Mungkin mulai pertama kali saat aku mengenal kopi saja.
Pertama Kali Mengenal Kopi
Ku pikir pertama kali aku mengenal kopi itu pada saat aku masih SMP.
Iya sudah 15 tahun yang lalu.
Pertama kali minum kopi itu seingatku itu kopi sachet yakni kopi ABC susu.
Setelah minum kopi rasanya mata melek, dan badan begitu energik sekali.
Tentu, rasanya badan enak saja.
Mulai saat itu, aku sudah sering minum kopi.
Dan beberapa kali juga kopi manis seperti kopi good day.
Namun, seiring berjalan nya waktu, minum kopi manis itu makin ga mempan saja rasanya.
Akhirnya, makin menjadi jadi yakni kopi hitam pahit.
Ada yang kopi Toraja, Gayo, dan semacam nya.
Mulai dari awal perut yang ga nerima, sekarang jadi mulai terbiasa saja.
Ku pikir selama 5 tahun terakhir ini aku rutin untuk mengosumsi kopi hitam saja.
Tapi, dulu sebenarnya ada rencana untuk aku berhenti ngopi.
Saat itu, aku ke dokter untuk periksa mata dimana mata kiriku mengalami kedutan.
Dan dari dokter menyarankan untuk mengurangi kafein.
Saat aku mengurangi kafein maka yang terjadi adalah gelisah di awal, dan akhirnya ya balik lagi minum kopi.
Memang sih kedutan berkurang karena saraf mata tidak terangsang.
Kemudian, di tahun 2024 atau 2025 ya aku merasa bahwa hidup ga akan energik kalo ga ngopi.
Sampai ada hari dimana kepalaku pusing dan aku mau pulang dari kantor ke rumah, tapi tangan ku gemetar saat naik motor dan akhirnya aku terlentang di jalanan.
Kemudian, aku istirahat dulu, dan naik motor lagi dan muntah di jalan.
Kemudian, naik motor lagi dan masih sama, masih ga kuat & akhirnya terlentang di jalan.
Hingga akhirnya, aku udah ga kuat dan aku terlentang di warung & dikerokin & diantar pulang ke rumah.
Saat itu kepalaku sudah pusing sekali.
Besoknya aku ke puskesmas tapi kesehatan menunjukan normal saja.
Kalo aku ingat ternyata, aku sudah mengurangi minum kopiku dan istilahnya withdrawal caffeine.
Dan pas aku cek di google, memang benar.
Ada dampak yang signifikan ketika kita berhenti minum kopi.
Kepala pusing, tangan gemetar, lemas, sulit fokus, kedinginan & semacamnya.
Tentu, semua tanda itu ada di aku alami.
Memang hari kedua & ketiga adalah puncak nya.
Setelahnya, aku berhenti ngopi selama seminggu & akhirnya aku ngopi lagi karena ngerasa ga fokus aja.
Terakhir, hari minggu kemarin tuh aku belum ngopi di pagi nya & rasanya badan cape aja.
Akhirnya sorenya baru ngopi dikit.
Dan kemarin, aku ke puskesmas sama juga, normal, tapi kepala sakit saja.
Kemarin pun minum kopi dikit dan langsung ringan kepala.
Hari ini mungkin udah hari ketiga sejak caffeine withdrawal, sakit kepala sudah mulai berkurang dan ya aku berencana untuk tidak minum kopi sementara.
Terima kasih Kopi
Tentu, kopi udah jadi bagian dari kehidupan ku.
Bisa dibilang dengan 2 sendok makan kopi Toraja yang itu masih batas normal tapi udah maksimal jumlah caffein nya, membuat aku semakin tak lepas dari kopi.
Kopi pun juga sering membantu ku dalam berbagai hal.
Kafein, itu yang dicari dari kopi.
Alasan berhenti minum kopi
Pada kenyataannya hidup adalah dinamis, jadi aku tak akan bilang aku akan berhenti minum kopi.
Alasan pertama adalah ketergantungan.
Aku ngerasa bahwa ketergantungan pada kopi ini membuatku tak bisa lepas dari kopi.
Beberapa kali ketika aku berada di alam dan tidak bisa membuat kopi karena ada proses pendidikan, itu asli ngantuk sekali dan lemas saja,
Lagi pula sesuatu yang ketergantungan adalah yang berbahaya.
Kedua, tanpa kopi maka tak bisa hidup.
Ini seperti buah simalakama dimana aku harus mengosumsi kopi untuk menunjang kehidupan.
Ini bahaya buatku sebenarnya.
Ketiga, mengurangi mata kedutan, tentu mata kedutan ini akan berhenti seiring dengan berhenti kosumsi kafein.
Keempat, energi menjadi stabil.
Kopi membuat kita kembali energik, sebelum lari, sebelum ke GYM, tapi itu membuat energi menjadi meluap-luap.
Kemudian, masih banyak sih alasan nya kaya tidur yang nyenyak dan lain -lain.
Memang kopi itu bagus, tapi buat yang sudah ketergantungan maka ada saat dimana aku harus berhenti sementara dulu.
Kedepan, mungkin aku akan minum kopi tapi dosis nya udah ga begitu banyak & sering.
Sebenarnya ini target ku 1-2 tahun yang lalu, cuman belum terjadi.
Dan dikarenakan aku sedang melewati fase berhenti minum kopi dimana dampak nya di hari pertama hingga ketiga itu sakit kepala, badan pegel-pegel, susah tidur, mengigau & lainnya.
Yasudah sekalian saja aku lanjutkan untuk berhenti minum kopi dulu saja.
Kafein, ku pikir aku akan menggantikan dengan air putih dulu saja.
Bukan karena aku benci kau kafein, tapi aku tak akan pernah bisa merdeka jika aku masih ketergantungan pada sesuatu.
Tagline No Coffe No Life, aku sudah tak akan gunakan lagi.
Hari ini Minggu, 04 Januari 2025, aku mengikuti event UI Ultra 2025 yang berjudul Thankyou.
Sekarang jam menunjukan jam setengah dua siang, aku baru bangun tidur.
Rasanya, kepalaku sakit sekali.
Iya, habis lari dan pulang kerumah di jam sembilan, rasanya kepalaku sakit sekali.
Biasanya, setelah merasakan ini aku tahu satu hal bahwa, aku belum minum kopi hitam lebih dari 20 jam.
Aku tahu tentang diriku, tentang tubuhku.
Aku seperti sudah ketergantungan kopi.
