Menjadi MONA ( Member Of Nature )

Hari itu, hari kamis 27 Juni 2024 aku mendapat pesan di WA ku dari WWF Indonesia.

Yaa, pesan untuk mengikuti camping pada agenda Member of Nature ( Mona ) dari WWF Indonesia.

Bagi yang belum tahu bahwa WWF Indonesia adalah singkatan dari “ World Wide Fund for Nature” yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang konservasi pada hewan dan tumbuhan di Indonesia.

Dan WWF Indonesia sepertinya ada di setiap negara, cuman aku ikut nya ya WWF Indonesia.

Ya, kembali ke cerita.

Pada saat aku menerima pesan itu, aku masih di UI, masih demonstrasi terkait produk kesehatan yang telah dibuat.

Dan jujur saja bahwa pengunjung begitu banyak, banyak sekali diluar ekspektasi kami, demikian wakil menteri kesehatan pun juga datang dan menyoba alat kami.

Lalu tiba-tiba aku cek hp ku & aku membaca pesan dari panitia Mona Camp dan diajak untuk bergabung & ku jawab, “ Ya, aku ikut “.

Sebelumnya, memang aku pernah menghubungi ke WWF Indonesia terkait camping MONA ini, apakah bisa diikut oleh aku yang berasal dari pihak luar.

Dan pada saat itu, jawaban nya kuota sudah penuh dikarenakan sudah diambil dari sahabat komunitas WWF Indonesia yang sudah terjun langsung selama ini.

Namun, sepertinya ada yang mengundurkan diri, sehingga WWF Indonesia pun menguhubugi ku untuk apakah aku bisa gabung ?.

Dan ya, aku bergabung.

Bersama Wakil Menteri Kesehatan dalam ajang UI Health Innovation Expo di Kampus UI. Pada saat itu, aku menerima pesan dari WWF Indonesia untuk bisa bergabung dengan MONA

Hari Kamis ini masih sibuk sekali, selain aku menyapa & mepresentasikan alat di UI EXPO, pastinya aku juga tetap kerja,

Yaa, kerja ku bisa dari mana saja, hal ini terjadi karena role ku & memang orientasi nya by output bukan lokasi kerja.

Dan sorenya, aku digabungkan dalam grup WA untuk kegiatan selama 2 hari esok.

Hm, kalo dilihat aku mungkin peserta terakhir yang bergabung.

Hal ini aku berpikir karena ternyata pada siang hari nya sudah ada sesi briefing meeting namun aku tidak join karena aku baru gabung ke grup Whatsaap tersebut pun di sore hari nya.

Setelah aku sampai di rumah, aku kemas tas untuk untuk persiapan berangkat esok pagi nya.

Dan karena cuman 2 hari jadinya aku hanya membawa sedikit barang saja.

Hari Pertama

Logo Panda yang menjadi logo dari WWF

Hari pertama ya, hm.

Tentu ini ialah event pertamaku ikut WWF Indonesia, sejarah baruku di dunia konservasi pun dimulai.

Sekitar pukul 5 pagi aku pun langsung berangkat menuju kantor pusat WWF Indonesia di Jakarta Selatan, kantor nya sih ga jauh ya alias cuman 20 menit saja dari rumah ku.

Namun, aku berangkat lebih pagi dikarenakan aku mesti makan dulu di tengah jalan, sehingga aku bisa sampai sebelum jam 6 pagi dengan kondisi perut sudah terisi.

Sesampainya di kantor WWF Indonesia, sudah banyak peserta yang hadir.

Ada yang dari Bandung, ada yang dari Bogor, tapi paling banyak dari Jakarta.

Dan umumnya memang yang ikut yang sudah bekerja, tapi ada juga yang masih SMA, Seorang ibu dengan anaknya, dan macam -macam.

Ada yang juga sudah bergabung dengan WWF lebih dari 17 tahun yang menjadi peserta.

Jika ku pikirkan baik – baik bahwa alasan kenapa pesertanya banyak orang yang sudah bekerja.

Hhal ini karena mereka yang memutuskan bergabung untuk menjadi MONA ialah mereka yang telah memutuskan bahwa mereka ingin membantu dalam kegiatan WWF Indonesia, dalam konservasi alam.

Ya kalo dipikir, mungkin beberapa orang berpikir ” Ah, enakan juga rebahan di kamar ? daripada panas panasan sama hewan, sama alam dan lainnya “.

Tentu, itu tidaklah salah, tapi ya tadi, manusia dewasa sudah bisa memilih dimana dia ingin berkontribusi nya.

Sesampainya di kantor WWF Indonesia kita dikasih kaos MONA, snack pagi, briefing dan langsung menuju camp.

Perjalanan ke Desa Cibulao Puncak Bogor ditempuh dalam waktu dua jam.

Kami pun sampai disekitar jam setengah puluh pagi, dilanjutkan dengan menaruh tas, sarapan pagi dan persiapan ke agenda selanjutnya.

Aku pada saat mengambii makanan sarapan pagi

Agenda selanjutnya yakni perkenalan antar peserta MONA.

Dan aku kagum dengan peserta yang sudah memberikan aksi nyata pada alam.

Bahkan beberapa telah menjadi pekerjaan nya, seperti ada yang menjadi pencari ikan dan juga sekaligus menjaga terumbu karang di laut setempat.

Dan yang ku kagumi juga bahwa WWF ini donasi juga ya, ada yang donasi 10 ribu perbulan atau normalnya 50 ribu perbulan, tapi yang donasi tuh juga ada yang uang nya pas-pasan, misalkan saja seorang yang berprofesi admin ikut rutin donasi.

