Ramadan Telah Usai

Hari ini adalah hari kedua lebaran.

Iya, artinya Ramadan sudah usai sejak dua hari yang lalu.

Hm, rasanya gimana ya?

Mungkin, akan kujelaskan secara bertahap tentang apa yang ada diisi kepalaku.

Bagiku, Ramadan itu asyik sekali.

Aku suka sekali dengan Ramadan.

Iya, dia bulan favoritku.

Di Ramadan, kita bisa berpuasa, ada tarawih, ada itikaf, ada buka bersama, ada yang jual es buah, lontong daun, dan masih banyak lagi.

Mungkin, bulan itu adalah bulan berpestanya bagi umat Muslim.

Banyak hal yang sering kita tidak temui di bulan selain Ramadan.

Tapi, kalau dilihat bulan Ramadan ini ya, buat aku, okelah.

Yah, walau tarawih tidak full dan belum khatam dalam sebulan, ya kita lanjutkan setelah Ramadan baca Qurannya :).

Vibes Ramadan juga terasa banget bagi yang mau pulang kampung, ataupun menurutku juga terasa banget sih yang di Jakarta juga.

Tahun ini bukber juga tidak banyak, ya memang disengaja juga, biar ke yang halal bihalal saja.

Tapi, yang kurasakan sih memang kemenangan ya.

Entah kenapa saja begitu, tapi ku pikir kemarin cukup okelah Ramadan ini.

Terima kasih Ramadan.

Semoga bisa bertemu di Ramadan lainnya.

Jakarta, 22 Maret 2026, pukul 06.42 WIB

Terima Kasih Teman Seperjuangan

Tak ku sangka malam ini aku bermimpi tentang apa yang ku lalui.

Aku melihat jam di HP ku dan ku lihat jam menunjukan jam 05.20 WIB.

Ku lanjutkan dengan membuka notes di HP ku untuk menulis ini.

Ya, tentang teman seperjuangan.

Mimpi itu seakan mengulas balik tentang perjalanan hidupku dari berbagai dimensi waktu tentang teman seperjuangan yang telah ku lalui.

Aku melihat tentang saat aku SMA dimana aku di bantu oleh teman – teman ku untuk bisa belajar bareng dan mereka meminjam kan buku les nya.

Saat aku kuliah di elektro UI dan aku bersama teman-teman yang terus bersama untuk kelas bareng, nge laprak bareng, skripsi bareng, hingga wisuda bareng

Saat aku mengikuti asrama di rumah kepemimpinan yang merupakan kawah candradimuka bersama teman teman.

Saat aku mendapatkan pekerjaan pertama dan mendapatkan lingkungan support bersama teman -teman ku di tempat kerja itu juga yang baru lulus

Saat aku bersama teman-teman kuliah ku di kontrakan bersama yang saling support untuk kuliah, kerja, dan permasalahan hidup lainnya.

Saat aku kuliah di Insinyur UI dan mengerjakan tugas yang sedemikian macam.

Saat aku pergi merantau ke Papua dan bersama teman seperjuangan dari elektro UI dan juga dibantu dengan teman-teman di Papua

Saat aku menganggur dan teman – teman ku masih terus mendukung ku

Saat aku kerja dan saat ini kerja di tempat terlama ku karena lingkungan yang baik

Saat ku melewati latihan menjadi KSR PMI jakarta timur selama setahun dan teman-teman ku masih terus mendukung ku.

Saat ku lari, saat ku susah, dn masih banyak lagi.

Rasanya, dalam hidupku aku sering dibantu oleh orang-orang baik.

Terkadang yang kita butuhkan adalah teman seperjuangan.

Tentu, keluarga pun juga penting.

Atas dasar itulah, di tulisan ini aku ingin menyampaikan pada teman-teman ku yang terus membersamai ku.

Tanpa mereka banyak hal yang tak mungkin aku capai.

Dan memang terbukti, tanpa teman seperjuangan rasanya apa yang kita capai kemungkinan tidak akan berhasil.

Rasanya,kita butuh teman untuk saling menguatkan dalam perjuangan.

Kedepan masih banyak hal yang ingin ku capai, dengan pola ini, sudah jelas bahwa diriku yang sekarang masih jauhlah dari memaksimalkan hidup.

Kita butuh orang lain untuk terus belajar, untuk saling menguatkan, dan saling berdoa untuk kebaikan dalam perjuangan.

Sekali lagi, terimakasih teman -teman yang sudah membantu ku.

Jakarta, 22 Maret 2026 Pukul 06.00 WIB

Kerja cape uang habis kemana ?

Terkadang bagi orang lain, mereka bertanya kepada seorang pria.

Kerja Mulu uang nya habis kemana ?

Terkadang bagi para pria, ya jawab apa seadanya saja.

Terkadang pula para pria yang kita anggap uang nya habis kemana itu berbeda dengan banyak pria yang mungkin lebih beruntung saja.

Ada pria yang bahkan dia menjadi tulang punggung keluarga, yang ga punya rumah, mesti sekolah kan adik – adiknya, dan segala macam kebutuhan dunia ini.

Mereka bukanlah orang yang tak melek investasi, tapi banyak kebutuhan yang mesti mereka prioritaskan.

Bahkan terkadang puasa menjadi salah satu pilihan yang sering dilakukan untuk menghemat uang.

Uang itu ga habis kemana, tapi dia berubah menjadi wujud rumah yang melindungi keluarganya dari terik panas matahari dan dingin nya hujan, menjadi cahaya yang memberikan keterangan, memberikan ketenangan untuk keluarga.

Bagi beberapa orang yang beruntung yang sudah memiliki semua itu karena keluarga yang memadai, berbahagialah.

Tapi bagi yang kurang beruntung, tak usah bersedih, itu mungkin memang takdir kita.

Yang perlu kita lakukan yakni terus maju saja.

Percaya saja bahwa takdir orang sudah punya masing-masing.

Dan jangan lupa bahwa takdir ada di ujung dari ikhtiar.

Lagi pula, seorang pria tidak dilihat dari handphone yang dia pakai, pakaian mahal yang dia kenakan, ataupun atribut dunia.

Jika ada yang seperti itu ya gapapa.

Yang paling penting bagi seorang pria adalah memberikan yang terbaik bagi yang ditanggung jawabkan nya.

Seorang pria dilihat dari karakter nya, selama dia punya karakter, maka dia adalah pria yang bernilai.

Jakarta, 07 Maret 2026 Pukul 23.06 WIB

Menghadiri World Engineering Day 2026

Rasanya pekan ini aku capek sekali sehingga baru bisa nulis lagi.

Dan ya, rasanya sudah tak terhitung berapa kali aku tidak sahur.

Mungkin sejak hari puasa ke-17 hingga hari ini, aku sudah lebih dari 10 kali tidak sahur karena baru bangun sekitar jam 5 pagi.

Mungkin karena aku tidur lebih malam saja di bulan ini.

Tapi gara-gara itu pula aku juga mungkin berkurang berat badanku dimana menurutku cukup bagus karena buncitku juga semakin berkurang.

Namun, tak bisa dipungkiri kadang rasa ngantuk pun terjadi begitu saja saat puasa.

Tapi hingga sejauh ini, Alhamdulillah puasa masih full.

Mungkin sekarang aku ingin cerita tentang menghadiri World Engineering Day di Balai Kartini di hari Rabu dan Kamis ini.

Sebenarnya pengen nulis di kamis kemarin tapi rasanya sibuk aja dan sudah lelah sekali.

World Engineering Day 2026

World Engineering Day 2026 atau biasa aku singkat untuk lebih mudahnya yakni WED.

Tentu, aku adalah seorang insinyur sekarang.

Tapi jika dilihat sebelumnya, rasanya impian menjadi seorang insinyur sangatlah sulit sekali.

Impian Menjadi Seorang Insinyur

Dulu saat aku masih SMP & melihat anak SMP dari sekolah lain yang terkenal karena sekolahnya pintar, aku merasa mereka luar biasa.

Bagiku yang berada di sekolah SMP negeri yang merupakan salah satu yang ke bawah di kota ini, rasanya bisa dibilang agak minder.

Memasuki ke SMA, aku hanyalah seorang dari SMP-ku yang bisa masuk SMA di tempatku.

Artinya, aku adalah lulusan terbaik dan peraih nilai tertinggi saat ujian nasional di SMP-ku.

Dan masuk ke sekolah negeri di dekat wilayahku.

Bahkan sekolah yang kumasuki saja itu masih di angka 50 besar sekolah peringkat negeri di Jakarta.

Untuk bisa masuk kampus impianku seperti UI ataupun ITB rasanya sesuatu yang terasa sangat sulit sekali.

Ditambah, aku tidak ikut les ataupun bimbingan belajar.

Berbeda dengan sebagian temanku yang ikut bimbingan belajar dan terkadang ada yang lebih dari satu ikut bimbingan belajarnya.

Rasanya makin sulit saja dan seperti berbeda start saja.

Tapi ya gimana ya, kehidupan terus berlanjut.

Walaupun aku tidak masuk peringkat sepuluh besar di kelasku saat SMA.

Namun secara peringkat untuk pelajaran MIPA yang terdiri dari matematika, fisika, kimia, dan biologi nampaknya aku peringkat pertama di angkatanku.

Ya, aku hanya belajar itu saja lebih detail sih.

Dulu saat SMA, ujiannya itu setiap hari ada satu pelajaran major dan sisanya minor gitu.

Kaya misalkan hari Senin ada matematika dan bahasa Jepang, aku belajarnya matematika saja.

Besoknya, fisika dan sejarah, aku belajarnya fisika saja.

Kenapa?

Ya karena biar lebih fokus aja kali ya.

Dulu aku pernah dengar kata guru lesku yang sebenarnya aku cuman ikut dari kelas orang lain yang kuikuti, bahwa fokuslah di pelajaran MIPA karena kuliah itu yang dipakai, sisanya yakni masa lalu.

Hm, ku pikir dengan sumber daya yang kupunya itu paling masuk akal sih.

Lagi pula, nanti kan ujung-ujungnya yang nilainya jelek juga akhirnya jadi nilai paling standar di KKM.

Tentu, SMA-ku bukanlah SMA yang bagus banget di Jakarta, sehingga untuk bisa masuk kampus yang sementereng UI atau ITB belum tentu ada yang masuk dalam angkatannya.

Walaupun ada, pasti lah mungkin bisa dihitung jari, dan bahkan mungkin juga kadang tidak ada untuk masuk di kampus seperti ITB.

Jujur saja aku ingin sekali masuk ITB.

Tapi pada saat aku kelas tiga SMA, di sekolahku itu yang masuk ITB itu ada satu orang yakni jurusan FTTM, tapi infonya dia udah keluar karena tidak kuat.

Kemudian, ada lagi yang masuk teknik elektro UI untuk pertama kalinya jalur undangan.

Rasanya memang rezekiku untuk angkatanku, jika aku bisa masuk teknik elektro UI seperti kakak kelasku melalui jalur undangan karena sudah ada pendahulunya.

Menurutku, andaikan aku tidak lewat jalur undangan ini rasanya aku tidak akan mampu menghadapi perang terbuka melalui ujian seleksi masuk nasional.

