Menunggu Antrian Di Padang Mahsyar

Terkadang dalam kesendirian kau akan selalu menemukan siapa dirimu sendiri.

Kau tahu sudah berapa banyak manusia hidup di bumi ini sejak nabi Adam hingga sekarang.

Jumlah nya banyak !.

Sudah triliunan manusia aku yakin.

Dan mereka semua akan dikumpulkan pada hari kiamat di Padang Mahsyar.

Itulah apa yang aku yakini sesuai agama ku.

Dan walaupun aku sudah tahu akan ada akhir pengadilan, akhir akhir namun pada kenyataannya bahwa aku pun masih cinta dunia.

Terkadang, dunia mengambil hatiku.

Apa yang mesti dilakukan.

Dunia hanyalah sementara dan akhirat adalah selamanya.

Teori itu aku tahu banyak sekali orang yang percaya, tapi dalam implementasi pengisian hidup itu rasanya sulit sekali, ya namanya juga hidup ya.

Alias hidup adalah ujian.

Cuman ya gitu, semoga kita bukanlah termasuk orang-orang yang merugi.

Mata

Tentu, pintu masuk awal maksiat adalah mata.

Hati-hati dengan mata, terutama pria.

Dari matalah awal mula kebanyakan dosa dilakukan.

Sebenarnya ulama sudah mengajarkan bahwa apabila kita berbicara dengan yang bukan mahram nya maka sebaiknya jangan melihat mata nya, tetap menjawab tapi tak perlu melihat.

Kata orang tak sopan, kata siapa ?.

Iya itu sesuatu yang diperdebatkan.

Tapi aku percaya bahwa itu sopan.

Lagi pula, aku juga orang yang masih belajar, masih banyak salah, dan masih banyak hal yang ingin aku perbaiki.

Hidup Sekali

Tentu, hidup di dunia cuman sekali.

Atas dasar itulah bahwa aku mesti bergegas, mesti memanfaatkan momentum yang ada.

Saat ini, aku berada di Jakarta.

Sesuatu yang saat ini aku harus manfaatkan lebih dari pada sekedar nya.

Ketika aku masih di Papua, aku menyadari bahwa perubahan dimulai dari kota paling dekat dengan perubahan itu sendiri, Jakarta.

Ketika aku lulus kuliah, aku menyadari bahwa sebenarnya yang paling dekat dengan perubahan teknologi, riset dan lainnya ialah kampus itu sendiri.

Terutama kampus UI, kampus ku.

Terkadang kita berpikir bahwa orang lain lah yang akan merubah, tapi kenyataannya kita lah orang tersebut. Kita lah orang yang paling dekat dengan perubahan itu sendiri.

Tak Ada Visi Kembali

Aku tahu bahwa cara ku melihat masa depan berbeda dengan pada orang pada umumnya.

Yang penting aku terus maju. ” Keep going! “.

Lagi pula dari awal aku hidup tak membawa apapun, dan pada akhirnya aku tak membawa apapun. ” Lalu apa yang mesti aku takutkan dalam hidup ? “

Jika ada yang pasti itu adalah hidup yang tak di ridho oleh Nya !

Apa kau tahu bahwa syair terkenal dari abu Nawas dalam perenungan terhadap hidup nya begitu melegenda ?

Apa kau tahu bahwa katanya negara yang disebut Israel itu didirikan karena terinspirasi oleh sebuah buku yang ditulis dari orang Yahudi ?

Bahkan sampai penulis itu mati, impian dia tak terwujud dan baru terwujud puluhan tahun setelah kematian nya

Apa kau tahu bahwa negara Indonesia yang merdeka tahun 1945 itu terbentuk jauh dari tahun 1945.

Salah satu nya Tan Malaka yang menulis buku ” Naar de republik “ yang dimana Soekarno muda terilhami dan berjuang agar negara Indonesia terbentuk.

Apa kau tahu Hitler dalam menulis buku mein Kampf selama 10 tahun sejak release buku tersebut bahwa buku tersebut tak terkenal.

Dan baru dikenal lagi ketika Hitler menjadi tokoh politik Jerman dan mensosialisasikan lagi buku tersebut dimana buku tersebut merasakan apa yang dirasakan Hitler untuk melawan perjanjian Versailles yang merugikan Jerman.

Apa kau tahu malala mengubah dunia hanya dengan sebuah pulpen yang ia tulis dan menceritakan pengalaman nya

Itulah kekuatan tulisan, dia begitu hebat.

Senjata paling ampuh adalah tulisan.

Dan itu lah yang apa aku lakukan saat ini, menulis dan memperjuangkan nya.

Allah telah memberikan aku jalan yang lurus.

