Waktu ku

Pada akhirnya aku ga nyangka bisa hidup sampai hari ini.

Orang seperti ku bisa hidup hingga hari ini adalah sebuah pencapaian.

Bagiku, setiap hari baru adalah capaian baru.

Tentu, aku ga tahu sampai kapan aku hidup.

Tapi satu hal yang pasti, aku hanyalah orang yang ingin mengucapkan terimakasih pada orang -orang yang baik pada ku.

Tentu, orang-orang itu yang membuat kehidupan.

Aku hanyalah orang biasa saja dan ya tak punya ambisi banyak.

Aku memang punya tujuan, tapi jikalau aku tak mampu yasudahlah, yang penting aku berusaha semaksimal mungkin.

Aku hanya ingin menjadi diri sendiri.

Menjadi biasa, menjadi penonton, menjadi pendukung bagi siapapun yang aku sayangin.

Hm, hidup memang keras ya.

Rasanya, palaku pusing sekali, entahlah.

Beban yang terlalu banyak bahkan ditampung oleh pundak individu.

Aku tak tahu apakah aku bisa melewati semua ini, tapi yang jelas aku hanya perlu melalui yang perlu dilalui.

Kopi, ku pikir aku sudah terlalu banyak minum kopi pahit dalam setiap hari ku. Rasanya, kopi adalah teman sejati ku saat ini.

Efeknya juga rasanya badan ini udah jarang dengan ohlaraga karena fokus pada hal lain.

Tapi dengan menulis rasanya lebih enak saja.

Website ini pun juga bisa dibilang website dapur aja, kalo bikin buku ya belum tentu juga dari website ini.

Ku pikir aku layaknya puzzle, tak ada yang tahu atau pun bisa menyelesaikan diriku, hanya aku sendiri lah yang tahu.

Banyak hal, banyak hal yang menyadarkan aku bahwa aku sudah tak mampu dan harus istirahat.

Jika aku tak sadar akan hal itu, sudah pasti aku sudah lama tiada di dunia ini.

Mataku, otak ku, indera ku adalah penolongku.

Waktu, dia yang akan menjawab semuanya.

Jakarta, 23 Oktober 2025 Pukul 20.00 WIB

Mecintai Dengan Cara Sederhana

Terkadang dalam hidup, seseorang mengungkapkan perasaan dengan cara yang berbeda-beda.

Namun, aku hanya ingin mengungkapkan kepada dunia bahwa aku hanya ingin mencitai dengan cara sederhana.

Apapun itu.

Aku hanya ingin mencintai denagn cara sederhana.

Tanpa sesuatu yang berlebihan.

Mungkin ini agak berbeda bagi banyak orang.

Banyak yang inging merayakan dengan cara mewah, hebat, ataupun sejenisnya.

Namun, ku pikir mencintai dalam diam, dalam keserdehanaan akan membuat sesuatu terasa lebih indah.

Mencintai dengan cara sederhana.

Jujur saja, aku suka dengan kalimat itu.

Jakarta, 23 Oktober 2025 Pukul 07.30 WIB

Terbangun

Aku selalu sepakat bahwa kemiskinan akan sangat berdekatan dengan kekufuran.

Apabila seseorang lapar maka akan membuat seseorang berpikir dengan cara yang tidak jernih.

Ini umumnya.

Namun, kemiskinan juga bukan berarti bahwa mereka malas.

Tapi, ini lebih mendalam lagi.

Baiknya, orang yang secara ekonomi miskin untuk pergi dari rumah untuk mencari nafkah.

Agak aneh memang, kok udah ga punya uang tapi malah justru pergi ke jalanan yang mana justru bisa mengeluarkan uang lagi.

Namun, itulah hidup.

Apa yang kalian harapkan dari kemiskinan yang ada di rumah kalian.

Maka, berjuanglah di jalanan.

Apa kau tahu bahwa burung saat pergi dari rumah dan pergi jalanan untuk mencari makanan dan sorenya pulang kerumah dalam keadaan cukup.

