Postingan Ku Yang Ke 100 di Website Riofajarin.com

Alhamdulillah, ini kata pertama yang ingin ku ucapkan pada postingan ini.

Jujur saja bahwa aku ingin menulis sesuatu yang hebat sebenarnya pada postingan ku yang ke – 100 ini, tapi pada akhirnya aku memilih sesuatu yang sederhana, ya rasa syukur.

Berbicara mengenai postingan ku yang ke 100 pada website ini, sebenarnya kalo kalian ngecek di tulisan pertamaku itu dimulai di tahun 2020, saat aku masih kerja di Papua.

Setelahnya, aku vakum dalam kegiatan menulis, dan memulai lagi di tahun 2024 ini.

Namun, kegiatan menulis ku itu sudah lama, sudah lebih dari 10 tahun yang lalu dimulai dari Facebook, blog, tumblr dan akhirnya pindah ke website ini.

Jika ada pertanyaan nya, “ Kenapa Menulis ya ? “, sebenarnya yang pas sih, “ Kenapa tidak menulis ya ? “, itu mungkin pertanyaan yang tepat !.

Gaya Bahasa Aku Menulis

Aku pikir bahwa setiap penulis memiliki gaya sendiri, tapi di tulisan ini aku akan memberikan pendapat ku tentang tulisan ku dari sudut pandang diriku sendiri.

Ku pikir cara aku menulis itu lebih banyak menuju ke toko pertama yakni aku. Serta, referensi penulis yang mungkin sama dengan ku yakni Ir. Soekarno.

Yaa, buku Dibawah Bendera Revolusi itu gaya bahasa nya mirip dengan tulisan ku jika kau cermati. Aku copy paste ? Engga sih, kebetulan aja mirip dan cocok.

Selain itu, lingkungan ku juga banyak yang kata yang mempengaruhi ku, contoh nya saja kata ” Kah ? “.

Jika kau cermati, itu kata yang sering aku gunain dan aku ambil dari bahasa Papua yang selalu menggunakan imbuhan ” Kah ” dalam setiap kalimat nya.

Entah kenapa itu sudah tertanam otomatis di otakku saja.

Ya, bisa dibilang gaya bahasa menulis ku itu dipengaruhi oleh buku-buku yang ku baca dan lingkungan sekitar ku.

Setelah ini apa ?

Setelah ini apa, jujur saja itu pertanyaan yang sulit ya.

Tapi, bagi orang yang beriman aku pikir itu sesuatu yang sangat mudah sekali untuk dijawab, kembali ke awal.

Ya, kembali ke surga, asal muasal manusia diciptakan.

Buat apa hidup seribu tahun kalo nanti masuk neraka, lagi pula juga waktu hidup di dunia itu paling beberapa detik dari waktu akhirat.

Jadi, sebenarnya manusia berada dalam kerugian yang hakiki, bagi yang tidak beriman.

Ya itu sih target awal ku menulis buat pundi – pundi akhirat ya.

Kedua, ya ini tulisan ku yang ke-100, sesuatu yang belum pernah ku capai sebelumnya.

Setiap tulisan baru juga akan selalu menjadi rekor ku.

Tapi, jika kau tanya terkait jumlah tulisan berapa banyak yang ku harapkan, aku ingin tulisan di website ini itu bisa mencapai angka kelipatan 100 San hingga 1000 postingan.

Ketiga, tulisan ku yang terangkum dalam tahun tersebut ku abadikan dalam satu buku yang berjudul khusus di tahun 2024 saja.

Ya, semua postingan di 2024 akan menjadi sebagian dari buku Notes From Rıo Jilid 1 : 2024.

Jika kau tanya aku begitu brilian tentang membuat konsep ini maka jawaban mu salah besar, aku tak sepintar itu.

Ketika kau baru memulai sesuatu, kau tak akan tahu jalan mana hingga akhir.

Tapi di pertengahan jalan mungkin kau akan menemukan ide baru, sama seperti ide membukukan tulisan ini dimana aku temukan di tengah tahun ini ketika aku membaca buku Karya Chappy Hakim yang berjudul Retired but not expired.

Bisa dibilang ide itu dari buku tersebut.

Keempat, jika aku bisa bermimpi maka salah satu impianku yakni bisa menulis minimal satu tulisan dalam satu hari di website ini.

Jujur saja, ide menulis setiap hari itu udah dari awal tahun tapi sulit sekali untuk di implementasikan nya.

Ya itu, tentang postingan ku yang ke 100, aku hanya ingin ucapkan syukur kepada Allah.

Oh iya, terkadang beberapa orang menganggap bahwa aku seorang muslim yang kuat, amin. Tapi kenyataannya, kehidupan ku begitu unik.

Dilihat dari history ku selama 15 tahun ini, bahwa belum ada satu pun sahabat terdekat yang paling dekat dengan ku yang beragam Islam.

Lalu siapa yang paling dekat ?.

Jelas hingga hari ini dan masih terus nongkrong bareng ialah sahabat ku yang beragama kristen katolik, kristen Advent, Hindu, kristen protestan, dan Budha.

Jadi, aku tahu banyak kitab mereka secara tidak langsung.

Ini juga merupakan jawaban dari segala pertanyaan terkait itu, maka jika ada pertanyaan muncul dalam ranah publik tentang itu.

Aku tak perlu menjawab, karena mereka yang akan menjawab, mereka yang begitu percaya padaku, dan pastinya berani mati untuk ku.

Sama, aku pun demikian.

Itu apa yang disebut kepercayaan satu sama lain tingkat tinggi.

Yaa, itu sudah.

Terakhir kali ya, karena postingan ini tentang rasa syukur ku.

Aku ngin berbagi Quotes terbaik yang ku pegang selama lebih dari 10 tahun ini.

Jakarta, 25 Agustus 2024
Dari
Rio, Hamba Allah.