Jalan itu tak mungkin aku bisa bergerak sendiri untuk mengubah scope yang lebih besar.

Aku butuh kalian !

Aku mohon maaf dikarenakan selama 100 tahun sejak tahun 1945 dunia berada dalam kedamaian yang sebelumnya kedamaian yang belum pernah ada.

Aku tahu itu nyaman, tapi itu semua dikarenakan adanya kapitalisme yang membuat dunia damai secara palsu.

Yang membuat manusia kehilangan hakikatnya sebagai manusia dan sebagai Hamba tuhan. Detail dari penjelasan kontroversial ini aku jabarkan dalam buku RA ku.

Aku tahu bahwa banyak yang tak mendukung, banyak pula yang mendukung, tapi aku akan tetap maju.

Karena Padang Mahsyar sudah menunggu ku, dan semoga aku kesana dengan kebanggaan karena melakukan sesuatu yang memang mesti aku lakukan.

Jakarta, 14 September 2024

Melangkah Jauh

Melangkah jauh.

Ya itu itu judul tulisan ini.

Ya sembari nunggu hujan reda, ya nulis lah di hp hehe.

Aku inget profesor ku di kampus, diaman ruangan nya itu di dalam ada ruangan kaca nya sebelum masuk ke ruangan dia.

Dan isinya penuh dengan rumus.

Jujur saja, pertama kali aku datang ke ruangan itu takjub ” luar biasa ” pikirku.

Kemudian, beliau pun menjadi pembimbing ku dan selama satu tahun aku berada di ruangan itu eh ga pernah tuh mereka menulis di kaca :).

Ya mungkin karena sudah ada papan tulis di dalam ruangan.

Dan aku pun ga pernah menanyakan kenapa banyak rumus di kaca dalam ruangan.

Tapi beliau selalu berpesan bahwa ide datang dari mana saja dan dari tempat mana saja.

Dan ketika ada ide mesti ditulis, diikat itu katanya.

Ditambah karena aku suka baca buku, banyak penulis yang menyampaikan hal yang sama seperti Ahmad Rifai Rifaan yang kenapa tulisan nya begitu banyak ya karena dia menulis di waktu senggang, misalnya di waktu menunggu, seperti yang aku alami.

Target

Ya itu juga membuat aku target baru sih.

Sebelumnya aku baru mencapai tulisan ke 100 dalam website ini itu dalam kurung 4 tahun.

Iya lama banget vakum nya, apakah bisa nanti lebih cepat ?.

Ya semoga saja.

Aku sih target dalam 2 bulan bisa 100 tulisan lagi.

Jadi dalam 1 hari minimal 2 tulisan kalo konsisten.

Ya semoga saja.

Mohon didoakan saja.

Benar sih, ini hujan gede banget tapi aku banyak dapat inspirasi.

Inspirasi itu datang kalo buat aku ya banyak ketika aku tidak mengobrol alias berpikir.

Terlalu banyak ngobrol ga bagus, apalagi yang ga penting, kalo gosip ?

Gila, aku ga pernah gosip dan ga tertarik sih.

Itu target ku sih.

Buku kecil

Oh iya, selain hp aku juga ada buku kecil dengan pulpen.

Aku selalu membawa itu, ya tadi karena kalo ada insipirasi ya catat aja dulu.

Lagi pula sekarang aku sudah menyusun buku terimakasih jilid 2 yang akan release di Q1 tahun depan.

Jadi, kalo ada waktu luang aku sempat juga buat menulis itu.

Filsuf yunani pernah bilang bahwa salah satu penyesalan hidup ialah kehidupan itu sendiri.

Emang sih hidup ada ujian.

Cuman gimana ya, udah ga bisa lari.

Aku sudah melangkah jauh, bahkan terlalu jauh bagi seorang anak kecil dalam dunia yang luas ini.

Karena aku akan merubah dunia !

Jakarta, 12 September 2024

Hujan ya

Akhir-akhir ini sepertinya sudah masuk musim hujan.

Ya, di kamis ini aku pergi ke kantor.

Minggu ini aku pergi ke kantor karena pekan depan aku sudah full di luar kota.

Sekitar jam 5 sore aku pun keluar dari parkiran motor kantor untuk menuju rumah.

Tapi melihat cuaca yang sudah mendung akhirnya ku lanjutkan saja dan berpikir untuk berteduh di tempat makan di pinggir jalan.

Tapi ternyata, hujan pun mulai turun dan karena aku lupa bawa jas hujan akhirnya aku menepi di JPO penyebarangan di dekat mal kota Kasablanka.

Ya neduh dulu.

Refleksi sejenak

Dulu ketika hujan pas aku masih kecil itu ya main bola, main hujan-hujanan, bersihkan got dan masih banyak lagi.

