Ohlaraga Di Rumah

Matras aku baru saja tiba.

Ya aku membeli di market place online.

Ketika tiba aku baru menyadari bahwa matras ku ini berbeda dari yang sebelumnya yang pernah ku beli.

Yang biasa aku beli itu paling harganya sekitar 20 ribu dimana untuk kegiatan outdoor seperti naik gunung.

Kalo yang sekarang itu harga nya sekitar 80 ribu cuman lebih tebel aja kaya biasa dipakai untuk yoga.

Kenapa beli

Kenapa beli ya.

Hm, rasanya makin kesini itu makin jarang aja ohlaraga, apalagi juga pergi ke gym.

Aku tahu ini bukanlah sesuatu yang baik, apalagi makin tua itu mesti angkat beban, agar penguatan tulang juga.

Namun, kadang kita sibuk dan ya Udha lewat aja ohlaraga.

Nah, ohlaragai di rumah pun bisa menjadi opsi, ya minimal push up, sit up dan lainnya.

Durasi ohlaraga di rumah ya beda-beda sih, tinggal di sesuaikan aja.

Selain itu, juga sama lari pun demikian.

Entah kenapa kalo lari cuman ngandelin sama temen ya ga jadi-jadi.

Makanya aku juga beli kaya vest, sepatu lari, sama yang buat di pinggang buat yang naruh hp juga, alasan nya sama yakni bis lari sendiri, di jalan pastinya.

Kenapa ya ?

Entahlah, aku ngerasa makin dewasa ya makin semuanya serba sendiri aja, kalo mesti ajak orang lain ya bisa aja, tapi kan ga setiap waktu.

Ya, kesehatan kan buat diri sendiri.

Belajar dari film Spongebob

Ada adegan di film Spongebob dimana Squidward yang merupakan teman nya Spongebob pindah rumah untuk mencari ketenangan hidup.

Dia pindah ke kota yang mana isinya orang -orang yang mirip Squidward, aktifitas nya pun sama.

Kerja, ohlaraga, main musik dan terus berulang.

Akhirnya, Squidward bosan dan pergi dari kota tersebut.

Tentu, kehidupan yang berulang dan nyaman akan membuat manusia menjadi bosan.

Ya, manusia butuh namanya tantangan, menjalani suka dan duka.

Kalo ga ada suprise dalam hidup, ya kurang menjadi manusia aja rasanya, ya menurut ku sih ini.

Nah, makna nya ya mesti kita buat hadapi hidup, karena hidup ada atas ada bawah.

Dan itulah seni nya hidup.

Jakarta, 30 April 2025
Pukul 04.42 WIB

Dikenal Sebagai Seorang Penulis

Belakangan ini aku rasa aku sneak dikenal sebagai seorang penulis.

Hm, bagaimana ya aku menceritakan nya ?

Baiklah, aku akan mencoba secara perlahan

Hal yang biasa ketika seseorang bertemu dengan yang lainnya, dan hal yang bisa ditanya adalah ” Apa kabar ?”

Tentu, aku pun melakukannya.

Namun, melanjutkan itu banyak sekali dari teman-teman ku yang menanyakan tentang penulis buku.

Umumnya seperti ini :

” Mau publish buku apa lagi Yo ? “
” Mas Rio udah bikin berapa banyak buku emang ? “
” Cara biar buku diterbitkan gimana sih mas ? “

Tentu, masih banyak pertanyaan yang berkaitan dengan personal branding ku menjadi penulis buku.

Mungkin beberapa orang itu cuman basa – basi, namun setidaknya mereka mengenal ku adalah seorang penulis.

Menjadi seorang penulis

Jujur saja, bahwa ku iri pada seorang penulis.

Namun, Alhamdulillah bahwa kini cita-cita ku pun telah tercapai menjadi penulis salah satunya.

Ya, buku pertama menurut ku buku yang paling berat, padahal sih intinya simple ya buku nya.

Namun, mungkin karena pertama ya begitu, ada saja halangan nya.

Setelah nya sih lebih mudah ya.

Ya, terkadang dalam memulai kau tau perlu tahu akhir dari perjalanan, namun kau akan menemukan cahaya baru demi cahaya baru dalam perjalanan nya.

Oh iya, mungkin menurut ku kenapa aku begitu terkenal di lingkungan ku, tentang menjadi penulis ya karena di Indonesia jarang sekali seorang penulis.

Bahkan, dalam lingkungan ku beberapa cuman aku aja yang menjadi seorang penulis.

Ya, karena jarang itulah yang membuat ku menjadi terkenal.

Faktanya, aku hanya bekerja, dan terjadilah.

Hanya itulah, sisanya semesta yang mengatur.

Tentang website ini

Hm, jujur saja bahwa aku udah mulai jarang menulis di website ini, kenapa ya ? Ya karena sibuk dan kalo menulis buku itu udah cape aja rasanya, sehingga ga ke pegang website ini.

Tapi, aku akan berusaha untuk menulis di website ini.