Kenapa?

Pelajaran di sekolahku itu didesain untuk menghadapi soal ujian nasional bukan ujian masuk perguruan tinggi yang tingkatannya jauh lebih sulit.

Selain itu, aku juga tidak ikut les dimana di les kan memang disiapkan untuk menghadapi soal masuk perguruan tinggi.

Alhasil, berbeda dengan teman-temanku yang mengisi form undangan dengan tiga jurusan dan tiga universitas dalam tiga kolom yang diberikan dalam form pengajuan.

Aku hanyalah memilih teknik elektro UI saja dalam form tersebut.

Singkat cerita, aku lolos masuk jalur undangan teknik elektro UI.

Sedangkan mayoritas temanku tidak lolos dan mesti ikut ujian lain.

Ku pikir, itu salah satu momen aku bahagia dalam hidupku.

Dan dalam perjalanan bahwa aku banyak berubah di UI, kampus ini memberikan penghidupan dan kehidupan untukku sendiri.

Hingga gelar insinyur pun aku bisa raih dengan predikat lulusan terbaik.

Rasanya impian menjadi nyata.

Bukan hanya gelar, tapi lebih jauh, aku siap dengan kehidupan ini dan bahkan aku hidup dalam kehidupan ini.

Di UI banyak hal terjadi, dan mungkin aku berniat untuk mengubah dunia ini karena banyaklah ilmu yang diberikan oleh UI ini.

Mengubah Dunia

Tapi, saat aku mengubah dunia ini, itu atas dasar pikiranku sendiri dan tidak ada yang mengengkangku.

Aku hanyalah produk dari apa yang aku baca dan apa yang kulalui hingga membawaku ke tujuan ini.

Bagaimana cara aku mengubah dunia ini ?

Tentu dari awal aku hidup aku tak pernah berniat berpikir dan bergerak sejauh itu.

Tapi rasanya setelah ribuan buku yang kubaca, ketakutan yang kulalui, dan impian yang membawaku ke tujuan ini, aku melahirkan ideologi RA.

Ideologi yang kepanjangan dari Radhiallahu Anhu yang artinya dalam bahasa Indonesia yakni semoga Allah meridhoi.

Tapi ideologi yang kutulis ini barulah permulaan, dan dia akan terus tumbuh dengan sendirinya.

Lagi pula, walaupun aku melakukan tindakan saat ini, tidaklah ada perubahan yang signifikan terjadi.

Hal ini terjadi karena belumlah banyak pengikut RA itu sendiri.

Sehingga, tak mungkin aku mengubah dunia tanpa buku.

Aku menulis RA agar orang-orang bisa membaca dan mewujudkan tentang ideologi ini.

Sama seperti perjuangan para nabi dahulu bahwa untuk awal-awal perjuangan masihlah sembunyi-sembunyi.

Kemudian hingga waktu yang lebih siap, maka akan dipublikasikan secara massal.

Tapi dalam sejarah, banyak orang yang menulis konsep tentang apa yang diimpikan hingga akhir hidupnya tapi tak terjadi.

Dan barulah kejadian jauh sejak kematiannya hingga ratusan tahun kemudian.

Sedangkan aku, tidak tahu akan hal itu.

Itu di luar kendaliku.

Yang hanya aku lakukan yakni aku menjalankan momen hidupku saja saat ini.

Kembali ke acara WED, rasanya aku melihat untuk bisa ikut acara ini saja kalau umum senilai 3 juta rupiah, untuk anggota PII yakni 2 juta rupiah.

Rasanya aku ingin ikut tapi dengan melihat biaya registrasi saja sudah tak ku ingin lanjutkan.

Sebelumnya aku tahu acara ini dari podcastnya Pak Ilham Habibie dan Bagus Muljadi yang berjudul cara berpikir seorang insinyur.

Aku mendengarnya podcast itu sebagai salah satu referensi bukuku dalam penulisan buku MIMIK yakni menjadi insinyur masa Indonesia kini yang memang sedang ku buat.

Dan di podcast tersebut informasi dari pak Ilham Habibie yakni di tahun 2026 ini Indonesia pertama kalinya akan menjadi tuan rumah dalam acara World Engineering Day.

Iya, artinya banyak perwakilan dari seluruh dunia yang hadir di Indonesia.

Terlebih di Jakarta, sehingga aku tak perlu keluar biaya untuk perjalanan ataupun untuk penginapan.

Namun, biaya mahal yang dikenakan untuk para insinyur yang hadir juga tidak membuatku melanjutkan registrasi.

Hingga H-3 acara dimulai aku mendapat informasi bahwa untuk pendaftaran secara kolektif bisa seharga 500 ribu per orang.

Tentu, aku pun langsung daftar dan menginformasikan ke para alumni insinyur di FTUI.

Dan ya akhirnya aku pun hadir di acara World Engineering Day ini.

Terlebih juga aku ingin finalisasi untuk isi bukuku yakni MIMIK untuk penambahan materi dan insinyur Indonesia di tingkat global.

Dan ya, bertemu Pak Ilham Habibie lagi dan aku bermaksud menyuarakan agar beliau berkenan untuk menulis kata sambutan untuk buku MIMIK ini.

Kenapa?

Ya karena temanya lurus yakni tentang keinsinyuran.

Di hari Rabu pun aku mengajukan cuti di kantor.

Kenapa?

Biar lebih fokus saja dan rasanya kan hari-hari seperti ini jarang terjadi.

Aku berangkat dari rumah menggunakan LRT, lalu melanjutkan perjalanan dengan Grab motor.

Oh iya belakangan aku lebih suka naik LRT, alasannya sederhana karena musim hujan, macet, dan kebetulan arah tujuan yang kutuju itu ada di dekat LRT yang mana dekat rumahku.

Ku pikir aku nyaman dengan transportasi ini.

Rabu, 04 Maret 2026

Sesampainya di sana, aku melihat banyak peserta internasional, termasuk delegasi dari berbagai negara Afrika.

Sangat jelas bahwa ini event memang level dunia, ditambah semuanya bahasa Inggris.

Aku datang pas acara mau mulai.

Dimulai dengan kata sambutan dari ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yakni Pak Ilham Habibie, dan dari ketua Insinyur dunia dan dilanjutkan dengan opening dari Pak Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian

Aku pun juga baru tahu ada organisasi persatuan insinyur dunia di momen itu.

Oh iya, setahuku juga Pak Airlangga Hartarto dulu pernah jadi ketua PII juga.

Di hari ini banyak juga yang hadir dimana ada Pak Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa dianggap AHY, kemudian juga banyak deh pejabat terkait baik Indonesia ataupun dunia.

Awalnya aku ingin nulis lebih detail terkait materi WED ini di sini.

Cuman rasanya agak kurang hidup aja kali ya nulis teknis di sini.

Kalau mau lebih detail sih bisa baca bukuku yakni MIMIK juga :).

Di bulan ini mestinya ku kirimkan ke penerbit tapi kan kupublikasikan masih lama.

Kenapa?

Ya karena minta kata sambutan dari Pak bos-bos itu yang lumayan lama kan :).

Yang pasti di tahun ini sih, mungkin di Q2 ataupun paling lama di Q3 tahun ini untuk ku publikasikan.

Acara pun juga ada coffee break & lunch.

Cuma kan aku kan puasa ya jadi ya main HP aja.

Main HP itu kalau aku gabut sih wkwk, sama nulis enak juga di HP seperti nulis tulisan ini.

Kemudian acara itu lanjut sampai jam 5 sore deh.

Soalnya aku pulang jam lima-an dan sampai di rumah benar-benar pas magrib sih.

Soalnya kan naik LRT jadi tidak macet.

Oh iya aku dapat makanan juga dari acara WED, dan menurutku termasuk mewah.

Untuk biaya yang 500 ribu ku daftar sih ini menang banyak ya hehe.

Kan masih ada esok juga.

Nah isinya sih kalau WED hari ini itu lebih seperti Artificial intelligence (AI) dimana insinyur sekarang harus adaptasi.

Sama penting untuk meningkatkan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan, baik organisasi insinyur, akademisi, pemerintah, dan masyarakat juga.

Ya seperti itulah hari ini, dan lanjut esok.

Kamis, 05 Maret 2026

Hari ini aku tidak cuti, tapi aku kerja dari acara WED ini sehingga buka laptop.

Acara hari ini lebih banyak diisi oleh para profesional di insinyur dunia.

Berbeda dengan kemarin yang banyak diisi para pejabat politik, kalau hari ini lebih banyak para profesional.

Oh iya, di hari ini aku pun juga menyampaikan niatku untuk meminta Pak Ilham Habibie untuk memberikan kata sambutan untuk buku MIMIK-ku nanti.

Kenapa baru hari ini?

Kemarin beliau sibuk sekali sehingga aku tak berniat untuk mengganggu beliau dan ditambah kalau berbincang paling tidak sampai satu menit.

Terlebih aku bermazhab kalau emang takdirnya ya udah.

Hari ini aku bisa berbincang lebih lama dan dari sisi dia sih oke aja cuman mau direview dulu tulisannya dan dikirimkan ke email.

Aku pun bertukar kartu nama dengan beliau.

Ya semoga saja ya:).

Acara hari ini pun juga sama konsepnya dengan kemarin.

Ini lebih ke arah praktikal dimana engineering sangat membantu di zaman sekarang dan bahkan bisa memodifikasi cuaca gitu loh.

Dan peran insinyur itu sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa.

Nah itu dulu kali ya dimana aku ikut WED tahun ini.

Infonya sih WED tiap tahun ya di negara yang berbeda, saat ini kebetulan baru pertama kali di Indonesia dan di Jakarta.

Aku sih bersyukur ya bisa hadir di acara ini.

Berbincang dengan ketua Insinyur dunia, para profesional dari negara lain, btw negara Afrika, terutama dari Zambia kemarin banyak yang hadir sih, tidak tahu kenapa tapi kenyataannya begitu:), dan bisa melihat ke dunia keinsinyuran yang lebih luas.

Awalnya aku mau nulis lebih detail sih tentang materi WED sebenarnya di tulisan ini cuman kayaknya kurang hidup aja hehe.

Sehingga untuk yang tertarik dan penasaran bisa baca bukuku nanti yang berjudul MIMIK ya

Oh iya ini foto-fotonya.

Kartu registrasi acara
Foto sebagian para delegasi WED 2026
Foto dengan Pak Ilham Habibie setelah diskusi terkait bukuku yakni buku MIMIK
Bersama Pak Er.Dr.Seng Chuan Tan, WFEO (The World Federation of Engineering Organizations (WFEO) selaku President of WFEO yang sekarang menjabat
Acara dadakan tapi lumayan keren lah gue 🙂
Gue udah berusaha melek mata, cuman puasa bikin ngantuk cuy wkwk

Terima kasih WED 2026
Dari salah satu Insinyur
Rio

WNI (WARRIOR NATION INDONESIA)

Rasanya, sudah lama sekali aku tidak menulis di website ini.

Hm, kenapa ya ?

Mungkin karena banyak faktor.

Entah banyak hal yang terjadi di kehidupan nyata yang menguras banyak pikiran tenaga dan waktu.

