Mulai Lagi, Pokoknye Mulai Lagi Deh !

Yaa… sejujurnya aku juga sebenarnya malu sekali bahwa aku masih jarang sekali menulis.

Mulai.

Selalu dengan kata itu untuk membuat semangat terulang lagi.

Yaa….. ( tarik nafas dalam-dalam ), kenyataan nya bahwa manusia itu naik turun dalam mood yaa.

Dilihat dari postingan terakhirku saja bahwa sudah setahun terakhir ya.

Sudahlah, aku tak ingin melihat masa lalu, aku hanya ingin fokus ke depan.

Aku memang berkomitmen untuk menulis, yaa aku pikir aku punya segala hal untuk menulis.

Jika aku tak menulis, itu pasti karena kelalaian aku.

Hm, aku juga sempat berpikir ulang bahwa mungkin ada beberapa postingan ku yang mungkin aku hapus kah dalam website ini, tapi hasil di otak ku sepertinya tak perlu.

Biarkan yang berlalu biarlah berlalu.

Ok, selanjutnya posting apa ya ?

Ya posting apa yang mau aku posting aja sepertinya.

Ku pikir website ini lebih ke arah sesuatu yang sifat nya curahan hati saja, alias tidak perlu serius-serius .

Aku sudah banyak serius di dalam menulis buku, paper, dan masih banyak yaa kegiatan ku lainnya.

Banyak banget ! yaa begitu dah.

Ku pikir ini bermula saat aku nganggur alias pas resign dari pekerjaan ku di Tembagapura, aku bertanya-tanya

” gue mau ngapain lagi ya dalam hidup ? ”

Asli, gw cari banyak hal lewat buku sih pastinya, orang-orang hidupnya pada ngapain sih sampe mati.

Kadang gue juga heran

Temen-temen gue kok sok sibuk kali ya padahal gue lihat juga biasa-biasa aja dari perfomance, karir atau apake, eh ? hiyaa ”

Yaahh, pokoknya sih hidup cuman sekali lalu mati kan.

Jadi mesti semangat menjalani hidup, karena setiap waktu yang kita jalanin juga merupakan mimpi yang indah sekali.

Oke, gue mau lanjut ke beberapa topik lagi yaa.

Terima kasih ya sudah baca !

Jakarta, 20 April 2024

Laper :)

Wahh tiba-tiba kebangun di tanggal 24 Februari 2023 nih.

Hm, ini udah lama engga post.

Sibuk kerja aja rasanya, ya kenapa ada aja ya kerjaan wkwk.

Udah lama banget ga post ini, kayanya mending jadi tulisan sampah aja ini platform daripada engga ada sama sekali kan wkwk.

Waduh, kebangun di jam 2.30 am, eh tiba-tiba ada undangan WebEx, ya ada case ternyata.

Tapi laper ey, mau masak engga ada stock makanan, padahal butuh mie aja udah bisa masak, lah baru nyadar ga ada stock.

Akhirnya GrabFood dari McD deh.

Eh, sekarang mahal banget ya kalo pesen online.

Perasaan dulu murah aja, udah kaga bakar -bakar uang lagi kali ya :).

Ya, sembari datang abang grabfood, bales-bales email dulu sambil bikin kopi.

Btw, ini masih di jam 03.51, mau keluar cari makanan tapi hujan derasss.

Wah, kedepan harus stock makanan biar kalo kaya gini lagi ga perlu nunggu & boros kali ya wkwk.

Jumat, 24 Februari 2023

Apa Yang Aku Tertarik

Beberapa temanku mengatakan kepadaku bahwa aku ialah orang yang sulit dijangkau oleh mereka, seperti ada dinding besar antara diriku dengan dunia ini.

Aku seperti memiliki duniaku sendiri, yang lain biar tidak sama mengatakan bahwa aku ialah orang yang smart, misterius, dan visioner.

Entahlah, banyak sekali yang mengatakan itu kepadaku.

Aku pun tak menampik demikian, diantara keluargaku, temanku, tanpa terasa aku laksana bintang di antara gemerlap.

Tapi sejujurnya, aku tak peduli dengan semua itu, aku tak tertarik, bahkan aku tak pernah berpikir demikian.

Teman-temanku mengatakan aku ialah orang yang wolay, alias selow atau bahasa netral nya tenang ataupun cool.

Sejujurnya sekali lagi, aku tak tertarik dengan demikianlah itu.

Andaikan matahari dan bulan datang kepadaku sebagai hadiah agar aku menerima semua dunia ini, aku tak tertarik.

Andaikan, hukuman kematian datang kepadaku agar aku memilih dunia atau kematian, aku akan senang hati memilih kematian itu.

Apa yang aku tertarik

Aku tertarik hanya pada 3 hal.

Yakni, keturunan yang sholeh/sholeha, amal jariyah, & ilmu yang bermanfaat.

Itulah hal penyelamat dalam hidupku setelah hidup ini.

Sehingga, semua kekuatan dunia yang kita miliki dapat berfokus pada itu semua.

Bagi tingkat keluarga, bangsa, & peradaban.

Ingat satu hal, bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.

Kerugian apa ?

Kerugian dikarenakan kita lupa akan tujuan hidup.

Kenapa kita ada di dunia ini.

Yakni, beribadah & menjadi pemimpin di muka bumi yang sesuai syariat nya.

Aku benar-benar memahami apa yang sedang terjadi di dunia ini.

Entah di Jakarta, Papua, Amerika atau dimanapun terkait ekonomi.

Kemudian, dua kalimat sebelum ini ialah basa basi saja.

Karena aku tak tertarik juga.

Ada beberapa hal di masa depan yang akan kulakukan & kita lakukan.

Banyak hal. Banyak sesuatu.

Ku pikir, aku akan menyampaikan salah satu poin disini tentang masa depan yang mana takdir yang kulakukan.

Aku benar-benar tertarik dengan ini.

Apa itu ?