Bisa dibilang, ini platform bebas ku untuk berbagi apa yang ingin ku bagikan.

Apa lagi ya ?

Hm, dunia semakin menarik ya, aku tahu bahwa dunia begitu menarik, karena itulah aku telah mempertaruhkan seluruh jiwaku untuk hidup.

Hidup hanyalah sekali, yang mesti ku lakukan, berpikir, bedoa, dan bertindak.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya

Jakarta, 29 April 2025 Pukul 21.30 WIB

Tentang Iron Man Event

Belakangan ini aku mulai berpikir untuk ikut dalam event Iron Man.

Hm, mungkin perlahan kali ya aku mulai tentang pikiran ini.

Ok pertama mungkin ohlaraga triathlon, ohlaraga triathlon itu ohlaraga yang intinya renang, sepeda, dan lari secara berurutan dalam waktu tertentu.

Kemudian, event triathlon level tertinggi didunia yang mengadakan ini namanya event namanya Iron Man.

Event Iron Man senior itu renang sejarak 4 km, sepeda sejarah 180 km, dan lari full marathon sejarak 42 km.

Kemudian, bagi orang yang sudah menuntaskan event ini makan mendapat gelar Iron Man.

Setahuku, banyak orang Indonesia yang sudah mendapatkan gelar itu, tapi jika dibandingkan dengan populasi Indonesia dengan hampir 280 kita orang ya sangat sedikit.

Itu banyak karena beberapa aku kenal karena domisili ku yang dijakarta.

Keinginan

Ya, ku pikir tahun 2025 ini rasanya hampir sangat sedikit event lari yang ku ikutin.

Berbeda dengan tahun 2024 ya lumayan beberapa aku ikutin.

Alasan kenapa tahun ini dikit ya karena kurang motivasi dan sayang uang aja.

Ya, kurang motivasi artinya kalo event lari cuman jarak 5 km, 10 km itu kayanya latihan sendiri aja juga bisa, ga perlu ikut event.

Mungkin berbeda, jika ikut event bersama teman-teman ya bisa daftar.

Kemudian, kalo sayang uang ya sayang aja sih karena kan event kurang menantang jadi ya mending ditabung.

Mungkin kalo jaraknya sudah minimal 21 km ya baru mulai menantang.

Hm, berbeda pas tahun 2023 itu ikut event half marathon saja rasanya sudah deg-degkan.

Ya, biasa karena terbiasa.

Nah, atas dasar itulah aku ingin ada motivasi baru saja rasanya, ikut Iron Man.

Aku pikir secara basic aku sudah memiliki kemampuan itu. Ok, kita mulai perlahan

Renang

Renang ya, hm bahkan sampai kelas 2 SMA saja aku ga bisa renang.

Namun, pas kelas 2 SMA ya latihan renang sendiri jadi bisa.

Namun, karena sendirilah aku bisanya gaya katak.

Gaya katak itu enaknya bisa bertahan lama dalam berenang, namun ada kelemahannya yakni jarak yang ditempuh selama waktu tertentu akan kalah dengan gaya dada.

Tapi, gaya dada juga banyak menguras energi.

Hm, ku pikir kedepan aku ingin belajar gaya dasa.

Sebuah event pasti ada cut off time nya, sehingga mesti ada kombinasi yang baik antara gaya katak dan gaya dada.

Oh iya, berenang di triathlon juga berenang di laut, atau biasa disebut open water.

Aku pikir, aku harus sering latihan tentang ini.

Berbeda dengan kolam renang, laut ada gelombang nya.

Akan banyak mengubah arah renang dan akan banyak menghabiskan banyak energi.

Sepeda

Bisa dibilang sepeda sih aku jago ya, dari kecil udah bisa main sepeda, kita biasa disebut ngebuburit, atau main sepeda di sore hari bersama teman-teman.

Satu-satunya kelemahan saat ini yakni aku ga punya sepeda, dulu ada sih cuman hilang, lagi pula sepeda triathlon itu berbeda pada sepeda umumnya.

Yang jelas lebih mahal, namun mewah dalam penggunaanya.

Aku pernah ke toko sepeda dan harga minimal saja sudah puluhan juta.

Jika menelisik saat ini, sayang saja uangku buat ini.

Mending ditabung, ya kalo nanti sudah kaya baru deh beli hehe.

Sekarang paling beli yang murah saja kali ya, kalo pas mau event bisa minjam, ataupun sewa.

Pasti ada jalan kok.

Yang penting sekarang kuatin fisik, dengan output jarak sepeda yang dilalui.

Selain itu, juga aku mesti latihan leg day yang kuat.

Latihan ini menjadi key point

Kemudian, ketiga lari.

Aku pikir ihi yang paling aku siap ya, semua sudah ku punya.

Sepatu road, vest buat lari dan lainnya.

Paling sekarang mau beli sepatu trail run buat masuk mode lari trail.

