Ataupun banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam otak ku.
Terkadang, ketika aku menulis tulisan tentang Warrior, aku juga bertanya,
” Apakah tulisan kaya gini bisa dishare ? “
Entahlah.
Tulisan tentang Warrior pun juga sesuatu yang tak terencana.
Itu hadir di tengah jalan.
Sekali lagi,
” Apakah tulisan ku ini berguna bagi orang lain ? “
Sejujurnya, jika itu tak berguna bagi orang lain, tapi aku menulis untuk diriku sendiri.
Seseorang hidup dimulai dari diri sendiri dan pada akhirnya pun diri sendiri.
Hm, baiklah mari kita mulai !.
Tentu, aku pikir dalam tulisan ini aku akan membuat tulisan tentang 24 jam ku sebagai Warrior.
Ya, Warrior wkwk.
Tapi, ini yang bisa ku share saja sih.
Banyak hal yang gabisa dishare.
Pertama apa ya ?
Sebenarnya tuh aku pengen buat tulisan yang sudah lama juga sih belum dishare kaya open trip ke pulau pari lah, dan lain-lain.
Mungkin jika teman-teman tertarik bisa membaca tulisan ku di website ini juga, ya cari nanti, belum dibuat sih wkwk.
Sekarang, ini sih baru jam 7an malam.
Mulai dari daftar Depok run kali ya hehe.
Depok Run.
Awalnya itu aku mendengar Depok Run udah beberapa waktu lalu.
Itu lari 5 km aja sih.
Dan ya, sebenarnya aku udah malas ikut yang lari 5 km.
Kenapa ?
Ya, karena bisa lari sendiri aja dan ngapain gasih buang-buang uang ?.
Ya mungkin dalam case tertentu ya berbeda.
Tapi entah kenapa ya.
Ku pikir lagi, dan akhirnya aku daftar Depok run.
Kenapa daftar ?
Kasihan, dan ingin menjadi bagian aja dari event pertama kota Depok dalam pelarian.
Ya, kasihan.
Depok itu di underestimate menurut ku.
Walau aku tinggal di kota Jakarta, tapi rumahku itu lebih dekat ke Depok dari pada Jakarta Timur yang bahkan kota madya ku.
Dan bisa dikatakan, aku banyak sekali kegiatan di Depok, terutama jalan Margonda.
Rasanya kasihan aja, mereka bikin event tapi aku tak membantu mensukseskan acara mereka.
Kedua, ingin menjadi bagian aja.
Dunia lari di Depok itu sudah mulai diperhatikan, ada event car free day di Margonda itu setiap Minggu menurutku bagus.
Walau ada UI ya lokasi nya dekat, tapi berbeda aja.
UI itu ya kampus, kalo jalan Margonda itu jalan raya besar di Depok.
Dengan adanya car free day di jalan raya utama kota Depok.
Itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada dunia lari.
Ga cuman lari sih, banyak hal yang di event CFD, CFD Sudirman itu contoh yang bagus nya.
Dan makin banyak orang yang ohlaraga, dan ga tau ya rasanya senang aja.
Lagi pula, walau aku hanya ingin membantu kota Depok dalam acara suksesi nya, aku tak meminta apa – apa kok.
Apa iya dalam ketulusan kita meminta imbal balik ?
Ya enggaklah, kalo gitu ya ga tulus dong hehe.
Kemudian, tanpa aku ikut juga mungkin itu event ya jalan-jalan aja, namun event itu ibarat kaya membangun rumah, aku ingin menjadi bagian dari batu bata yang menyusun nya.
Ya karena hidupku juga banyak sekali di Depok.
Hanya ingin membantu kota itu saja.
Kota kedua yang paling banyak ku tinggali setelah kota Jakarta.
Dan moga lancar nanti acara nya.
Amin.
Lalu, donasi.
Ya, donasi udah hal yang biasa sih yang aku lakukan.
Sudah dari tahun 2020 hehe.
Bukan sombong tapi apa adanya lah wkwk.
Lagi pula, kan kita boleh iri sama orang yang dermawan.
Buat apa ?
Ya buat motivasi.
Tapi, kalo di ranah donasi ku masih jauh lah, masih berusaha.
Ya, aku lihat beberapa waktu lalu di grup WhatsApp elektro angkatan ku, dibuka donasi buat mahasiswa elektro yang kurang mampu.
Ya ada beberapa skenario.
Setelah mendaftar ya dihubungin beberapa hari oleh mahasiswa elektro UI nya.
Kemudian, nanti ada kode unik buat bayar nya.
Dan baru bayar nya hari Jumat malam ini.
Kenapa ?
Ya buat ada cerita juga di Warrior wkwk.
Tapi emang kalo weekday sibuk aja sih, kalo weekend itu lebih santai aja.
Jadi itu juga kadang kalo sesuatu yang ga urgent biasanya dilakukan pas weekend aja.
Kemudian, kalo inget masa kuliah mah berat, makan warkop dan warteg terus wkwk.
Yah, kalo di ingat berat.
Tapi, jika dipikir kembali.
Aku yang hanya seorang pemuda biasa dan kini bertransformasi dan berproses menjadi pemuda yang memiliki pengaruh yang besar.
Nah, itu asal nya dari masa lalu, pastinya kampus UI yang tempat ku belajar banyak hal.
Lalu, penulis.
Jujur saja, mungkin menurut ku ya.
Salah satu hal yang bisa dilakukan oleh banyak orang tuh ya menulis.
Kenapa ?
Karena bisa menceritakan apa yang dilalui nya.
Lagi pula dengan menulis, lebih dihargai aja.
Berbeda dengan radio, video atau mungkin nanti ada hologram yang akan terganti terus menerus.
Kalo tulisan itu abadi, lihat saja tulisan Plato.
Sudah berapa ribu tahun itu, kita masih bisa baca.
Lagi pula, sekarang tuh zaman ini menjadi penulis kaya sesuatu yang langkah.
Padahal nih ya, zaman Indonesia merdeka, zaman ulama Islam, itu menulis terus, bahkan sampai kurang tidur.
Sekarang zaman maju tapi kok ada yang mundur,
Ya begitulah kondisi zaman sekarang.
Awalnya juga aku udah nikmat menjadi seorang pembaca buku saja.
Ku pikir membaca buku dan ditemenin oleh kopi itu udah enak.
Kita bisa melihat ribuan tahun lalu, pemikiran orang-orang hebat dan masih banyak lainnya.
Tapi, ku pikir orang yang selama ini kita tunggu – tunggu sebagai pahlawan untuk merubah dunia kita ini jangan-jangan diri kita sendiri.