Bahagia Tinggal Di Kota Tercinta

Aku tahu bahwa beberapa orang mengatakan hal yang negatif tentang Jakarta.

Ada yang bilang penuh polusi, penuh kemacetan, penuh keburu-buruan dan masih banyak hal lagi.

Padahal mereka justru mencari rejeki di kota Jakarta.

Langsung saja, mereka munafik.

Bagiku, mereka hanyalah orang-orang yang hanya mau enak nya saja, ya aku benci dengan karakter orang-orang seperti mereka, itu baru ranah kota.

Diranah nasional, ada lagi.

Ya contohnya pindah warga negara ke Singapura atau Australia dan menjelaskan bonafit kalo pindah warga negara, tapi kok bahasa nya Indonesia ya, market nya kah ?.

Iya, aku benci dengan sifat mereka, benci sama orang yang mau enak nya saja tapi tak mau ikut bersusah payah membangun rumah sendiri.

Kembali lagi ke kebahagiaan ku, bagiku yang namanya rumah adalah tempat kembali, aku tahu bahwa Jakarta itu penuh dengan kekurangan.

Tapi semua orang juga tahu akan hal itu, lagipula, aku tak peduli dengan semua itu.

Yang ku lakukan, ialah,

” Apa kontribusi yang bisa aku lakukan untuk membantu kota tercinta ku, Jakarta “.

Kalo kau tanya ya banyak hal, misalkan saja menyebarkan konten positif tentang Jakarta, tidak membuang sampah sembarangan, atau bahkan naik transportasi umum.

Ya seperti itulah ranah kontribusi, dan masih banyak lagi.

Di Jakarta pula, ada keluarga, sahabat, kerabat, komunitas dan masih banyak hal yang bisa aku lakukan. Jujur, aku bahagia bisa tinggal kota Jakarta.

Aku hanyalah orang yang ingin membuat diriku menjadi lebih baik, keluarga ku yang lebih baik, dan kotaku yang lebih baik.

Apapun tentang Jakarta, aku siap membantu.

Saat ini, ekspansi ku juga sudah merasuki ke ranah kota, tapi aku bukanlah seorang yang ambisius, aku hanya ingin berusaha sebaik mungkin dan menikmati setiap proses nya.

Terakhir, Jakarta aku ingin berterima kasih padamu untuk segalanya.

Jakarta, 25 Agustus 2024

Ya Allah aku takut

Ya Allah aku takut, jika dalam kehidupan ku aku hanyalah seseorang yang terus menjauhi mu

Ya Allah aku takut, jika kenikmatan yang kau berikan justru membuat aku terlena

Ya Allah aku takut, jika kesusahan yang kau berikan padaku hanya akan membuat aku mengeluh

Ya Allah aku takut, jika kehilangan petunjuk dari mu

Ya Allah aku takut, jika hidup ku hanyalah sia – sia saja

Ya Allah aku takut, jika aku linglung dalam hidup ini

Ya Allah aku takut, jika aku melanggar perintah darimu

Ya Allah aku takut, jika kematian datang tapi aku tak siap

Ya Allah aku takut, bahwa aku hanya akan menjadi manusia yang biasa saja

Ya Allah aku takut, jika aku lupa dengan mu.

Ya Allah ampunilah dosaku
Ya Allah ampunilah dosa kedua orang tuaku
Ya Allah sejahterakan keluarga ku
Ya Allah berikan lah pentujuk untuk keturunanku
Ya Allah rahmatilah kehidupan ku
Ya Allah banyak sekali doa yang ingin ku panjatkan

Untuk aku
Untuk keluarga ku
Untuk bangsaku
Untuk dunia

Ya Allah, aku meminta banyak hal darimu.

Dan yang paling penting dalam setiap kesadaran ku janganlah engkau meninggalkan ku walau hanya sekejap mata, sungguh aku tak mampu.

Sebuah renungan di Jam 2 siang ini pada tanggal 18 Agustus 2024 di Jakarta

10 Hal Yang Kusadari di Usia ke 28

Ya, tanpa terasa sudah lama sekali aku tidak menulis di website ini.

Entah kenapa akhir-akhir ini tuh rasanya padat banget, banget, ya begitulah kehidupan ku.

Oh iya, baru -baru ini aku menginjak usia ku yang ke 28 tahun, dan banyak yang kusadari ketika memasuki usia ini.

Hm, ya udah tahu sih, tapi rasa nya benar-benar makin terasa aja.

Baiklah, inilah renungan aku yang kusadari saat memasuki usia ke 28.

  1. Tentukan prioritas

Ya prioritas.

Langsung saja, misalkan saja di hari sabtu aku ingin ikut event run namun aku masih ada kerjaan yang mesti hari senin depan harus kelar.

Padahal, aku udah bayar event run tersebut dan event itu berlangsung bisa seharian, karena hari selanjutnya aku pasti lebih ke istirahat saja, dan akhirnya kerjaan dan tanggung jawabku belum beres.

Akhirnya pun aku memutuskan untuk tidak ikut run tersebut, mengingat aku bisa punya waktu di sabtu-minggu ini untuk mengerjakan.

Mungkin ada yang bilang,

” Sabtu-minggu kan libur, ngapain kerja ? ” .

Yaaa bener sih, tapi terkadang kita juga udah lihat prioritas mana yang penting, rasanya tuh di kehidupan ku kalo weekday udah sibuk aja rasanya.

Di usia ini, memilih mana yang prioritas itu penting banget, memilih untuk mengurangi aktifitas itu penting banget, atau bahkan memilih untuk mengurangi mimpi itu mungkin bisa terjadi.

2. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup.

Iya sesimpel itu, ya referensi nya dari mana ?.

Ya banyak ya, yang terbaik dari nabi Muhammad, atau sebaik-baiknya tidur ya tidur nya nabi Daud.

