” Tuhan, apakah kau mendengar doa-doaku ? Apa kau mendengar tangisan ku “
Dalam diam, aku selalu berpikir bahwa
” Tuhan, apakah langkah ku sudah benar ? “
Pertanyaan itu selalu muncul dalam otak ku.
Jika melihat apa yang terjadi selama ini, ya sudah 15 tahun belakangan ini, umumnya orang-orang mengenal ku sebagai orang yang di atas mereka.
Orang yang menjadi inspirasi mereka.
Kemudian, jika ku diskusikan dengan sahabatku mereka menganggap ku tak jauh seperti apa yang orang umum pikirkan.
Padahal, aku hanyalah orang yang selalu mengingat kematian ku.
Jujur saja, dalam diam ku aku selalu berdoa
” Ya Allah, ampunilah dosaku “
Jika aku hidup di dunia ini dan ujung-ujungnya masuk neraka, lalu buat apa ?
Buat apa aku memilih seluruh dunia ini.
Yang ku inginkan ialah keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat ini.
Tujuan nya satu, aku ingin masuk surga.
Ya Allah, ampunilah dosaku. Ya Allah, kau selalu merahasiakan aib ku. Ya Allah, terus lah bimbing hamba ke jalan ya lurus. Ya Allah, dalam setiap kehidupan yang semu ini. Hanya ridho mu yang ku harapkan
Dalam hidup, terkadang kita ga tahu apa yang akan terjadi ke depan.
Tentu, namanya juga hidup. Hm, mulai dari mana ya aku menceritakan nya.
Mungkin aku mulai dari hasrat ku ingin ikut triathlon kali ya.
Oke, hasrat ingin ikut triathlon sih pertama kali itu di tahun 2024.
Rasanya selain ohlaraga lari, aku ingin ohlaraga yang menarik lainnya.
Aku udah coba Tennis & Golf, tapi kayanya butuh temen itu hehe.
Beda aja dengan lari, hanya dengan modal sepatu ya gaspol.
Kemudian, aku liat di sosial media bahwa di bulan Maret 2024 itu ada triathlon di GBK yang diadakan oleh tribuddies.
Jujur saja, aku ingin ikut.
Namun, karena di tanggal yang sama aku ke Gunung Luhur, sehingga aku ga bisa join.
Tentu, itu karena ada pelatihan simulai yang mengawajibkan aku ikut bersama Palang Merah Indonesia ( PMI ) Jakarta Timur.
Selanjutnya, tahun 2024 tidak ada event triathlon yang ikutin hehe.
Namun, perasaan pengen coba itu terus ada saja.
Hingga tahun pun berganti.
Di awal tahun 2025, aku secara tidak sengaja melihat informasi dari tribuddies bahwa akan ada latihan gabungan triathlon di sentul.
Poster Rute
Hm, daftar ga ya ?
Akhirnya aku daftar sih hehe.
Informasinya sih dadakan banget, kurang dari seminggu hari H, mungkin karena cuman buat internal aja kali ya.
Dan ternyata aku masuk dalam list peserta.
Triathlon
Bagi yang belum tahu bahwa triathlon itu ohlaraga yang menggabungkan ohlaraga berenang, bersepeda, & lari secara berkontinue.
Untuk jaraknya variasi, dari level standar, level olimpiade & mungkin disesuaikan dengan event tertentu.
Informasinya bahwa ada event yang namanya Ironman dimana itu event tertinggi dalam dunia triathlon.
Nah, aku sih belum mencari tahu lebih lanjut tentang event ini ya.
Cuman, jika suatu hari nanti aku punya kemampuan & rezeki, & kesempatan, why not ? hehe
Ok, kemudian kita mulai dari persiapan dulu aja kali ya.
Lari
Lari ya, tentu rasanya aku udah terbiasa lari.
Namun, makin kesini rasanya aku mulai tambah gemuk.
Ya, sepanjang hidupku ini, sekarang berat badan ku konsisten di kepala 70 kg ke atas.
Mungkin karean aku udah mulai sibuk kali ya.
Dan ya, udah jarang ohlaraga.
Sehingga, aku pikir dalam persiapan lari aku tak perlu mempersiapkan secara berlebih.
Toh cuman lari 5 KM saja.
Renang
Hm renang ya, aku pikir aku udah lama ga sekali renang.
Dan aku hanya bisa saat ini gaya katak.
Lemahnya gaya katak itu menurutku adalah di waktu, dimana namanya event ada cut off time nya.
Berbeda dengan gaya dada yang cepat namun juga menghabiskan cepat energi.
