UI ya

Pada saat Pelantikan Insinyur di tahun 2022 setelah pandemi Covid-19

Ya, aku pikir akan banyak sekali tulisan ku tentang UI.

UI, ialah Universitas Indonesia.

Tempat dimana aku berkuliah & memang bermimpi kuliah disana.

Berbicara tentang UI, akan banyak sekali momen ku bersama UI.

Aku pikir aku telah jatuh cinta dengan UI, dan UI pun demikian.

Banyak hal yang telah UI berikan kepadaku, banyak.

Misalkan saja bahwa aku tidak perlu membayar uang kuliah, mendapat beasiswa, dan masih banyak banget hal lainnya.

Suatu hari nanti, aku ingin sekali dalam buku ku yang ku tulis berisi secara garis besar tentang hubungan aku dengan UI.

Di UI pula, kehidupan aku mulai berubah, bermimpi ! yaa yang tinggi.

Di UI pula, aku selalu menuju Perpustakaan terbesar di Asia Tenggara, perpustakaan The Crystal of Knowledge.

Perpustakaan The Crystal of Knowledge

Perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara.

Jujur sekali, aku benar-benar ingin kesana, sebagai seorang yang pembaca buku, bahwa datang ke tempat seperti itu ialah ibarat ke rumah sendiri, ya enak sekali.

Ya teman-teman, latar belakang saya itu tukang baca buku, dan dari situ lah semua bercabang.

Pertama kali aku datang ke Perpustakaan The Crystal of Knowledge itu pada tahun 2014, ya tahun pertama kali aku masuk UI.

Sebenarnya, sebelum aku menjadi mahasiswa di UI yang ter registrasi, ya aku sudah kesana.

Ya, aku masuk UI lewat jalur undangan.

Artinya, tanpa tes.

Dan sejujurnya, segala hal yang berkaitan dengan UI, bisa dibilang sangat mudah & dipermudah untuk ku rasanya.

Ya, mungkin ini namanya jodoh, segala hal dimudahkan.

Oh iya, perpustakaan UI pula merupakan tempat yang aku yakin bahwa aku lebih banyak meluangkan waktu ku di kampus UI, lebih dari Asrama UI, lebih dari fakultasku yakni FTUI, ya perpustakan ini.

Bahkan, terkadang ketika aku sudah di Perpustakaan The Crystal of Knowledge, ya aku sering kali tidak masuk kelas kuliah karena aku masih penasaran dengan buku yang sedang ku baca.

Oh iya, yang belum tahu bahwa perpustakaan The Crystal of Knowledge itu perpustakaan pusat.

Artinya umumnya setiap fakultas di UI Depok sudah tidak ada perpustakaan per fakultas tapi langsung saja digabung dengan fakultas lain yang menjadi fakultas pusat yang kita sebut perpus UI.

Ya, kedepan ku sebut perpus UI saja agar lebih simple :).

Perpus UI juga letaknya sangat srategis, di tengah UI, dekat danau, dekat Masjid, ada kantin, ada minimarket, tempat diskusi pun ada.

Ya, aku pikir perpustakaan yang sejauh ini paling sempurna yang ku kunjungi ialah perpustakaan UI.

Perpus UI lantai 2 pada bulan April 2024

Insinyur

Cita-citaku ialah menjadi seroang Insinyur,

Insinyur UI.

Kenapa Insinyur ?

Ya karena pas kecil aku lihat di TV bahwa banyak orang hebat & sukses ialah Insinyur, bahkan politik pun kita sering menyebut Insinyur Soekarno.

Ya, nama Insinyur itu ialah hal yang sangat lumrah disebut ketika aku masih kecil.

Dan, di SMA aku ingin masuk jurusan teknik agar menjadi seorang dengan gelar Insinyur.

Singkat nya, aku masuk jurusan Teknik Elektro di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Alhamdulillah !

Dan ternyata gelar yang ku dapat ialah Sarjana Teknik ( S. T ) .

Ini terjadi karena gelar Ir. sudah tidak ada lagi.

Tapi, lagi-lagi semesta mendukung.

Ya, aku masuk tahun 2014, dan di tahun yang sama pula pemerintah sedang mencanangkan untuk dibukanya kembali program dengan gelar Insinyur.

Ya, di tahun 2014 terbit Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Yang ku tahu tentang UU ini ialah bahwa pemerintah sedang menyiapkan untuk dibuka program Insinyur untuk beberapa tahun mendatang.

Dan setahuku, di FTUI sendiri bahwa program Insinyur di buka pada tahun 2018 ketika aku baru lulus, dan setelah nya aku masuk program tersebut dan lulus, Alhamdulillah.

Eh, jujur masih sangat banyak cerita tentang ke isninyuran ku sih, jadi aku pikir aku cukupkan saja di saat ini dan akan ku lanjutkan pada buku ku yakni buku MIMIK ( Menjadi Insinyur Masa Indonesia Kini ) untuk detailnya 🙂

Bersama dengan teman-teman sekelasku Insinyur pada tahun 2019

Prof Raldi

Ya, berbicara mengenai Lab bahwa seperti kalian tahu bahwa aku ialah seorang Insinyur. Dan hal biasa bahwa laboratorium adalah tempat yang sering aku kunjungin.

Kemarin, tanggal 02 Mei 2024 setelah kerja aku ke Lab Kalor UI, untuk diskusi dengan temanku Juan & Prof. Raldi terkait project start up bersama.

Dalam hal ini, aku ingin menyampaikan ke kaguman ku pada Prof. Raldi, yaa, dia termasuk professor awal-awal yang ku kenal di UI, sejak tahun 2014.

Sebutan ” One Man One Product ” selalu teringat dalam otak ku tentang dia.

Selain itu, dia juga seorang socio-technopreneur.

Artinya, keilmuan yang dimilikinya untuk diusahakan untuk kegiatan sosial.

Luar biasa !.

Berikut biografi singkat Prof. Raldi.

Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer DEA adalah Guru Besar di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Karir mengajarnya dimulai sejak tahun 1979.

Hingga kini, beliau masih aktif mengajar Mata kuliah Pengukuran dan Metrologi dan Etika Enjiniring.

Hasil riset inkubator bayi hasil penelitiannya di Fakultas Teknik UI kini telah dikenal luas, dirasakan manfaatnya dan  diproduksi secara massal.  