Perpustakaan

Perpustakaan

Tentu, terdengarnya suatu hal yang umum, tapi akan ada sesuatu yang gila yang kami lakukan terkait ini.

Apa saja ?

Ya, setidaknya negara ini akan membangun minimal 100 perpustakaan terbesar, telengkap & terindah di dunia.

Serta, bahwa jumlah perpustakaan akan lebih banyak daripada jumlah objek publik lainnya. Beberapa perpustakaan harus lebih besar daripada stadion sepak bola bahkan lebih dari stadion gelora bung karno.

Di transportasi publik pun ada, dinding kereta, bis, LRT, MRT semuanya mesti ada punya, di setiap stasiun harus ada, saat ini memang di setiap bandara sudah ada.

Oleh karena nya harus lebih banyak kualitas dan kuantitas.

Di mal pun bahwa setiap mal harus ada perpustakaan.

Beberapa perpustakaan pusat seperti nasional, provinsi, transportasi publik, tidak boleh tutup, alias selalu buka entah tanggal merah, dikarenakan orang-prang yang mengubah dunia bisa saja datang nya di hari itu.

Ini hanya perlu srategi manejemen manusia nya saja.

Ingatkah bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari kumpulan para kambing, melainkan satu singa pun dapat memakan semua kambing itu.

Perpustakaan harus buka non stop laksana tambang yang tak pernah libur.

Kuantitas & kualitas dari perpustakaan, teknologinya dan para pustakawan nya akan menjadi faktor kunci yang fudamental.

Inilah tombak ku, alat ku & mercusuar yang akan mengubah posisi negara ini dalam kawah candradimuka.

Perpustakaan adalah salah satu dari panca dasar yang akan ku bawa dalam visiku.

Kemudian, dengan melihat apa yang sudah terjadi pada pemerintahan saat ini dimana perubahan besar yakni pendidikan ditaruh di level menteri yakni Nadiem, tak begitu berubah, bahkan dari orang terbaik pun.

Itu artinya, perubahan besar harus dikawal di pundak presiden, pemimpinya.

Itu ialah berfungsi di masyakakat kita.

Dengan adanya akar dari perpustakaan, efek domino nya ialah akan mengubah masyarakat ke level tertinggi.

Bahkan, mungkin akan ada jalan dimana perpustakaan tak pernah putus, dan dia harus ada di langit, dia harus ada di bawah bumi, dia harus ada di laut.

Serta, para penulis, satsrawan mendapat royalti yang lebih baik, dan bagi siapapun yang menulis buku pertama nya akan mendapat hadiah.

Karena inilah yang ku tertarik & takdir yang akan terjadi di masa depan.

Demikianlah apa yang kusampaikan sedikit hal yang akan terjadi di masa depan pada peradaban ini.

Aku sudah menyampaikan jauh-jauh dari, 2022, agar beberapa orang memahami untuk mempersiapkan diri menuju zaman kita.

Zaman yang berbeda dengan saat ini.

Zaman yang nantinya sistem riba akan semakin sedikit, zaman yang mana korupsi akan dihukum mati, dan bahkan peran teknologi akan mencegah hal itu dikarenakan dari perpustakaan, dan dari aliran teknologi yang cepat & tepat.

Tapi sebelum zaman itu terjadi, nikmatilah !

Apa ?

Nikmatilah, kita akan membersamainya. Dari aku, Ir. Rio.

” Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus “.

Semoga aku & kita bisa lulus dari ujian dunia ini.

Di mataku, sudah tertera jelas tentang api neraka & susu surga.

Ya Allah, bismillah ya Allah.

Jakarta, 05 Mei 2022

Saat Ir. Rio menyampaikan 1 dari 5 fudamental terkait apa agenda yang dibawah nya.

Dalam tulisan ini ialah perpustakaan.

Aku

Rio

HALU

Halu.

Artinya, halusinasi.

Well, itu dulu.

Oke, gue senang banget karena gue menemukan channel youtube yang bagus.

Ya, salah satunya channel nya yakni Helmy Yahya Bicara.

Tentang apa ?

Tentang pengalaman nya dia yang sudah hidup 60 tahun.

Tentang kerja keras, semangat belajar, semangat bertumbuh & masih banyak lainnya.

Oke, halu.

Itulah apa yang pengen gue tulis & pengen banget jadi pembelajaran yang berharga yang selalu gue inget dalam hidup gue.

Helmi Yahya menceritakan yang terjadi di teman-temannya dimana banyak orang yang terbuai dengan kenangan indah di masa lalu nya yang justru menghancurkan nya.

Mungkin bisa aja kita berasal dari keluarga baik-baik, mungkin kita berasal dari universitas terbaik, dengan IPK tertinggi, berasal dari keluarga oran kaya, selalu menjadi unggulan di sekolah, atau bahkan gelar yang mentereng mau S1,S2, bahkan S3.

Semuanya luar biasa banget, banget.

Namun, justru dalam perjalananya kita malah jadi biasa aja.

Kita kalah sama teman kita yang dahulu berada di bawah kita.

Yang dulu ekonomi nya dibawa kita, yang dulu nyontek sama kita, dunia seakan terbalik, kitalah yang tadi nya di atas justru sekarang berada dibawah.

Apa yang terjadi ?

Karena banyak di antara orang terbuai dengan kenangan masa lalunya, ya akhirnya engga mau kerja keras.

Kalah sama teman yang memberikan kemampuan terbaik nya untuk hidup.

Sedangkan kita, justru menjadi manusia yang umumnya saja, kerja doang, engga mau bertumbuh, atau bahkan merasa nyaman dengan keadaan sekarang.

Padahal, itu ialah penyakit mematikan.

Ya, justru kalo misalkan berasal dari keluarga kaya raya, pendidikan bagus seharusnya mencapai kesuksesan lebih cepet dong dari pada orang-orang yang dibawah kita.

Sialnya, orang engga peduli tentang masa lalu & proses, yang paling penting bagi mereka yakni mencapai puncak & seberapa cepat mencapai puncak.

