Tentang Hidup

Ya, tentang hidup.

Ya, mau nulis aja.

Hm, mulai dari mana yaa ?

Bingung juga kayanya, soalnya masih banyak kerjaan hehe.

Rehat sejenak untuk menulis, dan katanya kalo menulis itu dapat mengurnagi stress.

Aku sepakat dengan itu, makanya aku menulis juga :).

Oke, jadi mulai dari mana ya.

Hm, baiklah akan aku coba mulai dari tahun 2020 Mungkin ya.

2020

Aku telah mencapai cita – citaku.

Menjadi Insinyur dengan capaian lulusan terbaik dari kampus impianku.

Selanjutnya, aku bekerja di tempat yang baik dan aku entah kenapa mau mengejar financial freedom.

Aku baca banyak buku dan yaa, isinya sih bagus ya dan menabung demi menabung.

2021

Aku resign.

Ya banyak faktor sih, cuman aku pikir sudah saatnya aku resign.

Dan setelah resign, kerjaan ku full hanya membaca buku di perpustakaan nasional dan beberapa aplikasi online.

Sejujurnya pada saat ini lah aku juga mulai berpikir tentang tujuan hidup.

Pertanyaan tentang ” Orang – orang ngisi hidupnya ngapain aja ya ? “.

Tentu aku mencari itu, terlebih aku mencari banyak buku tentang makna hidup.

Ya, makna hidup.

Buku The Man Searching Meaning karya viktor E. Frankl merupakan salah satu buku yang ku baca pada saat itu.

Tentang uang ?

Ya aku ga kerja sih tapi masih ada uang, itu berkat aku banyak membaca buku tentang uang.

Dan ya, kerjaanku hanyalah membaca buku.

Positif sih tapi asli bosen juga, aku lihat teman – teman ku pada sibuk kerja, sedangkan aku hanyalah membaca buku.

Ya, aku punya uang bukan berarti harus kerja.

Tapi tetap saja, aku dikira menganggur, ya dirumah aja dan ga ada kerjaan.

Tapi, aku sepakat dengan itu semua.

Akhirnya, aku menemukan tujuan hidup yang lebih besar dan ku yakinin benar bahwa hidup ialah ajang untuk menunggu kematian, suka duka hanya akan berlalu untuk kehidupan setelah kehidupan.

Ya, hidup tujuan nya mencari ridho Allah. Itu point yang sangat penting.

2022

Mulai kerja lagi.

Aku mulai kerja lagi kayak orang – orang. Cuman memang tujuan nya ya ngumpulin pundi- pundi pahala.

Terlebih kerja di Jakarta, banyak peluang yang bisa ku lakukan.

Namun, karena ini tahun pertamaku sehingga aku lebih banyak belajar terkait kerjaanku saat itu.

2023

Ku pukir semua sudah aman.

Ya, ekonomi akan berjalan baik apabila politik berjalan baik.

Dan, aku sudah mulai melakukan extend pertemanan hingga hari tua nanti.

Maksudnya, aku sudah berteman dengan lingkungan yang akan mendukung ku di usia setelah 55 tahun.

Yang pasti lebih banyak lingkungan sosial, tapi aku pupuk sejak dini.

Toh, lagi pula aku tak keberatan dengan itu semua.

2024

Sekarang yaa aku sudah memulai pergerakan dengan beberapa karya yang telah ku publikasikan kepada masyarakat.

Di tahun ini pula akan banyak hal terjadi.

Nah, itu dulu deh cerita tentang hidup.

Pasti setiap tahun ga mungkin lah bisa ku jabarkan dalam tulisan.

Ini hanya tentang pekerjaan saja.

Yang lainnya masih banyak sekali, masih banyak sekali.

Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya.

Jakarta, 20 Juni 2024

Pertama Kali Ke Rumah Sakit Swasta

Hari ini ialah hari Idul Adha, tapi aku sedang sariawan dan aku pikir aku mau mengaktifkan asuransi dari kantor ku.

Hm, asuransi ya, sesuatu yang belum pernah aku coba.

Terkait riwayat kesehatan dan rumah sakit yah pernah aku lalui, bagaimana aku memulai ya.

Mungkin aku ceritakan saja pengalaman ku dan biarkan para pembaca yang ambil kesimpulan.

Rumah Sakit UI

Ya, rumah sakit UI ialah rumah sakit yang gratis bagi mahasiswa-mahasiswi di UI.

Selama kuliah aku sering kesini baik berobat, dan bahkan ada konsultasi kesehatan mental.

Aku juga pernah konsultasi terkait IPK ku yang paduka ( pasukan dua komaan ) terus, ya coba-coba sih tapi okelah buat aku.

Emang benar – benar psikolog sih, jadi rahasia aman.

Aku pikir aku suka dengan pelayanan rumah sakit UI.

Menurutku profesional & cepat.

Rumah Sakit ISOS.

Ya, ini rumah sakit rekanan PT. Freeport Indonesia dan vendornya.

Jadi, menurutku ini rumah sakit yang bagus.

Pelayananya cepat, dokter profesional dan dikasih obatnya banyak banget.

Di rumah sakit ini kita udah ga perlu lagi pusing masalah biaya, karena perusahaan sudah cover semuanya.

Dan yang paling aku suka sih karena cepat sekali ya, mungkin ga banyak pasien yang datang.

Jadi cepat, aku udah pernah coba ISOS di Jakarta dan Tembagapura, dan menurutku ini yang paling bagus dari rumah sakit yang pernah aku alami.

Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah

Kalo ini sih langganan ku, bisa dibilang puskesmas hingga RSUD itu aku yang kesini kalo sakit di rumah.

Alasannya BPJS dan gratis. Dan dari kecil sih udah kesini sih, jadi ya percaya aja.

Tapi yaa kalo dari pelayanan nya ya antri panjang, diperiksa dokter paling 10 menit , dan obat nya template aja.

Kayanya dari aku kecil sampe sekarang itu obat kaga berubah, ditambah Paracetamol yang selalu ada.

Itu kalo Puskesmas, kalo RSUD pasti lebih proper, cuman urus administrasi nya panjang dan sharing kamar kalo aku.

Tapi enaknya ya ga perlu mikirin masalah biaya, karena umumnya sudah ditanggung sama pemerintah.

RS Swasta

Nah, ini aku jarang sih.

Mungkin kalo klinik swasta udah sering tapi kalo rumah sakit swasta ya ini awal- awal.

Ya, sebelum nya aku punya previledge ke rumah sakit universitas, rumah sakit kantor, rumah sakit pemerintah dimana semuanya gratis.

Tapi kalo rumah sakit swasta ada possible untuk membayar.

