Rehat dan kembali. Ku pikir aku ingin menulis tentang itu.
Iya, namanya juga website curhatan, ya menulis sesuai yang dirasa juga gapapa dong hehe
Rehat
Ya, rehat. Istirahat sejenak.
Ku pikir wajar jika banyak orang ingin rehat sejenak, bisa jadi melalui tidur, tidur siang, jalan-jalan, atau cuti.
Tentu menurut ku ini penting sekali ya, karena ya tadi terkadang bukan berapa lama kita bekerja tapi juga kualitas yang dihasilkan.
Dengan rehat sejenak, banyak hal baru yang bisa kita dapatkan.
Tanpa rehat, ya begitu aja mungkin.
Aku pernah nonton di YouTube terkait ada seorang kakek usia 70 tahunan yang diwawancarai oleh seorang youtuber dan seorang youtuber bertanya pada kakek tersebut yakni
” Apa penyesalan terbesar dalam hidup nya ? ”
Jawaban kakek itu ialah ” Menghabiskan hidupnya untuk bekerja pada satu kantor “.
Ya itu sih jawaban nya, terlepas aku ga tahu apa role dia.
Tapi kalo dilihat sih ya namanya nyesel kan pasti ga happy hehe
Nah, itulah gunanya rehat, dengan rehat kita bisa mendefinisikan lagi apa itu hidup.
Dan pastinya untuk kembali semangat lagi.
Sebelum lanjut, ku pikir belakangan ini aku lebih nyaman nulis di HP yang tanpa simcard ini dari pada laptop.
Ku rasa mungkin karena ngetik nya bisa sambil rebahan, kan kalo laptop kan mesti duduk.
Ya menikmati saja, nanti juga ada saatnya bosen hehe.
Yang penting output nya tetap nulis, walau dengan cara yang beragam.
Dan asli, ini jam 04.51 WIB, enak banget nulis kalo pagi hari.
Ga ada gangguan dan otak kayanya encer aja hehe.
Lanjut deh ke tulisan
Kembali
Kembali, iya setelah rehat kembali dong.
Kan harga diri laki-laki bekerja dan bertanggung jawab.
Kalo ga ke situ, mau ngapain emang hidup wkwk.
Setelah kembali dari rehat, mestinya otak masih fresh, dan punya gairah lagi yang mungkin lebih baik dari pada sebelumnya.
Kenapa ya karena udah mendefinisikan kembali tujuan nya.
Bentar- bentar, asli kok gw bahagia banget ya bisa bangun pagi, denger suara burung, dan nuansa pagi itu asli enak banget sih.
Pengen terus bisa bangun pagi lagi deh. Oke, lanjut.
Iya harapan nya ya tadi kita setelah kembali punya semangat lagi yang jauh melebihi dari sebelumnya.
Guys, terus maju sampai nafas berhenti.
Itu baru perjuangan.
Hm, itu dulu kali ya, kayanya mau cari sarapan dulu buat lanjut nulis yang lebih serius.
Tentu, bangun pagi itu sudah menjadi kebiasaan ku.
Ya entah kenapa itulah kebiasaan ku.
Dan tentu, ini juga mungkin gara-gara aku tak kuat bergadang.
Rasanya tuh, habis isya bawaan nya badan lelah aja.
Dan kalo sudah sampai di kasur, beuh langsung tidur.
Setelah melihat layar, tentu aku tak bisa tidur lagi, akhirnya ku cuci muka dan ku lihat rak buku ku.
Ya, beberapa buku saja.
Ku pikir akhir-akhir ini rasa malas dan rasa bosan sudah mulai menyakitiku.
Tentu, manusia pasti pernah merasakan itu.
Dan ya, cara satu caraku untuk membangkitkan semangat lagi biasanya dengan membuka buku yang pernah kubaca agar termotivasi kembali.
Iya, buku.
Karena itulah aku merasa bahwa buku hardcopy itu penting sekali.
Selain dapat dibaca dengan mudah, dan tanpa adanya distraksi.
Beda aja rasanya kalo kita memegang fisik nya.
