Akhir-akhir ini aku sering sekali naik transportasi umum.
Sesuatu yang sepertinya sudah lama tidak aku lakukan.
Ya maklum, karena biasanya naik motor, jadi udah nyaman aja.
Terlebih jalanan di kota Jakarta begitu macet, rasanya malas saja terlalu lama di jalanan.
” Ah, hanya buang-buang waktu saja “ itu lah pikiran ku dan hingga saat ini.
Namun, mungkin atau terkadang hidup akan terasa berbeda ketika kita mengambil dari sisi berbeda.
Awalnya, itu aku naik transportasi umum yakni LRT dikarenakan motor ku yang rusak sehingga perlu ke bengkel.
Yowis, naik LRT saja.
Cuman biasanya naik dari LRT Stasiun Kampung Rambutan.
Tapi ternyata aku baru sadar bahwa ada LRT yang lebih dekat dengan ku yakni naik LRT Ciracas dan tetap dengan tujuan akhir yakni LRT Dukuh Atas.
Bisa dibilang naik LRT itu lebih simple, artinya kita ga perlu mengendarai alias tinggal duduk saja ataupun berdiri saja.
Kalo dihitung sih naik di jam sibuk yang biasanya dari jam 6 sampai 9 pagi itu tarif normal yakni bisa di angka 17 ribuan.
Dan sore pun juga dari jam 4 sore sampai jam 8 malam juga sama.
Namun, jika berangkat di luar jam itu jadi paling maksimal 10 ribu.
Bayangkan saja, jika naik transportasi motor online itu bisa 80 ribuan sendiri baru berangkat.
Dari stasiun LRT ke tempat bekerja juga bisa jalan ataupun naik transportasi online yang biasanya Rp.5000.
Tapi bukan itu yang ingin kubagikan.
Enak sih naik LRT, walau jauh lebih murah juga kalo naik motor.
Tapi, aku melihat begitu banyak orang yang berangkat kerja, dan menjalani aktifitas hidup.
Begitu banyak orang sekali.
Terkadang aku mengingat saat aku berpikir untuk menjadi orang kaya dan ingin segera pensiun dini.
Orang sebut nya ” Financial freedom “, berapa banyak buku ataupun video youtube yang sudah kubaca untuk mencapai itu, itu jumlah yang banyak sekali.
Hingga, tahun 2021 aku pikir resign dari tempat kerja dan kegiatan ku hanyalah membaca buku.
Lebih sering nya membaca buku di Perpustakaan Nasional.
Alasan nya sederhana, itu tempat gede banget, jadi minimal ga bosen aja para pegawai ngeliat gue lagi gue lagi.
Bahkan di rumah saja aku juga masih sering baca buku digital dari IPUSNAS itu.
Ya, pensiun dini.
Tak ada gaji tapi pengeluaran pun sama dan masih tetap hidup.
Saat itu aku berpikir, ” Gue mau ngapain lagi ya ? ”
Asli bosen juga ternyata kalo gini.
Ya, ajak temen juga sibuk kerja.
Sedangkan aku ? ” Hanya tukang baca buku “.
Ku pikir ini periode paling banyak aku baca buku juga sih.
Jumlah nya ? banyak banget itu.
Aku pun terus mencari di google ” Orang -orang ngisi hidup nya sampai tua ngapain sih ? ” .
Kebanyakan orang sukses itu umumnya pas tua jadi filantropis.
Tapi apakah aku harus setua itu ?
Hm. baca buku tentang makna hidup yang beragam pun ku baca.
Satu hal yang ku pahami, bahwa ini adalah salah satu masa hiatus ku.
Mungkin manusia harus ada fase hiatus.
Sesuatu yang dulu aku menggebu gebu yakni pengen bisa financial freedom, dan tercapai saat itu, terus mau apa lagi ? asli bosen deh.
Walaupun lebih sedih kalo ga punya uang sih wkwk.
Namun, hidup tanpa tantangan ataupun berhasil terus pun juga kadang membuat rasa menjadi bosen.
Kenapa ya ? kenapa ya aku hidup ? di fase ini pun juga aku mulai menyadari siapa orang -oang yang dekat dengan ku, teman-teman yang ingin ku pertahankan.
Dulu aku ada sosial media instagram, banyak sekali DM yang masuk.
Isinya ? ya beraneka ragam.
Deket sih juga engga ya, cuman banyak sekali DM yang masuk terkait kepentingan saja.
Ku pikir daripada aku tak membalas tapi aku bikin story yang mending aku delete instagram saja.
Dan akhirnya aku delete, di fase -fase ini aku hanya sering main facebook saja.
Walau facebook tak begitu banyak temanku yang masih main, tapi ku rasa, aku nyaman dengan sosial media ini .
WA ? hm, jarang ada yang chat sih.
Mau ngapain kah, ga ada kerjaan juga kan.
Tapi beberapa teman dekat ku tetap kirim pesan menanyakan kabarku.
Pasti mereka tahu bahwa aku berhenti dari instagram dimana memang aku menyampaikan itu di story ku dahulu.
Mereka yang tetap bersama ku disaat aku kesepian hingga hari ini adalah sahabatku, aku senang jika bisa bersama hingga sampai tua.
Tapi, ada satu hal yang pasti adalah bahwa aku harus mencari kemana aku mau pergi ini !.
Oh iya, untuk mencapai financial freedom maka harus mencari uang, mengelola uang, hingga mempertahankan uang.
Ya banyak konsep lah terkait ini.
Kalo mencari uang ya kerja, kerja sampingan, banyakin duit lah intinya dan mengurangi sedikit pengeluaran.
Kalo mengelola uang ya pindahin uang ke instrumen yang bertumbuh.
Kalo mempertahankan uang ya beli emas, ataupun sesuatu yang membuat lo gagal untuk miskin.
Tapi satu hal yang ku rasakan saat itu ialah” Aku tak ingin pensiun lagi ! “.
Ya aku ingin bekerja hingga mati.
Bekerja sesuai dengan kemampuan ku saja, apapun itu.
Kenapa ? ya karena hidup adalah ujian, jadi jangan salah kira bahwa nikmat dunia juga termasuk ujian, ujian untuk lebih dekat dengan atau menjauhi -Nya.
Untuk kembali ke surga melalui fase kematian.
Bekerja pun juga ibadah.
Itulah kenapa aku ingin berjuang, bekerja, agar hidupku berkah, hidupku menarik, dan hidupku bisa ku pertanggung jawbakan di hadapan -Nya.
Namun, ternyata aku disadarkan bahwa aku harus menulis idelogi ku sendiri.
Sebuah ideologi yang akan mengubah dunia di masa depan.
Awalnya siapasih yang mau bikin ideologi.
” Masa iya dari seluruh orang Indonesia, gue sendiri yang mau bikin ideologi ? ”
” Atau jangan-jangan dari seluruh dunia yang hidup saat ini, aku yang bikin ? ”
Aku yakin pasti masih ada beberapa orang yang seperti ku.
Lagi pula, aku adalah akumulasi apa yang aku baca.
Dan mungkin perubahan besar dapat dimulai dari seseorang, dan banyak sejarah yang telah membuktikan.
Yang paling penting adalah aku hanyalah menjalani tugas ku sebagai hamba tuhan dan pemimpin di dunia yang sementara ini.
Saat aku menciptakan & menulis ideologi ini, sejujurnya aku bukanlah orang yang benar-benar fokus untuk menulis.
Aku menjalani kehidupan ku seperti orang biasa.
Kedepan, kita ga tahu hidup sampai kapan.
Lagi pula mestinya, penderitaan ku akan makin banyak.
Alasannya sederhana, ga mungkin jadi orang besar kalo ga ada penderitaan besar.
Bayangkan Nabi Muhammad SAW saja begitu besar cobaanya, contoh lain juga banyak sekali, aku bisa ungkapkan ratusan contoh.
Tapi satu hal yang ku tahu, satu hal yang pasti bahwa aku akan terus maju dan menjadi seorang Warrior ( pejuang ) hingga akhir kehidupan ku.
Janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku meski sekejap mata, dan perbaikilah urusanku seluruhnya. Sungguh tidak ada tuhan selain Engkau.
Ya Allah, apapun yang terjadi dalam kehidupan ku, aku berserah pada mu.
Kota ini begitu banyak cerita, begitu banyak hal yang selalu membuat ku terpana, mataku berkaca-kaca.
Namun, satu hal yang selalu aku percayai bahwa kota ini akan terus tumbuh lebih baik.
Izinkan aku bercerita, beberapa waktu lalu aku sedang di bengkel, ya biasa motor ku diperbaiki.
Lalu tibalah ada seorang bapak dengan anak perempuan yang berkerudung datang ke bengkel.
Aku kurang tahu motor bapak itu kenapa.
Yang jelas aku duduk disamping nya, dan dia berbicara dengan pemilik bengkel nya dimana pemilik bengkel nya bertanya,
” Habis anter sekolah ya Pak ” .
Dan bapak itu menjawab
” Iya, biar pintar, biar bisa menjadi menteri “.
” Hah, menjadi menteri “ pikirku.
Padahal baru kemarin aku bertemu dengan mantan menteri di Rumah Prof. Rhenald Kasali.
Ya ga sengaja ketemu.
Tapi, yang kulihat bahwa seorang bapak yang berpenampilan kurus itu berharap bahwa anak nya akan menjadi menteri.
” Apakah itu akan tercapai ? “.
Entahlah, hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan itu.
Yang jelas, yang ku tahu bahwa itulah alasan kenapa bapak itu hidup, untuk anaknya.
Aku pun juga teringat buku Man’s Search For Meaning Karya Viktor E Frankl dimana menurut dia bahwa salah satu dari alasan kenapa orang memiliki makna hidup adalah karena keluarga nya.
Mengaggumkan.
Viktor Frankl juga membahas, melakukan pekerjaan ataupun mengingat situasi penting juga merupakan salah satu seseorang mendapatkan makna hidupnya.