Bukan aku bermaksud untuk menyudutkan gaji admin, tapi ya tadi ada rentang gaji, ditambah kan kalo admin mesti standby sehingga mungkin penghasilan nya dari sana saja.

Sesi sharing dari Agent MONA

Setelah sesi perkenalan, selanjutnya ialah sesi sharing dari orang – orang hebat seperti Ibu Asri Welas selaku influencer, Pak Yono selaku ketua tani desa Cibulao, dari perwakilan WWF Indonesia pun juga.

Intinya sih menjelaskan WWF Indonesia itu apa, kemudian bagaimana mereka telah membantu WWF Indonesia dan memberikan semangat kepada kami selaku generasi muda.

Setelah itu kami pun lanjut sholat jumat di desa terdekat dan setelah itu lanjut sesi lunch dan games.

Sesi games

Sesi games dengan kelompok ku

Dalam sesi games ini ya banyak ya games nya, dan pastinya games nya membuat kita menjadi lebih kenal dengan teman kita lainnya & membuat kita lebih bekerjasama dengan kelompok.

Dan aku baru tahu juga bahwa panitia games nya itu juga bukan WWF Indonesia, alias ada vendor yang dibayar untuk memberikan games & menjadi panitia.

Jujur saja aku baru tahu dan kagum, ternyata ada perusahaan yang isinya jadi panitia games.

Kedengeran nya sih simple, tapi sebenarnya itu luar biasa sekali, ” Siapa yang kepikiran ” pikirku itu,

Selama games sih seru banget ya.

Dan selanjutnya kami istirahat untuk bersiap malam malam di api unggun.

Api Unggun

Menurutku acara sesi api unggun bagus sekali.

Aacaranya yakni berbagi pengalaman dari member yang sudah lebih 5 tahun bergabung sebagai MONA, menyanyi & berjoget, diskusi tentang agenda kedepan, dan yang pasti makan daging bakar :).

Setelahnya aku pun langsung masuk ke tenda dan tidur.

Tenda tidur ku, menurutku bagus sekali & nyaman

Hari Kedua

Suasana pagi yang sejuk

Hari kedua disambut dengan udara pagi yang begitu segar.

Agenda itu dimulai dengan senam dan dilanjutkan dengan menuju perkebunan kopi di desa ini, desa Cibulao.

Alasan kenapa dipilihnya desa Cibulao yakni karena desa ini ialah salah satu desa binaan dari WWF Indonesia dan berhasil.

Kenapa berhasil ?.

Ya karena dulu itu desa ini tanah nya banyak terjadi longsor, kemudian sebagian tanah nya di pinggiran itu diubah yang tadinya dari lahan sayur menjadi tanaman kopi.

Dan efeknya, tanah menjadi kuat dan ga terjadi longsor lagi.

Ditambah, budidaya kopi juga menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat disini, dan kopinya pun pernah menjadi juara nasional pada tahun 2016.

Disini aku belajar tentang bagaimana kopi ditanam, melihat kopi dari kecil hingga besar, dikelola setelah dipetik hingga meminum kopi nya langsung.

Aku merasa aku suka dengan ini, yaa belajar langsung dari konservasi.

Aku pada saat menanam Kopi
Kopi pada pohon nya
Kopi yang sudah dipetik
Kopi yang sedang diproses pembersihan

Setelah selesai kami pun pulang dan berfoto bersama.

Yaa, hari ini aku telah mendapat sahabat & keluarga baru, yakni WWF Indonesia.

Aku tahu bahwa orang -orang yang disini tuh yang punya tujuan yang baik terkait koservasi, dan aku senang bisa menjadi bagian dari mereka.

Ngomong – ngomong tentang koservasi itu mengingatkan aku ketika aku menyentuh Penyu di Lombok, dan ketika aku menyetuh nya, aku merasa bahwa aku ingin berkontribusi kepada alam.

Kenapa ?.

Entahlah, perasaan ku saja.

Dan ya, ini baru awal, baru permulaan aku bersama WWF Indonesia dalam aksi kepada alam.

Dan akan ada tulisan lain tentang WWF Indonesia, seperti cara bergabung nya, cara berdonasinya dan lainnya.

Cuman bukan ditulisan ini, tapi di tulisan selanjutnya.

Jadi tetap pantau website ini ya dan salam konservasi !

Bersama sahabat MONA pada kegiatan ECO Camp tanggal 28 – 29 Juni 2024

Desa Cibulao tanggal 28 – 29 Juni 2024

Hari – Hari Tua

Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah.

Ku tarik nafas ku dalam – dalam dan ku lepaskan segala masalah ku dalam hembusan nafas ku.

Iya, itu apa yang kurasakan.

Tiba – tiba di pukul delapan malem ini entah kenapa aku mengingat kematian, ya, mengingat kematian.

Hm, tiba – tiba saja.

Mungkin juga terpengaruh oleh seorang ustad yang meninggal hari ini.

Dan banyak sekali orang yang kehilangan beliau.

Dan tanpa terasa, aku mengingat giliran ku kapan ya ?.

Aku udah ngapain aja ya ?, Masuk surga ga ya ?.

Tentu, pikiran- pikiran itu masuk dalam pikiran aku.

Aku tahu bahwa aku pernah bilang menjadi seorang muslim itu mesti percaya diri, mesti optimis.

Tapi, jujur saja, aku benar – benar takut neraka.

Dan dari ketakutan itulah yang membuat ku terkadang menjadi bimbang.