Detailnya cek di google sendiri aja ya, intinya sih tidur di sekitar jam 8 malam dan bangun di sekitar jam 4 pagi.

Ya sekitar 7-8 jam.

Kalo dibilang tidur ku sih kaya gini ya cuman kadang ngerasa terlalu banyak, tapi solusi yang ku lakukan yaa maksimalkan di pagi hari, alias berpikir dan bertindak cerdas.

Aku pernah coba untuk bergadang di akhir – akhir ini, ya pas aku jaga posko malam di Palang Merah Indonesia.

Aku juga seorang relawan Palang Merah Indonesia, bisa dibilang aku sekaligus kerja di laptop sembari nunggu panggilan masyarakat yang membutuhkan.

Dan sekitar jam 2 pagi baru tidur dan bangun di jam 4 pagi.

Saat itu sih ga ada masalah, tapi setelah nya aku kurang fit sekitar 3 hari.

Lemah ?.

Iya kali ya, cuman aku sadari bahwa aku kalo bergadang ga kuat, jadi ga perlu dipaksakan.

Mungkin juga karena aku berada di ruangan ac dan kalo bergadang dirumah mungkin ga separah itu, tapi ya tadi, tidur yang cukup benar-benar penting sekali.

Di usiaku sekarang, obat terbaik ya tidur.

Sekarang mah, aku juga memilih tidur dari pada aktifitas yang kurang penting.

Dan ya, tidur juga bagian dari produktivitas loh.

Referensi nya dari mana ?.

Banyak, baca buku Muslim Produktif karya Muhammad Faris atau lebih detail baca buku Why We Sleep karya Matthew Walker.

3. Ambil kesempatan yang ada

Ya, ambil kesempatan ya ada.

Artinya, kalo emang punya kesempatan ya ambil aja.

Misalnya dalam tahun 2024 ini aku bisa ikut event lari, berbayar atau tidak berbayar ya umumnya berbayar, diluar latihan lari, komunitas lari, ini benar-benar event lari, artinya ada durasi waktu, ada mendali dan sebagainya.

Terus mikir, tahun depan ikut event event yang penting aja deh, alias mungkin cuman 2-3 event lari aja, lah kalo dipikir ulang apa dasar nya ya ?.

Ngapain batasin itu.

Ya, selagi ada kesempatan kenapa engga, aku kan bukan seorang atlet yang harus mencapai juara saat event lari.

Jadi, selagi ada uang, selagi ada kesehatan, selagi ada waktu, ya selagi ada kesempatan ikut aja.

Ya ikut selagi bisa aja, kalo ga bisa ya gausah dipaksakan. Ini sama seperti dalam setahun target nulis berapa buku.

Ya dimaksimalkan saja, lakukan usaha terbaik saja, target boleh tapi jangan berpuas diri.

Tapi jangan lupa, batasan ini semua yakni kesadaran.

Maksudnya gimana ?

Misalkan nih ya, kita ngaji dan mau hafal Alquran 30 juz.

Baiknya gimana ?.

Ya dengan guru dong, buat apa ?.

Buat di cek & dicrosschek, ditambah guru pun punya kurikulum.

Cara dapatin guru gimana ?.

Ya cari lah, udah gede kan ?, hehe.

Iya banyak kok guru online dan offline, atau mungkin teman kita yang punya ilmu lebih dan mau membantu kita kan bisa.

Ya, misalkan kita di level benerin tahsin, ya tahsin aja dulu, artinya di level ini atau tahun ini disunnahkan belum perlu menghafal Alquran.

Kenapa ?.

Karena tahsin kita masih bisa dibenerin, masih bisa ditingkatkan.

Takutnya, kalo udah terlanjur hafal ya nanti benerin nya susah, karena udah kebiasaan.

Jadi ya dimaksimalkan nya bukan langsung lompat mau segera hafal Alquran, tapi kalo levelnya masih tahsin ya belajar perbanyak tahsin aja.

Di point ini emang agak tricky, katanya ambil kesempatan yang ada kok belajar Alquran ga harus segera hafalin Qur’an ?.

Ya kalo levelnya tahsin ya ambil kesempatan dengan belajar banyak tahsin aja, ga perlu langsung melompat.

Nah, disinilah pengalaman berbicara untuk membedakan, kebetulan pembaca aku pada pinter – pinter, jadi sudah ngerti lah yang ku maksud terkait point ambil kesempatan yang ada

4. Punya tools fokus sendiri

Ya, seperti tulisan ini dibuat di hp kedua ku yang bener – bener ga ada sim card nya alias emang dari awal hp ini ku beli buat meeting dan menulis.

Engga tahu ya, rasanya tuh kalo buka hp utama sama buka laptop udah banyak banget kerjaan aja yang ada.

Kerjaan apa ?.

Ya begitulah.

Tapi poin tools sendiri ini yang penting. Kalo aku sih punya hp kedua ini, jam tangan, jam weker untuk bangun pagi, dan rutinitas pagi hari jalan kaki selama 15 menit, makan pagi, ngopi & itu sih minimal nya.

Setelah nya kayanya siap menghadapi dunia ini :).

Nah loh, kalo kalian apa tools yang bikin kalian jadi fokus ?

5. Belajar Ilmu keuangan

Ya ilmu tentang uang, mungkin salah satu kebahagiaan dan keberuntungan aku ya bisa baca banyak buku di usia muda.

Jadi, melihat dunia dengan sudut pandang yang lebih luas, bisa dibilang aku melihat dari perbedaan waktu dan perbedaan lokasi.

Maksudnya ialah, karena kita pernah baca buku beraneka ragam, jadi sudut pandang kita sudah bisa melihat secara ribuan tahun dan dari banyak tempat.

Nah loh ? Wkwk, ya makanya baca buku.