Ku ambil beberapa buku, tentunya buku yang berkaitan dengan pagi hari.
Ada buku yang berjudul happy morning, buku islam dan masih ada lagi.
Ya, membaca sekilas saja.
Hingga akhirnya huku tentang asrama rumah kepemimpinan.
Asrama yang pernah aku tinggalin selama 22 bulan.
Asrama Rumah Kepemimpinan
Ngomongin soal asrama Rumah Kepemimpinan atau biasa disingkat RK itu ga akan cukup dalam satu tulisan.
Rumah itu, rumah karakter !.
Hm, tapi ya tadi, kembali ke membaca buku tentang asrama RK.
Seingatku memang sebelum kami lulus, bahwa setiap kami menuliskan satu tulisan tentang RK, dan nantinya akan di akumulasi menjadi sebuah buku.
Buku yang terdiri dari 60 peserta rumah kepemimpinan + pembina & teman-teman asrama rumah kepemimpinan yang pernah membersamainya.
Ya, tanpa sengaja aja membuka buku itu, dan ku baca beberapa tulisan.
Dan rasanya lucu aja, ternyata dalam perkuliahan yang 4 tahun yang kata orang-orang kalo kuliah itu bebas, eh aku masih justru kaya pesantren.
Setiap senin upacara, sholat tahajud, dan ikut banyak agenda di RK.
Dan melihat tulisan di buku itu membuatku merasa beryukur bahwa aku pernah satu atap dengan mereka.
Dan tanpa terasa, sudah lebih dari 6 tahun aku lulus dari tempat itu.
Waktu rasanya benar-benar cepat saja.
Buku Antologi Pertama
Tentu, tanpa terasa bahwa mungkin itulah buku pertama ku ya.
Buku antologi lebih tepat nya.
Hm, aku sih ga pernah sadar bahwa itu buku ku, aku hanya menulis seperti apa yang ditugaskan dan ya temanku yang namanya Sucia itu.
Sucia, salah satu orang yang ku kagumi karena menulis puluhan buku dalam usia yang masih muda, ku jabarkan dalam buku Terima Kasih Jilid 1 : Kepada Para Penulis Buku.
Dia yang mencompile dan mengurusin agar menjadi sebuah buku.
Dan ya, seperti nya itu merupakan buku antologi pertama ku hehe, kan aku juga ikut menulis.
Dan ku pikir, aku juga sudah mulai lega.
Kenapa ?
Karena janji ku pada pembina RK, bahwa aku akan menulis buku ku sendiri telah terwujud, ya aku sudah menjadi penulis buku.
Menjadi penulis buku, bukan hanya impian ku, tapi impian para guruku yang berharap padaku.
Ku pikir karena aku suka membaca buku, jadi wajar saja bahwa dari pembaca buku menjadi penulis buku.
Bertemu Teman SMA
Oh iya, beberapa hari lalu aku ketemu dengan teman SMA, namanya Haqi.
Ya intinya sih tanpa terasa bahwa kita sudah lulus SMA lebih daripada 10 tahun.
Dan ga terasa aja hehe, cepet amattt waktu hey.
Hm, ada yang masih sama, ada yang berubah, bahkan ada yang telah tiada.
Luar biasa ya, ku pikir itu juga mungkin terjadi 10 tahun kedepan.
Ya, suprise, itulah kenapa hidup menjadi menarik.
Hm, setelah ini apa ?
Hm, memang setelah ini apa itu apa ialah sesuatu yang sulit dijawab. ” Habis ini ngapain ya “ .
Hm, ku pikir aku akan menjalani aktifitas ku seperti biasa dan terus berusaha untuk semakin banyak menulis, aku tahu bahwa aku masih hidup, ya selama aku aku menulis maka aku hidup.
Ku hentikan pada saat adzan Shubuh sudah mulai terdengar.
Dalam belakangan ini aku pikir aku mulai cape, ya mulai cape menjadi ketua.
Hm, bagaimana ya aku memulai nya ?