Kalo ujung – ujung nya masuk neraka buat apa hidup 1000 tahun ?, buat apa kaya-raya ?, buat apa gelar banyak – banyak ?.

Tentu ga semua orang berpikir yang sama, tapi inilah aku, seorang yang takut masuk neraka, seorang yang memang yakin bahwa agama Islam lah yang paling benar.

Dan ya, aku berusaha untuk memupuk hari – hari tuaku dari sekarang.

Aku takut pas udah pensiun itu ga bisa bermanfaat, hanya menjadi beban.

Oleh karena itu, aku juga masuk dan suka dalam beberapa komunitas yang mana sudah menjadi takdir ku.

Yaa, itu semua aku pupuk karena aku ingin berada bersama mereka, bukan hanya pada saat hari tuaku, bukan.

Aku ingin bersama mereka pada hitungan harian, hitungan bulanan, tahunan, dan puluhan tahun.

Ya syarat nya ?.

Ketulusan.

Aku ingin berada dengan orang – orang yang tulus dalam jangka waktu yang lama dan permanent.

Tentu, bersama juga ada tujuan, bukan hanya teman ngobrol saja, tapi teman ngobrol yang mengarah pada tujuan positif.

Aku ingin itu, ku pupuk demi pupuk untuk akhirat.

Ya tuhan, aku tak ini menjadi orang – orang yang merugi.

Aku benar – benar takut.

Ku tulis dengan mataku yang berkaca – kaca.

Jakarta, 11 Juli 2024

Bukan Artikel

Aku tahu bahwa seiring berjalan nya waktu bahwa beberapa orang terus membaca tulisan ku di website ini.

Aku tahu bahwa banyak orang yang mungkin aku belum kenal juga sudah membaca website ku.

Jika kau tanya padaku, ” Hey Rio, memang berapa banyak target audience yang membaca tulisan mu ? ” .

Maka kujawab ” Itu bukanlah urusan ku, aku hanya ingin menulis “.

Tentu, ketika aku memulai tulisan ku, maka banyak sekali orang yang mengatakan “ Memang target pembacamu siapa ? “.

Ya, ya, ya.

Aku ga masalah dengan itu semua.

Tentu, dalam sebuah bisnis maka kau harus terus membidik target.

Tapi, jika kau tanya pada ku, maka aku hanya menjawab ” Aku hanya ingin menulis ” itu saja.

Lalu ku pejamkan mata, ku buka mataku, kemudian aku mengetikan kata demi kata dari hatiku.

Iya, itu yang ku lakukan.

Jadi, kau sudah tahu bahwa aku menulis bukan untuk sebuah bisnis.

Tapi karena aku hanya ingin menulis.

Dalam tulisan ku, ku bagikan gagasanku, keyakinanku, idelogiku kepada siapa pun orang yang percaya pada tulisan ku.

Bukan Artikel

Tentu, menjadi penulis itu unik.

Disebut unik kenapa ?.

Ya karena di Indonesia belum banyak orang yang ingin menjadi penulis, padahal di Singapura itu rata – rata orang impian nya menjadi penulis.

Baca survey, biar kau tahu.

Ya, website ini bukanlah artikel.

Aku juga sebenarnya ga tau banget artikel itu kaya gimana, tapi aku pikir yang namanya artikel itu sesuatu yang ada serius nya, dan ada informasi yang kau dapat.

Sedangkan website ini ?.

Hanyalah sebuah catatan perjalanan dari kehidupan ku.

Karena itu, aku pikir bisa dibilang ini bahwa website ini ialah sebuah blog pribadiku, sebuah curahan hatiku, sebuah catatan perjalanan hidupku, yaa you named it lah :).

Oke, itu ! ( Ala – ala Mario Teguh hehe ).

Apa lagi ya ?.

Hm, nah kan bener, artikel itu ga bingung dalam tulisan nya, sedangkan yang kulakukan itu yaa sambil mikir & sambil minum kopi hehe.

Oke teman – teman, begitu dulu aja ya.

Aku mau lanjut kerja dulu 🙂

Jakarta, 11 Juli 2024

Waktu Bersamaan Tuhan

Makin ke sini rasanya aktifitas ku makin padat, benar – benar padat.

Ya, kalo dilihat dengan kesibukan ku sekarang bahwa ini akan berlangsung hingga tahun – tahun mendatang.

Dan tentu, waktu yang lebih senggang ialah pada saat malam hari ataupun pagi hari.

Sisanya, beuh sibuk ya, bisa dibilang ga cuman satu aktifitas saja, melainkan bisa beberapa aktifitas dalam waktu bersamaan.

Lalu bagaimana aku menyikapinya ?.

Ya milih mana yang prioritas saja, dan fokus ke prioritas yang lebih penting, pelan – pelan, bertahap saja.

Aku ga bisa kaya orang – orang yang multitasking, dan aku sudah mencoba untuk multitasking tapi ya menurut ku aku ga bisa.

Dan, aku juga ga ada niatan buat bisa multitasking.

Yang ku lakukan & perbaiki ialah berpikir cerdas & pilih mana yang prioritas dahulu.

Jujur saja, akhir – akhir ini aku juga kalo mau nulis di laptop atau hp, rasanya tuh terdistraksi sama hal lain.

Umumnya email yang lebih dari 5000 an yang sudah menumpuk, chat wa yang pasti setiap hari nya lebih dari 1000 an chat, grup yang ratusan banyak, dan yang menarik nya ialah aku merupakan salah satu main character di sana.

Tentu, salah satu saja.

Tapi ya tetap, mesti dibaca kan.

