09 Mei 2024
Timnas belum ke Paris ya, ya gapapa
” Ya gapapa “,
Kata itu merujuk pada hasil akhir bahwa kita belum bisa ke Paris.
Bukan artinya tidak bisa, yaa belum saatnya saja.
Lagi pula, sudah bisa mencapai level ini itu sudah bagus untuk saat ini.
Kami kalah saat semifinal, kami kalah pada perebutan juara ketiga, dan kini kami kalah pada ajang play off untuk mendapatkan tempat di Olimpiade Paris 2024.
Sebuah runtutan kekalahan yang membuat kita menjadi lebih dewasa.
Memang euforia masyarakat Indonesia begitu sangat militan untuk mendukung timnas, tak peduli dalam keadaan apapun.
Lagi pula, pada akhirnya kompetensi yang berbicara.
Dan, saat ini bahwa timnas U-23 belum setara kompetensi nya dengan negara-negara yang masuk olimpiade 2024.
Ya menurutku saja, tapi namanya pertandingan ya bisa saja menang.
Gapapa, kita mesti akui kekalahan, agar belajar dan terbang tinggi !
Patah Hati
Aku tahu bahwa setiap orang pernah hati, dan patah hati ku pertama dalam menonton timnas Indonesia ialah pada saat menonton final Indonesia VS Malaysia pada ajang Piala AFF tahun 2010.
Ya, pada saat final dapat dikatakan ” Jancuk “ sekali permainan timnas.
Pada pertandingan pertama timnas dibantai oleh Malaysia di stadion Bukit Jalil dengan skor 3 – 0 atas kemenangan Malaysia.
Dan, pada leg kedua Indonesia menang tipis 2 – 1 atas malaysia.
Itu juga Malaysia terlebih dahulu yang menjebol gawang Indonesia.
Padahal sebelum final, timnas bermain sangat bagus dan sempat bertemu Malaysia di fase grup dan menghajar Malaysia dengan skor 5 – 1 atas kemenangan timnas.
Eh, pada saat final terasa pemain timnas tidak berniat bermain.
Padahal, banyak sekali orang Indonesia yang datang ke stadion Bukit Jalil Malaysia untuk menonton langsung dan juga menonton di televisi di seluruh Indonesia, semua rakyat menonton pertandingan itu.
Dan yaa, kita kalah.
Belakangan beredar bahwa beberapa pemain timnas ada yang berkhianat dengan melakukan perjanjian dengan pihak Malaysia, yakni untuk mengalah dari Malaysia dengan imbalan mendapatkan mobil alphard dan uang.
Aku tidak tahu berita itu benar atau tidak, tapi jika benar demikian maka, terkutuklah dan matilah para pengkhianat itu.
” Enyalah para pengkianat ! “
Era Jokowi
Tentu, hampir semua ohlaraga semakin bagus pada masa kepresiden era presiden Jokowi.
Oh iya, aku bukanlah pemilih presiden Jokowi pada tahun 2014 & 2019.
Tapi, jika dia telah terpilih menjadi presiden, maka dia presidenku.
Dan tentu, aku mesti objektif bahwa ohlaraga di era presiden Jokowi semakin bagus & diperhatikan.
Untuk bola sendiri, aku pikir walau aku bukan fanatik liga Indonesia, tapi aku fanatik timnas Indonesia.
Yang pasti aku lebih sering nonton secara online daripada secara langsung.
Ya, menurutku bahwa timnas mulai bagus itu sejak tahun 2023 sejak era Erick Thohir dan mulai terasa pada ajang Piala Dunia U-17 di Indonesia.
Memang pada akhirnya tidak lolos dikualifikasi grup tapi menurutku sudah bagus dengan tidak kejebolan terlalu banyak & memang secara kompetensi permainan, kita mesti banyak belajar.
Aku
Aku tahu banyak sekali orang-orang pintar yang di luar sana yang tidak percaya pada timnas.
Aku tahu bahkan banyak orang abdi negara yang bahkan juga tidak mendukung Indonesia.
Dan banyak lainnya, biarin aja, biarkan sudah.
Maka kujawab
” Ah, benarkah ? ”
atau diam, atau,
” Gue percaya timnas bro ”
Dan masih banyak lagi.
Aku tahu bahwa permainan Indonesia itu belum bagus, mereka berkata
” Ah, cari sebelas pemain dari 200 juta penduduk lebih aja susah banget sih ! ”
Hey, hey, hey ! Cina & India juga penduduk nya lebih dari 1 miliar, tapi bola nya juga ga bagus-bagus banget tuh, atau Amerika dan Rusia yang merupakan negara superpower juga bola nya begitu-begitu saja.
Iya, berbicara memang gampang sudah.
Terkadang, diam dan tetap memberikan semangat itu juga bagian dari nasionalisme.
Dan ya, seperti biasa bahwa aku ada kegiatan meeting & migrasi dari jam 10 pagi via online, tapi pastinya menonton timnas itu ialah agenda utama dari utama.
Pada akhirnya, kalah.
Sedih sekali.
Tapi ya mau gimana lagi, sudahlah meratapi kekalahan, lanjut terus belajar dan berusaha saja.
Aku yakin bahwa suatu hari nanti timnas akan masuk olimpiade, akan masuk piala dunia senior, dan menjadi juara piala dunia.
Yaa, aku yakin pasti bisa.
Dan kita juga mesti melakukan hal-hal yang baru untuk mencapai sesuatu yang baru.
Untuk bisa mencapai sesuatu yang baru, kalo ga ada perubahan mana bisa !.
Terakhir, bagiku bahwa menonton Indonesia adalah bagian dari pekerjaan dan pendidikan.
Karena kita bangga kita Indonesia.
” Tetap semangat Garuda, semangat !. Karena aku tetap bangga ! “

NOBAR dari Warung Kopi di Jakarta Timur
09 Mei 2024 Pukul 22.43 WIB
Dari aku yang selalu bangga pada Garuda
Rio Agustian Fajarin