Ya, benar-benar masa kecil yang indah.

Sekarang mah justru menghindari, ya mungkin karena aku naik motor lebih sering ya.

Entah kenapa aku memilih untuk berteduh saja.

Untuk apa ?.

Untuk menghindari sakit.

Ya mesti jaga kesehatan.

Makin tua makin banyak tanggung jawab.

Ada amanah untuk impian diri sendiri, keluarga, pekerjaan, hingga negara.

Tentu, aku mesti paham kondisi.

Dan ya tadi, beda momentum beda aktifitas.

Ini pula yang membuat refleksi bahwa sekarang ada masa saat aku masih sehat, dan nanti aku akan makin tua dan kurang sehat seperti pada masa muda.

Sekarang aku masih bisa kemana-mana.

Alhamdulillah aku menikmati proses demi proses.

Intinya sih aku mesti sadar bahwa setiap momentum memiliki ritme nya masing – masing

Saat menepi di jembatan penyebrangan JPO dekat kota Kasablanka.

Jakarta, 12 September 2024 pukul 17.15 WIB

Renungan Pagi

Orang datang dan pergi, ya itu biasa saja.

Terkadang dalam hidup, kita terlalu berharap sama orang yang kita cintai.

Entah itu keluarga, pacar, istri, suami, anak ataupun lainnya.

Padahal, manusia ialah tempat nya kecewa.

Jangan pernah berharap sama manusia !.

Itu saja.

Jika kau ingin melakukan yang terbaik lakukan sendiri, kau boleh mempercayai ataupun mendelegasikan kepada manusia lain tapi tak perlu berharap.

Jika berhasil, Alhamdulillah, jika gagal ya tak perlu kecewa alias takdir.

Tentang Takdir

Jodoh, rezeki, maut itu udah takdir.

Itu minimal yang aku percaya.

Jadi kalo memang sudah usaha tapi belum takdir nya ya memang seperti itu jalan nya.

Terkadang ada orang yang paling sok tahu tentang memberikan arahan jodoh lah, rezeki kah atau apapun.

Saran ku : dengerin saja, setelahnya menjauh lah dari orang tersebut.

Ya kenapa ?.

Kita ga minta saran tapi dia yang tiba-tiba kasih saran yang panjang lebar dan dialah yang sepertinya paling benar.

Biasanya orang kaya gitu padahal dia yang paling banyak ngeluh dan ekspetasi terlalu banyak dalam hidup.

Menjauh dari orang tersebut lebih baik dikarenakan tak perlu menghabiskan waktu dengan orang itu, dan fokus saja langsung bekerja ataupun berkarya.

Teman terbaik

Tentu kategori teman-teman terbaik itu ya paling membuat diri kita lebih baik.

Dan bisa dekat dengan -Nya. Serta, selain se frekuensi tapi paling penting juga tulus.

Bisa di cek pas kalian susah dia masih menghubungi kah ?.

Oh iya, teman juga belum tentu teman kantor, teman sekolah, ataupun teman komunitas.

Bukan !.

Dia itu teman yang tak peduli naik turun hidup tapi dia ada di dalam lingkaran hidup kita.

Menjadi laki

Be a man ya.

Hm jelas sih di otak ku ya laki harus kuat.

Itu udah menjelaskan segalanya.

Kunci dari kuat adalah kesadaran diri.

Sadar bahwa ada waktu kerja, ada waktu ibadah, ada waktu keluarga, ada waktu sosial, ada waktu ohlaraga dan banyak lagi.

Ya itu bagaimana aku memandang seorang laki-laki.

Jika tak kuat, maka kuatkan lah.

Kenapa?.

Karena banyak tanggung jawab kita.

Keluarga kita juga kita yang nuntun ke akhirat.

Lawan kemalasan

Bener-bener deh kita mesti lawan kemalasan.

Kenapa ?.

Ya karena kalo males nih ya bakalan sia-siain waktu aja.

Semoga aku masih bisa terus nulis dan makin semangat kawan kemalasan.

Amin ya Allah.

Jakarta, 12 September 2024

Belajar Dari seroang yang bekerja di silikon valley

Hari itu seperti nya hari biasa.

Hari tersebut pada hari Selasa, 27 Agustus 2024.

Banyak sekali drama yang terjadi, dan pada akhirnya aku lah yang menyelesaikan masalah demi masalah.

Ya seperti itu lah aku, padahal masalah itu bukan datang dari aku tapi ya sudahlah.

Gara-gara itu, aku pun tak sempat ke kantor dikarenakan mesti fokus menyelesaikan masalah itu.