Mungkin ku mulai dari apa yang bisa ku sampaikan secara pelan – pelan
Menjadi Ketua
Menjadi ketua, ku pikir selama hidup lebih dari tujuh belas tahun bahwa aku tak pernah menjadi ketua kelas, menjadi ketua apapun, atau ga pernah ikut organisasi OSIS.
Ya bisa dibilang sampai SMA aku benar-benar ga ikut eskul manapun.
Mulai benar sih di kelas dua SMP, itu pun juga sampai SMA ya tukang baca buku.
Kemudian, masuk kuliah.
Sama sih, ga pernah jadi ketua sampai tahun kedua, cuman ikut organisasi sama kepanitiaan aja.
Rasanya beda aja keliatannya dibandingkan dengan SMA, kalo di SMA yang ku liat itu disetir sama guru, tapi kalo kuliah ya sih individu nya yang benar-benar bergerak dan ya individu itu ya para mahasiswa nya.
Terus tahun ketiga aku masuk asrama rumah kepemimpinan, ya lewat proses seleksi.
Selama dua tahun inilah aku digembleng dengan materi kepemimpinan.
Setelah itu rasanya, menjadi ketua dalam kehidupan ku selalu ada.
Sejak tahun 2017 maka aku pun menjadi ketua minimal dalam satu organisasi ataupun dalam lingkungan tertentu.
Dan ya, kadang dipilih sih.
Cuman ya gapapa juga, terkadang kalo memang organisasi yang kiranya aku mau kontribusi lebih ya oke aja.
Tapi kalo organisasi yang mana aku ingin ikut aja aku kalo disuruh dipilih menjadi ketua, ga dulu deh, mending yang lain dulu aja.
2024
Ya tahun ini, 2024.
Banyak rasanya aku menjadi ketua.
Kalo di pekerjaan ya ga usah ditanya, memang seorang project manager ya menjadi ketua dalam project.
Selain itu, ya menjadi ketua pengajian, ketua apa lagi, spill ga ya hehe.
Ya banyak lah pokoknya, aku sih awalannya ga ada niatan buat menjadi ketua ya, mungkin kayanya gara-gara pernah bekal ilmu kepemimpinan, jadinya kayanya auranya masih berasa
Menjadi ketua itu cape, ya gimana memimpin ya menderita.
Cuman itukan dua sisi ya, ada yang baik ya ada yang buruk.
Kadang waktu aneh ya, 10 tahun yang lalu sampe hidupku 17 tahun lebih hidup ga pernah tuh menjadi ketua apapun, tapi sekarang ya begitu deh
Tapi ya tadi, terkadang hidup takdir sih.
Ya dijalani dengan sebaik-baik nya saja.
Itu pasti.
Sampai akhir tahun juga banyak banget kegiatan, bahkan dalam tiga bulan terakhir tahun 2024, saja aku tak ikut event lari alias sudah menutup tahun ini dan lanjut tahun depan.
Sisanya ya latihan sendiri dong, ya sama komunitas juga sih.
Tapi ya terkadang kita mesti tahu kapan waktu nya memulai dan kapan waktunya berhenti.
Oh iya, menjadi ketua ya.
Hm, ya tadi.
Kalo bisa aku memilih untuk ga semua hal aku menjadi ketua nya terutama untuk hal-hal yang aku dimajukan dan mungkin ada orang lain yang lebih baik.
Kenapa ?
Jujur saja aku masih punya banyak mimpi juga yang tak ada begitu banyak saat ini kaitan dengan orang lain.
Ya misalkan saja, menulis buku, mempelajari Alquran dan macam-macam nya.
Iya itu kan lebih banyak waktu dengan diri sendiri kan ya hehe.
Tapi, takdir ya.
Hm, aku datang bukan untuk menjadi penonton dalam kehidupan tapi menjadi pemain.
Asli sih, hidup memang menarik dan ya jangan salah juga bahwa nikmat yang banyak juga ujian itu.
Semuanya ujian, bagi beberapa orang mungkin ga paham, bagi beberapa orang mungkin akan membutuhkan waktu untuk memahami nya.
Tapi, bagi para pecinta buku, pasti langsung paham yang dimaksud apalagi punya iman.