Kalo lari trail sih pengen bisa ikut event yang di gurun Sahara hehe.

Tapi, sekarang ikut fokus latihan untuk Ironman ini dulu saja.

Sekarang sudah April 2025, ku pikir aku akan latihan 2 tahun untuk mempersiapkan ini.

Ya, kuatin fisik dulu.

Kalo untuk uang, cara daftar, dan lainnya, nanti sembari berjalan saja aku mempersiapkan nya.

Ohlaraga ekstrem seperti ini salah satunya iron man.

Ku pikir juga serial jilid buku WARRIOR mungkin kedepan terbit setelah aku mendapat title Ironman.

Dua huruf pertama iron man adalah ir, kayanya cocok juga dengan ku yang sudah punya title ir yang artinya di Indonesia itu singkatan dari Insinyur hehe.

2 tahun ya, hm, tentu butuh bantuan AI untuk membuka mapping latihan nya, tapi ku pikir aku bisa mencapai nya.

Kenapa aku ga bisa padahal aku sudah bisa tahap basic nya ? Kuncinya ya aku mesti banyak latihan.

Ya, sedikit demi sedikit.

Mendapat gelar Ironman merupakan tantangan baru untuk ku rasanya.

Aku harap aku bisa mengwujudkkan impian baru ku ini, sebuah impian yang terus bertumbuh seiring berjalan nya waktu.

Oh iya yang baca tulisan ini juga jangan lupa ohlaraga

Salam sehat, salam ohlaraga
Dari salah satu kandidat peserta Ironman
Rıo Agustian Fajarin

Doa

Dalam setiap doaku, aku selalu berpikir dan bertanya pada diriku

” Tuhan, apakah aku layak untuk hidup ? ”

Aku selalu berpikir dan bertanya kapan aku mati.

Jika aku hidup di dunia tapi ujung nya tidak masuk surga lali untuk apa ?

Aku takut bahwa aku mencintai manusia lebih dari pada mencitai Tuhan.

Ampunilah dosaku, ampunilah dosaku.

Tatkala, aku hidup hanya satu yang ku harap dan selalu ku inginkan, aku ingin mencintai Tuhan lebih dari apapun.

Ya Allah, ampun dosaku. Ya Allah, berkahilah kehidupan ku. Ya Allah.

Jakarta, 27 April 2025

Bangun

Aku terbangun dari tidur ku dan ku lihat layar HP ku dan jam menunjukkan pukul jam 2 pagi.

Padahal, aku pikir sudah di jam 4 pagi.

Iya, aku ingin lari di Taman Mini bersama teman-teman ku dan sudah ku setel alarm jam weker di jam 4 pagi ini.

Namun, aku terbangun dari mimpi buruk ku.

Aku baru saja bermimpi tentang kematian.

Ya, kematian dari seseorang yang dekat dengan ku.

Kemudian, aku pun langsung terbangun.

Itu menyadarkan aku bahwa aku mesti masuk mode untuk bersiap mati dan menikmati setiap momen yang berharga bersama orang-orang yang mencintai kita.

Terkadang aku merasa bertambah keinginan dunia ku.

Demikianlah begitu nikmat dunia ini ya Allah.

Namun, nikmat dunia juga termasuk ujian dari hidup.

Hm, aku pun menghela nafas dan berpikir tentang apa yang sudah dilalui dan apa yang akan aku lalui.

Hal pertama yang aku lakukan ialah membereskan barang-barang ku.

Iya mulai dari hal kecil.

Tentu, ini ku lakukan setelah aku lari pagi di Taman Mini di pagi hari ini.

Setelah nya, nanti siang juga ada tukang listrik yang mana kebetulan ada beberapa stop kontak ku yang mati.

Memang aku anak elektro, namun tegangan 220 volt adalah tegangan tinggi.

Jika aku tak punya peralatan yang lengkap itu justru akan membahayakan ku.

Setelah nya, ku pikir aku ingin menyelesaikan buku keempat ku, iya tinggal sedikit lagi.

Setelah nya, esok Senin aku akan kirim pada teman ku  yang membantu mengurus layout buku ku.

Kemudian, besok pun sudah mulai kerja lagi.

Iya, kerja layaknya seorang kerja konvensional saja.

Bentar, ku pikir aku akan menceritakan secara perlahan.

Kesehatan

Tentu, rasanya ini adalah berat badan yang ku rasa paling berat dalam hidupku.

Sudah menempuh angka 72 kg.

Biasanya tuh angka 67 ataupun 68 kg.

Rasanya udah mulai berat kaki untuk menyokong berat badan ini.

Bisa dikatakan selama satu tahun terakhir memang aku sudah mulai menurunkan intensitas ohlaraga.

Hm, kenapa ya ?

Kalo diingat kembali itu karena adanya aktifitas baru ku sejak tahun lalu yakni menulis.

Buku pertama, kedua, ketiga, dan kini keempat ku terbit.

Rasanya aku menyerang dunia dengan tulisan ku.