Beliau berhasil meraih Runner-up Dosen Terbaik UI (1995), Juara Pertama Peneliti Terbaik UI (1988), Runner-up Peneliti Terbaik UI (1990) dan Juara Tiga Kompetisi Riset UI (1989).

Diambil dari Facebook Prof. Raldi pada tanggal 02 Mei 2024 yang mana aku dan prof memang temanan di facebook

Kemudian dari sekian Professor yang saya jadikan panutan sebagai Guru maka salah satunya adalah Prof. Raldi Artono.

Beliau adalah Guru Besar Departemen Teknik Mesin FTUI.

Beliau mampu membumikan keilmuannya untuk kebermanfaatan masyarakat banyak.

Bukan tipe dosen yang sekedar jago membuat paper yang entah apa ada gunanya dan kapan dirasakan manfaatnya oleh ummat.

Masih banyak hari esok Prof, sehat selalu !

Lari Sabtu Rutin di UI

Ya, UI lagi UI lagi. Bisa dibilang orang – orang dan tempat yang paling berkontribusi dalan kehidupan ku hingga sekarang, hingga nanti, banyak sekali berkaitan dengan UI.

Entah kenapa ya ?

Hm, lagi pula aku juga nyaman & senang, jadi tak mengapalah.

Ya, hubungan ku dengan UI bisa dibilang akan sangat lama, atau mungkin akan sepanjang hayat, dan aku juga tak masalah dengan itu.

Berbeda dengan lainnya, misalkan di kantor, ya hubugan nya belum tentu lama, belum tentu sepanjang hayat.

Definisi hubungan yang ku maksud ialah tetap intens untuk komunikasi.

Tapi kalo dengan UI, entah apa aja ada yang bisa di obrolin.

Ya, sama sepert ini bahwa aku mulai kembali lagi untuk lari di setiap Sabtu jam 06.00 WIB di UI.

Ya aku kembali dari kesibukan dunia yang tiada habis.

Oh iya, ini juga persiapan aku juga untuk Marathon di Juli 2024 nanti.

Lagi, aku juga bahagia bisa lari dengan teman-teman di rumah.

UI ya, banyak sekali sih cerita yang bisa ku ceritakan.

Tapi untuk saat ini ku pikir cukup dahulu, ya karena selain ada pekerjaan lain, aku pikir aku juga mulai cape mengetik hehe.

Pokoknya,

” Aku selalu jatuh Cinta dengan UI, dan kupikir UI pun demikian ” – Rio

Jakarta, 04 Mei 2024

Hidup Harus Terus Berjalan

Saat di Official Garuda Store GBK pada tanggal 02 Mei 2024

Yaa, pagi ini pastinya pagi yang lumayan sedih, karena Indonesia kalah di perebutan juara ketiga di AFC.

Ya, aku nonton di GBK, dan pastinya banyak juga supporter yang NOBAR ( Nonton Bersama ).

Aku berharap bahwa kita bisa lolos dan ga perlu lewat bermain lagi di play kick off Vs Guinea.

Tapi, ya kalah.

Ya,, padahal menurutku pertandingan Vs Irak itu lebih baik dibandingkan dengan lawan Uzbekistan.

Namun, proses finishing yang dilakukan oleh pemain Indonesia yang kurang baik.

Serta, beberapa pemain egois, ya mungkin sekarang pemain-pemain egois tersebut terkena serangan mental akibat dihujat oleh netizen Indonesia.

Cuman yasudah, yaa terima, dan hadapin hari esok.

Dan tentu, aku juga ga mau terpuruk karena kekalahan Indonesia sehingga semua kegiatan ku menjadi tidak semangat.

Masih banyak hal yang harus aku lakukan, masih banyak tanggung jawab yang mesti dilakukan, karena hidup terus berjalan.

Yang penting terus semangat, siapapun itu, kapanpun itu, dan dimanapun itu.

Karena hidup harus terus berjalan !

Jakarta, 03 Mei 2024

Pada Akhirnya Hidup, Kita Ga Akan Pernah Benar-Benar Siap :)

Pada akhirnya, hidup kita banyak hal terjadi yang di luar rencana, pada akhirnya hidup kita ga tau kedepan, kita ga tau tentang apa yang benar-benar terjadi kedepan.

Memang, terkadang kehidupan seolah-olah dapat diprediksi, dapat dilihat polanya, tapi sebenarnya pada akhirnya hidup tidak bisa diprediksi.

Kita mesti siap pada sesuatu yang memang telah terjadi, dan kita harus beradaptasi.

Dalam diriku contohnya banyak hal, dimulai dari mendapat beasiswa dengan pembinaan terbaik, padahal awalnya daftar cuman buat cari tempat nginep gratis di dekat kampus.

Kemudian menjadi Insinyur padahal sebelumnya ga ada gelar Insinyur lagi di Indonesia, ke Papua padahal ga pernah ngebayangin kerja disana, dan sekarang semua serba online di waktu bersamaan.

Yaa, pada akhirnya sesuatu yang benar-benar penting, kita ga akan pernah siap.

Keberanian

Ya, itulah yang terkadang menjadi pembeda bagi setiap orang.

Orang-orang yang berhasil sudah pasti ialah orang yang berani.

Dia berani mengambil resiko di depan nya.

Namun, walau kita tahu keberanian ialah kunci kesuksesan, tapi ga semua orang akan berani.

Dan mereka ga salah juga, karena pasti punya pertimbangan tertentu.

Sekali lagi teman-teman, kita sebaiknya pikirkan kembali keberanian kita untuk kemajuan.

Tidak harus sesuatu yang ekstrem seperti resign tanpa mendapatkan pekerjaan pengganti, atau investasi uang yang banyak ke bitcoin, dan masih banyak lainnya.

Mungkin, kita mulai coba berani mengutarakan perasaan kepada orang yang kita suka, berani untuk memulai sesuatu yang baru misalkan saja berani untuk mencoba ikut marathon, berani memulai untuk menulis buku, apapun, ya disesuaikan saja dengan kondisi teman-teman 🙂

Kompetensi

Ya, sejujurnya hidup harus punya kompetensi. Dan ini point yang penting, andaikan saja bahwa seorang pemuda dipercaya untuk memegang jabatan penting di republik ini.

Namun secara kompetensi dia belum memiliki, maka yang terjadi adalah kecelakaan. Kecelakaan pada efek yang dihasilkan, serta juga pada orang tersebut.