Dan mungkin memang ada asuransi tapi tetap saja ada possible membayar

Sakit sariawan

Ya, aku berobat kali ini menggunakan asuransi dari kantor.

Bisa dibilang asuransi yang cukup terkenal.

Dan ini aku pertama kali menggunakan asuransi.

Selesai di cek ternyata totalnya Rp. 330 ribu rupiah, mahal sekali.

Sedangkan asuransi aku tercover Rp. 250 ribu, sebenarnya tercover untuk berobat dan biaya administrasi, tapi ada batas tertentu.

Untuk biaya administrasi dan pengecekan dokter saja sudah 100 ribu masing-masing. Buset administrasi hampir 100 ribu, dokter cek yang ngobrol ga sampe 5 menit juga hampir 100 ribu.

Ya, sebenarnya aku kesini coba-coba aja, biar tau rasanya jelas berobat di kalangan menengah gimana.

Toh aku pernah ke rumah sakit yang menengah kebawah, yang diatas juga pernah.

Tapi kalo di kalangan middle income ya kali ini sih.

Sekali lagi, berobat sariawan aja segitu mahalnya.

Akhirnya aku nambah sekitar 75 ribu pakai uang sendiri.

Pandangan ku

Sejujurnya nih ya, menurutku sekarang banyak hal terkait kesehatan yang dikomersialisasi. Terutama, kalangan menengah yang paling terkena dampaknya kalo masalah biaya.

Kalo menengah kebawah bisa dibantu pemerintah, kalo kalangan atas bisa dicover sama perusahaan yang bagus, kalo menengah saja dicover sama asuransi tapi ada batas tertentu nya.

Yaa, menurut ku mahal saja.

Sejujurnya ini membuat jumlah klinik dan rumah sakit swasta subur sekali.

Tapi ini menurut ku yaa, fenomena inilah yang mesti diberesin.

Ini bukan karena aku mengeluarkan uang 75 ribu tambahan buat biaya berobat sariawan.

Tapi, ini karena aku termasuk bagian dari pemuda yang akan menjadi pemimpin negeri ini.

Dan gila aja masa urus administrasi saja 100 ribu,

Yaa itulah RS swasta yang aku alami.

Yaa, ini sih subjektif dan rumah sakit swasta mungkin ga semuanya seperti ini.

Tapi point kesehatan di komersialisasi itu menurut ku sangat jelas dan mesti dibenerin.

Caranya yaa belum tau yaa aku, cuman aku akan bahas detail nya di buku RA Bab 2 terkait kesehatan yang akan terbit di tahun 2025.

Itu dulu deh, pokoknya jaga kesehatan kalian ya :).

Depok, 17 Juni 2024

Pendakian Gunung Pertamaku : Mendaki Gunung Papandayan

15 Juni 2024


Aku dan sahabatku yang bernama Ega sedang nongkrong untuk berbicara banyak hal.

Banyak hal yang kami bicarakan, misalkan saja kapan buku ku selanjutnya akan terbit, kapan naik gunung dan perihal lainnya.

Bisa dibilang Ega merupakan salah satu orang kepercayaan ku.

Iya, dia sudah ku kenal lebih dari 15 tahun.

Arah pembicaraan pun tiba tentang naik gunung.

Ya, rencana naik gunung entah gunung apa pun rencana kami daki.

Aku pikir aku ga tahu kapan bisa naik gunung, tapi kalo hari ini bisa.

Dan tiba – tiba kepikiran untuk hari ini, padahal hari ini sudah jam 5 sore.

Akhirnya kami pun mencari travel yang menyediakan trip ke gunung yang tersedia.

Kami menunjuk Gunung Papandayan di Garut.

Ya, Ega mencari travel dan ternyata kuota sudah penuh.

Dan giliran ku mencari travel dan kebetulan masih ada slot.

Sehingga kami pun langsung hubungin travel dan booking lalu kami digabungkan ke grup wa yang isinya open trip one day ke Gunung Papandayan.

Kemudian, kami pulang ke rumah masing-masing sekitar jam 8 malam dari cafe tersebut.

Selanjutnya, pukul 11 malam aku ke rumah Ega yang juga dekat denganku, dan selanjutnya kami naik grab mobil menuju titik pertemuan di RS UKI.

Intermezzo

Sejujurnya mungkin pendakian inilah yang pertama yang benar – benar niat.

Karena itu, aku menyebutnya pendakian pertamaku.

Seingat aku , aku pernah beberapa kali naik gunung, tapi mungkin aku belum sebut itu pendakian, karena minim effort dari ku

Berikut beberapa pendakian ku :

1. 2015 : Gunung Pancar.

Ya, aku dan teman – temanku dari elektro UI pergi jalan-jalan saja di gunung ini.

Aku pikir kita tidak sampai puncak.

2. 2017 : Gunung Pangrango.

Aku dan teman-teman ku dari Rumah Kepemimpinan pergi untuk melakukan Rihlah.

Aku pikir juga lebih banyak hore-horenya.

3. 2021 : Gunung Jayawijaya.

Aku bersama rekan kerjaku memang melihat puncak Soekarno, puncak Sudirman.

Tapi itu karena pekerjaan ku saja.

Sehingga minim effort kesana.

4. 2024 : Gunung Luhur.

Aku bersama teman-temanku dari Palang Merah Indonesia melakukan simulasi relawan bencana.

Jadi, kami tak mencapai puncak.

16 Juni 2024

Kami tiba di Gunung Papandayan di pukul 6 pagi.

Dilanjutkan dengan sarapan dan minum kopi.

Selanjutnya kami memulai pendakian pada pukul setengah delapan pagi.

Aku pikir selama perjalanan bahwa hari begitu mendukung dan aku dokumentasi yang aku abadikan.

Selanjutnya

Aku tahu bahwa ke depan akan masih banyak pendakian gunung yang akan aku lalui, ini baru yang pertama.

Akan ada yang ketiga, kelima, kesepuluh, keduapuluh lima, kelima puluh, ke tujuh puluh lima, ke seratus, hingga lebih dari dari seratus.

Suatu saat, mungkin ketika ke seratus pendakian aku akan membuat buku yang berisi pendakian ku ke seratus gunung di seluruh dunia.

Ya, itu pasti membutuhkan waktu lebih daripada 20 tahun.

Tapi tak masalah, usiaku masih muda dan aku sudah berpikir jauh ke depan.

Jadi, dengan kompetensi yang kumiliki dalam navigasi darat, pertolongan pertama, berenang, keberanian, kecerdasan dan masih banyak lainnya, hal itu akan tercapai.