Jadi, mungkin kalo ada teman kita yang gila sekali kerja, ya mungkin itulah makna hidup yang ia temui nya.
Tumbuh lebih baik ya.
Hm, tentu contoh nyata ya aku :).
Tapi, ku pikir aku saat ini bersyukur bahwa aku tak mengalami kekurangan makan baik hari ini ataupun esok.
Yang jelas, aku melakukan donor darah, ataupun kerja sosial itu karena aku suka aja, dan tentu aku ikhlas.
Jadi, ku pikir semua orang umumnya ingin untuk tumbuh lebih baik.
Percayalah pada dirimu sendiri.
Karena jika kau tak percaya pada dirimu sendiri, lalu siapa yang akan percaya dengan dirimu sendiri.
Hidup akan terus berjalan, apapun yang terjadi.
Maka, kita berusaha untuk terus tumbuh yang lebih baik.
Saat itu, aku berdiskusi dengan Prof. Rhenald Kasali di kediaman nya.
Aku bertanya tentang bagaimana seseorang menjadi seseorang.
Sederhana nya menjadi seorang tokoh.
Prof Rhenald menjawab bahwa aku harus mengambil posisi sesuai dengan keyakinan diriku sendiri.
Beliau bilang bahwa kau harus punya gallery.
Sederhana nya portofolio yang menjelaskan tentang keunikan dalam dirimu.
Aku paham maksudnya.
Tapi sejujurnya aku belum tau sikap apa yang akan aku ambil.
Apakah aku akan selalu berada dibarisan pemerintah?Â
Apakah aku akan berada di barisan oposisi pemerintah?
Yang jelas aku melihat sikap dari teman-teman ku yang berada dibarisan itu semua.
Ataukah aku ingin hidup damai saja.
Urus hidup sendiri, keluarga sendiri dan layaknya orang pada umumnya.
Yang jelas, aku pernah memilih yang ketiga itu.
Namun, takdir berkata lain.
Takdir yang membuat ku akhir nya tidak akan kembali ke jalan itu.
Jika dilihat dari apa yang dipikirkan Prof Rhenald bahwa beliau mengambil sikap untuk berpikir rasional dan stay relevant.
Ya, aku sepakat dengan itu.
Tapi rasanya ada yang kurang dalam hatiku.
Ataukah aku ingin mengabdikan diri ku pada dunia keinsinyuran ?
Atau kah menjadi penulis buku ?
Atau menjadi relawan di sektor ketiga ?
Hm, itu adalah sesuatu yang memang sudah ku jalanin.
Tapi, rasanya kurang complete saja.
Lalu, posisi apa yang mesti ku ambil.
Masa lalu
Apakah kau tahu bahwa nabi Muhammad SAW memberikan banyak harta diaman yang sebelumnya dari kaya menjadi miskin untuk berjuang di jalan Allah ?
Apakah kau tahu bahwa Ali bin Abi Thalib hampir seumur hidup nya miskin tapi dia dikenal dengan gerbang ilmu pengetahuan saking banyak nya ilmu ?
Apa kau tahu bahwa tokoh bangsa Muhammad Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, dan lainnya juga sebagian besar hidup nya penuh dengan kemiskinan untuk memilih mengutamakan perjuangan kemerdekaan daripada mengumpulkan kekayaan sendiri ?
Apakah kau tahu bahwa Galileo Galilei memilih untuk tetap bertahan menghadapi kematian yang diberikan oleh gereja karena mempertahankan keyakinannya bahwa matahari adalah pusat tata Surya dimana saat itu Gereja berpendapat bahwa bumi adalah pusat tata Surya ?
Apakah kau tahu bahwa Marthin Luther tetap bersiteguh terkait apa yang diyakini sehingga sekarang ada kristen protestan.
Dan masih banyak lagi aku bisa berikan contoh terkait itu semua.
Satu hal persamaan yang terjadi bahwa mereka semua adalah seorang warior.
Mereka yakin terhadap apa yang diyakini nya.
Lalu bagaimana dengan ku ?
Memimpin adalah menderita.
Bahkan aku pun tak kekurangan makanan, dan bisa hidup dengan nyaman.
Jelas, bahwa aku belum lah sebanding dengan mereka.
Namun, setiap zaman ada orang nya.
Aku pikir aku akan mengambil sikap sebagai seorang warrior dengan ideologi ku yakni RA.
RA adalah kependekan dari Radhiallahu Anhu.
RAisme adalah ideologi yang menganut paham Radhiallahu Anhu yang artinya ideologi yang menganut semoga Allah meridhoi.
Dan yang perlu ku lakukan yakni ialah menambah galery ku terkait RA ini.
Aku banyak sepakat dengan Cokroaminoto.
Tentu, banyak pemikiran ku yang aku sepakat dengan beliau.
Lagi pula, umat Islam adalah Rahmat bagi semesta.
Jelas bahwa kedepan dengan semakin banyak aku menambah gallery RA ku maka akan semakin banyak para pengikut ku.
Sederhana nya karena mereka sepakat dengan ideologi RA ini.
Suatu hari nanti akan ada perang ideologi.
Jelas bahwa RA versus dengan ideologi lain.
Aku tak sepakat dengan sistem dunia saat ini.
Sistem yang dibangun kurang dari 100 tahun lalu yakni pada tahun 1945.
Sistem inilah yang membuat dunia saat ini.
Namun, sistem itu tidak adil.
Kapitalisme, Eropa dan Amerika yang menjadi pemenang dunia pun juga mendominasi dunia ini dan menerapkan standar ganda bagi sekutu dan juga para yang dianggap oposisi nya.
Sedangkan, Asia – Afika itu hanya mengikuti sistem yang dibuat negara pemenang dunia ini.
Perlu diketahui bahwa aku awalnya tak begitu peduli dengan ini semua.
Namun, ku pikir aku adalah orang yang ditakdirkan untuk mampu melawan sistem ini.
Aku tahu bahwa tingkat keberhasilan saat ini jika ku lawan adalah kecil.
Namun, kebenaran akan dunia perlahan akan terus terbuka dan semakin banyak orang yang akan paham dengan maksudku.
Setidaknya, aku sudah menjadi seorang warrior.
Seorang pejuang sejati.
Maka, ku pikir aku telah mengambil posisi ku sebagai seorang warrior dalam memperjuangkan ideologi ku sendiri yakni ideologi RA.
Suatu hari nanti miliyaran orang di seluruh dunia akan mengenal, dan mengikuti ideologi ini.
Kenapa ?
Karena RA adalah jawaban dari permasalahan yang ditimbulkan sejak lebih dari 500 tahun ini.
Maafkan aku Isaac Newton, Thomas Alva Edison, Tesla dan lainnya.
Ya, aku memasang jam welker ku itu di jam dua lewat dua puluh pagi hari.
Sebelumnya, jam itu adalah jam yang baru ku beli kemarin malam di jam delapan pagi kemarin.
Jam itu ku beli seharga Rp. 80.000 dari yang harga aslinya di Rp. 85.000.
Ngomong- ngomong tentang jam.
Sebelumnya aku udah punya jam welker itu ada dua dengan harga yang sama dan bentuk yang sama juga dan beli di tempat yang sama juga.
Aku udah beli dari tahun 2022 atau 2023 ya ?
Lupa.
Tapi sebelum itu, aku juga udah punya saat aku masa kuliah di masa mahasiswa.
Alasan nya sederhana, agar jam itu membuatku bangun di pagi hari.
Maklum, banyak sekali agenda pagi hari yang mesti ku bangun.
Misalkan saja event lari.
Dan tahun lalu jam ini juga kubawah pada saat aku event Marathon di Bandung.
Atau kalo mau ke bandara pada pagi hari.
Pastinya, bunyi suara jam ini juga kenceng banget.
Tak sampai 5 detik aku langsung bangun.
Mungkin, suara juga sudah sampai di tetangga saking berisik nya.
Dulu aku juga pakai alarm HP.
Tapi, kelemahan alarm HP itu yakni ga bisa suara kenceng, dan rasanya ga fokus aja.
Jadi, kadang di jam siang atau sore ya bunyi karena kita lupa set time nya dimatiin.
Berbeda dengan jam welker yang memang fokus nya untuk bangun pagi.
Jam
Ngomong ngomong masalah jam.
Aku punya jam tangan, jam dinding, jam welker, jam HP.
Itu sih kali yang ku punya.
Jam itu penting sekali, karena untuk kita mengingat waktu.
Walau aku juga tak begitu suak memakai terlalu lama di tubuh :).
Terlebih, semua manusia memiliki waktu yang sama. Yang membedakan manusia yakni bagaimana memanfaatkan waktu nya masing masing.
Operasi
Sudah lama aku tak bangun di jam segini.
Seingatku dulu aku bangun di jam segini itu karena pada saat aku masih menjadi mahasiswa di UI dimana tinggal di asrama beasiswa yang mana mesti tahajjud.
Ataupun pada saat bulan ramadhan yang mesti aku sahur.
Ataupun pada dulu saat aku mau ujian nasional saat SMA, yang mana belajar dulu ?
Ya kayanya sih, tapi ga sering.
Sekarang ?
Sepertinya aku udah mulai membiasakan diri.
Alasannya?
Ya ada deh.Tapi, ku pikir orang seperti ku harus terus maju.
Kenapa ya ?
Hm, banyak harapan, banyak tanggung jawab yang mesti di lakukan.
Pundak
Sudah lama aku juga tak bergantung pada orang lain.
Ya, berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri.
Dampak dari itu ya kesepian.
Tapi mau gimana lagi.
Di dalam diriku banyak sekali hal yang mungkin bahkan orang terdekat ku juga tak tahu.
Aku layaknya puzzle yang tiap tubuh menyusun satu sama lain dalam kehidupan ini.
Aku pikir ini sudah berlangsung sangat lama.
Tapi, itulah aku.
Selama aku masih sadar, aku masih bersujud, aku pikir aku masih baik – baik saja.
