Oke, kali ini gue bakal bahas tentang salah satu bagian kegiatan yang juga melengkapi semua tahap pertambangan.
Apa itu ?
Standardisasi.
Ini juga salah satu poin dalam prinsip pelaksanaan Good Mining Practice ( GMP ) di Indonesia.
Nah, dalam poin ini ada pengertian yang mirip-mirip namun sebenarnya berbeda, langsung kita bahas !.
PENGERTIAN
Sesuai UU no.No. 20 Tahun 2014, berikut beberapa istilah dengan definisi yang berbeda :
Standarisasi : Proses merencanakan, merumuskan, menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara, dan mengawasi standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan.
Standar : Persyaratan teknis atau sesuatu yang dibakukan, termasuk tata cara dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak/pemerintah/keputusan internasional yang memperhatikan syarat keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi, pengalaman, serta perkembangan masa kini, & masa depan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Standar kompetensi kerja di bidang pertambangan mineral dan batu bara : Standar kompetensi yang diterapkan di bidang pertambangan mineral & batu bara yang terdiri dari standar kompetensi kerja nasional, standar kompetensi kerja khusus di bidang pertambangan mineral & batubara, dan standar kompetensi kerja internasional.
TUJUAN
Tujuan adanya standardisasi antara lain menjamin terlaksananya penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik dalam kegiatan usaha pertambangan mineral & batubara, mewujudkan peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang pertambangan mineral dan batu bara melalui sertifikasi kompetensi kerja dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara, serta mewujudkan tertib pelaksanaan pekerjaan berbasis kompetensi.
Nah, konsep standardisasi ini terlihat simple tapi sebenarnya ini termasuk fudamental juga.
Ya, jangan salah pengertian dan mengetahui perbedaan nya itu penting banget. Nah, thanks ya udah baca dan see u !
Nah, di kali ini gue bakla bahas tentang Good Corporate Governance ( GCG ) dalam kaitan nya dengan Good Mining Practice ( GMP ) di Indonesia.
Nah, Good Corporate Governance ( GCG ) ini merupakan hal wajib dalam pelaksanaan GMP ini. Kenapa begitu ?
Karena prinsip penerapan GCG ini merupakan poin yang tercantum dalam kegiatan yang melengkapi tahapan pertambangan dalam pelaksanaan Good Mining Practice ( GMP ).
Nah, mantep kan. Oke, lets talk about this one !
Pengertian
Good Corporate Governance ( GCG ) secara definitif merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan yang menciptakan nilai tambah untuk semua stakeholder.
Ada dua hal yang ditekankan :
Pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar & tepat pada waktunya
Kewajiban perusahaan untuk melakukan pengungkapan secara akurat, tepat waktu trabsparan, terhadap semua informasi kinerja perusahaan, kepemimpinan dan stakeholder.
Prinsip
Menurut komite nasional kebjakan governance ( KNKG ), dilaksanakan dengan penerapan TARIF sebagai 5 prinsip dasar dari GCG :
Transparency ( Keterbukaan Informasi )
Accountability ( akuntabilitas )
Independency ( kemandirian )
Responsibility ( pertanggungjawgaban )
Fairness ( kesetaraan & kewajaran )
Nah, dalam menjadikan GCG sebagai landasan kelola tambang, perusahaan dapat mengadopsi standar terbaik.
Contohnya : PT ANTAM ( Persero ), Tbk., yang mengadopsi standar Indonesian Securities Exchange ( ISX ) dan Australian Securities Echange ( ASX ) corporate Governance Principles & recommendations untuk mewujudkan GCG.
Tahapan GCG
Pada umumnya, perusahaan-perusahaan yang berhasil menerapkan GCG menggunakan tahapan berikut ( Chinn, 2000, Shaw, 2003 )
1. Tahap Persiapan
Tahapan ini terdiri atas tiga langkah utama : Awareness building, GCG assessment, & manual building.
Awareness building merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting GCG & komitmen bersama dalam penerapannya., dapat dilakukan melalui seminar, lokakarya, dan diskusi kelompok.
GCG assessment merupakan upaya untuk mengukur atau lebih tepatnya memetakan kondisi perusahaan dalam peneapan GCG.
Saat ini dengan mengidentifikasi langkah-langkah yang tepat guna mempersiapkan infrastruktur dan struktur perusahaan yang kondusif bagi penerapan GCG secara efektif.
Manual building adalah penyusunan manual atau pedoman implementasi GCG berdasarkan hasil pemetaan tingkat kesiapan perusahaan dan upaya identifikasi prioritas penerapannya.