Namun ada faktor, biaya, keluarga, lingkungan dan pasti nya semua atas ridho tuhan.

Ya, target ku tahun ini terkait mendaki gunung telah tercapai.

Apakah nanti ada gunung selanjutnya ? Ya bisa saja, toh juga aku senang juga dengan daki dan mendaki.

Dan sekali, dalam hidup kita terkadang ga tahu arah takdir yang akan kita jalanin, sama seperti hari kemarin kau ga tahu akan ke sini.

Tapi inilah hidup, penuh kejutan dan aku bersyukur bisa hidup!.

Ku tulis dalam perjalanan pulang dari Garut menuju Jakarta melalui notes di HP ku

Garut, 16 Juni 2024

Kerja Dinas Ke Yogyakarta

Aku terbangun dalam tidurku dan aku melihat jam sudah menunjukkan jam 2 pagi hari.

Itu artinya, aku mesti siap-siap berangkat menuju bandara.

Seperti perkiraanku, bahwa pekan ini akan begitu padat, dimana setiap harinya aku mesti presentasi untuk berbagai project besar yang mana aku sebagai presenter nya.

Dan inilah kerja dinas ku di Yogyakarta !

Lari pagi di Jalan Mailoboro Pada tanggal 13 juni 2024

Hari Pertama – Senin, 10 Juni 2024

Sekitar pukul dua pagi aku sudah bersiap – siap dengan mandi dan mempersipakan tas ku.

Pada hari sebelumnya, aku sudah menyiapkan koperku, dimana aku akan berada di Yogyakarta sekitar empat hari.

Awalnya, aku ingin extend mengingat libur yang panjang hingga Selasa depan.

Yaa, aku berencana untuk mendaki Gunung Merbabu.

Sejujurnya aku sudah mencari open trip dan sudah sesuai dengan jadwalku.

Tapi sekali lagi, aku tahu bahwa hari kerja begitu sempit dan masih banyak tanggung jawabku yang mesti ku selesaikan, bersamaan itu juga sudah banyak orang yang mencariku.

Akhirnya, aku pun tidak jadi mendaki gunung kali ini.

Aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta pada Kamis sore.

Setelah persiapanku selesai, aku pamit dari rumah dan menaiki Grab menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Sesampainya disana, waktu sudah menjelang shubuh, sehingga aku chek in dan langsung sholat subuh secara berjamaah.

Setelah itu, aku menunggu rekan-rekan ku di cafe di dalam bandara.

Menjelang pukul setengah enam pagi, aku dan rekan-rekan pun sudah datang di cafe dan langsung menaiki pesawat untuk pergi ke Yogyakarta menggunakan pesawat Batik Air.

Dan ya, di dalam pesawat aku pun langsung tertidur dan tiba-tiba terdengar bahwa pesawat sudah sampai di Bandara Udara Internasional Yogyakarta ( YIA )

Sesampaianya di Bandara Udara Internasional Yogyakarta ( YIA )

Sesampainya di bandara YIA, aku dan teman-temanku mencari tempat makan dulu di pasar tradisonal, ( aku lupa nama pasarnya), tapi inilah fotoku menggunakan becak untuk pergi kesana.

Aku dan temanku dalam satu becak

Setelah itu, kami pergi ke hotel sekaligus tempat penginapan kami di hotel Eastparc Yogyakarta.

Seperti biasa, aku pun presentasi terkait kick off meeting project ku.

Bagi yang belum tahu bahwa kick off meeting ialah agenda pembuka awal project dimana semua stakeholder terlibat.

Tujuan adanya kick off meeting ialah agar menyamakan persepsi semua stakeholder terkait rencana project dari awal hingga selesai project.

Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Dan setelah itu, kami pun ISOMA ( istirahat, sholat, & makan ), kemudian dilanjutkan dengan dinner.

Hari Kedua – Selasa, 11 Juni 2024

Hari ini ialah hari kedua ku dinas di Yogyakarta.

Ya, hari ini aku presentasi lagi namun untuk project yang berbeda dan dengan orang yang berbeda pula.

Di pagi harinya, aku mendapat kabar bahwa meeting baru dimulai after lunch dimana masih ada stakeholder yang baru berangkat dari Jakarta pagi ini sehingga masih menunggu mereka.

Ya, ok saja.

Sehingga, waktu pagi ini aku keliling hotel dulu saja untuk melihat – lihat.

Dan ternyata banyak wahana, seperti ada tempat kuda, tempat reptil, tempat ikan dan masih banyak lainnya.

Ini saat aku mencoba naik kuda yang ada di hotel.

Aku dan kuda

Setelah itu, aku pun mempersiapkan meeting dan presentasi, Alhamdulillah lancar. Dan setelah nya kami pergi untuk makan malam.

Hari Ketiga, 12 Juni 2024

Ya, lagi-dan lagi aku melanjutkan meeting.

Beberapa temanku sudah pulang ke Jakarta karena urusan project sudah selesai.

Alasan kenapa aku masih stay di Yogyakarta, karena project yang berbeda dan memang meeting nya di kota yang sama.

Bedanya, ini di hotel Tentrem Yogyakarta.

Kayanya memang sudah tradisiku, bahwa yang namanya tempat pertama itu mesti di explore, dan aku keliling hotel untuk melihat-lihat di hotel tersebut

Alhamdulilalh, semua lancar dan sisanya tinggal urus dokumen-dokumen saja.

Dan seperti yang kalian tahu, bahwa aku juga megang banyak project lainnya, sehingga juga ada urusan project yang ku handle melalui online.

Ini foto-foto yang ku dokumentasikan dalam tiga project yang berbeda.

Hari Keempat, 13 Juni 2024

Hari ini jadwalku pulang ke Jakarta.

Pagi harinya aku lari pagi di jalan maliboro dan aku pun membeli oleh-oleh untuk orang-orang di Jakarta.

Setelah itu, aku pergi ke toko buku di Sleman Yogyakarta yang namanya solusi buku.

Sejujurnya, aku baru tahu solusi buku itu di tahun ini lewat beranda sosial mediaku.

Dan, sebagai orang yang pecinta buku, aku pikir tempat ini menarik dan kebetulan bahwa meeting ku di Yogyakarta, dan alasan dari awal juga aku mau kesana, jadi sekalian saja.

Akhirnya aku ke solusi buku dan menurutku tempatnya bagus sekali ya tempat ini.

Di tempat ini pula, aku sudah menemukan ide untuk buku ku yang akan terbit di tahun 2026.

Jadi, aku pikir aku ingin berterima kasih kepada solusi buku.

Entahlah, aku senang juga untuk mengucapkan nya.