Sama mungkin karena belakangan ini aku menulisnya untuk bukuku, sehingga rasanya capek saja untuk menulis lagi di website.

Sama pas puasa aja, seperti kalau malam itu kurang keburu aja buat nulis dan rasanya sudah capek aja sama kan lagi puasa kurang ngopi aja hehe.

Tapi, ku pikir kemarin tuh aku withdraw coffee itu sudah tepat sih.

Dimana aku kalau enggak withdraw kemungkinan batal puasanya tinggi banget.

Kenapa ?

Karena lemas aja kan ga ada asupan kafein.

Kalau sekarang karena sudah ga adiksi ya biasa aja.

Bahkan, mungkin sudah lebih dari 5 hari dari 10 hari ini aku ga sahur, tapi lancar aja sih, alhamdulillah.

Sekarang sih ngopi dalam durasi yang dikit dan ga tiap hari juga.

Rasanya enak aja gitu, merdeka kalau kita bebas dari sebuah adiksi ini.

Hm, mau bahas apa ya ?

Banyak sih.

Mungkin yang paling di ingat dulu aja lah ya tentang seorang warga negara Indonesia di Inggris yang merupakan penerima LPDP yang viral karena bangga anaknya menjadi warga negara Inggris dan katanya cukup dia aja yang jadi warga negara Indonesia.

Pas aku pertama liat video itu, jelas sekali bahwa video itu memalukan sekali.

Aku benci itu.

Aku benci pada para pengkhianat negara ini.

Ternyata lebih lagi bahwa dia merupakan penerima beasiswa LPDP.

Beasiswa LPDP itu adalah beasiswa yang diberikan negara kepada para warga Indonesia yang berasal dari uang rakyat.

Jadi, setiap penerima uang beasiswa ini adalah orang yang diberi makan dari uang umat.

Dan ternyata suaminya juga sama penerima LPDP dan dia telah melanggar perjanjian LPDP karena tidak mengikuti masa pulang ke Indonesia dulu sesuai perjanjian.

Sebuah keluarga yang memalukan.

Jijik.

Itu kata yang paling tepat untuk itu.

Seseorang yang diberi makan oleh negara nya tapi dia malah mengkhianati negara nya sendiri.

Bahkan anaknya saja dia usahakan menjadi menjadi warga negara asing yakni Inggris.

Bagiku, tak sudi aku menjabat tangan dengan para pengkhianat itu.

Jujur saja, bagiku, walaupun negara ini masih banyak sekali masalah, aku akan tetap pada negeri ini.

Dalam hidupku, hanya satu warga negara yang akan ku pegang yakni negara dimana aku dilahirkan, dimana aku diberikan makan dan minum dari tanah tersebut, dan dimana negara yang aku cintai.

Itu hanya Indonesia, dan aku ingin mati sebagai warga negara Indonesia.

Terserah orang mau berkata apa, tapi bagiku jelas bahwa aku selalu mengatakan bahwa aku bangga menjadi seorang warga negara Indonesia.

Rasanya, banyak isu yang beredar bahwa sial sekali kita hidup di negara ini.

Aku jijik pada mereka.

Lagi pula, bagiku Indonesia adalah pecahan surga yang turun di bumi.

Makanannya, wilayahnya yang penuh dengan disinari matahari, orang-orangnya, nilai-nilai budayanya dan semuanya.

Oh iya, aku juga ga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh sastrawan yakni Mochtar Lubis yang mengatakan bahwa ciri orang Indonesia dalam pidato nya yakni munafik, enggan bertanggung jawab, feodal, percaya artistik, dan berwatak lemah.

Jelas sekali, aku tak akan buta bahwa memang sebagian orang Indonesia masih banyak percaya akan itu, tapi itu bukan pula menggambarkan watak orang Indonesia.

Mungkin pada saat itu, Mochtar Lubis sangat kesal dengan orang Indonesia.

Aku lebih sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer  yang menggambarkan orang Indonesia sebagai individu yang merdeka, berani, berilmu, dan beradab, serta memiliki patriotisme tinggi.

Atas dasar itulah, aku akan membuat sebuah buku yang mungkin akan lahir di akhir tahun ini ataupun tahun depan yang berjudul WARRIOR JILID 3 : WNI (WARRIOR NATION INDONESIA) yang artinya adalah Indonesia adlaah negara pejuang.

Di buku ini aku akan menceritakan tentang asal muasal negara Indonesia, dan para manusia nya yang telah berjuang hingga hari ini.

Cerita seperti Jenderal Soedirman, I Gusti Ngurah Rai dan masih banyak lagi akan ku tuangkan dalam buku ini.

Sehingga, bahwa bangsa ini akan kembali sadar bahwa kita bangga untuk menjadi seorang WNI (WARRIOR NATION INDONESIA).

Dan hingga dunia tahu bahwa bangsa indonesia adalah bangsa para pejuang dilahirkan dan dilahirkan sebagai diperjuangkan.

Kita berbeda dengan negara lain, kita adalah bangsa yang merdeka dengan jalan kita sendiri, politik bebas aktif dan dan bangsa yang menentukan nasibnya sendiri.

Melalui buku WNI (WARRIOR NATION INDONESIA) ini, aku tegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang.

Karena nya, kita selalu bangga menjadi WNI (WARRIOR NATION INDONESIA) .

Jakarta, 01 Maret 2026 Pukul 10.00 WIB

Saat Warrior Mendapatkan Medali Duatlon Pertamanya :)

Dalam hidupku, rasanya waktu cuti ku biasanya dilakukan hanya untuk kepentingan yang jauh lebih besar.

Ya, itulah menurut ku.

Hm, baiklah.

Mulai dari mana ya.

Mungkin ku mulai dari hari ini.

Hari Jumat, 13 Februari 2026

Jumat, 13 Februari 2026

Pagi ini rasanya adalah hari cuti ku.

Iya, aku cuti satu hari.

Di pagi hari pun, aku mulai dengan mengganti foto profil WhatsApp ku dengan tulisan cuti.

Hal ini agar tak diganggu oleh rekan kerjaku ataupun orang yang tak ada janji denganku.

Walau entah sejak kapan budaya ini muncul, aku hanya mengikuti saja.

Tapi, pasti ada juga chat yang masuk ataupun email yang masuk.

Tapi biarlah.

Pagi ini tentu nya aku mulai dengan melihat HP dan kemudian membuka laptop.

Ya balas chat, cek email, dan sebagainya.

Kemudian, jam setengah 8 pagi aku pergi ke tempat makan cepat saji karena ada janji meeting dengan mitra kerja ku di jam setengah 10.

Sesampainya di tempat makan, aku mulai mengerjakan to do list ku di depan laptop.

Dan ya, kemudian mitra kerja ku datang dan kita pun diskusi.

Walau aku cuti, terkadang aku ga merasa harus kaku bagaimana.

Toh ini juga ketemuan nya di dekat rumah ku.

Kita pun selesai di jam setengah dua belas dan aku pulang kerumah dan melanjutkan sholat Jum’at.

Setelah sholat Jum’at aku pun pergi ke FTUI dikarenakan ada sumpah profesi insinyur bagi lulusan baru.

Aku selaku Ketua Ikatan Alumni Program Profesi Insinyur pun selalu turut diundang, dan aku selama ini hadir.

Iya, hadir untuk memberikan selamat, kemudian juga biasanya ini ajang silahturahmi dengan para pendidik di FTUI, PII Pusat, PII Jabar dan juga para pengurus ILUNI.

Acara dimulai dengan lagu Indonesia Raya, Hymna UI, Hymna PII, dan laporan wisudawan.

Setelah nya kita pun foto bersama.

Foto bersama antara perwakilan pengurus ILUNI PPI FTUI dengan ketua program studi yang baru yakni Pak Sahlan di sebelah kiriku sebagai ketua departemen DIK FTUI dan Pak Rossy di sebelah kanan ku sebagai ketua prodi PPI FTUI.
Ini foto tahun lalu sih, kalo yang kemarin belum dikirim sama sekretaris departemen PPI FTUI. Ya mirip-miriplah 🙂

Dan aku dan para ILUNI pun lanjut meeting terkait program di tahun ini yang akan kami adakan.

Semua agenda selesai di jam tiga sore dan aku pun pulang dan sampai di jam 4 sore lalu istirahat dan makan.

Kemudian, aku ke tempat bengkel sepeda untuk memompa ban sepeda ku yang akan ku gunakan untuk Duatlon di hari Minggu.

Setelahnya aku mempersiapkan untuk persiapan Aquatlon untuk esok hari.

Jujur saja, aku degdegan.

Dan setelah isya aku pun tidur.

Ya Allah, semoga aku bisa besok dan selamat.

Amin.

Sabtu, 14 Februari 2026

Mataku mulai terbangun mendengar alarm HP ku yang berdering secara berjilid.

Kulihat jam di handphone menunjukan pukul dua pagi.

Tapi, mataku masihlah ngantuk.

Ku matikan alarm HP tadi dan ternyata aku tertidur lagi.

Rasanya ngantuk sekali hari ini, mungkin karena banyak sekali mimpi tadi malam.

Aku mulai membuka mataku lagi dan ku lihat jam menunjukan di jam tiga pagi.

Aku mulai bimbang.

Apakah aku akan ikut Aquatlon hari ini atau tidak.

Tentu jarak antara rumah ku dengan Ancol itu sejam lebih.

Jika aku berangkat sekarang masih kekejar.

Tapi bukan itu yang membuat aku ragu.

Jujur saja, dari ketiga cabang Triathlon, renang adalah salah satu kelemahan ku jika dibandingkan dengan lari dan sepeda.

Bukan karena aku takut, tapi pengalaman yang berbicara setidaknya hingga hari ini.

Aku bisa renang itu sekitar 10 tahun lalu.

Berbeda dengan lari dan sepeda yang sudah bisa ku lakukan sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Tapi, aku jujur saja belum pernah open water dengan jarak 1 km tanpa henti.

Aku memang baru saja membeli buoy, tapi entah kenapa hati ini ragu.

Mengingat latihan ku juga tidak ada.

Aku bimbang.

Apakah aku akan pergi atau engga.

Tapi, jikalau bimbang dan kau melakukan sesuatu itu justru akan merugikan mu.

Ku bulatkan tekad untuk kegiatan Aquatlon ini tidak aku ikutin hari ini.

Kenapa ?

Entahlah, ku pikir itulah keputusan ku saat ini.

Tapi aku janji, aku akan belajar renang lagi di open water.

Semoga dengan semakin banyak jam terbang maka aku semakin percaya diri.

Pagi pun tiba, aku pun sarapan dan rasanya ada sedikit penyesalan.

Ah, mungkin ini rasa saat para pembalap motor tidak bisa ikut bertanding, ataupun saat pemain bulu tangkis cedera tapi tetap ingin bertanding.

Semakin kesini makin merasa aneh saja perasaan ku.

Tapi aku masih ada Duatlon.

Iya lari, sepeda, terus lari lagi.

Besok sih total nya lari sejauh 7,5 km dan sepeda dengan jarak 20 km dengan cut off time yakni 2,5 jam termasuk transisi.