Kita menunggu, dan menunggu.
Tapi, lingkungan kita begitu aja tuh, jalanan begitu, kali begitu, dan semacamnya nya.
Ya, mungkin kitalah orang yang ditunggu – tunggu.
Andaikan bukan kita, minimal kita udah usaha.
Atas dasar itulah, aku yang tadinya hanya membaca buku, kini juga ku sisihkan kerah baju ku dan turun ke lapangan.
Join the war.
Ya, minimal lewat tulisan ini aku juga bisa membantu agar orang lain juga ikut bergerak.
Membantu lingkungan sekitar nya.
Karena itu, aku meminta maaf.
Sebuah permintaan maaf yang telah ku jelaskan di buku ketiga ku yakni warrior.
Bagi yang penasaran baca deh buku Warrior nya hehe.
Oh iya, tapi tak perlu buru – buru menjadi orang penting.
Bergaul dengan orang penting bukan berarti diri kita menjadi penting.
Tapi, jadilah manusia yang bernilai.
Menjadi manusia bernilai, rasanya tepat.
Ya itu sih menurut ku.
Lagi pula jika kita sudah sukses, maka yang paling penting adalah makan bersama dengan orang – orang yang pada saat kita susah tetap ada bersama kita.
Itu penting banget asli.
Dan, banyak hal yang ga bisa langsung jadi.
Misalkan saja dalam membuat buku.
Ga mungkin dalam satu malam jadi, ya itu sih menurut ku.
Mulai huruf pertama, kata pertama dan terus berganti waktu, maka bisa menjadi buku.
Itu juga belum waktu mengedit, cross check nya yang lama juga hehe.
Pokoknya semua berproses deh.
Jadi, tetap bertahan terhadap apa yang kita yakini, dan majulah.
Terus, asli sudah jam 8 malam ini, perut lapar banget.
Makan dulu lah ya :).
Ini makan nasi goeng & martabak.
Kemudian, aku tidur.
Hingga. aku terbangun dalam tidur ku, dan ku lihat hp bahwa jam menunjukan masih di jam 1 lewat 45 pagi.
Banyak pikiran yang masuk dalam mimpi ku.
Banyak.
Saking banyak nya ku tuliskan dalam ketikan hp ini.
Bersyukur
Waktu membawa ku, saat aku ke masa – masa kerja di Papua, tepatnya di kota Tembagapura.
Kota itu begitu sangat dingin, hujan selalu ada di setiap hari nya.
Tapi, kita akan pernah kekruangan makanan, makan pun tergolong mewah.
Cuman paling hambar saja karena ga ada rasa.
Dua mingu pertama rasanya enak sekali makanan semewah itu & dikasih gratis.
Tapi, setelahnya juga nanti bosen.
Begitulah sifat manusia.
Selain itu, mengingatkan ku juga pada saat aku ada di mess.
Walaupun aku di level staff yang umumnya level staff itu satu kamar kecil dengan 2 orang, tapi tetap saja kurang bahagia.
Mungkin karena saat itu aku sudah terlalu lama ada disana, 8 bulan lebih tidak balik.
Padahal awalnya, itu cuman 6 Minggu kerja dan 2 Minggu cuti di Jakarta.
Cuman saat itu, saat aku baru mulai pertama kali merantau langsung covid.
Jadi ya, ga bisa balik dulu.
Tapi, aku bersyukur sih bisa kaya gitu.
Jadi, kita tau apa yang kurang cocok dengan kita.
Terkadang, kita ga langsung menemukan pekerjaan yang tepat dalam hidup, tapi menemukan pekerjaan yang tidak cocok dalam hidup juga adalah hal yang tepat.
Semua yang di Tembagapura itu enak, kecuali satu hal, lokasi.
Bagi orang yang sering merantau, mungkin biasa aja.
Tapi, bagi yang belum pernah atau jarang merantau mungkin ini akan menjadi pertimbangan, terutama aku.
Kenapa ?
Karena waktu terbesar pria adalah dengan pekerjaan.
Ya, ini haya preferensi saja.
Dan faktor lokasi sangat berhubungan erat dengan keluarga.
Tentu, ini akan menjadi pertimbangan yang penting untuk ku.
Singkat cerita, lokasi adalah salah satu faktor penting untuk jenjang karir ataupun jenjang hidup secara jangka panjang.
Lagi pula, ketika seseorang masuk dalam karir di suatu tempat, umumnya 2-3 tahun, orang tersebut sudah melihat tentang dimana dia kedepan nya dalam perusahaan itu.
Kemudian, tiba-tiba pikiran tentang WHV.
WHV atau biasa disebut sebagai Work Holiday Visa
Umumnya ini di Australia.
Beberapa orang yang ku kenal sudah mengikuti ini.
WHV ini seperti seseorang warga negara Indonesia yang diseleksi untuk dapat bekerja di negara Australia dan umumnya itu mungkin bisa sampai 3 tahun dengan menggunakan visa WHV.
Gaji nya pun yang ditawarkan juga begitu tinggi, jauh jika dibandingkan dengan di Indonesia.
Umumnya, pekerjaan WHV dimataku itu ya begitu.
Maksudnya, tak perlu kemampuan orang yang bergelar Sarjana untuk melakukan itu.
Umumnya kaya tukang sapu, tukang kebun dan lainnya.
Informasi yang ku dapat dari temanku yang di Australia.
Katanya, memang orang Australia kurang berkenan untuk melakukan pekerjaan yang disebut blue job atau pekerjaan begitu deh.
Sehingga, umumnya orang-orang dari negara berkembang terutama Indonesia yang melakukan nya.
Bayangkan saja, jika di Indonesia orang yang bergelar pendidikan S1/S2/S3 menjadi seorang office boy.
Umumnya akan sakit hati dengan banyaknya hujatan yang diterima dari orang indonesia sendiri.
Berbeda jika kita tinggal di Australia yang rasanya lebih aman melakukan pekerjaan seperti itu.
Serta, makin bagi banyak orang Indonesia yang ikut program WHV dan terlihat bisa jalan-jalan juga sampai ke Hongkong, Perancis dan negara Eropa lainnya.
Seakan mengatakan bahwa ikut program WHV pasti akan sukses.
Walau, beberapa orang yang ikut program WHV juga tidak sepakat dengan itu, dan lebih banyak tidak berkoar di sosial media, ya beberapa ada yang ku kenal.
Tapi, mungkin itu kurang cocok dengan ku.
Ya tidak salah, tapi kurang cocok saja dengan ku.