Iya, balik ke ilmu keuangan kan

Sebenarnya paling penting itu menjaga uang, banyak sekali buku yang membahas tentang uang yang bagus,

Misalkan saja buku- buku karya Prita Ghozie misal Pensiun Ready Pensiun Happy, atau Robert Kiyosaki dengan Rich Dad dan Poor Dad, atau buku berjudul The Richest Man in Babylon .

Ya, buku itu dipelajari di sekolah ?.

Ya kalo pengalaman ku ya enggak ada tuh, padahal penting menurut ku.

Jadi belajar nya sendiri.

Aku sih juga masih terus belajar ya, nih kalo mau lebih dalam lagi buku karya Benjamin Graham juga bagus tentang investasi.

Ya, ilmu keuangan penting sekali mengingat semua butuh uang kan.

Jadi kita ga stuck lah kalo mentok ga ada uang yang karena ga ada pekerjaan, asal ada persiapan.

Langsung saja nih ya ?.

Mungkin aku juga mau masukin materi ini dalam buku ku jadi ada dana darurat, emas, reksadana, saham , dollar, DPLK dan masih banyak cadangan lain nya.

Jadi, pertahanan berlapis.

6. Dikelilingi oleh orang-orang yang support dengan mu

Ya ini penting sekali ya, ini tuh bisa keluarga dan bisa kerabat.

Bedain nya gimana ?.

Pernah ngalamin titik terendah atau terberat ?.

Coba cek siapa aja yang mau membantu mu atau masih mau berkomunikasi dengan mu.

Itu lah orang – orang yang perlu dijaga.

Dan ini bukan harus punya teman banyak ya, point nya ya lebih kualitas bukan kuantitas.

So far, kalo aku udah nemuin dan terus menjaga hubungan dengan orang – orang tersebut. Bisa dibilang, semakin dewasa semakin minim circle kita.

Dengan menjaga hubungan dengan orang-orang yang mensupport kita itu benar-benar bernilai.

7. Manfaat kan waktu senggang

Ya, manfaatkan waktu senggang.

Bahkan ada penulis dari barat yang karena memanfaatkan waktu senggang tuh ditulis dalam satu buku yang berjudul The Other 8 Hours.

Isinya awalnya aku pikir lah gimana bisa nambah jam dah, dan ternyata benar, memang bukan jam tambahan tapi lebih memanfaatkan waktu senggang.

Ngapain ?.

Ya terserah kalian lah wkwk, kalo aku sih lebih ke arah nulis dan tidur ya, atau baca buku.

Ya itu yang biasanya aku sering lakukan, tapi masih banyak kok hal yang jauh lebih hebat yang bisa kalian lakukan, ya terserah kalian lah.

8. Miliki hobi

Hobi penting sih, alias biar hidup ga mononton saja.

Hobi ku apa ya ?.

Ya baca buku sih, cuman kayanya aku juga mesti keluar dari zona nyaman, jadi ya kucoba lari dan kayanya ok juga.

Kalo di bilang sih pengen bisa dalemin tenis sama golf juga, udah pernah main cuman ya belum serius.

Kenapa ?.

Sibuk ey, jadi yang bisa dilakukan dan paling bisa dilakukan saat ini ya lari, modal sepatu doang minimal nya hehe.

Tapi bener deh, kalo punya hobi itu jadi lebih bervariasi hidup aja.

Hobi orang beda – beda, jadi ga bisa disamakan dan ga bisa di judge, yang terbaik ya menghargai. Itu !.

Ngomong – ngomong masalah hobi, udah berjalan satu tahun ini salah satu hobiku lari dan tanpa sadar kalo dirumah buset dah, pakai baju nya baju lari mulu, udah belasan kayanya, terkadang kalo kita ikut event ada baju finisher juga jadi dapat dua baju.

Ya ga perlu beli baju lagi per tahun lah karena udah ada baju dari event lari wkwk.

9. No baper

Ya no baper, penting ini sikap.

Misalkan saja, di tahun 2024 ini yang merupakan tahun politik dimana perbedaan memilih jagoan ya lumrah saja, alias biasa aja lah.

Di tempat kerja pun sama, berbeda pendapat ya biasa aja, misal ditolak cewe ya biasa aja, sakit sih cuman ya pasti dilalui juga.

Intinya, no baper. Ya sedih mungkin boleh, tapi habis itu balik lagi ke kondisi semula.

Kuncinya sih b aja alias biasa aja, bahasa karir nya ya profesional, bahasa agama nya ya namanya juga hidup ada suka dan suka, tinggal jalanin aja.

Nah apakah nanti makin dekat dengan Nya atau semakin menjadi menjauh dengan Nya

10. Belajar terus Ilmu agama

Ya sebagai orang yang beragama, pasti pernah denger,” Apa sih yang kalian cari ? “.

Ya akhirnya ya akhirat, untuk mencapai itu ya banyak ilmu yang dipelajari terutama ilmu agama.

Kenapa ilmu agama ?.

Karena sampe akhir hayat kita kan target nya menjadi manusia beragama.

Ilmu agama ga cuma ilmu Al-Qur’an saja, tapi ada ilmu fiqih, akhlak dan lainnya.

Misalkan saja, ilmu parenting, ilmu bagaimana menjadi ayah atau suami yang baik, dan masih banyak lagi.

Eh jangan salah, itu ada ilmunya loh, ya kalo belajar learning by doing juga gapapa, cuman kalo belajar itu jadi lebih cepat paham nya, dan ga perlu alamin.

Ini keliatan simpel, tapi terkadang dilewatkan oleh banyak orang.

Sekarang banyak orang tua kayanya yang mulai belajar kembali ya ilmu agama ini, misalkan saja liqo ( Baca : Ngaji pertemuan ) ku lebih banyak yang usia 40/50/60 an yang mulai mengaji lagi.

Aneh aja, jika ilmu yang selalu dipakai tiap hari justru malah kita lupakan .