Tentu, jika berhasil maka ini adalah medali Duatlon pertama ku dalam hidup.

Hidup ya.

Tak ku sangka bahwa aku masih hidup sejauh ini.

Kusiapkan persiapan untuk esok dan kebetulan aku udah booking tempat penginapan yang jaraknya tak begitu jauh dengan Ancol.

Kemudian, aku berkemas menuju Ancol dengan sepeda ku di sore hari nya.

Iya, jarak yang ditempuh yakni sekitar 22 km.

Ini juga sebagai buat latihan ku persiapan Duatlon besok.

Maklum, belum latihan.

Walau keadaaan jalanan kota Jakarta macet, tapi kok rasanya aku nyaman ya.

Dengan jarak sejauh itu, bahkan aku hanya menghabiskan satu botol minuman energi saja.

Perjalanan menuju ke penginapan dekat Ancol naik sepeda. Walau cape, yang penting heppy 🙂

Maka, aku semakin yakin untuk esok.

Aku tak ingin menyesali nya.

Menyesali kehidupan yang singkat ini.

Disepanjang perjalanan, aku mulai berpikir tentang sesuatu yang jauh tapi bukanlah sesuatu yang tak mungkin untuk dicapai bagi ku yang bukan atlet ini.

Iya, aku ingin ikut Ironman, dan Bentang Jawa.

Jikalau suatu hari nanti itu akan tercapai, pastilah ada kontribusi dari tulisan ini.

Mimpiku terus bertumbuh.

Ah, mungkin memang seperti itulah hidup.

Lagi pula yang membuat hidup menarik adalah transformasi dari sang karakter.

Bukankan kita suka menonton idol atau pun anime kesukaan kita karena melihat mereka dari yang tidak bisa apa-apa menjadi bisa banyak hal ?

Oh iya, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.

Aku pikir aku akan tidur dan bersiap untuk peperangan esok.

Semoga aku bisa ya Allah.

Bismilah !

Minggu, 15 Februari 2026

Mataku mulai terbuka seiring dengan bunyi alarm di HP ku.

Ku lihat jam masih menunjukkan jam setengah dua pagi.

Kemudian, ku matikan alarm HP ku.

Tapi aku tahu, bahwa aku akan mematikan alarm HP pertama ku.

Sehingga ku pasang alarm berjilid-jilid.

Mataku mulai terbangun lagi dan jam menunjukan jam setengah tiga pagi.

Ku kumpulkan nyawaku dan mulai ku bangunkan badan ini.

Satu hal yang pasti, aku tak ingin melewatkan medali Duatlon pertama ku secara resmi dalam sebuah race kali ini.

Ku menuju kamar mandi, kubasahi muka dan ku mandi lalu merapikan semua perlengkapan kebutuhan race.

Jarak antara race dengan penginapan ku yakni hanya sekitar 10 menit saja.

Setelah semuanya siap, aku lihat jam masih menunjukan jam setengah empat pagi.

Ku mulai kerahkan sepeda ku menuju tempat pertarungan itu.

Sebelumnya, aku sudah makan roti, vitamin, dan tentu minum air putih yang banyak.

Perjalanannya menuju Ancol itu sangat gelap, tapi tak sepi juga.

Disekitaran jalan, banyak warung yang berjualan.

Beberapa pedagang ku lihat sambil tidur menjaga nya.

Tentu, mereka sedang mencari rezeki.

Pemandangan seperti ini mungkin akan jarang ku lihat jika tidak menggunakan sepeda.

Iya, mungkin kita belum melihat secara mendalam saja terkait kondisi lingkungan kita ini.

Ngomong-ngomong masalah transportasi umum, ku pikir tahun ini aku akan menggunakan transportasi umum paling banyak dalam tahun hidup ku.

Setidaknya hingga saat ini aku hidup.

Kenapa ?

Jika kau tertarik, kau bisa baca postingan ku sebelumnya, sudah ku jelaskan:).

Aku sampai di Ancol di pintu carnaval.

Iya, aku sampai di jam empat pagi lewat.

Pastinya sudah banyak yang sudah antri di pintu masuk.

Aku mulai masuk Ancol dan mengarah ke tempat race.

Ku masukkan sepeda ku di tempat transisi.

Taruh sepeda dulu, eh belakang nya JIS, cakep bener 🙂

Kemudian ternyata, tidak ada tempat menaruh tas.

Hm, untungnya saja aku bawa vest, sehingga untuk handphone dan dompet ku juga bisa ku masukkan ke dalam vest ini.

Selain itu, vest ini sangat berguna karena saking banyaknya kantong.

Sehingga, bisa ku isi dengan makanan, minuman, energi gel dan semacamnya.

Kemudian, aku ke tempat race & meminum kopi good day yang telah ku beli di pinggiran jalan tadi.

Ngopi dulu ga sih 🙂

Sambil melihat laut Jakarta, ku yakin bahwa ini adalah peristiwa bersejarah dimana aku akan mendapatkan medali Duatlon pertama ku.

Jam menunjukan jam shubuh, sehingga aku dirikan sholat dulu dan kemudian bersiap.

Oh iya, ada teman ku yang ikut Triathlon juga.

Cuman karena aku ikut nya Duatlon jadi racenya berbeda walau di lokasi sekitar Jimbaran resto dimana tempat adanya event ini.

Jika dilihat rundown, maka waktu dimulai di jam 05.25 WIB.

Namun, karena cuaca masih hujan dan angin kenceng akhirnya kami pun standby hingga waktu yang tak ditentukan.

Di momentum inilah, para pelari berbincang dan berbicara terkait sudah berapa lama ikut race beginian, asalnya, dan segala hal yang bisa diobrolkan.

Jikalau ada orang yang bilang, ” Saya baru pertama ikut race beginian “.

Jikalau tanya padaku, kemungkinan orang itu bohong besar sekali wkwk.

Ya namanya juga humble, biasanya kalo yang pertama itu deg-degan ga sih, tapi ini kaya udah pada siap saja.

Hujan pun mulai mereda dan race dimulai di jam 05.55 WIB.

Dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian ada kata sambutan dari panitia dan langsung race dimulai.

Tuhan, doakan aku.

Iya, dimulai dengan 5 km pertama.

Ini tuh 2 loop di area ancol dimana satu loop itu 2,5 km sehingga pelari harus melalui 2 loop dan setiap loop alan mendapatkan gelang.

Aku mulai dengan pace-ku, jujur aku ga tahu pace-ku berapa, mungkin di sekitar 7 ke 8.

Cuman stabil saja.

Perlahan tapi pasti aku berada di tengah- tengah para peserta.

Aku tak ingin melihat para pelari yang begitu cepat itu.

Aku ingin di pace-ku saja.

Benar saja, bahwa aku lari sejauh 5 km tanpa jalan.

Diambil dari Foto yu, maaf ya foto yu, belum ada budget wkwk, nah kalo murah baru ada 🙂

Sehingga, tahap pertama lancar.

Ku masuk ke area transisi.

Di area transisi ini para pelari dikasih satu kotak yang bebas berisi barang apa saja.

Aku isi dengan minuman, gel energi dan semacamnya.

Aku minum dulu, dan minum gel energi dulu.

Ku keluarkan sepeda dan ku mulai dengan keyakinan penuh.

Sepeda yang ku gunakan yakni sepeda fixie dimana rem nya itu pakai kaki ditahan di pedal nya.

Berbeda dengan sepeda Triathlon.

Sehingga, di tengah jalan pastinya ku dilewatkan oleh banyak para sepeda lainnya.

Tapi, tak masalah, ku terus maju dan ya, loop demi loop ku lewatin dengan baik.

Ini 4x loop dimana setiap loop nya itu sejauh dengan jarak 5 km.

Ku terus gowes, bahkan kaki ku pun tak menyentuh tanah.

Gowes terusss, pantang menyerah !

Berbeda dengan perjalanan dari rumahku menuju Ancol yang macet sekali.

Ini tuh enak sekali jalanan nya, elevasinya juga datar, beberapa kali aku minum desenggak  energi gel yang ada di kantong ku.

Hingga loop terakhir, aku gowes terus dan maju terus.

Ini itu ga dikasih gelang dalam setiap loop nya.

Sehingga, peserta mesti menghitung sendiri.

Selesai loop ke empat, ku memasukkan ke area transisi tadi.

Aku minum air putih yang banyak sekali di area transisi tadi.

Setelah nya yakni lari dengan jarak 2.5 km.

Iya, satu loop.

Kaki ku mulai cape.

Berbeda dengan saat lari pertama yang aku berlari tanpa henti.

Ini tuh lari sama ada jalan nya.

Tapi aku yakin bahwa aku akan mencapai garis finish.

Saat mendekati garis finish. Yeay !

Setelah mendekati garis finish aku melihat waktu digaris finish.

Total ku yakni dengan lari 5 km, sepeda 20 km, lari 2.5 km termasuk transisi sekitar 100 menit.

Padahal cut off time saja yakni 150 menit.

Masih sangat jauh.

Ku pikir ini awal yang baik untuk medali Duatlon pertama ku.

Kalo cape, ga berasa banget sih.

Ya habis finish langsung makan pisang dan minum yang banyak.

Sempat berpikir, mungkin kemarin jika aku ikut Aquatlon akan pasti dapat juga.

Tapi mungkin efeknya hari ini aku akan cape untuk ikut Duatlon.

Tapi kemarin aku ragu.

Jika kita melakukan sesuatu yang ragu, itu hanya akan merugikan diri kita saja.

Tapi, satu hal yang pasti.

Kepercayaan diri juga berlandaskan dari pengalaman.

Aku butuh banyak kegagalan, banyak jam terbang, banyak pengalaman.

Ini untuk membuatku untuk terus maju.

Keberhasilan mendapatkan medali Duatlon juga membuat ku semakin percaya diri untuk ikut triathlon dalam kompetisi race.

Oh iya, bagi yang tertarik ohlaraga Triathlon ini.

Menurutku ini termasuk ohlaraga yang mahal.

Harus ada sepatu, sepeda, kacamata renang dan atribut lainnya.

Belum lagi harga event yang termasuk mahal.

Belum penginapan dan lainnya.

Walau aku masuk ke dalam paket hemat sih 🙂

Maklum banyak kebutuhan bro :).

Sesampai nya di finish aku mendapat kan medali Duatlon pertama ku secara resmi.

Alhamdulillah ya Allah.

Sejujurnya dalam hidupku aku ga pernah bisa bayangkan punya medali ini.

Dulu sampe 5 tahun lalu saja aku ga tahu apa ituDuatlon, Triathlon dan semacamnya.

Bahkan, pernah dengar aja engga wkwk.

Pastinya dengan medali ini, aku foto dulu dong :).

Setelah berfoto ria, aku kembali ke penginapan dan pastinya rebahan.

Foto dulu di dekat garis finish, mumpung lagi sepi 🙂
Wew, sah medali duatlon nya 🙂

Wow medali pertama Duatlon ya, sulit dipercaya hehe.

Oh ini toh, medalinya hehe

Aku beres – beres dan checkout dari penginapan.

Setelahnya menuju ke rumah.