Asli ngantuk banget.
Sepertinya ini dulu ya tulisan yang dibuat dalam waktu 5 menit di notes di hp 🙂
Akhir-akhir ini atau mungkin di tahun ini aku merasa bahwa waktu weekend itu enak nya dirumah aja ya.
Ya, di kasur & beristirahat saja.
Engga tahu kenapa, tapi seiring bertambahnya usia, seiring bertambahnya tanggung jawab, dan seiring bertambahnya kesibukan, aku merasa bahwa waktu tidur itu berharga banget.
Nah itu sih rasanya.
2 Nikmat Yang Sering Terlewat
Ya, dua nikmat itu ialah nikmat waktu luang dan nikmat sehat.
Pada saat kita sehat, kita tuh banyak banget bermimpi untuk melakukan apapun dan padahal kita ga menjaga kesehatan.
Namun, ketika sakit yang kita harap hanya satu, hanya sehat.
Sehat itu awal dari segalanya.
Tentu, aku juga berusaha ya untuk sehat.
Ikut event lari itu ga cuman mendali saja, tapi memberikan waktu untuk tubuh bisa berohlaraga.
Ya, awal-awal mungkin harus dipaksa agar terbiasa.
Kemudian, tentang waktu luang.
Hm, terkadang kita banyak melalaikan waktu padahal ada saja waktu kita yang benar-benar sibuk.
Nah, terkadang juga terlalu lama dan nyaman di kasur itu bahaya sekali ya.
Tiba-tiba dari pagi sampai sore masih ada di kasur.
Hm, luar biasa.
Kalo aku sih masih berusaha ya, ya caranya tadi keluar dari kasur dan membuka laprop dan meja di teras rumah.
Ya, bertemu dengan alam & kendaraan rasanya itu ada aktifitas orang-orang, sehingga tetap semangat kerja.
Padahal, dari malam sampai dini hari pasar aja itu sudah banyak orang yang kerja.
Masa kita mau males-malesan sih !.
Ya, secara teori gampang, tapi implementasi nya itu yang mesti kita berusaha sekali.
Tuhan, apakah aku bisa berubah menjadi lebih baik dan membuat kehidupan lebih baik ?
Berubah
Jika kau ingin melihat perubahan mungkin kau tak perlu menunggu pahlawa atau pun siapa-siapa.
Hal ini karena kau lah sendiri pahlwaran nya.
Kau sendiri yang melakukan perubahan.
Akan sulit dan akan bikin sakit jika kau berharap pada manusia.
Sekali lagi, dalam kehidupan kita bahwa kitalah yang melakukan perubahan.
Dan ya yang terbaik untuk melihat perubahan yang kau inginkan baiknya kau sudah tanam sejak 20 tahun yang lalu, ya itu sih secara bijaksana.
Tapi waktu tak terulang, jika kau menerima kekalahan mu, kekalahan kita, ya sudah lihat saja hari ini dan kedepan.
Sekarang
Ya sekarang, terkadang yang bis akita lakukan ada saja yang bikin tertunda.
Dan jangan-jangan yang bikin ketunda itu gara-gara kemalasan kita saja.
Hm, sedih sih, banget.
Tapi ya tadi mau bagaimana lagi kan.
Ya sekarang, itu asli sih banyak banget arti.
Oh iya, ini ku tulis pakai laptop ya tulisan ini, tapi kok merasa enakan pakai hp ya hehe.
Yasudah, jika kau ingin berubah maka waktu terbaik ialah sekaran.
Dan ku pikir kesibukan bukan bukan lah sesuatu yang mudah alias pola yang berulang.
Hal ini karena aku harus berpikir keras untuk menghasilkan keputusan yang tepat, ya dalam hal apapun, berhitung juga merupakan bagian dari proses pengecekan ku.
Tentu, itulah tugas seorang pemimpin, berpikir lalu membuat keputusan dan memberikan arahan.
Bukan sekadar ikut meeting atau kegiatan tapi memilik peran yang sama dengan orang lainnya ataupun bahkan tidak tahu langkah apa yang selanjutnya akan dilakukan.