Melakukan pekerjaan yang umumnya tadi disebutkan seperti tukang sapu, tukang kebun dan lainnya, ya itu sih setiap hari aku lakukan wkwk.
Mungkin, berbeda durasi jam kerja dan hal teknis lainnya.
Tapi, aku punya cita-cita menjadi seorang insinyur, dan tercapai.
Sehingga, menjalani profesi ini ya dijalankan saja.
Kalo soal uang ya beda-beda ya.
Tapi, seperti nya ini tuh investasi minimal buat portofolio.
Jadi tumbuh nya kebawah dulu, layaknya pohon bambu.
Jadi, ku pikir kurang cocok saja dengan ku.
Mungkin ada yang bilang bahwa mencari pekerjaan di Indonesia itu sulit, makanya dia mencari pekerja di luar.
Ya bener juga sih, ya gapapa.
Mungkin juga jika kondisi seperti itu aku mungkin juga akan melakukan hal yang sama.
Bahkan, dalam kalimat sebelum ini aku sudah membuat 2 kata mungkin dalam satu kalimat. Hehe.
Ya, cuman ya gitu, ku rasa para pembaca sudah menangkap maksud ku.
Lagi pula, ku lihat ini orang Indonesia umumnya manja, berbeda dengan di luar negeri yang bahkan sejak SMP pun juga bekerja.
Ini baru lulus sarjana di Indonesia baru mulai kerja.
Ya, ku lihat sekarang banyak juga orang yang sudah kerja sih walau sedang kuliah belakangan ini.
Kembali ke topik, mungkin karena budaya kita dimana orang tua kita, ga tega melihat anaknya sudah kerja di usia sekolah, dan berharap punya pekerjaan yang bagus setelah sekolah.
Budaya-budaya yang seperti ini lah yang membuat negara kita kurang maju.
Ya begitu adanya, sebuah negara dengan jumlah penduduk nomor 4 di dunia, tapi tak banyak negara di dunia mengenal nya.
Aku begitu mencintai negara ini, tapi aku juga mesti objektif bahwa negara ini termasuk dalam negara yang biasa aja.
Kita harus jujur, agar kita dapat melangkah maju.
Tanpa kejujuran, tak akan ada kemajuan.
Banyak hal yang mesti dilakukan.
Dalam buku RA ku yang telah ku tulis, ya baru jilid pertama sih, masih ada jilid lainnya.
Ku jelaskan bagaimana sebuah peradaban bisa maju.
Aku membuat RA untuk dunia, tapi aku berharap bahwa negara Indonesia ini yang bisa menjadi pemimpin peradaban.
Jika dilihat dengan kondisi sekarang, mungkin aku harus membuat satu buku tentang ini.
Negara ini, negara yang sangat besar ini, masih berada di tahap memalukan, bukan berada di level yang seharusnya.
Berbeda dengan Singapura yang negara law, Indonesia ini negara lawyer.
Padahal jelas di UUD 45 bahwa Indonesia adalah negara hukum.
Ah sudahlah, masih banyak hal yang bisa ku kritik cuman nanti saja, lebih baik nanti aku buat satu buku sendiri tentang Indonesia.
Oh iya, kemana-mana kan wkwk.
Iya, WHV itu begitu deh.
Entar bilang jilat ludah sendiri, waduh itu sih udah biasa ya,
Perubahan itu pasti.
Bukan berarti kita ga punya integritas, tapi faktor keadaan juga mempengaruhi.
Nah jam sudah menunjukkan jam setengah 3 pagi.
Ku pikir aku sudah mulai ngantuk lagi dan ingin tidur lagi. . . Aku terbangun dalam tidur ku, kulihat jam, jam sudah menunjukkan jam 6 pagi.
Ah, jam 6 pagi.
Tentu, aku langsung teringat bahwa pagi ini ada jadwal tallaqi ku.
Iya, tallaqi ku itu di jam 7 pagi.
Offline lagi.
Jarak antara rumah dengan lokasi tallaqi ku sekitar 30 menit.
Aku pun langsung bangkit dari tempat tidur, mandi dan sholat shubuh.
Kemudian, aku minum air putih, dan mengganti dengan baju muslim ku.
Bahkan, membuat kopi saja sudah ga cukup waktu.
Aku langsung ambil Alquran dan bergegas dengan naik motor.
Namun, aku gabisa kalo ga makan.
Strategi jitu yang selalu aku lakukan dalam situasi ini yakni mampir ke warung Madura dan membeli susu ultra dan beli kopi good day.
Susu ultra untuk melapisi perut agar tidak lapar dan setelah nya baru bisa minum kopi.
Ya, langsung ku tancap gas lagi dan menuju Al Ustmani.
Tempat belajar nya
Sampai di sana telat 10 menit, dan ku lihat memang pas waktu giliran ku.
Aku setoran hafalan dan lanjut belajar.
Tentang tallaqi sudah ku sampaikan di postingan ku sebelumnya.
Intinya sih, guru ucap apa, ya mesti sama persis.
Jangan dikira mudah, cape tahu lidah wkwk.
Banyak kali yang salah, maklum namanya juga belajar.
Ustadku yang satu ini juga galak, ya menurutku.
Tak sempat aku lihat jam, aku hanya berfokus pada gerakan mulut ustad dan Alquran.
Ya seperti itu lah belajar dengan sungguh sungguh.
Jam sudah menunjukkan jam sembilan pagi.
Aku pun langsung pulang.
Ya, setelah satu urusan selesai, maka pergi ke urusan yang lainnya.
Pergi dari Utsmani, aku pun makan bubur ayam dulu.
Ya, di pinggir jalan.
Makan di pinggir jalan rasanya itu enak kali.
Sambil ngeliat pemandangan jalan.
Lumayan harga bubur nya 10 ribu rupiah.
Setelahnya, aku ke pasar dulu.
Beli ayam 2 ekor yang besar harganya 110 ribu, udah diskon ini karena besar wkwk.
Tempe, 10 ribu, sama bumbu ayam goreng seharga 15 ribu.
Iya bumbu nya normal nya 10 ribu buat 2 ekor ayam, tapi ku lebihkan.
Ya, buat seminggu sih, biar ga usah masak masak lagi.
Alias tinggal dipanasin aja.
Sampai dirumah, aku ngantar keluarga ke acara dan pulang kembali ke rumah.
Langsung mandi, dan pergi ke jalan Margonda.
ILUNI PPI FTUI
Ya, meeting dengan ILUNI PPI FTUI.
Kepanjangan nya, Ikatan Alumni Pendidikan Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Banyak banget sih yang dibahas.
Aku sampai di jam sebelas pagi dan baru selesai di jam 3 sore.