Mungkin itulah seorang laki-laki seharusnya.
Dia harus punya setiap part yang berbeda-beda.
Jika dia tak punya itu, maka akan ada perasaan emosi yang hanya membuat manusia berperilaku menjadi tidak adil.
Tapi, jika kita tetap tenang, berpikir rasional, dan bertindak adil sesuai dengan seharusnya.
Maka ku pikir itulah yang terbaik.
Lagi pula, aku juga sudah selesai dengan kehidupan ini sejak beberapa tahun yang lalu.
Yang sekarang ku lakukan adalah menjemput takdir ku.
Jika tak tercapai ya tak apa.
Jika tercapai, ya sudahlah. Yang penting ku lakukan adalah berpikir, memutuskan dan terus maju terhadap arah kompas ku ini.
Kau tahu
Kau tahu, mungkin apa yang kita lakukan selama ini berbeda dengan orang lain.
Tapi, apa jangan-jangan yang dilakukan orang lain selama ini salah ?
Hm, kau sendirii lah yang memutuskan nya.
Atas dasar itu kau harus punya kompas jalan hidup mu sendiri.
Bagiku jelas kompas itu terdiri dari Alquran, Sunnah, dan teknologi ataupun taktik nya.
Kau tahu, bagaimana jika kita akan masuk neraka.
Aku selalu berpikir setiap hari ku tentang itu.
Sejujurnya aku takut.
Aku takut bahwa aku tak bisa melewati ujian dunia ini dengan baik.
Andaikan semua manusia tahu bahwa kenikmatan itu juga merupakan ujian.
Aku yang telah pernah mencapai langit dunia dan percayalah disana hanya ada kesepian, kedinginan dan batu.
Hanya itu saja.
Namun hidup teruslah berjalan dan yang mesti aku lakukan adalah aku hanya perlu maju !
Karenanya, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan nya masing – masing.
Atas sebab itu, peran kita hanyalah menemukan tempat yang tepat dengan diri kita sendiri.
Apa yang menjadi kelebihan kita mesti kita kuatkan, dan apa yang menjadi kelemahan kita mesti di perbaiki.
Untuk posisi yang kita tempati baiknya pada posisi kelebihan kita.
Itu konsep secara ideal.
Namun, banyak hal di luar kontrol manusia.
Tetapi percayalah bahwa banyak hal yang juga di kontrol manusia.
Tugas kita adalah tetap tenang dan sadar untuk berpikir dan memutuskan sesuatu.
Tanpa ketenangan maka tidak mungkin akan ada kebaikan yang terjadi.
Yang terjadi hanyalah kekacauan satu demi satu
Akhir tahun ini
Tentu, aku sudah melihat tentang apa yang hingga akhir tahun ini.
Ya, seperti website ini dimana dengan tulisan ini saja sudah di angka postingan ku yang ke 170.
Memang ini diluar tulisan ku lain seperti di Facebook, buku, ataupun di platform lain.
Tapi, ujung dari tulisan semua ini nanti mungkin akan aku akumulasi kan dalam serial buku yang berjudul warrrior ku yang nanti mungkin akan berjilid-jilid.
Serial itu memang tentang ku, tentang pemikiran ku, dan tentang kegiatan ku.
Tapi belum tentu juga, mungkin ada tema khusus juga misalkan tentang warrior jilid apa gitu tentang tema kerja.
Ya begitulah hidup.
Banyak hal yang awalnya kita hanya perlu memulai saja dan nantinya akan menemukan jawaban itu sendiri.
Oh iya, tentu di tahun ini aku berharap bawa postingan ku di website ini akan tembus ke 200.
Artinya mesti ada 30 tulisan lagi yang mesti ku posting.
Ya semoga saja aku bisa.
Perlahan demi perlahan.
Perubahan kecil
Aku percaya bahwa perubahan itu dimulai dari perubahan kecil.
Jika tak ada perubahan kecil dan langsung perubahan besar ya mungkin saja tapi secara fondasi artinya kurang kuat.
Itu mungkin hanya sementara saja dan kurang kuat.
Yang perlu dilalui adalah perubahan kecil secara perlahan.
Doa
Ya Allah, ampunilah dosaku.
Banyak doa yang selalu ku ucapkan padamu di tengah sujud ku, maka aku berharap bahwa kehidupan ku agar di ridhoi oleh mu.
Ya Tuhan kami, pemilik alam semesta ini.
Jadikanlah hidup kami ini penuh dengan berkah baik di dunia dan di akhirat.
Hari ini ialah hari Sabtu, tanggal 30 Agustus 2025 pukul delapan pagi dimana aku menulis tulisan ini melalui Handphone ku.
Iya, ini hari ketiga sejak dimulainya demo pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2025.
Tapi, demo juga dimulai dari Senin tanggal 25 Agustus 2025.
Berbeda dengan demo sebelumnya yang terjadi belakangan ini dimana mungkin kalo weekend demo akan meredup.
Namun, untuk kali ini api demo terus membara.
Sejumlah kegiatan di hari weekend di batalkan oleh penyelenggara, ataupun diganti ke hari lain.
Alasan nya, karena situasi Jakarta saat ini belum kondusif.
Hampir semua rakyat Jakarta marah.
Dan tentunya seluruh rakyat Indonesia juga merasakan api yang sama.
Hanya sedikit mungkin yang tak marah, mungkin merekalah yang tak merasakan betapa sulit nya hidup di zaman sekarang.
Akumulasi Api
Menurutku, api ini merupakan api yang terus bertumbuh dari periode sebelumnya hingga terus sekarang terjadi.
Tapi yang terjadi sekarang merupakan luapan dari kemarahan rakyat Indonesia terhadap pemerintah.
Banyak sekali hal yang bisa aku berikan contoh kenapa rakyat menjadi marah.
Semakin banyak aku memberikan contoh hanya akan semakin sadar bahwa negara ini begitu memalukan saat ini.
Tapi, aku tak ingin diam dan aku memilih untuk bersikap rasional.
Setidak nya, ini lah sebagian apa yang aku rasakan, dan aku menuntut sebagai seorang rakyat untuk permasalahan akar ini dapat diselesaikan sebelum api kemarahan rakyat semakin memuncak.
Gaji total termasuk tunjangan Dewan Perwakilan Rakrya ( DPR ) yang tak masuk akal
Bisa dibilang gaji total DPR ini sudah lebih dari 30x dibandingkan dengan gaji rata-rata pekerja di Indonesia.
Jika dibandingkann dengan negara lain, bahkan negara yang lebih maju tidak sejauh ini.
Ini aneh !.
Masa orang yang gaji nya yang digaji dari rakyat justru memiliki perbedaan gaji yang sangat jauh dengan rakyat yang menggaji nya.
Ditambah lagi, sikap arogansi dari para pejabat DPR yang omongan nya sewenang-wenang.
Serta, karena isu ini, beberapa orang anggota DPR yang sekarang seakan tak butuh gaji nya dan memberikan gaji nya ke orang lain.
Seakan mereka tak mengerti tugas pokok nya.
Bener-bener kocak ini !
Solusi :
Yowislah, aku tak ingin hanya memberikan masalah tapi tak memberikan solusi.
Ya, ini sebenarnya tugas nya pemerintah Indonesia ini mestinya yang berpikir dan memberikan keputusan.
Tapi, ya begitu dah per hari ini.
Semoga besok udah lebih baik deh.
Yang pasti citra DPR itu sekarang ga bagus, ya citra kan artinya secara umum ya.
Turunkan gaji DPR kalo perlu setara gaji UMR di wilayah nya.
Lalu, memiliki empati dan jaga omongan kepada rakyat.
Kerja yang bener udah.
2. Efisiensi tapi kok membesar
Tentu, ini ditujukan kepada presiden sekarang.
Dengan efisiensi yang diberlakukan tapi justu meningkatnya jumlah orang kabinet yang semakin menggelembung.
Ditambah, sekarang lapangan kerja makin sulit tapi banyak wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris.
Ini sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh presiden tapi realisasinya tidak terjadi.
Solusi :
Efisiensi untuk para pejabat menteri dan tidak boleh adanya rangkap jabatan.
Serta, diberlakukan nya sistem meritokrasi dimana sistem yg memberikan kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan, senioritas, ataupun kedekatan.
3. Kebijakan yang tidak relevant baik tingkat daerah atapun pusat
Harga pajak yang terus menaik, rumor tanah / bangunan yang tidak dipakai oleh sang pemilk selama beberapa tahun akan diambil negara, dan UMR negara kita yang kecil tapi harga bensin yang tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
Memang aneh bin ajaib ini.
Solusi :
Buat kebijakan yang rasional, kebijakan nya jangan menekan ke rakyat tapi justru membantu ke rakyat.
Seperti, kebijakan membuka lapangan kerja sebanyak-banyak nya, fokus pada kebijakan investasi asing yang tepat untuk masuk.
Hal-hal ini belum banyak dilakukan.
4. Leiden is lidjen
Pemimpin sekarang itu pada ngerti ga sih tentang ini : leiden is lidjen, memimpin ya menderita.
Ini sudah banyak diberikan contoh oleh founding father bangsa kita.
Sekarang tuh, kaya mikirin perut nya sendiri terus padahal wakil rakyat.
Seakan seperti menara gading dimana mereka tak bisa disentuh.
Kalo memang belum siap menjadi wakil rakyat ya jangan jadi wakil rakyat.
Jangan masuk ke ranah pemerintah yang tugas nya di ranah kebijakan.
Solusi :
Ya, mindset.
Maksudnya kalo belum siap untuk mengwakilin rakyat ya jangan masuk atau lebih baik mundur saja.
Mesti paham perbedaan antara ranah pemerintah, swasta, bahkan sektor ketiga.
Kalo ga paham dan hanya ingin berkuasa ya begini, ngurusin perut dulu padahal masih banyak rakyat yang harus dipikirkan.