Namun, itu juga ada resiko yang perlu dibayar.

Tentu waktu & salah satu resiko nya yakni membuat minim nya jam ohlaraga.

Iya, ohlaraga butuh waktu dan fokus, sama seperti menulis juga butuh waktu dan fokus.

Kedua nya baik, mungkin aku saja yang belum bisa mengorkestrasikan hal ini menjadi satu pandu.

Paling sih, setelah buku keempat ku yang terbit di bulan depan, di bulan Mei ini aku ingin rehat sejenak sekitar 2 Minggu dalam dunia menulis buku.

Hal ini pun juga untuk menetralisir otakku sebelum menuju ke tema buku yang baru.

Dan ohlaraga ku pikir paling cocok dengan ku itu pagi ya, habis shubuh sampai jam 8 maksimal.

Kenapa ya ? Rasanya itu cocok saja dengan ku.

Jalan, lari, gym pun juga menyesuaikan.

Tentu, aku pun juga kerja layaknya orang normal.

Ku pikir juga aku sudah melangkah jauh dibandingkan dengan orang pada umumnya yang sama dengan ku.

Salah satu pembandingnya ialah aku sudah mengeluarkan buku demi buku.

Tentang kesehatan, aku tak muluk-muluk.

Saat ini aku ingin sehat, makan yang sehat, tidur yang cukup adalah sesuatu yang ku inginkan dan upayakan.

Jika aku sakit, maka roda mesin pun tak berputar.

Artinya, akan banyak tanggung jawab yang nanti ke siapa.

Tentu, pasti ada urusan pribadi kita yang tak mungkin digantikan oleh orang lain.

Hal semacam menyadari situasi diri adalah hal yang paling penting.

Bagiku, ini juga termasuk skill hidup.

Nongkrong ga ada kerjaan juga rasanya udah lama ga dilakuin, kecuali ya sambil buka laptop, ataupun mendaki gunung, benar-benar berubah saja rasanya kondisi.

Tapi, perubahan ini adalah nyata dan ku pikir bagus ya, artinya kita menyesuaikan.

Menulis

Tentu, orang seperti ku apakah akan berhasil dalam dunia ataupun tidak.

Hm, bagaimana ya ? Jika ada presentase berhasil ya ada saja walau sedikit.

Berapa persen ? Entahlah.

Namun, secara garis besar orang seperti ku belum tentu berhasil dalam dunia ini.

Bayangkan saja ada 6 miliar manusia dan kenapa aku.

Pastinya standar keberhasilan setiap orang berbeda-beda.

Dalam hal ini ku pikir, ya berhasil menjadi seseorang yang punya pengaruh terhadap dunia.

Andaikan suatu hari gagal, setidaknya aku telah menulis.

Akan ada orang-orang dimasa depan yang akan meneruskan tekadku, keyakinanku, dan ideologi ku.

Ya, itulah salah satu alasan aku menulis.

Aku pun juga suatu saat ingin menulis lebih dari pada 100 buku salam hidupku.

Seperti Ahmad Rifa’i Rifan & Chappy Hakim yang juga merupakan salah satu idolaku.

Namun, aku tak mengejar harus terburu-buru.

Setiap tahun yang pasti harus ada buku yang terbit minimal satu buku hehe.

Terus apalagi ya ? Ya menulis artinya bekerja buat keabadian sih.

Memang website ini juga seperti nya adalah platform sementara yang jika kurasa sudah cukup, akan ku buku kan lagi dalam sebuah buku dengan entitas baru.

Contoh saja, buku Ketiga ku yang berjudul WARRIOR.

Sebagian tulisan diambil dari website ku riofajarin.com

Kemudian, itikaf.

Itikaf yang artinya berdiam di masjid.

Aku pikir aku udah ga kaya dulu, sekarang mah sibuk dunia.

Ya, perbanyak itikaf di masjid tanpa gangguan HP, walau beberapa jam ku pikir sudah cukup.

Itu sih salah satu target ku kedepan.

Aku harus sadar bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan akhirat selamanya.

Aku mesti menaruh dunia di tanganku bukan di hatiku.

Ya Allah, berikan aku petunjuk yang lurus, selalu.

Hm, apalagi ya ?

Oh iya, setelah buku ideologi ku yang berjudul RA dan buku WARRIOR ku terbit.

Rasanya aku belum menulis sedikit pun di website ini.

Hm, pertama RA ya.

RA itu ideologi baru di dunia ini yang ku ciptakan.

Untuk buku RA, jika kau ingin membaca nya, mesti beli di Tokopedia ataupun Shopee.

Aku tidak membuat nya gratis, karena untuk saat ini orang yang membaca RA adalah teman-temanku serta para pembaca yang ingin membaca RA.

Setelah aku menerbitkan RA, banyak sekali yang penasaran tentang buku RA.

Ku pikir secara umum reaksi penasaran & tercengang adalah reaksi yang paling banyak ku terima.