2. Tahap Implementasi
Tahap ini terdiri atas tiga langkah utama, yakni :
a. Sosialisasi : Untuk memperkenalkan kepada perusahaan berbagai aspek yang terkait dengan implementasi GCG, khususnya mengenai pedoman penerapan GCG.
b. Implementasi : yaitu kegiatan yang dilakukan sejalan dengan pedoman GCG yang ada, berdasar roadmap yang telah disusun.
c. Internalisasi : yaitu tahap jangka panang dalam implementasi
3. Tahap Evaluasi
adalah tahap yang perlu dilakukan secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengukur sejauh mana efektifitas penerapan GCG telah dilakukan dengan memihak pihak independen melakukan audit implementasi dan scoring atas praktik GCG yang ada.
Esensi dari GCG ini ialah peningkatan kinerja perusahaan melalui supervisi atau pemantauan kinerja manejemen dan adanya akuntabilitas manejemen terhadap pemangku kepentingan lainnya.
Nah, poin GCG ini udah selesai deh.
Ini baru satu poin dari sekian banyak poin untuk mewujudkan pelaksanaan Good Mining Practice ( GMP ).
Cape ?
Engga juga, banyak tidur juga cape.
Yang jelas, berusaha sebaik mungkin dalam melakukan sesuatu seperti berusaha sebaik & semaksimal mungkin untuk pelaksanan Good Mining Practice ( GMP ) ini.
Oke, sepertinya untuk ke depan nya , gue bakal share tentang pekerjaan gue yakni tentang dunia insinyur yang terkait.
Dan, pastinya juga ada tambang-tambang juga sih.
Yaa, sebagai buat referensi ke kalian dan juga dari awal niatan gue bahwa website ini isinya juga tentang karir ya, karir.
Supaya gue juga engga lupa sama ilmu yang gue pelajarin, seperti ungkapan pepatah yakni ” Ikatlah ilmu dengan tulisan ” .
Sehingga, bisa gue baca-baca lagi kan.
Nah, sekarang gue bahas tentang Good Mining Practice ( GMP ) di Indonesia.
Lansung aja kuy !
Pengertian
Good Mining Practice ( GMP ) adalah kegiatan pertambangan yang memenuhi kriteria, standar, dan norma pertambangan yang baik serta menaati peraturan yang berlaku sehingga dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Nah, banyak kita denger bahwa di media menyuarakan bahwa kalo ada tambang ya bakalan rusak lingkungannya.
Ya, banyak rugi nya deh.
Hm, iya bener itu.
Namun, perlu diingat bahwa hal ini dikarenakan kegiatan pertambangan yang dilakukan tersebut ialah tindakan yang engga sesuai prosedur.
Prosedur apa ?
Ya banyak, pasti ada kelalaian nya.
Lalu, solusinya ?
Ya Good Mining Practice ( GMP ) ini.
Kalo usaha pertambangan dilakukan sesuai Good Mining Practice ( GMP ) maka semua nya win-win solution.
Kok bisa ?
Karena usaha pertambangan yang menerapkan Good Mining Practice ( GMP ) adalah kegiatan usaha pertambangan yang tidak hanya memperhatikan teknis pertambangan, tetapi juga memperhatikan dan menaati hukum, ekonomi, konservasi mineral dan batu bara, kualitas linngkungan dan sosial, serta kesehatan dan keselamatan kerja.
Tujuan
Tujuan dari adanya Good Mining Practice ( GMP ) ialah agar keseluruhan proses pertambangan dan tahapan awal hingga akhir dapat dilakukan secara baik dan mengikuti standar, norma, serta, peraturan yang berlaku.
Dan sejak adanya UU No.3 Tahun 2020 diberlakukan, sangat terasa bahwa peraturan terkait pertambangan mineral dan batu bara semakin terstruktur dan terpadu.
Nah, Good Mining Practice ( GMP ) juga berkaitan erat dengan pembangunan berkelanjutan yang disebut Suistanable Development Goals ( SDGs ) yang saling terintegrasi satu sama lain.
Inti dari konsep pembangunan berkelanjutan sebagian besar didasari oleh ide dari The World Commission on Environment and Development sebagai pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa mengganggu pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang.
Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan Good Mining Practice ( GMP ), perlu diperhatikan beberapa kegiatan berikut :
Kegiatan pertambangan terdiri dari tahapan kegiatan utama, yaitu penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, land clearing & konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian, pengangkutan, penjualan, reklamasi, penutupan tambang, serta pasca tambang.