5. Hukum mati koruptor
Menurut saya bahwa penegakan hukum di era pemerintah sekarang sudah lebih baik dari pada pemerintahan sebelumnya tapi belum cukup.
Langsung saja, katanya kan, koruptor akan dihukum keras, ya buktikan dong.
Banyak sekali para pejabat ga masuk akal yang menyimpan uang tunai bisa ratusan miliar di rumah nya ataupun lainnya.
Sedangkan rakyat, buat makan aja itu banyak yang susah !.
Koruptor itu harus nya dihukum mati untuk saat ini sebagai pengingat bahwa korupsi itu dampak nya sangat besar rusaknya.
Berapa banyak juta bahkan ratusan juta orang yang hak nya diambil dikarenakan uang nya dimakan oleh orang korupsi.
Solusi :
Hukum mati koruptor, serta kalo perlu buat ” Birokrat Wanted ” dimana orang yang bekerja dimana gaji nya didapatkan dari rakyat mesti diburu jika melakukan praktek Korupsi, Kolusi, nepotisme ( KKN ).
Serta, orang yang melaporkan itu mendapatkan hadiah sejumlah uang tertentu oleh pemerintah.
Eh bung, di akhirat saja masalah uang ini bahkan ditanya dua kali, asal nya dari mana dan untuk apa.
6. Usut tuntas pembunuhan terhadap OJOL
Sebuah fakta bahwa ojol itu dibunuh dan dilindas.
Nyawa mesti dibalas dengan nyawa.
Dan harus ada yang dicopot.
Jelas yang dicopot ya atasan nya.
Jangan selalu menyalahkan yang dibawah, yang diatas mesti tanggung jawab dong.
Solusi :
Hukum mati para pembunuh ojol, dan tentu harus ada atasan nya yang dicopot sesegera mungkin.
Penutup
Ini baru enam point saja, padahal masih banyak.
Tentu, aku menulis ini karena ya memang aku harus menulis.
Banyak sekali guruku, senior ku, rekan ku yang juga turun ke jalan untuk menyuarakan ini.
Namun, karena aku bisa menulis dan ada platform website pribadiku, kenapa tidak aku menulis di sini.
Aku menulis ini karena aku begitu mencintai bangsa ini.
Bangsa yang sangat besar.
Saat ini, lawan kita juga adalah orang-orang Indonesia sendiri yang menjadi penjajah.
Tapi, jikalau kita berpikir rasional maka akan ada saatnya kita berhenti untuk demonstrasi ini, asal yang atas juga berpikir rasional dan berani memutuskan dengan benar.
Aku berharap bahwa api penderitaan rakyat ini akan segera padam dan kita dapat beraktifitas seperti semula.
Karena aku tak akan pernah lelah untuk mencintai bangsa ini.
Mataku mulai terbangun dan waktu menunjukan jam empat sore.
Rasanya badan ini remuk, tapi satu hal yang ku tahu bahwa aku masih hidup dan harus terus maksimal kan hidup.
Sebelum nya nya mataku benar-benar ngantuk sekali dan sesampainya di kasur ya tertidur.
Hm, tapi mulai dari mana ya ?
Baiklah mulai dari pagi hari ini saja.
Kau tahu bahwa terkadang hidup adalah sebuah hal dinamis, ya karena itu penuh dengan kejutan.
Aku terbangun di jam dua pagi dan ternyata masih ada online meeting terkait pekerjaan, artinya ada pekerjaan yang dimulai dari jam kosong pagi ini belum solve.
Ya, jika semua sesuai rencana mestinya tak sampai dua jam semua suda beres.
Ku liat Handphone dan yaudah gabung meeting.
Sebelum nya, aku memang sudah tidur sebelum jam delapan malam.
Alasan nya sederhana, ya ngantuk.
Terlebih, kalo ada keadaan dimana pun yang membutuhkan kita setidaknya kita sudah siap.
Baik tidur, makan, ohlaraga itu mesti jadi prioritas masing – masing.
Sembari menunggu pekerjaan selesai, aku pun juga bergegas untuk makan roti di meja ku dan kemudian mandi untuk ikut event pagi ini yakni event Titan Run 2025.
Ya, aku ikut yang lari sepanjang 17,8 km sih.
Tahun lalu juga ikut di rute yang sama sekarang ya ngulang aja hehe.
Oh iya, aku pun juga nginep di tempat penginapan terdekat dari event ruce.
Alasan nya apa ya ?
Lari jam lima pagi mungkin, ditambah jarak dari rumah ku ke ICE BSD dimana tempat berlangsungnya acara itu sekitar satu jam lebih Lima menit.
Jika dibandingkan dengan jarak antara rumah ku dengan kantor ku di Sudirman sih lebih jauh ya, ya lebih 3 menit lah wkwk.
Tapi karena insting aja sih, terlebih ini lari juga gratis, alias gratis dari kantor hehe.
Aku bergegas dari penginapan ke tempat acara naik motor dengan durasi tempuh sepuluh menit dan berangkat jam empat pagi.
Dan ternyata parkir motor nya jauh juga dari tempat acara.
Untung lebih pagi ya kan.
Aku pun menuju tempat penitipan tas dimana aku rencana lari ga bawa hp alias semua barang ku selain diri ini, baju celana, nomor BIB dan ada jelly itu saja yang kubawah.
Sisanya aku titipkan saja di tempat penitipan.
Setelah itu aku wudhu dan sholat di musholla yang disediakan panitia di dekat event.
Ternyata shubuh lama juga ya sekarang wkwk.
Dulu jam empat pagi kayanya udah adzan, ya bisa dibilang sembari nunggu adzan ya pemanasan di tempat.
Beberapa orang bahkan sholat dengan menggunakan sepatu.
Setelah shubuh langsung ke race dan mendengarkan lagu Indonesia raya.
Dari shubuh itu semua berlangsung cepat, tak sampai lima menit langsung event dimulai.
Aku mulai maju di garis start dengan pelan tapi pasti.
Melihat lingkungan BSD tempat ku berlari mirip dengan lingkungan Pantai pindah Kapuk 2.
Jalanan luas, masih banyak lahan kosong dan enak sekali rasanya lari.
Tapi bagiku ada yang kurang, ya masyarakat sekitar yang kurang banyak orang.
Di luar negeri seperti event world maraton major ataupun lari di UTMB itu lokasi nya berdekatan dengan penduduk dan penduduk sekitar sangat support.
Ya inikan hanya persepsi.
Pelan tapi pasti, pace ku juga menurun kayanya.
Kan aku juga ga tahu pace ku berapa.
Seingat ku, umunya aku di pace antara tujuh ke delapan.
Namun, di kilometer ketiga belas kayanya aku sudah di belakang dimana pace delapan mendahului ku.
Sangat terasa bagiku bahwa meningkatnya berat badan sangat terasa dalam lari.
Maklum yang meningkat itu lemak bukan massa otot.
Pelan tapi pasti, satu kilometer demi kilometer aku lewatin dan sampai di kilometer ke enam belas.
Tapi rasanya perut ku sakit perut wkwk.
Ini kebanyakan minum air di water station kayanya.
Baju ku basah karena terkadang air minum ku tumpahkan ke atas rambut ku agar aku kembali segar lagi dan melihat ke depan fokus lagi.
Akhirnya, di kilometer ke enam belas aku jalan saja.
Pelan tapi pasti aku sudah melihat garis finish dan alhamdulillah aku finis di durasi dua jam dua puluh menit dan langsung mengambil mendali.
Setelah mengambil mendali, aku langsung mengambil tasku di tempat penitipan dan melihat HP dimana mengecek tempat teman-teman ku berkumpul dan sembari hunting makanan gratis kaya duren, soto ayam dan sebagainya.
Ya, event Titan Run ini memang agak unik dimana banyak makanan yang gratis.
Setelah nya aku foto sama teman-teman kantor pulang menuju tempat penginapan.
Sampai di tempat penginapan langsung mandi dan rebahan pastinya wkwk.
Dan juga aku lihat beberapa pesan di WhatsApp ku yang ku prioritaskan.
Seperti beberapa yang alumni Insinyur Profesi Universitas Indonesia yang baru regis di UI connect dimana hari ini jam dua belas siang sudah closed.
Bagi yang belum tahu bahwa UI connect itu kaya aplikasi dalah satu nya pemilihan calon ketua ILUNI UI ya dari sini.
Oh iya, pekan depan juga akan ada musyawarah besar dimana aku salah utusan dari fakultas teknik.
Sudah dipastikan bahwa Sabtu Minggu ku ada di UI.
Ya jalanin saja.
Aku rebahan sampa jam sebelas pagi dan langsung rapihkan barang barang dan pulang kerumah dengan durasi 90 menit kayanya.
Ya, biasa jalanan jakarta kan macet ya delay pastinya kalo siang hari.
Sebelum kerumah, aku mampir beli rujak langganan ku untuk makan siang.
Di tempat rujak dengan orang yang sama ini aku udah beli lebih dari 10 tahun pastinya.
Banyak sekali orang-,orang yang saat ini yang berhubungan dengan ku lebih dari sepuluh tahun.
Kaya tukang listik, tukang hp, tukang nasi goreng, ayam geprek, ya jadi tinggal WA aja biar pesen dan ga nunggu lama.
Sesampainya di rumah aku bersih -bersih dan makan rujak yang tadi lh beli.
Setelah nya tidur wkwk.
Dan aku terbangun di jam empat sore ini, perlahan mataku kembali jernih.
Memang, tidur adalah obat terbaik.
Tapi perutku langsung sakit perut dan langsung ke kamar mandi.
Ku pikir hari akhir ini sudah cukup untuk ku, makanya aku mengetik tulisan ini.
Selanjutnya ya istirahat dan bersama keluarga saja.
Oh iya, pegel juga ya kaki.
Tapi, hari ini adalah hari ulang tahun ku, ulang tahun yang ke 29.