Sehingga, aku renang di dekat rumah ku, ya satu jam untuk adaptasi lagi.
Sepeda
Tentu, dulu aku punya sepeda, namun hilang di rumah, alias ada maling.
Tapi ya tadi, aku ingat dengan temanku yang bernama Ega yang punya sepeda.
Walau bukan sepeda yang kompatible untuk event triathlon, namun bagiku sudah cukup.
Ya namanya juga pertama, serba ga tahu dong, ditambah aku ingin melihat sepeda standar triathlon itu kaya gimana sih.
Dan helm pun juga aku meminjam dari Pak Tatang yang hobinya sepeda yang merupakan teman sekantorku, dimana aku justru dikasih helm dari dia hehe.
Dan ya, sepeda yang ku pinjam dari Ega ternyata ban nya bocor, yowis, aku ganti ke tukang sepeda ban nya hehe.
Dan ya latihan lagi, sudah setahun lebih rasanya tidak main sepeda.
Adaptasi menruutku itu penting sekali.
Hari H
Bersama bang Kei, anggota FTUI Runners juga
Aku datang di hari H di jam 05.30 WIB, dan ternyata sudah ada yang datang panita & peserta.
Oh iya, aku memakai jersey FTUI runner, dan ternyata ada yang menyapaku dimana itu Bang Kei, yang merupakan anggota dari FTUI runners juga.
Yowis walau baru kenal pertama, namun karena sesama FTUI runner ya langsung sefrekuensi obrolan nya.
Bang kei bercerita bahwa dia memulai ohlaraga triathlon ini sejak tahun lalu dan bercerita tentang pengalaman yang katanya menderita saat ikut triathlon di event ITB triathlon di waduk Jatiluhur.
Pemasana dulu dong 🙂
Tentu, namanya hari H aku pun sudah siap.
Dimulai dari pemanasan renang.
Ini renang di kolam renang artinya looping untuk berapa kali ya lupa, cuman jarak nya itu 750 meter.
Pada saat renang, jujur saja aku cape sekali.
Namun, karena sudah hari H ya gas pol saja.
Yang penting maju terus dulu saja.
Ku lihat beberapa peserta lain pun sudah selesai lebih dulu, aku termasuk yang di bagian terakhir.
Foto dari drone dengan gaya katak ku
Setelah aku naik dari kolam renang, aku pun langsung mengganti celana & baju ku yang berada di tepi kolam renang.
Aku pasang sepatu ku & ku gaspol sepedaku.
Eits jangan salah, bahkan ada peserta yang belum mulai sepeda pun juga sudah jatuh. Untung ga kenapa-kenapa.
Aku yakin karena kelelahan & buru – buru.
Looping sepeda, mesti fokus ey 🙂
Kalo sih aku sadar diri, aku yang penting mencapai garis finish saja saat ini.
Ya, lari looping sentul selama 4 kali, dimana satu looping itu jaraknya 5 kilometer.
Sehingga, total nya yakni 20 kilometer.
Bahkan, pada saat aku masih looping sepeda yang ke 2 saja, ada peserta yang sudah selesai & masuk tahap lari.
Gila ey, itu orang atau atlet dah hehe
Ya tentu karena lari itu di rute yang sama dengan sepeda namun beralawanan arah.
Sehingga keliatan mana yang sudah selesai & mana yang belum.
Gaya dulu dong lari nya 🙂
Seselesai sepeda, aku pun mulai lari sejauh 5 kilometer.
Bagiku, lari sejauh 5 klimoter itu ga begitu masalah sih.
Cuman, pas mau deket garis finish kaki kayanya keram. Sehingga, aku jalan saja.
Dan ya, mencapai garis finish.
Masalah urutan mah biarin aja dah, yang penting mencapai garis finish & foto-foto hehe.
Selendang setelah selesai hehe
Sesampainya di garish finish tuh rasanya cape banget ya, tapi bahagia karena mencapai sesuatu yang baru, senang saja rasanya.
Aku pun mendapat mendali triathlon pertama ku.
Walaupun ini acara yang bisa dibilang acara internal nya tribuddies, namun tetap saja ya triathlon ya triathlon.
Oh ini toh mendali nya 🙂Foto ala2 mencapai finisherFoto di garis finish bersama teamPerayaan ulang tahun ke 13 Tribuddies
Setelah nya itu ya kita merayakan ulang tahun tribudies & foto-foto.
Oh iya, acara triathlon dari tribuddies ini di tahun 2025, akan diadakan di GBK tanggal 12 April 2025.