Kegiatan pertambangan tersebut harus dilengkapi kegiatan lain yang akan berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitar. Aspek ini meliputi lingkungan hidup, keselamatan pertambangan, konservasi sumber daya, corporate social responsibility ( CSR ), kepatuhan hukum, keterbukaan informasi terhadap publik, good corporate gorvernance ( GCG ), dan standardisasi.
Sebuah kegiatan tersebut harus dapat dilakukan dengan proses manejemen yang baik untuk pelaksanaan Good Mining Practice ( GMP ) dengan memperhatikan aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi dan pengontrolan.
Manfaat
Manfaat nya dari terlaksana nya Good Mining Practice ( GMP ) yaitu dapat mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi oleh pelaksanaan kegiatan pertambangan, mengoptimalkan efisiensi kerja dalam beroperasi, serta menimbulkan lingkungan kerja yang baik sehingga memberikan perlindungan bagi para pekerja tambang.
Nah, untuk mencapai manfaat itu semua, wajib melaksanakan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik dengan mengikuti :
Ketentuan keselamatan pertambangan
Pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi dan/atau pascatambang
Upaya konservasi sumber daya mineral dan batu bara
Pengelolaan sisa tambang dari suatu kegiatan pertambangan dalam bentuk padat, cair, atau gas sampai memenuhi standar baku mutu lingkungan sistem dilepas ke media lingkungan
Nah, itulah singkat nya tentang Good Mining Practice ( GMP ) di Indonesia.
Referensi gue ini dari bukunya Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc. yang judulnya Good Mining Practice ( GMP ) di Indonesia.
Tentunya, akan sangat banyak materi dan hal yang berkaitan dengan Good Mining Practice ( GMP ) ini di post-post gue selanjutnya.
Nah, karena bakalan seru banget dan terupdated jadi terus pantau website gue ini yaa.
Itu ialah kata yang yang artinya orang yang menganut agama Islam.
Itu pula ialah hal yang sangat paling ku syukurin dalam hidupku.
Tiada hal yang lebih baik menjadi seorang muslim.
Jikalau kau ambil darah terakhirku maka akan tetap ada kata Muslim.
Aku benar-benar bangga, bahagia, dan bersyukur karena aku ialah Muslim.
Lalu apa tujuan dari seorang Muslim di muka bumi ini ?
Ibadah & Pemimpin.
Tugas kita ialah beribadah kepada Allah, tuhan yang maha esa, dan menjadi pemimpin di dunia ini dengan melakukan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan buruk sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran.
Jikalau ada hukum yang sudah dijelaskan haram, maka haram lah.
Contohnya : Riba. Entah beragam modifikasi dari sistem ini tetap saja haram ya haram.
Dan, yang paling rugi ialah manusia itu sendiri.
Jika dia tidak merasa rugi di dunia, tentunya di akhirat dia akan rugi.
Itulah iman.
Sebuah hal yang kita percayai, bukan kita kalkulasi.
Lalu, jikalau ada hukum yang sudah dijelaskan halal, ya ambil lah dan maksimalkan dengan seimbang.
Contohnya : kerja keras, harus kerja keras dalam hidup.
Kerja keras juga sebuah cara untuk menjaga harga diri dari seorang lelaki.
Ya, ku pikir kita harus keras dengan kebenaran yang datang nya dari tuhan, bukan dari pembenaran manusia.
Karena bila kita lengah dan berdamai dengan itu, maka dia akan merenggut harga diri dan menguasai dirimu, bahkan untuk cakupan sebuah bangsa.
Karena itulah, menjadi Muslim adalah sesuatu yang tak bisa dibandingkan dengan apapun.
Bahkan, diberikan hadiah semesta pun agar aku menjadi tidak seorang muslim, maka akan kutolak atau ancaman kematian pun agar aku menjadi tidak seorang muslim, maka akan kuterima kematian itu.
Menjadi Muslim adalah anugerah, yang tak bisa tertandingi.
Rukun Islam & Rukun Iman akan terus ada di dalam jiwa seorang Muslim.
Bahkan, jikalau kita mencintai harta, keluarga atau duniawi melebihi cinta kita kepada Allah, maka sungguh merugi kita. Allah.
Tauhid. Berikan aku petunjuk mu, dan aku berjalan di petunjuk mu.
Ya Allah, Ya Allah, Ya allah, aku terus berusaha untuk terus beribadah kepada mu & menjadi pemimpin di dunia ini dengan baik dan benar.
Semua itu ku lakukan hanya Allah.
Ya Allah, aku ialah seseorang yang ingin menjadi sebenar-benarnya Muslim. Dan, ridhoilah aku agar aku bisa masuk Surga ya Allah, bukan Neraka.