Kesimpulan nya, jangan pernah terbuai dengan kenangan indah di masa lalu, sekali-kali ingat ya gapapa, kemudian fokus di masa sekarang & masa depan.

Seakan-akan, kita terus lapar, agar kita bertumbuh terus, tumbuh, subur, dan beruntung.

Wow, itulah yang paling gue suka dari channel ini.

Ya, masa lalu biarlah berlalu, jangan kebanyakan halu.

Kita hidup di masa kini & masa depan.

Semangat, thanks & see u !

5 POIN PRIVASI

Halo semuanya, apa kabar ?

Nah di kali ini gue bakal menceritakan perjalanan gue untuk pertama kalinya setelah sekian lama yaitu tidak menggunakan transportasi umum.

Ya, biasanya sih naik motor ya.

Nah, kemarin gue full naik transportasi umum.

Umum ya punya pemerintah, bukan yang punya swasta seperti kendaraan online atau semacamnya.

Dan banyak banget hal yang gue ilhami dari perjalanan kemarin.

Langsung aja ke poin yang udah gue elaborasi dengan kehidupan sehari-hari

  1. KENDARAAN

Ini poin paling pertama.

Menurut gue ini yang paling penting setelah memiliki dana darurat, handphone & laptop, yakni memiliki kendaraan pribadi.

Ya, bisa sepeda, motor atau mobil.

Tergantung kegunaan nya aja.

Nah, kemarin gue melakukan perjalanan ke perpustakaan nasional dari rumah mulai pukul 05.30.

Ya, jalan kaki sebentar sekitar 15 menit kemudian naik Jak Lingko, kemudian naik busway.

Dan, awalnya gue pikir bakalan 2 jam kali ya, eh ternyata baru sampai nya jam 09.30.

Wow, empat jam.

Padahal, kalo naik motor cuman kurang dari 1 jam.

Lalu, ke pulang nya.

Mulai dari sore sekitar jam 15.00 dan baru sampai sekitar pukul 20.00.

Nah, 5 jam.

Ya, dikurangi sama makan di jalan ya kira-kira 40 menit deh.

Ya, jadi empat jam. Wow.

Artinya, perjalanan memakan waktu 8 jam.

Emang ga bisa jadi generalisir baku sih.

Bisa jadi karena ada faktor cuaca jelek atau lainnya.

Ya, bayangin aja kalo naik motor engga sampai 2 jam, kalo naik kendaraan umum punya pemerintah bisa sampai 8 jam lebih.

Yang bikin lama apa ?

Nunggu nya, itu.

Memang kalo uang nya lebih murah dari angkutan pemerintah.

Tapi, masalah waktu terlalu jauh lebih hemat kita jika menggunakan transportasi pribadi.

Ini yang mungkin kalo gue liat bahwa orang bisa tua di jalan tanpa terasa & anehnya engga bosen juga sih, karena yang nunggu juga banyak, sehingga engga ngerasa kalo engga kita doang yang nunggu.

Permasalahan seperti ini bagi gue ialah permasalahan yang besar.

Kenapa ?

Karena waktu hidup orang udah habis di jalan, walau mungkin engga terasa ya.

Jadi hidupnya cuman di sekitaran tempat kerja aja.

Padahal, bisa banget ngelakuin hal yang lain.

Karena itulah, poin memiliki kendaraan pribadi ini penting banget nomor wahid.

Bukan jenis kendaraan pribadi kaya merek atau harga nya.

Yang paling penting fungsinya.

Karena akan berguna banget, ini tuh seperti kaki kita.

Jangan sampai kita punya handphone yang bagus, rumah bagus atau makan makanan yang enak tapi engga punya kendaraan sendiri.

Poin kendaraan akan menjadi faktor paling penting sekali bagi orang-orang yang terus berusaha menjaga produktifitasnya.

Kedepan, pasca pandemi, orang juga akan terus menjaga kesehatan nya dengan lebih privasi, ya salah satunya dengan memiliki kendaraan pribadi juga.

2. DANA DARURAT

Ya, uang dana darurat.

Banyak orang berpikir bahwa ketika punya uang bawaanya tuh pengen langsung investasi atau bikin bisnis gitu.

Padahal, belum punya dana darurat.

Berapa banyak dana darurat ?

Ya beda-beda, kalo masih single minimal 3 bulan, atau 6 bulan, atau 12 bulan, dari pengeluaran bulanan nya.

Kalo udah berkeluarga, ya minimal 1 tahun atau bisa hingga 3 tahun.

Ya kalo nanya ke gue ya makin banyak ya makin bagus,

Ya 2-3 tahun itu udah paling minimal lah.

Kenapa ?

Karena kita harus bersiap dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam hidup.

Kalo ada kenapa-kenapa ya uang nya langsung bisa diambil.

Jangan sampai disimpan di poin seperti reksadana, saham, tanah, emas atau yang butuh waktu buat melakukan pencairan nya.

Misalnya : reksadana & saham, emang gampang dicairin namun kalo stabil atau naik.

Kalo rugi ?

Ya ambyar.

Dan lagi pula instrument tersebut tidak digunakan untuk jangka pendek dan bukan untuk dana darurat.

Tanah ?

Nilainya bakal naik memang, namun butuh waktu yang lama untuk menjualnya, hal ini karena harganya yang mahal, butuh waktu buat ada orang yang mau beli.

Emas ?

Ya bisa buat dana darurat tapi masih butuh waktu untuk jual.

Terus apa ?

Ya uang tunai .

Uang tunai yang tersimpan di ATM yang hanya akan dipergunakan untuk keadaan darurat.

Kalo misalkan udah punya uang ?

Maka yang diutamain yang paling utama yakni mengisi pos dana darurat.

Ya ambil aja waktu hingga 2-3 tahun buat pengeluaran bulanan.

Ini bakal menolong sekali ketika yang terburuk dalam hidup terjadi.