Ya, pembahasan terkait program kerja dan kerja sama baik di internal maupun eksternal.
Gila, 4 jam meeting terus.
Ya engga tahu kenapa ya, meeting dengan PPI ini selalu lama dan menarik, jadi ga bosen.
Akhirnya selesai dan kami pun foto bersama.
Agenda terdekat yakni ketemu di pekan depan dengan PII Pusat atau Pengurus Insinyur Indonesia yang Pusat.
Jurnal
Melihat jam sudah menunjukkan jam tiga sore, aku ada meeting dengan Professor terkait jurnal.
Aku pun lanjut online meeting di cafe tersebut dan ya, menyimak.
Namun, masih banyak meeting sih setelah nya.
Sehingga aku memutuskan untuk lanjut pulang sambil mendengarkan di headset.
Setelah itu selesai, lanjut meeting lagi dengan Perhimpunan pelajar Dunia.
Ya selesai habis magrib.
Sambil meeting pun aku makan ayam yang tadi dibeli.
Ya, off cam camera dulu hehe.
Setelah nya aku ingin gym tapi asli cape banget.
Bahkan, badan ku saja hanya bisa tiduran di kasur sambil menulis tulisan ini di HP wkwk.
Otak ku juga rasanya cape sekali.
Kenapa ya ?
Kenapa ya aku melakukan seperti ini.
Terkadang pertanyaan itu ada dalam pikiran ku.
Tapi mungkin, ini jalan hidupku.
Ya, bahkan menjawab pertanyaan itu juga rasanya ingin yang sederhana saja.
Aku pun juga masih menjawab chat japri di WhatsApp, ya tentu aku sebagai ketua ILUNI, ada saja yang japri.
Ya gapapa, itu kan memang tanggung jawab ku.
Lagi pula, aku sudah sampaikan ke organisasi yang tak terkait dengan ILUNI ku bahwa aku tak begitu aktif di mereka.
Kenapa ?
Karena aku mau aktif di ILUNI ini, toh karena ku juga ketuan nya kan.
Aku juga mencari apa yang bisa aku arsipkan di chat WA wkwk.
Udah lebih dari 150an yang umumnya grup yang sudah ku arsip.
Ya, dilihat mana prioritas sih.
Tentu, banyak hal yang ingin aku lakukan.
Lari, renang, sepada, golf, gym dan lainnya.
Banyak sekali yang ingin aku lakukan.
Namun, terkadang mungkin ini jalan yang terbaik.
Jalan pemimpin adalah jalan penderitaan.
Aku pikir aku ingin istirahat esok di hari Minggu, dan menulis buku.
Ya, menulis buku.
Selain itu, berkomunikasi dengan orang -orang terdekat juga merupakan bagian yang sangat penting dalam hidupku.
Tanpa terasa bahwa setiap hari bahwa aku melangkah jauh.
Dari seseorang yang bukan siapa – siapa tapi menjadi seseorang.
Banyak hal yang perlu disiapkan.
Ku pikir bahwa aku juga berada di jalan yang sudah tepat.
Terkait dengan banyak yang ku ingin lakukan, bahkan naik gunung pun juga sampe lupa.
Mungkin rejeki ku di lain hari.
Gapapa, gapapa, gapapa.
Oh ya, aku juga mendapat kabar lewat telepon bahwa teman SMA ku ada yang meninggal.
Ya tabrakan.
Aku juga belum tahu sih detail nya seperti apa, karena baru dadakan juga informasinya.
Padahal, kata temanku baru kemarin dia chat dengan almarhum.
Semoga diterima amal dan ibadah dari almarhum. Amin.
Aku pikir itu dulu kali ya tulisan kali ini.
Kaki ku bahkan terasa cape kali.
Oh iya, banyak tulisan yang bagus cuman belum ke share di website ini.
Jadi jika kalian tertarik dengan website ini, ya pantau terus hehe.
Alhamdulilah, bisa nulis di hari ini di website ini.
Terimakasih teman-teman yang sudah membaca.
Semoga sehat selalu dan selamat hari Minggu buat besok hehe
Jakarta, 24 Mei 2025 Pukul 21.00 WIB Salam warrior Rio
Saat itu, aku membaca sebuah tulisan dari seorang warga Indonesia yang sudah lama bermukim di negara Inggris tentang pandangan nya terkait event marathon di Indonesia.
Katanya, marathon di Indonesia itu ga cocok, alasannya karena cuaca Indonesia yang panas.
Dan ya, kota Jakarta pun juga panas.
Jika sudah lebih dari jam 8 pagi maka biasanya waktu nya saja sudah panas.
Padahal, event marathon itu biasanya memiliki durasi waktu 6-7 jam.
Jika kita mulai waktu standar umumnya di kota Jakarta dimana start marathon mulai dari jam 5 pagi, maka baru selesai di jam 12 siang.
Ya, lebih dari 50 % waktu event lari kota Jakarta itu cuaca yang panas.
Jawaban ku
Aku sepakat dengan itu.
Namun, ada yang dia lupa bahwa seorang pelari atau yang biasa kita sebut Runner adalah seorang Warrior atau dalam bahasa Indonesia artinya pejuang.
Seorang warrior adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap apa yang diyakini nya.
Ok, ditambah Kota Jakarta, kota tercinta ku lagi diserang dengan pertanyaan itu, hehe.
Pertanyaan ku, ” Apakah kau berpikir kenapa ada orang mau ikut event lari di benua Antartika dimana suhu nya begitu dingin ? “
” Apakah kau berpikir kenapa ada orang mau ikut event lari di gurun Sahara dimana suhu nya sangat panas ? “
Mengerti ?
Karena mereka adalah Warrior.
Seorang Warrior adalah seorang yang tak pernah menyerah.
Lagi pula, manusia akan terus berjuang.
Jadi, jika kau menganggap bahwa negara Indonesia ataupun kota Jakarta tak cocok dengan event marathon, mungkin dia sendiri lah bukan seorang Warrior.
Tidak ada seseorang yang memaksa untuk seseorang untuk ikut event marathon ataupun event lari.
Itu berasal dari dirinya sendiri.
Itu lah tanda bahwa mereka adalah seorang Warrior.
Terkait masalah kesehatan, ataupun yang berasal dari luar kendali kita maka itu sudah tugasnya event organizer yang mengadakan nya.
Harapan Baru
Saat itu, aku sedang di Yogyakarta.
Ya, sedang dinas kerja, namun pagi hari nya aku lari di jalan Malioboro dengan menggunakan Jersey dari hasil event UI Half Marathon pada tahun 2023.