Karena itu aku butuh ilmu, butuh iman, butuh kesehatan, hingga jiwa & raga ku hanya ku terus persembahkan agar lulus ujian ini, ujian dimana akhirnya pahalaku lebih banyak dari dosaku.
Hingga hari kemenangan itu datang, hari dimana kematian itu datang, ibadah & pemimpin ialah apa yang aku suarakan, jalani & hidupkan.
Btw, selamat tahun baru 2022 ya, semoga di tahun 2022 ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya.
Gue percaya juga bahwa tahun 2022 ini ialah tahun keberuntungan gue, semoga.
Nah, disini gue bakal menjelaskan perbedaan antara Bekerja Vs Belajar Vs Berkarya menurut versi gue.
Ya, batasan masalah nya ya dari seorang yang berusia 25 tahun dan sudah lulus gelar sarjana.
Serta, keadaan ekonomi keluarga yang bukan dari kalangan orang kaya.
Nah, kalo elo termasuk dalam kategori ini, ya bisalah baca tulisan gue yang subjektif ini sebagai bahan referensi.
Btw, semua pilihan nya baik, namun ada skala prioritas dari masing-masing menurut gue.
Bekerja
Quotes,
” Harga diri laki-laki ialah bekerja dan bertanggung jawab ”
Udah hatam di otak gue.
Ya, tanpa bekerja kehidupan laki-laki akan hampa.
Definisi bekerja disini artinya ya mendapatkan uang, atau menjadi pelayan masyarakat.
Nah, dengan bekerja berarti bisa mendapatkan uang untuk memberikan bantuan kepada keluarga.
Efek nya domino.
Memang nominal itu yang relatif.
Namun, dengan menjaga harga diri lelaki ialah dengan bekerja itu absolut.
Dengan bekerja juga kita bisa memberikan nafkah dimana tentunya kita berharap bahwa keluarga kita akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Kalo memang sudah punya uang banyak maka bisa ke skala yang lebih tinggi yakni menjadi tokoh masyarakat.
Menurut gue juga bahwa untuk seseorang lebih pantas masuk ke ranah publik ialah orang yang sudah memiliki finansial yang mumpunin.
Kalo jumlah nya ?
Relatif.
Sehingga, apabila dia berurusan dengan uang masyarakat yang banyak, dia akan cenderung tidak melakukan praktik korupsi dikarenakan ekonominya sudah mumpunin.
Belajar
Ya, kalo udah lulus sarjana ya menurut gue ya kerja aja. Ketika kerja, belajar juga pasti namun tetap mengutamakan pekerjaan.
Belajar kan ada 3 yakni formal di sekolah, nonformal di tempat kursus, dan informal di keluarga / masyarakat.
Ya, sejak peran ekonomi keluarga mengambil posisi penting dalam hal ini, jadi mesti bijak. Bekerja sambil belajar aja, jangan sampai kita memilih hal yang prioritas ga wajib daripada prioritas yang wajib.
Maksudnya, kalo elo dari keluarga yang ga kaya-kaya amat, ya kerja aja, bantu keluarga, kalo ada rejeki kan bisa buat belajar juga.
Disini ruang lingkup bedanya, kalo belajar umumnya buat diri sendiri, kalo bekerja umumnya buat diri sendiri dan keluarga.
Berkarya
Kalo menurut gue, berkarya ini sih jatuhnya bonus ya tapi penting banget, jadi bekerja dulu, lalu belajar, lalu berkarya.
Karena kenapa ?
Kalo emang dari karya udah bisa ngehidupin kebutuhan ya artinya good.
Namun, kalo elo masih bukan siapa-siapa ya kegiatan berkarya harus tetap dilakukan, namun bukan jadi penghabis waktu utama dalam keseharian.
Berkarya kan bisa nulis buku, nulis lagu, konten kreator dan lain nya.
Kesimpulan
Ya, dari Bekerja Vs Belajar Vs Berkarya ga ada yang salah.
Semuanya baik.
Namun, perlu diperhatikan mana yang prioritas yang didahulukan mana yang masih bisa menunggu.
Kalo dari kesimpulan gue dikarenakan ekonomi gue juga ya gitu serta tanggung jawab nya banyak.
Maka, ya harus kerja dahulu, baru belajar sembari berkarya.
Tiap orang kan beda-beda ya dan tiap orang bisa menentukan mana jalan hidup yang akan dipilihnya.
Sebagian orang mungkin ada yang beruntung dimana titik start nya udah beda dengan lainnya.