Kenapa ?

Karena kita punya waktu untuk recovery agar kembali bangkit lagi, bahkan bisa lompat untuk kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Kalo udah engga punya dana darurat, ada hutang cicilan & engga ada penghasilan.

Wah ini sih berat banget buat bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Dan, bahkan butuh waktu yang lama agar bisa kembali minimal normal seperti ekonomi semula.

Ya, sekali lagi, dana darurat yang tersimpan di ATM ya minimal 2-3 tahun lah, karena sangat penting banget.

Prioritas nomor 1 buat alokasi uang ketika ada pemasukan.

Dan, semakin banyak dana darurat maka semakin merasa BERDIKARI ( berdiri di atas kaki sendiri ).

3. ONLINE MATERIALS

Ya, online materials.

Maksudnya segala hal yang mendukung untuk kegiatan ber online.

Bisa laptop, handphone, paket data dan lainnya yang berkaitan dengan segala penujang untuk online.

Kedepan juga kegiatan online bakal banyak.

Ya, working form home ( wfh ), pembelajaran daring, atau online meeting, reunian pun bisa online.

Ya, makanya orang kedepan akan semakin privasi, ya karena bertemu orang bisa cuman dari handphone atau laptop.

Jadi, ini penunjang banget & kebutuhan pokok dalam hidup.

Terus ada yang bilang gini

” Ya terus kalo misalkan pekerjaan seperti tukang sapu jalanan, emang butub laptop ? ”

Ya kalo elo nanya gue ya butuh, kenapa ?

Kan bisa belajar dari apapun di laptop, supaya dapat ilmu baru, koneksi baru dan seterusnya agar kehidupan lebih baik, training gratis juga banyak.

Kalo dari handphone ya beda rasanya, dia lebih ke arah media komunikasi & sosial.

Kalo laptop lebih mengarah ke kegiatan karir & belajar gitu sih rasanya.

Ya, perangkat online ya harus diutamakan setelah punya dana darurat & kendaraan

4. OBAT P3K

Ya, ini keliatan nya sepele tapi berguna & penting banget.

Harus punya kotak obat dirumah.

Kenapa ?

Karena pandemi mengajarkan bahwa gagal di pertolongan pertama ya akibatnya bisa fatal banget.

Atau bahkan, kita engga tahu kalo ada yang udah kena penyakit karena engga tahu tanda-tanda nya.

Ya, gue juga baru mulai di tahun 2021 sih.

Peralatan P3K apa aja ?

Ya banyak, bisa cek di google.

Ya minimal kalo gue ada betadine, kapas, termometer, oxymeter.

Itu aja yang sekarang di punya.

Namun, semakin banyak ya semakin bagus.

Pencegahan akan jauh lebih baik daripada pengobatan, atau bahkan bila terjadi yang lebih fatal.

Beli aja di online marketplace buat yang kotak P3K dan lain nya.

5. RUMAH DENGAN RUANG HIJAU

Tentu, pada akhirnya manusia back to nature.

Kembali ke alam.

Ya, maksudnya adalah rumah yang punya taman ruang hijau terbuka.

Kecil gapapa yang penting punya dulu.

Di garis bawahin bahwa rumah nya bukan rumah kredit atau hutang ya.

Harus punya pribadi, kalo engga mampu ya ?

Ya ngontrak.

Kalo rumah kontrakan yang engga ada taman hijau nya ?

Ya gapapa, yang penting bahwa poin engga kredit jauh lebih baik dari hal apapun.

Ya, misal nih, punya rumah kontrakan atau punya rumah pribadi, yaudah dibuat halaman terbuka yang ada tanaman nya.

Kalo bagi gue, salah satu aset yang paling mahal dari rumah ialah halaman nya.

Kenapa ?

Bisa buat parkir kendaraan, bisa buat camping, bisa buat tempat belajar atau bekerja yang nyaman, pokoknya multi fungsi.

Apalagi menghirup udara segar, panas matahari, dan oksigen dari tumbuhan tuh mahal banget.

Serta, kekurangan oksigen ya engga bagus untuk kesehatan otak.

Kalo misalkan kita punya rezeki yang banyak dalam uang, bisa banget untuk memiliki rumah dengan tanaman terbuka,

Ya itulah pikiran liar gue yang gue dapat dari perjalanan yang lama habisin waktu di jalanan.

Ya, syukurin aja.

Nah, 5 hal itulah yang masih relevan bahkan pasca pandemi.

Yaitu, kendaraan, dana darurat, online materials, obat P3K di rumah, & rumah dengan ruang hijau.

Ya, ujung-ujung nya uang kan.

Ya begitulah, yang penting kita memperoleh & menggunakan uang tersebut untuk membuat kita semakin bagus ibadah, semakin bagus bekerja, semakin bagus belajar, atau semakin bagus berkarya.

Yang penting, jangan pernah ambil kredit apapun menurut gue.

Kenapa ?

Karena itu efek domino untuk penghancur manusia cepat atau lambat.

Ya, itu poin yang pengen banget ya Allah yang gue sampaikan kepada siapapun.

Disebut generasi anti riba, ya terserah deh, yang penting kita yakin ada landasan nya ( baca : kalimat Tuhan ) & tidak merugikan orang lain.

Ya, sabar, tabah, &ikhtiar yaa.

Moga kita dapat rezeki & terus diberikan cahaya tuhan kedalam jiwa kita.

Thanks guys & see u !

SUDUT PANDANG KERJA DARI 2 SOSOK

Halo semuanya, kali ini gue mau bahas detail tentang yang namanya kerja dalam sudut pandang Yusuf Qarhawi & Victor Frankl .

Nah, apabila elo nemuin ada hal yang salah atau kurang berkenan, please tell me & let me know.

Ok, kali ini gue bakal bahas kerja dalam dua sisi sudut pandang yakni Yusuf Qarhawi & Victor Frankl.