Dan ya, setelah selesai waktu pun sudah mulai siang dimana aku tak sempat ke kantor di daerah Sudirman,

Kemudian aku mengingat kembali di hari ini dimana temanku Juan mengingat kan aku bahwa hari ini ada undangan dari orang silicon valley yang akan berbagi pengalaman nya di kampus UI.

Iya, khusus beberapa start up saja yang lulus dalam tahap dana hibah dari kampus UI.

Dan ya, aku pikir aku akan bekerja dari sana.

Jarak rumahku dengan kampus UI itu menurut ku sangat dekat yakni 15 menit saja menggunakan motor.

Aku datang di gedung Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI disekitar jam 2 siang.

Sampai saat ini aku masih mengenal nya sebagai gedung perpustakaan lama UI yang sekarang di renovasi menjadi gedung DISTP UI.

Ada beberapa orang yang datang sekitar 20 orang dalam ruangan tersebut.

Acara pun dimulai.

Acara dimulai dengan pembukaan dari team DISTP UI dan dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari Pembicara yakni Pak Bullith.

Pak Bullit Sesariza adalah seorang Development Director Turingsense yang merupakan Startup dari Silicon Valley yang berfokus pada pengembangan IOT dibidang olahraga.⠀

Jika ku cermati apa dari Pak Bullith itu seperti apa ya, seseorang programmer coding yang juga memulai nya dari nol, memulai dari membuat games, kemudian bekerja di sebuah perusahaan games, dan memperkenalkan games nya ke kampung demi kampung.

Dan terus berjalan maju, hingga mengikuti kontest start up, mendapatkan pendanaan dan memulai riset games yang saat ini dapat dijual dengan bebas.

Ya, seperti itulah kira-kira yang ku tangkap dari penjelasan nya.

Tidak ada jalan istimewah, melainkan proses demi proses nya.

Mungkin aku akan jabarkan dalam beberapa point dibawah ini.

Passion

Dimulai dengan passion.

Iya, Pak Bul saja kusebut nya biar gampang.

Itu dari kecil sudah suka games, dan terus ingin main games, dimana dia berencana untuk kuliah ambil jurusan komputer untuk membuat games.

Feedback ku :

Kedengeran nya sih kayanya lurus-lurus aja ya ?.

Tapi menurutku ini benar banget.

Kalo kita melakukan pekerjaan yang kita memang suka di bidang tersebut, ya walau kerja lebih daripada normal, banyak tekanan, tapi kita masih mau berjuang untuk melakukan itu semua.

Hm, itu juga sih yang aku rasakan ketika aku memulai ke insinyuran ini.

Jadi, kita dalam memilih pekerjaan harus sesuai dengan passion kita.

Berani

Ya, Pak Bul itu sama seperi kigta yakni pegawai yang kerja di kantoran biasa, tapi dia dan teman -teman nya bernai untuk membuat jalan baru dengan cara mengikuti lomba start up.

Dan ya, dari situ mendapat pendanaan, presentasi di luar negeri, dan jalan terbuka demi terbuka.

Terkadang, kita hanya perlu membuka satu pintu untuk terbuka pintu lainnya.

Feedback ku : Maju terus !

Menerima Kritik

Ya, games yang dibuat Pak Bul & team itu kaya kita misal nih ikut yoga online tapi nanti kita ikutin gerakan nya.

Nanti ketahuan deh berapa persen gerakan yang kita lakukan apakah sama atau engga.

Awal nya yoga itu bukan urutan pertama sebagai pilihan, melainkan tenis, dan lainnya seperti basket.

Namun, itu terlalu sulit yang dirasakan oleh pak Bul & team nya.

Selain itu juga yang bersedia menggunakan teknologi yang Pak Bul & team bikin itu paling kalangan atlet proseffsional saja.

Sehingga, bisnis tak mungkin sustain jika seperti ini.

Akhirnya di pilihlah Yoga, selain gerakan nya lambat dan juga peminat nya banyak.

Feedback ku :

Iya, terkadang dalam bisnis kita tak perlu terlalu egois.

Alias, memahami market market.

Mana market yang ingin dituju kan. kan ini bisnis ya wajar saja menurutku.

Riset, dan riset

Menariknya Pak Bul & team nya itu selama 5 tahun tak menjual satu pun games nya.

Loh kok bisa ?.

Iya karema culture yang berbeda.

Alias, venture capital masih mau menerima jangka panjang business nya walau belum mendapatkan uang.

Ini juga dalam sesi tanya jawab ku tanya kepada beliau,

” Terus investor dapat duit nya dari mana ? “

Beliau menjawab dari kepemilikan sebagian hak paten.

Iya, dari situ informasi yang ku dapat.

Jika dibandingakn dengan negara Indonesia ya masih jauh, masa iya kita mau kasih duit dan selama lima tahun kita selaku investor ga dapat pemasukan uang, dan hanya mendapat laporan pekerjaan ?