Dulu, ini pernah terjadi padaku sebelumnya.
Jika kau tertarik, cari saja tulisan ku tentang aku ingin berhenti dari kopi.
Namun, rasanya aku ingin makan rujak dulu.
Iya, makan pedas.
Terkadang, makan pedas itu menjadi mood booster ku dalam menangani sakit kepala ini.
Terkadang tahu gejrot, terkadang beli rujak, terkadang bikin rujak sendiri ataupun kadang makan ayam penyet yang pedas.
Rasanya, itu bisa mengurangin rasa sakit kepalaku.
Walau, beberapa kali rasa pedas itu justru berlebihan yang membuatku sakit perut dan pernah sekali muntah.
Biasanya juga, langsung minum obat promag yang mana membuat lambungku lebih stabil ataupun minum susu.
Iya, rasanya perut udah ga kaya dulu lagi.
Ini mungkin karena dulu periode tahun 2020 & 2021, aku benar-benar makan sehat.
Maklum, dulu kerja di tambang dan tertahan disana karena pandemi.
Sial sekali, pertama kali ngerantau, langsung tertahan lama.
Tapi, itulah hidup.
Banyak hal yang kita siap dan banyak hal yang memang engga siap, tapi terjadi.
Hm, mulai dari mana ya ?
Mungkin aku mulai dari 2 hari sebelumnya, hari kamis.
Aku mendapat informasi bahwa ada race UI Ultra yang di adakan di hari Minggu ini, 04 Januari 2026 dan gratis.
Memang di poster ada gratis mendali bagi para finisher.
Selanjutnya, ya gratis daftar aja kan.
Aku pun juga menginformasikan ke grup Whatsaap & ada yang personal chat ke teman ku, teman kerja, dan komunitas yang aku aktif ikutin untuk lari yakni FTUI Runners & Taman Mini Running Club.
Selanjutnya, hari berlalu dan di esoknya hari sabtu malam, aku tidur cepat.
Iya biasanya habis isya jam delapan malam.
Alasan nya sederhana, biar bangun lebih awal karena ikutrace kan.
Hari Minggu pagi pun tiba.
Iya hari ini, aku bangun jam 3 pagi.
Sebelumnya, aku udah beli martabak keju, buat dimakan malam kemarin dan hari ini dipanasin dengan microwave untuk dimakan.
Aku panaskan microwave nya dan ku lanjutkan makan dulu.
Setelah makan, mandi dan dilanjutkan sholat & ku siapkan peralatan yang siap untuk bertempur.
Aku minum enervon c, iya setiap hari sih & tambahan tolak angin wkwk.
Kemudian, bikin kopi, bawa air putih dan bawa tas yang di pinggang.
Ku pikir sudah siap ya.
Dan pastinya panaskan motor dulu sebelum terbang.
Setelah selesai, aku pergi untuk sholat berjamaah di masjid dekat rumah ku, dan selesai aku langsung berangkat dari rumah di sekitar jam 04.40 WIB.
Jarak antara rumahku dan tempat lari itu sekitar 37 menit.
Artinya, aku sampai di jam 05. 20 WIB.
Tapi sebelum aku lanjut tulis, izin kan aku membuat kopi hitam dulu.
Kopi sekarang yang ku punya yakni kopi toraja.
Iya beli di pekan ini di daerah rumah ku di pasar tradisonal.
Harganya 37.500 / 250 gram.
Biasanya aku beli kopi hitam itu kaya Toraja, Gayo, dan yang lain lupa namanya,
Cuman itu sih yang paling murah, bisa bertahan 10 – 14 hari.
Beberapa beli yang merek terkenal, bukan karena mau beli, tapi karena kadang dapat voucher dari kantorku, ya namanya gratis ya kujual atau kugunakan juga, salah satunya beli kopi.
Bentar, masak air panas dulu, masukin kopi ke gelas & sekalian tuang es batu.
…….
Kopi sudah selesai, dan kini dia ada di samping laptopku.
Ok, tadi sampai mana ya ?
Biar ku lanjtukan lagi.
Aku tuh datang di jam 05.20 pagi dan rasanya dari tempat parkir itu sudah ramai sekali orang berdiri dan menuju tempat race.
Ya sama dong, setelah parkir, aku l;angsung kesana.
Bahkan, aku tinggalkan kopi ku di motor, yah ga diminum jadinya saking buru-buru wkwk.
Aku datang di jam 05.28 WIB kayanya.
Setelahnya, belum sampai 2 menit, sudah ada puluhan yang mengantri di belakang ku.
Padahal, menurut info bahwa registrasi itu dimulai jam 05.30 WIB.
Ya cuman karena gratis aku datang lebih pagi saja, biasanya jarang sekali datang pas awal registrasi.
Cuman benar keputusan ku kali ini, bahwa rame kali ini.
Katanya mendali hanya sampai untuk 400 orang pertama.
Aku bingung apakah aku masuk atau engga untuk mendapatkan mendali.
Yang jelas, mungkin masuk itu juga paling di nomor-nomor akhir saja.
Tapi yowislah, masih ada harapan.
Aku infoin di grup teman-teman ku, jelasin keadaanya, dan teman yang datang jam 6an, udah pasti mendingan ku rekomendasikan untuk keluar aja dari barisan ini.
Karena aku aja yang mengantri lebih dulu saja belum tentu dapat.
Beberapa ada yang langsung saja keluar barisan dan lari di Car Free Day.
Aku ngantri panjang ey, kondisinya udah chaos itu, panitia yang sedikit, informasi yang ga jelas, banyak penyerobot, dan udah ga kondusif pokoknya.
Ku lihat beberapa panitia ada yang ku kenal, tapi ku sapa saja dan biarkan saja dia bertugas.
Akhirnya peserta dihitung, secara urutuan gitu, aku juga ga tahu aku urutan ke berapa.
Seingatku, itu sudah 100 orang yang masuk, karena antrian itu bergerak maju.
Dan sisa tinggal 300 saja.
Dihitung sama panitia, aku dapat di angka 78, aku ga tahu apakah itu 278 ataupun 378.
Seingatku, mestinya 278 dikarenakan total sudah masuk 100.
Jelas sekali, bahwa antrian bergerak maju & informasi kuota tinggal 300.
Tapi, pas aku mulai mendekat itu udah ga kondusif.
Panitia nya marah-marah lah, dan barisan yang udah ga rapi juga.
Akhirnya pas maju, aku dapat tapi kaya tinggal 5 terakhir.