Nah, udah sepuluh nih, tanpa terasa aku sudah nulis di hp yang ga ada sim card nya lancar bener wkwk ( baca : ga ada distraksi ).

Oh iya, hidup juga mesti seimbang, seimbang buat diri sendiri, seimbang buat tuhan, seimbang buat keluarga, seimbang buat masyarakat.

Nah masih banyak hal yang bisa aku share sebenarnya, cuman bertahap aja dulu.

Oh iya, lagi pula juga aku senang juga sih, makin kesini banyak orang- orang yang membaca website ini terinspirasi dan memulai langkah juga.

Misalkan saja ada yang bikin blog dengan cerita ke engineering nya, ada yang bikin YouTube dengan hobinya, ada yang bikin buku, itu sih yang aku tahu dari langsung orang yang menghubungi ku.

Ya aku sih saat ini cuman menulis saja, kalo semesta berkata lain, semoga yang positif. Terakhir sebagai penutup aku ambil ayat Al-Quran yang isinya :

Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain.” (QS. Al-Insyirah ayat 7)

Jakarta, 18 Agustus 2024 Pukul 06.50 WIB

Tarik Nafas

Hari ini tanggal 07 Agustus 2024 aku mengalami banyak hal, dan yaa lebih ke arah banyak hikmah nya sih.

Hm, ada suka dan ada duka, yaa bagian dari hidup.

Oke, mungkin secara general inilah yang bisa aku bagikan beberapa point nya :

  1. Crosschek prioritas

Cek dan crosschek.

Iya, dalam hidup banyak hal yang ada dalam to do list, dan mesti di cek prioritas mas yang paling penting, paling urgent, dan paling mendesak di hari itu.

Tentu, kita ga bisa menangkap 2 ayam sekaligus, alias satu ayam dulu lanjut ke ayam selanjutnya.

2. Profesional ya professional

Aku tahu bahwa lingkungan ku sudah memandang bahwa aku ialah seorang profesional, namun mungkin ada orang yang baru yang menasehati ku untuk membuat ABS alias asal bapak senang.

Ya, mendengar nasehat itu ya terima aja, selagi masih bisa ku lakukan dan profesional, ya okelah.

Namanya kan juga kerja sama orang ya, cuman tetap profesional ya profesional. Apa sih defisiensi profesional ?

Ya bekerja sesuai dengan kompetensi dan koridor yang sesuai.

Jadi, bukan ABS selalu atau geng-geng ngan.

Kalo kamu tanya padaku ya simple aja, kaya meeting tepar waktu, menepati janji dan lainnya.

3. Jangan memancing api jika tak ada niatan

Ya, gimana ya ceritanya.

Aku pikir bingung juga jawabannya, cuman saat ini jalanin ajalah.

Tapi, jika dari awal kita ga ada niatan kesana tapi kita telah masuki dan orang lain terbawa perasaan bakalan sulit, sulit.

Tapi ya jalanin aja dulu, pesan ku mungkin ke depan kita mesti hati-hati dalam urusan itu

4. Kejujuran

Kejujuran itu point paling penting dalam hidup, apapun itu.

Jadi bikin hati lega, kalo misalkan kita hafal 1 juz Al Qur’an ya jangan bilang hafal 30 juz atau kalo kerjaan belum selesai ya jangan bilang sudah selesai.

Intinya sih, kejujuran bikin hati lebih lega.

5. Kompetensi

Tentu, dalam pekerjaan kita harus punya kompetensi, kalo engga ya sulit ya.

Tapi kalo kita sudah punya kompetensi, artinya dalam keadaan apapun ya kita ready aja, beda sama yang belum, bisa panik atau minimal dia butuh persiapan lah.

6. Management Krisis

Ya, hp ku kemarin jatuh dan baru benerin di jam 8 malem ini, artinya 1 hari ga ada hp.

Bukan berarti ga bisa dihubungin, aktifitas bisa dilakukan kaya biasa aja.

Kenapa bisa gitu ,? Ya karena zaman sudah modern dan banyak teknologi, jadi ta perlu panik dan bisa menangani management Krisis.

7. Ucap Terima Kasih

Ya, mengucapkan terima kasih itu bagi kita mungkin biasa aja, tapi bagi yang menerima luar biasa.

Aku juga selalu berusaha untuk menyampaikan ucapan terima kasih pada orang orang yang telah membantu kita.

8. Team

Ya, dalam hidup ga mungkin manusia bisa hidup sendiri, pastinya butuh team.

Dan namanya team artinya orang yang support kita, team lebih terkait dengan pekerjaan.

Selain team, kita butuh teman, guru dan orang – orang yang support kita.

9. Pelampiasan

Ya, biasanya nih ya kalo aku banyak load ya makanan yang enak yang ku santap.

Kaya sekarang, jam 9 malam aku makan di warung ss Margonda, ya warung kesukaan aku. Jadi buat pelampiasan aja rasanya 🙂

10. Hemat

Btw makanan di daerah Sudirman aku pikir -pikir mahal juga ya, warteg standar 20 ribuan keatas.

Ya intinya hemat kali ya buat gaya hidup, bisa puasa, bisa bawa makanan dari rumah dan lainnya.

Ya begitulah, dalam hidup ya lewatin suka dan duka saja. Yang penting kita semangat menuju jalan Nya. Perkuat doa Rio, eh Mas Rio .

Ya gitulah, setiap waktu aku dipanggil mas Rio umumnya, ya jadi begitu.

Tarik Nafas…. dan yaa.

Jakarta Depok , 07 Agustus 2024

Jalan Kecil

Jalan kecil ya.

Kau tahu, terkadang untuk memulai sesuatu yang besar mungkin dimulai dari yang paling kecil.

Ya, seperti yang diterangkan dalam sebuah buku bahwa perubahan dimulai dari yang kecil.

Ya, buku apa itu ya ?.

