Hari itu, hari kamis 27 Juni 2024 aku mendapat pesan di WA ku dari WWF Indonesia.
Yaa, pesan untuk mengikuti camping pada agenda Member of Nature ( Mona ) dari WWF Indonesia.
Bagi yang belum tahu bahwa WWF Indonesia adalah singkatan dari “ World Wide Fund for Nature” yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang konservasi pada hewan dan tumbuhan di Indonesia.
Dan WWF Indonesia sepertinya ada di setiap negara, cuman aku ikut nya ya WWF Indonesia.
Ya, kembali ke cerita.
Pada saat aku menerima pesan itu, aku masih di UI, masih demonstrasi terkait produk kesehatan yang telah dibuat.
Dan jujur saja bahwa pengunjung begitu banyak, banyak sekali diluar ekspektasi kami, demikian wakil menteri kesehatan pun juga datang dan menyoba alat kami.
Lalu tiba-tiba aku cek hp ku & aku membaca pesan dari panitia Mona Camp dan diajak untuk bergabung & ku jawab, “ Ya, aku ikut “.
Sebelumnya, memang aku pernah menghubungi ke WWF Indonesia terkait camping MONA ini, apakah bisa diikut oleh aku yang berasal dari pihak luar.
Dan pada saat itu, jawaban nya kuota sudah penuh dikarenakan sudah diambil dari sahabat komunitas WWF Indonesia yang sudah terjun langsung selama ini.
Namun, sepertinya ada yang mengundurkan diri, sehingga WWF Indonesia pun menguhubugi ku untuk apakah aku bisa gabung ?.
Dan ya, aku bergabung.

Hari Kamis ini masih sibuk sekali, selain aku menyapa & mepresentasikan alat di UI EXPO, pastinya aku juga tetap kerja,
Yaa, kerja ku bisa dari mana saja, hal ini terjadi karena role ku & memang orientasi nya by output bukan lokasi kerja.
Dan sorenya, aku digabungkan dalam grup WA untuk kegiatan selama 2 hari esok.
Hm, kalo dilihat aku mungkin peserta terakhir yang bergabung.
Hal ini aku berpikir karena ternyata pada siang hari nya sudah ada sesi briefing meeting namun aku tidak join karena aku baru gabung ke grup Whatsaap tersebut pun di sore hari nya.
Setelah aku sampai di rumah, aku kemas tas untuk untuk persiapan berangkat esok pagi nya.
Dan karena cuman 2 hari jadinya aku hanya membawa sedikit barang saja.
Hari Pertama

Hari pertama ya, hm.
Tentu ini ialah event pertamaku ikut WWF Indonesia, sejarah baruku di dunia konservasi pun dimulai.
Sekitar pukul 5 pagi aku pun langsung berangkat menuju kantor pusat WWF Indonesia di Jakarta Selatan, kantor nya sih ga jauh ya alias cuman 20 menit saja dari rumah ku.
Namun, aku berangkat lebih pagi dikarenakan aku mesti makan dulu di tengah jalan, sehingga aku bisa sampai sebelum jam 6 pagi dengan kondisi perut sudah terisi.
Sesampainya di kantor WWF Indonesia, sudah banyak peserta yang hadir.
Ada yang dari Bandung, ada yang dari Bogor, tapi paling banyak dari Jakarta.
Dan umumnya memang yang ikut yang sudah bekerja, tapi ada juga yang masih SMA, Seorang ibu dengan anaknya, dan macam -macam.
Ada yang juga sudah bergabung dengan WWF lebih dari 17 tahun yang menjadi peserta.
Jika ku pikirkan baik – baik bahwa alasan kenapa pesertanya banyak orang yang sudah bekerja.
Hhal ini karena mereka yang memutuskan bergabung untuk menjadi MONA ialah mereka yang telah memutuskan bahwa mereka ingin membantu dalam kegiatan WWF Indonesia, dalam konservasi alam.
Ya kalo dipikir, mungkin beberapa orang berpikir ” Ah, enakan juga rebahan di kamar ? daripada panas panasan sama hewan, sama alam dan lainnya “.
Tentu, itu tidaklah salah, tapi ya tadi, manusia dewasa sudah bisa memilih dimana dia ingin berkontribusi nya.
Sesampainya di kantor WWF Indonesia kita dikasih kaos MONA, snack pagi, briefing dan langsung menuju camp.
Perjalanan ke Desa Cibulao Puncak Bogor ditempuh dalam waktu dua jam.
Kami pun sampai disekitar jam setengah puluh pagi, dilanjutkan dengan menaruh tas, sarapan pagi dan persiapan ke agenda selanjutnya.