Pemimpin, itu memiliki tanggung jawab yang lebih.
Itu lah yang aku pahami, dia mesti sadar kekuatan dan kelemahan dirinya.
Iya, akhirnya terkadang aku sudah mengantuk dan tidur sebelum jam 9 malam dan seperti biasa bangun jam 4 pagi tanpa aku sadari.
Tapi setelah itu, tentu aktifitas ku mulai dengan berbagai persoalan kehidupan.
Dan biasanya setelah isya, badan sudah lelah sekali dan bahkan langsung tertidur pulas.
Ku pikir apa yang ku lalui sudah benar, ini lah jalan yang diproses oleh seorang anak muda.
Proses demi proses dan menikmati lelah nya setelah bekerja.
Nikmat setelah bekerja
Ya pekerjaan apa yang kita jalanin, bisa jadi tukang becak, bisa jadi dokter, bisa jadi insinyur ataupun lainnya.
Yang penting, hidup cuman sekali.
Kita mesti mikir mau ngapain dalam hidup, biar ga ada penyesalan.
Kenapa ?
Karena pas udah tua nanti yang kita sesalkan ialah hal yang tidak kita lakukan, apalagi padahal kita tahu.
Lagi pula, aku juga gak ingin menurunkan mimpi & berharap sangat pada keturunan ku.
Tugas kita membimbing & berharap sekadar nya saja, sedangkan dia memiliki kehidupan nya sendiri.
Biarkan mereka bertanggung jawab pada kehidupan sendiri.
Terkait pekerjaan, rasanya entah kenapa ya kalo sudah selesai itu ada nikmat tersendiri.
Beda sekali jika kita tak bekerja, dan tiba-tiba mendapat kan hasil uang.
Dan ya, kehidupan yang berproses lebih penting daripada kehidupan yang stuck saja walau hasil saat ini lebih baik.
Aku percaya itu.
Lagi pula dengan bekerja juga kita mesti menjadi ladang ibadah.
Karena kita percaya bahwa adanya kehidupan setelah kehidupan.
Ku pikir Senin ini merupakan Senin yang begitu hening dari sepanjang tahun 2024.
Iya, karena tanggal merah dan maulid nabi.
Tentu, kegiatan ku ya beres-beres rumah.
Di siang hari pun aku tertidur dan ketika ku cek WA ku dapat pesan dari teman kuliah ku dulu bahwa katanya hari ini dia kerja.
Ku bales sebelum tidur ” Tanggal merah kok kerja ? “
Dan jawabannya ialah ” Iya, kerja buat jaga kehormatan“.
Tentu kata-kata ini inilah kata-kata yang ku ingat dan ku gaungkan dalam kehidupan ku juga.
Laki-laki dan kerja
Aku tahu bahwa dia sudah lama nganggur dan dengan gelar S2 yang dimiliki dengan pendapatan gaji kurang dari UMR DKI, tapi ya tadi namanya takdir dan hidup terus lah berproses.
Akhirnya dapat kerja juga sih dia,
Alhamdulillah.
Ngomong-ngomong tentang kerja dan laki-laki, memang harga diri laki-laki adalah kerja dan bertanggung jawab.
Tentu, itu sudah lama sekali aku mendengar kata-kata itu.
Dan merupakan kata yang buat aku semangat ketika aku merantau di Papua yang mana tidak pulang-pulang.
Dan ya, laki-laki ga boleh salah dalam memilih pekerjaan, iya ga boleh salah memilih pekerjaan.
Yang tepat untuk dirinya.
Jika tidak, ya kasihan sekali selama kehidupan nya akan mengeluh.
Hal ini karena waktu terbanyak laki-laki ialah dengan pekerjaannya.
Ngeluh
Banyak sekali aku liat contoh seorang yang ngerasa ga tepat dengan pekerjaannya.
Contoh nya saja pada saat aku di site Tembagapura, orang baru balik cuti tapi beberapa hari kemudian udah mikir kapan cuti lagi.
Buset dah, ngejalanin pekerjaan cuman buat nunggu cuti.