Maka, orang yang kita sebut dengan sebutan ” Pemimpin Muda “ itu yang sebelumnya di eluh-eluhkan karena pada usia muda telah memiliki jabatan yang tinggi pada akhirnya masuk penjara atau bisa dibilang setengah masa depan nya terlah berakhir.

Bayangkan saja, mungkin 2 tahun dia begitu tersohor tapi akhirnya menderita di penjara mungkin bisa 20 tahun atau lebih.

Karena kenapa ?

Karena amanah dengan kompetensi nya ga cocok.

Mungkin orang tersebut baik, ya bagus, tapi dalam dunia profesionalisme bahwa bukan dicari yang baik tapi yang benar.

Yang benar yaa yang profesionalisme.

Ngomong-ngomong masalah profesionalisme, tiba-tiba aku jadi ada ide untuk menulis bab profesionalisme dalam buku ku juga yang akan terbit di tahun ini yang berjudul MIMIK.

Yaa, begitu kan, terkadang terjadi maka terjadilah.

Iman

Yaa, sebagai seorang Muslim, menurutku bahwa ada sesuatu yang membedakan kita yakni iman.

Aku tahu bahwa agama lain juga memiliki iman tersendiri, karena itu aku tak berkomentar.

Aku saat ini hanya berkomentar pada iman yang ku yakini dengan sebenar-benarnya yakni Islam.

Ya, dimanapun kita berada bahwa kita mesti beriman, dan setelah nya mendirikan shalat, setelah nya yang masih banyak lagi.

Aku yakin pembaca di tulisan ini sudah pintar dan dapat mencari sendiri :).

Ya, shalat sesuai ketentuan Nya, selama kita hidup.

Seperti gambar dibawah ini bahwa aku shalat di bawah tanah, dan diatas salah satu titik tertinggi di Indonesia ( yang pasti di atas lebih dari atas Pulau jawa ) 🙂

Dan tentu, untuk kota yang aku tak pernah berpikir akan untuk singgahi bahkan tinggal kurang lebih 2 tahun lamanya.

Banyak banget momen dan pengalaman hidup disana 🙂

Yaa, sekali lagi kita ga tahu ke depan seperti apa.

Semoga dengan keberanian, kompetensi & iman akan selalu membuat keberuntungan untuk kita.

Pada akhirnya, masa depan ga ada yang tahu ya, yaa nikmatilah saat ini, syukuri apa yang terjadi saat ini, bersama orang-orang yang ada.

Karena, kita ga tahu apa yang akan terjadi kedepan.

Terima kasih ya !

Ya, aku tahu bahwa aku akan mengubah dunia, dan tentu aku butuh kalian, membuat sejarah, dan membuat sesuatu untuk mencapai sesuatu yang belum pernah kita capai.

Sekali lagi, TERIMA KASIH !

Jakarta, 02 Mei 2024

Ustad Ku

Ustad.

Ya, di otak ku bahwa definisi ustad adalah seorang yang mengajarkan agama.

Tentu suatu hari nanti aku ingin juga bisa menjadi seorang Ustad.

Yaa, ya pasti menjadi ustad juga bukan sebuah julukan saja, tapi dia mampu menjadi pendakwah kepada menjadi masyarakat luas.

Namun sebelum itu, yang pasti kompetensi seorang ustad juga harus kompeten.

Karena itu pentin sekali bahwa seorang ustad memiliki kurikulum pendidikan yang ditempuh nya.

Jadi bisa di tracking dari mana ia belajar, pelajaran apa yang dipelajari, guru nya siapa saja dan masih banyak lainnya.

Jujur saja di tanggal merah ini aku berpikir sebenarnya berapa banyak Ustad yang kutemui dalam setiap pekan.

Akhirnya aku cek HP dan jumlah Ustad yang terjadwal yakni 14 orang, dan setiap Ustad ada sesi nya 2 jam sendiri.

Artinya, dalam 1 minggu waktu meeting ku secara tatap muka sebanyak 28 jam. Itu belum termasuk mengerjakan tugas dan lainnya.

Aku ga tau ya kenapa jadi begini, cuman yasudah jalanin saja.

Untung saja online jadi ga perlu habis waktu di perjalanan.

Oh iya, setiap Ustad juga punya karakter dan keahlian nya masing-masing.

Jadi, aku sebagai murid bisa punya banyak referensi sudut pandang.

Ini berlangsung sampai kapan ya? “Tanyaku dalam hati.

Yang pasti sampai akhir tahun, dan mungkin beberapa tahun ke depan.

Lagi pula, mereka membentuk ku menjadi seorang muslim yang lebih baik.

Jadi kenapa tidak aku lanjutkan saja kan? 🙂

Yaa sudah aku lanjut saja biar aku juga bisa di cross check dan menjadi lebih baik dalam segi kompetensi agama.

Toh, juga so far so good.

Ku tulis dalam notes di hp ku sambil ngeliat danau sambil minum kopi

Jakarta, 01 Mei 2024 Pukul 14.00 WIB

Kembali Mengaji

Semangat pagi dunia ! ya setelah menonton kekalahan Indonesia U-23 VS Uzbekistan U-23 yasudah gapapa, hidup mesti move on !.

Dan tentu aku bangun kesiangan, padahal aku ada kelas Talaqqi dengan ustad.

Bagi yang belum tahu, talaqqi ialah metode pengajaran Al-Qur’an di mana antara murid dan guru saling berhadapan.

Yaa, aku ingin berubah, ingin kenal dekat dengan agama.

Dan pastinya butuh guru untuk belajar, crosschek, pengingat dan banyak hal pastinya.

Setelah aku melihat hp ku, aku buka laptop & buka google meeting untuk masuk kelas.

Alhamdulillah, masih diizinkan masuk ke kelas dan yaa pasti meminta maaf dahulu sebelum memulai giliran saya.

Tema hari ini yakni pembacaan al-fatihah yang benar dan juga surat Al-Falaq, An-Nas & Al-Ikhlas.

Aku pikir semua berjalan lancar, ya setiap selasa pagi pukul 06.00 – 08..00 WIB bahwa aku Talaqqi dengan beliau.

Dan hari-hari lain ya beda guru karena beda materi kelas saja.

Jika kalian pernah membaca tulisanku sebelumnya di website ini bahwa aku ingin menjadi seorang Tahfidz.

Maka, sekarang aku sudah memulai proses nya.