Tentu, pembahasan ini akan punya satu tujuan persamaan yakni tentang penting nya etos kerja keras dalam hidup.

Oke, langsung saja !

Sisi 1 : Yusuf Qarhawi

“ Sejelek-jelek perkara di dunia ini adalah menganggur “ – Yusuf Qardhawi

Yusuf Qarhawi memandang bahwa masalah menganggur ini ialah masalah besar.

Dan, akan menjadi pintu dari segala kebencanaan lainnya.

Kenapa ?

Karena menganggur bagi kaum pria adalah kelengahan dan bagi kaum wanita adalah sebagai penggerak naluri seksual serta berpikir tentang birahi.

Itulah kenapa kita harus kerja keras, belajar yang banyak atau apapun yang memberikan manfaat.

Kalo kita lengah terhadap waktu luang yang sudah sangat jelas & terang bahwa salah satu kelalaian manusia ialah saat waktu luang.

Maka, kita akan terkena dampak merugi yang maha dasyat.

Yusuf Qarhawi menulis dalam buku nya yang berjudul Time is Up yakni

Luangnya waktu dari kesibukan-kesibukan adalah nikmat yang besar . Jika seorang hamba mengkufuri nikmat tersebut, dengan cara membuka pintu hawa nafsu untuk dirinya, dan ia akan terjerumus ke dalam perangkap birahi, maka Allah akan mengganggu kenikmatan hatinya. Kebeningan hatinya pun akan dicabut “.

Bahkan apabila yang masih muda menganggur alias tidak bekerja, tidak belajar, dan punya uang maka petaka akan datang, seperti bait ini :

“ Sesungguhnya usia muda,

Pengangguran dan kemampuan harta,

Menghancurkan orang dengan dasyatnya “

Seharusnya , pemuda sejati yang mengatakan :

Ingatlah, ini adalah aku

Bukan pemuda yang mengatakan: Semua itu jasa ayahku,

Maka, Yusuf Qarhawi berpesan bahwa :

Janganlah seorang yang beriman itu pergi, melainkan dalam tiga keadaan…, yaitu mencari bekal untuk kembali ke akhirat, memperbaiki kehidupan, dan mencari kelezatan yang tidak haram “.

Serta, Allah menegaskan di surat Terjemahan Surah al-Jumu’ah Ayat 10 :

Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Begitu amat penting nya nilai etos kerja keras dalam sudut pandang Islam.

Sisi 2 : Victor Frankl 

Victor Frankl menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Man’s Search for Meaning terbitan tahun 1946 yang berisi bahwa yang paling penting dalam kehidupan seorang manusia adalah penemuan akan makna dalam dirinya, dimana tugas terbesar manusia adalah mencari makna dalam hidupnya.

Frankl melihat ada tiga kemungkinan makna hidup.

Dalam kerja ( melakukan sesuatu yang penting ), dalam cinta ( kepedulian terhadap orang lain ), dalam penderitaan ( keberanian di saat-saat sulit ).

Ya, dalam pekerjaan adalah salah satunya.

Apabila seseorang menganggap bahwa pekerjaan nya penting & membuat dia menjadi bernilai maka beruntunglah dia karena memiliki pekerjaan yang tepat.

Bila sebaliknya, merugilah dia.

Ya, cari dahulu, renungkan, putuskan & jalani.

Tanpa adanya pencarian, perenungan, putusan atau bahkan jalani, ya ga perlu peta hidup, kenapa ?

Ya jalan mana aja bisa aja, kan engga tahu juga mau kemana.

Nah, kalo di case gue ya salah satu pekerjaan yang telah gue cari, renungkan, putuskan & jalani adalah menulis.

Apa ajalah ditulis, bisa dari laptop, buku, atau handphone.

Ya, baru mulai juga sih, untungnya keputusan untuk menulis juga linear dalam kehidupan gue secara keseluruhan.

Mungkin bagi beberapa orang yang mengangap bahwa dunia yang didasarkan pada keberhasilan materi bahwa hal seperti ini engga berguna.

Namun kenyataanya, apa yang kami lakukan sungguh memiliki makna.

Victor Frankl menekankan bahwa hal yang paling utama dalam hidup adalah bertanggung jawab untuk menemukan jawaban-jawaban yang tepat dari permasalahan hidup, dan menyelesaikan tugas-tugas yang terus menerus disodorkan oleh hidup kepada masing-masing individu.

Nah, begitulah nilai dari etos kerja yang harus dilakukan oleh orang agar menjadi orang yang beruntung.

Yusuf Qarhawi & Victor Frankl  sepakat bahwa dengan kerja keras dalam bekerja akan menjaga harga diri dari seseorang terutama laki-laki.

Nah, itu deh yang bisa gue share kali ini. Thanks & see u !.

TENTANG REZEKI

” Man makes his own history ( Manusia menciptakan sejarahnya sendiri ) ”

Manusia menciptakan sejarahnya sendiri.

Itulah perbedaan antara manusia dengan makhuk lainnya.

Dia memiliki akal yang digunakan untuk berpikir, mengolah informasi & menentukan keputusan yang akan dipilihnya.

Banyak dari kita pasrah akan hidup, kehilangan harapan, hampa, & bahkan depresi.

Tentu, semua orang pernah mengalami & akan terus mengalami ujian demi ujian.

Bahkan, nikmat pun juga ujian.

Yang paling penting ialah, bagaimana kita menglewati ujian tersebut.

Ya, tentu dengan sabar, tabah, & terus ikhtiar.

Rezeki kan udah takdir ( ? )

Ya, banyak dari kita menganggap bahwa rezeki itu cuman uang aja.

Uang lagi ya uang lagi. Ya, padahal bukan begitu.

Bisa jadi kesehatan, beasiswa, kepercayaan, memiliki keluarga yang sehat pun termasuk rezeki.

Cakupan rezeki itu luas banget.

Ambil contoh kasus ya saya aja.

Kalo misalkan sejak SMA nilai rezeki itu adalah uang maka saya pun engga akan pernah kuliah.