Apakah mereka tahu bahwa pagi itu mereka akan mendapatkan rezeki.

Mungkin mereka gatau, tapi itulah takdir yang hanya perlu di jalanin.

Takdir

Aku percaya takdir.

Apapun yang terjadi sudah di tetapkan Nya.

Bukan berarti tidak berusaha, tapi tetap berusaha namun tetap mengimani Nya.

Yang kita butuhkan adalah merasakan dan melihat tanda Nya.

Mungkin itu adalah salah satu alasan indera manusia di ciptakan.

Dini hari

Siap sekali, aku terbangun di jam setengah satu dini hari ini karena ketidak sengajaan.

Namun, dalam ketidak sengajaan justru ada kejernihan.

Aku tulis apa yang ingin ku tulis saja di notes di HP ku.

Dengan mataku yang masih tertutup, aku masih bisa jernih menuliskan tulisan ini.

Oh iya, aku juga percaya intuisi.

Walaupun aku anak teknik, namun percaya pada intuisi seperti kompas padaku.

Terkadang, aku bisa merasakan ketulusan seseorang yang besar walau orang itu tak terkakulasi dalam kehidupan menurut orang – orang.

Sejujurnya, aku suka dengan ketulusan.

Aku sangat bisa merasakan nya.

Hidup

Kenyataan nya hidup akan berwarna ketika kita sadar akan hidup.

Aku percaya bahwa banyak dari kita yang mungkin menjadi orang biasa aja, tak masalah menurut ku.

Aku juga senang jika bisa menjadi supporter untuk orang lain.

Jika semua orang menjadi pemain, lalu mana yang jadi supporter ?

Yah, terkadang kita mengganti roles saja dalam hidup ini.

Jikalau kau selalu menjadi pemimpin atau bos, maka sudah saatnya kau untuk menjadi anak buah.

Ku lihat beberapa orang pejabat atau para pemimpin kampus yang sampai lulus nya pun dia merasa dirinya adalah pemimpin ataupun atasan terus.

Padahal, kembali ke bawah juga adalah hal yang perlu kita lakukan.

Tanda orang besar adalah dia rendah hati, dan tidak berpikir tentang dirinya sendiri, melainkan pada sesuatu yang lebih besar.

Asli kembali ngantuk, itu dulu kali ya. Jakarta, 20 Oktober 2025 pukul 00.50 wib

Nya

Walaupun aku seorang insinyur, aku percaya pada intuisi.

Beberapa orang sebut nya ialah metafisika, tanda alam atau apapun lainnya.

Namun, aku percaya itu.

Terkadang, kau hanya perlu merasakan dengan merasakan melalui indera mu.

Melalui mata, telinga, lidah, kulit, hidung terkait pada kondisi alam sekitar.

Namun, kau hanya perlu menjalani hidup.

Terkadang, hidup perlu kau terus bertahan apapun yang terjadi.

Ya begitulah perjuangan dalam hidup.

Kau harus kuat. Namun, kenyataan nya manusia begitu lemah.

Ah, mungkin aku saja yang kurang dekat dengan Nya.

Namun, aku harap, aku berjuang, untuk terus bersama Nya. Tuhan, kuatkanlah kami.

Jakarta, 15 Oktober 2025 Pukul 19.30 WIB

Rebahan Di Sofa

Sekarang jam satu siang, aku nulis tulisan ini sambil minum kopi hitam dingin yang sudah ku buat.

Iya tapi sekarang aku lagi rebahan di sofa dengan kaki juga di sofa.

Kalo ditanya nikmat nya ya nikmat banget, cuman ini ga sopan, tapi kan di rumah ya, ya jadi beda cerita.

Rasanya hari tuh cepet banget berlalu ya, atau kadang juga aku berpikir apakah tidur ku yang terlalu banyak.

Sebenarnya nya normal sih ya sekitaran 7 jam, ya menurut ku.

Tapi rasanya, tanggung jawab makin bertambah dengan kondisi waktu yang tidak berubah.

Jelas pusing dong, banyak tanggung jawab, ya banyak kegiatan, artinya juga banyak ngeluarin uang.