Dan jika kau membaca tulisan ini, ini memang tulisan di hp ku, tapi hp kedua.

Hp kedua ku ini ga ada sim card, dan memang cuman buat tulisan dan meeting saja.

Ini sudah berjalan sudah lebih delapan bulan.

Dan, aku nyaman dengan ini.

Benar – benar devices yang tidak membuat terdistraksi.

Bukan aku menghindar dari ribuan chat atau email itu, tapi terkadang manusia butuh waktu dengan diri nya sendiri.

Terkadang juga aku berpikir, waktu ku bersama tuhan bisa dibilang sedikit sekali, terkadang hanya untuk sholat saja, ini benar- benar memalukan.

Dan cara perbaiki nya gimana ?.

Ya tinggal diperbaiki saja, tapi dalam implementasinya yaa tidak mudah.

Tapi itulah hidup, itulah kenyataan yang aku harus hadapin.

Jika kau tanya harapan ku sekarang, aku ga mau muluk-muluk saat ini, aku ingin sholat berjamaah tepat waktu, rutin mengaji, dan membuat waktu bersama tuhan di pagi hari.

Ya, pagi hari.

Ya Allah, berikan hamba mu ini jalan yang lurus, berikan hamba ini kekuatan, dan berikan hamba mu ini kemaslahatan di dunia dan akhirat.

Jakarta, 11 Juli 2024

Berharap

Hm, bagaimana aku harus memulai nya ya ?.

Yaa langsung saja kali ya bahwa masa depan ga ada yang tau ya.

Kadang dunia berputar begitu saja , bos kita saat ini bisa jadi bawahan kita nantinya, anak buah kita saat ini bisa jadi atasan kita nantinya, benar-benar bisa terjadi sih.

Yang penting kita saling respect aja satu sama lain.

Tulisan ini juga tiba-tiba aja kepikiran sih, yang penting dunia tuh di tangan kita, bukan di hati kita, katanya sih begitu.

Cuman, yaa implementasi nya yang sulit, tapi ya begitu namanya juga hidup.

Mesti ada tantangan, dan aku pikir bahwa aku senang bisa hidup.

Jadi, Socrates ku sampaikan padamu bahwa aku tak menyesal dilahirkan di dunia, tapi bahagia bisa hidup dan walau sulit tetap berharap.

Kau tahu bahwa sebagai seorang relawan palang merah Indonesia aku melihat beberapa orang yang bunuh diri polanya ya sama.

Apa itu ?.

Putus asa, hilang harapan, tidak memiliki makna hidup.

Jadi, Viktor F Frankl benar bahwa hidup harus ada alasan.

Asli, nulis ginian di hp ngantuk juga ya, mungkin udah jam 10 malem jadi biasanya udah tidur.

Tetap berharap ya !

Jakarta, 09 Juli 2024

Surga

Sore ini aku pergi ke toko swalayan untuk belanja bulanan.

Setelah mengantarkan ke toko swalayan, aku pun pergi dulu untuk mencari tempat makan di area sekitar.

Aku pun menemukan mie ayam dan disebelah nya ada tempat jual minuman es yang keterangan nya kalo es teh manis kecil harganya 3000 rupiah.

Dan aku liat di spanduk nya kalo di hari Jumat harganya menjadi 2000 rupiah.

Luar biasa.

Iya luar biasa, pedagang kecil itu butuh uang tapi dia tetap berusaha untuk bersedekah pada saat jumat berkah.

Tentu, orang – orang tipikal ini luar biasa.

Ini mengingatkan aku pada saat kuliah, dimana aku mendapat salah satu beasiswa dari pihak swasta.

Ya, itu merupakan beasiswa asrama rumah kepemimpinan.

Dan siapa aja bisa berdonasi untuk memberikan beasiswa kepada para mahasiswa / mahasiswi.

Yang membuatku takjub ialah bahwa sebagian pemberi beasiswa juga sebenarnya adalah orang yang mungkin kekayaanya belum banyak juga, alias masih banyak kekurangan nya.

Ada yang uang nya pas – pasan.

Pertanyaannya ialah,

” Kenapa mereka mendonasikan uang padahal uang nya tidaklah banyak ? “.

Ada beberapa jawaban yang ku temukan, ada yang menitipkan mimpinya pada generasi muda, ada yang untuk akhiratnya, ada yang ingin memberikan dampak, walau kecil gapapa, tapi tetap terus konsisten.

Jujur saja, aku terkagum dengan mereka !, Allahu Akbar.

Turun dari langit dunia

Saat di Atas Langit Grasberg

Tentu, katanya surga itu diatas.

Setidaknya, itu pula yang aku tahu juga.

Namun, ketika aku melewati awan, melewati ketinggian diatas 4000 MDPL, melewati sesuatu yang tidak banyak manusia bisa jejaki, yang kutemukan ialah kekosongan, kehampaan.

Akhirnya, aku sadari bahwa surga dunia bukanlah diatas awan, bukan !.

Dia justru ada di bawah, dia merupakan persoalan hidup yang terjadi di masyarakat.

Dan untuk mencapai surga di akhirat, maka harus melewati surga di dunia, surga yang berisi persoalan hidup di masyarakat.

Dan tugas seorang manusia ialah menyelesaikan persoalan untuk mendapat solusi terbaik & untuk melanjutkan kehidupan umat yang lebih baik.

Itulah apa yang ku dapat ketika aku turun dari langit.

Dan ya, setelah nya aku pun melanjutkan perjalanan hidupku yang mana ku temukan banyak sekali surga, banyak sekali manusia yang membuat aku terkagum – kagum.