Jangan kan kuliah, handphone aja engga punya.

Tapi, rezeki datang dalam bentuk beasiswa sehingga bisa kuliah.

Ya, emang bakalan tahu ?

Ya engga tahu, yang penting ikhtiar.

Dan, percaya bahwa kadar rezeki tiap manusia itu udah ditakdirkan sesuai dengan kadarnya masing-masing.

Engga akan tertukar.

Kalo kita udah percaya gini, hidup akan tenang.

Lalu, muncul deh,

” Yaudah, engga usaha kan rezeki udah ada yang ngatur “.

Bukan begitu konsepnya, konsep nya adalah manusia tinggal cari rezeki itu, cari, cari woy.

Ya, berusaha semaksimal & sekuat mungkin.

Usaha berhasil atau tidak berhasil udah ranah nya semesta.

Usaha manusia ya inputnya, pengaruh semesta ya prosesnya, keputusan tuhan ya outputnya.

Ya, kita fokus sama apa yang bisa kita lakuin sampai paling maksimal.

Itu aja.

Dan, tentu mencarinya dengan cara yang halal & legal.

Bukan dari menipu & hal-hal yang merugikan lainnya.

Dan, dengan melakukan cara-cara yang maksimal lama kelamaan akan membentuk reputasi.

Reputasi itu penting banget.

Sudut pandang nya juga bukan ke eksternal tapi ke internal.

Ya, reputasi akan membungkam yang namanya pencitraan.

Dia adalah habits yag sudah dilakukan dalam rentang waktu yang lama & umumnya orang akan mengenal seseorang dari reputasi.

Ini secara umum ya.

Ya karena itu, jangan sampai kita justru meninggalkan hidup ini sebagai seorang penjahat, sebagai orang yang membuat rugi orang lain ( misalnya : berhutang tapi tidak bayar, menipu, dll ).

Kalo udah memiliki reputasi yang negatif, bakalan sulit untuk memperbaiki nya, atau bahkan itu udah jadi kartu mati.

Kenapa ?

Karena orang lain udah engga percaya sama dia, karena udah dikecewain.

Justru, hidup ini kesempatan kita untuk memberikan panggung terbaik yang bisa kita lakukan.

Sekali lagi garis rezeki sudah ditakdirkan & yang bisa dilakukan manusia ya CARIIIIII !

BERANI BERBUAT BERANI BERTANGGUNG JAWAB

Wow… udah 2 minggu aja ya tahun baru berjalan.

Waktu bener-bener terasa cepat sekali, ya bener-bener cepet banget.

Hm, ya tentu kita yang buang waktu ya harus berani bertanggung jawab atas kerugian nanti nya.

Berani berbuat berani bertanggung jawab, ya suka aja dengan kalimat ini.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Hidup cuman sekali, ya dimaksimalin aja karena setiap masa ada momentum nya masing-masing.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, kata ini mungkin mengwakili apa yang gue percayai juga.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Bukan buat gimana-gimana, tapi buat menyelamatkan diri kita juga dari kerugian dunia & akhirat.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, kadang apa yang kita impikan mungkin harus kita tunda dahulu atau bahkan ada yang kita ganti, gapapa, yang penting udah usaha maksimal.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, nama reputasi cuman sekali, kalo udah rusak kan kita juga engga punya nama lain kan.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, mau gelar apapun, harta apapun, atau punya apapun, ujung nya juga kan lubang 2×1 meter.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, ginilah hidup, ada memang, ada kalah, yang penting gerakan nya kita mendekati – Nya atau justru menjauhi – Nya.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, namanya juga hidup, jangan ekpektasi ke orang lain, cukuplah ekpektasi ke diri sendiri aja.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, hidupkan cuman ruang tunggu ujian demi ujian.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, kadang kita merasa bahwa kita sudah sesuai dengan jalan – Nya atau mungkin, kita yang tersesat & tak mau membuka pikiran & jiwa.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, ada yang lahir ada yang meninggal, begitulah.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, tiap orang punya stasiun nya masing-masing, baik untuk segala orang, pasti punya stasiun masing-masing nya.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, kita punya salah, karena itu kita sedia untuk resiko itu.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, pada akhirnya di penghujung jalan, kau hanya akan menemukan dirimu sendiri.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Mungkin, mungkin ya, rasa cinta kita terhadap dunia, melebihi cinta kita pada -Nya.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Apalagi ya, banyak ya, banyak banget hal yang harus ditulis agar sadar bahwa kita termasuk berada di medan perang saat ini.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Seorang filsuf pernah berkata bahwa, sebenarnya manusia sudah rugi terlahir di dunia, entahlah, apakah itu benar atau salah.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya benar juga sih, kan tujuan nya untuk ibadah & pemimpin yang menyerukan kebaikan & menyerukan keburukan, selain itu kita rugi.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Terkadang banyak hal yang orang tak mengerti, hanya diri sendirilah yang mengerti.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Ya, menjadi tanggung jawab ialah satu-satu nya pilihan hidup.

Berani berbuat berani bertanggung jawab.

Sekian, dan terimah kasih.

LUMUT

A Rolling Stone Gathers No Moss ( Batu Yang Bergelinding Tidak Akan Di tumbuhin Lumut )

Halo guys, whats up !

Nah, gue disini pengen bahas tentang lumut.

Ya, lumut.

Nah, gue denger quotes ini tuh bagus banget dan emang cocok sih sama gue.

Maksudnya, gue suka sama quotes ini.

Pengertian nya gimana ?

Ya kalo mau sukses ya fokus.

Fokus. Ini yang akan menjadi efek domino.

Efek yang akan memberikan pengaruh yang lain ke sekitarnya.

Tanpa ada efek domino tidak akan ada pengaruh atau perubahan.

Ya, contohnya kalo mau sukses ya fokus.

Dan, ini juga banyak banget aplikasinya.