Sesampainya di rumah, aku ingin merayakan kemenangan ini dengan makan enak.

Di pikiran ku yakni makan ayam penyet langgananku yang sudah 10 tahun lebih aku langganan.

Sejauh ini, ini adalah ayam penyet terenak dalam hidupku.

Ayamnya, sambelnya, beuh.

Lokasinya dekat dengan apartemen Margonda.

Sayang kurang terkenal karena kurang modal juga.

Makan dulu gan 🙂

Makan dulu dong 🙂

Setelahnya aku ingin cukur rambut di dekat rumahku.

Pastinya langganan juga.

Ya kalo udah nyaman ngapain ga sih cari yang lain #eaa.

Tapi kadang obrolan makin ga jelas kalo sama tukang cukur rambut ini.

Gue disuruh main games lah, nanti buat video lucu dan intinya dia ya yang mau jadi manajer nya.

Lah kocak ya.

Udah gue bilang ga mau masih aja ngajak wkwk.

Oh iya, cukur rambut ini juga dalam menyambu Ramadhan yang sekitar 3 hari lagi,

Ramadhan ya.

Jelas sekali bahwa fokusku juga sudah berubah.

Setelah hari ini, aku masuk ke mode hemat, dan tentu aku ingin banyak hal di bulan itu.

Banyak sekali.

Aku ingin puasa full, ingin tarawih bisa full, hatam alquran dan tentu selain membawa al-Quran dalam bentuk digital di HP ku, aku juga ingin membawa Al-Quran cetaknya.

Banyak sekali, banyak sekali impianku di bulan ini.

Bagiku, aku tak pernah bermimpi untuk hidup di esok hari.

Jikalau aku masih hidup, itu artinya perjuangan belumlah usai.

Aku bisa berencana, tapi aku berserah pada Nya.

Ngomong-ngomong tentang kedepan, tentu aku akan mempublikasikan buku WARRIOR JILID 2 : LAKI secara gratis di bulan Maret ini sebelum lebaran.

Dan saat ini, aku sedang membuat buku MIMIK ( Menjadi Insinyur Masa Indonesia Kini ).

Buku yang sudah lebih 2 tahun ku pikirkan, tapi tak pernah ku tulis.

Tahun ini akan kuselesaikan wahau engkau MIMIK.

Dan pastinya, juga banyak urusan penting yang ku selesaikan di bulan Ramadhan ini.

Hidup ya.

Apakah manusia akan rugi atau beruntung ?

Manusia sendiri itulah yang menentukan nya.

Aku pikir itu dulu ya, mau main HP dan bales chat yang memang sengaja gue ga bales dulu hehe.

Iya, biasalah ya, kalo urusan serius kan ga bisa asal bales aja.

Jika kau belum kenal aku, maka aku secara subjektif mengklaim diriku adalah WARRIOR, Sang pejuang,

Semoga sehat selalu ya, terima kasih sudah baca, dan salam Warrior !

Jakarta, 15 Februari 2026 Pukul 18.30 WIB

Berpesta

Aku suka dengan berpesta.

Rasanya, berpesta itu membuat hidup terasa hidup saja.

Tapi bagiku, berpesta bukan berarti tentang kemenangan, bukan.

Berpesta itu mungkin lebih ke arah merayakan ataupun mensyukuri tentang sesuatu yang terjadi.

Kegagalan pun juga mesti dipestakan.

Itu artinya kita bersyukur terhadap takdir yang telah terjadi.

Jikalau kita berpesta karena kemenangan, kenapa kita tidak berpesta pula karena kegagalan?

Hm, rasanya karena aku udah lama ga nulis lagi, aku tuh pengen nulis lagi deh.

Ya makanya nulis kan wkwk

Weekend Warrior

Rasanya, kalo buat A Day With Warrior or Weekend With Warrior itu lebih ke arah dokumentasi sih.

Tapi aku suka dengan itu, ini real ah, no fake-fake.

Oke, mungkin mulai dari hari ini aja kali ya.

Sabtu, 07 Februari 2026

Sebelumnya aku telah memasang jam wecker manual ku untuk bangun jam 4 pagi.

Selain itu, aku juga telah memasang alarm di HP ku yang mana bisa berjilid-jilid bunyi alarmnya.

Ya, aku mau ikut event road to tri sport series sih.

Iya, renang sejauh 500 meter dan lari sejauh 5 km.

Kalo untuk lari dengan jarak ini, aku sih siap selalu ya.

Namun, dengan renang itu yang aku kurang jago.

Maklum, dulu ga bisa renang, baru bisa itu pas SMA kelas 2 dan itu pun gaya katak.

Setelahnya, ga pernah belajar dan latihan lagi.

Aku pun mendirikan sholat malam dan sholat shubuh dirumah, setelah itu aku langsung ke Ancol.

Waktu perjalanan itu satu jam.

Jadi mungkin sebelum jam 6 aku sampai.

Acara nya sih infonya jam 05.45 pagi ya, tapi ya biasalah ya mungkin ngaret wkwk.

Aku sampai di Jimbaran resto di Ancol itu jam 6 kurang.

Jimbaran Resto Ancol

Aku liat sudah ramai walau belum mulai.

Mungkin ada sekitar 50an orang yang terdiri dari anak-anak, dewasa dan usia master alias 40 tahun ke atas.

Tentu, aku melihat sesuatu yang luar biasa.

Banyak anak-anak yang dianter orang tua nya untuk ikut kegiatan ini.

Triathlon ya, luar biasa.

Jika dipikir-pikir dengan kehidupan ku, hal ini tak pernah terjadi di keluarga ku.

Iya, aku belajar semuanya mungkin sendiri, kemudian dari buku, dan selanjutnya dari para guruku.

Pastinya, kondisi tiap keluarga yang berbeda beda.

Namun, dengan melihat anak kecil yang begitu banyak yang diantar oleh orang tua nya, itu sesuatu yang luar biasa bagiku.

Entah ingin jadi atlet atau hanya sekedar ikut ohlaraga biasa saja, aku tak tahu, aku tak berbicara dengan mereka, aku hanya mengamati saja.

Mungkin banyak dari mereka yang menurunkan mimpi nya pada anak-anak nya.

Setidaknya, kalimat itu aku banyak mendengar dari teman-temanku.

Tentang itu, aku tak ingin berkomentar di tulisan ini.

Tentu, aku datang pun langsung registrasi dan siap-siap.

Lima menit setelah aku registrasi & langsung pemanasan dan bersiap untuk berenang.

Iya, berenang di open water, tentu aku sudah bawa kacamata renang, kemudian penutup kepala.

Iya, aku pikir itu aja yang ku punya saat ini.

Sejujurnya, aku mulai ragu apakah aku mau ikut event ini di pekan depan atau tidak.

Memang sih aku dapat harga diskon sangat murah tapi tetap saja An event is still an event.

Terlebih ini, open water dan jarak nya 1 KM buat event nya.

Tapi ku pikir aku renang dahulu saja.

Renang dimulai dengan kategori open dimana usia lebih dari 17 tahun keatas berenang terlebih dahulu, kemudian nanti dilanjutkan dengan usia dibawah 17 tahun.

Untuk yang kategori open itu lebih jauh saja dimana ada 2 check point.

Kalo yang usia yang dibawah 17 tahun cuman satu check point.

Aku pun memasuki pantai dan mulai berenang.

Benar saja, aku ga pernah latihan lagi dan ya gampang cape.

Udah ga ada buoy lagi.

Buoy itu kaya pelampung buat berenang terutama di perairan terbuka.

Aku belum punya dan ternyata di pantai info nya buoy boleh dipakai untuk beginner.

Aku pun berenang, meminum air laut yang begitu asin dan mengambang untuk istirahat sejenak.

Ini berulang kali terjadi hingga selesai dan memasuki garis pantai.

Aku pikir aku belum ada 500 meter karena ya begitulah belok ga karuan renang nya wkwk.

Aku pun juga ga pakai jam.

Iya, aku ga pakai jam juga saat lari, alasan nya ya pengen menikmati saja momen nya.

Itu untuk saat ini sih, mungkin kedepan berubah ga tahu kan :).

Setelah renang ternyata ga langsung lari, alias bisa istirahat dulu sekitar 5 menit mungkin ya.

Pastinya aku pun minum air putih dan juga ada kopi yang kubawa di Tumblr ku.

Setelah nya dari panitia mengajak keliling dulu untuk informasi terkait race di pekan depan dimana area transisi nya dan semacamnya.

Setelah nya, kita pun lari.

Dipikiran ku ini bocil bocil lari nya kenceng bangett, sedih kali aku ya wkwk.

Tapi bagiku sebagai pelari yang hanya mencapai garis finish, jarak 5 km bukan lah sesuatu yang sulit.

Walau cape banget sih, asli.

Kadang ku juga berpikir, ngapain ya gue cape begini, tapi kalo engga ya gue juga bosen nanti hidup wkwk.

Tapi nanti juga kalo dah kelar, daftar event lain lagi.

Ya begitulah manusia hehe.

Setelah selesai, ada sharing terkait event pekan depan dari race director, Federasi Triathlon Jakarta, sama dari Garmin.

Sejujurnya gue tuh mau nyerah ey untuk ikut event nanti, cuma kadang gue berpikir di otak gue, gue itu warrior, seorang pejuang.

Malu juga sih kalo nyerah wkwk.

Ya itu dih dipikiran ya.

Terus penjelasan dari race director itu baik banget.

Yang penting pertama adalah safety.

Iya, jadi lebih tenang aja sih.

Setelah nya aku tuh pulang dan menuju ke arah Taman Mini Indonesia Indah.

Iya, aku mau ambil racepack di The Amboja dekat dengan TMII.

Ini buat acara lari Enervon C yang besok pagi diadakan.

Sejujurnya aku tuh awalnya ragu mau ikut atau engga.

Cuman karena murah sekali dan mendapatkan goodie bag yang banyak sekali jadi nya ku ikut.

Terlebih ini di Taman Mini yang dekat dengan rumah ku dan bisa berlari bersama teman -teman dari Taman Mini Running Club.

Yaudah deh, daftar.

Kembali dari Ancol, aku berangkat dari Ancol itu jam setengah sembilan lewat dan sampai di The Amboja itu jam 10 pagi.

Pas sih, karena baru mulai bisa diambil racepack di jam 10 pagi.

Ambil racepack dulu gan 🙂

Setelah mengambil, aku langsung pulang kerumah.

Sebelum pulang kerumah, beli rujak dulu.

Ini udah lebih dari 17 tahun aku langganan.

Dan orang nya juga masih sama.

Jangan salah, di dekat rumah ku itu langganan rata-rata diatas 10 tahun, banyak juga yang udah lebih 20 tahun aku langganan.

Ya mulai dari ku masih kecil.

Ga tahu kenapa ya, kalo di daerah pinggiran kaya Ciracas, usaha itu awet awet.

Kalo daerah kota kaya Sudirman, atau pun jalan Margonda, cepat banget itu ganti toko nya, belum setahun udah ganti toko kan.

Banyaklah faktornya pasti.

Dan saat mau pulang kerumah, hujan dikit.

Aku pun makan rujak yang cukup pedas itu.