Bagi yang ga beruntung, yaudah gapapa, percaya aja rezeki udah ada yang ngatur.
Tetap bekerja, tetap belajar, tetap berkarya untuk kehidupan yang lebih baik.
Waktu kita ga perlu ngurusin kehidupan orang lain, tapi fokus ke perbaikan diri dahulu.
Dan, semoga orang-orang yang baca ini bisa menentukan mana yang prioritas ketika harus memilih di antara pilihan itu.
Ya, memang pendapat ini sangat subjektif, dan gue berharap bahwa yang baca ini juga nantinya bisa menjadi orang terbaik di dirinya, keluarganya, lingkungannya, bangsanya bahkan di dunia ini.
Ya, seperti biasa bahwa keputusan gue untuk menjadi penulis adalah hasil sadar gue.
Tentunya, gue akan berusaha untuk nulis setiap harinya walau ada kegiatan-kegiatan lain.
Prioritas aja sih intinya.
Nah, kali ini gue mau share tulisan dari buku karya nya Prita Ghozie yang judulnya pension ready, pension happy.
Tentunya, gue bahas nya sebagian dari bukunya aja.
Kenapa ?
Karena sebagian lain akan dibahas di post-post selanjutnya.
Serta, buku ini emang isinya oke banget sih jadi sayang kalo dirangkum hanya dalam satu tulisan aja.
Selain itu, akan terlalu banyak informasi yang justru bikin kita lupa.
Oh ya, di bukunya tiap bab berdiri sendiri, sehingga bisa dipahami tanpa mengurangi informasi dari bab lain.
Oke, lanjut ya !
Pensiun
Apa sih pensiun ?
Umunya pensiun ya elo udah engga kerja lagi atau emang udah umurnya yang umumnya ga boleh kerja lagi di usia 55 tahun.
Kenapa begitu ?
Karena elo udah ga sehat lagi, dan udah banyak anak muda yang ngantri buat di posisi elo. Ini kan perusahaan yang pastinya akan berusaha demi kepentingan profit.
Dikutip dari buku “ Pension ready, pension happy “ karya Prita Ghozie ternyata umumnya terjadi tiga fenomena pensiun yang terjadi di Indonesia.
Pensiun mini :
Berhenti bekerja secara aktif hingga maksimal 2 tahun.
Alasannya, bisa karena sekolah lagi, urus anak, masalah kesehatan, ataupun kondisi khusus lainnya.
2. Pensiun umum :
Berhenti bekerja secara normal di usia 55 tahun ke atas.
Ada yang masih berusaha mencari penghasilan, namun banyak juga yang tidak.
3. Pensiun dini :
Berhenti bekerja karena faktor eksternal sebelum mencapai usia pensiun normal.
Di Indonesia, yaitu umur pensiun adalah 55 tahun.
Biasanya kondisi ini terjadi karena faktor ekonomi perusahaan tempat bekerja, masalah kesehatan, ataupun faktor lain, umumnya karena terpaksa.
Fakta tentang pensiun
Jika kita perhatikan banyak orang yang setelah selesai masa bekerja alias pensiun justru mengalami kehidupan yang menurun atau bahkan ada yang mengalami kehidupan yang jauh lebih buruk dari yan belum pernah dirasakan sebelumnya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard of Publich health ( 2015 ) menyatakan bahwa pensiun adalah sebuah transisi dalam tahapan kehidupan yang akan membentuk gaya hidup kesehatan, interaksi sosial, dan psikososial yang berpengaruh terhadap identitas dan preferensi seseorang.
Adanya perubahan ini menjadikan masa pensiun sebagai kejadian #10 dalam 43 situasi paling stress dalam kehidupan manusia.
Hal ini seperti kejadian yang belum lama ini viral di media sosial pada september 2021 karena tertangkapnya seorang bapak-bapak yang sedang menjadi manusia silver di jalanan. Yang justru mengencangkan bahwa beliau merupakan pensiunan polisi.
Setelah pensiun beberapa tahun, beliau terhimpit oleh ekonomi dan memiliki banyak hutang yang mengharuskan dia kembali bekerja dimana hal seperti inilah yang beliau tahu untuk mendapatkan uang.
Ini menunjukkan bahwa siapnya seseorang pensiun bukan masalah umur melainkan masalah yang lebih esensial seperti mental, keuangan, dan tujuan.
Menurut employee wellness survey, PWC pada tahun 2017 bahwa ketakutan finansial yang menduduki peringkat nomor 2 bagi karyawan ialah tidak mampu pensiun saat diinginkan.