Untung masih dapat.
Sudah jelas sekali, banyak yang masuk di depan ku.
Ada juga yang di depan ku, tapi akhirnya ditegur sama yang di belakang ku, dan aku baru sadar kenapa ada orang ini ya.
Pas ditanya dia juga bingung, katanya barisan udah ngacak.
Alahh, nyerobot saja kau.
Cuman ya dijelasin bahwa kita bergrup bu, jadi sih ibu itu mengerti dan keluar dari barisan.
Chaos, itulah yang menggambarkan keadaan antrian tersebut.
Aku dapat di jam 06.30 WIB, sejam aku berdiri.
Ya karena antrian dan dapat nomornya sudah habis, sisanya di belakang ya bubar, dan race mulai jam 06.40 WIB.
Ini masih masuk ontime sih.
Yowislah, lari dulu aja.
Anjir lah rasanya, udah lama gue ga lari, pegel ey.
Tapi kalo cuman 7 Km, masih sanggup dan ada lari & ada jalan.
Oh iya, gue itu lari biasanya kaga pakai strava, cuman salah satu resolusi gw kedepan pakai strava juga biar ke record.
Ini mungkin karena HP gw itu, memori udah penuh, udah pasti aplikasi yang ga begitu berguna ya gw uninstall dulu.
Pasti ngerti lah ya wkwk.
Terus sampai di finisher itu jam delapan kurang deh.
Aku pun menukarkan kupon nomor dengan mendali & refreshment.
Bagi yang ga punya kupon, dapatnya refreshement saja.
Katanya, yang dapat kupon yang datang belakangan, mendalinya juga habis, hayooo gimana tuh wkwk.
Setelah nya foto dong, dan ini foto nya :).
Mendali Pertama Tahun 2026
Habis itu mau balik, cuman gue lupa ga bawa dompet, dimana tadi masuk parkiran nya pakai struk dan bayarnya infonya pakai e-money & sejenisnya.
Pas ditanya orang rumah, dompet emang ketinggalan.
Yowis lah nyarap bubur ayam & es teh manis dulu saja bareng teman di situ.
Lanjut pulang, dan aku tanya dulu ke petugas katanya Qris cuman bisa dari aplikasi Gopay saja.
Ya sudah uninstall aplikasi lain, install gopay, dan kirim uang.
Murah juga sih parkir 6000 aja.
Yowis, palaku pusing sekali aku langsung pulang saja.
Pas sampai rumah di jam 9 pagian itu di grup rame terkait kekecewaan terhadap race ini.
Memang ini race gratis dan mungkin ini so far selama gue lari 3 tahun lebih ini termasuk yang paling buruk sih.
Baiklah mari kita beda versi gue wkwk.
Pendaftaran yang dibuka kurang dari 3 hari. Ini sih dadakan banget ya dimana ternyata yang daftar membludak sekali. Dan mungkin panita dari awal menyiapkan mendali itu hanya 400 saja, tapi lupa mungkin untuk menutup form registrasi. Tadi tuh yang datang mungkin 2000 an lebih.
Jumlah panitia yang sangat minim sekali. Alhasilnya, banyak yang nyerobot, banyak yang ga denger informasi dan akhirnya panitia kelelahan sendiri.
Sejujurnya kalo emang jumlah terbatas ya bisa dibilang di filter aja, yang pendaftar 300 pendaftar pertama saja, atau bahkan di filter saja misal hanya untuk internal alumni UI saja.
Itu panitia hitung urutan peserta juga ga ngasih tanda, alias cuman inget di kepala aja, mestinya di kasih tanda kaya kupon, kemudian tali warna atau sejenisnya. Alhasil, gue aja yang ngerasa dari ” Oh masih ada 20an orang di belakang gue yang dapat “, jadi tinggal lima terakhir. Buset dah.
Misal nih ya, panitia udah kondisi seperti itu, setelah menghitung sampai 400 orang di antrian pertama, ya sisanya dibubarkan lah. Buat apa antri kan, kalo ga dapat. Rantai komando ga jalan sih.
Misalkan masih mau dilanjutkan, yaudah peserta suruh bayar aja misal Rp. 50 ribu kemudian nanti mendali dikirimkan ke alamat peserta.
Kalo emang ga siap, di infoin aja pas malam lewat sosial media, email, atau whatsapp bahwa di cancel aja. Kasihan kan sudah sampai disana tapi ga dapat mendali.
Ya kalo dilihat kombinasi yang kurang pas di panitianya. Panitia yang sudah tua-tua, terlihat dari rambutnya. Ya muda ada ga ya ? ya tadi engga ngeliat sih, dan mungkin ada, cuman aku ga ngeliat.
Ya kalo dilihat dari panitia yang ku kenal, itu mah udah berpengalaman ya sebenarnya, cuman emang ga siap aja, dan rantai komando yang kurang jelas aja. Tapi jika dibandingkan dengan ku, ya jauh ya, para senior itu jauh lebih berpengalaman
Oh iya, ditambah bawa nama UI lagi. Aku sering kali disampaikan seniorku, bahwa jaga nama baik & marwa kita sebagai alumni UI. Dan jujur ya, itu ngaruh si gue. UI itu kampus yang menyandang nama negara, dia mestinya menjadi pelopor kebaikan dalam negara ini. Ya itukan versi gue wkwk,
Tapi emang kuncinya tadi di kesiapan sih, terkadang niat kita baik, tapi ga siap, bahkan yang tadi orang kompeten kalo ga siap, ya habis juga.
Gue juga selalu sepakat bahwa inkompetensi itu membunuh banyak orang loh.
Banyak orang sekarang itu bukan di “The right man on the right place”
Orang Indonesia memang baik sih, cuman asas profesional juga jangan dilupakan.
Negara ini negara yang paling banyak ceramah di dunia, ya karena jumlah islamnya paling banyak, walau sekarang nomor 2 sih, ya begitu.
Ceramah doang.
Kita memaklumin namanya premanisme kaya parkir liar, orang dalam lah, menyogok lah.
Buset emang, benar-benar.
Contoh nih ya, elo kalo mau kaya jangan kerja jadi abdi pemerintah.
Abdi pemerintah itu uang nya dikit, tapi punya impact yang besar karena melalui kebijakan.
Kalo elo mau kaya ya masuk private sector, kaya bisnis, kerja di swasta.
Cuman ya ga tenang karena based by performance dimana bisa di pecat lebih mudah.