Memberikan Kompetensi Terbaik

Berbicara mengenai kesuksesan maka setiap orang berbeda – beda.

Ada yang bilang harus S3, harus kaya raya, ataupun segala hal tentang dunia.

Namun, bagiku berbeda.

Aku pikir aku telah menemukan tujuan dari manusia itu sendiri ada, tentu karena aku manusia maka itulah menjadi tujuan ku juga.

Dan, tujuan itu bukanlah berasal dariku, melainkan tuhan sendirilah yang telah menjabarkan nya.

Apa itu ?.

Untuk beribadah kepada – Nya dan untuk menjadi pemimpin di muka bumi untuk mencapai ridho nya.

Sehingga, semua yang ada di dunia ujung nya yaa akhirat.

Caranya dengan memberikan kontribusi terbaik dari kita.

Bukan hanya menjadi yang bermanfaat saja, tapi menjadi bermanfaat dari kompetensi terbaik kita.

Ngomong – ngomong masalah memberikan terbaik dari kompetensi terbaik kita.

Akhir – akhir ini ada yang sedang heboh bahwa seorang yang lulusan dari PTN ternama kemudian bekerja menjadi cleaner di Australia.

Tentu, dia hebat karena dia percaya diri dan mau bekerja apa saja.

Tapi itu bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan dan perlu di sebarluaskan.

Aku yakin bahwa dia pasti bisa lebih baik dari saat ini, karena aku yakin bahwa dia bisa lebih baik.

Selanjutnya tentang hal itu, aku tak ingin berkomentar lagi.

Iya, kembali ke topik.

Dari orang – orang yang pernah ku temui yang tulus dan ikhlas itu pula yang menginspirasiku untuk bisa memberikan kontribusi sesuai kompetensi ku.

Aku ialah Insinyur, bagi yang belum tahu bahwa Insinyur berbeda dengan Ilmuwan, berbeda dengan Matematikawan ataupun Wan-Wan lainnya.

Insinyur ialah orang yang menggunakan kompetensi teknologi dan mengelola keuangan secara optimal untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah.

Iya, 2 point itu ialah teknologi dan optimalisasi uang.

Teknologi dalam hal ini artinya kita punya beberapa opsi teknologi untuk menyelesaikan masalah ataupun mencapai tujuan.

Kemudian, uang dalam hal ini artinya mengelola pada titik optimal, bukan yang paling mahal ataupun yang penting murah.

Yang paling penting ialah efektif & efisien.

Tentu, itulah latar belakang profesiku.

Namun, aku pikir bahwa aku lebih bisa lebih menglebarkan dalam hal kontribusiku.

Iya, aku pikir aku mampu memberikan dampak yang lebih besar daripada orang-orang umumnya.

Hal ini dikarenakan aku mempunyai guru – guru yang hebat, yang terus konsisten mengajariku, dan buku – buku yang ku baca yang begitu menginspirasiku, dan pastinya niatan dalam diriku yang diizinkan Allah bahwa aku bisa memberikan dampak yang lebih besar.

Aku tahu mungkin bagi beberapa orang ada yang bilang narsisme, biarkan saja.

Karena bagiku bahwa seorang muslim mesti yakin terhadap apa yang dipikirkannya dan apa yang dilakukannya.

Ya pelan – pelan.

Aku pun menjadi bagian dari relawan Palang Merah Indonesia ( PMI ) dan bagian dari WWF Indonesia.

Bisa dibilang Palang Merah Indonesia yang berurusan dengan manusia, sedangkan WWF Indonesia berurusan dengan hewan, tumbuhan, dan alam.

Dibayar ?.

Enggaklah, cuman sukarelawan.

Pastinya juga menjadi relawan yaa diajarin dahulu ilmu nya dong.

Menjadi relawan tuh mesti ikhlas & tulus, karena kita yang udah keluar energi, waktu dan mungkin juga uang.

Tapi ya tadi, kita bukan hanya bermanfaat saja, tapi harus bermanfaat semaksimal mungkin.

Aku tahu mungkin aksiku masihlah kecil, tapi aku tak perlu merasa malu, aku akan tetap melakukan aksi- aksi tersebut yang mungkin bisa berdampak besar atau bisa jadi menginpirasi buat orang lain.

Terakhir, mengutip dari Kitab Ta’lim Muta’allim Karya Syekh Burhanudiin Al-Islam Az- Zarnuji bahwa

Semoga kita mendapat mendapat keuntungan & keselamatan di akhirat

Rio Agustian Fajarin
Jakarta, 07 Juli 2024 Pukul 17.00 WIB

Fotoku pada saat menjadi relawan mengantarkan pasien patah tulang dari Rumah Sakit menuju rumah nya pada tanggal 01 Juni 2024 bersama Palang Merah Indonesia ( PMI )

Fotoku pada saat menanam Kopi di Desa Cibulao pada tanggal 29 Juni 2024 bersama WWF Indonesia

Jam Tidur

Jam tidur ya, hm.

Bagaimana ya aku memulai nya ?.

Oke, aku pikir bahwa website ini, yaa santai saja dan berisi curahan hatiku saja.

Mungkin aku bisa saja menulis tulisan tentang jam tidur secara ilmiah dari berbagai buku, misalkan saja buku Why We Sleep karya Matthew Walker, phd yang berisi 500 halaman itu.

Iya, buku itu mengupas banyak tentang tidur.

Tapi, aku tak ingin menulis itu semua secara detail di website ku ini.