Untuk menjadi pensiun, menjadi kekhawatiran besar bagi 41 % generasi baby boom, 29% generasi X, dan 20 % generasi milenial.
Dari data ini terlihat wajar dikarenakan bagi mereka yang terlahir hingga tahun 1960 masa pensiun sebenarnya sudah mulai berjalan.
Tetapi, kenyataanya mungkin mengharuskan mereka untuk kembali bekerja akibat faktor ekonomi.
Sedangkan, bagi generasi X apalagi generasi milenial ( yang saat ini berada dalam usia kerja normal ), masih banyak cara untuk mendapatkan penghasilan.
Oleh sebab itu, mempersiapkan pensiun menjadi prioritas bawah bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun.
Nah, pensiun emang ga bisa dilepasin dengan uang.
Karena itulah harus mengelola keuangan sebelum pensiun.
Dari hasil riset yang dilakukan oleh lab42 terhadap 500 orang anak muda kelahiran 1981 – 2000 ( generasi milenial ) menunjukkan kesadaran akan pensiun yang semakin membuat miris & mencengangkan.
Sebanyak 60 % anak muda telah mempunyai hutang.
Dari jumlah data ini, ternyata 50 % diantaranya memiliki kredit kosumtif melalui pemakaian kartu kredit, sementara 34 % lainnya berutang guna melakukan pembelian kendaraan dengan cicilan.
Untuk itulah bahwa setiap orang baiknya memprioritaskan sesuai waktunya masing-masing.
Berikut tabel menurut Prita Ghozie yang terkait dengan uang.
Ini menurut gue berlaku secara umum sebagai referensi dan setiap orang pasti memiliki kondisi yang berbeda-beda.
Berikut fokus tujuan antara uang dengan usia dalam penentuan prioritas.
Awal kerja :
Dana darurat
Pembelian rumah tingga
Liburan & gaya hidup
Persiapan berkeluarga
Dana pensiun
20 tahun sebelum pensiun :
Dana darurat
Dana pendidikan tanggungan
Dana pensiun
Liburan dan gaya hidup
Bantuan keluarga besar
10 tahun sebelum pensiun
Dana darurat
Dana pensiun
Pembelian aset produktif
Dana pendidikan untuk karir kedua
Liburan & gaya hidup
5 tahun sebelum pensiun
Dana darurat
Dana pensiun
Dana kegiatan sosial
Liburan & gaya hidup
Dana bisnis
Nah, sebenarnya kunci dari pensiun yakni uang elo udah siap, terus habis pensiun elo mau ngapain aja, di tahap ini artinya elo kalo kerja ya fokusnya bukan uang lagi, alias emang pengen berkarya aja.
Dan kalo elo tanya gue tentang pensiun ?
Ya gue ga bakal pensiun. Alias, kerja sampai akhir hayat.
Semampu gue & sebisa gue.
Kenapa ?
Kerja kan ibadah dan emang jangan nganggur juga kan.
Tentunya berharap uang juga mumpunin.
Simplenya, jadiin dunia / uang di tangan elo bukan di hati elo.
Dan yang paling penting ialah orang yang paling siap hidup ialah orang yang paling siap menghadapi hal terburuk dari hidup.
” Kalau tidak bekerja / bergerak, maka tidak ada perubahan “.
Nah, di kali ini guys, gue mau share tentang,
” Jangan Jadi Pemalas “.
Itu aja & tentunya terutama buat gue sendiri kan.
Nah, di hadist riwayat Ibnu Mani diriwayatkan
” Sesungguhnya Allah membenci pemuda yang malas “.
Bahkan Allah berfirman dalam Alquran Surah Al-Jumuah ayat 10 berbunyi:
Fa idza qudhiyati as-sholatu fantasyiru fil-ardhi wabtaghu min fadhlillahi wadzkurullaha katsiron la’allakum tuflihun,”.
Yang artinya:,
“Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi. Carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung,”.
Sudah ditegaskan bahwa manusia engga boleh jadi pemalas, karena hanya akan merugikan dirinya sendiri dan bahkan skala yang lebih besar.
Lalu, dimana kita harus mulai hari agar engga jadi pemalas ?
Mulai dari pagi hari.
Itu kuncinya.
Kalo di pagi hari aja udah lalai, maka hari nya pun akan lalai.
Ini pula didukung dari hadist riwayat Ibnu Adi yakni
” Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan hidup. Sesungguhnya pagi-pagi itu mengandung berkah dan keberuntungan”
Cari Rezeki, Jaga Harga Diri
Dengan melakukan kerja, itu artinya menjaga harga diri.