Kayanya aku ikut sih hehe
Foto dengan baju gratis dari tribuddies setelah finish hehe
Yowis sampai disini dulu ya, tetap setia membaca blog ku.
Terkadang ya, di malam hari itu kita mendapatkan ketenangan.
Aku tahu bahwa aku tak kuat bergadang.
Ya, namun malam itu terkadang terdapat keheningan, terdapat kejernian.
Terkadang aku bangun di jam 2 pagi, entah kenapa bangun saja, terkadang pula seperti sekarang jam 10 malam ini aku masih belum bisa tidur.
Kenapa ya ?
Hm, ga tau juga sih.
Terkadang ada saar dimana kita memanga ga bisa tidur saja.
Jujur, banyak sekali yang ku ingin lakukan dalam hidup.
Entah kenapa ketika aku membuka pikiran ku lagi, ada saja yang ingin ku lakukan.
Misal nih ya, menulis buku dalam memetakan kotaku, memetakan negaraku, bahakn memetaku dunia.
Bahkan, aku berencana suatu hari nanti aku seharian full renang di sungai di Jakarta.
Alasanya kenapa ?
Hm, insting aja sih.
Lalu, ketika aku buka youtube ada event ” Tour De France “ dimana itu ohlaraga paling berat dalam dunia sepeda, lari selama lebih dari 3 minggu secara terus meners.
Dan anehnya, aku ingin ikut.
Atau hari ini aku melihat pesan di WA ku dimana ada undangan dari senior ku Kak Putri, alumni FTUI yang berhasil mendaki Gunung Vinson, gunung tertinggi di benua Afrika.
Tentu, aku aku akan datang ke acara nya dimana dia akan ada talkshow.
Ya karena aku kenal baik dengan dia, dan aku jugan ingin tau tentang antartika.
Dan ya, aku ingin ke antartika suatu hari nanti jika ada rejeki.
Yang jelas, banyak sih yang ingin ku lakukan dalam hidup ini.
Pertanyaan nya,
“Apakah aku bisa ? “
Tentu, waktu yang akan menjawab.
Lagi pula, dalam hidupku aku sejak awal tak memiliki apapun, lalu apa yang harus aku takutkan ?
Jika aku berhasil, aku akan memiliki dunia ini.
Aku pikir, itu sesuatu yang layak ku pertaruhkan.
Dalam setiap hari ku, itu adalah mimpi baru ku.
Mimpi, hm.
Tapi asli sih, ku pikir aku telah melangkah terlalu jauh dibandingkan dengan yang lain.
Apakah aku sejak awal berpikir demikian ?
Berpikir bahwa aku akan melangkah jauh ?
Hm, bagaimana yang menjelaskan nya.
Aku hanya bekerja, dan terjadilah.
Tentu, kata bekerja bukan hanya kata baku melakukan pekerjaan di kantor.
Tapi juga melakukan lainnya, seperti berkarya, berdoa, belaajr ataupun kegiatan lainnya.
Tuhan, apa yang mesti aku lakukan ya ?
Hm, dalam setiap air mata dalam doaku, aku selalu berusaha untuk hidup dalam keberuntungan.
Ya tuhan, jika nikmat dunia hanya akan menjauhkan aku dari mu, maka jangan kau berikan tuhan.
Nikmat dunia
Jujur saja, beberapa teman ku mengeluhkan di grup yang aku ada di dalam nya.
“Ngerasa ga sih bahwa hidup ini apakah sudah ideal “ dan semacam nya, ku jawab
“Belum ideal “.
Untung nya saja, aku telah menulis buku RA, sehingga aku bisa menjelaskan secara detail bukan hanya sebatas omongan saja, melainkan juga dengan buku.
Dalam RA, menjelaskan bahwa nikmat dunia itu juga ujian.
Hanya orang yang percaya pada hari akhir yang akan mengerti ini.
Aku banyak bertemu dengan para cendekiawan, para orang kaya, dan mungkin orang-orang hebat yang dimaksud dalam dunia ini.
Namun, dimataku, umumnya mereka biasa saja.
Kenapa ?
Hm, kenapa ya ?
Entahlah, mungkin biasa aja, tidak ada sikap mereka yang umumnya membuat aku terkejut.
Lagi pula, aku juga tak tertarik dengan mereka.
Selama mereka tak menganggu ideologi RA, terserah saja mereka.
Saat ini aku tak tertarik, saat ini aku hanya ingin menulis saja.
Bagiku, jika makan sudah cukup dan ditemani kopi, maka amunisi sudah cukup.