Padahal gaji gede, tapi kalo tidak tepat ya cuman ngabisin umur aja.
Kemudian kalo laki-laki ga kerja mau ngapain emang ?
Jujur saja, dulu aku rencana mau pensiun dini dan kulahab banyak buku untuk mencapai pensiun dini.
Singkat cerita, aku resign dan kerjaan ku cuman baca buku di perpustakaan nasional, udah kaya pegawai aja dah berbulan-bulan karena baca buku disana.
Kurang uang?
Engga, engga pada saat itu.
Terus kuliat teman-teman ku pada sibuk kerja sedangkan aku hanya membaca buku.
Sejak masa nganggur itu lah aku mencari jati diri dan menelusuri orang-orang pada ngapain dah dalam hidup nya.
Dan ya, banyak inspirasi yang kudapat.
Mungkin orang-orang sebut nya Hiatus, atau masa jeda dalam hidup
Setelahnya, aku kembali bekerja dengan tujuan yang lebih tinggi, lebih besar lagi.
Dan ya tadi, untuk legacy buat di akhirat nanti.
Berbicara mengenai tanggung jawab juga ga bisa langsung diberikan tanggung jawab yang besar.
Banyak pemuda yang diberikan jabatan tinggi dan selama 2 tahun ia dipuja-puja, tapi akhirnya dipenjara selama 20 tahun karena salah dalam pengelolaan kekuasaan.
Nah kan, ketika dalam keadaan susah, orang belum tentu mau nolongin.
Itu yang mesti disebut bahwa butuh keberhasilan kecil demi kecil untuk mencapai keberhasilan besar.
Kalo orang ga siap dengan tanggung jawab yang besar, yang terjadi ialah celaka buat orang tersebut, celaka pula pada kebijakan yang diambil.
Itu tanggung jawab.
Oh iya, banyak kok pembaca ku yang mungkin usia muda, usia tua, gaji gede, gaji kecil atau apapun lah, jangan berkecil hati.
Ya, masa depan ga ada yang tahu, jalanin saja amanah yang diberikan, insya Allah kalo emang udah takdir kita ya takdir kita.
Sekali lagi, untuk penutup dalam tulisan ini.
Harga diri laki-laki ialah bekerja dan bertanggung jawab.
Libur panjang, list tulisan yang numpuk bener-bener ya aku kerjain hehe.
Halo semuanya, kayanya kedepan aku mesti bikin salam pembuka ya khas deh.
Ya, nanti dipikir lagi deh, kalo kalian ada ide ya tolong disampaikan ya.
Kali ini, aku pengen nulis pengalaman lari ku dalam acara Titan Run di Agustus 2024.
Udah lama sih, cuman sayang kalo ga ditulis.
Jujur saja, aku tuh pengen nulis di hari itu, tapi rasanya udah cape aja.
Ok, tentang Titan Run ya
Titan Run itu acara lari di BSD tepat nya hehe.
Aku pertama kali dengan Titan Run itu dari temen-temen kantor dimana mereka tahu aku suka ikut lari dan katanya tahun ini ada Titan Run.
Kalo di cek sih terakhir Titan Run itu di tahun 2019, tes karena covid baru ada lagi di tahun 2024.
Oh iya kantor ku juga kerjasama dengan Titan Run sehingga aku gratis buat ikut event itu, ya biasa cepat-cepat daftar registrasi pada saat email pendaftaran masuk :).
Titan Run itu ada ketegori 5K, 10K, dan 17.8 K.
Aku pasti milih yang 17.8 K karena gratis dan aku belum pernah ikut kompetisi lari dengan ketegori 17.8 K.
Hari H
Eits, tunggu sebelum hari H aku tuh nginep di penginapan dong.
Lumayan jarak nya 100 menit lah dari rumah ku.
Ya, bisa sih berangkat pagi-pagi cuman kayanya untuk saat ini cari penginapan yang murah aja. Dan dapat :).
Terus besok atau hari H pun tiba, aku langsung naik grab motor buat pergi ke event tersebut, dekat banget ga sampe 5 menit kok kalo naik motor.