Kemudian, setelah buku RA adalah buku WARRIOR.

Buku WARRIOR itu bukanlah buku tentang autobiografi ku, bukan.

Itu lebih ke arah renungan ku dan dokumentasi kegiatan yang aku lakukan.

Dan ku bagikan secara gratis di paltform sosial media ku seperti facebook dan wa grup.

Berbeda dengan buku RA yang berisi berat, buku WARRIOR ini lebih fresh & santai.

Reaksi yang ku dapat itu lebih ke arah positif seperti terinspirasi dari ku.

Ya umumnya itu yang ku terima dari buku WARRIOR.

Ku pikir itu dulu kali ya.

Intinya sih, aku berharap hidupku & hidup kalian mesti ada arah.

Jangan sampai kita hidup cuman hidup saja, dan cuman ngumpulin dosa.

Oh iya, dan juga menikmati momen bersama orang – orang yang penting dalam hidup kita.

Aku pikir itu merupakan kebahagiaan yang mesti disadari juga.

Sekarang sudah jam 3 lewat, ku pikir aku ingin lanjut pada aktifitas lain nya.

Kemudian sarapan dikit, dan lanjut lari di Taman Mini bersama komunitas Taman Mini Running Club.

Selamat hari Minggu & semoga harimu menyenangkan.

Aku tulis salam notes di hp ku.

Jakarta, 20 April 2025 Pukul 03.13 WIB
Salam
Rio Agustian Fajarin

Apa Yang Kusadari & Komunitas Buku

Aku terbangun dan kulihat hp bahwa jam menunjukkan di pukul 03.33 pagi.

Ternyata, aku rasanya cape sekali dari aktifitas kemarin.

Iya, aku datang ke acara komunitas Jakarta book party di daerah Menteng.

Awalnya itu diadakan di taman Menteng.

Namun, karena cuaca tidak mendukung diubah ke kopi dekat area tersebut

Saat aku menuju kesana dari rumah ku , itu sekitar 1 jam.

Namun karena cuaca nya hujan, jadi aku menepi dulu.

Tiba

Setibanya aku disana , sudah ramai dengan orang- orang yang datang ke acara komunitas Jakarta book party ini.

Ya, mereka sudah membawa buku nya masing – masing.

Aktifitas nya itu yakni membaca buku, sharing session, penampilan presentasi buku atau pembacaan puisi dan ditutup oleh foto bersama.

Komunitas ini benar seperti apa yang ku visualisasikan dalam konsep ku tentang sebuah komunitas tentang buku.

Aku datang dengan membawa buku RA Jilid 1 perpustakaan dan membawa naskah buku ku yang akan sedang proses editing.

Dan ya, aku memilih meja yang sendiri untuk fokus pada editing naskah dan mengamati mereka.

Tentu, ini adalah yang pertama kali aku datang.

Mereka yang datang umumnya banyak yang lebih muda dari pada aku, ada yang sepantaran, dan mungkin ada yang lebih tua dari aku, ya aku juga tidak nanya usia mereka.

Hanya melihat sekilas saja.

Tapi, mereka semua punya pola yang sama.

Mereka begitu antusias saat membaca buku, saat sharing session terhadap buku yang dibaca, saat mempresentasikan buku dan mendengar kan buku yang dipresentasikan.

Ya, semangat muda mereka begitu luar biasa.

Hal yang kusadari

Aku melihat begitu banyak anak usia muda yang begitu semangat tentang buku.

Sebuah yang mungkin sepuluh tahun lalu aku tak pernah lihat.

Sebuah kemajuan yang luar biasa.

Entah kenapa aku merasa sudah tua melihat mereka yang begitu muda dan antusias.

Dan begitu banyak bacaan buku yang menurutku juga berat-berat, ada tentang history of Java, The story of Lenin, ataupun buku fiksi yang juga tebal-tebal.

Hal yang kusadari memang generasi sudah berganti.

Aku tak perlu bisa ikut agenda- agenda mereka.

Ya, perjalanan pulang balik saja dua jam padahal masih di jakarta.

Belum berapa banyak komunitas buku di luar sana.

Ku pikir ini memang saatnya aku fokus pada produksi buku ku dulu, artinya fokus pada menulis dan memperbanyak kuantitas buku.

Sedangkan untuk mengenalkan buku, ku pikir belum saat nya.

Kenapa ?

Karena terlalu banyak take a time.

Ya, banyak waktu yang terbuang.

Mengingat aku juga seorang pekerja dan punya banyak tanggung jawab, maka banyak hal yang aku tak bisa ikuti baik secara waktu maupun energi.

Apalagi jika sudah bersama orang lain, maka waktu ngobrol pun juga ngabisin waktu.

Bukan karena ga bagus, bagus, cuman ada yang lebih penting.

Apa itu ?

Ya menulis, menulis itu butuh ketenangan dan kesendirian.

Dan ya, enaknya menulis itu bisa dimana saja dan bahkan di WC pun bisa dengan notes di hp.