Pastinya, kerjaan yang halal.
Dan, sangat ditekankan bahwa etos kerja sangat diperhatikan dalam Islam.
Karena bekerja dalam Islam adalah ibadah.
Apalagi sejak negara kita sebagai negara paling banyak umat muslim di dunia ini.
Ceramah-ceramah ada dimana-dimana dan setiap saat.
Namun, yang terjadi adalah negara ini ya gini-gini aja.
Apa yang salah ?
Hm, banyak faktor.
Cuman yang pasti menurut gue ya harus merubah budaya terlebih dahulu.
Dari budaya ngomong ke budaya menulis, dari budaya menonton ke budaya membaca, dari budaya menghafal ke budaya memahami, dari budaya ngaret ke budaya tepat waktu, dari budaya fixed mindset ke budaya growth mindset.
Tentunya, ini butuh waktu, energi, dan konflik.
Ya, ini juga yang gue coba ubah ke diri gue sendiri.
JANGAN MALAS !
itu kunci dari tulisan ini.
JANGAN JADI PEMALAS WOYYYY !.
Oke, thanks udah baca & semoga kita jangan jadi pemalas & See U !
Emang keliatan nya sih simple banget ya, tapi sebenarnya penting banget punya keahlian dalam uang.
Nah, uang tuh menurut gue sendiri harus dipelajarin.
Gimana mempelajari nya ?
Ya butuh waktu, biaya, pengalaman dan kegagalan.
Nah, kalo kita bisa memahami uang maka setidaknya kita berusaha untuk tidak diperbudak oleh uang.
Apalagi kalo elo sekolah sampai 17 tahun atau bahkan lebih tapi tetap aja kalo masalah uang tetap aja masalah.
Itu namanya pinter di sekolah aja tapi belum tentu pinter di kehidupan.
Nah, bedain yang namanya uang sama rezeki.
Kalo menurut gue, ya uang bisa dihitung kalo rezeki ga bisa dihitung.
Dan emang ga ada keharusan elo belajar tentang uang sih, tapi kalo elo nanya gue, ya gue anjurkan untuk belajar tentang uang.
Apalagi, semua butuh uang kan, jadi yaudah pelajarin aja.
Nah, ini gue bakal share tentang apa yang gue tahu di otak gue aja, pastinya gue pernah baca dari buku juga, cuman gue lupa judul bukunya, dan karena ini gue nulis nya dari HP, jadi langsung ke inti poin nya aja ya.
Nah, seni uang tuh ada 3 cara :
1. Mendapatkan uang
Ini udah pasti, jadi kita harus bisa mendapatkan uang.
Semakin banyak pipa aliran uang yang masuk maka semakin bagus.
Sehingga, kalo ada pipa yang macet ga bakal terlalu masalah.
Contohnya mendapatkan uang ya misalanya gaji dari kerja, bisnis UMKM, freelance, dan lain nya.
2. Mengelola uang
Nah, kalo udah punya uang ya elo lanjut ngelola uang.
Contohnya ngelola uang, ya elo bisa naruh uang elo ke instrumen lain.
Misalnya ke investasi saham, Reksadana, atau kerjasama dengan perusahaan makanan tertentu buat franchise.
Nah, di tahap ini elo berarti udah kaya, alias udah punya uang banyak dan akan terus tumbuh uang elo.
Dan, kunci dari mengelola uang adalah mindset.
Ini butuh ilmu tentang uang. Ilmu. Ini kunci nya.
3. Mempertahankan uang
Nah, kalo udah nyampe tahap ini bisa jadi elo bakal kaya terus alias bisa nurunin kekayaan elo ke generasi selanjutnya.
Yang kaya makin kaya karena emang pertahanannya kuat banget.
Kekuatan finansial mereka akan bener-bener kuat.
Maksudnya ?
Ga peduli ada revolusi atau reformasi di sebuah negara, dia bakal tetap aja kaya.
Kenapa bisa begitu ?
Karena mereka mampu mempertahankan uang nya.
Caranya ?
Dengan emas dalam jumlah yang banyak.
Emas ga bakalan bikin elo kaya tapi akan menjaga nilai mata uang elo.
Andaikan di sebuah negara hancur ekonomi nya, dan kalo elo punya emas tetap aja harganya ga bakal turun, justru malah naik, dan kalo elo jual di luar negara tersebut juga masih laku dengan harga yang wajar.
Udah bukan rahasia umum kalo emas udah jadi alat jual-beli sejak ribuan tahun.
Ya, makanya Amerika negara terkaya di dunia karena dia juga punya emas terbanyak di dunia.