Ngomong-ngomong masalah kekayaan, zaman sekarang tuh kenapa ya orang-orang ngeliat cuman dari kekayaan saja ?
Apakah dia tak tahu bahwa Bung Hatta secara ekonomi pun tak bisa dibilang mapan, Agus Salim pun sama, Ali bin Abi Thalib pun demikian.
Zaman sekarang memang kocak deh.
Tapi yasudahlah, sudah ku jabarkan dalam buku RA ku, tentu aku tak berniat seorang diri untuk mengubah dunia.
Tentu tidak !
Yang ku bisa lakukan ini yakni menulis, melanjutkan serial RA.
Dan aku percaya bahwa para pembaca RA ataupun penganut idelogi RA yang akan mengubah dunia itu.
Ku pikir itu dulu kali ya, enak juga sih nulis di malam hari hehe.
Jika kau membaca tulisan ini artinya kau masih hidup.
Tapi kenyataan nya bahwa mata adalah fana, apakah kau tahu bahwa ketika kau melihat bintang saat ini apakah kau pikir bintang itu benar-benar ada ?
Faktanya bintang itu sudah tiada.
Ya, kenapa bisa dilihat ya karena cahaya nya baru keliatan setelah ribuan tahun cahaya dari kematian nya.
Terkadang dalam kesendirian ku aku selalu berpikir
” Apakah aku telah menjalani hidup dengan benar ? “ ” Apakah aku akan masuk surga ? “
Jujur saja. Jika ada satu harapan yang ku inginkan dalam setiap harapan ku, itu adalah kematian.
Namun, terkadang aku terlalu cinta dunia. Aku cinta dunia.
Ya, itu terkadang, tapi aku tak ingin menampik bahwa aku ada rasa itu
Ya Allah, dalam setiap doaku, dalam setiap sujud terakhir shalat ku, aku selalu mengucapkan,
” Ya Allah, jangan biarkan aku menjadi diriku sendiri walau hanya sekejap mata. Sesungguhnya aku tak mampu ya Allah, tiada daya selain dari ku “
” Ah… “ ( Ku tarik nafas dalam – dalam )
” Ngapain lagi ya ? “
Atau
” Selanjutnya apa ya ? “
Pertanyaan itu selalu ada dalam pikiran ku, selalu ada dalam kesadaran aku.
Aku tak ingin bahwa hidupku hanyalah hidup saja.
Jika demikian, hewan pun seperti itu.
Aku punya akal, tentu tak ingin menjadi manusia rugi.
Seperti yang telah Allah jelaskan dalam surat Al Asr
” Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang–orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. “
Ya Allah, jika aku hidup dan terus hidup hanya untuk mendekatkan diri pada neraka buat apa ?
Ampunilah dosaku ya Allah.
Kehidupan dunia ini hanyalah sementara.
Harta, keluarga, dan alam semesta ini hanyalah ujian, aku takut bahwa ada rasa cinta ku pada dunia ini.
Ya Allah, dalam hidup ku hanya kaulah tujuan ku.
Dalam doaku, ku panjatkan setiap doaku, bahwa aku ingin mati dalam keadaan Islam.
Aku ingin mati sebagai pemenang.
Pemenang.
Orang yang telah lulus ujian ini dan berakhir di dunia melalui kematian untuk mencapai dunia keabadian.
Aku pikir dan merasakan bahwa aku makin kesini makin sibuk.
Ya, sibuk. Udah bukan hanya produktif, tapi sibuk.
Kedengeran nya mungkin terlihat negatif, tapi kenyataannya ya produktif yang berlebih mungkin yang orang lain rasakan.
Hm, jika dilihat dengan teman – teman ku rasanya mereka beraktivitas jauh lebih banyak dari pada aku.
Sedangkan aku ?
Tidur aja bisa 6-8 jam dalam sehari.
Bagiku tidur penting, tapi ga tau kenapa ya, kalo udah setelah isya itu ngantuk banget dan aku biasanya langsung tidur hehe, dan bangun lagi di jam 4 pagi.
Kalo aku denger dari teman – temanku rasan nya mereka jarang tidur 8 jam sehari.
Tapi kalo aku lihat sih banyak yang ga efektif waktu mereka, main games lah, gosip lah, meeting ga penting lah.
Kalo aku sih rasanya lurus aja ya, setelah kerja ya pulang, setelah Ikut lari ya pulang, jadi ya disitu aja fokusnya.
Ga tahu ya apakah itu benar atau tidak, yang jelas itu aku nyaman, sehingga bisa banyak istirahat.