Gue langsung bahas aplikasi yang gue alami & gue tahu ya.

Aplikasi nya :

Menulis, bekerja, belajar di rumah.

Ya, rumah.

Tentu, sekarang kan zamannya working from home ( WFH ).

Ya, kedepan nya juga sih kaya begini kayanya.

Di rumah kita melakukan aktifitas itu, namun kan dirumah banyak orang ya.

Jadi, kalo kita melakukan aktifitas itu di tempat yang tidak terisolasi akan banyak gangguan distraksi.

Misalnya : diajak ngobrol atau denger orang ngobrol yang engga penting, keganggu sama anak/keponakan yang masih kecil, mungkin ada tukang dan lain-lain.

Nah, efeknya ?

Aktifitas yang kita lakukan engga maksimal, dan yang paling rugi ya diri elo sendiri.

Makanya walau dari rumah, tentu harus maksimal, bukan buat gaya-gayan.

Tapi, ini menunjukkan kehadiran tanggung jawab kita pada hal ini.

Ya, kan emang jam nya seharusnya jam aktfitas itu kan, bukan jam buat leha-leha.

Berpindah-pindah profesi, pindah-pindah jurusan, pindah-pindah selera.

Ya, kebanyakan pindah-pindah tanpa memilih mana yang tepat untuk dirinya.

Akhirnya, ya ilmu atau hal itu yang didapat juga ngga mendalam.

Mungkin, kalo ini patokan nya umur kali ya setau gue.

Ya, gue engga bisa mengjudge bahwa kalo elo mesti nya begini atau begitu.

Terlalu prematur buat gue.

Mungkin, gue bisa ambil contoh teman kerja gue yang usianya udah 58 tahunan yang lulusan perguruan tinggi juga.

Ya, usia pensiun seharusnya, tapi dia masih sehat & semangat kerja.

Kenapa dia gue ambil contoh ?

Ya karena dia udah pindah kerja sekitar 15 perusahaan dengan berbeda profesi.

Akhirnya ?

Ya, dibayar juga biasa aja.

Engga ada spesifik keahlian yang dia mumpunin tuh apa, dimana dengan pengalaman kerja yang hampir 40 tahunan seharusnya udah hafal mati di bidang nya.

Ya, itu aja sih pemahaman yang gue dapat dari quotes itu.

Intinya sih fokus ya.

Butuh waktu, butuh biaya, butuh tenaga, & butuh konsetrasi.

Itu resource yang kita butuhkan biar fokus.

Kalo engga?

Ya, hidup kita biasa aja, rata-rata umumnya manusia.

Sialnya, umumnya orang-orang engga peduli tentang proses, tapi tentang elo sampai di puncak & seberapa cepat.

Kalo orang yang engga punya privilege ( baca : keluarga yang kaya harta & tahta ) ya banyak-banyak sabar aja.

Tapi, kalo emang elo mau maju, maka butuh keberanian terobosan untuk mengubah nasib.

Caranya ?

Nah simak terus aja di post guee.

Oh iya, gue juga masih sama-sama berproses, berjuang juga.

Oke, thanks ya & see u !

Ujian itu bernama kenikmatan

Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.” (QS. At-Takatsur:1)

Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah.

Allah, telah menciptakan manusia di muka bumi ini hanya untuk tujuan beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah ( di muka bumi ).

Dalam kamus besar bahasa indonesia ( KBBI ), beribadah artinya ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Lalu khalifah, menjadi pemimpin minimal pemimpin untuk dirinya sendiri, lalu ke keluarga, kemudian ke skala yang lebih besar.

Dua hal inilah yang mestinya kita resapi, maknai, laksanakan, segerakan agar kita tak menjadi orang-orang yang merugi.

PROLOG

Ya, mungkin itulah yang kurasakan, apa yang kini kurasakan yakni justru seperti ibadah menjadi berkurang.

Ya, direnungkan juga ternyata tidak hanya kemiskinan yang merupakan ujian, tapi nikmat pun juga.

Contohnya ?

Perasaan lapar.

Saat kita mempunyai uang dan membelikan makanan & makan hingga kenyang, justru disitulah awal dari kebatilan.

Dia akan mulai mengantuk dan yang menyebabkan orang tersebut cendrung malas belajar, malas bekerja, dan hanya akan menjadi orang-orang yang merugi.

Lalu, ketika kita punya uang justru yang terjadi merasa cukup.

Padahal, hidup adalah ruang tunggu ujian demi ujian.

Sampai kapan ?

Sampai hembusan nafas terakhir.

Selama itu pula, harus berusaha semaksimal mungkin & seikhtiar mungkin untuk mencapai ridhonya melalui dua tujuan diatas yakni beribadah & khalifah.

Allah terlah berfirman :

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. ( QS. At-Taubah Ayat 24 )

Ya Allah, selalu berikanlah petunjukmu kepadaku.

Dan jangan sampai aku menjadi orang yang fasiq.

Orang yang telah kehilangan dirinya sendiri.

Kesulitan & kenikmatan ialah ujian, yang mana manusia harus lewati dengan lapang, ikhlas, sabar, & harus percaya diri.

Dua tujuan yang telah dijelaskan oleh Al-Quran dengan jelas, terang, tegas & jernih ialah apa yang seharusnya ku tanam tempel kuat-kuat di otak ku.

Ya, aku berusaha.

Maka, tatkalah aku merasa hampa, dapat semestinya diriku dapat membaca tulisan ini lagi, tulisan yang kutulis dengan kesadaran.

Sebagai pengingat apa yang pernah kutulis dengan jernih, lugas & tak mendua dalam penafsiran nya.

” Verba volant scripta manent , ( lisan sementara, sementara tulisan abadi ) “

APA YANG AKU PERANGI ?

Hawa nafsu, riba, kemalasan ialah apa yang aku perangi untuk diriku sendiri.

Ya, untuk diriku sendiri. Khalifah ialah manusia pemimpin.