Ya sensai makan pedas itu emang enak sih.

Walau aku udah ga kuat makan pedas banget.

Benar sekali, setelah makan, kurang dari sejam aku udah 5x bolak balik ke WC.

Setelah itu aku tanya chatgpt.

Dan dikasih saran untuk minum oralit ataupun beli obat diare.

Aku pun beli oralit & obat diare.

Aku minum oralit dulu, dan ya, belum lama langsung ke toilet lagi.

Setelah nya hingga malam sudah tidak sakit perut lagi.

Luar biasa ya obat nya.

Dan setelah Zuhur, asli cape banget dan akhirnya tidur siang.

Aku pun bangun dan langsung bersih-bersih rumah dan mandi.

Setelahnya, aku cari makan dulu dan ini makan nya, makan ketoprak wkwk.

Makan dulu gan hehe

Dan, aku melanjutkan buka laptop untuk berbagai hal, bales email, juga ada pekerjaan, ngerjain start up, nulis buku dan macam-macam deh.

Setelah nya, Maghrib pun tiba dan mulai Maghrib aku udah mencari tahu tentang apakah aku ikut event pekan depan ga ya.

Aku ikut event di hari Sabtu yakni Aquatlon & di hari Minggu yakni Duathlon.

Persiapan sih minim ya, tapi aku masih ada waktu buat persiapan.

Aku pelajarin guide book nya dari jamnya, lokasinya, dan detail nya.

Sejujurnya aku selama ini belum pernah ikut event Aquatlon ataupun duathlon apalagi Triathlon.

Pernah nya ikut latihan gabungan dan itu ga ada Cut Off Time nya

Terus kenapa ga ikut event ?

Pertama, karena mahal dan sayang uang aja sekarang mah, terus sama fisik ku dan kompetensi ku juga masih kurang, perlu banyak latihan.

Tapi yaudah, aku terima itu semua dan berusaha untuk lebih baik lagi.

Terkadang kalo aku udah kerja & nulis itu, ohlaraga udah males aja rasanya.

Padahal ga boleh sih, mesti berimbang.

Aku pun juga mencari buoy di toko online tapi baru ditambahkan di keranjang aja, belum dibeli:).

Terus malam nonton futsal Indonesia vs Iran, kalah ternyata, tapi yaudah lah.

Cuman seru sih, kapan ya timnas bola bisa main bagus kaya futsal ?

Entahlah.

Ku pikir itu dulu kali ya, mau main HP lagi dan nanti pagi mesti bersiap untuk berpesta lagi

Minggu, 08 Februari 2026

Alarm HP ku berbunyi, aku mulai membuka mata dan kulihat jam di handphone masih menunjukan jam 3 pagi.

Aku lepas HP itu, aku matikan, dan tanpa terasa aku tertidur lagi.

Ku dengar bunyi alarm lagi, dan jam menunjukan jam 4 pagi.

Tentu, itu dari bunyi alarm HP lagi.

Bunyi yang ku setel secara berjilid-jilid.

Perlahan tapi pasti, aku mulai menggerakkan badan ku dan mulai beranjak dari kasur menuju kamar mandi.

Aku pun mandi dan bersiap menjalani hari.

Aku pergi ke musholla yang jarak nya tak kurang satu menit dari rumah ku dengan jalan kaki.

Setelah sholat, aku langsung pakai baju lari yang berlogo Enervon C itu, kemudian makan ayam yang sudah ku beli kemarin malam dan ku panaskan dengan Microwave.

Sejujurnya, aku suka sekali dengan Microwave, dulu aku ga pernah punya, tapi dulu juga pas aku kerja di tambang di Papua itu, Microwave inilah yang sering kali menemaniku untuk memanaskan makanan.

Alhasil, dirumah pun aku beli Microwave.

Dengan Microwave, tentang makanan jadi lebih mudah dan cepat.

Aku selalu ingat kalimat dari Ahmad Rifa’i Rifaan bahwa.

Harta yang kita punya mestinya kita maksimalkan untuk ibadah di dunia ini, untuk membantu hidup kita lebih mudah agar dapat memberikan impact yang besar untuk dunia & akhirat.

Setelah selesai urusan dirumah, aku pun menuju ke area Taman Mini Indonesia Indah yang jaraknya mungkin tak sampai 20 menit dari rumah ku, tapi kurasa karena aku orang daerah sini jadi berasa cepat banget sih.

Entah kenapa bisa gitu, mungkin karena kita sudah sering lalui.

Namun, hujan mulai turun.

Alhasil, aku cek jok dimotor ku yang biasa ada jas hujan, tapi entah kenapa tak ada.

Iya, mungkin aku lupa karena sudah mengeluarkan sebelumnya.

Aku pun menepi di samping jalan yang dimana ada rumah ataupun toko yang memiliki pencahayaan yang terang.

Sejujurnya, aku suka sekali dengan cahaya terang.

Aku pikir kita harus berterimakasih kepada para rumah yang memiliki lampu yang terang di sisi jalan.

Entah kenapa aku suka saja, lebih terasa aman saja.

Walau jam masih di jam 5an tapi entah kenapa bulan-bulan ini, matahari seperti agak telat muncul di pagi hari.

Ngomong-ngomong masalah lampu di tepi jalan yang memiliki cahaya terang.

Tentu, sudah lebih dari 5 tahun bahwa lampu di halaman ku yang menuju jalan itu memiliki cahaya yang sangat terang.

Mungkin paling terang di wilayah kelurahan ku.

Kenapa ?

Karena 7 lampu yang memiliki cahaya sangat terang ku gabungkan jadi satu.

Sisi negatif nya yang jadi listrik agak boros, sisi positifnya itu sangat bermanfaat untuk di area rumah ku karena jalan pun langsung jadi terang.

Selain itu, untuk ku pun juga kadang aku mengerjakan seperti kerja, nulis pun dibawah cahaya terang itu.

Ya, aku benci kegelapan.

Walau selama setahun lebih aku berada di bawah tanah, bukan berarti aku suka dengan kegelapan.

Bagiku, kegelapan hanyalah jalan untuk mencapai cahaya terang.

Disaat meneduh, aku lihat grup lari ku pada meneduh juga karena hujan.

Kemudian, hujan pun mulai reda dan perlahan aku menuju area TMII.

Setibanya disana, aku menuju pintu masuk dan sangat terlihat antrian menuju pintu masuk yang ramai sekali.

Mungkin 10 menit aku habiskan di area ini.

Setelah nya aku menuju parkiran.

Memang, pada saat aku keluar dari area parkir, lari sudah dimulai dan kami pun menunggu karena ditahan Marshal saat ingin menyebrang jalan.

Ada satu kalimat dari Marshal yang menyuruh kita langsung gabung dengan yang sudah lari.

Aku jawab, ” Ngapain sih “ .

Aku ingin berpesta, jadi ga perlu begituan.

Ya kan saat itu ya.

Kemudian, aku menuju rute garis start dan perlahan aku ikut bareng pelari yang jaraknya 3 Km.

Iya, ada dua kategori yakni 5 Km & 3 Km, start nya berbeda.

Perlahan aku lari dengan pace mungkin di Pace 8 atau 7 akhir dan melihat rombongan pelari 5 km.

Aku terus maju dan melihat beberapa teman kerja ku yang ikut event ini juga dan menyapa nya.

Hujan pun datang.

Tapi karena aku lihat para pelari masih lari jadi aku putuskan untuk lari.

Ku pikir juga sudah lama aku tak berlari dalam kondisi hujan.

Aku terus lari tanpa jalan kaki sejauh lebih dari 5 km.

Dan akhirnya aku sampai, dan mendapatkan mendali dan goodie bag nya.

Aku pun bercengkerama dengan teman-teman dari Taman Mini Running Club dan juga teman-teman dari kantor ku.

Tentu, kami pun ambil foto.

Dengan teman-teman Taman Mini Running Club

Setelah nya, aku pulang di jam delapan kurang sambil membeli nasi uduk untuk dimakan di rumah.

Setelah sampai dirumah, makan dan beberes dan entah kenapa aku tertidur.

Rasanya cape sekali, mungkin karena hujan dan aku terbangun di jam sebelas siang.

Aku pun bergegas untuk pergi ke acara Barakah Festival 2026.

Iya, acara ini digagas oleh Barakah Communication.

Sebelumnya, aku mendapat informasi invitation dari asrama ku dulu saat kuliah S1 untuk bisa hadir di acara ini.

Acaranya sih tiga hari dari Jumat sampai Minggu ini.

Namun, aku datang di acara yang Minggu siang jam 1 siang saja.

Kenapa ?

Karena ada waktu nya jam segitu, dan aku juga suka dengan tema nya.

Iya tema tentang Book Talk yang berjudul The Barakah Effect karya Muhammad Faris.

Buku The Barakah Effect karya Muhammad Faris.

Bagiku, buku karya Muhammad Faris yang berjudul Muslim Produktif begitu fenomenal.

Buku itu termasuk salah satu dari 10 buku yang terbaik menurutku.

Bahkan, di buku Terimakasih Jilid 1 & 2 pun, aku masukkan ucapan terimakasih ku pada buku Muslim Produktif di Jilid 1 & Muhammad Faris di jilid 2.

Aku pun sampai di acara, jam setengah satu siang, acaranya di Jakarta Selatan tepatnya di The Hallf Patiunus.

Karena aku tamu invitation jadi aku mendapat produk Kahf gratis saat registrasi.

Tentu, aku ga tau kalo dapat gituan.

Setelah nya, aku Zuhur dan main HP di bangku sambil meminum kopi.

Ngomong – ngomong dengan kopi, di tulisan sebelum-sebelumnya aku bilang aku berhenti minum kopi.

Tapi sekarang minum kopi.

Bisa dibilang hubungan ku dengan kopi itu love-hate relationship.

Tapi dibandingkan dengan dulu sudah berbeda.

Dulu aku kecanduan dari kopi, kemudian aku mengalami masa caffeine withdrawal alias ga ngopi dan rasanya kepala sakit sekali.

Ini terjadi sekitar 3-4 hari.

Setelah 2 minggu tidak ngopi, kini aku ngopi lagi dengan batas kafein yang lebih sedikit dan terkontrol.

Sehingga, aku tidak candu lagi.

Jikalau kau tidak minum kopi dalam satu hari & kepalamu sakit, itu termasuk tanda kau sudah kecanduan dengan kopi.

Iya, aku minum kopi lagi tapi aku sudah merdeka, jadi ngopi sifatnya ngebantu bukanlah keharusan.

Kemudian acara pun tiba, dan pembicara nya itu dari Razi yang mana mungkin dia mitra dari Muhammad Faris di Indonesia.

Soalnya MC tidak menjelaskan dengan detail profil background dari Razi ini.

Tapi kayanya emang mitra nya dari Muhammad Faris di Indonesia.

Tema talks ini tentang isi buku karya Muhammad Faris yang berjudul The Barakah Effect: More with Less.

Walau Razi bukanlah penulis bukunya, tapi dia sudah membaca buku tersebut dan membagikan ke kita sebagai audience.

Sangat terlihat bahwa Razi ini suka baca buku terlihat dari yang dibicarakan nya.