Dan ya, menurut ku tidur ataupun istirahat juga bagian dari produktifitas.
Tugas seorang pemimpin
Ini kata Rockefeller sih tugas seorang pemimpin yakni ” Berpikir, memutuskan, dan mengarahkan ke team nya “.
Aku sepakat dengan itu, atas dasar itulah dia dianggap pemimpin dibandingkan dengan lainnya.
Pemimpin memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan para pengikut nya, karena itulah dia mesti juga memiliki aktifitas yang berbeda ataupun lebih banyak daripada pengikut nya.
Dan pemimpin itu harus bisa menulis.
Kenapa ?
Ya karena bisa menyampaikan gagasan yang dimilikinya ke orang lain melalui media literasi.
Dengan menulis pun, bahwa gagasan kita tak terlekang oleh waktu dan tempat.
Artinya, abadi.
Kemudian juga tentang mata.
Ya, mata.
Dari mata pula kita rasanya tertarik akan sesuatu hal.
Aku pernah membaca bahwa pintu masuk sebuah kemaksiatan dimulai dari mata.
Tentu, aku pun percaya dengan itu.
Apalagi di zaman sekarang yang semua serba instan dan cepat.
Akses terhadap kemaksiatan begitu mudah.
Dan aku benar-benar takut bahwa aku akan masuk dalam gerbang kemaksiatan itu.
Ya Allah
Ya Allah, ampunilah dosaku.
Ya Allah, jangan biarkan rasa cintaku terhadap manusia lebih besar dari pada rasa cintaku terhadap mu.
Ya Allah, jangan biarkan aku menjadi diriku sendiri.
Ya Allah, aku takut bahwa karena mata ini aku pun menjadi cinta dunia.
Ya Allah kuatkan lah iman ku.
Ya Allah, hanya satu yang ku pinta, jangan pernah kau biarkan aku menjadi diriku sendiri walau hanya sekejap mata.
Sesungguhnya aku tak mampu ya Allah, tiada daya selain dari pertolongan mu.
Aku pikir aku mulai menyadari tentang berhati – hati dalam kata -kata.
Entah kenapa, entah kenapa, semakin kesini makin banyak aja orang yang rasanya terinspirasi dengan ku.
Ya, aku dapat merasakan nya melalui direct message langsung ke nomorku, ataupun ketemu langsung.
Mungkin jumlah nya udah ratusan kali ya, iya kalo dihitung dari awal aku hidup hehe.
Tapi kalo setahun ini jumlah nya mungkin puluhan ya, dihitung sih engga.
Cuman ya perkiraan saja.
Do Your Self & Publikasikan
Sebenarnya aku hanya melakukan apa yang aku lakukan saja dan terkadang baru setahun belakangan ini aku bagikan di sosial media yang ku punya, lebih ke facebook & Whaatsap.
Nah dari situ sepertinya orang – orang sudah mulai tertarik dengan ku.
Puluhan direct message ku masuk ke dalam WA ku, isinya sih lebih ke arah tertarik dengan aktifitas yang ku lakukan.
Jujur saja, aku hanya ingin mengabadikan aktfitas ku, buat apa ?
Ya buat bertemu dengan orang -orang yang sehobi, buat promosi buku, ataupun buat membantu orang lain, itu saja.
Namun, makin kesini makin terasa aku layaknya orang – orang yang begitu baik.
Misalkan saja ada seorang teman ku yang gaji nya dibawah UMR dan bahkan untuk makan saja susah, tapi dia nanya ke aku pengen Gym dengan aku.
Waktu itu aku masih suka gym, dan ku bilang disini saja mas, tentu harga gym nya lumayan mahal saat itu dan penarikan nya auto debt dari bank.
Lalu, dia pun masuk gym tersebut dan seiring dengan kesibukan aku dan aku tidak pergi ke gym maka dia pun juga tidak ke gym.
Kemudian karena tidak sering ke gym, rasanya dia tak mau membayar dari auto debt.
Al hasil, uang nya di rekening tersebut di kosongkan dan pindah ke rekening ATM lainnya.
Tentu, dia tahu bahwa itu hal yang salah, namun apadaya.
Kenapa ini bisa terjadi ?
Karena pertama dia terinpirasi oleh orang lain yang menjadi sosok yang dikagumin nya.
Kedua, karena daya beli nya tak sebanding dengan pengeluaran nya.
Ketiga, karena orang yang berbeda.
Tentu, pada akhirnya umumnya akan balik ke personal orang nya masing – masing.