Aku dan kelas ku bersama Ustad Deddy dalam kelas Talaqqi

Tentang Baju Muslim

Ngomong-ngomong masalah baju muslim, entah kenapa aku baru menyadari bahwa baju muslim ku begitu sedikit.

Ini jelas sekali bahwa penempatan baju muslim dalam keseharianku tidaklah begitu banyak.

Atas dasar itulah, aku ingin menempatkan baju muslim menjadi lebih meningkat untuk keseharianku.

Yaa, ditambah juga pada saat metode Tallaqi ataupun belajar Al-Quran aku ingin menggunakan baju muslim.

Yowis, aku akan cari & beli baju muslim 🙂

Agenda Harian Islami

Ya, sekarang aku punya agenda harian islami yang mestinya aku isi setiap hari.

Ya, aku akan mengisinya setiap hari.

Dan, aku tak ingin mengisi jika hari tersebut tidak ku lakukan aktifitas tersebut, JUJUR .

Kata itu yang ingin aku mulai dalam tahap awal proses pembelajaran.

Ini bukan masalah kuantitas tapi juga kualitas & ridho Allah.

Ngomong-ngomong masalah agenda harian ya itu udah makanan sehari-hariku, tapi agenda harian muroja’ah, jujur saja bahwa kayanya belum pernah.

Seingatku aku punya agenda harian murojaah itu pada saat masih Madrasah Ibtidaiyah & saat kuliah dimana masuk pondok asrama beasiswa Rumah Kepemimpinan.

Itu pun sepertinya aku tak melakukan secatra optimal. Wah artinya sudah 5 tahun lebih aku tak punya agenda harian muroja’ah ya. Astaga eh astagfirullah.

Al-Quran

Langsung saja bahwa sepertinya aku akan memasukkan Al-Quran dalam tas ku agar lebih mudah saja.

Ya, di HP sih memang ada ya Al-Quran dalam bentuk soft copy.

Namun, mengingat bahwa kuantitas aku terhadap Al-Quran akan meningkat yaa sudah :). Semangat semuanya !

Artinya: “Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan  mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Jakarta, 01 Mei 2024

TIMNASKU, aku selalu BANGGA !

Dari semua aktifitas hari ini yang ku jalani.

Maka, yang terpenting dari terpenting ialah menonton Indonesia U-23 VS Uzbekistan U-23 pada ajang semi-final piala AFC U-23.

Yaa, hingga saat ini King Indo terus membuat sejarah hingga melangkah mencapai ke semifinal Piala AFC U-23.

Selangkah lagi kita akan menjadi juara Asia U-23, dan tentu melaju ke Olimpiade Paris.

Sesuatu yang belum pernah Indonesia rasakan sejak merdeka.

Yaa, sudah pasti aku akan mendukung dan aku memang berencana untuk menonton di GBK, yaa nonton bersama ( NOBAR ) yang diselenggarakan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI )

Massa di GBK

Aku datang di GBK pukul 19.45 wib dan sudah sangat ramai massa yang mendatangi stadion utama kebanggan Indonesia.

Yaa, bangga! Itu semua yang orang rasakan di stadion dan pastinya juga massa Indonesia yang mendukung timnas Indonesia.

Semua orang berbondong-bondong datang ke stadion baik anak muda, remaja, hingga orang tua untuk mendukung Indonesia dengan berbagai cara.

Ada yang membawa bendera merah putih, ada yang muka nya ditempelkan dengan bendera merah putih, ada yang pakai ikat kepala Indonesia, ada yang menggunakan jersey timnas, dan macam-macam lah.

Lagi pula banyak sekali tukang yang menjual pernak pernik untuk mendukung Indonesia dengan harga yang murah, dan juga banyak yang jualan.

Sehingga tidak akan laper 🙂

Jalan nya pertandingan

Tentu, makin kesini bahwa permainan timnas Indonesia makin baik.

Menurutku mulai terasa sejak tahun lalu sejak piala Dunia U-17 di Indonesia.

Dan jika dibandingkan dengan tahun ini, aku pikir terus meningkat permainan nya.

Atas dasar itulah, menurutku sebagai orang yang sangat amatir tentang sepak bola bola namun pendukung Indonesia, bahwa semakin masyarakat Indonesia bangga dengan pencapaian yang telah dilalui.

Selain telah membuat sejarah, masih ada potensi untuk menjadi juara atau dapat masuk Olimpiade Paris 2024.

Buktinya di GBK ramai sekali dan pastinya di mana-mana juga orang nobar kan.

Jalan nya pertandingan dimulai dengan begitu sengit.

Di babak pertama Indonesia berhasil untuk mengimbangi pertandingan hingga pluit pertandingan babak pertama berbunyi.

Di babak kedua, semua berubah.

Indonesia mampu membuat gol lebih dulu dan semua orang merayakan gol tersebut namun setelahnya wasit menganulir gol Indonesia.

Setelah itu, maka pertandingan dimiliki oleh Uzbekistan.

Dan, Uzbekistan U-23 memenangkan pertandingan.

Tanggapanku

Pertama, Jujur saja level kualitas timnas Uzbekistan U-23 memang lebih baik dari pada timnas Indonesia U-23. Namun, bukan berarti pertandingan tadi Indonesia pasti kalah.

Aku pikir karena banyak pengaruh wasit yang banyak keputusan nya merugikan Indonesia.

Aku tahu bahwa aku subjektif, namun dalam ke subjektifan ku berpikir objektif.

Tapi ya wasit, ya dia yang punya suara keputusan.

Yaudah, siap – siap kena mental pak di serang netizen Indonesia.

Kedua, komentator nya menurut ku bagus sekali.

Selain dia memahami detail informasi dari pemain timnas Indonesia U-23 dan juga Uzbekistan U-23.

Dia juga netral.

Ya artinya dia mengakui bahwa Uzbekistan lebih bagus, tanpa tidak membuat penonton Indonesia kecewa.

Ketiga, kejutan mendadak.

Ya, ketika gol Indonesia di anulir, aku pikir aku, penonton dan pemain timnas mengalami kejutan yang luar biasa.

Dan selanjutnya, kita mengalami penurunan semangat.

Ya pada akhirnya kalah ya, ya gapapa.

Dalam pertandingan pasti ada menang dan ada kalah, yang penting terus semangat timnas ! masih ada perebutan juara ketiga untuk masuk olimpiade Paris 2024.

Terus semangat TIMNAS INDONESIA !