Aku belum baca, tapi banyak orang yang sudah membaca nya dan sudah terkenal.

Jadi aku ingat beberapa kutipan nya karena banyak yang tersebar di sosial media.

Ya, kalo dipikir pikir aku itu ada juga rutinitas yang tanpa aku sadari itu jadi membuat semangat di pagi hari.

Ya setelah subuh mungkin sekita jam setengah 6 pagi hingga jam 7 pagi ( tergantung situasi ) aku keluar rumah dengan jalan kaki tanpa sendal dan keliling kampung sekitar 15 – 20 menitan.

Kalo dipikir pikir itu sudah aku lakukan sejak kelas 2 SMP pertama kali nya, dulu kenapa ya .

Hm, dulu sih banyak orang tua yang melakukan itu kayanya untuk menghilangkan struck, sekarang paling hanya beberapa orang tua saja yang melakukan itu.

Kalo aku sih ngerasa nya, pas kaki nginjek bumi dan di pagi hari, entah kenapa badan jadi semangat dan tiba-tiba aku bisa memvisualisasikan apa yang akan aku lakukan di hari itu.

Dan kalo aku ga melakukan itu rasanya tuh mager alias rebahan aja di kamar.

Aneh kah ?.

Ya gitu, terkadang sesuatu yang besar didorong oleh sesuatu yang kecil.

Aku pikir sejauh ini aku akan terus melakukan hal itu, ya tanpa terasa sudah 15 tahun aku melakukan itu.

Nah, itu aku.

Kalo kalian bagaimana ?.

Apa hal kecil yang membuat kalian menjadi semangat ?

Kalo itu sih jawabannya ya mesti dicari sendiri, alias masing – masing :).

Ok, sampai sini dulu ya.

Thanks sudah berkunjung !

Jakarta, 04 Agustus 2024

Jauh Mimpiku

Kau tahu dalam hidup mungkin kita terkadang tanpa terasa mengingat apa yang telah terjadi.

Ya tanpa terasa di hari Minggu ini, tanggal 04, Agustus 2024 aku lebih banyak beristirahat dan tanpa terasa mengingat apa yang ku lalui.

Hm, dari mana ya ?.

Yang jelas setiap hari dalam hidupku ialah rekor baru, dan aku bersyukur bisa hidup.

Aku hanyalah seorang anak kecil yang suka buku dan banyak hal yang terjadi dalam hidupku.

Mulai dari sekolah gratis dan dapat beasiswa berprestasi, lulusan terbaik Insinyur dari kampus terbaik, masuk kategori insinyur muda, handle project yang sudah dari 1 T.

Ya, itu di ranah Insinyur, tapi aku mulai ekspansi, mula dari menulis buku, menjadi pelari maratoner, dan masih banyak lagi.

Masih banyak lagi.

Ke Depan juga masih banyak lagi, menjadi ultra marathon, dan masih banyak lagi.

Aku tahu, bahwa suatu hari nanti aku akan mengubah dunia.

Tentu, pergerakan aku tak seperti orang-orang, alias tak biasa.

Tapi, percaya lah jika kau tahu bahwa hidup ini hanya sebentar, maka kau hari berani mengambil resiko.

Dan tak mengambil resiko itu juga ialah resiko sendiri

Mimpi Dekatku

Tentu, aku hanya ingin menikmati setiap momen yang mungkin tak akan terulang, setiap umur memiliko momen nya sendiri, dan itulah yang terjadi, aku menikmati momen demi momen.

Dan setiap momen saling terkoneksi antar titik, ada yang memang ku rencana kan, ada yang memang tidak direncanakan alias takdir tuhan.

Tuhan, aku telah lahir di dunia, dan tidak bermaksud untuk menjadi penghibur saja, atas dasar izin mau lah aku akan menjadi manusia yang benar – benar hidup.

Berikanlah lah aku kesehatan & petunjuk ya lurus.

Jakarta, 04 Agustus 2024

Memperkecil Impian

Entah kenapa di siang ini, di siang tanggal 29 Juli 2024 aku merasa tidak enak badan, padahal ini baru Senin, hari yang biasanya aku begitu semangat.

Namun, entah kenapa kok lagi ga kuat- kuat banget ya.

Dan ya, aku tiba-tiba tersadarkan sesuatu tentang impian ku.

Ngomong – ngomong masalah impian, aku pikir impianku terus berubah, yaa aku ingin menjadi seorang insinyur, menjadi seorang yang punya gaji tinggi, atau apapun lah.

Seiring berjalan nya waktu ada yang tercapai dan ada pula yang belum tercapai.

Tetapi, bukan itu yang bikin aku gelisah, bukan itu yang membuat aku berpikir keras.

Ya, aku tahu bahwa dalam setiap kesadaran aku memang berpikir tentang kematian, selalu. Tapi aku pikir, aku terlalu naif.

Aku hanya berpikir untuk melakukan yang terbaik sebelum kematian ku datang, padahal aku ga tau kapan aku mati.

Itu ialah seperti aku berjalan dari titik 0 km menuju titik 100 km, yang mana aku tidak melewatkan kilometer demi kilometer.

Padahal, ada yang ku lupakan.

Sesuatu yang selalu ada dalam setiap hariku, dalam setiap masa ku.

Ya, adzan.

Adzan.

Adzan ya, aku tahu bahwa sebagai seorang pria muslim, itu sangat dianjurkan untuk sholat di masjid.

Ada yang bilang wajib, artinya kalo pria muslim bisa ke masjid tapi dia memilih sholat sendiri, itu bisa jadi dosa.

Ya, itu kata beberapa orang.

Per saat ini sih, yang aku tahu yang penting sholat dulu, dan memang afdhol nya saat sholat untuk pria itu di masjid.

Entah kenapa aku berpikir bahwa seharusnya yang ku lakukan itu ialah memperkecil impianku, apa itu ?.