Nah itulah bedanya dengan kita.

Mereka sudah maju, mereka mau menunggu, dan mereka saling percaya satu sama lain.

Semoga suatu hari nanti Indonesia perkembangan pendanaan venture capital nya dapat seperti ini.

Feedback ku :

Ini epic sih, masa iya kita kasih duit buat orang belajar dan belum tentu berhasil ?.

Tapi fakta begitu, di negara-negara maju sudah menerapkan seperti itu.

Selain itu, juga perusahaan yang mendapat uang tersebut juga terus melakukan riset inovasi untuk dapat mengwujudkan mimpi nya.

Bayangin saja lima tahun ga ada penjualan dan hanya inovasi ?.

Gila ini, lama banget. tapi semua terbayarkan ketika berhasil.

Ini masih epic sih menurutku.

Go Global

Saat ini, Pak Bul itu tinggal di Indonesia dan paling 6 bulan sekali ke Amerika.

Hal ini karena perusahana nya sudah existing. Terus aku nanya ke beliau

” Cara kerja nya gimana ? “.

Dan dia menjawab yakni dengan meeting online seminggu sekali, dengan tim yang di itali juga seminggu sekali, dengan tim di USA seminggu sekali dan ada monthly meeting yang bersamaan.

Feedback ku :

Jadi, zaman sekarang kita ga perlu ketemuan offline selalu, selama goals tercapai ya cukup.

Dan tentu, kompetensi bahasa sangat penting yakni dalam ini bahasa inggris.

Dan menurutku acara seperti iu bagus sekali ya, memang jika kita mau maju harus mendapat perspektif baru juga, terutama dari negara maju.

Dan ya, setelah nya aku makan di Fakultas Ilmu Budaya ( FIB ) bersama temanku untuk membahas start up kami.

Dan ketika aku di kantin FIB, aku melihat generasi baru yang terus tumbuh, artinya usiaku akan terus bertambah dan muncul lah generasi baru demi baru.

Ini juga membuat aku sadar bahwa kesehatan ku juga makin tua akan makin lemah. Jika aku terlalu terlena maka kesehatan ku akan habis begitu saja.

Aku harus bergegas, bergegas membuat sesuatu yang bisa aku lakukan selama aku masih sehat !

Foto bersama Pak Bullit Sesariza Setelah acara selesai

Jakarta, 27 Agustus 2024

Pak Bul, aku akan ke Silicon Valley !

DO IT NOW !

DO IT NOW ! lakukan sekarang !.

Jujur saja aku merasa banyak hal yang mestinya aku lakukan sekarang.

Iya, sekarang.

Hm, kadang aku juga bingung dengan diriku, rasanya itu aku ga kenal tanggal merah.

Iya bagiku hari itu sama saja.

Aku pikir ini sudah terjadi sejak aku berada di Asrama Rumah Kepemimpinan sejak tahun 2016, terasa bahwa semua hari ada saja kegiatan.

Tapi aku selalu ingat apa kata guruku ” Pemimpin itu harus sibuk “

Iya, sibuk dalam artian ini ialah yang terus produktif.

Hal ini terjadi karena ” Jalan pemimpin ialah jalan perjuangan, jalan penderitaan ” makanya disebut pemimpin, dimana tidak semua orang mau dan komitmen menjalani.

Pemimpin

Pemimpin ya, aku pikir aju juga aku seorang pemimpin.

Aku benar-benar hidup dan memutuskan jalan hidupku sejak kelas 2 SMP hingga sekarang, dan ya makin kesini ada saja amanah baru.

Umumnya amanah nya itu ketua-ketua, ketua pengajian, ketua project dan masih banyak lainnya.

Dan tentu, jalan kepemimpinan ku ialah tak mudah, dan ya gapapa.

Lagi pula, aku ingin menikmati proses demi proses dalam kehidupan. setiap usia pasti ada momen nya sendiri.

Dan tentu, aku bahagia saat ini.

Ya, menjalani hal-hal yang kecil untuk jangka panjang.

Waktu

Kembali ke waktu, dimana sejak 10 tahun belakangan ini aku benar-benar tak mengenal hari libur.

Artinya jika ada pekerjaan yang mestinya dapat dilakukan sekarang ya seharusnya dilakukan sekrang.

Kenapa ?.

Karena ketika ditunda, akan saja ada hal baru yang mesti aku kerjakan.

Jika kau tanya padaku, apakah aku sudah melakukan itu semua ?.

Ya engga dong, makanya aku menulis tulisan ini sebagai refleksi ku.

Dan ya, aku masih terus belajar buat tidak malas, dan terus maju.