Ya gitu deh, dulu pas aku berada di tambang Grasberg tuh mikir,

” enak kali ya hidup di desa kecil sembari minum kopi dan baca buku ”

Ya hidup yang damai saja.

Nyatanya setelah aku resign dari tambang Grasberg tersebut ya kejadian sih, minum kopi sambil baca buku, cuman bedanya bukan di desa tapi di rumah sama d perpustakaan.

Tapi, lama-lama bosen juga.

Akhirnya, singkat cerita ya hidup terus berjalan dan aku sudah memilih jalan sebagai warrior ini.

Hm, gitu lah hidup.

Dan manusia juga ga pernah puas.

Tapi satu hal yang ku percaya bahwa kita juga mesti punya rencana jangka panjang tapi juga harus taktis dengan kondisi saat ini.

Ya jalanin apa yang ada dulu, sabar dulu, dan nikmati proses nya.

Ga usah muluk-muluk, ya namanya kan juga impian, kalo tercapai dan takdir nya ya Alhamdulillah.

Tapi kalo belum ya sudahlah, yang penting kita udah berusaha kok.

Sederhana

Sederhana.

Hm, ku pikir aku masuk ih tipe orang yang sederhana.

Bahkan, handphone ku saja yang ku gunaan sekarang juga layarnya pecah tapi masih bisa digunakan.

Motor ku juga begitu.

Tapi yasudah lah, yah penting menyesuaikan aja.

Orang melihat kita juga dari karakter bukan dari material.

Lagi pula, aku tuh mikir misalnya nih ya kita sebagai penjemput ilmu masa lebih keliatan sukses daripada gurunya.

Coba bayangin kalo kalian jadi gurunya, mungkin minder ya.

Ya gitu.

Usiaku juga masih muda, ngapain juga begitu.

Ditambah memang uang nya juga sih hehe.

Tapi, memang kalo pejuang ilmu itu ya harus sabar, tabah, dan itulah Adab.

Kalo sudah merasa sukses dan besar ya mungkin beda kali ya.

Ya buat orang lain maksudnya wkwk.

Kopi

Banyak masalah yang pada akhirnya aku sendiri yang memutuskan.

Mesin bergerak karena ku.

Jika semua ini masih aman saja itu karena aku yang sebenernya juga berada di pondasi yang rentan.

Jika aku sakit, kestabilan akan goyang.

Ya, itukan menurutku.

Pada akhirnya aku meminum kopi untuk membuat otak ku berpikir lebih jernih dan membuat lebih tenang.

Ku pikir aku juga sudah candu akan kopi.

Dulu pernah kejadian, tapi akan ku ceritakan di lain waktu.

Yang jelas, kopi hitam nikmat yang ku konsumsi masih membuat dunia ini masih stabil.

Ya ini kan sementara, jadi dinamis.

2026

Tahun depan ya, hm.

Mungkin itu akan menjadi salah satu tahun penting dalam hidup ku.

Jika bukan tahun depan, mungkin akan memakan waktu lebih lama.

Aku akan berjuang!.

Banyak hal yang ingin ku capai dalam hidupku di tahun depan.

Tahun depan juga mungkin salah satu tahun keberuntungan ku.

Di tahun 2025 ini mode ku bertahan, tapi tahun depan sudah masuk mode menyerang.

Hm enak juga ya punya platform website ini biar jadi tempat curhatan hati wkwk.

Walau ya dipikirkan & di tuliskan di website ini mesti disesuaikan dengan undang-undang kemanusiaan wkwk.

Kalo habis nulis tuh kepala lebih ringan aja. Yl

Ya satu-satu dahulu di beresin nya.

Oh iya, tadi pagi bener-bener beresin rumah dan cape juga+ siang ini panas sekali.

Emang rumah itu tempat paling enak ya.

Itu dulu kali ya.

Setelah minum kopi, aku juga ingin mengerjakan sesuatu yang harus dikerjakan.