Kemudian, ada seorang Runner yang berusia 60 tahunan menyapaku.
Kami pun berbicara sebentar sambil berdiri dan dia menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang nenek-nenek yang sudah pensiun tapi aktif lari.
Iya, dia menyapaku karena di tahun 2024 itu dia juga sudah daftar event lari di UI dalam dalam BNI UI Half Marathon 2024.
Atau pada saat aku ikut marathon pada event pocari sweat tahun 2024.
Jujur saja, aku mau menyerah.
Menyerah asli.
Itu event marathon pertama ku.
Padahal baru ikut event half marathon 2x tapi aku langsung ikut yang marathon.
Al hasil, aku sudah siap memangil tim medis dan menyatakan rasa nyerah ku.
Tapi setiap ke tim medis yang jarak nya mungkin sekitar 2 km dari setiap 2 km, itu aku selalu dikasih semprotan hansoplas agar aku tidak mengalami kekeraman dan selalu ada suporter menyemangati.
” Ayo Mas “
Akhirnya, maju lagi.
Maju lagi.
Maju lagi.
Itu sekarang sih jadi bahan tertawaan ku kalo aku ingat sekarang.
Padahal mah saat itu, sakit ey.
Hingga di kilomoter sekitar 30an itu, di tengah – tengah aku rasanya sudah ingin menyerah.
Namun, ada seorang bapak-bapak usia 58 tahunan yang menyemangati ku.
Dengan bapak yang berjuang dalam event Marathon di Pocari Sweat Marathon
Maju terus, jika cape, jalan dulu aja.
Seiring berjalan nya waktu, kami pun ngobrol.
Bapak itu bercerita bahwa dia mulai dunia lari ini sekitar 2 tahunan, dan ini marathon pertama nya.
Bahkan, saat hari kerja sebelum ikut event marathon ini, dia sudah disemangati oleh satu divisi grup kantor nya untuk ikut event marathon ini.
Selain itu, tadi pagi sebelum event dimulai dia juga sudah mengupload foto diri nya dan teman-teman nya untuk bersiap ikut marathon ini.
Aku mengerti.
Ya, ada beban moral juga yang dipertaruhkan.
Belum sampai disitu, bahkan anaknya pun juga ikut ke kota Bandung dari kota Jakarta dimana untuk support bapak nya.
Iya, dalam beberapa kilometer itu, anaknya sudah menunggu di titik tertentu untuk memberikan energi gel tambahan untuk bapaknya.
Energi gel itu kaya asupan energi buat mengisi energi kembali saat ohlaraga.
Aku pun dikasih energi gel, aku mencoba pertama dalam hidupku.
Ya, memang ada energi tambahan sih ataukan hanya mindset ?
Hehe belum mengerti.
Akhirnya kami pun lari kecil, jalan lagi dan seterusnya.
Menurut ku waktu kami ga kan cukup karena hanya 6 jam saja.
Namun, bapak itu tak menyerah dan aku pun lanjut saja.
Antara perasaan malu terhadap semangat bapak itu dan perasaan entah gimana.
Yang jelas, aku hanya terus membuat kaki ku terus bergerak kedepan.
Mataku dan otak ku masih jernih, namun rasa sakit di kaki tak bisa membohongi.
Menjadi pelari yang kategori akhir dalam mencapai garis finish dengan area rute yang sudah sepi
Jalanan pun sudah sepi, artinya sudah banyak peserta yang sudah mencapai finish dan event sudah mau selesai.
Saat itu, jalanan kota bandung sangatlah padat.
Dan ya, kami mencapai garis finis dengan waktu lebih dari cut off time.
Namun, panitia yang berbaik hati tetap memberikan mendali dan baju finisher.
Setelah itu, aku ke medical arena dekat garis finish.
Ya, kaki ku dipijat, dikasih batu es, dan istirahat sebentar.
Sebelumnya aku ga pernah sampai ke medical.
Sedangkan bapak itu kelihatan nya sehat -sehat saja.
Alhamdulillah.
Baju finisher dengan mendali 42 K
Hingga saat ini aku juga tak ingin mengatakan bahwa marathon di Pocari Sweat tahun 2024 adalah marathon yang bisa ku selesaikan.
Kenapa ?
Ya karena lebih dari cut off time yakni lebih dari 6 jam.
Oh iya aku lupa, setelah event marathon bapak itu juga tetap semangat untuk event yang lainnya.
Namun, kami adalah Warrior.
Seseorang yang tak menyerah dan tetap berjuang pada apa yang diyakini nya.
Euforia
Menurut ku makin kesini dunia lari makin gila saja.
Tapi dalam hal ini aku ingin menceritakan dalam hal yang positif.
Sekarang bahkan di jam 4 pagi ataupun malam masih ada saja yang lari.
Ketika aku berangkat kerja dari daerah Jakarta Timur ke daerah Sudirman sudah pasti ada yang lari.
Yang membuat ku terkesima juga kadang, ada orang yang obesitas lari sendiri, ada yang lari sendirian bahkan di tengah hujan.
Dan masih banyak hal yang membuat ku terkesima dalam dunia lari ini.
Ada yang bahkan mencapai mimpi nya melalui lari.
Oh iya, yang usia 70an pun juga masih luar biasa semangat nya dalam lari ini.
Orang-orang tersebut adalah orang yang punya karakter.
Hey bung, jika kau ingin santai rebahan saja di kamar.
Tapi, Warrior adalah berbeda.
Sekali lagi, untuk menutup tulisan ini.
Aku ingin berterima kasih pada keadaan dunia lari saat ini.
Sebuah euforia yang baik dan kurasa euforia ini belum pernah kurasakan sebelum tahun 2020 an kebawah.
Terima kasih telah menjadi Warrior.
Dari ku yang juga salah satu Warrior.
Salam WARRIOR Jakarta, 13 Mei 2025 Pukul 20.30 WIB Rio
Ketika aku merasa bahwa hidup ini sangatlah cape dan lelah.
Maka hal yang biasa aku lakukan adalah tidur.
Tidur adalah obat yang paling ampuh dan paling murah dan paling yang bisa ku lakukan, setidaknya untuk ku.
Setelah bangun, rasanya kepalaku begitu jernih.
Kenapa ya ?
Mungkin mekanisme tidur yang luar biasa hebat.
Menghilangkan stres dan membuat racun dari tubuh.
Tentu, ini lebih ke arah tidur di malam hari setelah isya maha suci Allah atas kuasa nya.
Sekarang ku lihat hp, jam masih menunjukkan jam setengah 2 pagi.