Drama

Aku tahu bahwa sebenarnya waktuku sudah mempet sekali, tapi aku tetap memaksakan ke solusi buku.

Dan yes, di solusi buku itu, aku hanya sekitar 20 menit untuk melihat-lihat dan foto.

Setelah itu, aku pesan grab motor dan menuju ke hotelku.

Di perjalanan aku tahu bahwa waktu ku sudah mempet sekali dimana sepertinya aku akan ketinggalan kereta dari stasiun Yogya menuju bandara YIA yang sudah aku beli sebelumnya.

Sehingga, aku pesan kepada abang grab untuk apabila sampai di hotel untuk menunggu ku sebentar, aku akan check out dan hanya mengambil koperku hingga lanjut ke stasiun Yogya.

Dan aku lanjut ke stasiun Yogya dan yaa terlambat 1 menit sehingga aku tak bisa masuk.

Padahal kereta nya itu masih di stasiun dimana aku masih bisa melihat dan terdengar suaranya, namun karena pintu masuk nya ditutup sehingga aku tak bisa masuk.

Aku pun diam, dan berpikir untuk naik grab menuju bandara Yogya.

Sejujurnya aku udah ragu apakah aku sampai di bandara tepat waktu ataupun tidak.

Jika dilihat di aplikasi bahwa perjalanan ke bandara dari stasiun yogya menggunakan motor sekitar 1 jam 1 menit, sedangkan menggunakan mobil 1 jam 15 menit.

Aku yakin bahwa menggunakan mobil pasti akan lebih lama karena macet, terlebih ini stasiun yogya dimana untuk masuk mobil grab saja sulit, alias kita mesti jauh jalan kaki keluar stasiun.

Aku pun memutuskan naik grab motor, kalian bisa bayangin kan bahwa koperku yang begitu besar itu aku naikin via grab motor ?

Dan asli cape banget !.

Selama perjalanan aku sadar bahwa aku mungkin kedepan tidak perlu menggunakan koper yag terlalu besar, tapi aku sebenarnya senang menggunakan koper ini.

Karena besar dan bisa muat banyak barang-barang.

Ya, untuk ini aku pikirkan saja nanti.

Sesampainya di bandara, aku pun langsung menuju tempat check in, sesampainya di check in petugas counter menelpon ke rekan lainnya apakah bagasi masih bisa masuk atau tidak ?

Dan alhamdulllah masih keburu.

Pelajaran dari drama kali ini :

  1. Mesti ontime
  2. Harus berani ambil jalan yang berbeda walau baru pertama kali. Asal yakin, insya allah akan ada jalanya.

Sesampainya di bandara, aku hubungin salah satu rekan kerjaku saat di Tembagapura yang mana mungkin bisa dibilang guru karena sering memotivasiku.

Dia pulang dari Tembagapura hari ini dan memang sudah kami rencakan untuk bertemu di bandara Soekarno- Hatta.

Kami pun bertukar cerita dan update terkait kehidupan masing-masing.

Selanjutnya akupun pulang kerumah 🙂

Aku dan teman-temanku dari Tembagapura

Jakarta, 10 – 13 Juni 2024

Tentang Toko Buku

Awalnya aku berpikir bahwa aku ingin mengreview tentang sebuah toko buku yang terkenal, tapi jika ku bilang toko buku juga kurang tepat ya.

Hm, apa ya ?

Tentang sebuah bangunan perpustakaan penggiat literasi aja kusebut.

Namanya, perpustakaan Baca Di Tebet.

Seperti namanya, perpustakaan baca di tebat ialah sebuah perpustakaan baca yang berada di lokasi di Tebet.

Terkait pendirian nya didirikan oleh 2 orang.

Jika kau tanya,

Apakah aku tahu namanya mereka ? “,

maka kujawab,

Aku tak hafal nama mereka “.

Kemudian, jika kau tanya,

Kenapa tidak kau cari google dan copy paste ke website ini ”

maka kujawab

Tentu itu bisa kulakukan. Tapi, hatiku sendang berbicara, mengetik dan aku hanya ingin menulis. Itu saja “.

Yang jelas para pendiri tersebut ialah orang yang berjasa dan aku tak pernah sungkan mengatakan bahwa aku berhutang budi padanya.

Kenapa bisa begitu ?

Entahlah, perasaanku saja.

Tentang Perpustakaan Baca Di Tebet

Terkait tentang Perpustakaan Baca Di Tebet sebenarnya aku sudah tahu nama ini sejak aku masih kuliah, tapi baru kesana itu di tahun lalu di tahun 2023 dan yang kedua di bulan Mei tahun 2024 ini.

Kesan pertamaku ialah, inilah mimpiku yang telah didirikan oleh orang lain.

Tentu, mimpi membangun perpustakaan yang ramah, nyaman, dan menjadi tempat lahirnya peradaban.

Memang ada harga yang harus dibayar dan menurutku untuk kunjungan sekali lumayan mahal.

Tapi, kalo paketan sebulan dan setahun pasti lebih murah.

Tapi ini kan perpustakaan swasta, jika mereka mau hidup ya mereka mesti berpikir untuk terus bertahan.

Terkait dengan koneksi internet, tentang jumlah buku, tentang areanya dan masih banyak lainnya, maka ku pikir sudah cukup untuk saat ini.

Aku tak ingin memberikan konsep mutlak tentang sebuah perpustakaan, padahal menurutku sebagai pionir awal-awal bahwa Perpustakaan Baca Di Tebet menurutku sudah bagus.

Ya, aku merasa nyaman disitu.

Harapan

Harapan ya, hm.

Aku pikir aku ingin Perpustakaan Baca Di Tebet bisa banyak di berbagai kota di seluruh Indonesia & bahkan dunia.

Aku bahkan berpikir jauh lebih besar lagi, jauh lebih gila, semua itu aku jabarkan dalam buku RA.

Terkait Buku RA terbit, aku berpikir apakah di bulan Juli atau Agustus 2024 ya.

Sejujurnya aku menerbitkan buku juga bukan mengejar kuantitas, tapi kecocokan saja. Misalkan saja buku itu telah selesai, tapi belum aku terbitkan, ya belum terbitkan.

Dalam buku karya ku sendiri yang pasti ada emosi disitu, ada jiwa disitu, aku tahu bahwa kalian pasti merasakan nya saat membaca.

Oh iya, ketika aku menyampaikan bahwa aku berkunjung ke Perpustakaan Baca Di Tebet & menyampaikan kekaguman ku di grup teman-temanku yang isinya penggila buku.

Mereka ada yang menyampaikan untuk kita gabungkan bukuyang kita miliki untuk mendirikan perpustakaan layaknya Perpustakaan Baca Di Tebet.