Jakarta, Minggu, 12 Oktober 2025 Pukul 13.00 WIB

Membunuh Waktu

Aku selalu berpikir bahwa kapan kah kehidupan aku akan selesai.

Kematian adalah impian ku.

Namun, takkalah itu belum terjadi artinya aku harus tetap menjadi seorang warrior atau pejuang.

Tapi, terkadang aku ingin membunuh waktu.

Membunuh waktu

Waktu terus saja berjalan, sedangkan aku begini saja.

Sialnya, aku belum bisa tidur padahal jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam.

Niatnya aku mau tidur jam delapan, tapi ku buka hp sehingga mataku belum bisa tidur.

“Pokoknya setelah nulis ini aku harus tidur “ pikirku.

Andaikan waktu bisa dibunuh, ku pikir aku suka.

Aku suka sekali.

Namun, waktu terus berjalan apapun yang terjadi.

Katanya, tidur menghabiskan waktu sepertiga dari usia manusia.

Hm, tak apalah.

Tidur pun juga bagian dari kesehatan.

Membunuh waktu, bagaimana caranya ?

Bagaimana bisa ?

Jika ada yang tahu, tolonglah katakan padaku.

Satu hal yang ku ke tahui bahwa apapun yang terjadi bahwa waktu terus berjalan.

Dari planet Bumi, 16 September 2025 pukul 22.30 WIB

Laki-laki & Pundaknya

Pada akhir nya, seorang laki-laki akan selalu memiliki tanggung jawab pada pundak nya.

Pundak selalu berkaitan dengan tanggung jawab.

Rasanya, setiap laki-laki memikul beban ataupun tanggung jawab yang besar.

Uang

Apabila seorang laki-laki tidak memiliki uang rasanya seperti tak berguna di dunia ini.

Ah jangan-jangan masalah utama seorang laki-laki adalah uang.

Jika dia memiliki semuanya tapi tak punya uang ya dianggap kurang saja.

Tapi, jika dia tak memiliki banyak hal tapi punya uang ya dianggap sempurna.

Ya mungkin saja karena laki-laki itu banyak tanggung jawab nya & berkaitan dengan uang.

Karenanya dia harus punya ruang kotak yang banyak dalam dirinya untuk tidak mencampur adukkan dari setiap permasalahan yang ada.

Jika dia mencampur kan maka akan bersikap emosional dan cenderung bersikap untuk tidak adil pada keputusan yang ia putuskan.

Sedih ga sih ?

Saat dibilang, ” Pa, beras habis “.

Atau

” Pa, cicilan sekolah belum dibayar “

Ya apapun itu, dari pagi sampe malam pun laki-laki seperti nya dituntut untuk menyelesaikan yang berkaitan dengan uang.

Mungkin bagi orang yang terlahir kaya raya ya kurang relate.

Tapi bagi seorang laki-laki yang dari dari keluarga biasa aja atau sandwich generation ya begitu related.

Menyendiri

Makanya, kadang laki-laki lebih suka menyendiri.

Ya, bisa naik motor keliling tanpa arah, duduk di minimarket sambil minum kopi liat jalanan, ataupun menepi duduk dan melihat alam ataupun jalanan.

Bukan buat gimana -gimana, tapi terlalu banyak yang dipikirkan.

Apapun deh.

Jadi, kalo sudah sampai di rumah rasanya ingin istirahat saja karena sudah cape hari ini dan bersiap bertempur untuk hari esok.

Sedih ya jadi kita, jadi laki-laki.

Ya mau gimana lagi ya, emang udah takdir nya.

Kita juga disini ingin menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, bukan yang main kabur aja. Jangan!

Menunggu

Terkadang laki-laki juga harus menunggu.

Ya menunggu juga bagian dari kebaikan. 

Bisa jadi menunggu untuk menikah, ataupun yang sudah menikah menunggu juga untuk punya anak, ataupun yang belum punya rumah juga harus menunggu untuk punya rumah.

Terkadang, menunggu juga untuk kebaikan.

Yah kalo orang lain berkata apa yaudah dengerin aja, iyain aja, biar cepet.