Selama perjalanan lari pun bisa dibilang rute BSD jalanan nya bagus ya, ga banyak elevasi yang berubah alias datar aja.
Ditambah, event ini banyak teman-teman kantor yang ku kenal, ya namanya juga event dari kantor kan hehe.
Dan Alhamdulillah finish, dan dapat mendali.
Setelah finish
Nah, pertama kali event lari yang dapat duren ya ini doang aku wkwk.
Ditambah semua makanan gratis, memang ya setiap event lari punya keunikan sendiri. Ini event lari yang mana semua nya gratis.
Luar biasa.
Sehabis lari, langsung kenyang banget :).
Setelah lari aku pun balik penginapan untuk langsung ke rumah.
Oh iya, aku pikir juga jumlah mendali lari ku itu udah belasan, tahun ini paling banyak sekitar 7-8 mendali.
Jadi ku pikir aku pengen mencapai 50 mendali atau bahkan 100 mendali dalam ohlaraga lari ini.
Ya bukan yang ambisius sih, tapi selagi masih mampu, selagi masih sehat ya ambil aja kesempatan.
Ga ada yang tau juga kan hari esok, mungkin ini hari terakhir kita.
Yang jelas, aku menikmati lari itu.
Ditambah juga, aku mesti banyak lari sendiri untuk latihan.
Ya, target sih lari di gurun Sahara atau benua Antartika ya.
Event nya mah ada saja, masalahnya kita nya mampu kah ?
Nah banyak yang butuh disiapkan, salah satunya fisik, yaa latihan adalah kunci.
Oh iya, ini foto-foto nya ya
Dengan teman-teman kantor yang rutin lari With teman -teman kantor
Alhamdulillah ya Allah, udah sampe finis lari di BNI UI Half Marathon 2024 dibawah 3 jam hehe.
Oh iya, selamat datang para pembaca.
Awalnya aku mau bikin tulisan ini tuh di laptop, tapi kok enakan di hp ya, sambil rebahan di kasur hehe.
Ditambah juga, tulisan ini tuh udah pengen aku bikin seminggu yang lalu alias pas habis lari tapi ada aja kesibukan yang terjadi.
Ya sudah, aku bikin sekarang aja ya 🙂
BNI UI Hal Marathon 2023, finisher di 5 K 🙂
Mulai dari mana ya.
Hm, mungkin setelah aku lari di BNI UI Half Marathon tahun 2023 ya.
Aku tuh lari kategori 5 K dan rasanya pengen ikut lagi di tahun depan.
Terus tahun depan tuh terjadi, di awal tahun ya aku nulis buat masukin list lari.
Ini dalam kategori list lari tahun ini.
Dan ya, aku pun fokus sama lari yang sebelumnya sudah ku daftar di Desember 2023, apa itu ?
Pocari Marathon di Bandung.
Iya, marathon 42 km.
Pocari Marathon 2024 di Bandung
Singkat cerita, setelah pocari Marathon tuh rasanya lari -lari lain cuman buat hiburan aja sama buat jaga kesehatan.
Nah, Pocari marathon itu di bulan Juli 2024, sedangkan BNI UI Half Marathon itu di September 2024.
Nah habis Pocari tuh kayanya mager banget itu yang BNI UI Half Marathon lohh, kayanya sayang uang juga sih hehe, lagi pula apasih yang ku kejar kan ya.
Tapi, temanku Ega terus mengajak ku, oh iya awalanya aku juga udah daftar yang registrasi kategori alumni sehingga dapat voucher, cuman ga aku aktifasi aja.
Tapi setelah dipikir ulang lagi, kayanya aku mesti ikut yang BNI UI Half Marathon deh.
Kenapa ?
UI ya
Tentu, UI itu alasan ku.
Aku pikir aku berhutang budi sama UI, aku memang dari SMA mau masuk UI, pas pemilihan SNMPTN pun aku memilih 1 jurusan dari 3 opsi yang didapat, ya aku cuman isi satu aja yakni Teknik Elektro UI.