Dan kalo elo mau punya nama ya main di sektor ketiga, kaya yayasan, komunitas semacamnya.
Lo bisa punya nama nya cuman uang nya belum tentu ada.
Ya contohnya Anies Baswedan deh.
Negara ini masih lah terlalu jauh dari negara berperadaban tinggi.
Tapi, memang kunci kemajuan adalah menerima dulu, baru maju.
Tanpa menerima, kita hanyalah akan mencari-cari alasan saja.
Oh iya setelah minum kopi, rasanya kepalaku sudah kembali normal.
Bener-bener lo ya kopi.
Tapi, alhamdulillah.
Sekarang jika aku bertanya pada kalian, apakah kalian siap mati hari ini ?
Orang-orang yang siap mati kapan pun, adalah orang yang paling siap hidup.
Dia yang tak terlekat dunia akan bisa terbang bebas, dia yang terikat dunia hanya akan terikat.
Apakah kau akan menerima sesuatu yang sementara dan menggantikan sesuatu yang pasti.
Jika kau tak mampu pada suatu hal, janganlah ambil itu.
Kita harus tahu batas diri kita masing-masing.
Jika amanah diberikan pada orang yang tidak tepat, hanya akan terjadi kekacauan saja.
2026, aku akan menulis juga, dan tentu aku akan mencoba konsisten untuk install strava atau mungkin harus beli HP yang baru kali ya wkwk.
Oh iya, katanya dengan menulis mengurangi rasa sakit kepala, aku sepakat dengan itu.
Rasanya dalam hidup, kita melihat seseorang yang keren itu merujuk pada seseorang yang kita anggap luar biasa.
Ya itu mungkin benar.
Tapi mungkin kita ga perlu menjadi seseorang tersebut.
Kenyataan banyak sekali orang yang ku kagumi di luar sana.
Namun, jika aku menyamakan seorang dengan mereka yang aku kagumi maka tidaklah elok saja.
Seseorang untuk menjadi besar haruslah pintar menempatkan diri.
Tapi, itu teori saja.
Bolehkah aku jujur tentang sesuatu.
Ku pikir rasanya paling tenang itu menjadi diri sendiri saja.
Walau mungkin kita ga sekeren orang lain, tapi menjadi diri sendiri rasanya lebih enak saja.
Gapapa gagal, gapapa begitu.
Selama kita jujur menjadi diri sendiri, menerima diri sendiri, itu tanda awal kita bisa maju.
Karena menjadi keren adalah menjadi diri sendiri. Kalo kita lihat orang lain terus rasanya kita kurang bersyukur saja, padahal masih banyak orang yang dibawah kita.
Dan menjadi orang lain rasanya menjadi hati ga tenang saja.
Apa yang kau harapkan dari kematian yang pasti akan datang ?
Menjadi diri sendiri ya.
Hm, ya gapapa, lebih baik menjadi diri sendiri.
Percayalah, orang lain mungkin memang keren.
Tapi menjadi diri sendiri dan berusaha untuk menjadi lebih baik dari diri sendiri itu jauh lebih keren.
Yang membuat cerita menarik itu bukanlah superhero yang langsung hebat.
Tapi dia yang bertransformasi menjadi hebat.
Menjadi hebat artinya menjadi orang yang banyak gagal sekali.
Aku tahu bahwa aku harus lah banyak menerima kegagalan dalam hidup ini.
Tak perlu berpikir terlalu jauh.
Aku hanya perlu berpikir dan menjalani saat hidup ini saja.
Tak perlu berpikir tentang orang lain.
Aku hanya ingin berpikir tentang aku dan apa yang telah terjadi selama ini.
Kemarin motorku mogok, mogok ya karena V-Belt nya rusak.
Walau langsung diganti dan sudah bisa dipakai kembali sejam setelah putus karena langsung ke bengkel.
Sejujurnya kadang gue juga ngerasa bahwa jarak perjalanan ke kantor didaerah Sudirman yang standar nya 50 menitan kalo ga macet tapi bisa jadi 90 menitan kalo macet.
Selain itu, ya tujuan nya kan ke kantor aja umumnya, ga ke tempat lain.
Nah, muncul lah naik transportasi umum.
Iya naik LRT saja yang dekat dengan ku.
Naik LRT itu paling 10 ribu untuk berangkat nya dan 10 ribu untuk pulang nya.
Ini kalo berangkat sebelum jam 6 dan setelah jam 9 pagi.
Kalo sore nya sebelum jam empat sore dan setelah jam 8 malam.
Kalo luar jam tersebut ya sekitar 17 ribu.
Lumayan beda 14 ribu rupiah.
Kalo dipikir 20 ribu itu udah kaya bensin motor aja.
Oh iya sama parkir yang murah antara di Ciracas ataupun di Kampung Rambutan.
Dua LRT terdekat dengan ku.
Kalo di stasiun Ciracas itu parkiran flat nya artinya lama jam berapapun itu bayar 10 ribu rupiah.
Kalo di Kampung Rambutan itu cuman 5 ribu rupiah.
Yowis, jarak nya juga sangat dekat, aku milih untuk di kampung rambutan aja.
Total buat kendaraan 25 ribu rupiah sama makan di daerah kantor ya murah juga ya.
Bahkan, kalo gue hitung dengan asumsi kerja sebulan biaya hidup gue kalo kerja sama sekali makan siang di kantor sekitar 5-9 % dari gaji yang dari kantor.
Murah juga sih ya.
Tapi kok uang gue banyak habis ya wkwk.
Ya banyak tanggung jawab dan lainnya sih.
Tapi emang lagi banyak pengeluaran dan pengen hemat aja.
Selain itu, enak juga ga mengendarai, lebih bisa santai juga sama sambil nulis kaya sekarang tulisan ini dibuat.
Selain itu, gue malu juga sebenarnya, gue bilang mendukung transportasi publik sama nulis buku tentang ruang ketiga.
Tapi gue sendiri lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi lebih dari 10 tahun terakhir.
Setidaknya, mungkin tahun depan, tahun 2026 ini gue lebih sering gunain transportasi publik aja, walau lihat situasi sih.
Kalo banyak agenda di banyak tempat pastinya lebih enak gunain kendaraan pribadi.
Lagi pula gue kan juga lakik ya, masa lemah sama hal beginian. Panas lah, derita lah, laper lah, itu emang biasa buat lakik.
Dan dulu gue juga ngerasa hidup sebulan ga sampe satu juta aja bisa hidup, dan hidup makin banyak uang kok gaya hidup makin naik ya.