Keheningan

Jika kau ingin maju, maka kau mesti banyak dalam keheningan.

Iya, keheningan ! karena dalam keheningan itu terdapat kecerahan.

Jika kau terlalu sibuk dan meluangkan waktu saja dengan manusia maka yang kau dapat ialah kesibukan tak berujung, yang hanya menghabiskan energimu saja.

Makanya, dalam Islam ada waktu sholat, waktu berdoa, dan waktu seperti tahajud.

Untuk apa ?.

Ya untuk keheningan, untuk mendekatkan diri pada tuhan.

Sehingga, kita menjalani hidup bukan hanya bergerak tak tentu arah tapi berpikir, bekerja dan bergerak ke arah Nya.

Dan ya, cara terbaik buat punya waktu sendiri ya banyak menolak hal-hal yang tak terlalu penting untuk diri kita.

Alias banyak say ” No “ nya.

Jujur saja, aku berusaha keras untuk ini, di tengah kesibukan ku yang padat, aku berusaha untuk membuka laprop ku, memasang headset, dan meminum kopi lalu menulis.

Sama seperti tulisan ini yang ku buat seperti itu.

Aku harap kalian juga bisa melakukan apa yang bisa dilakukan sekarang ya sekarang karena terkadang waktu yang berlalu akan berbeda rasanya walaupun kita melakukan aktifitas yang sama.

Dan ya Allah, semoga detik waktu yang terlah berlalu membuat dikriku semakin dekat dengan mu.

Kalo engga ?.

Ya rugi dong aku 🙂

Jakarta, 07 September 2024

Mencari Teman Sejati

Pagi hari ini dalam perjalanan aku menuju Kota Yogyakarta dalam rangka ulang tahun kantor ku, aku buka hp ku.

Iya, aku terbangun dalam tidurku setelah 6 jaman dimana artinya kereta sudah mau sampai.

Ya, kemudian ku buka hp ku dan ku baca beberapa grup yang berisi teman-teman ku. Dan muncul

” Eh pada datang ga tuh kondangan dia ? “.

Ya, kondangan teman ku, ketika aku mengingat nama dia

” Sih orang itu yang kaga bertanggung jawab dimana dia punya hutang ku kok ga pernah dibayar “

Iya, dia kabur.

Awalanya aku meminjam kan uang sekitar 5 tahun lalu dan aku terus menagih hingga 3 tahun sejak peminjaman dan hasilnya nihil.

Nol besar !.

Nah mulai disinilah aku belajar banyak hal tentang mendapatkan teman sejati sesuai dengan pengalaman ku.

Misalkan nih ya :

– Ada yang minjam uang dengan chat yang sangat panjang dan menceritakan keluarga nya yang sakit lah. Eh pas ditagih susah banget, ya tapi nyicil dikit demi sedikit walau tindak tuntas

– Ada yang dulu kita tidak begitu kenal pas sekolah , tapi tiba-tiba so deket lah buat minjam uang.

– Ada yang punya background mentereng dalam organisasi tapi justru dialah yang paling kabur.

– Ada temen dulu yang rasanya deket tapi pas sekarang deket cuman buat minta pekerjaan. Setelah dapat pekerjaan, ya sulit dihubungi lah.

Nah masih banyak lah ya yang sifat-sifat orang dalam meminjam uang.

Dan mereka lah yang menurut kita ga perlu jadi teman sejati kita.

Ya, salah satu cara menunjukkan karakter orang bisa dilihat dari tanggung jawab tentang uang atau mungkin kau pernah dengar ” Berilah dia kuasa “

Terus selanjutnya gimana cari teman sejati ?

Jika kau tanya padaku maka jawaban ku ialah lihatlah orang – orang yang mendukung mu saat kau di masa susah.

Ya, orang itulah orang nya. Justru mereka lah yang mesti kau jaga.

Kau tak perlu terlena untuk memilih teman yang begitu bersinar, tapi hanya perlu teman yang tulus padamu.

Ya, sekarang aku juga sudah memiliki teman-teman sejati dimana aku sudah siap dalam menghadapi dunia yang begitu fana ini.

Aku harap kalian juga menemukan teman sejati !

Yogyakarta, 31 Agustus 2024 Pukul 03.33 WIB.

Ku tulis dalam bus di stasiun Yogya yang sedang menunggu perjalanan menuju kampung mahoni

Postingan Ku Yang Ke 100 di Website Riofajarin.com

Alhamdulillah, ini kata pertama yang ingin ku ucapkan pada postingan ini.

Jujur saja bahwa aku ingin menulis sesuatu yang hebat sebenarnya pada postingan ku yang ke – 100 ini, tapi pada akhirnya aku memilih sesuatu yang sederhana, ya rasa syukur.