Memang aku tadi tidur setelah isya dan rencana bangun di jam 4 pagi lagi pergi ke muara Kamal untuk pergi ke pulai lari kawasan Kepulauan seribu bersama teman-teman ku.
Tapi aku merasa sudah tidur yang cukup, dan daripada aku tidur lagi takutnya ga kebangun.
Ya, udah tidur 7 jam lah ya.
Jadi paling sholat tahajud, mandi, nulis, prepare, dan berangkat.
Di waktu dini hari ini, biasanya ada kejernihan dan keputihan dari segala kehidupan.
Aku takut.
Bagiku kehidupan hanyalah menjalankan suka dan duka untuk kita mendekat kepada Nya atau justru menjauhkan Nya.
Namun, makin kesini makin terasa bahwa kehidupan begitulah enak.
Astaghfirullah Al azim.
Jangan sampai kehidupan ini ada di hatimu.
Tetaplah dunia ini ada di genggam tangan kita.
Kelola perasaan mu itu.
Apabila seseorang telah cinta dunia, maka akan ada kemungkinan orang tersebut akan diambil nikmat iman nya, nikmat petunjuk nya.
Bukankah pada zaman nabi Muhammad bahwa orang-orang yang menentang nabi adalah orang yang cerdas tapi juga bodoh ?
Orang yang cerdas pada dunia namun bodoh bahwa semua itu berasal dari tuhan.
Apakah kita mau seperti itu ?
Jelas tidak.
Kebanggan menjadi seorang muslim adalah iman nya.
Iman menjadi pembeda.
Iman menjadi cahaya atas kehidupan dunia yang fana ini.
Ya Allah, tetaplah selalu berikan petunjuk yang lurus.
Dunia yang begitu nikmat ini, sementara ini, tapi aku harus kuat dalam mengelola perasaan dalam hati ku.
Jangan sampai keluarga, istri anak, barang, pekerjaan ataupun sesuatu di dunia ini lebih kita cintai daripada cinta kepadamu dan kepada nabi Muhammad.
Jangan.
Buat aku menulis untuk setelah kematian ku padahal aku tak sholat yang wajib.
Alhamdulillah ya Allah, ini merupakan postingan ku yang ke – 150 di website ini.
Tentu, itu terlihat dari notif di wordpress ku dimana aku admin nya.
Hehe iya kan yang nulis dan punya akun ini.
Melihat ke pada tulisan ku yang ke 100 yang ku tulis pada tanggal 25 Agustus 2024.
Rasanya, ini merupakan sebuah milestone yang mesti di apresiasi.
Waw, jarak antara Agustus 2024 dengan Mei 2025 itu sudah lebih dari 8 bulan.
Artinya, postingan ku baru 50 tulisan dalam periode tersebut.
Ya memang sih, saat aku menulis buku tak ku masukkan dalam website ini.
Ya begitulah adanya.
Lagi pula, saat ini aku masih nyaman dengan konsep menulis ini.
Ya, buku itu lebih ke arah tulisan serius.
Berbeda dengan website ini yang mana bisa curahan hati yang bisa dibagikan.
Oke, mari kita mulai kawan !
Setelah sholat shubuh, aku langsung jalan kaki tanpa sandal keliling area rumah sekitar 600 meter.
Setelah nya aku mandi, makan soto ayam seharga 12 ribu dengan sudah dapat minum dan langsung pergi ngaji di Al-Ustmani.
Ngaji
Ngaji.
Ya, biasanya itu aku ngaji online.
Namun, melihat progress ku yang lama dan dengan ruang terbatas saat online.
Akhirnya, ya ga lulus ujian dong wkwk.
Ya masih tetap di level yang sama aja ngaji nya.
Aku sadar bahwa yang sebelum nya itu ya sibuk aja aku nya.
Ditambah, saat sesi ngaji pun banyak bacaan yang salah.
Metode belajar nya yakni tallaqi.
Metode tallaqi itu yakni metode pengajaran dimana ustad mengucapkan ayat Al Qur’an kemudian muridnya mengucapkan ulang.
Ya, secara sederhana seperti itu.
Sebelumnya, banyak bacaan ku yang salah.
Ku pikir sekali, dua kali, dan seterusnya kalo salah ya dilewatin saja kali ya.
Tapi, ustad ku ini bener-bener dah.
Mesti benar dulu.
Jika salah nya terlalu sering itu sampe diceramahin.
” Mungkin kita terlalu banyak dosa sehingga cahaya ilmu sulit masuk ke kita “
Buset dah, ke murid yang lain pun juga sama.
Tapi, apa yang disampaikan nya benar kok.
Wah, kalo aku sih sering digituin ya.
Kalo udah mulai kalimat tersebut, sedih aja ey rasanya.
” Kok gue bego banget ya “ itulah pikirku
Tapi bukan nya seorang Warrior kalo menyerah begitu saja.
Mungkin bagi yang lemah, ya selesai tuh kelas dan ga gabung lagi.
Namun, aku punya cita-cita menjadi seorang tahfidz, penghafal Al-Quran.
Aku anggap ini bagian dari sebuah pembelajaran.
Lagi pula memang kita belajar kan karena ga bisa, jadi kenapa harus minder.
Selain itu, ilmu agama itu ilmu sepanjang hayat sampe akhirat.
Masa mau sih kita ga punya ilmu itu ?
Ya kalo aku sih ga mau ya hehe.
Selain itu pula, tipikal guru itu macam-macam.
Kalo yang ini sih beh luar biasa, on time dan bener-bener detail.
Ya, itulah hidup.
Banyak hal yang mesti kita sesuaikan.
Sebuah hal benar belum tentu baik.
Tapi ya kalo benar ya benar saja.
Al Utsmani tampak depan
Setelah sampai di Al Utsmani, aku minum kopi hitam dingin ku yang sudah ku buat dan ku isi dalam Tumbler ku.
Sejak hampir setahun aku mengaji disini, aku baru pertama kali datang ngaji secara offline.
Ya, sekarang aku mengaji secara offline di setiap Sabtu dari jam 7 sampai 9 pagi.
Sehingga, aku berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi.
Jarak nya paling cuman 20 menitan.
Setelah selesai minum kopi, aku masuk ke area kelas dan ku salim pada ustad.
Dan ya, ustad yang sama dengan kelas ku yang sebelumnya.
Ku pasang kacamataku dan benar-benar fokus.
Dan ya, alhamdulillah semuanya lancar.
Ini mungkin karena offline sih hehe.
Belajar nya ya tallaqi itu, baca surat Al Qur’an dan baca beberapa ayat berserta ilmu Al-Qur’an nya.