Ampun tuhan.
Ya bersikap Zuhud enak juga sih.
Padahal mah hemat wkwk.
Tapi memang naik kendaraan umum itu mungkin sekarang waktu nya kali ya buat gue.
Ya kan ga tau kedepan kan.
Lagi pula dengan biaya yang murah itu juga mantep sih.
Pastinya LRT jauh lebih nyaman dari KRL.
KRL itu emang murah banget dan tapi kaya mau perang ey kalo mau masuk, banyak banget orang.
Hm, setidaknya gue udah walk the talk kalo emang gue udah mulai dan pengen konsisten sementara waktu untuk naik transportasi umum, bukan cuman omon doang.
Dari Stasiun LRT yang sedang berjalan menuju stasiun dukuh atas.
Belakangan ini aku sering menggunakan nya, bahkan mungkin sudah setiap hari.
Aku bertanya mulai dari hal receh, hal yang aku tidak tahu dan bahkan meminta pertimbangan keputusan dengan aku memberikan prompt dari study case yang ada.
Termasuk tentang acara Ngobras ini.
Bagi yang belum tahu, Ngobras itu adalah ” Ngobrol Santai ” dari Prof Rhenald Kasali di kediaman nya di rumah perubahan.
Tahun ini banyak event Ngobras di Rumah Perubahan.
Dulu infonya, ga sebanyak tahun ini, maklum dulu Prof Rhenald juga sangat sibuk.
Kalo sekarang infonya, sudah mengurangi kesibukan dan ingin sering berbagi lebih banyak.
Acara Ngobras ini bayar 50 ribu, namun nanti akan dapat voucher kembali 35 ribu rupiah yang bisa digunakan untuk makan dan minum di dalam nya.
Di dalam rumah perubahan itu banyak adanya.
Ada kolam renang, cafe, tempat nikah, kebun dan lainnya.
Sejujurnya, rumah perubahan itu ekosistem yang begitu menganggumkan.
Bahkan, cara pandangnku tentang rumah tinggal pun berubah, berubah karena melihat rumah perubahan.
Oh iya jarak rumah perubahan dengan rumahku itu dekat, hanya 20 menit saja.
Jadi, kalo kesana enak saja, karena dekat, isi materi nya daging semua, dan juga bisa sambil main laptop di cafe breezy, cafe yang ada disana.
Kembali, ke chat GPT, katanya sih ya ga perlu hadir dulu ya, karena bisa lihat di youtube ataupun hal online lainnya, maklum biar gratis.
Tapi rasanya, dirumah itu agak mager ya, bahkan gue ga sadar udah habis nonton acara Gofar Hilman sama teman SMA nya udah sejam lebih.
Yowis lah, aku kesana aja.
Acaranya itu jam 10.30 WIB dan bisanya sampe jam satu siang paling lama.
Aku datang tepat waktu, dan ternyata makin banyak yang datang juga.
Bahkan, lebih dari 50 orang mungkin.
Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya yakni paling dua puluhan atau bahkan pernah kurang dari sepuluh orang.
Namun, tetap saja acara tetap dilanjutkan walau orang nya dikit.
Aku ga tahu ya apakah Prof Rhenald komentar jika orang yang datang sedikit ke team nya atau engga.
Tapi seingatku, dari suara, semangat nya juga sama, jadi acara tetap saja dilanjutkan.
Tapi, ini sudah jam setengah sebelas siang tapi acara belum dimulai.
Aku duduk di tengah-tengah saja dan hari ini tidak ada rencana bertanya.
Aku hanya ingin menikmati diskusi saja.
Jam sebelas Prof Rhenald muncul.
Acaranya itu disamping cafe breezy, dan Prof Rhenald muncul dari dalam cafe breezy.
Ternyata habis menerima tamu sebelumnya.
Jujur saja, aku kagum bagaimana seseorang bisa ditunggu oleh puluhan orang & mereka berbayar untuk menunggu apa yang di bicarakan dari orang tersebut.
Bapak-bapak disamping ku mengatakan kepada anak nya bahwa saat Prof Rhenald datang, dengarkan bagaimana seseorang profesor berbicara.
Luar biasa.
Luar bisa juga Prof Rhenald mengadakan acara seperti ini.
Begitu dekat dengan masyarakat.
Jika aku berpikir kembali, ini layaknya socrates ataupun aristoteles yang mengajari ilmu nya kepada masyarakat di depan umum.
Bagi masyarakat umum, bertemu dengan profesor adalah hal yang luar biasa.
Terkadang, aku juga lupa bahwa aku sering ketemu dengan profesor juga karena kampus ku.
Ada Prof Rhenald yang sekarang aku bicarakan, ada Prof Raldi yang punya inkubator bayi yang sudah menyelamatkan banyak orang dan sudah diliput banyak media, dan masih banyak profesor yang ku kenal baik.
Hal itu karena aku kuliah di UI & menjadi muridnya, sederhana nya itu.
Prof Rhenald berbicara tentang ekonomi dan perubahan di masa depan.
Dan di sesi tanya jawab juga, ada pertanyaan dari peserta yang bertanya tentang anak zaman sekarang lebih suka belajar saham dari pada bisnis nyata.
Namun, Prof Rhenald mengatakan bahwa dunia investasi saham, beliau kurang mengerti dan menanyakan kepada peserta yang hadir terkait pengalaman nya di dunia saham.
Dan ya, setelah nya Prof Rhenald baru berbicara menurut pendekatan beliau.
Luar biasa, seorang profesor mengatakan tidak tahu itu adalah bukti kejujuran yang jarang sekali orang pintar lakukan.
Terkadang aku berpikir bagaimana Prof Rhenald bisa sampai seperti sekarang.
Iya, dia banyak cerita padaku dan memang sudah hampir 30 tahun beliau memberikan ilmu nya untuk bangsa ini.
Sehingga, sekarang wajar saja jika begitu dicari dan ditunggu oleh orang-orang.
Bahkan, bukunya juga best seller dimana isinya daging semua.
Jika dibandingkan dengan ku, rasanya jauh sekali saat ini.
Prof Rhenald bahkan sudah S2 & S3 di Amerika, sedangkan aku S1 saja sudah syukur.
Teman-teman sekolah Prof Rhenald juga luar biasa seperti Pak Tony Wenas yang merupakan teman SMA nya di kanisius yang sekarang menjabat Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia, sedangkan aku banyak yang jadi OJOL, dan semacamnya.