Toh apakah mereka mau bantuin kita kalo kita susah ? Yah tergantung.

Kadang dengan helaan nafas yang dalam sudah menunjukkan rasa beban yang ditanggung nya.

Namun ingatlah, jikalau seorang laki-laki cape sekali dan akhirnya rebahan di kasur dan diselimuti selimut.

Ya gapapa, tapi ingatlah bahwa sinar matahari di luar akan selalu menghangatkan mu.

Kadang orang cuman tahu nya hasilnya aja, padahal laki-lakinya udah bekerja, bersusah payah untuk mewujudkan nya.

Kopi

Mungkin, salah satu hal baik untuk menyelesaikan banyak permasalahann hidup itu dengan ditemani secangkir kopi.

Ya, itu sih menurut ku.

Kopi mengandung kafein dimana membuat jantung berdebar lebih kencang dan membuat peredaran darah lebih cepat yang membuat mata dan pikiran rasanya lebih jernih saja.

Namun, kopi juga ada efek samping nya.

Namanya juga stimulan kan, kalo keseringan bisa jadi ketergantungan ataupun membuat tubuh setelah beberapa jam mengonsumsi kopi menjadi sangat lelah.

Uang

Hm, sedih deh kalo laki-laki ga ada uang.

Tapi, ya harus terus semangat.

Gapapa kalo saat ini kita masih berjuang, masih berusaha, dan percayalah bahwa setiap usaha yang kita lakukan dalam bekerja adalah jihad.

Ya mungkin nasib saja yang belum untuk kita.

Oh iya, laki-laki juga banyak yang menanggung beban baik keluarga, hingga ada yang mungkin hingga sampai negara nya.

Berat ya jadi laki-laki ?

Ya gitu deh.

Tapi tetap semangat ya pundak kita.

Bismillah.

Ditemani oleh kopi hitam pahit.

Jakarta, 05 Oktober 2025 Pukul 11.11 WIB

Tahajjud

Mataku mulai terbuka dari tidur ku.

Perlahan tapi pasti ku rasa bahwa aku sudah terbangun dari tidurku.

Kulihat jam dan jam menunjukan jam setengah tiga pagi.

Tapi, karena aku sudah terbangun dan ku pikir entah bagaimana aku ingin tahajud.

Bangun di jam dini hari itu begitu tenang.

Disaat orang-orang tertidur tapi kita sudah terbangun untuk memulai hidup.

Aku pergi ke kamar mandi, mandi, dan ku lanjutkan dengan wudhu.

Rasanya aku juga belum sholat isya kemarin.

Setelah wudhu, ku lanjutkan dengan sholat isya dan sholat tahajjud dua rakaat sebanyak dua kali.

Dalam keheningan, terdapat kemurnian.

Aku selalu sepakat dengan quotes ini.

Itu quotes yang memang aku buat dan rasakan sendiri sih.

Tapi aku suka saja dengan itu.

Hm, bagaimana ya.

Bagaimana tentang hidup ini.

Dalam sujudku terakhir ku dalam setiap sholat aku selalu mengatakan :


” Ya Allah, jangan biarkan aku menjadi diriku sendiri walau hanya sekejap mata. Sungguh, aku tak mampu. Perbaikilah urusan ku. Tidak ada daya dan upaya kecuali dari pertolongan Ku “.

Doa ini ku pikir sudah ku panjatkan lebih dari 10 tahun terakhir ini.

Aku selalu berharap bahwa kehidupan ku, diberkahi dan di ridhoi oleh -Nya.

Jika tidak ? Untuk apa aku hidup di dunia ini.

Aku takut masuk neraka.

Bermegah-megalah dalam dunia ini.

Ampun.

Jika kehadiran ku hidup di dunia ini tak untuk semakin dekat dengan -Nya buat apa ?

Ya Allah, jangan sampai aku cinta dunia ini.

Dunia yang seharusnya ada di tangan ini tolong jangan masuk ke hati ku.

Dalam setiap hari ku, aku selalu berpikir bahwa :

” Jika ini adalah hari terakhir ku, tapi aku masih cinta dunia, ampunilah aku Ya Allah “.