Agenda selanjutnya yakni perkenalan antar peserta MONA.
Dan aku kagum dengan peserta yang sudah memberikan aksi nyata pada alam.
Bahkan beberapa telah menjadi pekerjaan nya, seperti ada yang menjadi pencari ikan dan juga sekaligus menjaga terumbu karang di laut setempat.
Dan yang ku kagumi juga bahwa WWF ini donasi juga ya, ada yang donasi 10 ribu perbulan atau normalnya 50 ribu perbulan, tapi yang donasi tuh juga ada yang uang nya pas-pasan, misalkan saja seorang yang berprofesi admin ikut rutin donasi.
Bukan aku bermaksud untuk menyudutkan gaji admin, tapi ya tadi ada rentang gaji, ditambah kan kalo admin mesti standby sehingga mungkin penghasilan nya dari sana saja.

Setelah sesi perkenalan, selanjutnya ialah sesi sharing dari orang – orang hebat seperti Ibu Asri Welas selaku influencer, Pak Yono selaku ketua tani desa Cibulao, dari perwakilan WWF Indonesia pun juga.
Intinya sih menjelaskan WWF Indonesia itu apa, kemudian bagaimana mereka telah membantu WWF Indonesia dan memberikan semangat kepada kami selaku generasi muda.
Setelah itu kami pun lanjut sholat jumat di desa terdekat dan setelah itu lanjut sesi lunch dan games.
Sesi games

Dalam sesi games ini ya banyak ya games nya, dan pastinya games nya membuat kita menjadi lebih kenal dengan teman kita lainnya & membuat kita lebih bekerjasama dengan kelompok.
Dan aku baru tahu juga bahwa panitia games nya itu juga bukan WWF Indonesia, alias ada vendor yang dibayar untuk memberikan games & menjadi panitia.
Jujur saja aku baru tahu dan kagum, ternyata ada perusahaan yang isinya jadi panitia games.
Kedengeran nya sih simple, tapi sebenarnya itu luar biasa sekali, ” Siapa yang kepikiran ” pikirku itu,
Selama games sih seru banget ya.
Dan selanjutnya kami istirahat untuk bersiap malam malam di api unggun.
Api Unggun



Menurutku acara sesi api unggun bagus sekali.
Aacaranya yakni berbagi pengalaman dari member yang sudah lebih 5 tahun bergabung sebagai MONA, menyanyi & berjoget, diskusi tentang agenda kedepan, dan yang pasti makan daging bakar :).
Setelahnya aku pun langsung masuk ke tenda dan tidur.

Hari Kedua

Hari kedua disambut dengan udara pagi yang begitu segar.
Agenda itu dimulai dengan senam dan dilanjutkan dengan menuju perkebunan kopi di desa ini, desa Cibulao.
Alasan kenapa dipilihnya desa Cibulao yakni karena desa ini ialah salah satu desa binaan dari WWF Indonesia dan berhasil.
Kenapa berhasil ?.
Ya karena dulu itu desa ini tanah nya banyak terjadi longsor, kemudian sebagian tanah nya di pinggiran itu diubah yang tadinya dari lahan sayur menjadi tanaman kopi.
Dan efeknya, tanah menjadi kuat dan ga terjadi longsor lagi.
Ditambah, budidaya kopi juga menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat disini, dan kopinya pun pernah menjadi juara nasional pada tahun 2016.
Disini aku belajar tentang bagaimana kopi ditanam, melihat kopi dari kecil hingga besar, dikelola setelah dipetik hingga meminum kopi nya langsung.
Aku merasa aku suka dengan ini, yaa belajar langsung dari konservasi.




Setelah selesai kami pun pulang dan berfoto bersama.
Yaa, hari ini aku telah mendapat sahabat & keluarga baru, yakni WWF Indonesia.
Aku tahu bahwa orang -orang yang disini tuh yang punya tujuan yang baik terkait koservasi, dan aku senang bisa menjadi bagian dari mereka.
Ngomong – ngomong tentang koservasi itu mengingatkan aku ketika aku menyentuh Penyu di Lombok, dan ketika aku menyetuh nya, aku merasa bahwa aku ingin berkontribusi kepada alam.
Kenapa ?.
Entahlah, perasaan ku saja.
Dan ya, ini baru awal, baru permulaan aku bersama WWF Indonesia dalam aksi kepada alam.
Dan akan ada tulisan lain tentang WWF Indonesia, seperti cara bergabung nya, cara berdonasinya dan lainnya.
Cuman bukan ditulisan ini, tapi di tulisan selanjutnya.
Jadi tetap pantau website ini ya dan salam konservasi !

Desa Cibulao tanggal 28 – 29 Juni 2024