Bukan gimana, ya artinya beda lingkungan juga.
Banyak sekali perbedaan nya.
Terkadang aku berpikir, apakah aku bisa seperti Prof Rhenald ?
Tapi Prof Rhenald kalo berbicara dengan ku rasanya seperti optimis saja untuk masa depan ku.
Ah, mungkin itu saja bahwa dia tak ingin merendahkan aku.
Tapi, ya gitulah.
Setiap masa ada pemimpin, dan setiap pemimpin ada masanya.
Rasanya juga aku ingin bisa sekolah di luar negeri, bisa menjadi spesialis di suatu bidang tertentu.
Dan masih banyak lainnya.
Terkadang kita lupa bahwa mungkin lingkungan kita juga lingkungan satu persen dari lingkungan terbaik di negeri ini.
Ya mungkin saja kan.
Sejujurnya, aku tak ingin menyesal di masa tua nanti.
Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi versi terbaik ku.
Yang kutakutkan jika aku menjadi rata-rata orang saja, aku mengetahui dunia ini tapi aku terima kenyataan.
Belakangan ini aku ngerasa bahwa memang untuk menjadi seorang pemimpin maka haruslah melalui penderitaan.
Alasan nya jelas, jika kau tak mengalami penderitaan, tak melihat penderitaan atau bahkan tak tahu tentang penderitaan, rasanya itu hal yang tak masuk akal jika kau ingin menjadi pemimpin.
Belakangan ini, lihatlah siapa yang menjadi pemimpin kita sekarang.
Banyak dari mereka yang inkompetensi.
Inkompetensi bisa terjadi karena banyak hal, tidak profesional sesuai dengan bidang nya, kemudian juga tugas pemimpin yang hadir untuk masyarakat tapi karena dia tidak mengalami atau bahkan lebih gila lagi tak mengetahui penderitaan apa yang sedang dialami, gimana mau hadir kan.
Jika tidak menyadari, ya gimana untuk menyelesaikan nya.
Hm, mungkin mulai dari mana ya.
Baiklah, bertahap aja dari minum kopi hitam dulu yang ada di samping laptopku ini.
Gigi
Belakangan ini, aku sakit gigi.
Ini mulai berawal ya aku makan biasa, kemudian ada yang nyangkut, dan pakai tusuk gigi tapi ga keluar.
Akhirnya, aku ke puskesmas dan infonya, ada gigi geraham bawah yang berlubang.
Katanya, mesti ke perawatan saluran akar gigi.
Ya sudah, aku mulai dari puskesmas dulu, yang dibersihkan dahulu, dan ditambal sementara, kemudian seminggu nya lagi aku datang dan dibuka tambal sementara dan ditambal sementara lagi. Walau aku ngerasa udah sembuh, tapi kemudian, aku dirujuk ke RSUD untuk perawatan yang lebih lanjut.
Katanya, biar tuntas.
Tapi, aku tanya ke beberapa teman ku yang seusiaku, atau yang dibawah ku.
Katanya, mereka giginya udah ada yang dicabut.
Waduh kok udah dicabut, gimana itu makan nya wkwk.
Ya itu sih cuman bercandaan aja.
Cuman, aku belum sampai dicabut dan ga ada niatan untuk dicabut ya tuhan wkwk.
Ya, makanya biar tuntas untuk perawatan dan di awal bulan Januari 2026 aku ke RSUD untuk perawatan saluran akar gigi.
Setelah nya katanya akan ditambal permanent yang bisa tahan belasan tahun.
Ini aku pakai BPJS sehingga gratis.
Cuman ya harus mulai dari puskesmas kecamatan, kemudian nanti dirujuk ke RSUD daerah nya.
Aku sih ada asuransi ya, cuman jarang dipakai.
Dipakai nya kalo ada yang urgent aja.
Kenapa ya ?
Entahlah, karena mungkin kurang mengenal aja sehingga kurang tahu aja pemakaian nya.
Paling dalam hidup ku, ya paling sering yang pasti di puskesmas & rumah sakit milik pemerintah, kemudian klinik & rumah sakit Universitas Indonesia & terakhir Rumah Sakit SOS PT. Freeport Indonesia.
Itu sih semua gratis ya, karena aku bagian dari terkait.
Udah sih itu aja.
Eh tapi setelah mendapat rujukan ke RSUD, sebenarnya aku udah lama ga kesana sih.
Akhirnya, aku cek ombak dulu lah kesana dan ya, sudah banyak berubah.
Terakhir aku kesana itu lima tahun lalu, antrian masih ngantri.
Kadang bisa 1-2 jam hanya untuk berdiri saja.
Kalo sekarang lewat online.
Enak sih, cuman harus cepat-cepat, kalo engga bisa 2 minggu hingga 1 bulan baru dapat jadwal.
Di RSUD pun, aku melihat banyak sekali pasien yang ada.
Ya, untung ada BPJS sehingga gratis.
Kalo ga ada mah, bahkan untuk yang gigiku saja sudah bisa habis jutaaan hingga belasan juta mungkin.
Walau pengelolaan BPJS pemerintah belum maksimal, tapi aku pikir kebijakan ini perlu dipertahankan.
Kemudian, tentang uang.
Rasanya, sekarang banyak sekali orang yang ku kenal yang dulunya kaya sekali tapi setelah pensiun ya bahkan untuk makan saja susah.
Bahkan untuk punya uang satu juta, banyak yang bilang itu berat untuk pensiunan seperti dia.
Iya, dulu mah kaya banget, mobil bagus dan banyak sedekah.
Tapi kalo sekarang jauh dari kata itu sekarang, buat ongkos aja susah.
Aku ga bilang bahwa uang adalah segalanya, bukan.
Tapi uang yang cukup itu membantu kita bisa maksimal ibadah untuk Nya.
Walau, aku belum, ya gitulah, tapi masih terus berusaha.
Namun, lihatlah apa yang terjadi.
Mereka itu pernah kaya, kenapa jadi susah.
Artinya, ada yang salah.
Memang ga bisa di generalisir tapi, orang yang biasanya miskin lebih tetap untuk miskin.
Tapi, kalo dia pernah kaya tapi menjadi miskin seperti ada kesalahan dalam hidup saja.
Ya, sebagian saja ini sih.
Pengelolaan uang pensiun yang kurang mumpunin, dana darurat yang sudah habis, ga ada passive income dan masih banyak lainnya.