Ku pikir tadi itu 2 jam yang aku benar-benar fokus juga.
Iyalah, kalo engga masa pertemuan pertama sudah ceramah lagi kan hehe.
Setelah selesai kelas, aku langsung pulang ke rumah
Pasar
Sebelum ke rumah, aku mampir ke pasar.
Seperti biasa, belanja makanan.
Aku beli udang yang besar kali dengan harga Rp.110.000 per kg .
Ya, kalo kecil ada sih harganya sekitar Rp 60.000 an per kilo.
Kalo hari ini aku beli yang besar, jarang-jarang ada soalnya di pasar ku ini yang ukurannya besar.
Belanja dulu biar makan 🙂
Setelah nya beli tempe sepuluh ribu, tahu sepuluh ribu, bumbu dapur untuk udang saos padang 2 kg seharga 10 ribu, dan beli kecap saus tiram nya juga.
Iya, buat makan untuk seminggu kedepan hehe.
Aku pun menuju rumah, dan lanjut sholat Dhuha 4 rakaat.
Ku buka hp dan balas beberapa chat di hp ku.
Selanjutnya aku teleponan ke beberapa teman dekat.
Setelah itu aku menuju Aeon Mall Tanjung Barat.
Ironman
Tentu, aku ke Aeon Mall Tanjung Barat itu mau beli buoy swimming.
Atau biasa disebut sebagi pelampung.
Ini digunakan untuk renang secara open water.
Aku lihat grup ternyata ada latihan esok di pantai Ancol yakni renang open water sejauh 750 M dan lari sejauh 5 km.
Namun, ada beberapa item wajib seperti kacamata renang, swim label, & buoy swimming.
Namun aku belum punya buoy swimming.
Yowis, aku beli di online juga mempet kan.
Takut ga kekejar, yaudah aku beli ke Decathlon di Aeon Mall Tanjung Barat.
Setelah Zuhur, aku pergi kesana dan melihat buoy swimming nya.
Pertama kali aku melihat itu, aku belajar cara membuang angin nya, cara mompa nya.
Gampang itu.
Setelah ada, aku langsung register ke event latihan itu, dan bayar Rp. 150 ribu itu.
Setelah selesai bayar, ada info tanggal dan ternyata hari ini event nya.
Anjir lah.
Kaga fokus ey, jarang-jarang terjadi kaya gini.
Tapi inilah hidup, ada-ada saja.
Yowis, aku pun jadinya beli buoy swimming nya nanti dulu saja.
Setelah itu, aku cek pic yang dari event tersebut, infonya lagi di cek sih.
Moga bisa balik lagi uang nya hehe amin.
Setelah itu aku pulang ke rumah, tapi ku pikir nih ya, mungkin aku nya saja yang lemah.
Event Ironman itu ga semua orang bisa layak dan mencapai.
Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta saat ini, kayanya belum sampe 100 orang yang mendapat title itu.
Apa itu title ironman, bisa cek tulisanku di postingan sebelumnya :).
Artinya hanya 0,0000037% orang Indonesia. yang punya title itu.
Sedikit kan.
Atas dasar itulah aku mesti latihan sendiri, ngandelin orang wong belum tentu orang nya juga tertarik dengan event Ironman kan hehe.
Kebanyakan sih, mending rebahan dikamar hehe.
Aku cek beberapa tempat latihan renang open water itu di Jakarta itu di kanal PIK2, pulau seribu dan GBK.
GBK pasti mahal, jadi tak perlu dibahas.
Kecuali sekali kali ya bisalah.
Ya, kedepan aku pikir aku hanya perlu latihan yang konsisten dan banyak.
Sama tadi, anjir yang Rp. 150 ribu moga balik dah hehe.
Sebelum balik ke rumah beli ayam geprek dulu sama nasi seharga 10 ribu aja.
Murah kan ? Murah lah.
Ini Jaktim bos, uang tunai is king.
Transfer, QRIS, jarang UMKM yang mau.
Berbeda dengan Jakarta Selatan, Pusat dan lainnya yang sudah banyak pengguna qris dan harga makanan nya mahal.
Setelah makan, aku pun siap untuk meeting dengan Prof. Peter
Prof. Peter
With Prof. Peter
Tentu, meeting dengan Prof. Peter memang sudah dijadwalkan bersama aku dan teman – teman.
Prof Peter adalah dosen dari Universitas College London.
Di meeting kali ini, Prof Peter menjelaskan tentang academic literatur review.
Penjelasan yang detail, dan terkadang membuatku mengantuk.
Dan ya, itu aku nya aja.
Setelah nya aku sadar bahwa presentasi masih berjalan dan ku teruskan menyimak materinya.
Dalam diskusi pun aku meminta Prof Peter untuk aku mengirim jurnal ku agar mendapat feedback dari beliau.
Dan ya, beliau ok saja.
Salah satu target ku yakni masuk junal Q1.
Sesuatu yang belum pernah aku capai.
Jurnal Q1 itulah standar akademik tertinggi dalam level dunia.
Setelah meeting sekitar 2 jam, ya selesai di jam 5 sore.
Aku pun meeting ke meeting lainnya.
Pelajar Dunia
Tentu, aku ikut dalam kaderisasi pelajar dunia.
Kalo aku sih dari Indonesia ya saat ini, cuman memang banyak kordinasi dengan pelajar dari berbagai negara.
Meeting dengan berbagai pelajar dari seluruh dunia
Ya, ada saja urusan.
Tentu, diskusi kencang ya terkait apakah komunitas pelajar dunia itu relevan atau tidak.
Dan biasalah perbedaan pendapat.
Dan akan ada diskusi lanjutan nya.
Meeting ini agak lama ya, karena juga ada forum group diskusi nya.
Baru selesai itu di jam 7 malam.
Aku pun magrib di sesi tengah meeting.
Meeting dengan rekan ku Juan dalam weekly meeting
Setelah nya, aku memang ada meeting dengan Juan Molitav di jam 7 sampai setengah 8 malam.
Bahas tentang kita mau bikin pelatihan Artificial intelligence berbayar di bulan Juli ini.
Bahas persiapan, materi, dan marketing nya.
Setelah nya sih ya nulis tulisan ini ya hehe.
Rencana kalo sempet jam setengah 9 malam ini mau ke gym sih, ya gym Majapahit yang artinya gym kampung hehe.
Cuman aku tulis dulu disini takut udah ngantuk dan ga ada tenaga lagi buat nulis hehe.
Itu sih, perayaan postingan ku yang ke 150.
Sebenarnya banyak banget yang masih pengen dilakuin, cuman masih ada hari esok.