Adzan ke adzan

Ku pikir suara yang paling aku suka dan paling ku rindukan adalah suara adzan.

Suara panggilan -Nya.

Rasanya ternyata aku masih hidup di dunia ini.

Impianku mungkin banyak, tapi salah satunya yakni hidup sebaik mungkin dari Adzan ke Adzan.

Karena pada dasarnya bahwa hidup seorang muslim dimulai dari adzan dan diakhiri dengan adzan.

Aku takut.

Takut.

Aku ku takut masuk neraka.

Aku tak takut mati.

Yang ku takutkan apabila masuk neraka.

Ya Allah, tolong tunjukkan aku ke jalan yang lurus mu selalu ya Allah.

Jakarta, Jumat, 26 September 2025 Pukul 04. 10 WIB

Naik LRT

Akhir-akhir ini aku sering sekali naik transportasi umum.

Sesuatu yang sepertinya sudah lama tidak aku lakukan.

Ya maklum, karena biasanya naik motor, jadi udah nyaman aja.

Terlebih jalanan di kota Jakarta begitu macet, rasanya malas saja terlalu lama di jalanan.

” Ah, hanya buang-buang waktu saja “ itu lah pikiran ku dan hingga saat ini.

Namun, mungkin atau terkadang hidup akan terasa berbeda ketika kita mengambil dari sisi berbeda.

Awalnya, itu aku naik transportasi umum yakni LRT dikarenakan motor ku yang rusak sehingga perlu ke bengkel.

Yowis, naik LRT saja.

Cuman biasanya naik dari LRT Stasiun Kampung Rambutan.

Tapi ternyata aku baru sadar bahwa ada LRT yang lebih dekat dengan ku yakni naik LRT Ciracas dan tetap dengan tujuan akhir yakni LRT Dukuh Atas.

Bisa dibilang naik LRT itu lebih simple, artinya kita ga perlu mengendarai alias tinggal duduk saja ataupun berdiri saja.

Kalo dihitung sih naik di jam sibuk yang biasanya dari jam 6 sampai 9 pagi itu tarif normal yakni bisa di angka 17 ribuan.

Dan sore pun juga dari jam 4 sore sampai jam 8 malam juga sama.

Namun, jika berangkat di luar jam itu jadi paling maksimal 10 ribu.

Bayangkan saja, jika naik transportasi motor online itu bisa 80 ribuan sendiri baru berangkat.

Dari stasiun LRT ke tempat bekerja juga bisa jalan ataupun naik transportasi online yang biasanya Rp.5000.

Tapi bukan itu yang ingin kubagikan.

Enak sih naik LRT, walau jauh lebih murah juga kalo naik motor.

Tapi, aku melihat begitu banyak orang yang berangkat kerja, dan menjalani aktifitas hidup.

Begitu banyak orang sekali.

Terkadang aku mengingat saat aku berpikir untuk menjadi orang kaya dan ingin segera pensiun dini.

Orang sebut nya ” Financial freedom “, berapa banyak buku ataupun video youtube yang sudah kubaca untuk mencapai itu, itu jumlah yang banyak sekali.

Hingga, tahun 2021 aku pikir resign dari tempat kerja dan kegiatan ku hanyalah membaca buku.

Lebih sering nya membaca buku di Perpustakaan Nasional.

Alasan nya sederhana, itu tempat gede banget, jadi minimal ga bosen aja para pegawai ngeliat gue lagi gue lagi.

Bahkan di rumah saja aku juga masih sering baca buku digital dari IPUSNAS itu.

Ya, pensiun dini.

Tak ada gaji tapi pengeluaran pun sama dan masih tetap hidup.

Saat itu aku berpikir, ” Gue mau ngapain lagi ya ? ”

Asli bosen juga ternyata kalo gini.

Ya, ajak temen juga sibuk kerja.

Sedangkan aku ? ” Hanya tukang baca buku “.

Ku pikir ini periode paling banyak aku baca buku juga sih.