Yaitu menyambut adzan untuk dapat sholat berjamaah di masjid.

Tentu, aku pikir itu ide yang entah kenapa aku benar- benar murni dari otak ku yang pastinya dari petunjuk _ Nya.

Berbeda dengan impian permanen ku yakni terus berjuang untuk mencapai hari kemenangan, hari dimana nyawa keluar dari tenggorakan.

Ya, aku sepakat dengan mimpi itu, tapi kata – kata itu aku ambil dari Sayyidina Umar bin Khatab.

Itu impian Sayyidina Umar yang juga menjadi impian ku.

Namun, aku sekarang menemukan impian ku yang baru, impian yang lebih kecil, apa itu .

Menyambut adzan untuk sholat berjamaah di masjid.

Itu kedengaran nya simpel, tapi itu sulit untuk dlakukan, ya aku akan coba dan akan usaha.

Insya Allah, semoga aku konsisten dengan impian baru ku ini.

Yaa, menyambut adzan untuk sholat berjamaah di masjid.

Jakarta, 29 Juli 2024

For God and For Country

Oke, pada postingan ini aku akan mengepost tulisan yang pernah ku buat dalam postingan facebook ku.

Ya, saat itu aku membaca nya saat di Asrama, kemudian ku sekalian tulis review, hitung – hitung buat tugas asrama dalam review buku ku.

Yuk, langsung saja dibaca tulisan ku pada tanggal 24 Oktober 2024 🙂

For God and For Country

Dalam dua hari ini saya membaca sebuah buku yang seharusnya tidak diharakan untuk diterbitkan.

Buku yang mengisahkan pengalaman dari seorang kapten ulama militer Amerika dalam memberikan kontribusi terbaik nya sebagai seorang muslim dan juga sebagai seorang warga negara Amerika yang setia.

Beliau adalah kapten James Yee yang ditugaskan ke salah satu penjara terburuk dalam dunia yakni penjara Guantanamo yang terletak di Kuba.

Saat itu, penjara ini dibangun untuk menangkap orang-orang yang diduga teroris yang terlibat atas kejadian 11 september di gedung WTC.

Kapten James Yee melihat semua tawanan yang semuannya muslim tidak diperlakukan secara manusiawi oleh petugas seperti tidak diperkenankan untuk memakai pakaian termasuk pakaian dalam, satu sel yang sangat kecil yang diisi oleh 12 orang termasuk toilet tanpa pintu dan penganiayaan yang dilakukan oleh petugas.

Serta yang sangat membuat tawanan sangat marah adalah kitab suci Alquran yang dirobek dan ditendang serta juga saat ibadah justru petugas malah menyetel lagu rock secara keras.

Semua yang dilakukan oleh pihak Amerika terhadap tawanan sudah melanggar perjanjian Jenewa yang sudah mengatur tentang hal-hak para tawanan.

Namun Presiden Bush tidak menghiraukan itu dan sentiment anti islam semakin menjadi-jadi.

Kapten James Yee selalu berusaha untuk meredakan ketegangan antara petugas dengan para tawanan dimana dia adalah seorang ulama militer.

Namun, justru sikap James Yee yang netral yang membuat Amerika mencurigai kapten James Yee dan menangkap James Yee selama lebih dari 70 hari dan juga dianiaya.

James Yee sadar bahwa semua tuduhan yang ditujukan olehnya karena dia adalah seorang muslim dan ini bukan terjadi pada James Yee saja namun juga pada semua petugas muslim yang setelah bertugas dari penjara Guantanamo sudah ditangkap.

Kebiadaban yang dilakukan oleh pihak Amerika tidak sampai disitu saja namun juga dirasakan oleh keluarga James Yee, lingkungan James Yee, sampai teman-teman James Yee terdahulu.

Banyak cara supaya mereka menyudutkan James Yee untuk membenci James Yee seperti tuduhan penzinaa yang disampaikan kepada istri James Yee yang membuat hancur hati istri James Yee.

Pihak Amerika berusaha untuk mencari bukti untuk menjatuhkan James Yee walau semua yang dilakukan oleh pihak Amerika penuh kebiadaban seperti pemeriksaan dan pengambilan barang-barang milik keluarga James Yee tanpa adanya surat izin dan pemaksaan

Serta mengumumkan ke media yang berisi informasi seorang pengkhianatan negara. Berita tentang kapten James Yee sudah menjadi berita tren topic di Amerika.

Namun, istri, keluarga dan komunitas muslim tetap berusaha untuk mendapatkan keadilan untuk James Yee hingga ternyata benar bahwa James Yee tidak bersalah dan semakin banyak dukungan baik dari masyarakat dan media untuk mendukung James Yee.

Hingga buku ini diterbitkan sampai hari ini James Yee ingin menyampaikan bahwa dirinya tidak bersalah dan masih menunggu permintaan maaf dari Amerika terhadap dirinya.

James Yee adalah contoh korban paranoid selama kepemimpinan presiden Bush yang sangat erat dengan anti islam.

Namun, walau James Yee sudah keluar dari kemiiteran namun James Yee tetap memberikan kontribusi sebagai seorang muslim dan warga Negara Amerika yang setia.

Semoga ini menjadi pengingat bagi kita sebagai seorang muslim dan warga negara yang taat dalam menjalani kehidupan.

Nah, itu sih tulisan nya. Sebuah buku yang menarik ya.

Tentu, ku repost dalam tulisan ini karena bagiku bukunya bagus sekali, sebuah paradigma baru bagi pembaca.

Kedepan, masih banyak review buku kok disini.

Ya, aku percaya bahwa aku bisa post terus tulisan setiap hari nya disini, didoakan saja.

Kepemimpinan Profetik

Semangat pagi semuanya !.

Ya pagi, entah kenapa aku begitu suka dengan pagi.

Aku pikir bahwa meminum kopi di pagi hari dan melihat alam sekitar itu rasanya bahagia sekali ya.