Bagaimanapun, aku jelas berbeda, tak peduli aku berada di situasi apapun aku dapat beradaptasi.
Ini juga dibuktikan bahwa aku selalu menjadi orang terbaik sejak sekolah menengah dan mungkin hingga sekarang.
Ya, bahkan untuk level nasional.
Tentu, atas dasar itulah aku semestinya tidak bisa menyamakan diriku dengan orang lain.
Dan ketika aku terlalu baik dan menyampaikan dengan kata – kata ke orang lain “Ayo pasti bisa “.
Tentu, orang lain akan mungkin terpengaruh dan aku mengambil bagian dari perjalanan hidup nya.
Kedepan, aku pikir aku harus melihat orang – orang lain secara lebih mendalam.
Dan aku mesti hati – hati dengan kata ku.
Ya, itu saja yang ku pikir & ingin ku tulisakan di jam tiga pagi ini.
Sebuah catatan dari aku untuk aku selama tahun 2024.
Pertama-tama, aku ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang & semua hal hal yang terjadi selama tahun 2024.
Ya, aku ingin ucapkan terima kasih untuk segalanya.
Kedua, tahun berasa cepat ya ?
Aku pikir begitu, tapi itulah hidup.
Apapun yang terjadi maka waktu terus berjalan, jadi keep going.
Ketiga, aku ingin menuliskan kegiatan ku selama tahun 2024 ini dan catatan dalam setiap kegiatan ku.
Aku bermaksud menulis untuk diriku sendiri sebagai pengingat jika suatu hari nanti aku membaca tulisan ini, maka aku ingat apa yang terjadi di tahun 2024 ini.
Kemudian, jika tulisan ini bermanfaat kepada para pembaca, alhamdulillah.
Mari kita mulai.
Berikut beberapa kegiatan ku :
Kerja. Laki harus kerja.
Dengan bekerja & bertanggung jawab kita menjaga harga diri kita.
Nah, memilih pekerjaan yang tepat dengan diri kita itu sangat penting.
Kenapa ?
Karena waktu terbanyak laki-laki adalah bekerja.
Tidur yang cukup.
Bagiku tidur itu bagian dari produktifitas juga, jadi jangan salah bahwa tidur yang cukup itu penting sekali.
Berapa lama tidur yang cukup ?
Menurutku sekitar 6 – 8 jam sehari.
Namun, terkadang ada saat hari dimana kita mesti bergadang dan kurang tidur, ya gapapa, tinggal disesuaikan saja.
Berkarya.
Tentu, setiap orang dapat memilih karya nya masing-masing.
Ada yang jadi penulis buku, ada yang jadi koki, ataupun lainnya.
Intinya, kita mesti berkarya dalam positif.
Dalam hal berkarya, aku memilih menulis.
Ya karena suka baca buku & suka menulis juga.
Alhamdulillah, di tahun ini telah release 2 buku karya ku.
Memiliki Hobi.
Hobi, ini penting banget sih agar dunia kita ga monoton saja.
Setiap orang memiliki hobi yang beda-beda.
Kalo hobi ku sih lari ya, itu juga mulai rutin di tahun ini.
Jika kau tanya padaku, kalau bisa jika kita masih muda memiliki hobi yang dimana kita ingin kompeten di bidang itu ?
Alasan nya sederhana bahwa kita masih punya banyak waktu untuk terus belajar & belatih.
Ngaji.
Ya, ngaji ya.
Jujur saja, setelah lulus kuliah itu banyak hal kesibukan di dunia ini.
Sedangkan mengaji ?
Ya begitu dah.
Namun, ngaji itu penting.
Aku pun demikian, ngaji di lembaga Quran Al-Ustmani.
Ya secara daring, mengingat aku saat ini bisanya daring.
Terus kalo merasa sudah tua tapi ngaji ?
Eits jangan salah, kelas ku saja banyak yang usia kepala lima puluh & diatas nya juga.
Masa sih, kalo nanti kita sudah diakhirat & ketemu tuhan kita masih ga bisa ngaji ?
Jangan ya !
Traveling.
Aku pikir bahwa aku bukan seorang yang rutin traveling.
Kenapa ya ?
Hm, udah dari dulu kayanya begitu.
Namun, tetap saja menurutku traveling itu penting.
Kalo aku sih siasatinya ya traveling sebisa mungkin saja.
Misal nih ya ?
Kita lagi keluar kota, setelah urusan pekerjaan selesai bisalah jalan-jalan sebentar.
Menurutku ke pasar tradisional saja sudah cukup untuk traveling.
Menulis.
Tentu, ini spesifik sekali.