Manusia berjiwa besar sadar bahwa tugas kepemimpinan pertama ialah jiwanya sendiri.

Ya, itulah apa yang aku mulai & proses.

Selesai ?

Tidak, aku akan berjuang sekuat tenaga hingga hari kemenangan datang, hari kepastian akan datang, bahwa apakah aku telah lulus ujian di dunia fana ini atau justru gagal merana derita.

Hari itu ialah hari kematian, yang mungkin kita sudah lama mengenal dengan sebutan kematian ini.

Ya, aku sepakat dengan sebutan itu.

Namun, dalam pikiran ku untuk diriku sendiri bahwa itu ialah gerbang menuju kebahagiaan abadi atau justru derita merana yang tiada berakhir.

Ini semua masih netral, kitalah yang memilih jalan hidup kita masing-masing.

Kembali di kalimat pertama dalam paragraf ini bahwa kata pertama ialah hawa nafsu.

Menurut KBBI, hawa nafsu artinya keinginan.

Jadi itu masih kata netral. Namun, umumnya kata itu terdengar buruk.

Entahlah, sejak kapan makna nya menjadi seperti itu, aku pun tak tahu.

Padahal, bisa juga bahwa keinginan untuk berbuat kebaikan.

Tapi, pembahasan di tulisan ini memaknai bahwa hawa nafsu ialah kencendrungan untuk berbuat maksiat.

Utamanya ?

Pornografi & belanja berlebihan.

Ya, dua hal itulah yang paling kutahu, paling ku ingat sejak aku hanya memiliki pengetahuan yang sedikit ini.

Namun, dua hal ini pula yang sudah cukup merusak otak dari pikiran manusia.

Inipula yang membuat manusia bahkan lebih buruk daripada binatang.

Kemudian, kata kedua ialah riba.

Riba artinya penambahan.

Memang zaman sekarang sulit bahwa kita benar-benar bebas dari riba ini.

Namun, yang kukatakan ialah berusaha untuk menjauhi riba & menentang sistem itu.

Ya, aku sangat keras juga pada hal ini sejak manusia pasti butuh uang.

Kita lulus sekolah, kerja juga pasti ujung nya uang.

Dengan adanya sistem riba, ini artinya jiwa manusia akan terkekang oleh sistem ini.

Di Al-quran sudah jelas dalam surat Al Baqarah : 275 :

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba “.

Dari segi pemikiran banyak orang pun berpendapat bahwa riba justru akan membuat rugi.

Riba, aku benar-benar mengerti sistem ini & karena itu pula membenci sistem ini.

Bahkan, aku tak sudi untuk menulis teknis riba didalam tulisan ini pada kali ini.

Kenapa ?

Emosi di dalam jiwaku memuncak bahwa sistem inilah yang nantinya akan menjadi pembunuh manusia & menghancurkan manusia yang mengambil pilihan ini.

Godaannya dari sistem ini ?

Besar, sangat.

Dalam lingkup keluargaku pun juga pasti ada yang memakai sistem ini, ke skala lebih besar seperti rekan & seterusnya, apalagi.

Temanku bertanya kepadaku apakah aku punya kartu kredit, ambil kredit ataupun sejenis ?

Ku bilang aku tak punya semua itu, tak butuh, & tak ingin.

Dia pu terkejut & mengatakan keren bahwa masih ada orang kaya gini di zaman sekarang, terlebih bahwa temanku ini tahu bahwa riba ialah dosa, namun tetap menggunakan nya, karena katanya susah kalo ngga ada katu kredit.

Ya, aku hanya punya ATM yang kugunakan sebagai alat transportasi pembayaran tunai.

Tapi aku tak pernah berpikir sejauh itu hingga kata keren itu muncul, tidak.

Aku hanya berpikir aku tak menggunakan sistem ini sebagai salah satu jalan penyelamatku agar aku tak masuk orang-orang yang merugi.

Dasarnya apa ?

Al-Quran, dari Tuhanku, Allah.

Itu saja.

Kemudian kata ketiga, kemalasan.

Ini telah banyak dijelaskan oleh banyak orang, ya salah satunya ialah Yusuf Qardhawi dalam bukunya time is up, salah satu kutipan nya ialah

” Barang siapa melewatkan suatu hari dari umurnya dalam selain hak yang ia selesaikan, atau kewajiban yang ia tunaikan, atau suatu keagungan yang ia muliakan, atau pujian yang ia capai, atau kebijakan yang ia adakan, atau ilmu pengetahuan yang ia ambil, maka berarti ia telah merobek-robek harinya dan juga menganiaya dirinya.

Serta,

Sebenarnya, kebodohan dalam mempergunakan waktu adalah lebih berbahaya daripada kebodohan dalam membelanjakan harta. Para pemboros yang menghabiskan waktu adalah lebih berhak untuk diberi batasan atau larangan daripada para pemboros harta, sebab harta itu apabila hilang sia-sia masih dapat dicarikan gantinya, sedangkan waktu jika telah hilang sia-sia tak akan ada gantinya “.

Ya, waktu ialah kehiduan, nilainya ?

Tak terganti karena tak akan kembali.

ENDING

Ya, itulah prolog, apa yang aku perangi, dan ending ini. Ini murni dari pikiranku, tak ada paksaan dari pihak manapun.

Tujuan manusia yakni ibadah & khalifah.

Ujian hidup bisa kesulitan & kenikmatan.

Apa yag aku perangi ialah hawa nafsu, riba, & kemalasan.

Ini semua adalah apa yang ku tulis & tidak akan pernah selesai sampai hari kemenangan ku datang.

Aku hanya berharap Allah meridhoi hidupku & memberikan aku petunjuk – Nya, agar aku tak menjadi orang fasiq.

Terakhir, ada quotes yang selalu ku sukai dibawah ini.

Ya, selesai. Ditulis ketika apa adanya saja, dari manusia biasa, pikiranku berbicara kepadamu.

Oke, thanks & see u di tulisan selanjutnya !