Sesuatu yang aku syukuri dalam hidup.

Bagi yang dekat dengan ku, aku tahu bahwa mereka tahu bahwa aku akan menarik tulisan – tulisan yang pernah aku buat untuk ku publihs ulang di website ini.

Hal ini karena aku ingin bahwa tulisan ku yang berceran itu agar ku paste kembali, ya sapa tau bisa jadi buku kan hehe.

Oke, kita langsung saja tulisan antologi esai yang kubuat pada Desember 2016 sebagai tugas bulanan asrama ku. Silahkan dibaca ya !

Kepemimpinan Profetik

“ Seorang pemimpin adalah orang yang mempengaruhi sekelompok orang tertentu untuk bergerak dalam arah yang diberikan Tuhan “- J. Robert Clinto

                 Seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab untuk bisa membawa masyarakatn nya menjadi makmur dan sejahtera.

Namun, yang terjadi di Indonesia ini justru berbeda dimana banyak pemimpin mulai dari tingkat daerah hingga tingkat pusat justru menggunakan kepemimpinannya untuk memperkaya diri sendiri dan kolegannya.

Sehingga yang terjadi adalah semakin meningkatnya angka kemiskinan, kelaparan dan ketidaksejahteraan masyarakat akibat perilaku pemimpin yang tidak amanah.

Melihat problematika diatas merupakan tantangan dan ancaman bagi seorang pemimpin indonesia untuk segera mencari penyelesaian yang benar benar solutif bagi tercapainya kehidupan bangsa yang harmonis dan sejahtera.

Pemimpin harus memiliki misi untuk mengatasi problema di atas. Misi itu juga harus memiliki nilai-nilai ilahiyyah untuk diaplikasikan di dalam kehidupan berbangsa.

              Pemimpin yang ideal untuk rakyat adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya secara bijak dan benar.

Untuk mendapatkan kriteria pemimpin yang akan membawa masyarakat menjadi lebih baik maka harus memiliki kepemimpinan profetik. 

Kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang membebaskan penghambaan kepada manusia melainkan hanya kepada tuhan semata. 

Dengan tidak mengharapkan penghambaan kepada manusia maka seorang pemimpin tidak akan melakukan tindakan seperti korupsi yang semakin banyak terjadi seiring berjalannya waktu belakangan ini.

Pemimpin yang ideal harus mempunyai visi dan misi yang kuat dalam menjalankan amanahnya untuk melayani dan membenahi masyarakat sehingga sang pemimpin akan memiliki legitimasi kepemimpinan yang sangat kokoh. 

Dengan visi misi masa depan yang tajam dan kemampuannya menjelaskan konsep-konsep dalam bahasa yang mudah dimengerti dan difahami oleh masyarakat luas, akanmembuat “Sang Pemimpin” semakin mendapatkan pengakuan dari khalayak umum.

            Untuk bisa mewujudkan Kepemimpinan profetik maka pemimpin harus membawa misi kepemimpinannya dengan tiga misi yakni misi humanisasi, misi liberasi, dan misi transendensi. 

Pertama, adalah misi humanisasi yaitu misi yang memanusiakan manusia, mengangkat harkat hidup manusia, dan menjadikan manusia bertanggung jawab atas apa yang telah dikerjakannya.

Seorang pemimpin harus memberdayakan masyarakatnya baik dari segi ekonomi, social dan budaya.

Jika masyarakat yang dibina nya menjadi masyarakat madani, taat akan hukum, dan terlepas dari jeratan kemiskinan maka akan  menjadi indikator keberhasilan dari seorang pemimpin. 

Kedua, adalah misi liberasi yakni misi yang membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan ketindasan.

Kepemimpinan ini adalah tingkat kepemimpinan yang diatas misi humanisasi dimana pemimpin harus berani untuk menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah yang salah walau harus mengorbankan jiwannya.

Ketiga, adalah misi transendensi, yaitu manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi yang diartikan sebagai kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan  bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan.

Ini adalah tahap paling tinggi  sebagai indikator dari pemimpin yang ideal dimana pemimpin yang mempunyai kriteria ini akan selalu ingat akan amanah yang sedangdijalankan nya sehingga ia akan selalu mementingkan kepentingan rakyatnnya.

Pemimpin yang memiliki misi transendensi tidak peduli apa yang dilakukannya mendapat perhatian atau tidak karena pemimpin ini akan bekerja ikhlas dan rela bekorban demi terwujudnnya masyarakat yang madani.

             Selain itu, kriteria kepemimpinan profetik adalah memiliki daya regenerasi atau seorang yang mampu mewariskan sifat-sifat kepemimpinan profetiknya sehingga kepemimpinan akan berkelanjutan walau sudah berganti posisi.

Ini sangat penting dimana di Indonesia jika pemimpinnya berganti maka akan ganti kebijakannya walau berbeda jauh dari kebijakan sebelumnnya.

Dengan adannya keberlanjutan secara bijak, baik dan benar maka akan terwujudnnya masyarakat yang madani baik tingkat daerah hingga tingkat pusat.

             Dengan adanya kepemimpinan profetik yang membawa misi humanisasi, liberasi dan transendensi serta dilakukan secara berkelanjutan maka krisis kepemimpinan yang terjadi dari berbagai segi dan tingkatan di Indonesia akan menemukan solusi nya.

Sehingga, pemimpin yang mempunyai kepemimpinan profetik akan selalu mengingat bahwa amanah yang dijalankanya merupakan titipan dan mempunyai tanggung jawab yang besar.

Oleh karena itu, jika pemimpin Indonesia banyak mempunyai kepemimpinan profetik maka Indonesia sangat potensial untuk menjadi negara yang makmur dan sejahtera serta unggul di tingkat dunia

Sumber : Firdaus, Bactiar, 2016. Prophetic Leadership. Jakarta