Karena aku tak akan pernah lelah untuk menyatakan bahwa AKU BANGGA PADA KALIAN !

Jakarta, 30 April 2024

Refleksi

” Dalam keheningan ada kemurnian “

Ya, sekarang sudah berganti hari, hari Senin tanggal 29 April 2024 Pukul 00.20 WIB namun aku masih belum bisa tidur.

Aku pikir karena efek kopi yang masih kuminum di jam 8 malam tadi.

Jujur saja, bagiku hari minggu ataupun hari senin tak ada bedanya, sama-sama sibuk.

Hm, mungkin lebin banyak porsi ke yang berbeda saja kali ya.

Ya, hari kerja sibuk ke kerja terutama.

Kemudian, akhir-akhir ini durasi menulisku juga berkurang.

Misalkan saja, dalam 1 hari aku hanya menuliskan 1 tulisan di website ini.

Ya, gapapa juga sih, toh juga webiste ini lebih ke arah curahan hati saja, dan bukan sesautu yang benar-benar serius.

Tapi juga sebenarnya bahwa kuantitas & kualitas waktu ku menulis dalam buku juga menurun.

Ya, manusia mood nya bisa naik & bisa turun.

Hm, kenapa ya bisa begitu ?

Mungkin bagi beberapa orang aku sudah produktif.

Namun, bagiku aku masih belum bisa optimal.

Ide untuk meperbaiki sih banyak, tapi ku pikir bukan di ide masalah nya.

Ya, masalah nya di komitmen.

Dan komitmen tergantung dengan niat, aku pikir aku harus terus menguatkan niat kenapa aku harus menulis.

Semua orang juga tahu bahwa menulis adalah ” Legacy ” tapi tidak semua orang bisa mengwujudkan menulis.

Aku pikir aku belum optimal karena juga mungkin karena aku sering lalai dalam shalat, yaa shalat tidak tepat waktu, tidak berjamaah dan masih banyak lagi.

Kenapa bisa begitu ?

Ya aku tak ingin banyak alasan layaknya orang yang sedang membela diri, aku hanya ingin kedepan dapat lebih baik lagi.

Lagi pula mendirikan shalat itu bukanlah sebuah kelebihan tapi kewajiban.

Ya, kita butuh itu, karena itu tiang agama.

Tanpa adanya tiang, bangunan akan roboh.

Shalat

Aku pikir jika ada satu point agama yang mesti segera aku lakukan setelah mengluruskan niat ialah Mendirikan Shalat, ya Shalat berjamaah. 

Aku hanya ingin itu saja dahulu, ku implementasikan dan ya perbaiki Doa.

Kau tau bahwa terkadang kita terlalu sombong di dunia ya.

Ya kita sibuk sekali dengan urusan dunia tapi kita lupa bahwa dunia ini sebenarnya ajang persiapan untuk akhirat.

Ya, walaupun mindset itu sudah dalam benak otak ku tapi secara implementasi nya aku butuh perjuangan.

Aku pikir juga aku ingin berubah, benar-benar berubah.

Berubah seperti apa ?

Ya lebih dekat dengan agama.

Dan, pastinya akan selalu ada godaan, ada juga yang mungkin ga suka.

Namun, Nabi Muhammad SAW saja yang merupakan manusia paling mulia juga banyak yang membenci.

Jadi, ga perlu galau jika ada yang membenci.

Ya, intropeksi diri saja dan terus maju.

Tulisan ini merupakan sebuah catatan kecil yang mungkin tak bermanfaat bagi beberapa orang, tapi akan berarti bagi beberapa orang.

Sekali lagi, ” Dalam keheningan ada kemurnian “

Jakarta, 29 April 2024 Pukul 00.20 WIB

Ambil Alih

Aku pikir dalam banyak kehidupan ku bahwa beryukur aku mengenal banyak tokoh hebat melalui buku,

Ya, melalui buku maka orang dapat menyelami samudera pengetahuan tanpa terbatas oleh tempat dan waktu.

Seperti tulisan ini yang dapat dibaca oleh siapa aja, yang nantinya jika sudah banyak tulisanku di website ini , maka dapat aku buku kan.

Dan, dalam tulisan ku akan selalu ada orang-orang hebat yang kusebut karena untuk menjadi penghubung antar generasi.

Ya, Socrates ialah salah satunya.

Dari sekian banyak tokoh Yunani yang begitu menganggumkan, aku memiih Socrates yang paling aku suka.

Kenapa ?

Entahlah, ku pikir banyak pemikiran dia yang begitu luar biasa.

Bukan yang lain jelek, tapi mungkin hanyalah referensi kecocokan saja.

Lagi pula Socrates adalah guru dari Plato, dan Plato adalah guru dari Aristoteles, dan Aristoteles adalah guru dari Alexander The Great.

Kesadaran

Berbicara mengenai kesadaran diri bahwa tak bisa lepas dari pemikiran Socrates. pemikiran Socrates menekankan pada kesadaran diri.

Ya, aku pikir aku tak akan membahas lebih dalam inti dari pemikiran Socrates dalam website ini.

Untuk membahas pemikiran Socrates akan aku detailkan dalam buku ku yang saat ini sedang aku susun.

Namun, untuk judulnya belum aku berikan, ya tunggu saja. Kesadaran.

Aku pikir aku termasuk orang yang termasuk kategori sebagai decision maker, artinya banyak sebagian dalam lingkungan ku yang mana aku sebagai main character nya.

Misalkan saja, kalo aku tidak bekerja ya efeknya domino kemana-mana.

Ya, tidak mungkin semua orang akan menjadi main character, dan ada saat kita juga hanya menjadi member saja.

Artinya, kita mesti tahu hal mana yang kita dapat berikan kontribusi terbaiknya nya.

Tidak mungkin bahwa kita bisa memberikan segala resource kita ke segala hal dalam waktu yang bersamaan.

Pasti ada prioritas, dan yang menentukan seberapa penting prioritas menurutku yang terbaik ya dirinya sendiri.

Jika semua orang sudah sampai tahap ini bahwa ini merupakan salah satu indiikator sebuah masyarakat yang berperadaban.

Menjadi Pemimpin

Apa itu pemimpin ?

Menjadi pemimpin ialah memiliki 2 indikator ini yakni memiliki pengikut dan memiliki pengaruh.

Terkait efek yang diberikan benar atau salah ya itu berbeda cerita.