Jumlah nya ? banyak banget itu.

Aku pun terus mencari di google ” Orang -orang ngisi hidup nya sampai tua ngapain sih ? ” .

Kebanyakan orang sukses itu umumnya pas tua jadi filantropis.

Tapi apakah aku harus setua itu ?

Hm. baca buku tentang makna hidup yang beragam pun ku baca.

Satu hal yang ku pahami, bahwa ini adalah salah satu masa hiatus ku.

Mungkin manusia harus ada fase hiatus.

Sesuatu yang dulu aku menggebu gebu yakni pengen bisa financial freedom, dan tercapai saat itu, terus mau apa lagi ? asli bosen deh.

Walaupun lebih sedih kalo ga punya uang sih wkwk.

Namun, hidup tanpa tantangan ataupun berhasil terus pun juga kadang membuat rasa menjadi bosen.

Kenapa ya ? kenapa ya aku hidup ? di fase ini pun juga aku mulai menyadari siapa orang -oang yang dekat dengan ku, teman-teman yang ingin ku pertahankan.

Dulu aku ada sosial media instagram, banyak sekali DM yang masuk.

Isinya ? ya beraneka ragam.

Deket sih juga engga ya, cuman banyak sekali DM yang masuk terkait kepentingan saja.

Ku pikir daripada aku tak membalas tapi aku bikin story yang mending aku delete instagram saja.

Dan akhirnya aku delete, di fase -fase ini aku hanya sering main facebook saja.

Walau facebook tak begitu banyak temanku yang masih main, tapi ku rasa, aku nyaman dengan sosial media ini .

WA ? hm, jarang ada yang chat sih.

Mau ngapain kah, ga ada kerjaan juga kan.

Tapi beberapa teman dekat ku tetap kirim pesan menanyakan kabarku.

Pasti mereka tahu bahwa aku berhenti dari instagram dimana memang aku menyampaikan itu di story ku dahulu.

Mereka yang tetap bersama ku disaat aku kesepian hingga hari ini adalah sahabatku, aku senang jika bisa bersama hingga sampai tua.

Tapi, ada satu hal yang pasti adalah bahwa aku harus mencari kemana aku mau pergi ini !.

Oh iya, untuk mencapai financial freedom maka harus mencari uang, mengelola uang, hingga mempertahankan uang.

Ya banyak konsep lah terkait ini.

Kalo mencari uang ya kerja, kerja sampingan, banyakin duit lah intinya dan mengurangi sedikit pengeluaran.

Kalo mengelola uang ya pindahin uang ke instrumen yang bertumbuh.

Kalo mempertahankan uang ya beli emas, ataupun sesuatu yang membuat lo gagal untuk miskin.

Tapi satu hal yang ku rasakan saat itu ialah” Aku tak ingin pensiun lagi ! “.

Ya aku ingin bekerja hingga mati.

Bekerja sesuai dengan kemampuan ku saja, apapun itu.

Kenapa ? ya karena hidup adalah ujian, jadi jangan salah kira bahwa nikmat dunia juga termasuk ujian, ujian untuk lebih dekat dengan atau menjauhi -Nya.

Untuk kembali ke surga melalui fase kematian.

Bekerja pun juga ibadah.

Itulah kenapa aku ingin berjuang, bekerja, agar hidupku berkah, hidupku menarik, dan hidupku bisa ku pertanggung jawbakan di hadapan -Nya.

Namun, ternyata aku disadarkan bahwa aku harus menulis idelogi ku sendiri.

Sebuah ideologi yang akan mengubah dunia di masa depan.

Awalnya siapasih yang mau bikin ideologi.

” Masa iya dari seluruh orang Indonesia, gue sendiri yang mau bikin ideologi ? ”

” Atau jangan-jangan dari seluruh dunia yang hidup saat ini, aku yang bikin ? ”

Aku yakin pasti masih ada beberapa orang yang seperti ku.

Lagi pula, aku adalah akumulasi apa yang aku baca.

Dan mungkin perubahan besar dapat dimulai dari seseorang, dan banyak sejarah yang telah membuktikan.