Terima kasih buat teman-teman ku yang mengucapkan hari ulang tahun ku baik ketemu langsung saat lari tadi, via pesan WhatsApp, ataupun telepon yang tak kuangkat tapi aku tahu maksudnya.
Terkadang dalam hidup, kau hanya perlu menjalani nya saja.
Suara adzan berkumandang dan aku mulai membuka mataku.
Adzan di rumah ku itu begitu kencang.
Maklum, di rumah ku bahkan ada tiga masjid dan satu mushola.
Ya, area rumah ku hanyalah satu menit dari pondok pesantren milik Muhamadiyah.
Namun, banyak dari warga sekitar adalah penganut NU atau kependekan dari Nadhlatul Ulama.
Dua aliran Islam terbesar di Indonesia dan sangat banyak kesamaan tapi ada yang berbeda dalam beberapa hal.
Terkadang, aku sholat tarawih di masjid Muhammadiyah karena raka’at nya yang sedikit yakni hanya 11 rakaat, berbeda dengan Madjid NU yang umumnya 23 rakaat.
Jarak rumah ku itu satu menit paling dari masjid dan mushola.
Iya berdekatan sekali, bahkan beberapa langkah saja dari Mushola ke masjid milik Muhamadiyah sudah sampai.
Begitupula dengan dua masjid lainnya yang ga sampe seratus meter jarak dari rumah ku.
Sehingga, suara adzan biasanya sebagai alarm alami ku saja untuk bangun.
Tapi tunggu dulu, ini bukannya hari Sabtu ?
Aku kan ada event lari di Pantai Indah Kapuk 2 atau biasa yang disebut sebagai PIK 2.
Seingatku aku sudah memasang jam weker untuk bangun jam tiga pagi.
Dan kucoba lihat layar handphone ku dan jam menunjukan jam empat pagi.
Terakhir seingatku, aku tinggalin laptop di atas meja yang masih meeting dan mataku tak kuat hingga aku tertidur dalam kondisi masih meting ada pekerjaan yang memang aku posisi nya monitor saja.
Sejujurnya meeting kaya gini jarang sekali untuk ku hingga malam hari.
Terkadang satu bulan juga belum tentu ada.
Oh iya, aku harus segera bergegas ke PIK 2.
Aku beranjak dari kasur ku dan pergi untuk mandi dan langsung berberes.
Baju lari, tas dengan laptop ku, dan berbagai hal yang akan menunjang hari ini.
Hm, hari yang padat.
Tapi sebelum hari ini dimulai, maka aku mulai dari sini.
Weekend yang padat
Tak ku sangka, di bulan Agustus ini weekend ku saja sudah full booking.
Ya, bisa lebih padat daripada hari kerja.
Kenapa ?
Ya karena berbagai aktifitas saja dan beruntun.
Banyak hal juga akhirnya aku tak lakuin karena sudah saking padatnya.
Kenapa ya ?
Terkadang saking sudah terbiasa ada kegiatan di weekend juga pertanyaan itu juga sudah jarang ada di otak ku.
Ini ku pikir sejak tahun 2016 dimana aku tinggal di asrama beasiswa saat aku masih kuliah dimana setiap weekend nya ada kegiatan.
Dan lanjut kerja di Papua yang terkadang bahkan hari Sabtu pun juga masuk.
Maklum roster.
Roster itu maksudnya kerja 6 Minggu di site & 2 Minggu libur kembali di kota nya.
Nyatanya aku tertahan 9 bulan di kota Tembagapura.
Dan cuti ku mestinya ada 3 bulan.
Tapi itu tak pernah bisa kuambil alias diganti dengan uang.
Hm, waktu itu covid sih.
Jadi, orang yang ada di Tembagapura ya tertahan, dan ga ada yang bisa masuk selama beberapa waktu.
Bagi yang belum tahu bahwa kota Tembagapura itu di Papua.
Dan ya, kuterima saja nasibku ini.
Padat ya.
Hm, seperti nya ini akan berlangsung hingga puluhan tahun kedepan atau hingga akhir hayat ku ?
Hanya waktu yang akan menjawab.
Buddhayana run
Setelah berberes, aku sholat shubuh dan langsung pergi ke PIK 2.
Lari 5 km ya.
Hm, kenapa aku mau ikut ya ?
Entahlah, terkadang aku mengikuti feeling saja.
Tapi jika aku berpikir kembali bahwa kenapa aku ikut event lari ini yang sangat biasa saja ini, ya mungkin karena pertama ini yang mengadakan agama Budha.
Ya, ikatan Budha gitu loh.
Mereka mengadakan event di beberapa kota dan Jakarta juga termasuk.
Ditambah murah harganya hanya 150 ribu dan mendapatkan banyak isian di race pack nya.
Ku pikir apa yang ku dapati sudah lebih dari nilai 150 itu.
Mendali, baju lari, isi race pack juga banyak .
Terkadang aku bertanya pada diri sendiri ” Ini kaga rugi apa ya panitia nya ? “
Tapi aku udah ga kaget.
Dulu lebih parah lagi.
Pada saat aku dan teman-teman elektro UI yang saat itu masih mahasiswa baru dan mencari banyak danusan.
Kami mendapat ajakan untuk makan di sebuah restoran jepang yang mahal.
Ku pikir kita ngumpuin yang buat acara jurusan malah kenapa ngeluarin duit.
Harga makanan pun seharga 200 ribuan dan pada tahun 2015 gitu.
Tapi ternyata dibayar kita.
Buset, makan mahal dan dibayar.
Katanya sih mereka baru buka jadi butuh diramein oleh anak muda.
Sebuah dunia yang aneh.
Tapi ya karena sudah pernah dilalui ya ga aneh sih.
Terkadang kita hanya perlu menjalani sesuatu yang tak biasa agar itu menjadi sesuatu yang biasa.
Kedua, karena lokasinya di PIK 2.
Tentu, aku punya konsep bagaimana membangun sebuah kota yang sangat berperadaban.
Aku memvisualisasikan banyak hal.
Misalkan saja, sebuah sungai dengan di kanan kiri nya ada tempat buat orang bisa jogging ataupun lari.
Dan PIK 2, sudah mewujudkan nya.
PIK 2 bahkan menurutku lebih hebat dari kota yang bahkan menurut ku hebat yakni kota Tembagapura dan kota Kuala kencana yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia.
Dan mungkin juga lebih dari pada negara Singapura suatu saat nanti.
Itulah tentang PIK 2 menurutku.
Atas dasar alasan itulah aku berpikir untuk kembali ke PIK 2.
Terakhir aku kesana sih buat ikut latihan duathlon yakni berenang di kanal laut sejauh 750 m dan dilanjutkan lari dengan jarak 5 km.
Oh iya, itu di bulan Februari bersama komunitas Tribudies.
Ini salah satu komunitas triathlon di Indonesia.
Jarak rumah ku dengan PIK 2 itu jauh, tapi karena pagi ya sekitar 90 menit.
Kebetulan ini event nya mulai jam 6 pagi.
Aku pun langsung berangkat dari rumah sekitar setengah lima lewat habis shubuh sih.
Dan sampai sana di jam 6 pagi.
Aku bawa tas yang isinya laptop.
Kenapa ?
Nanti aku jelaskan !
Jelas selama lari ya santai aja akunya, lebih ke banyak jalan juga sih wkwk.
Banyak Koko dan Cici disini dan banyak sekali orang tua disini yang ikut event lari ini.
Ya menurut ku saja kan ini.
Aku lari dengan membawa tas yang isinya paling berapa kilo.
Cuman isi laptop, buku, botol minum sih yang paling berat.
Langsung saja, ini buat aku latihan ku.
Mestinya, lebih dari 20 kg aku membawa tas ini.
Kenapa ?
Ya karena buat latihan.
Ya, 8 mata arah angin telah memanggil ku.
Mungkin semua akan terjawab di akhir tahun ini, hehe.
Ya ada rencana yang belum bisa ku bagikan.
Tapi asli itu ekstrem sih, ya itu kalo jadi.
Yowis aku mencapai garis finish dan ngantri mendali.
Mendali 🙂
Hm, berapa ya tadi menit nya ?
Lupa & ga pasang strava juga.
Setelah selesai, sekitar jam setengah delapan aku langsung pergi ke rumah temanku yakni Juan karena kami ada kelas kursus Internet Of Things ( IOT ) di jam setengah 10 pagi ini.
Kursus IOT
Rumah Juan juga di Jakarta Utara, cuman sekitar 40 menitan dari PIK 2.
Di tengah jalan aku melimpir ke tempat makan mie ayam untuk makan pagi.
Ya, aku belum makan dan aku sampai di rumah Juan jam sembilan pagi.
Kami pun langsung bersiap dan membuka zoom meeting.
Kursus berbayar kaya gini juga pertama kali aku lakuin.
Ya gimana ya ?
Mereka kan udah bayar buat datang acara kita walau online jadi mesti disiapkan.
Ada 21 orang yang membayar tapi yang datang di zoom meeting sekitar 19 orang.
Yang ga datang ya sudah diingatkan tapi mungkin sedang ada kesibukan lain nya.
Meeting dimulai dengan aku sebagai pembuka. Aku yang merupakan Chief Operating Officer ( COO ) dari start up KAMIS (Karya Mandiri Indonesia Sehat) ini dengan produk MOLITAV.
Berbicara start up KAMIS dan MOLITAV ini bakalan panjang.
Kalo tertarik mungkin bisa baca tulisan ku sebelum-sebelumnya di website ini hehe.
Intinya sih, ini produk yang bisa ukur lima alat vital dan dalam waktu satu menit langsung terukur.
Aku memulai dengan membuka meeting seperti MC yang mengenalkan pembicara yakni temanku Juan selalu CEO MOLITAV dan nanti ada pembuka dari Prof RALDI KOESTOER.
Tapi ini Prof Raldi kok belum masuk ya.
Baru dihubungi oleh Juan beberapa kali via telepon akhirnya baru bisa join.