Fokus menulis

Ya, aku pikir saat ini aku hanya ingin memperbanyak produksi menulis daripada mempromosikan kan nya.

Itu adalah sebuah pilihan dari prioritas.

Percaya generasi muda

Dan, melihat peradaban literasi yang lebih baik daripada sepuluh tahun yang lalu.

Aku percaya bahwa generasi selanjutnya akan lebih baik dalam hal literasi.

Memang dalam hidup, ada bagian nya masing-masing.

Saat aku melihat mereka, aku paham bahwa gagasan ku tentang RA Jilid 1 : Perpustakaan semakin relevant.

Mungkin mereka belum kenal tentang buku RA, tapi itu menunjukkan bahwa semesta mendukung dalam periode zaman ku.

Gagasan ku untuk memimpin peradaban ini melalui RA, sudah mulai tumbuh dengan komunitas yang begitu banyak yang sejalan dengan visiku.

Aku percaya pada mereka !

Tenang

Ya, aku mulai melihat begitu banyak perpustakaan baik punya pemerintah dan punya swasta yang ada, begitu banyak komunitas pecinta buku yang aktif, bahkan banyak cafe yang juga menggunakan konsep buku dalam internal cafe nya.

Walau belum sepenuhnya dari gambaran ku tentang masa depan.

Namun, apa yang terjadi sekarang lebih cepat dari yang ku pikirkan.

Sekarang aku hanya perlu menjalankan rutinitas ku biasa, kerja, dan fokus menulis untuk menerbitkan buku ku lainnya.

Dan tak perlu ikut banyak hal yang ku pikir orang – orang lain sudah menggantikan peran ku bahkan lebih baik.

Terakhir, aku merasa kedepan akan lebih gila lagi.

Aku memandang bahkan seperti di kereta, di tempat menunggu, sebuah peradaban yang penuh dengan membaca buku, menulis buku ataupun dengan sharing buku akan terjadi.

Sebuah peradaban untuk memimpin peradaban.

Aku percaya bahwa orang-orang Negara ini akan mengwujudkkan nya.

Andaikan pun aku sudah tidak tiada, akan ada orang-orang yang akan meneruskan visiku.

Memimpin peradaban, langkah pertama adalah memimpin literasi.

Jakarta, Senin 14 April 2025 Pukul 04.23 WIB.

Saatnya kembali bekerja dengan semangat, semoga harimu di diberkahi.

Rıo Agustian Fajarin

Foto saat kegiatan kemarin bersama Jakarta Book Party

Fenomena naik haji dengan jalan kaki & tanggapan ku

Akhir akhir ini rasanya banyak sekali orang yang naik haji dari Indonesia dengan menggunakan jalan kaki, perahu, sepeda atau bahkan sampai membawa anak kecil untuk ikut.

Bahkan saking banyak nya orang Indonesia yang melakukan itu, akhirnya banyak konten kreator yang membuat itu menjadi komedi.

Namun, sekali lagi fenomena ini adalah fenomena yang terjadi secara real di sebuah bangsa dimana bangsa itu adalah bangsa yang kucintai.

Tanggapan ku

Bagiku fenomena ini jelas lah salah dan semakin jelas bahwa bangsa ini per saat ini masih lah menjadi bangsa yang belum dewasa.

Kenapa bisa dikatakan demikian ?

Ya karena orang tidak memahami apa yang menjadi kewajiban nya namun melakukan yang sesuatu bukan kewajiban nya.

Misalkan saja, ada seorang yang berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji dari pulau Jawa menuju kota Mekkah dengan membawa anak yang masih balita.

Apakah dia berpikir bahwa setiap langkah menuju Mekkah dihitung menjadi pahala ? Mana ku tahu.

Namun, itu bukanlah sebuah kewajiban.

Kewajiban dia sebagai seorang bapak apalagi orang susah dalam ekonomi ya kerja.

Memberikan nafkah dan pendidikan untuk anak-anak nya juga termasuk jihad.

Jangan salah ey, berjuang untuk keluarga juga termasuk jihad.

Jihad bukan hanya berperang pada pihak musuh islam.

Namun, bekerja dengan sungguh -sungguh juga termasuk jihad.

Kau tahu, bangsa ini sudah lama menjadi bangsa dengan populasi Islam yang terbesar di dunia, walau sekarang didahului oleh negara Pakistan secara jumlah.

Ceramah pun dimana-mana, namun kenyataannya apa yang terjadi saat ini ?

Menurut ku saat ini bangsa yang katanya orang dengan Islam paling banyak didunia masih bangsa lah yang belum maju.

Atau bahkan dengan populasi penduduk nomor empat di dunia pun masih banyak bangsa di dunia yang tidak kenal dengan bangsa Indonesia

Kau tahu kenapa ?

Karena kita tidak sadar.

Ya tidak sadar.

Menjadi muslim itu menjadi pemimpin dimuka bumi.