Dan alasan itulah juga yang ngebuat dolar Amerika jadi mata uang dunia.
Nah, itulah 3 seni yang menurut gue dan gue yakini : mendapatkan, mengelola, dan mempertahankan.
Ini amat sangat penting untuk kita punya skill akan uang, apalagi segalanya kan butuh uang.
“Udah kaya zaman dulu aja. Lah kaya Insinyur Soekarno dong. Lah emang ada ? “.
Nah itulah beberapa reaksi yang gue dapatin pas dulu mau ambil sekolah Insinyur.
Jadi, banyak yang engga tau juga tentang hal ini.
Nah, disini gue bakal ngasih tau tentang caranya menjadi Insinyur di masa kini sesuai pengalaman gue.
Pastinya ada konsep baku sesuai dengan aturan aturan yang ada kaya undang-undang, peraturan pemerintah, & tetapan organisasi.
Nah, gue coba mengnarasikan apa yang gue tahu dengan sederhana tanpa mengurangi poin-poin inti dari itu semua.
Lalu, bagaimana caranya menjadi Insinyur di masa kini ?
Nah, ada tahapan-tahapan nya nih.
Gelar Ir
Ini udah pasti.
Jadi ga mungkin elo bisa bilang elo tuh insinyur kalo ga punya gelar Insinyur.
Cara dapatin Gelar insinyur gimana ?
Pasti lewat sekolah di universitas.
Elo bisa cek universitas apa aja yang nyediain program pendidikan profesi insinyur.
Ada yang sekolah nya cuman 1 semester aja, ini disebut untuk kategori Rekognisi Pembelajaran Lampau ( RPL ) dan biasanya yang udah pengalaman bisa ambil ini.
Atau, ada yang umum yakni reguler.
Ini yang gue ambil di Universitas Indonesia.
Kalo di UI cuman adanya kelas reguler alias 2 semester.
Nah bedanya, di semester 2 elo bikin praktik keinsinyuran di industri.
Nah, kalo elo udah lulus dari program pendidikan Insinyur ya elo udah bisa make gelar Ir. didepan nama elo.
Tapi, ini belom selesai ya, alias masih ada tahap selanjutnya.
2. SIP
Ini yang disebut Sertifikat Insinyur Profesional.
SIP tuh ada 3 macam yakni Insinyur Profesional Pratama ( IPP ) , Insinyur Profesional Madya ( IPM ), dan Insinyur Profesional Utama ( IPU ).
Nah, kan elo udah punya ijazah insinyur dari perguruan tinggi, habis itu bikin akun anggota di updmember.pii.or.id, terus bikin FAIP sesuai portofolio dan nunggu wawancara.
Kalo udah dapet undangan wawancara, habis itu elo diwawancarai sama 2 orang yakni orang yang pekerjaan satu bidang sama elo dan satu orang yang jurusan sama elo.
Misal, kalo gue kerja di tambang tapi jurusan gue elektro.
Nah, diwawancarai sama 2 orang yakni satu orang dari ranah tambang dan satu orang dari ranah elektro.
Kemudian, habis wawancara tunggu pengumuman aja bahwa elo ditempatin nya dimana apakah IPP, IPM, atau IPU.
Pastinya, semua nya butuh proses waktu yang lumayan lama & ada biaya.
Jadi, engga instant gitu, kalo biaya sih pas gue total nya habisnya termasuk murah ko ( kalo mau tahu biayanya bisa tanya gue aja ).
Oh iya, poin SIP ini tuh ngaruh banget, jadi siapin yang terbaik untuk portofolio & wawancara nya ya.
3. STRI
Surat Tanda Registrasi Insinyur.
Nah, pernah denger pasal ini,
” Setiap Insinyur yang akan melakukan Praktik Keinsinyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur”,
begitulah bunyi pasal 17 Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuuran.
Jadi, ini lah standar legal pengertian Insinyur dari undang-undang nya.
Gimana cara dapatin STRI ?
Kalo dari pengalaman gue ya habis elo dapat SIP tinggal lanjutin ke STRI nya aja.
Dan gratis juga ko, tapi butuh waktu sekitar 2 minggu agar elo dapat nomor status STRI nya.
Selesai deh.
Nah, sampai tahap ini elo bener-bener udah resmi jadi Insinyur yang legal sesuai undang-undang.
Oke, sampai disini aja dulu ya.
Selamat buat yang udah jadi Insinyur & semangat buat yang ingin jadi Insinyur.
Untuk perihal informasi lainnya bisa terus pantau aja di tulisan gue lainnya.