Tapi sebelum beliau masuk , ya akhirnya aku memperkenalkan tentang produk MOLITAV milik kita dan inkubator gratis milik Prof Raldi.
Sesi kursus pun sangat dinamis dan diakhir kami meminta form evaluasi.
Ya umumnya bagus semua tapi ada satu yang ku highlight dimana pembahasan nya terlalu teknis, sehingga orang awam belum bisa mengerti.
Sebuah kritik yang membangun dan harus terima dong.
Ini baru pertama semoga kedepan nya lebih baik.
Dokumentasi di akhir kursus
Sesi kursus selesai saat adzan Dzuhur.
Kemudian, aku pun langsung kerumah dan sampai di jam setengah dua siang.
Setelah nya aku makan nasi goreng dari bakmi GM yang ternyata sudah dibelikan oleh ibunya Juan dan sembari melihat debat pemila calon ketua ILUNI UI periode 2025 – 2028.
Pemila ILUNI UI
Tentu, pemilihan ketua ILUNI UI periode 2025-2028 ini semakin memanas.
Aku yang merupakan ketua ILUNI dari sisi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Indonesia ( PPI FTUI ) kini ikut serta.
Selain itu, aku pun validator & nanti juga salah satu utusan ILUNI FTUI untuk tingkat ILUNI UI saat musyawarah besar.
Jika kau tanya padaku apakah tahun lalu bakalan kebayang kaya gini ?
Ya enggaklah, kadang semua terjadi tiba-tiba.
Aku pun juga hari ini sudah berkomunikasi dengan lebih dari lima puluh orang secara direct message terkait masalah PEMIRA ini.
Oh kayanya banyak yang menanyakan sikapku memilih calon yang mana ?
Aku sudah jawab banyak kali, jawaban ku netral.
Ya, silahkan sesuai hati nurani saja.
Oh iya, aku udah jarang buat buku dan baca buku juga jarang.
Kenapa ?
Ya sibuk aja.
Sibuk nya juga ga bisa dibilang ga produktif sih, jadi ini part of life yang mesti dijalanin saja.
Tapi, kalo ku pikir ulang lagi.
Beberapa teman ku sudah pada ikut politik ya.
Sedangkan aku?
Hm, hanya sibuk pada duniaku saja.
Tapi yowis lah, belum saat nya saja.
Lagi pula aku orang yang percaya pada prinsip takdir, kalo emang takdirnya ya takdirnya saja.
Ya walaupun juga harus diusahakan.
Tapi beda aja kok rasanya.
Tapi jam sudah menunjukkan jam 3 sore
Ustmani
Hari ini sudah masuk kelas ngaji lagi.
Ya, tallaqi.
Bagi yang belum tahu tallaqi, itu kaya murid mesti ngikuti ucapan guru saat membaca Alquran.
Sebelumnya itu Sabtu pagi, tapi kalo Sabtu pagi sering bentrok saja dengan agenda lain, sehingga pindah ke Sabtu sore dari habis ashar sampai sebelum magrib.
Hm, bisa dibilang aku kembali mengulang di level yang sama.
Ya nilai ujian ku belum lulus.
Sedih sih tapi yaudahlah artinya memang mesti dimantapkan lagi.
Tentu, memahami Alquran itu sepanjang masa tapi terus diusahakan.
Lagi pula, keuntungan ku ya masih muda jadi masih banyak waktu untuk terus belajar.
Lagi pula orang seperti ku bagaimana mungkin ketika di akhirat aku ditanya ” apakah aku sudah menguasai ilmu Al-Qur’an ?”
Jika jawaban ku belum bisa, habis lah sudah.
Bahkan saat aku tadi mau berangkat saja itu sudah dikasur, asli enak banget.
Tapi antara mau memperbaiki diri atau ya bego selamanya.
Kunci awal memperbaiki diri yakni adalah penerimaan.
Kalo kita ga nerima diri kita bego dan merasa pintar ya udah stuck aja.
Lagi pula orang merdeka itu enak, merdeka bisa renang jadi ga takut tenggelam atau ga perlu pelampung.
Merdeka mengerti buku, jadinya ga perlu bawa buku karena sudah di otak.
Dan kunci untuk merdeka ya disipilin.
Sesampainya di Utsmani sih mulai belajar seperti biasa.
Diperbaiki bacaan nya.
Kunci nya sabar sih.
Ya, banyak-banyak sabar.
Ngaji selesai di jam setengah enam sore, tapi kepala ku udah pusing banget.
Akhirnya sebelum pulang ke rumsh, aku ingin makan sambal yang enak saja.
Hm, mungkin bisa mengurangi rasa stress ku.
Ku pikir stress terjadi karena kompetensi kita kurang terhadap realita yang akan dihadapi.
Sejujurnya sudah lama aku ga merasakan ini.
Terkadang bosen juga kalo berhasil mulu wkwk.
Ya, begitulah hidup.
Habis itu aku pulang dan nonton YouTube.
YouTube memang hiburan ku.
Bentar, besok kan aku ada lari trail.
Sebelum nya aku gagal karena ga kuat, ataupun mau ikut tiba-tiba ada kerjaan.
Aku harus tidur dan mengamankan mendali trail run pertama ku.
Tapi, besok lebih sibuk dari yang aku kira.
Hm, tidur dulu deh.
Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam.
Semoga esok akan baik-baik saja, amin.
Minggu, 03 Agustus 2025
‌Hp ku bunyi terus.
Mataku mulai membuka dan mulai menyadari bahwa suara itu bunyi alarm dari HP ku.
Sebelumnya ternyata jam weker ku rusak.
Hm, maklum itu udah lebih dari tiga tahun dan murah sekali harganya.
Masih bisa dipakai, cuman untuk mengeluarkan bunyi sudah tak bisa.
Alhasil, aku pasang berapa banyak alarm ya di HP ku ?
Lebih dari sepuluh sih dengan durasi antara jam setengah tiga hingga jam empat pagi.
Aku melihat HP dan jam masih menunjukkan jam tiga pagi.
Hm, aku pun kembali menutup mata dan alarm HP ku juga kembali berbunyi.
Tapi, ini akan lari trail run pertama ku yang berpotensi mendapatkan mendali.
Perlahan dengan keyakinan tinggi, aku ke kamar mandi dan kubasuh wajahku.
Perlahan mata mulai membuka dan akhirnya ku lanjutkan dengan mandi.
Setelah nya, aku memakai baju lari dari UI Trail Run.
Iya, sekarang lari nya sih 5 km aja untuk Trail Run.
Tapi ternyata bagus juga sih, selain karena belum pernah dapat mendali Trail Run, itu juga karena acara yang mengadakan ada nama UI nya.
Iya, aku senang jika dekat dengan UI.
Itu saja.
UI Trail RUn
Aku pun langsung berangkat sekitar jam setengah lima pagi dan sampai di pukul setengah enam pagi di titik kumpul.
Aku sampai di titik kumpul nya di Indomaret Sentul.
Sesampainya disana aku membeli roti dan susu sebagai pengisi perut.
Setelah nya aku pun naik mobil pick up bersama para peserta lain dari Indomaret Sentul menuju tempat race.
Ya, sesuai informasi dari panitia yang ku dapat katanya mesti parkir di dekat Indomaret Sentul dikarenakan parkir yang terbatas di dekat race.
Tapi sesampainya di tempat race, begitu banyak kendaraan yang parkir dekat race.
Ya sudahlah. Sampai di tempat race, aku pun memulai pemanasan dan bersiap untuk berlari.
Tapi ternyata, di samping aku ada yang menyapa dan dia adalah Rayhan yang merupakan teman lari di komunitas Taman Mini Indonesia Indah Running Club ( TRC ).
Kami pun foto bersama dan meng-share foto ke grup.
Dan eng ing eng, start dimulai di jam 06.30 pagi.
Aku pun merasa fit saja hari ini padahal kurang tidur.
Rasa ingin kencing di awal saat ingin race sendiri pun sudah tidak terasa lagi mengingat banyaknya keringat yang ku keluarkan.
Oh iya, aku juga memakai kacamata baru yang murah sih harganya.
Biar apa ?
Ya biar kece wkwk.
Ditambah kadang kalo lari di siang hari itu terik matahari yang membuat sakit mata.
Sedangkan kedepan aku harus melatih fisik ku agar lebih kuat.
Selama perjalanan trail run, aku melihat sekitar.
Benar-benar indah ya alam.
Berbeda dengan trail run ku sebelumnya yang dari awal sampai akhir benar-benar langsung tanah, malam hari pula, jarak 21 km, dan ada badai.
Iya saat itu di Sentul juga dan sedang ramadhan.
Bisa ditebak, trail run pertama dan langsung gagal.
Saat itu seperti nya baru 4 km saja aku sudah sangat kelelahan dan saat hujan aku menepi di rumah warga yang memang ada kaya pondok nya.
Saat itu badai semakin kencang, aku rasa aku tak kuat melanjutkan lari tersebut.
Walau aku sudah ada jas hujan, tapi masih ada hari esok pikirku.
Akhirnya, di rumah warga yang ku tempati pun aku menanyakan untuk mengantar ku ke bawah, ke tempat mulai start.
Dan ya bisa, pulang naik ojek wkwk.
Tapi, ada yang lain juga kok ternyata, #cari temen.
Balik ke cerita lari trail run di UI, sesampainya mendekati garis finish, sudah terdengar suara MC yang memandu acara.
Ku percepat langkah ku dan mencapai finis.
Yeay, ku ambil mendali pertama ku dan ku foto dengan teman ku yang tadi tak bertemu saat start, ya bang Mizfar.
Setelah nya, aku langsung bergegas pulang.
Saat mau pulang ternyata aku ketemu dengan Rayhan lagi dan akhirnya pun menuju tempat mobil pick up lagi.
Ku pikir ada mobil yang mengantarkan kami kembali turun ke bawah bertemu titik kumpul.
Tapi kok ga ada, akhirnya ya jalan kaki sekitar 2,5 km sembari ngobrol tentang dunia pelarian.