Ya, seorang pemimpin telah diberikan amanah yang lebih sehingga dia memiliki suara terbanyak dalam pengambilan keputusan.

Dan semua orang pasti menjadi pemimpin di ranah nya masing-masing, misalkan saja seorang suami yang memimpin keluarganya karena memang sudah kodrat nya.

Kemudian juga menjadi pemimpin itu ga mudah, artinya pemimpin harus menjaga dirinya sendiri, menjaga pola makan nya, menjaga pola tidurnya, menjaga ilmu nya & menjaga lainnya.

Bayangkan saja jika dalam sebuah perang dimana seorang pemimpin di tengah pertempuran sakit perut karena sebelumnya makan pedas atau tidak menjaga apa yang dimakan nya padahal dia tahu bahwa esok ialah hari pertempuran.

Atau jika pemimpin tidak fit yang justru nanti akan memberikan keputusan yang salah.

Ingatlah bahwa keputusan pemimpin pastinya memiliki pengaruh yang besar daripada keputusan pengikut.

Pada tahun 2021, pada saat aku mengreview terkait urusan safety di kantor Tembagapura gedung OB3 Lantai 2 MP. 72

Kondisiku

Aku pikir juga entah kenapa diusiaku sekarang bahwa aku tak ingin terlalu banyak membuang waktu pada sesuatu yang tidak benar-benar penting untuk ku sendiri.

Jika ada waktu senggang, yaa aku memilih tidur, memilih istirahat dan sebagainya.

Bagiku, perjalanan ini bukanlah perjalanan sprint, melainkan marathon.

Butuh banyak energi, persiapan, waktu, ilmu, biaya dan lainnya.

Hidup ga cuman hari ini saja, melainkan masih banyak hari esok.

Atas dasar itulah, bahwa setiap orang menurutku mesti tahu apa prioritas nya masing-masing dan berkomitmen.

Dan ya sekali lagi, aku pikir jika sesuatu ga penting banget ya aku hanya ingin istirahat saja.

Tukang Baca Buku

Ya, inilah asal muasalku. Aku sebenarnya hanya berawal dari seorang yang tukang baca buku saja.

Itu aja &kemudian terjadilah yang sekarang.

Yang terjadi sekarang bahwa aku memiliki amanah yang besar sekali.

Ya, karena itu aku selalu percaya bahwa :

Aku mengubah dunia melalui buku, tanpa buku aku tak akan pernah mampu – Rio Agustian Fajarin ( 28 April 2024 )

Teman-teman, karena aku memandang bahwa Scorates adalah guruku.

Maka, aku sampaikan juga sebagai pengingat atas diriku sendiri kepada kalian bahwa

” Kita mesti tahu prioritas kita masing-masing “.

Percayalah, bahwa setiap orang ga akan menjadi kemana-mana jika kita tak punya fokus dan prioritas.

Dan pastinya aku selalu percaya bahwa :

” Dalam keheningan terdapat kemurnian ” – Rio Agustian Fajarin ( 28 April 2024 )

Jakarta, 28 April 2024 Pukul 16.24 WIB

PENDIDIKAN BADAL AL-UTSMANI

Aku pikir aku mesti memulai kembali pembelajaran Al-Quran, sesuatu yang sudah lama aku tinggalkan.

Yaa, seperti biasa bahwa weekend ku begitu padat bahkan melebihi waktu weekday.

Engga tahu ya sampai kapan seperti ini ?

Yang pasti sampai akhir tahun dan mungkin beberapa tahun ke depan lagi, atau bahkan tak pernah ada.

Ngerjain apa sih emang ?

Yaa banyak, tentang amanah diri sendiri, keluarga, negara, dunia & akhirat.

Kalo dikabarin satu-satu, entahlah, sepertinya begitu dah 🙂 .

Pagi ini, Sabtu 27 April 2024 sejak pukul tujuh pagi aku dan para peserta didik memulai orientasi program bimbingan belajar Al-Quran pada Lembaga Bimbingan Al-Utsmani.

Yaa, aku sudah mengenal lembaga Bimbingan Al-Quran ini sudah beberapa tahun lalu, namun belum bisa ikut.

Karena pertama, memang sibuk.

Dan kedua, dahulu belum ada pembelajaran online, alias mesti ketemu langsung.

Jujur saja, untuk usiaku saat ini & dengan melihat aktifitas ku bahwa akan sangat sulit untuk belajar secara langsung mengingat waktu ku yang tidak banyak.

Tapi, walau belajar online, semoga tetap dapat mengambil hikmah nikmatnya belajar Al-Quran.

Kemudian tentang BADAL, artinya Bimbingan Dalam Lembaga.

Aku mengertinya bahwa ini termasuk program intensif dimana pembelajaran dikelompokan menjadi beberapa kelompok sesuai kemampuan membaca Al-Quran dan dikepalai oleh seorang Ustad.

Ya, 1 kelompok sekitar 5-7 orang peserta didik.

Orientasi online untuk sistem pengajaran program BADAL dari Lembaga Bimbingan Al-Quran Al-Utsmani

Sistem Pengajaran

Pertanyaan terkait ” Apakah kita sudah benar membaca Al-Quran ?.

Definisi benar yakni berusaha semaksimal mungkin bahwa pembacaan dapat sama sepeti pada Rasulullah SAW membaca.

Sekali lagi pertanyaan terkait ” Apakah kita sudah benar membaca Al-Quran ? “.

Yaa, silahkan dijawab masing-masing saja dalam hatinya.

Dalam membaca Al-Quran sesuai yang disampaikan oleh Ustad dalam orientasi pagi ini, bahwa kesalahan pembaca Al-Quran terdapat dua umumnya yakni kesalahan besar & kesalahan kecil.

Kesalahan besar artinya bahwa orang tersebut tidak benar dalam memahami huruf, tanda baca, & panjang pendek.

Yang jelas bahwa jika kita masih dalam tahap ini, sebaiknya jangan jadi imam.

Kita bisa menjadi imam, jika makmum kita memiliki pemahaman yang sama ataupun lebih rendah dari ilmu kita.

Selanjutnya, kesalahan kecil yakni masih salah tentang Gunnah, Mad, Tafkhim & Tarqiq.

Tentunya, dalam tahap ini bahwa orang tersebut sudah dapat menjadi imam shalat, namun masih tetap harus untuk terus belajar.