Ya, menulis bisa di buku tulis, bisa juga di hp.
Menulis juga bukan hanya untuk menulis buku.
Bisa juga dengan menulis agenda harian, bulanan & catatan lainnya.
Dengan menulis rasanya hidup lebih terarah saja.
Ikut komunitas.
Hm, ini sih baru tahun ini ya aku ikut nya.
Cuman menurutku penting sih ikut komunitas.
Alasan nya ya karena kalo komunitas itu kita udah punya tujuan yang sama.
Kalo aku sih ikut komunitas Member of Nature ( Mona ) dari WWF ID, sebuah komunitas yang bergerak untuk berjuang terhadap alam & satwa liar.
Serta, ikut komunitas FTUI runners, alumni FTUI yang suka lari.
Enaknya komunitas itu, lebih fleksibel saja terkait waktu & lainnya.
Ikut organisasi.
Ya, ini juga di tahun ini sih aku ikut.
Tapi penting sih, karena kita bisa bertemu dengan teman – teman baru dan juga memiliki tujuan yang sama terkait ikut organisasi.
Jika dibandingkan dengan komunitas, kalo organisasi itu ada AD ART ( Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga ) nya.
Pasti jauh lebih serius.
Nah, kalo aku ikut organisasi di Ikatan Alumni Insinyur FTUI, wadah dari alumni insinyur FTUI .
Serta, sebagai relawan Korps Sukarela ( KSR ) Palang Merah Indonesia wilayah Jakarta Timur.
Berkontribusi sosial.
Ya, apapun itu.
Kebetulan ya karena aku ikut sebagai relawan Korps Sukarela ( KSR ) Palang Merah Indonesia wilayah Jakarta Timur, jadi sudah sekalian.
Banyak hal sih yang sudah lakukan, seperti mengajar Palang Merah Remaja ( PMR ) tingkat SD, SMP, SMA.
Lalu, membantu korban kebakaran secara penanganan luka, berbagi luka, pengantaran jenazah, pengantaran ibu hamil dari rumah ke rumah sakit & banyak deh.
Semuanya ku lakukan di kotaku, Jakarta Timur.
Me time.
Ini penting sih, kadang kita lupa berpikir untuk diri sendiri & terlalu banyak kesibukan saja di dunia ini.
Me time artinya berbicara dengan diri sendiri, misalnya ” Gue mau ngapain ya ” dan semacam nya.
Dan jangan terlalu banyak ngobrol yang ga penting apalagi gosip, itu kata orang bijak sih hehe.
Next Your Level.
Maksudnya ya naikin level mu, apapun itu.
Misal yang belum bisa bahasa inggris ya jadi bisa basa inggris, yang bisa nya lari 10 KM ya bisa diusahakan untuk lari 42 KM.
Atau cari hobi baru, artinya kita mesti next your level.
Nah ini baru dua belas point yang ku ingat secara random saja.
Membuka laptop, sambil menulis di tempat makan mall.
Kadang ide datang begitu saja, dan kau hanya perlu menulis nya.
Sisanya mah banyak, banyak sekali yang bisa aku petik dari tahun 2024 ini.
Keluarga, dan Ibadah tepat waktu & lainnya pun juga belum ditulis kan.
Terkadang, kau hanya perlu menulis dan mempublikasikan apa yang ingin kau publikasikan.
Kalo aku sih pengen dikenal karna karya ya.
Kan orang beda-beda.
Ok, sekali lagi terima kasih tahun 2024 atas segalanya.
Aku tutup tulisan ku di tahun 2024 ini di facebok melalui tulisan ini.
Harga diri laki-laki ialah bekerja dan bertanggung jawab.
Aku pikir sejak kapan quotes itu sudah tertanam di dalam otak ku, aku pun tak tahu.
Jujur saja quotes itu yang selalu terngiang-ngiang di dalam otak ku, ketika aku mulai malas bekerja, ku pejamkan mata dan mengingat quotes itu rasanya seperti ada energi yang memasuki badan.
Ya, kerja.
Tentu, aku pun juga teringat dengan adanya nasehat bahwa dalam hidup ada satu hal yang tak boleh laki-laki pilih, jujur saja aku tak tahu pada saat itu.
Ku lanjutkan membaca halaman buku itu dan jawabannya adalah pekerjaan.
” Hah pekerjaan ” ? Pikirku.
Tapi ternyata benar, kenapa ?
Ya karena sebagian besar waktu laki-laki adalah bekerja.