Meeting hari ini saja sudah 5 jam non stop.
Oh iya ada beberapa quotes yang entah kenapa aku suka ya belakangan ini.
Bertemu dengan orang penting bukan berarti diri kita penting. Jadilah manusia yang bernilai.
Orang besar itu mesti sibuk. dan itu resiko menjadi orang besar. Makanya mesti siap untuk banyak menolak dan tidak disukai.
Menjadi seorang muslim adalah menjadi pembelajar seumur hidup.
Ketika orang-orang lain ohlaraga untuk mencari kesenangan, aku juga. Tapi aku punya tujuan yang ingin ku capai, tidak hanya sekedar bersenang – senang.
Kunci menjadi penulis adalah perbanyak membaca.
Keluarga adalah terpenting.
Nah, itu dulu ya.
Semoga di tahun ini bisa mencapai postingan ke 200 ya Allah.
Terimakasih sudah baca dan salam WARRIOR.
Jakarta, 10 Mei 2025 Pukul 20.30 WIB
Oh iya Jakarta ya.
Aku sangat suka tinggal di rumah ku, tapi ku pikir aku sudah melihat cahaya itu.
Pada akhirnya semua orang pernah akan datang dan pergi.
Tentu, itu sebuah siklus yang harus dilalui oleh setiap orang.
Bagiku, perpisahan mestinya dirayakan dengan kegembiraan, dengan pesta.
Aku suka itu.
Ya, karena aku percaya bahwa itu adalah jalan hidup yang mesti dilalui.
Dan suatu hari nanti mungkin kita akan bertemu lagi.
Semesta akan menemukan jalan nya sendiri.
Dan ya, apabila kita bertemu teman yang sudah lama tak jumpa dan akhirnya berjumpa itu rasanya senang sekali.
Sejam saja sudah cukup untuk berbagi cerita dengan kehidupan masing-masing.
Akan selalu ada cerita yang menarik.
Banyak yang datang dan banyak yang pergi.
Tidak, Tidak.
Takdir manusia itu misteri, aku pun juga tak ingin meramal masa depan.
Aku hanya ingin menikmati setiap momen dalam hidupku.
Tak perlu melompat ke momen lain nya.
Aku hanya ingin menikmati momen saja.
Lagi pula, bertemu dan berdekatan dengan orang penting bukan berarti diri kita penting.
Jadilah manusia yang bernilai.
Jika kita bernilai, rasanya semesta mengarah ke kita.
Aku pikir itu dulu sih nulis ini.
Aku senang aja sih.
Oh iya, ada teman ku yang dari luar kota dan sudah lama tak jumpa sedang mampir ke Jakarta yakni dia Riadhi, asal Medan yang sekarang di tempatkan di kota Surabaya.
Dan Ajo, asal padang yang ditempatkan di kota batam.
Ya Senin, Selasa libur dan bulan Mei ini memang banyak sekali libur nya.
Oh iya, walaupun memang libur tapi rasanya ada saja kegiatan, entah kenapa ya.
Sudah lebih dari sepuluh tahun ya kaya begini, mungkin bedanya itu aktivitas yang lebih beragam saja.
Oke, mari kita mulai dunia blog ku hari ini.
Mulai dari mana ya ?
Hm, mungkin dari pemikiran ku yang tadi muncul ya.
Hm, tentang Taman Dunia.
Ku pikir, ide tentang taman dunia ini sudah ada di otak ku itu lebih dari satu tahun yang lalu.
Tentu, aku terinsipirasi dari taman mini Indonesia indah.
Sebuah taman yang merupakan mimpi dari ibu Tien, istri dari presiden Soeharto.
Taman Dunia
Tentu, aku ingin membangun taman dunia ini di negaraku.
Andaikan aku tak bisa mengwujudkkan ya, aku percaya akan ada orang – orang yang akan. Mengwujudkkan.
Itu pasti.
Taman dunia yang ku maksud itu konsep nya sama seperti taman mini Indonesia indah.
Membangun dunia kecil dalam sebuah wilayah kecil.
Di tempat tersebut akan tertidur dari hampir 200 negara di dunia, dan terkonsep dalam kategori benua dengan wilayah nya masing -masing.
Ada pertunjukan, tempat belajar bahasa, dan berbagai aktifitas layaknya taman mini Indonesia indah.
Perwakilan dari kedutaan masing-masing negara pun akan ada disana.
Ohlaraga, rekreasi, dan hiburan.
Bahkan di tempat ini pun nanti akan ada event ohlaraga layaknya lomba lari, lomba triathlon, tempat rekreasi, dan bahkan mungkin organisasi internasional seperti united nation pun juga akan ada perwakilan nya disitu.
Lokasi
Tentu, syarat untuk membangun taman dunia ini itu menurut ku ada dua yang penting.
Pertama, banyak penduduk dia suatu wilayah terdekat. Kedua, mesti dekat dengan kota.
Jika kau tanya padaku, aku inginkan kota Jakarta bisa mewujudkan nya.
Namun, aku pikir kota Jakarta tak punya lahan seluas ini.
Dan tak perlu sebagai kebutuhan.
Aku pikir kota terdekat seperti Kota Depok, kota Tangerang sangat cocok untuk lokasi taman dunia.
Ya, sangat dekat dengan kota Jakarta.
Atau, mungkin wilayah Jonggol, wilayah IKN, ataupun Bali Utara menurutku juga masuk dalam kategori ini.
Di taman dunia akan dijaga secara keamanan nya dengan ketat.
Selain itu, tak boleh ada kendaraan dalam wilayah taman dunia.
Persis seperti taman mini Indonesia indah saat ini.
Mesti nya cuman ada sepeda, pejalan kaki, dan bus pariwisata yang berenergi go green.
Saat ini, aku tahu bahwa tak ada negara di dunia ini yang memiliki taman dunia.
Jika ada tentu, ide itu muncul dari salah satu negara ini yakni Singapura, Tiongkok ataupun bangsa Israel.
Singapura tak akan bisa karena wilayah nya yang begitu kecil.
Bangsa Tiongkok, mungkin akan mengwujudkkan suatu saat nanti.
Bangsa Israel tak akan mengwujudkkan nya karena faktor keamanan yang tidak stabil.
Taman dunia.
Suatu hari nanti, jika memang rejeki ku.
Aku akan membangun nya.
Tidak hanya taman dunia, tapi banyak bangunan yang ingin ku bangun.
Seperti bangunan perpustakaan yang ku beri nama para tokoh dunia idolaku seperti Socrates, Thomas Alva Edison dan lainnya.