Itu ide yang bagus, tapi entah kenapa saat ini aku belum bisa, entahlah !.

Aku masih membutuhkan mereka sepertinya.

Sekali lagi kepada para pembacaku, bahwa aku sudah sampaikan bahwa aku akan mengubah dunia, mengubah dunia melalui idelogiku, melelalui buku ku.

Saat ini, aku memang belum melakukan pergerakan.

Saat ini, aku hanya ingin menulis dahulu dan menikmati waktu-waktu berharga ku bersama mama.

Sekali lagi, bersiaplah !.

Karena aku dan teman-temanku akan memulai pergerakan ketika waktu itu telah tiba.

Mei 2024

Donor Darah Ke Tiga Di Tahun 2024

Donor darah ya.

Hm, hm, hm.

Sejujurnya aku baru benar-benar rutin donor darah itu sejak tahun 2023, yaa rutin bisa dibilang setiap 3 bulan sekali aku donor darah.

Tapi, aku mulai cerita dari mana ya ?.

Hm, mungkin berdasarkan waktu dulu, sekarang dan kedepan ya.

Dulu

Dulu, seingatku ketika aku masih sekolah SMA atau kuliah aku kayanya pernah mau ikut donor darah, cuma dulu aku kurus sekali dan berat badan ku belum cukup untuk mendonorkan darah.

Dan setelah nya ga ada donor darah lagi.

Hingga, aku pun kerja dan badan mulai berisi dan bisa dibilang kalo mau donor darah sih udah bisa ya.

Dan, aku punya teman yang namanya Iqbal yang suka sekali & rutin donor darah sejak muda.

Dia selalu mengajak aku dan memotivasiku untuk donor darah.

Katanya, berbagi buat kemanusiaan dan juga buat bikin sehat karena regenerasi darah terjadi.

Awalnya biasa aja sih, cuman ya bolehlah, ga rugi juga sih aku, dan aku juga happy aja jalaninya.

Sekarang

Ya, kalo sekarang sih udah rutin bisa dua bulanan sekali udah donor darah.

Oh iya donor darah itu mesti ada jeda minimal 2 bulan ya, karena buat proses darah terbentuk & stabil.

Setahuku sih regenerasi darah 2 bulan sejak pengambilan darah ya.

Setelah iu sudah kembali normal.

Waktu 2 bulan ya jeda minimal buat kita jika mau donor darah lagi.

Artinya, tidak setiap bulan kita bisa mendonorkan darah.

Mungkin kalo siatuasi khusus ya beda cerita.

Dan rutin sih aku, senang, dan kayanya juga beberapa orang temanku juga jadi rutin donor darah gara-gara terinspirasi denganku.

Buat ku sendiri manfaatnya lebih seger aja tubuh dan ya buat legacy, buat nabug-nabung amal ke akhirat

Kedepan

Aku udah donor darah udah kedelapan, artinya di tahun ini aku dapat yang ke -10.

Aku sih pengen ya bisa ke – 25, ke – 50, ke – 75, ke – 100 atau lebih.

Ya itu dengan syarat aku masih hidup.

Alasanya apa ?.

Ya apa ya, senang aja sih bisa donor darah, itu aja.

Dan kenapa ya ketika sedang mendonorkan darah itu aku selalu teringat kematian.

Momen ajang mengingat kematian jadi kita bisa muahasabah diri buat lebih baik.

Dan ya, aku juga relawan Palang Merah Indonesia ( PMI ).

Kenapa bisa jadi relawan ?

Entahlah, terjadi dan terjadilah.

Oke, itu dulu ceritaku tentang donor darah, semoga kalian bisa donor darah juga ya.

30 Mei 2024

Kerja Dinas Ke Lombok

Gilaaaa !!!, sudah lima hari saja aku tidak menulis di website ini.

Sejujurnya dalam setiap hariku, aku selalu berpikir untuk menulis di website ini, benar-benar ingin menulis.

Tapi apa daya, aku terlalu sibuk, dan ketika aku mau nulis tuh rasaya cape banget.

Bener-bener cape !, tapi aku tahu bahwa semua kelemahan ku itu ialah sesuatu yang bisa di tingkatkan.

Aku yakin kalo kita benar-benar ingin melakukan sesuatu, pasti bisa kok !.

Alasan yang banyak, rintangan yang banyak, ujung-ujung nya juga nanti kalo kita sabar, kita yakin, dan kita tetap maju.

Insya Allah akan dipermudah.

Orang-Orang Menginspirasi

Sejujurnya akhir-akhir ini aku seperti ditampar oleh beranda youtube di HP ku, kenapa tiba-tiba banyak short video yang terkait konsisten.

Ya langsung saja, jadi aku lihat ada seorang kakek-kakek yang mengposting videonya sekitar 1 menit saja dimana dia lari slow run.

Cuman yang menmbuat kagum ialah dia lari rutin selama 3 tahun tanpa henti.

Aku ga tau apakah dia benar-benar lari rutin selama 3 tahun atau engga, cuman sih aku yakin bahwa dia benar – benar melakukan nya.

Toh juga lari slow run mungkin 30 menitan setiap hari juga sudah bisa mengwakilkan.

Ya, konsisten yang paling sulit.

Dia aja bisa, masa aku ga bisa ? padahal cuman nulis Yo ! . Yayaya, aku harus konsiten dalam menulis “, tutur hatiku.

Hm, kembali ke awal tentang Lombok ya.

Terkadang dalam hidup kita ga akan tahu apa yang akan terjadi kedepan.

Jujur saja, di tahun lalu mana kepikiran aku pergi ke lombok.

Toh juga engga ada project disana, apalagi berwisata.

Hm, engga deh.

Wisata juga pasti diawalin dengan kerja, aku jarang sekali pergi ke wisata hanya untuk berwisata, karena pasti dimulai dengan kerja.

Hari Pertama

Selasa, 21 Mei 2024 aku terbang ke lombok.

Kenapa Lombok ?

Ya, karena hasil kesepakatan untuk serah terima project di Lombok, thats it !

Dan aku berangkat dari Jakarta ke Lombok dengan pesawat yang paling pagi.

Aku ingat betul bahwa pesawat ku terbang pagi di jam 06.00 pagi menggunakan maskapai Super Air Jet.

Ya, jam enam pagi !

Sejujurnya aku mau tidur dimalam harinya cuman aku yakin bahwa pasti kebabalasan karena ketiduran.

Akhirnya, di Senin malam aku sibukkan dengan berbagai hal mulai kerja, nonton video, baca buku dan lainnya.