Sehingga, semestinya menjadi pemimpin itu harus memiliki ilmu dan iman yang tinggi.

Banyak orang beribadah saja namun ketika melakukan kegiatan seperti bekerja, melakukan kegiatan sosial ya begitu dah, engga sungguh – sungguh.

Selain itu, tradisi ngasih THR ke organisasi masyarakat ( Ormas ) yang bahkan tak pernah membantu di lingkungan pun dimaklumi oleh menteri agama yang mengatakan itu sudah tradisi.

Selain itu, bangsa ini juga lebih suka berbicara saja namun tak ingin ditulis.

Padahal dengan menulis, maka tulisan dapat di review dan output nya ialah mendapatkan tulisan yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Jihad

Jihad untuk keluarga juga menurut ku juga termasuk jihad.

Bahkan dalam peperangan saja, tidak boleh semua orang muslim ikut berperang.

Mesti ada orang yang menjadi bagian nya seperti menjadi petani, ulama, insinyur ataupun lainnya.

Ini di jelaskan oleh Imam Yusuf Al Qardhawi dalam buku Fiqih Prioritas.

Jika di Indonesia bahkan ulama asal Minang yakni A.A. Navis juga menyindir dengan baik dalam tulisan ” Di bawah robohnya surau kami “.

Tulisan dari ” Dibawah robohnya surau kami “menceritakan bahwa ada seseorang yang selalu ibadah, namun pada akhirnya dia masuk neraka.

Dia protes kepada tuhan, dan ternyata tuhan menjelaskan kenapa dia masuk neraka.

Ya dia meninggalkan duniawi nya.

Keluarga nya tidak diprioritaskan dan hanya ibadah saja.

Padahal, dalam tubuh juga ada hak untuk diri sendiri, hak untuk keluarga, hak untuk tuhan dan lainnya.

Hingga saat ini bangsa ini, bangsa yang katanya mau menuju generasi emas.

Namun ya begitulah.

Katanya efek bonus demografi, namun kenyataannya bisa jadi derita demografi.

Apa yang mesti dilakukan ?

Hm, jujur saja beberapa tokoh politik seperti Nadiem Makarim, atau pun yang saat ini menjabat seperti Anis Matta merupakan salah satu pemikir yang baik.

Namun, mungkin perubahan mesti berasal dari level tertingginya yakni presiden untuk negara, dan gubernur untuk provinsi.

Kenapa ?

Ya karena bawah nya akan ikut.

Aku sepakat dengan kalimat dari seorang tokoh yang mengatakan bahwa politik adalah bagian dakwah paling tinggi karena bersifat kebijakan.

Walau aku tidak ikut politik saat ini, namun kalimat itu ialah kalimat yang benar.

Merujuk pada fenomena yang terjadi saat ini, bisa dikatakan bahwa keinginan manusia untuk melakukan sesuatu seperti naik haji melalui jalan kaki dari Indonesia ke Makkah memang tak bisa dihentikan.

Namun, itu menunjukkan bahwa bangsa ini masihlah jauh dari bangsa yang akan memimpin peradaban.

Terakhir, awalnya aku berpikir bahwa suatu hari nanti akan ada pahlawan yang dapat mengubah bangsa ini atau bahkan lebih jauh yakni lingkungan ku, keluarga untuk lebih baik lagi. Tapi,

Jangan-jangan, justru pahlawan yang selama ini kita tunggu – tunggu adalah diri kita sendiri.

Jakarta, 25 Maret 2025 Pukul 17.30 WIB.

Dari seseorang yang siap untuk menonton timnas antara Indonesia Vs Bahrain. Go Indonesia

Salam terbaik
Rıo Agustian Fajarin

Serba-Serbi Buka Puasa

Ramadhan.

Ya, ramadhan.

Sejak ramadhan tiba rasanya pasti akan selalu ada buka bersama.

Tentu, undangan buka puasa bersama pun terus saja.

Dan ya, ada saja yang bentrok, terutama di hari Jumat – Minggu.

Namun, bukan itu yang ingin ku ceritakan dalam tulisan ini.

Hm, bagaimana ya aku harus memulai.

Mungkin kita mulai dari masalah

Target dunia

Target dunia, iya.

Ada saja yang dibahas seperti ” Kerja dimana sekarang “, ” Project apa yang ditangani ” ” Kapan naik jabatan ” “, Kapan nikah ” .

Kapan, kapan, dan kapan lagi.

Rasanya kita terus mengejar sesuatu saja.

Mungkin kita mesti lebih bijak bertanya.

Pertanyaan yang habis pun terjadi, ada saja ” Kapan punya anak “, ” Kapan beli rumah ” dan semacamnya.

Mungkin acara buka puasa bersama jadi sebagian orang males untuk datang.

Kenapa ?

Ya karena males saja menanggapi pertanyaan – pertanyaan itu.

Sedangkan Idul Fitri, ya mau ga mau datang kan, umumnya karena keluarga kan.