Official resmi menggunakan Jaket UI pada saat di Balairung tahun 2014
Teman-teman ku pas di SMA pada bingung kenapa aku milih cuman satu aja padahal ada tiga opsi buat diisi.
Ya ini kan jalur undangan ya, ku pikir mana ada sih universitas yang mau di duakan.
Singkat cerita, aku masuk UI jalur undangan, bahkan sebelum lulus SMA.
Iya, sudah disediakan bangku padahal belum tahu nilai ujian nasional hehe.
Dan ketika aku masuk UI pun aku gratis dan dapat beberapa beasiswa yang didapat.
Banyak lah, uang, asrama, program dan lainnya.
Di UI pula, aku bermimpi tinggi.
Lulus Sarjana FTUI tahun 2018
Kita mungkin bisa ganti tempat kerja, tempat tinggal, dan yang lainnya, tapi kayanya ada beberapa yang ga bisa diganti, ya salah satu nya UI ini buat aku.
Lagi pula, aku juga masih berhubungan baik, main di lab nya UI sebagai peneliti bersama Professor.
Lulus Pendidikan Profesi Insinyur Tahun 2020 dengan predikat lulusan terbaik
Titik balik
Nah, ku pikir juga UI udah banyak memberikan kehidupan nya buat aku, masa iya sih aku hitung-hitungan masalah uang dengan UI.
Pikir-pikir juga aku bertemu teman-teman lama disana.
Bahkan walaupun tidak janjian, pasti ada saja ketemu hehe.
Yowis, aku registrasi di UI Half Marathon kategori 21K, dan ku masukkan voucher alumni dan ternyata masih aktif.
Oh iya bahkan saat pengambilan racepack pun aku sedang di luar kota dan diwakilkan oleh teman ku.
Hari H
Hari H ya, tentu langsung ketemu di titik start dong.
Dan sepanjang perjalanan lari ya ku ketemu dengan teman-teman dong.
Tapi asli sih, memang kalo kita lari tuh rasanya bebas aja, apalagi bersama orang-orang yang melakukan hal yang sama dengan tujuan finish yang sama.
Saat menempuh Medan tempur hehe
Selama perjalanan aku merasa nyaman, 21 K itu jauh, bahkan lebih jauh dari rumah ku yang di Ciracas ke Sudirman yang cuman 16 KM.
Tapi, kok rasanya bentar ya, iya itu karena kita keliling ke tempat yang kita kenal.
Kuatkan hamba ya Allah 🙂
Selama perjalanan lari pun aku ikut yang pacer yang 2 jam 30 menit, tapi pas di finish aku selesai dengan waktu 2 jam 59 menit hehe.
Tapi gapapa, aku nyaman lari di UI. Lari di UI juga sangat steril, ga ada kendaraan, wong diblokir kan wkwk akses masuk kendaraan.
Nah itu lah kelebihan lari di kampus daripada di jalan umum.
Dan Alhamdulillah finish, ini foto – fotonya.
Foto dengan mendali dan baju finisherPose dengan gaya yang lagi ngetrend:)Setor muka kepada FTUI Runners 🙂 hebat mereka !
Oh iya dapat baju finisher juga loh buat yang kategori 21K jadi makin mantap.
Dan sebenarnya selain UI Half Marathon, ada juga di Desember UI ultra, tapi kayanya acara yang bisa ku ikuti ya baru BNI UI Half Marathon dulu.
Sebagai almamater aku senang UI Half Marathon bisa lancar, dan makin baik rasanya tiap tahun, dan semoga tahun depan aku bisa ikut lagi.
Selama aku masih di Indonesia, selama aku masih bisa ikut, acara UI Half Marathon ini aku pengen ikut. Bukan cuman bilang aku sebagai pelari, bukan.
Tapi itu karena aku telah jatuh cinta sama UI, kampus yang banyak mengubah ku.
Aku cuman pengen bilang, aku tak akan pernah bosan untuk mengatakan bahwa aku jatuh cinta dengan mu.
Jaya3x
Jakarta, 15 September 2024 pukul 20.45 Dari salah satu almamater mu Rıo Agustian Fajarin