Sampai di kendaraan, ada dua agenda selanjutnya yakni kondangan dan bertemu dengan Prof Rhenald Kasali di acara NGOBRAS ( Ngobrol Santai ).
Aku liat waktu dari masing – masing acara dimulai dan jarak dari lokasi ku di Sentul.
Ku putuskan untuk datang ke acara NGOBRAS nya prof Rhenald kasali. terlebih dahulu.
Acara NGOBRAS adalah acara yang diinisiasi oleh prof Rhenald Kasali sendiri untuk datang ke tempat tinggalnya yakni Rumah Perubahan.
Cara daftar nya juga gratis, tapi kita mesti beli voucher seharga 50 ribu rupiah jika sudah sampai, dengan catatan bisa membeli makanan ataupun minuman dengan harga voucher 35 ribu rupiah yang tadi sudah dikasih.
Selain datang ke acara NGOBRAS, rencana nya aku ingin diskusi lebih lanjut dengan Prof Rhenald, tapi ya lihat situasi saja.
Aku pun menuju ke Rumah Perubahan.
Tetapi sebelum sampai, aku mampir untuk makan dahulu.
Ya, makan soto mie saja.
Asli, lapar cuy hehe.
Setelah selesai makan, aku pun sampai di Rumah Perubahan.
Ternyata acara yang dimulai di pukul setengah sebelas ini belum dimulai.
Hm, biasanya tepat waktu.
Acara baru dimulai hampir menuju jam sebelas.
Ternyata, yang mengisi yakni Prof Rhenald & ada rekan nya yang berlatar belakang seorang Wirausaha.
Seperti biasa, acara dimulai dengan kata pengantar dari Prof Rhenald dan dilanjutkan dengan rekan nya yang menceritakan pengalaman kewirausaha nya.
Setelah nya ada sesi tanya jawab.
Sesi satu dengan lima pertanyaan.
Dan kemudian nanti ada sesi pertanyaan lagi.
Ku pikir hari ini aku ingin duduk dibelakang saja dan hanya mendegarkan saja.
Sesi NGOBRAS 🙂
Terlebih peserta yang hadir cukup ramai sekitar lima puluhan orang.
Mendengarkan.
Ku pikir tidak semua orang harus berbicara, mesti ada yang mendengarkan.
Aku suka dengan kalimat sebelum ini.
Tapi, adzan Zuhur sudah berkumandang.
Aku harus putuskan apakah aku lanjut di acara ini atau pergi lagi ke acara lain.
Dan kuputuskan untuk pergi setelah Zhuhur meninggalkan acara ini.
Lagi pula masih ada waktu lain untuk diskusi dengan Prof Rhenald.
Kondangan
Aku berangkat dari rumah perubahan ke kondangan yang merupakan teman alumni Program Profesi Insinyur FTUI.
Ya, aku diundang dan ga enak rasanya jika tak hadir.
Waktu perjalanan hanya sekitar 30 menit dikarenakan lokasi ya dekat di Depok yang tak jauh dari Rumah Perubahan.
Sesampainya di lokasi, aku bertemu dengan teman ku alumni PPI FTUI lain dan berbicara sebentar.
Kemudian, aku langsung menghampiri pengantin yang merupakan teman ku.
Setelah nya aku langsung pulang.
Ya pulang ke rumah dulu untuk istirahat.
Waktu yang di tempuh sekitar satu jam, dan aku tiba sampai di rumah sekitar jam setengah tiga sore.
Rencana nya sih mau mandi dan lanjut ke Pasar dan donor darah.
Tapi setelah setelah mandi dan rebahan dikasur, rasanya malas sekali.
Kemudian, aku mendengar suara hujan dimana semakin syahdu saja di kamar.
Tanpa terasa aku sudah tertidur .
Perlahan, aku membuka mataku dan melihst HP bahwa jam sudah menunjukan jam lima sore.
Sebelum tidur, aku sudah memesan gofood untuk dimakan di rumah.
Di catatan gofood iu ku tulis untuk taruh di pagar saja.
Baru kusadari saat bangun tidur bahwa makanan yang kupesan masih di ada di pagar.
Ya, kehujanan.
Untung diplastikin sehingga aman.
Aku pun makan dan setelah Magrib langsung pergi untuk donor darah di PMI Jakarta.
Kenapa di PMI Jakarta, karena dia buka 24 jam.
Sedangkan PMI cabang sekarang bukanya hanya di office hour saja.
Sebenarnya, kemarin itu waktu ku untuk donor darah, tapi karena hari ini ada lari trail run sehingga jadinya kuputuskan saja untuk donor darah setelah lari.
Oh iya, aku rutin donor darah setiap dua bulan.
Alasanya apa ?
Hm, apa ya.
Ingin menolong saja.
Aku pun donor darah di PMI di jam setengah delapan malam dan sesudahnya langsung pulang ke rumah sampai di jam setengah sembilan.
Ku pikir ini adalah akhir dari aktifitas ku untuk hari ini.
Banyak Hal yang ingin aku lakukan, ingin gym, ingin renang, ingin golf dan lainnya.
Tapi, aku tak punya banyak waktu.
Oh iya belum kepasar, belum beresin kamar, wah masih banyak deh.
Mungkin hari lainnya saja, semoga.
Kemudian, aku semakin menyadari bahwa banyak sekali tanggung jawab ku yang mestinya ku jalanin.
Sebenarnya sih kalo aku cuman mentingin diri sendiri kayanya udah selesai hidup ini.
Tapi, semenjak aku sudah menulis dan membagikan ideologiku ku yakni RA dalam buku keduaku, dan ditambah dengan buku ketiga ku yang berjudul WARRIOR.
Sudah tak mungkin hidupku untuk diriku sendiri saja.
Ada tanggung jawab yang besar, ku pikir aku hanya perlu menjalani nya saja.
Mungkin pahlawan yang selama ini kita tunggu-tunggu untuk menggubah keadaan keluarga kita atau negara kita adalah diri kita sendiri
Ku lihat jam di handphone dan jam menunjukan jam setengah lima.
Setelah shubuh, aku lanjut untuk tidur.
Ya, tidur.
Rasanya sudah lama aku ga tidur pagi di hari Sabtu.
Tentu, itu karena setiap Sabtu pagi aku pergi Tallaqi.
Bagi yang belum tahu Tallaqi adalah metode pembelajaran dari ustad ke murid nya dimana seorang murid harus mengucapkan yang sama seperti guru mengucapkan ayat Alquran.
Tapi pagi ini ga ada, alias libur.
Iya, karena pekan lalu aku sudah ujian untuk kenaikan tingkat.
Sehingga, pekan ini libur dan sembari menunggu hasil ujian nya.
Jujur saja, aku ga tahu apakah aku akan naik tingkat atau tidak.
Tapi yang pasti adalah aku akan tetap melanjutkan proses pembelajaran dengan Ustad.
Kemudian, aku lihat jam di handphone ku lagi dan ku lihat sudah jam delapan pagi.
Aku mulai terbangun dari kasur ku, dan aku menyalakan lampu di ruangan ku.
Perlahan aku membuka Handphone ku.
Hingga aku melihat tentang film Sore istri dari masa depan.
Hm, ga jelas ini judul filmnya sih menurut ku.
Tapi, film sore ini aku memang ga asing sih.
Terlebih, beberapa teman ku membuat status di WhatsApp tentang menonton film ini dan ngasih pujian yang bagus.
Kemudian, juga di beberapa grup ku, film ini sudah tersebar karena pemain wanita yang menjadi Sore adalah alumni dari Universitas Indonesia yang juga merupakan aku alumninya.
Film sore
Hm, jam masih menunjukkan jam sembilan pagi.
Aku mulai tertarik dengan film ini, aku cari beberapa tulisan dari yang sudah menonton film ini di Internet.
Yang kutemukan bagus sih film ini.
Kayanya juga film ini mirip film Kimi No Nawa yang juga menurut ku bagus sekali itu film.
Oh iya, film Kimi No Nawa juga menonton tak sengaja.
Saat itu, di kosan teman kuliah ku, tempat yang biasa menjadi basecamp kami sebelum atau sesudah kuliah biasa ngumpul anak Elektro yang merupakan jurusan ku.
Teman ku ada yang suka nonton drama ataupun anime jepang dan dia merekomendasikan aku dan teman-teman yang ada disana untuk menonton Kimi No Nawa di laptop nya.
Dan kami pun menonton bersama.
Menurutku bagus sekali film nya.
Setelah mencari review dari berbagai sumber.
Aku mulai mencari tempat bioskop terdekat untuk menonton film bioskop ini.
Ya, itu ada di Graha Cijantung yang lokasi nya dekat dengan ku hanyalah sepuluh menit saja.
Hm tapi ini baru jam sepuluh pagi.
Oh iya, setelah nya aku menelpon teman ku yang baru pulang dari kerja di tambang di pulau Kalimantan.
Awalnya dia ingin kerumah ku, tapi ku bilang kita ketemu di Graha Cijantung saja sambil makan di Marugame Udon.
Iya, awalnya aku berencana untuk bertemu dengan dia sebelum jam dua belas siang dimana film itu sudah dimulai.
Ngobrol sejam kah dari jam sebelas sudah cukup lah.
Namun jam setengah sebelas dia menginformasikan untuk belum bisa ketemu karena ada urusan keluarga.
Yowis, aku langsung jalan aja ke Mall Graha Cijantung.
Tapi sebelum itu, aku makan dulu di soto ayam langgananku.
Iya, ini langganan karena udah makan disini lebih dari lima belas tahun.
Jadi, udah kenal lah ya hehe.
Setelah selesai makan, aku lanjut ke mall Graha Cijantung dan sampai di jam sebelas.
Sesampainya di mall, aku langsung ke lantai empat dimana tempat bioskop berada tapi sayang masih tutup.