Iya, terkadang kita menyarankan orang lain padahal orang tersebut tidak meminta nasehat dari kita. Ini sering banget terjadi.

Padahal, orang yang memberikan nasehat juga belum tentu lebih baik dari kita.

Tapi ya begitulah, kita dengerin saja.

Kita juga mesti berterimakasih karena orang tersebut memberikan nasehat & doa untuk kita.

Namun, target dunia tak kan ada habisnya, sampai kita memiliki bumi ini saja, kita pun mungkin ini memiliki alam semesta ini. Sekali lagi teman-teman, biasakan lah ” Jangan memberikan nasehat jika tidak diminta “

Ngumpul kembali

Entah kapan agenda bukber itu juga sebagai acara reunian.

Rasanya, bertemu dengan teman yang sudah satu tahun, lima tahun atau lebih itu umumnya juga di buka bersama.

Dan ketika kita ngumpul kembali, kayanya baru kemarin ya kita ketemu.

Ya, waktu cepat sekali berlalu.

Setelah nya kita merefleksikan kembali ” Apa gue telat ya “, ya telat dalam hal apapun.

Namun percayalah teman-teman, rejeki, jodoh, maut sudah ada yang ngatur.

Aku tahu bahwa para pembaca ku ini umumnya usia 40 tahun kebawah, dan ya kita sebagai generasi penerus harus lebih baik daripada generasi sekarang.

Entah bijak dalam bertanya, bijak dalam menjawab dan lainnya.

Ya Allah, berlatihlah hidup kami.

Jakarta, 09 Maret 2025 Pukul 08.20 WIB

Bosan

Dalam beberapa hal hidup rasanya kita itu mengalami rasa kebosanan.

Tentu, aku juga sering merasakan itu.

Kenapa sih bosen ya ?

Hm, sejujur nya mungkin ada penelitian ilmiah tentang rasa bosan ini secara detail.

Namun ku pikir, di blog ini aku hanya ingin membagikan pengalaman ku saja.

Rasa bosan

Rasa bosan ya, hm. Itu terjadi karena kaya nya rutinitas aja ga sih.

Terus kaya pekerjaan monoton saja, atau pun kaya yang biasa kita lakuin aja.

Rasa bosan itu terjadi juga kadang bahkan dengan melakukan pekerjaan menarik yang dilakukan sehari – hari.

Ya rutinitas sih.

Tapi ku pikir semua orang juga merasakan hal yang sama.

Namun, apa ya yang seharusnya dilakukan ?

Mungkin ini kali ya yang bis aku bagikan.

Dan tentu aku pun masih belajar cara menangani rasa bosan ini. Oke, lanjut saja.

1. Ingat susah nya cari kerja

Iya, pernah ga sih moment pas kita cari kerja tuh susah banget ?

Nah ini sih moment yang mesti diingat, kenapa ?

Ya karena rasa bosan itu kaya nya bisa langsung hilang dengan mindset ini hehe.

Beh, mending cape kerja sih daripada cape dengan mencari kerja hehe.

2. Tidur

Iya tidur, terkadang ada saja dimana hidup itu bener-bener padat dan kalo ada moment bisan kan kayanya ada waktu tuh.

Nah istirahat dan bisa jadi setelah bangun tidur pikiran langsung fresh dan mendapatkan ide yang baru.

3. Sensasi baru

Iya sensasi baru, bisa jadi miliki hobi baru atau hal baru yang ingin dipelajari.

Bisa jadi juga ikut komunitas baru.

Atau menikah bagi yang belum menikah, atau ambil tanggung jawab yang baru dan semacamnya.

4. Travel

Iya travel, kita jalanan aja.

Bisa jalan kaki, naik motor, naik mobil, naik transportasi umum atau apapun.

Kalo aku sih suka nya jalan pagi keliling komplek rumah, ke pasar ngelihat orang-orang orang bekerja, ke rumah sakit ngeliat orang yang berharap untuk sehat dan itu sih.

    Nah, itu kali ya yang ada di pikiran ku, semoga yang mengalami rasa bosan segera ga bosan lagi.

    Sekali lagi, rasa bosan itu wajar kok, dan dialami oleh semua orang.

    Anugerah Terindah

    Dalam setiap sujud ku, hanya satu yang ku minta dalam hidup ini.

    Itu adalah kematian yang berkah.

    Tentu, Aku ingin kembali ke surga, tempat asal muasal ku berada.

    Hanya itu saja yang ku minta, kematian.

    Ya Allah, hidup di Dunia ini berat sekali, penuh dengan ujian, jika Aku hidup namun jauh dengan mu maka untuk apa ?

    Ya Allah berikan lah Aku jalan yang lurus, selalu bersama ku.

    Ya Allah, hidup di Dunia hanyalah sementara, hanya Kau lah yang paling ku cinta, hanya Kau lah tempat ku berharap.

    Ya Allah, ampuni dosaku. Berkahi kehidupan ku di dunia dan di akhirat.

    01 Ramadhan 2025