Selain itu, buku The Barakah Effect: More with Less yang lebih dari 400 halaman ini pun daging sekali.

Jadi Razi pun berbicara dengan semakin daging sekali.

Ini ada beberapa point yang aku suka,

  • Baik ke orang lain adalah pencitraan, baik kepada orang yang dekat dengan kita adalah karakter sebenarnya.
  • Pada dasarnya, manusia adalah budak. Kita bisa memilih menjadi budak siapa, dan mestinya kita memilih untuk menjadi budak dari maha kuasa, yakni Tuhan.
  • Tujuan dunia bukanlah Surga, itu ga bisa dikontrol. Yang bisa dikontrol yakni usaha kita agar bisa berkah di dunia & di akhirat.
  • Niat ada 3 level, yakni paling rendah untuk ego, kemudian membantu orang lain, hingga tertinggi untuk Allah.
Sesi Book Talks dengan Razi sebagai pembicara

Selain itu, juga ada informasi terkait camp muslim produktif juga dimana ada para alumni nya yang hadir di dalam ruangan & memberikan testimoni terkait kegiatan camp muslim produktif ini.

Sejujurnya aku pun tahu tentang camp itu dari buku Muhammad Faris, tapi tak pernah mencari tahu lebih lanjut.

Jujur saja, ketika seorang kutu buku berbicara maka yang terjadi adalah obrolan daging semua.

Itu lah salah satu yang membedakan antara pembaca buku dengan tidak.

Pembaca buku berisi, jujur, dan bisa memilah pendapatnya.

Jika dia tidak suka baca buku, yang terjadi adalah bingung.

Ya gitulah.

Setelah, Book Talks selesai, ada sesi dari sutradara film Jumbo yakni Ryan Adriandhy.

Sama bagus nya sih, cuman di sesi tanya jawab aku pun pulang lebih dulu.

Jarak antara acara dengan rumah ku itu hampir sejam dan aku sampai dirumah jam 5 sore dimana sebelum nya aku beli makanan seharga 10 ribu yang berisi makan nasi dengan ayam dan tahu bojott AA seharga 6 ribu.

Sesampainya dirumah aku pun makan, membuat kopi, main HP & kemudian menulis tulisan ini.

Selanjutnya paling ya siap-siap buat esok, beberes dan istirahat.

Oh iya terkait dengan buoy, aku pun jadinya beli online dan sudah ku pesan.

Semoga ga sampe tiga hari sudah sampai.

Sama aku belum latihan renang sama sepeda lagi ya.

Oh iya, ada yang aku suka dengan kalimat dari acara Book Talks tadi bahwa,

Takdir adalah di ujung ikhtiar.

Selain itu, juga banyak orang yang mengatakan bahwa tujuan hidup gue itu Surga, sehingga kehidupan dunia dibiarkan begitu saja.

Masalahnya Surga adalah sesuatu yang tak bisa kita kontrol, yang bisa kontrol ya itulah yang bisa kita lakukan.

Jadi, buat kehidupan sementara ini dengan sebaik-baiknya versi kita.

Ngomong -ngomong tentang Muhammad Faris yang merupakan salah satu idolaku juga, dimana dia sudah mempublikasikan dua buku nya.

Tak pernah aku berpikir bahwa secara jumlah buku aku telah melampaui nya, di bulan Maret ini aku keluarkan buku kelimaku.

Kemudian, mungkin di bulan Juni ini, aku keluarkan buku keenam ku.

Walau mungkin secara kualitas ya berbeda, tapi secara kuantitas jumlah buku ku telah lebih banyak.

Tak pernah ku sangka.

Namun, aku hanya terus maju dan terjadilah.

Karena sejatinya aku ingin kegagalan dan keberhasilan pun dirayakan dengan cara sederhana pun tak masalah.

Kegagalan adalah hal yang pasti kita capai.

Karena aku telah mengklaim diriku adalah seorang Warrior, maka aku akan terus berjuang.

Dan sebentar lagi bulan Ramadhan ya.

Aku akan perang Doa dengan langit dalam setiap malamku.

Dan karena aku masih bernafas, marilah kita berpesta!

Mendali lari keduaku tahun ini 🙂

Jakarta, 08 Februari 2026 Pukul 20.20 WIB

Salam

Warrior

Huahua

Tanpa terasa bahwa aku sudah tidak menulis di website ini sudah tiga minggu.

Jujur saja, ga kerasa tapi waktu sudah berlalu begitu cepat saja.

Ternyata udah 3 minggu berlalu aja.

Ternyata, juga udah satu bulan aja ini di 2026.

Banyak hal, banyak hal yang terjadi.

Mulai dari mana ya ?

Hm, mungkin mulai dari yang ku ingat saja ya.

Pertama, itu ya dua minggu terakhir itu sibuk banget.

Rasanya sibuk kerja, sibuk nulis, benerin hp rusak, benerin lampu mati rumah, banyak deh.

Tapi mungkin yang paling banyak habisin waktu ya menulis buku ya sama kerja sih.

Menulis Buku

Iya, di pekan kemarin juga aku baru selesaikan buku yang berjudul WARRIOR JILID 2 : LAKI.

Dan itu udah lebih dari 400 halaman.

Tapi, banyak tulisan yang ku ambil dari website ini.

Iya, tulisan banyak yang di 2025 pastinya yang berkaitan dengan tema yakni LAKI & KERJA.

Jumlah halaman saja sudah lebih dari 400 halaman ukuran A4.

Kemudian, aku kirim ke penerbit dan mungkin aku akan release bukunya di bulan Maret 2026, sebelum lebaran.

Iya, aku bagikan gratis softcopy nya.

Kenapa gratis ?

Entahlah, saat ini insting ku seperti itu saja.

Sebenarnya ada buku yang lain yang ingin ku publikasikan lebih dulu, buku yang sudah lebih dari 1 tahun dan mungkin mau 2 tahun ku tulis.

Tapi aku ngerasa belum pas aja, jadi ya ku belum terbitkan, dan entah kenapa jadilah buku WARRIOR JILID 2 : LAKI ini yang lebih dulu.

Sebenarnya sih, aku mau terbitkan di akhir tahun ataupun tahun depan.

Tapi, entah kenapa rasanya aku cepat saja nulis nya, weekend ku juga jadinya nulis ini.

Mungkin selama periode ini aku benar-benar mengeluarkan banyak energi, waktu ku & fokusku untuk menulis ini sehingga rasanya sudah cape untuk tidak menulis di website ini.

Ilustrasi Halaman Judul buku WARRIOR JILID 2 : LAKI

Kemudian, kerja ya. Kayanya cape banget kerja, dan akhirnya habis pulang ya istirahat saja.

Satu tahun berlalu, ya makan-makan dulu ga sih 🙂

Ya begitulah hidup, kenikmatan itu muncul setelah kita berletih karena kerja juga.

Terus apa lagi ya ?

Hm, lari kali ya.

Sebenarnya, aku juga udah jarang mau ikut event lari.

Tapi mungkin takdir berkata lain, ada saja event yang murah dan banyak juga yang gratis.

Jadi, kenapa tidak ?

Lari bersama teman-teman Taman Mini Running Club, SHOWR, & Kahf. Pastinya ada oleh2 dong wkwk.

Terus pekan depan nya, lari lagi sama Broodo juga, ah kita mah pelari cari rejeki aja wkwk.

Bersama teman-teman Taman Mini Running Club
Bersama teman-teman TRC TMII, SHOWR, & Broodo

Terus sama baru di pekan ini aku donor darah pertama di tahun ini.

Ya, hari ke 62 sejak aku donor terakhir, aku datang ke PMI Jakarta Selatan setelah pulang kerja.

Sama mungkin aku sekarang naik transportasi umum.

Rasanya tuh, ini mungkin periode paling banyak aku naik transportasi umum.

Walau naiknya LRT sih :).

Anak LRT nih bos 🙂

Tapi ya umum lah ya wkwk.

Terus apa lagi ya ? Hm.

Oh iya makan marugame udon wkwk.

Kadang udah terlalu sibuk aja jadi makan ya makan aja, tapi kalo makan marugame udon enak.

Terutama cabe nya bikin ngiler, ya jarang-jarang sih wkwk.

Tapi alhamdulillah, masih bisa makan.

Makan dulu gan

Sama, ada sesi workshop terkait start up & ya ga sengaja ketemu temen asrama dari Makassar.

Wah, udah lama delapan tahun lebih ga ketemu, tapi ketemu di tempat yang positif.

Ga sengaja, dan pastinya banyak hal yang kita bicarakan.

Karena kami adalah PRIMA, PRIa asraMA wkwk.

Nah, ini fotonya dengan bro Erlin.

Dengan teman asrama, teman seperjuangan 🙂

Hm, Januari udah lewat begitu saja.

Terus sekarang Februari, Januari banyak yang pergi, tapi ada juga yang datang, itulah hidup.

Tapi, aku juga sedang menyusun buku ke enam ku yang berjudul MIMIK.

MIMIK adlaah kependekan dari Menjadi Insinyur Masa Indonesia Kini.

Buku yang sudah lebih dari 2 tahun aku pikirkan dan aku mulai menulsi draft nya.

Sebenarnya sih mau terbtikan buku RA JILID 2 : Ruang ketiga.

Cuman, yang namanya ideologi ya, tingkatan sulitnya lebih sulit.

Jadi, yang lebih mudah dulu saja.

Ya, buku MIMIK ini.

Walau tetap sulit sih.

Berbagai referensi ku baca & ya misalkan juga ke perpustakaan nasional

Ya mencari referensi gratis tentunya wkwk.

Peprustakaan Nasional Pukul 18.30 WIB

Februari lah, banyak sih yang pengen aku lakuin.

Terutama ini bulan ramadhan ya.

Aku selalu suka dengan bulan ramadhan.

Dan, banyak hal yang kita anggap ga mungkin tapi mungkin kita hanya perlu saja melaluinya & terjadi begitu saja.

Sejujurnya, aku suka di tahun 2026 ini.

Suka dengan keberhasilan, suka dengan kegagalan, suka dengan menjadi pemain, suka dengan menjadi penonton.

Hidup ya.

Ku pikir, aku akan terus maksimalkan hidup selama aku masih bernafas ini.

Jakarta, 06 Februari 2026 Pukul 17.57 WIB

Hari Libur

Rasanya aku udah lama sekali ga nulis di website ini.

Kenapa ya ?

Hm, mungkin karena sibuk saja.

Tapi ku rasa, alasan itu akan selalu ada pada setiap orang.

Jadi bingung mulai dari mana ya ? hehe

Baiklah, mungkin dari minum kopi kali ya.

Kopi

Rasanya, sudah lebih dari 12 hari aku ga minum kopi.

Rasanya lebih tenang aja, energi lebih stabil dan lebih damai aja.

Ya kan itu rasanya, walau kadang juga ngerasa kangen sih minum kopi.

Kaya sekarang, rasa minum kopi itu pengen aja, dan mungkin aku mau minum sedikit saja, mungkin setengah sendok makan kopi Toraja aja atau mungkin engga juga.