Hingga sudah pukul jam 1 pagi akhirnya aku bersiap dan pesan grab, di sekitar jam 2 pagi aku menuju ke bandara Soekarno Hatta.

Dan sudah ketebak, aku langsung tidur dan tiba-tiba sudah sampai di bandara.

Estimasi waktu yag telah ditempuh dari rumahku sekitar 90 menitan, itu karena dini hari, jadi engga macet.

Di bandara aku langsung saja chek in dan menuju tempat menunggu pesawat, dan bisalah tidur-tidur sebentar.

Akhirnya pesawat datang dan aku lanjutkan tidur ku di pesawat hingga tiba-tiba sudah sampai di bandara International Lombok Airport !

Tiba di Lombok

Lombok, saya tiba ! tentu yang namanya pertama akan selalu mengensakan.

Dan pasti, aku ambil foto di bandara lombok.

Dan aku meminta seseorang pria yang sedang merokok untuk aku meminta tolong ambil foto.

Dan tiba-tiba dia menyapaku ” Rio ya ?

ku jawab ” Iya ”

dia berkata lagi ” Aji yo, Tembagapura “ .

Dan ternyata orang yang ku minta untuk bantu fotoku ialah Aji teman ku saat kerja di Tembagapura.

Ditambah Aji juga satu jurusan dengan ku yakni Teknik Elektro UI, cuman dia 1 tahun diatas ku saja.

Aku kenal Aji juga baru pada saat di Tembagapura, bisa dibilang sesama alumni UI dan perantauan, jadi lumayan kenal.

Dan ya, aku juga ga ada Instagram, Tiktok atau sosial media lainnya, yang ku punya hanyalah facebook saja.

Sehingga, orang – orang juga engga tahu keberadaanku.

Singkat cerita, ngobrol dengan Aji juga teryata dia baru pertama kali ke Lombok dan mau liburan karena sedang cuti, ditambah baru awal tahun ini dia menikah.

Sekali lagi, sebuah kebetulan yang luar biasa !.

Terkadang hidup tidak ada yang tahu ya dan kita akan bertemu teman lama tanpa disengaja !.

Inilah fotoku dengan AJi !.

Setelah dari bandara, aku langsung menuju hotel Royal Avila Boutique Resort melalui taxi dari bandara.

Info dari driver bahwa hotel yang aku tempatin itu berada di antara tebing dan menuju laut,

” Hm, pasti pemandangan indah ” ku pikir dalam hatiku.

Setibanya di hotel ya langsung meeting saja, dan meeting nya sampai sore.

Malamnya aku pun menyatap makan malam dan beristirahat.

Hari Kedua

Ya, kumulai dengan melihat indah nya laut dan makan pagi.

Di pagi hari aku foto buku dengan pemandangan laut, aku bahwa buku Madilog karya Tan Malaka.

Kenapa Madilog ?,

Entahlah mau bawa saja.

Oh iya, tahun ini juga aku menulis buku ideologiku yang berjudul RA.

RA kepanjangan dari radiallahu anhu yang artinya semoga allah meridhoi nya.

RA itu akan mengubah dunia !.

Dan salah satu karya terbaiku dalam hidup.

Bab pertama RA ialah perpustakaan, dan perpustakaan identik dengan buku, dan di bab RA aku mengatakan bahwa dimanapun kau berada bawalah buku.

Jadi aku juga mengimplementasikan apa yang kusampaikan.

Setelah foto, aku lanjutkan dengan breakfast.

Setelah nya, aku lanjut untuk meeting.

Sebelumnya kami telah sepakat bahwa kemarin meeting di full kan saja agar meeting hari ini dapat selesai dengan cepat.

Setelah meeting, aku dan teman-temanku pergi ke Gili Tawangan.

Whats, Gili Tawangan ?

Aku tahu nama itu, nama yang pernah ku nonton di youtube dan kesan pertamaku ialah banyak bule.

Lagi dan lagi, sesuatu yang tak pernah aku rencanakan tapi takdir, ya begitulah.

Terkadang kita mesti melihat kesempatan di luar rencana kita.

Kemudian, kami lanjut ke pelabuhan menggunakan shuttle bus dari hotel sampai ke pelabuhan.

Pelabuhan

Di pelabuhan aku melihat ada 2 jenis kapal menuju ke Gili Tawangan, yakni kapal umum dan kapal privat.

Bedanya kalo kapal umum itu jauh lebih murah dan langsung ke Gili Tawangan.

Kalo kapal privat itu jauh lebih mahal dan ada sesi snorkeling.

Dan kami pun mengambil yang privat karena jumlah kami pun juga banyak dan ternyata menurutku sangat woth it karena murah, terus dapat snorkeling, dapat dokumentasi, waktu berangkat & pulang kapal juga menyesuaikan kita.

Ini semua dengan catatan kalo jumlah kita nya bayak ya mending sewa kapal privat saja.

Dan oh iya, ternyata di kapal pun aku masih meeting bro !.

Tapi jujur sinyal nya bagus banget selama perjalanan menuju Gili Tawangan.

Sebenarnya di kapal aku mager mesti ikut meeting, cuman karena sesuatu hal ya aku mesti join meeting, tapi gapapa karena masih jam kerja, jadi menurutku itu normal.

Di kapal juga kita foto-foto 🙂

Oh iya sebelum ke Gili, kita juga akan snorkeling, katanya akan melihat Penyu.

Snorkeling, Penyu, Gili Tawangan ialah sesuatu yang aku tak pernah berpikir untuk kesana, terkadang takdir hidup tidak ada yang tahu.

Dan ya, snorkeling pertama kaliya oke juga sih, ditambah aku juga memang bisa berenang, jadi percaya diri saja untuk tidak tenggelam.

Paling sih kalo pemula di awal mesti pakai pelampung buat aman dan pakai face shiled untuk melindungi mata.

Sejujurnya aku telah meminum air laut di mulut yang begitu asin dan terkena mata dan rasanya lumayan perih.

Aku pernah berenang di pantai Manado & meminum air lautnya, tapi terkait asin nya laut menurutku Gili jauh lebih asin.

Ini aku saat melihat Penyu, keren kan ?.

Aku juga tidak menyangka dapat rejeki melihat Penyu.

Dan katanya hari itu hari Penyu sedunia.

Hm, kebetulan lagi, ya kupikir juga kedepan Penyu akan menjadi bagian dari hidupku.

Toh, juga aku bahagia dengan itu semua.

Sesampainya dipantai Gili, yang jelas aku makan dulu, makan indomie pakai telor dan dilanjutkan minum kopi.

Beuh,,, enak banget sumpah indomie nya, mungkin karena laper ya.