Sejujurnya, tema tentang ini tuh pengen gue bikin dalam satu buku sendiri.
Ya biar tertata rapi saja.
Aku menyadari masalah literasi keuangan ini pada saat aku kuliah di tempat terbaik di negeri ini, dan bahkan mendapat beasiswa terbaik juga dinegeri ini.
Ada satu yang kurang, kita tidak diajarin tentang literasi keuangan, padahal semuanya butuh uang.
Ya begitulah keadaan nya saat itu.
Akhirnya habis lulus, cari kerja, kalo engga bingung mau ngapain.
Membaca buku itu penting, bukan buat orang lain, tapi untuk menolong dirinya masing-masing.
Kesehatan & uang ya di tulisan ini yang ku bahas.
Ya, mengalir begitu saja sih.
Aku bahagia bisa menulis dan ku pikir cukup sampai disini dulu ya, karena aku mau pergi.
Rasanya, sudah puluhan orang yang menanyakan itu kepada ku.
Iya, tentang hiatus.
Walau aku tak punya sosial media seperti instagram, tiktok dan semacamanya.
Iya, dulu punya sih tapi udah ga main lagi.
Tapi, aku punya facebook & juga WA.
Umumnya mereka tahu dan bisa menjangkau dari itu.
Dari facebook, ya melihat postingan ku.
Kemudian, dari WA ya lihat dari WA status ku.
Facebook & WA
Tentu, sosial media pertama yang ku punya adalah Facebook.
Rasanya, kalo hapus sosial media ini gimana gitu.
Maklum, udah 15 tahun lebih kan.
Terlebih, aku masih nyaman dengan sosial media ini.
Iya, bisa dibilang sekarang mah anak muda jarang main facebook, isinya umumnya yang main facebook di beranda ku itu bapak-bapak kepala 50an ke atas.
Atau mungkin ada beberapa anak muda yang main, tapi itu main nya di IG, cuman terkoneksi lah di facebook jadi keliatan aktif.
Ya tahu dari mana, ya beberapa teman ku juga kaya gitu.
Mereka ga sadar kalo sosial media facebook nya terkoneksi dengan Instagram.
Mungkin ini karena juga udah gabung ya antara facebook dengan Instagram menjadi grup nya Meta.
Kemudian WA ya.
Sebenarnya WA itu seingatku aku punya di tahun 2018 atau 2019 kali ya.
Dulu aku main nya di aplikasi Line.
Seiring dengab lulus kuliah, aplikasi itu ditinggalkan, mungkin juga udah menurun kali ya kualitas nya.
Iklan nya banyak sih wkwk.
Kalo di WA, karena udah mulai kerja dan rata-rata grup nya WA.
Ngomong-ngomong tentang WA tuh ya, gue ga pernah tuh dulu pasang status WA di facebook.
Bahkan 5 tahun lebih dari 2018 / 2019 hingga 2023 gitu, foto profil WA gue itu ga pernah ganti yakni foto pemandangan Bali yang gw datengin di 2018 wkwk.
Memang bagus sih, iya itu di Uluwatu.
Hm, Uluwatu ya.
Ah sudahlah, nanti aku kesana lagi dengan menepati janjiku.
Nah, kemudian gue itu dapat terilhami dari siapa ya ?
Lupa, pokoknya tentang kalo elo punya karya ya disebarluaskan gitu, kalo engga ya gimana orang tahu kan.
Hm, bener juga sih ya, emang gue anak siapa ? anak raja ? anak kiayi terkenal ? engga kan.
Nah, jadi kalo elo punya jualan, punya karya, ya disebar dong.
Kalo bukan elo yang mengenalkan ya siapa dong ?
Jleb, pikiran itu nancep di gue sih.
Nah, makanya tuh kalo gue ada karya kaya buku gue atau semacamnya ya di published kan.
Maklum, kita kan orang biasa ya.
Kalo ada orang yang berpikir butuh validasi lah, berpikir nanti negatif lah.
Ya banyak lah ya, banyak hal yang diluar kendali kita.
Yang penting, kita ga rusak kebahagiaan ataupun menyulitkan orang lain.
Sehingga, 2024 – 2025 ya sering lah bisa dibilang pamer tentang karya gue.
Tapi, sebenarnya gue juga berpikir sih kalo gue bikin status WA, apa manfaat nya buat orang lain.
Kalo engga ada manfaat nya kaya pamer jalan-jalan, makanan atau apalah gitu ya ga pernah sih.
Emang manfaat buat orang lain buat apa kan.
Ya selalu lebih ke mengenalkan karya, donor darah, buku atau apapun itu lah.
Kali kan orang lain juga tertarik dengan hal yang positif.
Pertanyaan tentang hiatus
Rasanya, udah puluhan baik di chat di WA, telepon, ketemu langsung yang menanyakan kapan hiatus ku berakhir.
Rasanya, banyak orang yang peduli ataupun sekadar basa basi.
Tapi, yang jelas pertanyaan nya sama yakni kapan hiatus ku berakhir.
Aku selalu bilang, mungkin di tanggal 31 Desember 2026.
Iya, seperti rencana di awal.
Rasanya lama sekali ya, mereka pun juga bilang yang sama.
Tapi, itu juga jadi derita juga mungkin di gue awal-awal.
Rasanya, ih pengen pamer donor darah lagi lah ya wkwk.
Tapi yaudahlah, itu juga menjadi kaya apa ya, kaya ini sih lebih, eh gue lagi hiatus jadi yuk ah untuk tetap produktif.
Sejujurnya, hiatus juga membuat berpikir lebih dalam tentang kehidupan ini.
Iya tentang arah.
Sebenarnya apakah hidup gue sudah tepat ?
Ditambah rencana kedepan yang mungkin bahkan lebih gila, lebih berani dan lebih deh.
Dan mungkin, ketika orang pada penasaran, ya mungkin mereka berakhir di website ini, website yang mungkin ga akan aku tutup sementara.
Tapi, terimah kasih telah peduli dengan ku.
Website & Buku
Rasanya juga mungkin setelah tulisan ke 200 di website ini.
Btw, ini udah postingan ke 196, aku pikir rasanya aku mau pindah sementara untuk fokus nulis buku.
Iya aktif juga di website sih, cuman ga aktif banget ya.
Wajar, energi ku, waktu ku, dan pikiran ku kan juga sudah tercurahkan di buku.
Jadi, kalo udah cape nulis ya istirahat saja.