Sistem Pengajaran

Sistem pengajaran di lembaga Al-Utsmani menggunakan metode Utsmani dengan Musyafahah / Talaqqi dengan guru ( Peserta & pengajar berhadapan langsung ) dengan sistem Triwulan ( 3,5 Bulan ).

Peserta didik dikelompokkan ke dalam beberapa Mustawa, dimana setiap mustawa mempunyai standar dan target pembelajaran yang berbeda-beda sebagai berikut :

  1. Mustawa I’Dad : Bagi peserta yang belum mengenal huruf Al-Quran atau masih tertukar antara satu huruf dengan lainnya. Maka, target belajarnya yakni memahami huruf & tanda baca.
  2. Mustawa 1 : Bagi peserta yang sudah mengenal huruf namun masih banyak salah panjang & pendeknya. Maka target belajarnya ialah memahami huruf, tanda baca & panjang pendek.
  3. Mustawa 2 : Bagi peserta yang belum lancar membaca AL-Quran atau masih terdapat kesalahan-kesalahan yang mendasar terutama yang terkait huruf atau panjang pendeknya. Maka target belajarnya ialah memahami huruf, harokat, penjang pendek, Ghunnah.
  4. Mustawa 3 : Sama seperti Mustawa 2, namun target belajar nya sudah memahami huruf, harokat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad.
  5. Mustawa 4 : Bagi peserta yang sudah lancar membaca Al-Quran namun masih ada kekurangan-kekurangan yang terkadang tidak disadari seperti dalam menerapkan kaidah nun sukun, berbagai mad & sebagainya. Target belajar yakni memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad teori & praktek.
  6. Mustawa 5 : Sama seperti mustawa 4, namun target belajarnya yakni memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad, ghorib, lain-lain seperti tebal-tipis. Teori dan praktek.

Ya, dari Mustawa I’Dad sampai Mustawa 5 durasi belajar nya yakni 3,5 bulan.

Artinya, dalam setiap tahun terdapat 3 kali pembukaan kelas.

Jika kita anggap lulus dengan baik dalam setiap tahapan dimulai dari Mustawa I’Dad maka sekitar 2 tahun kita sudah bisa dapat membaca Al-Quran dengan benar sesuai kurikulum yang sudah dibuat oleh Al-Utsmani.

Namun bagi peserta yang sudah bagus bacaan Al-Qurannya dan ingin memperdalam teori & praktek tajwid serta mempersiapkan diri untuk menghafal maka ada program Mustawa TALLAQI yang memiliki target belajar memahami huruf, harokat, sifat, panjang pendek, ghunnah, ragam mad, ghorib, lain-lain seperti tebal-tipis.

Serta, teori dan praktek nya. Namun, ini lebih dalam lagi.

Terakhir, ada Mustawa Tahfidz yakni bagi peserta yang ingin membekali diri dengan hafalan AL-Quran baik sebagian atau keseluruhan maka terdapat target menghafal Al-Quran 30 Juz selama 5 tahun. Dimana, jumlah Mustawa Tahfidz sebanyak 20 level dan target hafalan setiap level sebanyak 1,5 Juz.

Artinya, setiap pekan mesti sudah hafal sekitar 3 halaman untukk disetorkan.

Untuk ini infonya ini banyak sekali yang gagal karena kesibukan kerja & lainnya.

Evaluasi

Pada setiap akhir triwulan akan diadakan satu evaluasi akhir secara terjadwal.

Dan, pada tiap akhir triwulan peserta akan mendapatkan rapor hasil evaluasi.

Kemudian juga syarat untuk ikut evaluasi maksimal 3x ketidakhadiran.

Ya, dari sekitar 14/15 pertemuan maka maksimal 3x tidak hadir, jika lebih dianggap tidak lulus di Mustawa tersebut.

Ini benar-benar sesuatu yang berat.

Tapi, ya mau gimana lagi , pasti akan selalu ada pengorbanan untuk sesuatu yang bernilai.

Oh iya, aku masuk Mustawa mana, tebak ? hehe.

Dan untuk kelasku setiap selasa pagi online pukul 06.00 – 08.00 WIB. Untuk detail standar kelulusan terlampir dibawah ini :

Standar Kelulusan Lembaga Bimbingan Al-Quran Al-Utsmani

Tanggapanku

Ya, jika melihat usiaku yang menginjak usia menuju ke -28 tahun.

Maka jika dilihat dari level paling Mustawa I’dad hingga ke level Mustawa Tahfizh bahwa membutuhkan waktu sekitar 7-8 tahun untuk dapat menjadi Tahfidz 30 Juz sesuai kurikulum.

Artinya, di usiaku yang ke 35 / 36 tahun bahwa impianku menjadi seorang Tahfidz 30 Juz dapat tercapai.

Ya, ini jika kita menganggap bahwa aku lulus dalam setiap proses nya.

Tapi, aku pikir aku termasuk kategori peserta yang muda ya.

Karena pada masa orientasi tadi rata-rata usianya 40an, 50an, atau ada yang diatas 60an.

Dan informasi dari Al-Utsmani bahwa banyak juga peserta didik yang sudah belasan tahun tetap aktif untuk menyetor hafalan nya, menganggumkan.

Sesuatu yang memang mesti dipelajarin seumur hidup ya ilmu agama.

Oke, aku pikir jalan ku menjadi seorang Tahfidz sudah mulai kebuka lebar bahwa aku punya dasar bisa membaca Al-Quran, punya Al-Quran, punya buku penunjang, punya niat, punya uang, punya kurikulum, punya guru & punya sistem.

Ya, tinggal komitmen saja.

Komitmen selalu berkaitan dengan waktu & niat.

Pastinya, jalan kedepan akan menjadi jalan yang tidak mudah.

“Ya Allah, permudahhkan aku menjadi seorang Tahfidz, amin.”

Jakarta, 27 April 2024 pukul 23.13 WIB

Aku Ingin Menjadi Seorang Tahfizh

Hari ini aku pikir aku benar-benar mengantuk.

Yaa, selain karena banyak deadline yang telah ku selesaikan dengan baik sebelum jam 12 malam tadi, dilanjutkan aku menonton timnas Indonesia U23 VS Korea U-23 dalam ajang perempat final piala Asia U-23.

Dan pertandingan penuh dengan emosian yang mana aku pikir Indonesia beruntung bisa menang lawan Korea karena banyak drama.

Namun, juga permainan Indonesia begitu bagus juga.