Website ini tuh cuman curahan hati saja, jadi jangan expect banyak – banyak ya 🙂

Oke, kembali ke jam tidur.

Aku pikir aku terlalu banyak tidur ya, bisa dibilang rata – rata tidur ku 1 hari itu bisa 8 jam.

Banyak kan ?.

Iya banyak.

Jika dibandingan dengan teman – teman ku, aku paling banyak kayanya.

Cuman menurutku saja nih ya, banyak waktu teman – teman ku ya tidak efektif, alias pada saat hari terang tuh banyak ngabisin waktu yaa gosiplah, main games dan lainnya.

Itu sih sepenglihatan aku saja.

Jika aku kalo bisa dimaksimalkan saja hari itu.

Karena aku sadar, kalo malem itu aku ga kuat alias tidur.

Iya, aku morning person, bisa dibilang tanpa pasang alarm aku tuh udah bangun di jam 4 pagi.

Bagus ?.

Ya bagus aja sih, kan tidur cukup.

Tambahan

Tapi, aku pikir aku juga terlalu banyak tidur ya, atau aku mesti semakin padatin saja aktifitasku pada saat hari terang.

Tentu, ini membut aku mesti berpikir cerdas karena harus memilah mana yang akan dikerjakan dan mana yang prioritas.

Jika dilihat dalam 1 bulan terakhir, aku pikir mengurangin waktu tidur itu sulit untuk ku.

Bukan berarti aku ga bisa bergadang, pada case tertentu yaa pasti bisa.

Cuman siasati nya ya mesti tidur siang.

Atau kalo cuman beberapa kali ya kuat.

Iya misalkan saja saat daki gunung dan bergerak di dini hari ya bisa saja.

Tapi, kalo buat bergadang menjadi sebuah kebiasaan maka buat diriku sendiri aku sudah simpulkan bahwa aku ga kuat.

Atas dasar itulah aku jadi harus berpikir cerdas untuk memutuskan mana yang penting dan mana yang tidak penting

Kembali ke tidur ya.

Awalnya aku mau nulis tentang tidur itu jam berapa ke jam berapa.

Tapi, seiring dengan aku menulis ini, aku pun sadar juga bahwa itu sulit untuk ku.

Jadi aku memutuskan untuk menulis sesuatu yang bisa aku kendalikan.

Iya, pada saat hari terang.

Bisa dibilang, berpikir dengan cerdas harus menjadi keharusan.

Kalo tidak, ya bakalan rumit hidup.

Hm, dan sekali lagi bahwa kesimpulan dari tidur dalam Why we sleep karya matthew walker, phd bahwa tidur juga merupakan bagian dari produktifitas.

Aku sepakat dengan itu.

Dan tulisan ini janganlah kalian langsung ambil kesimpulan, iya jangan.

Ending dari tulisan ini ialah agar kita dapat berpikir tentang diri kita sendiri, kelebihan dan kekurangan kita masing -masing.

Ujung nya apa ?.

Ya berkaryaa.

Dan untuk itu tidur yang cukup pada waktu kalian merupakan penunjang penting.

Jakarta, 07 Juli 2024

Reminder

Hari ini ialah hari Minggu, 07 Juli 2024.

Yaa, aku dirumah saja.

Walau dirumah, aku lebih banyak menghabiskan waktuku di atas kasur, yaa itu sih kemarin.

Kalo sekarang ya semoga engga ya, karena masih pagi.

Bisa dibilang kemarin tuh hari sabtu aku banyak diatas kasur.

Ngapain aja ?.

Hm, meeting sih banyak ya, cuman tetap saja diatas kasur.

Tentu, hal ini sangat tidak bagus.

Selain kita menjadi pasif, alias menunggu bola, masih banyak dampak negatif lainnya.

Apa aja ?

Banyak !.

Jadi males, jadi ga sehat, jadi lemas dan masih banyak lainnya.

Aku pikir ini juga karena aku semakin buncit.

Iyaa, aku merasa bahwa semakin banyak lemak di perutku menjadi semakin males.

Buncit

Aku pikir hampir semura orang tahu kenapa perut buncit terjadi, atau mungkin kalian juga sudah buncit.

Definisi buncit ya beda-beda ya, ada yang bilang kalo cowok itu lingkar pinggang diatas 100 cm saja sudah buncit.

Kalo aku sih belum sampai diatas sana ya, cuman tetap saja aku merasa buncit.

Sekali lagi, kitalah yang paling mengerti diri kita sendiri.

Iya, kurang ohlaraga, asupan kalori yang berlebihan, kurang tidur, atau stress pun itu juga membuat perut buncit.

Dan kalo sudah buncit, itu bikin tubuh menjadi mager rasanya.

Ya rasanya ya, itu soal nya yang aku rasakan.

Jujur aku ga mau buncit, menurutku dalam buncit itu tanda bahwa diri kita tidak sehat.

Dan ya, selagi bisa kita usahakan untuk tidak buncit ya ayukk.

Kopi

Tentu, pagi ini biar semangat aku meminum kopi Toraja.

Iya, bisa dibilang bahwa aku setiap hari minum kopi.

Bisa jadi 2 kali sehari ya, pagi & siang.

Rasanya tuh kalo minum kopi, pikiran jadi cerdas dan fokus saja.

Mungkin itu dampak dari kafein.

Dan, aku membeli kopi itu di pasar dekat rumahku.

Bisa dibilang 1 x sebulan aku ke pasar buat membeli kopi.

Setelah kopi jadi, aku tambahkan dengan es batu dari kulkas.