Jujur saja, pencapaian ini yakni bebas dari kafein itu adalah sesuatu yang sudah lebih dari 15 tahun belakangan ini aku ga bisa lepas.

Entah kenapa, dari sesuatu yang tak direncanakan bisa lepas gitu aja.

Walau negerasain yang namanya Withdrawal coffee itu nyata ey.

Makanya, mikir juga apa mau ngerasain itu lagi ?

Beuh 4 hari kali ya itu benar-benar berat ey.

Tapi mungkin karena dosis ku yang sudah tinggi saja minum kopi.

Yakni bisa 3 sendok makan kopi toraja, terkadang bisa lebih sih.

Kalo sekarang andaikan minum, ya dikit aja paling ya.

Biasanya tuh main laptop ditemanin dengan kopi, tapi sekarang air putih aja wkwk.

Terus apalagi ya ?

Mungkin, naik kendaraan umum.

Iya, aku naik kendaraan umum yakni naik LRT & Mikro trans.

Enak, murah, ga cape, cepat dan ga kehujanan pastinya.

Iya, biasanya itu gw ke kantor naik LRT paling cuman 40 menit terus jalan kaki 15 menit jadi ga sampe sejam udah sampai.

Kemarin naik motor, udah macet, hujan, bisa sampai 90 menit.

Boros 50 % lebih, ditambah belum bensin, terus kalo motor rusak juga.

Iya, ini gue rasain itu pas naik motor, berasa cape & lama aja.

Walau gue cuman ke kantor aja sih dan kebetulan rute yang dilewatin pas aja gitu sama rute rumah gue.

Dan mungkin ini ga bisa dirasain oleh orang-orang yang ga cocok dengan rute nya.

Selain itu, hujan mulu guys.

Asli, bawa payung itu penting banget sih.

Ditambah, bawa laptop, hp, power bank itu ngebantu juga buat sambil nulis kalo kejebak sih.

Ya kalo naik motor ya bawa jas hujan.

Terus apalagi ya ?

Nulis buku kali ya.

Gue tuh lagi nulis buku, cuman ngerasa ini buku ada yang kurang aja, jadi pengen nulis ke buku yang judul lain.

Iya kan itu rasanya ya, cuman sudah pasti di tahun ini aku akan published buku, ya mungkin minimal 2 buku ya.

Ditambah, Q1& Q2 tahun ini itu banyak liburnya.

Sama hari ini nulis juga sih, nyicil-nyicil aja.

Sama, lagi rame buku dari artis yang bernama Aurelie dimana dia nulis buku tentang Broken Strings dimana ceritain masa cinta muda nya yang begitu kelam.

Itu kejadian udah lebih dari 15 tahun lalu dan udah disuarakan oleh aurelie sejak 15 tahun lalu juga.

Cuman baru terbitin buku nya di tahun ini, ga ada yang berubah dari point yang disampaikan.

Cuman mungkin masyarakat nya sekarang lebih siap aja.

Iya, masyarakat kita berubah.

Satu buku ini bahkan bisa mengguncang tentang hubungan yang toxic seperti apa.

Dan informasinya, sampai di bicarakan di dewan perwakilan rakyat.

Terkadang, memang ada buku yang baru rame nya setelah belasan tahun sejak dia diterbitikan

Bahkan ada yang baru ratusan tahun baru mulai rame, dan mungkin bisa lebih lama lagi.

Iya, masyarakat bisa berubah karena buku.

Bahkan, terkadang buku itu sendiri yang mengubah masyarakat itu sendiri.

Sejarah telah membuktikan.

Hm, apalagi ya ?

Daya tawar.

Tentu, orang sepertiku bisa hidup sampai sejauh ini adalah sebuah bonus.

Tapi karena aku masih hidup, maka aku harus mengambil positioning di hidup ini.

Tentu, aku tak bermaksud ingin menjadi biasa saja.

Aku hanya perlu menjadi diri sendiri & yakin terhadap pemikiran ku, RA.

Aku tak ingin mati begitu saja.

Sebelum aku sampai ke akhirat, aku akan kejar terus legacy yang bisa ku lakukan.

ini demi keuntungan untuk di akhirat nanti.

Menulis juga salah satunya, banyak sih, donor darah juga dan macem-macem deh.

Ok, hari ini masih Jumat, libur. masih Sabtu & Minggu juga libur.

Aku pikir sampai sini dulu, aku mau menulis bikin buku.

Terima kasih telah membaca.

Jakarta, 16 Januari 2026 Pukul 10.23 WIB

Minggu, 11 Januari 2026

Hari ini adalah hari ke tujuh aku tidak minum kopi lagi.

Hm, mulai dari mana ya ?

Mungkin mulai secara perlahan saja.

Kopi

Aku tak pernah menyangka bahwa aku berhenti kopi setelah lima belas tahun aku minum.

Tak disangka pula aku bisa berhenti di tahun ini.

Aku tak pernah membayangkan dan bagaimana itu bisa terjadi, tapi memang keinginan itu sudah muncul sejak lama.

ku yang ter adiktif dengan kopi akhirnya bisa berhenti.

Rasanya tiga hari pertama itu benar – benar kepala ku pusing sekali, badan cape banget dan paling berat lah bahasanya.

Kemudian, hari ke empat pun juga masih pusing cuman memang berkurang jauh.

Hari kelima hingga ketujuh juga rasanya sudah kembali normal saja.

Katanya kalo sudah sebulan, badan akan ke reset ke bentuk baru, alias bebas dari kafein kopi.

Dampak

Tentu rasanya dampak berhenti dari kopi banyak ya.

Pertama, lebih tenang aja.

Beda dengan dulu, untuk tenang maka aku butuh kopi, tapi ini tahan hanya untuk beberapa jam saja ketika tubuh masih ada kandungan kafein.

Kalo sudah hilang, rasanya tubuh cape aja.

Sedangkan, ketika sudah bebas dari kopi rasa tenang itu lebih stabil aja lamanya.

Kedua, lebih merdeka rasanya.

Iya misalkan kita mau lari, mau gym ya tinggal minum air putih saja.

Berbeda dengan yang sudah terbiasa dengan kopi maka butuh kafein untuk meningkatkan fokus dan stamina.

Rasanya jika tak meminum kafein, lemas saja untuk ohlaraga.

Padahal jika bisa bebas dari kafein lebih enak, lebih merdeka tanpa kerte gantungan dari sesuatu.

Ketiga, rasa sakit kepala yang berkurang.

Mungkin rasa sakit kepala yang selama ini terjadi juga karena menurunnya dosis kafein yang ada di otak ku, sehingga untuk membuat tenang maka aku butuh kafein.

Sekarang rasanya kepalaku juga udah jauh lebih ringan dan sudah tidak ada sakit kepala lagi.

Keempat, lebih hemat.

Yang artinya ga perlu beli kopi lagi alias cukup air putih saja.

Keenam, tidur lebih pulas saja rasanya.

Ketujuh, lebih fokus dan stabil saja.

Berbeda dengan minum kopi yang kalo ga minum ya ga fokus dan gelisah saja.

Ini kaya kita musti lari jarak 42 KM vs jarak 5 km.

Kalo yang 42 km lebih stabil dan bisa tahan lebih lama.

Sedangkan yang 5 km lebih pendek dan cepat saja.

Terakhir, kedutan mata yang sudah berkurang sejak tidak meminum kopi.

Hal ini karena saraf tidak terlalu aktif akibat efek dari kafein.

Ku pikir itu dampak yang sudah ku rasakan.

Memang awalnya ada yang beda sih, ga ada rasah di lidah cuman air putih saja.

Cuman kan emang untuk kesehatan kadang makan-makanan pahit juga buat kebaikan tubuh.

Ku pikir jika sampai 3 bulan aku ga minum kopi, maka ini salah satu resolusi yang hebat yang bisa tercapai.

Ya, pencapaian terbaik di Q1 kali ya.

Sesuatu yang tak ku rencanakan, tapi karena sudah kejadian ku lanjutkan saja.

Kedua, gigi.

Iya gigi ku masih utuh dan full semua tapi ada gigi berlubang.

Walau sekarang sudah tidak sakit sama sekali, tapi urusan gigi ini haruslah tuntas.

Dan butuh waktu juga buat ke dokter nya kan.

Alhamdulillah semua gratis karena pakai BPJS.

Aku juga ga merencanakan ini di tahun ini, tapi karena sudah kejadian ya gaskeun saja.

Ketiga, mungkin bisa dibilang tahun ini adalah tahun terbaik ku kali ya.

Sudah banyak tanda yang menunjukkan juga.

Banyak hal yang aku ga rencanakan di tahun ini tapi entah kenapa kaya semesta mendukung ku.

Kaya mendali pertama dari event yang gratis dimana banyak yang ga dapat yang lain.

Kemudian, event lari yang bayar 100 ribu tapi dapat goodie bag nya 500 ribuan.

Barang-barang rusak diperbaiki di tahun ini.

Bahkan event yang mestinya bayar nya di atas satu juta lebih banget karena kesalahan sistem aku bayarnya seratus ribu aja.

Aku udah laporin yang sistem pembayaran nya eror ke panitia, ga direspon yaudah aku lanjutin aja pembayaran nya.

Bayar event untuk aquatlon dan duathlon di bulan Februari ini.

Masih banyak sih, banyak banget dan mungkin banyak hal yang akan aku tuntaskan dan banyak hal yang akan aku mulai juga.

Ku pikir tahun depan aku akan bikin buku Warrior Jilid 2 yang berjudul Hiatus.

Banyak hal, banyak hal, banyak sekali hal yang bakalan aku lakukan.

Aku sudah katakan, bahwa satu-satunya yang bisa menghentikan ku adalah kematian.

Jika aku terus hidup, pelan ataupun cepat, yang pasti aku akan terus mengubah dunia.

Aku ga pernah menyangka bahwa aku bisa hidup sampai sejauh ini.

Bagiku, hari baru adalah mimpi baru.

Oh iya, tak ku sangka juga bahwa senior ku di FTUI baru umur 40an tapi sudah meninggal.

Semoga amal dan ibadah nya diterima disisinya.

Padahal keliatan nya masih sangat sehat dan entah kenapa dapat informasi sudah tiada.

Atas dasar berita kematian lah aku berpikir untuk terus sadar bahwa aku masih hidup.

Dan aku haruslah terus menggenjot tulisan ku.

Kenapa ?

Karena tulisan ku suatu hari nanti akan menggerakkan peradaban.

Akan ada momen nya.

Selagi aku masih hidup, maka aku harus lah terus berjuang dalam kehidupan ini.

Terkadang aku terlalu santai saja.

Tapi Aku sadar satu hal bahwa aku berbeda dengan yang lain.

Dan yang ku takutkan jadinya adalah jika aku sama dengan yang lain.

Bagaimana aku mempertanggung jawabkan di hadapan Nya.

Jalanku bukanlah jalan yang mudah, tapi ku pikir karena impianku adalah kematian, jadi aku tak perlu takut pada apapun yang ada di dunia ini.

Oh iya, aku mau benerin sepeda dulu ya buat latihan.

Tadi juga udah renang sih buat persiapan aja.

Jakarta, 11 Januari 2026 Pukul 14.03WIB