Mungkin dalam sehari juga ada maksimal nulis itu berapa jam kali ya.
Aku sih ga tahu tentang itu.
Tapi, kalo kebanyakan nulis juga rasanya cape aja dan ya istirahat saja.
Btw, elo pernah ga sih bete gitu sama chat gpt.
Jadi, gue tuh mau nulis dan nanya ke chat gpt tentang ide, nah ini sih chat gpt langsung jawab dan bagus lagi tulisan nya.
Rasanya langsung lemes aja wkwk.
Iya lah, oranng mau nulis susah payah tapi chat gpt udah tahu aja kan.
Yasudah rebahan lagi kan wkwk.
Tapi, kalo dipikir lagi, chat gpt itu template jawaban nya dan tidak ada emosi nya.
Mungkin sekarang ke aslian itu harga nya tinggi sekali.
Kaya kalo gue bikin tulisan A Day with warrior.
Itu sesuatu yang chat gpt ga bisa bikin.
Nah, tapi itu kan terjadi ke semua orang.
Lagi pula, kalo berpikir kaya gitu, ya kapan gue mau nulis kan.
Keaslian, gagasan ku, dan bagaimana aku melihat dunia itu yang mungkin akan menjadi pembeda.
Pokoknya nulis ey, kalo mikir sesuatu yang diluar kendali mah susah atuh.
Rasanya bulan Desember 2025 ini sering kali hujan.
Iya hujan terus rasanya.
Untung nya pekerjaan ku ini memungkinkan aku untuk bisa bekerja dari mana saja.
Namun, kalo ada janji, ya pergi ke kantor ataupun ke tempat yang dituju.
Jika tidak, dirumah saja, ataupun di perpustakaan, ataupun di cafe yang memungkinkan untuk melakukan aktifitas kerja & meeting.
Enak nya itu ya ga kena macet, ga habis energi, dan juga ga habis waktu yang mungkin bisa dua jam sendiri di jalan, dan bila macet mungkin bisa sampai empat jam.
Tentu, aku pernah mengomentari ini di tulisan ku sebelumnya.
Bahwa tanpa terasa kita menjadi tua di jalan tanpa disadarin.
Serta, banyak hal produktifitas yang menjadi hilang saja karena sudah habis waktu, energi & juga pikiran.
Ini tugas utama dimulai dari pemerintah yang mesti membuat solusi seperti ini.
Jika tidak, bangsa yang katanya muslim dengan jumlah populasi terbesar pertama ataupun kedua di dunia ini tidak akan kemana-mana.
Aku yakin, jika pemerintah mengurusin hal ini, maka kemudian masyarakat juga akan mengikuti tentang kebijakan ini.
Bangsa ini, adalah bangsa yang masih memalukan.
Banyak hal yang mesti diubah, tapi kupikir itu tidaklah terjadi dalam waktu semalam.
Saat aku bertemu dengan para tokoh bangsa, tentu yang menurutku bagus.
Mereka selalu menekankan karakter & fundamental.
Rasanya, di dunia ini yang serba instan dan cepat membuat pergerakan secara perlahan dan menerima hasil nya nanti adalah sesuatu yang tidak diminati oleh banyak orang.
Ataupun jika aku menyerah akan hal itu, mungkin saja, aku tak ingin naif.
Tapi sejak ku mengebalkan diriku sebagai Warrior atau dalam bahasa indonesia yang artinya pejuang, maka aku berpikir tentang banyak menerima kehinaan, kegagalan, ataupun keputusasaan.
Tentu, sejarah telah membuktikan bahwa pahlawan kita dahulu, ataupun para Nabi telah memberikan banyak contoh perjuangan yang luar biasa.
Banyak yang bahkan sampai akhir hidup nya tak menikmati hasilnya, beberapa ada yang menikmati hasilnya sebelum meninggal.
Tapi, ada satu kesamaan yakni mereka tetap teguh meyakini tentang nilai-nilai yang diyakinin nya.
Dunia saat ini adalah dunia kapitalisme, dunia yang dibentuk pada tahun 1945.
Iya, wajar saja, para pemenang lah yang membentuk sistem dunia ini.
Untuk mengubah itu, maka perlu banyak warrior lainnya, untuk itulah aku menulis.
Dengan menulis, aku bisa menyebarkan gagasanku, ideku, dan apa yang kupikirkan kepada orang lain tanpa terkendala oleh waktu, biaya, uang ataupun status sosial.
Suatu hari nanti, akan banyak orang yang sepaham dengan ku.
Mereka akan mengomentari, berusaha mengubah, dan melawan sistem dunia saat ini.
Sistem saat ini, hanya tunggu saja akan menjadi bom waktu hingga waktu yang ditentukan.
Ku pikir jika kalian tertarik terkait ide ku ini, kalian bisa membaca lebih detail dalam buku serialku yang berjudul RA.
Kalo website ini sih, ya cuman curahan hati aja, jadi ga berat-berat.
Oh iya, aku menulis sekarang ini di hari Sabtu, 20 Desember 2025 di Perpustakaan Jusuf Kalla, di Depok.
Iya, tak jauh dari rumah ku, mungkin hanya 15 menit saja.
Dan ya, sangat terdengar suara hujan yang begitu deras.
Aku suka dengan perpustakaan.
Rasanya, auranya enak aja sih.
Kalo dirumah, ya ga sefokus kalo di perpustakaan, ya kalo dini hari mungkin berbeda ya.
Oh iya, aku pikir aku akan terus menulis hingga kematian ku.
Karena waktu ku terbatas, dan aku membbuat keabadian salah satunya melalui tulisan.
Selain menulis, aku pikir aku telah menemukan banyak hal yang ingin kulakukan hingga kematian ku.
Ya banyak ya, mungkin sekarang yang ada di otak ku saja seperti menulis, donor darah, lari, & membaca.
Sisanya ya nanti mungkin akan ku tuliskan di tulisan ku lainnya.
Hidup ya, aku harus mempersiapkan untuk perperangan nanti.
Terkadang, jalan yang kita ambil berbeda bukan karena gimana, tapi karena kita telah dipilih.
Terkadang pula, kita selalu menunggu seorang pahlawan yang hebat untuk membuat dunia kita berubah.
Tapi mungkin, terkadang pahlawan yang kita tunggu-tunggu selama ini adalah diri kita sendiri.
Itu wkwk.
Oh iya, target ku sebelum pergantian tahun baru, tulisan di website ini bisa mencapai angka 200 tulisan.