Alhamdulillah, Indonesia maju ke semifinal.

Sekali lagi kita bangga, kita Indonesia.

Lanjut paginya aku ke kantor di daerah Sudirman dan banyak meeting secara online maupun offline.

Kemudian, setelah shalat Jumat aku pun pulang ke rumah.

Yaa, lanjut kerja dari rumah.

Tergeletak

Entahlah, saat ini banyak hal yang menjadi tanggung jawabku.

Banyak banget.

Karena itu, seperti biasa aku ingin makan yang enak, aku pun sebelum pulang ke rumah mampir beli rujak.

Aku pesen ke abangnya ” Cabe nya yang banyak ya bang ” .

Yaa, aku suka pedas tapi sepertinya tadi cabenya kebanyakan.

Sesampainya dirumah, aku buka laptop dan HP untuk melanjutkan pekerjaan.

Setelahnya, aku pun makan rujak yang sudah ku beli tadi.

Rujaknya benar-benar pedas.

Tapi, pada saat itu ya belum terasa.

Setelah selesai, sekitar 30 menitan bahwa langsung berasa sekali di perut, dan akhirnya aku sakit perut dan dilanjutkan dengan muntah.

Setelah muntah, aku tergeletak di kamar mandi dimana saat ini rumah ku kosong, dan muntah lagi lalu tergeletak lagi.

Dalam keadaan tergeletak karena ternyata perut ku sudah tak kuat makan pedas lagi, yang pertama ku pikirkan seperti biasa,

” Apakah sudah saatnya aku mati? ”

Yaa, selanjutnya gambar kedua orang tua ku, mama, papa, ada di benak otak ku.

Ku pikir aku benar-benar ingin masuk surga bersama mereka.

Itu saja pikirku saat itu.

Ya, ku pernah dengar dari ustad bahwa jika seorang anak menjadi penghafal Al-Quran atau Tahfizh maka Allah akan menghadiakan orang tua nya dapat di surga bersama mereka.

Menjadi Tahfizh

Yaa, bisa dibilang mungkin membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk diriku menjadi seorang penghafal Al-Quran 30 Juz.

Tapi, jangankan menghafal Al-Quran, baca Al-Quran saja sesuai dengan tahsin aku masih belum benar.

Ya, sebenarnya hasrat ingin menjadi seorang Tahfizh sudah ada sejak beberapa tahun terakhir.

Tapi, menjadi Tahfizh itu sesuatu yang tidak mudah, ingatlah bahwa cahaya tidak akan datang pada kegelapan.

Artinya, selain menghafal Al-Quran juga mesti menjaga perilaku agar kegelapan tak ada dalam diri kita, terlebih dalam kegelapan terdapat banyak hawa nafsu.

Teman

Aku pikir, aku ialah sedikit orang yang memiliki sahabat yang begitu unik.

Ya, sahabat dekat artinya orang kepercayaan.

Aku mulai dengan 2 temanku saat SMP yang beragama Katolik dan Kristen Advent.

Kemudian di SMA, teman dekatku beragama Hindu dan Kristen Protestan.

Yaa, ada 4 teman ku yang begitu dekat denganku.

Ada juga saat kuliah, temen baik ku yang beragama Budha, tapi tak aku masukkan ke dalam list berikut karena ya memang 4 orang itu yang benar-benar dekat hingga saat ini.

Sepertinya sih gara-gara temen sebangku ya.

Yaa, takdir yang sudah ditentukan.

Jadi, jika ada bisikan bahwa seorang Rio adalah seorang yang anti non islam?

Maka tak perlu kujawab & kau dapat mengecek nya.

Bahwa justru, teman-teman terdekat ku dari agama yang berbeda semua, dan tak ada teman ku yang bersama Islam yang masuk sebagai teman paling dekat ku.

Tapi, aku juga punya teman yang seorang penghafal Al-Quran 30 Juz yang telah memenangkan banyak penghargaan di tingkat nasional & internasional.

Aku bersama temanku yang seorang Tahfizh itu sekitar 2 tahun, karena aku berada di asrama beasiswa yang sama.

Jadi, aku tahu bagaimana keseharian seorang Tahfizh.

Yaa, murojaah selalu setiap habis shubuh adalah cara untuk tetap menjaga hafalan Al- Quran.

Aku pikir aku benar-benar terbantu dengan melihat keseharian nya.

Oh iya, pada saat aku di asrama juga dia guru ngaji ku dimana aku mesti setor hafalan Al-Quran setiap minggu nya.

Namun, aku termasuk murid yang kurang baik, kadang aku belum hafal jadi aku menghindari setoran hafalan.

Untung nya, teman ku termasuk orang yang profesional, dimana setiap sesi dia selesai dia tak akan membicarakan terkait hafalan Al-Quran 🙂

Perjuangan

Entah kenapa menghafal Al-Quran begitu sulit masuk ke otak ku.

Aku pikir aku harus segera introspeksi terkait keimanan lagi, agar menjadi bersih.

Padahal, ketika aku membaca peradaban Yunani, Barat, Amerika bahkan dunia, mudah sekali dicerna.

Tapi, jika mengaji, membaca Al-Quran langsung ngantuk & gampang lupa.

Yaa, aku mesti bersihkan diri lagi agar ilmu cahaya dapat segera masuk ke otak.

Tambahan

Ku pikir setelah pada tahun 2020 aku mendapat predikat lulusan terbaik Insinyur dan Profesi dari Universitas Indonesia.

Serta, pada tahun 2021 aku mendapatkan informasi sebagai Insinyur Profesional Madya termuda di Indonesia.

Serta, masih banyak hal baik lainnya.

Yaa, selanjutnya yang kucari ialah Akhirat.

Orang-orang kapitalis ataupun komunis tak akan benar-benar paham apa yang ku maksud.

Hanya orang yang beriman yang akan paham.

Ya , aku pun sedang kuliah agama, ngaji sama ustad, dan lain nya.

Pendidikan formal, nonformal, informal, aku tempuh agar aku tak termasuk orang-orang yang merugi seperti yang telah dijabarkan dalam Al-quran.

” Ya Allah, permudahkan urusan ku untuk menjadi penghafal ayat-ayat mu. Amin “

Ku tulis dalam notes di HP ku pada hari Jumat, 26 April 2024 pukul 17.55 WIB

Dari Hamba Allah

Rio Agustian Fajarin