahui perspektif orang lain, dan mungkin menemukan passion dari mereka.

Wah, formulanya oke banget yaa.

Keempat, Waktu.

Wah inilah bahan yang paling penting.

Tanpa waktu, tak ada yang terjadi.

Waktu kan ga bisa balik lagi dan sayangnya bahwa kita sering nyia-nyiain waktu.

Cara biar ga nyia-nyiain waktu gimana ?

Jjadwalin jadwal elo, dan selalu banyak cara untuk atur ini.

Kalo gue jelasin ya bakal panjang bangett.

Menurut gue aja ya kuncinya adalah kesadaran elo aja.

Udah, cukup.

Kalo udah sadar, mau teknik beda-beda dalam manejemen waktu ya gapapa, kan pasti beda hari beda prioritas.

Nah, energi, uang, relasi, & waktu ialah kunci yang dimaksud Ana Weber.

Ya emang bener-bener mantep deh Ana Weber.

Kalo dari gue sih harapanya buat gue dan elo ga susah-susah.

Cukup, sadar akan energi elo, sadar akan uang elo, sadar akan relasi, & sadar akan waktu elo.

Cukup. Untuk metode selanjutnya ya terserah elo masing-masing dan semangat !