Hm, ya selera orang kan beda – beda ya, tentu aku lebih prefer untuk menggunakan es.

Setelah itu, aku membuka buku ku.

Buku

Ya, sembari minum kopi aku pun membuka beberapa buku dalam perpustakaanku.

Ku cari yang temanya produktifitas, aku ambil 4 buku berbeda.

Tentu, buku – buku itu sudah ku baca dan aku membuka kembali untuk membuka beberapa inti bagian saja untuk mengingat.

Dan ya, semangatku kembali lagi.

Bisa dibilang bahwa buku hardcopy itu menurutku sangat penting karena selain bisa dibaca ulang – ulang, dapat juga untuk tetap fokus.

Berbeda dengan melalui hp atau laptop yang entah kenapa ada saja pemecah fokus nya.

Bisa dibilang bahwa salah satu kelebihanku dan aku syukuri ialah bahwa di usia muda aku telah membaca banyak buku, efeknya ?.

Luar biasa, minimal banyak referensi untuk hidup terus ada harapan.

Iya, hari demi hari tuh rasanya bisa saja bermakna dan terus mencapai rekor baru.

Rekor baru ?.

Hm, iya gitu.

Misalkan saja dengan membaca buku kita bisa mendapat gelar baru setelah melewati proses nya, atau kalo yang suka lari bisa jadi target nya marathon dan lolos.

Hm, seperti itulah.

Rasa bosan pun pasti akan ada, iya namanya juga manusia kan.

Setelah aku membuka halaman saja banyak sekali hal yang ku ingat kembali.

Ada point yang bilang bahwa setiap hari minimal nulis 1000 katalah, setiap hari minimal hafal berapa ayat lah dan masih banyak lainnya.

Beeuhh,,, ngena ey !.

Aku sepakat dengan itu semua bahwa kehidupan sangatlah bentar dan mesti bermakna.

Dan tentu harus semakin dekat dengan akhirat.

Dan itu semua, orang yang akan merasakan manfaat atau kesialan nya yaa diri sendiri.

Tentu, misalkan main games itu enak, aku pikir juga pas masih kecil waktu ku banyak main games PS2 di rental serta game online di Warnet.

Tapi, semakin dewasa kita bisa berpikir dengan lebih baik dan memilih.

Karena itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, ya akal.

Puasa Daud

Puasa Daud ya, hm.

Tentu aku sudah kenal nama itu sejak lama.

Bisa dibilang puasa daud adalah puasa yang luar biasa hebat dan banyak manfaat nya.

Manfaat nya apa saja ?.

Banyak! kau bisa cari saja di google.

Hm, beberapa kali aku telah mencoba puasa ini, tapi tak tahan sampai 1 bulan sudah selesai.

Jujur saja, dalam hatiku selalu ada niat untuk puasa Daud, namun dalam pelaksanaanya sangat sulit.

Iya, tapi semua kegagalan itu karena kesalahan ku.

Aku ialah orang yang jujur dan aku tak ingin seperti orang yang membela diri.

Karena dalam kejujuran terdapat respect, terdapat kemajuan, dan terdapat ketenangan.

Ya Allah, kuatkan hamba mu ini bisa Puasa Daud ya Allah, amin.

Dan terakhir,

Hidup hanyala berawal dari adzan dan berakhir pada sholat

Jakarta, 07 Juli 2024 Pukul 09.10 WIB

Lelah

Ahh..( Ku tarik nafas dalam-dalam ).

Ya, ku itu yang bisa aku sampaikan.

Jujur saja bahwa ini baru saja masuk ke Q3 tahun 2024 tapi rasanya energi ku sudah mau habis, benar-benar habis.

Ya, mungkin itu resiko lah menjadi aku.

Menjadi aku ya, hm.

Ya, hidup dimana keputusan ada di tangan ku, bukan hanya untuk diriku saja, tapi juga untuk lingkungan sekitar ku.

Keseharian ku ialah melakukan pekerjaan yang menggunakan otak.

Jujur saja, akhir-akhir ini masih terkait case yang terjadi.

Ya, itulah bagian resiko menjadi pemimpin, menderita.

Tapi, mau bagaimana lagi.

Ya terima aja.

Akhir-akhir ini bahkan ketika aku sudah sampai rumah, aku langsung tidur dan bangun pada esok paginya.

Membuat keputusan yang tepat dengan jumlah yang banyak itu benar-benar menguras otak.

Ya inilah bagian yang harus aku lalui.

Bagian hidup sebagai upaya proses pendewasaan diri.

Karena buka usia yang membuat kita menjadi dewasa tapi tanggung jawab.

Ngomong – ngomong masalah tanggung jawab tanpa terasa sudah 15 tahun aku telah menjalani hidup sesuai dengan keputusan diriku sendiri.

Iya, aku mulai pada saat kelas 2 SMP, saat itu baru tahun 2009 ya.

Dan sejak saat itu, tanggung jawab terhadap diriku telah dimulai, dan seiring berjalan nya waktu telah menjadi cakupan yang lebih luas.

Cape ga ?.

Ya bangett, banget.

Karena aku harus berpikir jernih.

Tapi aku akan tetap memilih untuk ini daripada aku rebahan saja.

Kenapa ya ?.

Hm, mungkin rasanya pensiun dini dan tidak melakukan apapun itu bosen banget sih.

Alias, manusia mesti melakukan sesuatu untuk menunjang kehidupan nya.

Jika cuman dikamar saja ya bosen banget ga sih.

Ku tulis dengan sedikit mata terpejam.

Jakarta, 02 Juli 2024

Tentang Websiteku

Tentang websiteku.