Di Gili pun aku berkeliling dan sudah kuduga banyak sekali bule disini layaknya Kuta Bali.

Melihat NTB dengan agama yang begitu kuat, dan adanya Gili yang begitu bebas tapi masih terkendali itu menuruktku sesuatu yang luar biasa sih, pastinya dalam keunikan positif.

Dan ahh,,,, sepertinya matahari sudah mau terbenam dan kami pun bergegas untuk pulang ke pelabuhan untuk kembali ke hotel.

Dan ternyata abang kapal nya menawarkan aku untuk duduk diatas kapal dan karena ini memang kapal privat jadi boleh saja.

Waduh…, itu pengalaman pertamaku naik diatas kapal selama 40 menitan.

Sesampainya di pelabuhan lanju ke hotel & langsung tidur 🙂

Hari Ketiga

Hari ketiga itu jadwalnya pulang.

Awalnya aku berpikir untuk di hotel saja karena ada meeting, sedangkan teman-temanku berencana untuk jalan-jalan.

Dan ternyata meeting tidak jadi, dan aku pun ikut jalan-jalan.

Dan katanya mau ke air terjun yang namanya air terjun Tiu Kelep.

Asli perjalanannya lumayan juga sekitar 3 jam dari hotel kami kesana melalui mobil.

Sesampainya disana kami dibantu dengan pemandu setempat untuk menuju air terjun Tiu Kelep.

Tenyata, air terjun ada dua yakni air terjun Tiu Kelep dan air terjun Sendang Gile.

Cuman memang yang paling tekenal sih Tiu Kelep karena paling bagus.

Dari titik awal sampai di pintu masuk menuju air terjun Tiu Kelep itu sekitar 40 menitan menggunakan jalan kaki dan ku lihat sepanjang perjalanan itu banyak bule juga, jadi sudah terkenal .

Dan sampai di Tiu Kelep itu bagus baget sih.

Asli, langsung lihat saja fotonya.

Gimana, keren kan ?.

Kalo menurutku keren sih.

Dan setelah selasai kami pun langsung balik menuju bandara dan pulang ke jakarta

Hikmah

Aku merasa bahwa terkadang takdir yang menentukan jalan hidunya sendiri.

Jadi kita mesti melihat kesempatan dalam setiap kesempatan, dan jalanin hidup dengan beryukur, bahagia, tidak mengeluh, dan aku pikir itu sebagian komponen yang membuat aura kita menjadi positif buat diri kita, orang lain dan lingkungan sekitar.

Terima kasih Lombok, yaa aku bahagia selama ada disana 🙂

Mei 2024

Cinta Dunia

03 Juni 2024, yaa hari Senin aku mengetik tulisan ini.

Seperti kalian lihat di website ku bahwa pada akhirnya aku gagal untuk menulis satu hari satu pos per harinya.

Aku tak ingin melakukan pembelaan diri, tidak !.

Aku tahu bahwa dasar sebuah kemajuan ialah kejujuran.

Berbicara mengenai alasan kenapa aku gagal menulis tulisan setiap harinya jelas sekali itu karena diriku sendiri.

Aku terlau cinta kepada dunia !.

Ya, cinta dunia ! cinta tidur, cinta apapun lah.

Jelek itu ?

Engga juga, tapi ada porsi nya masing-masing dan porsi tersebut sudah masuk kedalam hatiku.

Seharusnya, aku meletakkan dunia di tanganku, dan akhirat di hatiku.

Itu yang baru benar !.

Aku pikir juga memang dalam setiap hariku, setiap kewarasanku bahwa aku memikirkan kematianku, tapi pada kenyataan nya, pada implikasi di lapangan nya, bahwa tidak semudah itu.

Iya, semua orang tahu bahwa kenikmatan dunia itu memang luar biasa.

Aku tahu bahwa kunci dari kesuksesan itu adalah diriku sendiri, tapi kunci dari kegagalan itu juga diriku sendiri.

Kemana dunia berubah ?

Aku pikir awalnya mungkin ada superman atau super hero yang akan datang untuk mengubah duniaku, dunia lingkunganku dan dunia apa yang ku pandang.

Tapi, pada kenyataan nya tidak ada, dan mungkin selama ini orang yang ditunggu-tunggu untuk mengubah semua itu adalah diri kita, diriku, dirimu dan kitalah pahlawan ata sesuatu yang ingin kita ubah sendiri.

Setelah ini apa ?

Ya, tentu aku tak ingin terlarut dan berlarut pada kecintaan ku pada dunia.

Ya aku akan terus berusaha untuk mengurangi cinta duniaku, dan tentu tak peduli aku cinta dunia, ataupun cinta akhirat bahwa dunia teruslah berjalan maka amanah pun terus berjalan.

Ya, belakangan ini aku juga menjadi ketua kelas dari grup liqo, yang mana memang aku ingin berkembang dalam liqo tersebut.

Nah, itu salah satu amanah yang terus berdatangan.

Aku benar-benar harus berubah.

Sholat tepat waktu, Dhuha, Tahajud, Zikir pagi & petang & puasa, tilawah al-quran.

Agama, itulah tiang yang mesti aku kuatkan.

Lagi pula, aku sudah mengenal kata itu sejak lama, jadi seharusnya aku tak perlu sulit menerapkan nya.

BOHONG !.

Justru menerapkan nya itu sulit, konsistensi yang sangat sulit, tapi karena itulah manusia punya akal, dia mesti punya adaptasi diri yang kuat.

Tuhan, aku tak ingin menjadi orang-orang yang merugi !.

Orang yang hidup di dunia tapi pada akhirnya akan masuk neraka, ya allah, ampunilah dosaku.

Jakarta, 03 Juni 2024

Membuat Keputusan Yang Tepat

Yaa, membuat keputusan yang tepat.

Aku pikir itulah salah satu keunggulan ku, ku pikir itu sudah terjadi selama 15 tahun belakangan ini.

Ya kehidupanku, aku sendiri lah yang menyetirnya.

Bukan hanya itu, terkadang keahlian ku terkait membuat keputusan yang tepat juga menjadi bumerang ku sendiri.

Hal ini karena amanah terus berdatangan kepadaku.

Aku pikir itu menjadi pisau bermata dua ya, karena jika kita tak bisa memegang amanah tersebut yang terjadi ialah integritas kita menjadi tidak baik.

Dan, itulah mengapa ada seseorang yang dapat kita kenal dengan sebutan orang yang dipercaya ataupun tidak dipercaya.

Tentu, membuat keputusan yang tepat itu tidaklah mudah, orang yang membuat harus lah orang yang memiliki ketenangan, jujur dan adil.