Berbicara mengenai postingan ku yang ke 100 pada website ini, sebenarnya kalo kalian ngecek di tulisan pertamaku itu dimulai di tahun 2020, saat aku masih kerja di Papua.

Setelahnya, aku vakum dalam kegiatan menulis, dan memulai lagi di tahun 2024 ini.

Namun, kegiatan menulis ku itu sudah lama, sudah lebih dari 10 tahun yang lalu dimulai dari Facebook, blog, tumblr dan akhirnya pindah ke website ini.

Jika ada pertanyaan nya, “ Kenapa Menulis ya ? “, sebenarnya yang pas sih, “ Kenapa tidak menulis ya ? “, itu mungkin pertanyaan yang tepat !.

Gaya Bahasa Aku Menulis

Aku pikir bahwa setiap penulis memiliki gaya sendiri, tapi di tulisan ini aku akan memberikan pendapat ku tentang tulisan ku dari sudut pandang diriku sendiri.

Ku pikir cara aku menulis itu lebih banyak menuju ke toko pertama yakni aku. Serta, referensi penulis yang mungkin sama dengan ku yakni Ir. Soekarno.

Yaa, buku Dibawah Bendera Revolusi itu gaya bahasa nya mirip dengan tulisan ku jika kau cermati. Aku copy paste ? Engga sih, kebetulan aja mirip dan cocok.

Selain itu, lingkungan ku juga banyak yang kata yang mempengaruhi ku, contoh nya saja kata ” Kah ? “.

Jika kau cermati, itu kata yang sering aku gunain dan aku ambil dari bahasa Papua yang selalu menggunakan imbuhan ” Kah ” dalam setiap kalimat nya.

Entah kenapa itu sudah tertanam otomatis di otakku saja.

Ya, bisa dibilang gaya bahasa menulis ku itu dipengaruhi oleh buku-buku yang ku baca dan lingkungan sekitar ku.

Setelah ini apa ?

Setelah ini apa, jujur saja itu pertanyaan yang sulit ya.

Tapi, bagi orang yang beriman aku pikir itu sesuatu yang sangat mudah sekali untuk dijawab, kembali ke awal.

Ya, kembali ke surga, asal muasal manusia diciptakan.

Buat apa hidup seribu tahun kalo nanti masuk neraka, lagi pula juga waktu hidup di dunia itu paling beberapa detik dari waktu akhirat.

Jadi, sebenarnya manusia berada dalam kerugian yang hakiki, bagi yang tidak beriman.

Ya itu sih target awal ku menulis buat pundi – pundi akhirat ya.

Kedua, ya ini tulisan ku yang ke-100, sesuatu yang belum pernah ku capai sebelumnya.

Setiap tulisan baru juga akan selalu menjadi rekor ku.

Tapi, jika kau tanya terkait jumlah tulisan berapa banyak yang ku harapkan, aku ingin tulisan di website ini itu bisa mencapai angka kelipatan 100 San hingga 1000 postingan.

Ketiga, tulisan ku yang terangkum dalam tahun tersebut ku abadikan dalam satu buku yang berjudul khusus di tahun 2024 saja.

Ya, semua postingan di 2024 akan menjadi sebagian dari buku Notes From Rıo Jilid 1 : 2024.

Jika kau tanya aku begitu brilian tentang membuat konsep ini maka jawaban mu salah besar, aku tak sepintar itu.

Ketika kau baru memulai sesuatu, kau tak akan tahu jalan mana hingga akhir.

Tapi di pertengahan jalan mungkin kau akan menemukan ide baru, sama seperti ide membukukan tulisan ini dimana aku temukan di tengah tahun ini ketika aku membaca buku Karya Chappy Hakim yang berjudul Retired but not expired.

Bisa dibilang ide itu dari buku tersebut.

Keempat, jika aku bisa bermimpi maka salah satu impianku yakni bisa menulis minimal satu tulisan dalam satu hari di website ini.

Jujur saja, ide menulis setiap hari itu udah dari awal tahun tapi sulit sekali untuk di implementasikan nya.

Ya itu, tentang postingan ku yang ke 100, aku hanya ingin ucapkan syukur kepada Allah.

Oh iya, terkadang beberapa orang menganggap bahwa aku seorang muslim yang kuat, amin. Tapi kenyataannya, kehidupan ku begitu unik.

Dilihat dari history ku selama 15 tahun ini, bahwa belum ada satu pun sahabat terdekat yang paling dekat dengan ku yang beragam Islam.

Lalu siapa yang paling dekat ?.

Jelas hingga hari ini dan masih terus nongkrong bareng ialah sahabat ku yang beragama kristen katolik, kristen Advent, Hindu, kristen protestan, dan Budha.