Yang paling penting adalah aku hanyalah menjalani tugas ku sebagai hamba tuhan dan pemimpin di dunia yang sementara ini.

Saat aku menciptakan & menulis ideologi ini, sejujurnya aku bukanlah orang yang benar-benar fokus untuk menulis.

Aku menjalani kehidupan ku seperti orang biasa.

Kedepan, kita ga tahu hidup sampai kapan.

Lagi pula mestinya, penderitaan ku akan makin banyak.

Alasannya sederhana, ga mungkin jadi orang besar kalo ga ada penderitaan besar.

Bayangkan Nabi Muhammad SAW saja begitu besar cobaanya, contoh lain juga banyak sekali, aku bisa ungkapkan ratusan contoh.

Tapi satu hal yang ku tahu, satu hal yang pasti bahwa aku akan terus maju dan menjadi seorang Warrior ( pejuang ) hingga akhir kehidupan ku.

Janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku seluruhnya. Sungguh tidak ada tuhan selain Engkau.

Ya Allah, apapun yang terjadi dalam kehidupan ku, aku berserah pada mu.

Jakarta, 23 September 2025 Pukul 10.10 PM

Hm, ku pikir besok aku ingin naik LRT lagi 🙂

Tumbuh Lebih Baik

Aku selalu suka dengan kota ini.

Kota ini begitu banyak cerita, begitu banyak hal yang selalu membuat ku terpana, mataku berkaca-kaca.

Namun, satu hal yang selalu aku percayai bahwa kota ini akan terus tumbuh lebih baik.

Izinkan aku bercerita, beberapa waktu lalu aku sedang di bengkel, ya biasa motor ku diperbaiki.

Lalu tibalah ada seorang bapak dengan anak perempuan yang berkerudung datang ke bengkel.

Aku kurang tahu motor bapak itu kenapa.

Yang jelas aku duduk disamping nya, dan dia berbicara dengan pemilik bengkel nya dimana pemilik bengkel nya bertanya,

” Habis anter sekolah ya Pak ” .

Dan bapak itu menjawab

” Iya, biar pintar, biar bisa menjadi menteri “.

” Hah, menjadi menteri “ pikirku.

Padahal baru kemarin aku bertemu dengan mantan menteri di Rumah Prof. Rhenald Kasali.

Ya ga sengaja ketemu.

Tapi, yang kulihat bahwa seorang bapak yang berpenampilan kurus itu berharap bahwa anak nya akan menjadi menteri.

” Apakah itu akan tercapai ? “.

Entahlah, hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan itu.

Yang jelas, yang ku tahu bahwa itulah alasan kenapa bapak itu hidup, untuk anaknya.

Aku pun juga teringat buku Man’s Search For Meaning Karya Viktor E Frankl dimana menurut dia bahwa salah satu dari alasan kenapa orang memiliki makna hidup adalah karena keluarga nya.

Mengaggumkan.

Viktor Frankl juga membahas, melakukan pekerjaan ataupun mengingat situasi penting juga merupakan salah satu seseorang mendapatkan makna hidupnya.

Jadi, mungkin kalo ada teman kita yang gila sekali kerja, ya mungkin itulah makna hidup yang ia temui nya.

Tumbuh lebih baik ya.

Hm, tentu contoh nyata ya aku :).

Tapi, ku pikir aku saat ini bersyukur bahwa aku tak mengalami kekurangan makan baik hari ini ataupun esok.

Yang jelas, aku melakukan donor darah, ataupun kerja sosial itu karena aku suka aja, dan tentu aku ikhlas.

Jadi, ku pikir semua orang umumnya ingin untuk tumbuh lebih baik.

Percayalah pada dirimu sendiri.

Karena jika kau tak percaya pada dirimu sendiri, lalu siapa yang akan percaya dengan dirimu sendiri.

Hidup akan terus berjalan, apapun yang terjadi.

Maka, kita berusaha untuk terus tumbuh yang lebih baik.

Jakarta, 11 September 2025 Pukul 19.03 WIB