Aku pikir aku memiliki itu semua !

Bahwa tidak semua orang berani mengambil resiko juga.

Ya, ku pikir hal ini juga karena aku menegetahui banyak hal dan yang akan kedepan juga ya karena banyak membaca.

” Bukankah bahwa dunia ini hanyalah pengulangan saja ? ”

Faktor Pendukung

Ya, tidak semua waktu dan kondisi bahwa aku bisa membuat keputusan yang tepat.

Maka ku tulis beberapa faktor pendukung.

Pertama, tidur.

Ya, tidur yang cukup akan menghasilkan pikiran yang jernih & membuat keputusan yang tepat.

Tidur yang cukup aku pikir sekitar minimal 6 jam dan dimulai di malam hari.

Kedua, perut yang tidak terlalu lapar ataupun tidak terlalu kenyang.

Jika perut lapar maka akan cenderung membuat seseorang menjadi marah, dan perut yang terlalu kenyang cenderung membuat seseorang menjadi mengantuk.

Pastinya, seorang pemimpin harus tahu apa yang ia makan dan kapan waktu makan.

Ketiga, waktu.

Ya, aku pikir bahwa tidak semua orang hebat pada setiap waktu.

Jujur saja bahwa waktu yang terbaik untuk ku ialah waktu dini hari hingga sore hari, aku dapat membuat keputusan terbaik di periode waktu tersebut.

Membuat keputusan yang tepat bukan berarti harus bekerja keras, bukan !

Dia harus bekerja cerdas.

Dan namanya pemimpin dia harus berpikir, membuat keputusan, dan memberikan arahan yang jelas.

Itu tanda seorang pemimpin !.

Sekali lagi, bahwa membuat keputusan yang tepat juga terkadang mendatangkan amanah yang tak terduga.

Bukan tidak baik, tapi resikonya juga terlalu tinggi.

Aku hanya ingin mengatakan kepada kalian bahwa kehidupan akan baik jika kita dapat membuat keputusan yang tepat.

Dan, membuat keputusan yang tepat juga ada faktor pendukung nya.

Ya, misalkan menurutku tidur, makan, & waktu.

Mungkin kalian bisa jadi sama denganku atau bisa jadi berbeda, kalian sendirilah yang memahami diri kalian.

Dan, ketika kalian sudah terbiasa membuat keputusan yang tepat, maka amanah akan terus berdatangan.

Disaat itulah, kita mesti tahu mana prioritas kita.

Ya, kita bukan hanya untuk kerja saja, ada untuk keluarga, ada untuk komunitas, ada untuk tuhan dan ada banyak lainnya.

Semangat dan terus lah hidup, berharap, karena masa sekarang adalah masa terbaik kita.

Jakarta, 26 Mei 2024

Tentang Jodoh

Akhir-akhir nya ini sepertinya undangan pernikahan terus saja berdatangan.

Ya, rasanya gimana yaa.

Senang sih pasti mengetahui bahwa orang yang kita kenal mendapatkan pasangan hidup nya.

Tapi, di satu sisi mikir,

Kapan ya giliran ku “.

Tentu saja bahwa di usiaku yang akan menginjak kepala 28 ini, aku sudah berpikir untuk menikah.

Ya, persiapan sih pasti. Namun, mungkin belum waktunya saja.

Menikah

Aku tahu bahwa para pembaca ku itu ialah orang – orang cerdas dan orang – orang yang sayang padaku.

Karena itu, aku ingin terima kasih kepada kalian.

Ngomong – ngomong masalah menikah, ya itu perjalanan yang sangat panjang.

Karena itu aku juga tak ingin terburu-buru, pasti ada saatnya.

Bahkan, temanku saja yang seusia dengan ku sudah ada yang cerai, ya cerai.

Atau banyak juga yang usianya di atas ku juga cerai, atau tetap berumah tangga tapi kerjaan nya informasi nya bertengkar mulu.

Tentu, aku bukanlah seorang penggosip atau ingin tahu urusan orang lain, bukan.

Tapi ya namanya mulut orang pasti saja ada yang bicara.

Ya, intinya pernikahan mereka tidak lancar.

Atau ada juga yang menikah di usia kepala tiga, kepala empat, atau bahkan aku kenal teman-temanku yang sudah kepala empat tapi belum juga menikah, Wa Allahu alam.

Karena itu, juga menjadi referensi ku bahwa menikah juga disiapkan benar-benar karena merupakan ibadah seumur hidup.

Kecocokan

Ngomong – ngomong masalah tipeku, ya ku pikir tidak ada jawaban resmi nya ya, cuman sefrekuensi saja.

Terkadang ya, ada saja seorang yang ingin membuat ku terpesona dengan harum minyak wangi nya, atau ada juga yang memperlakukan layaknya seorang yang spesial.

Tapi entahlah, ga cocok aja.

Aku pikir menjadi diri sendiri adalah yang terbaik.

Lagi pula, aku ialah orang yang banyak sekali kekurangan.

Terkadang juga banyak yang ngejar duniawi saja, aku pikir mereka tidak salah.

Tapi, bukan untuk ku saja.

Ya, entahlah, sulit dijelaskan.

Tapi, aku suka dengan orang – orang yang tulus, ya itu sih minimal.

Usaha


Tentu, usaha pun juga dilakukan.

Contoh nya ?

Banyak!.

Yaa, memang belum ada, tapi insyaallah pasti ada.

Yang penting terus ikhtiar dan melakukan yang positif saja saat ini.

Dan memang banyak hal yang memang hakikat jawabannya belum ada sekarang, tapi insyaallah Allah akan memberikan jawaban yang terbaik.

Ingat lah, bahwa kehidupan hanyalah silih berganti antara suka dan duka saja

Teman-teman

Aku tahu bahwa banyak kalian yang mungkin juga belum menikah ya.

Ya gapapa, jangan bersedih. Jangan bersedih.

Saat ini kesempatan kita untuk memperbaiki diri saja.

Insya Allah, Allah akan mendatangkan yang terbaik.

Untuk yang sudah menikah, semoga menjadi keluarga yang damai sejahtera dan selalu dekat dengan Allah.

What’s next ?

Apa ya ?

Ya jalanin saja hidup, terkadang hidup ga bisa ditebak sih.

Insya Allah, kalo kita dekat dengan Allah, hati jadi tenang.

Dan ketenangan itu mahal.

Dan jangan lupa, tetap baca ya website ku hehe, yaa insyaallah kita saling berbagi, saling memahami dan saling mendukung.

Semangat teman – teman, terima kasih.

Entahlah, aku suka dengan kata itu.

Jakarta, 25 Mei 2024