Jadi, aku tahu banyak kitab mereka secara tidak langsung.

Ini juga merupakan jawaban dari segala pertanyaan terkait itu, maka jika ada pertanyaan muncul dalam ranah publik tentang itu.

Aku tak perlu menjawab, karena mereka yang akan menjawab, mereka yang begitu percaya padaku, dan pastinya berani mati untuk ku.

Sama, aku pun demikian.

Itu apa yang disebut kepercayaan satu sama lain tingkat tinggi.

Yaa, itu sudah.

Terakhir kali ya, karena postingan ini tentang rasa syukur ku.

Aku ngin berbagi Quotes terbaik yang ku pegang selama lebih dari 10 tahun ini.

Jakarta, 25 Agustus 2024
Dari
Rio, Hamba Allah.

Bahagia Tinggal Di Kota Tercinta

Aku tahu bahwa beberapa orang mengatakan hal yang negatif tentang Jakarta.

Ada yang bilang penuh polusi, penuh kemacetan, penuh keburu-buruan dan masih banyak hal lagi.

Padahal mereka justru mencari rejeki di kota Jakarta.

Langsung saja, mereka munafik.

Bagiku, mereka hanyalah orang-orang yang hanya mau enak nya saja, ya aku benci dengan karakter orang-orang seperti mereka, itu baru ranah kota.

Diranah nasional, ada lagi.

Ya contohnya pindah warga negara ke Singapura atau Australia dan menjelaskan bonafit kalo pindah warga negara, tapi kok bahasa nya Indonesia ya, market nya kah ?.

Iya, aku benci dengan sifat mereka, benci sama orang yang mau enak nya saja tapi tak mau ikut bersusah payah membangun rumah sendiri.

Kembali lagi ke kebahagiaan ku, bagiku yang namanya rumah adalah tempat kembali, aku tahu bahwa Jakarta itu penuh dengan kekurangan.

Tapi semua orang juga tahu akan hal itu, lagipula, aku tak peduli dengan semua itu.

Yang ku lakukan, ialah,

” Apa kontribusi yang bisa aku lakukan untuk membantu kota tercinta ku, Jakarta “.

Kalo kau tanya ya banyak hal, misalkan saja menyebarkan konten positif tentang Jakarta, tidak membuang sampah sembarangan, atau bahkan naik transportasi umum.

Ya seperti itulah ranah kontribusi, dan masih banyak lagi.

Di Jakarta pula, ada keluarga, sahabat, kerabat, komunitas dan masih banyak hal yang bisa aku lakukan. Jujur, aku bahagia bisa tinggal kota Jakarta.

Aku hanyalah orang yang ingin membuat diriku menjadi lebih baik, keluarga ku yang lebih baik, dan kotaku yang lebih baik.

Apapun tentang Jakarta, aku siap membantu.

Saat ini, ekspansi ku juga sudah merasuki ke ranah kota, tapi aku bukanlah seorang yang ambisius, aku hanya ingin berusaha sebaik mungkin dan menikmati setiap proses nya.

Terakhir, Jakarta aku ingin berterima kasih padamu untuk segalanya.

Jakarta, 25 Agustus 2024

Ya Allah aku takut

Ya Allah aku takut, jika dalam kehidupan ku aku hanyalah seseorang yang terus menjauhi mu

Ya Allah aku takut, jika kenikmatan yang kau berikan justru membuat aku terlena

Ya Allah aku takut, jika kesusahan yang kau berikan padaku hanya akan membuat aku mengeluh

Ya Allah aku takut, jika kehilangan petunjuk dari mu

Ya Allah aku takut, jika hidup ku hanyalah sia – sia saja

Ya Allah aku takut, jika aku linglung dalam hidup ini

Ya Allah aku takut, jika aku melanggar perintah darimu

Ya Allah aku takut, jika kematian datang tapi aku tak siap

Ya Allah aku takut, bahwa aku hanya akan menjadi manusia yang biasa saja

Ya Allah aku takut, jika aku lupa dengan mu.

Ya Allah ampunilah dosaku
Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku
Ya Allah sejahterakan keluarga ku
Ya Allah berikan lah pentujuk untuk keturunanku
Ya Allah rahmatilah kehidupan ku
Ya Allah banyak sekali doa yang ingin ku panjatkan

Untuk aku
Untuk keluarga ku
Untuk bangsaku
Untuk dunia

Ya Allah, aku meminta banyak hal darimu.

Dan yang paling penting dalam setiap kesadaran ku janganlah engkau meninggalkan ku walau hanya sekejap mata, sungguh aku tak mampu.

Sebuah renungan di Jam 2 siang ini pada tanggal 18 Agustus 2024 di Jakarta