Akhirnya, aku ke lantai bawah nya yakni lantai tiga untuk melihat dan baca – baca sedikit di Gramedia.
Di Gramedia, ada buku yang sering ku abaikan tapi entah kenapa aku melihat buku itu.
Buku itu berjudul seporsi mie ayam sebelum mati.
Hm, aku baca sedikit yang udah dibuka dan ku pikir ini bukunya menarik.
Namun, jam sudah menunjukkan jam setengah dua belas dan akhirnya aku naik lagi ke atas untuk membeli tiket film Sore dan menunggu film bioskop tersebut.
Oh iya, aku lupa bahwa sebelum ke bioskop aku juga membeli kopi Goodday dingin seharga lima ribu rupiah di depan Gramedia.
Iya, aku ga bikin kopi dari rumah karena aku biasanya kalo bikin kopi buat sesuatu yang penting saja.
Setidaknya kafein sedikit dari kopi Goodday itu membuat otak ku lebih fresh saja.
Jam sudah menunjukkan jam dua belas dan aku pun masuk ke dalam bioskop.
Hm, aku pikir aku sudah menempatkan posisi tempat duduk ku yang enak untuk menonton film ini.
Sejujurnya aku jarang sekali menonton bioskop, tak sampai belasan kali, itu pun karena biasanya bersama teman-teman ku saja.
Bahkan, hingga hari ini aku tak pernah menonton Netflix.
Iya, aku ga tahu apa itu Netflix tentang apa.
Yang aku tahu itu aplikasi resmi untuk menonton film.
Bisa dibilang YouTube adalah tempat favorit ku dalam hal menonton.
Jika bukan YouTube ya aplikasi lain yang mungkin belum tentu aku kunjungi sekali dalam setiap bulan nya.
Kembali menonton, film dimulai dengan seorang pria yang bernama Jonathan yang hidup nya kurang sehat.
Suka ngerokok, mabuk, tidur malam dan begitu dah.
Hingga, saat baru bangun tidur dia melihat ada sosok wanita yang bernama Sore di kasur nya.
Jonathan yang biasa dipanggil Jo pun kaget dan bertanya kepada wanita yang bernama Sore ini.
Sore menjawab bahwa dia adalah istri joh dari masa depan dan datang untuk merubah agar Jo menjadi lebih baik lagi.
Selama perjalanan film, Sore selalu gagal dan terjadinya pengulangan waktu dimana Sore terus mencoba dan gagal.
Hingga akhirnya Sore menyerah.
Dan ya, sore melakukan itu semua karena nanti Jo setelah menikah akan meninggal dunia karena serangan jantung.
Hingga akhirnya, Jo merasa harus berubah dengan sendiri nya.
Dan film pun selesai hehe.
Nah, takut spoiler gue wkwk.
Iya pokoknya bagus sih ini film.
Membuat perubahan itu bukan berasal dari eksternal tapi dari internal nya sendiri.
Setelah nonton film ini, membuat aku sadar bahwa banyak hal yang mesti nya bisa aku syukuri lagi.
Penerimaan diri pun juga menjadi faktor kunci.
Film sore selesai itu di jam dua siang.
Setelahnya aku mengingat bahwa aku berjanji untuk membawa keluarga ku makan Pizza.
Iya, sejujurnya aku sibuk sekali, jadi kalo masalah beginian biasanya di hari weekend saja.
Aku pun kerumah dan sampai di jam setengah tiga dan kemudian langsung bersiap bersama keluarga untuk ke mall graha Cijantung lagi untuk makan pizza.
Kami tiba di jam setengah empat.
Saat makan pizza, aku ingat tentang buku seporsi mie ayam sebelum mati tadi yang kulihat di Gramedia.
Aku pun ke Gramedia sebentar dan membeli buku itu lalu kembali ke Pizza lagi.
Setelah nya kami sampai dirumah jam lima sore.
Grup
Di beberapa grup ada yang ramai saja, aku cek beberapa saja sih.
Ku pikir salah satu nya grup tentang pemira ILUNI UI.
Ya, pemilihan raya ketua ILUNI UI.
Hm, sejujurnya aku ga pernah ikut ILUNI an ini.
Namun, karena tahun lalu aku dipilih sebagai ketua ILUNI Pendidikan Profesi Insinyur FTUI ya pasti aku mewakili ini untuk tingkat FTUI nya.
Dan ya, ada juga yang direct chat aku untuk menjadi bagian dari tim sukses untuk tingkat ILUNI UI.
Tentu, ini sudah pernah ku bicarakan dengan teman – teman dari pendidikan profesi Insinyur FTUI bahwa sikap kami netral.
Ya, lebih ke sikap ku juga selalu ketua yang tidak condong ke kandidat tertentu.
Lagi pula, bagiku saat ini, aku tak tertarik dengan proses politik di tingkat ILUNI UI ini.
Bagiku, aku hanya fokus pada amanah ku saja dan berharap ILUNI UI nantinya bakalan bagus dan bisa dikenal secara luas.
Lagi pula, aku juga salah satu utusan dari ILUNI FTUI sebagai verifikator saat PEMIRA nanti , jadi sudah pasti aku netral.
Oh iya, dalam setiap hari ku, rasanya tidak mungkin aku melewati satu hari pun tanpa komunikasi minimal chat dengan alumni UI.
Ga tahu ya kenapa, ini sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun sih.
Lagi pula aku suka dengan UI.
UI, salah satu mimpiku yang tercapai dan begitulah UI juga yang menyematkan aku sebagai lulusan terbaik dari prodi Insinyur tahun 2020.
Aku juga rasa sampai mati pun pola ini akan terus berlangsung dan aku tak masalah dengan ini.
Dan ya, akhirnya aku mulai membaca buku seporsi mie ayam sebelum mati ini habis magrib dan aku langsung selesai kan tak kurang dari dua jam.
Iya, jam delapan kurang sudah selesai ku baca tanpa halaman yang ku skip.
Sifat buruk ku keluar, ketika aku sudah membaca buku dan tertarik ya bisa lupa waktu dan terus membaca.
Bahkan ini sering terjadi pada saat kuliah, saat ku berada di perpustakaan the crystal of knowledge di UI aku sering keasyikan membaca dan lupa waktu.
Bahkan, sering kali aku tidak masuk kelas baik disengaja maupun tidak disengaja hanya untuk melanjutkan membaca buku.
Hm, gimana ya, ini malu atau gimana ya.
Bisa dibilang, jam terbang ku lebih lama di perpustakaan UI daripada di fakultas ku yakni fakultas teknik universitas Indonesia dan juga asrama beasiswa yang ku tinggali.
Jadi, ku pikir aku bisa mengklaim sebagai sarjana di tempat perpustakaan UI ini hehe.
Iya, di tempat ini aku membaca banyak karya dari penjuru dunia.
Seporsi mie ayam sebelum mati
Sejujurnya ini buku dari awal sudah menarik perhatian ku.
Dimulai dari seorang yang menjadi inti tokoh buku ini yang bernama Ale.
Seorang pria kantoran yang berusia 37 tahun, hitam, gendut lebih dari 100 kg, bau, belum menikah, belum mapan dan hidup lagi.
Dia hanya ingin meninggal saja.
Di hari ulang tahun ke 37 nya, dia memutuskan untuk bunuh diri saja dalam 24 jam kedepan.
Dalam rentang durasi ini, dia terus mempersiapkan kematian nya biar nanti yang menemukan nya minimal ga rasa jijik.
Ya, contohnya saja bahwa sih Ale ini pakai baju yang bagus saat kematian nya dan kamarnya pun juga sudah dibersihkan.
Hingga di menit terakhir, Ale terasa lapar dan jam sudah menunjukkan waktu pagi hari.
Akhirnya, Ale memutuskan untuk bunuh diri nya setelah makan mie ayam yang biasa dia beli setiap hari nya.
Ya, Ale ingin merasakan nikmat sebelum dia meninggal.
Ale keluar dari apartemen dan mencari mie ayam yang biasa di belinya.
Tapi, ternyata tutup.
Bagi Ale bahkan hingga dia mau mati pun saja dia masih gagal untuk makan mie ayam.
Dan dari sinilah perjalanan Ale dimulai.
Nah, ini kalo diceritain bakalan panjang banget.
Ale bakalan bantuin orang mati, bakalan masuk penjara, masuk gerbong narkoba, main di tempat pelacur, diselamatkan orang buta dan lainnya.
Hingga akhirnya Ale sadar bahwa dia bukanlah orang gagal.
Ada orang – orang yang peduli dengan dia, bila Ale melihat lebih dekat.
Ale pun tak jadi bunuh diri dan akhirnya melanjutkan hidup lagi.
Iya, gara-gara ga bisa makan mie ayam saat itu, Ale pun kini masih hidup.
Aku pikir, buku ini sangat bagus ya.
Aku rekomendasi untuk pada pembaca membaca buku ini.
Mungkin kisahku bukanlah seperti Ale.
Tapi dari buku ini, aku mendapat pencerahan baru lagi.
Ya, tentang meneruskan hidup dan melihat kehidupan dari berbagai sisi.
Jujur saja, aku suka dengan buku ini.
Hm, hidup ya.
Aku pikir juga banyak hal yang ingin ku lakukan.
Banyak.
Aku ingin mendapat gelar Ironman, aku ingin berdiri di semua puncak dunia, aku ingin ideologi yang aku ciptakan RA di seluruh dunia tersebar, aku ingin lari di gurun Sahara dan benua Antartika.
Bahkan, aku berencana untuk melihat bumi dari luar angkasa dan menginjak kaki ku di planet mars.
Banyak hal.
Dan, tadi juga mau cerita itu tapi ga jadi deh wkwk.
Pokoknya lebih banyak hal yang tak di tuliskan daripada yang ku tuliskan ini.
Dalam setiap doa, semoga Tuhan mendengar kan nya.
Lagi pula, hal yang paling ku inginkan adalah kematian.
Tapi sebelum itu, aku akan berusaha sebagai manusia.