Yaa, di pekan lalu aku barusan renewal domain & website selama 1 tahun kedepan.

Bagi yang belum punya website pribadi, aku cuman mau bilang bahwa punya website itu murah kok.

Ya, perbulan ga sampai 50 ribu aja.

Memang tergantung jenis website nya, kalo cuman website yang sederhana kaya punya ku yaa murah.

Atau bisa juga nulis nya di blog aja.

Dulu aku juga nulis nya di Blog & Tumblr.

Alasan mau punya website pribadi awalnya tuh biar semangat nulis, tapi kenyataanya ga rutin ya, yaa kemarin – kemarin wkwk.

Sekarang mah, mau semangat nulis lagi.

Insipirasi Awal Menulis di Blog

Bisa dibilang dulu pas mulai kuliah di UI tuh ada aktifis yang sekarang masih eksis namanya Faldo Maldini, dia itu dulu ketua BEM UI dan suka memberikan cerita nya di blog pribadinya.

Ya, aku pikir dia punya narasi tulisan yang bagus.

Kemudian, aku masuk beasiswa Rumah Kepemimpinan yang mana aku mesti menuliskan aktifas ku selama satu bulan yang telah dilalui sebagai bahan laporan kegiatan aku kemarin.

Ya, itulah cerita awal – awal kenapa aku mulai menulis di sosial media.

Konsisten

Konsisten dalam menulis, itu lah yang paling sulit yang aku alami.

Aku pikir aku tak pernah kekurangan bahan dalam menulis.

Hal itu terjadi karena jika kau banyak baca buku maka kau tak akan pernah kekurangan cerita.

Tapi, untuk membagikan nya tentu butuh effort.

Hm, sebenarnya sih mungkin karena dari awal budaya kita lebih sering ngobrol daripada menulis, sehingga kita lebih suka membagikan nya melalui obrolan bukan melalui tulisan.

Aku pikir itu salah satu akar kenapa bangsa kita ga maju yaa karena pengetahuan mesti diikat dengan tulisan.

Untuk apa ?

Untuk direview, di evaluasi sehingga akan selalu ada perbaikan dari waktu ke waktu.

Jika dibandingkan dengan masyarakat Singapura yang umumnya anak muda nya ingin menjadi penulis, luar biasa !.

Sebuah negara yang bahkan luas nya hanya seluas Jakarta tapi begitu terkenal & lebih digdaya daripada Indonesia.

Ya, atas dasar itulah aku percaya juga bahwa salah satu akar paling kuat kenapa bangsa Indonesia hingga saat ini masih lemah dan bahkan belum dikenal itu karena minimnya literasi.

Untuk itu kedepan, mesti banyak baca buku, mesti banyak menulis, dan hal terkait dengan literasi, ikat dengan tulisan.

Ini semua untuk menuju masyarakat berperadaban kelas dunia.

Detailnya sudah ku rumuskan dalam Buku RA.

Kembali ke Website.

Hm, awalnya aku mikir bahwa di website ini itu isinya cerita kehidupan ku yang mana di akhir tahun nanti aku akumulasi dalam satu buku.

Tapi, sekarang aku mulai berpikir lagi juga, ” Sayang juga ya, kalo jarang post tapi tetap bayar 🙂 “.

Dan benar juga sih !.

Ada atau tidak post aku tetap bayar biaya maintenance ini kan.

Kedepan

Kedepan, kabar bahagia !.

Ya kabar bahagia untuk para pembacaku.

Aku pikir bahwa isi buku Terima Kasih Jilid 2 : Kepada Buku akan aku bagikan dalam website ini. Iya, pada website ini.

Sebenarnya, kalo bikin buku itu pakai google docs sendiri, tapi ya bolehlah bahwa isi buku Terima Kasih Jilid 2 : Kepada Buku yang akan terbit tahun depan, tahun 2025 aku bagikan disini.

Ya, bukunya sih belum ditulis ya hehe, taoi draft nya sudah ada.

Dan, di website ini ialah bukti aku ingin tumbuh bersama tulisanku, bersama para pembaca ku, dan bersama para ideologiku.

Ya, kalo gitu aku bagikan draft buku Terima Kasih Jilid 2 : Kepada Buku.

  1. Summary : yang isinya isi buku secara ringkas, jumlah halaman dan lainnya
  2. Resensi : yang isinya kelebihan dan kekurangan buku
  3. Ucapan Terima kasih : ini sih inti dari buku itu. Bagaiamana buku ini berarti untuk ku

Nah, itu sih draft buku nya.

Kenapa dishare ?

Yyailah bung, ga usah takut untuk di copy paste.

Dunia ini terlalu luas jika kita berkuasa sendiri.

Lagi pula, tidak ada hal yang baru di bawah sinar matarhari yang sama.

Dan terlebih jika kau menulis dari jiwa, maka tak ada yang yang bisa benar-benar copy paste seperti yang telah kau lakukan.

Orang-orang sekitar

Aku tahu bahwa ketika aku mulai menulis lagi di website ini, beberapa orang begitu terinspirasi.

Ada yang buat tulisan di blog pribadinya, ada yang buat channel youtube nya, dan masih banyak lainnya.

Ya, itu semua kutahu karena banyak japrian yang masuk dalam WA ku.

Tentu, apa ya mereka lakukan akan memberikan dampak paling signifikan pada mereka sendiri.

Jakarta, 22 Juni 2024
Di halaman rumah yang ku tulis dengan laptop diatas meja dan ditemanin kopi Jogja yang ku beli dari Jogja