Sehingga, ketika kita salah dalam memilih pekerjaan maka yang terjadi ialah mengeluh, dan namanya mengeluh akan menjadi efek domino ya jadi tidak mensyukuri pekerjaan, mendapatkan dosa, dan dapat membuat lingkungan sekitar nya menjadi aura negatif.
Jika kau tanya padaku apa yang salah tidak boleh salah dalam memilih jika perempuan ?
Jawabannya ialah memilih pasangan hidup.
Alasannya sama, yakni perempuan menghabiskan banyak waktu nya dengan di pimpin oleh suaminya.
Pagi dan kerja
Kau tahu bahwa terkadang dalam membuat hari yang hebat, yang kau butuhkan hanyalah membuat pagi mu yang hebat.
Bagaimana awalnya ?
Ya jika kalau kau tanya padaku maka dimulai dengan tahajud, lalu sholat shubuh di masjid, lalu membuat agenda hari mau ngapain aja dan langsung gas untuk kerja.
Kadang kalo bisa kita bisa berangkat kerja ke kantor tak bahkan sebelum matahari muncul di langit, dan pulang pun setelah matahari tenggelam di langit.
Kenapa ?
Ya karena kalo pagi itu waktu berkah, kalo kita gagal di pagi hari ya agak sulit buat berhasil di satu hari tersebut.
Jika berhasil di pagi hari, ku pikir semuanya akan lebih mudah.
Terus jika ada yang bilang “ Kalo pekerjaan saya selalu Working From Home gimana ? ”
Ya gapapa, kerja saja dan disesuaikan.
Lagi pula hal yang selalu mesti diingat dan disiapkan oleh seorang muslim itu ialah kematian nya.
Kematian tidak kenal usia, tidak kenal jabatan ataupun segala hal di dunia.
Hakikat hidup ialah menjalani suka & duka, dan nanti apakah kita akan mendekati atau bahkan menjauhi nya, itu yang penting.
Ada yang bilang ? ” Ih, pagi-pagi dia ga kerja soalnya dia kan udah sukses ? “
Ya tuhan, apakah dia tak tahu bahwa sesungguhnya manusia berada dalam lingkaran kerugian, kecuali bagi orang yang bertaqwa.
Ya, nikmat dunia itu juga ujian.
Miskin menderita ?
Itu juga ujian, apakah kita tabah dalam menjalani nya ?
Lalu apa yang mesti kita lakukan?
Jelas bahwa Al Qur’an sudah menjelaskan bahwa tujuan manusia hanyalah menjadi pemimpin di muka bumi dan menjadi hamba Allah.
Sehingga, tujuan nya ya kesitu.
Semua yang kita lakukan mesti kita bingkai ibadah untuk kesitu.
Kemudian, rasanya ketika pagi kita sukses, kemudian menjalani hari dengan bekerja.
Ya walau pasti ada saja suka duka nya, lalu pulang kerumah.
Rasanya bangga sekali, bahwa kita sudah bekerja keras, bahkan mungkin bekerja cerdas.
Rasa seperti itu bukanlah sesuatu yang bisa dibeli dengan uang.
Kerja.
Laki harus kerja.
Walaupun sudah punya banyak uang, banyak kekuasaan, tetap mesti kerja.
Ya disesuaikan saja.
Kerja sampai kapan ?
Sampai hari kemenangan, hari kematian.
Ngomong ngomong masalah uang, teringat 5 tahun lalu dimana aku ingin sekali rasanya finansial freedom.
Ya merdeka secara finansial, aku baca banyak buku baik dalam negeri, luar negeri dan terus menabung. Bacaan nya apa ?
Banyak, percaya deh hehe.
Tapi setelah menjalani nya dan mulai merasa sedikit agak finansial freedom.
Tahu apa yang ku rasakan saat itu ?
Asli bosen banget, kerjaan ku ya baca buku saja terus, ngajak temen eh dia bilang kerja.
Dan, setelah itu, udah ga kepikiran lagi mau finansial freedom sebagai target.
Padahal umur aja belum kesampean, duniawi aja terus.
Nah, itu finansial freedom gapapa jadi point tertentu, tapi juga kita mesti menikmati momen yang ada, bersyukur kan juga dapat pahala hehe.
Nah kan kepanjangan, mungkin aku bisa menulis lebih detail tentang kerja juga dalam buku TANBERIO ( Jantan Bersama Rio ) wkwk.
Di doakan saja.
Kepada para pria, banggalah & hadapilah dunia bahwa kita kerja, untuk menjaga harga diri kita.
Sebuah catatan kecil di hp setelah pulang kerja pada tanggal