A Warrior On 04052025

Aku lihat jam handphone, dan ternyata aku terbangun pukul setengah empat pagi.

Iya, aku terbangun tanpa alarm.

Rasanya tubuh sudah memanggil saja kalo mau shubuh.

Setelah nya aku bangun dari kasur ku, mandi, dan ku lanjutkan dengan tahajjud 2 rakaat selama 2 kali.

Sembari menunggu adzan shubuh, aku berberes kasur dan perabotan rumah.

Adzan shubuh pun terdengar.

Aku langsung bergegas ke mushola yang jaraknya sangat dekat dengan rumahku.

Hanya satu menit dengan jalan kaki.

Setelah shubuh, ku lanjutkan membaca Al Matsurat Sugro sekitar sepuluh menit.

Kemudiann, aku berjalan keluar rumah sekitar lima ratus meter dengan tanpa alas kaki seperti biasa.

Sampai rumah masih pukul setengah enam pagi.

Tapi badan ku rasanya ngantuk sekali, ku lihat depan rumah ternyata gerimis, gerimis yang lama.

Akhirnya ku tidur kembali di kasur, dan baru benar-benar bangun pukul setengah sembilan pagi.

Sebenarnya aku udah tahan ngantuk, di setengah sadar ku tahu bahwa aku tak kuat tidur malam.

Alias jam sembilan malam biasanya aku udah tidur, makanya mesti bangun.

Namun, di pagi itu, dengan rintihan hujan yang membasahi bumi, aku benar-benar ngantuk.

Sebelum aku memulai cerita hariku pada hari ini.

Aku kembali pada cerita ku di hari kamis di blog ini yang berjudul A Day With A Warrior.

Ketika aku membagikan link tersebut, banyak sekali yang memberikan apresiasi positif.

Umumnya seperti ini :

” Wah jarang – jarang anak muda main blogger “

Maka ku jawab

” Iya, Alhamdulillah Pak “

Namun, aku teringat jawaban ku ketika hari kamis malam saat sesi sharing buku dimana aku mendapat pertanyaan

” Bang Rio, bagaimana cara percaya diri dalam menulis buku ? “

Maka ku jawab panjang dan detail.

Namun, pada intinya aku menjawab :

” Aku membuat tulisan untuk persiapan ketika aku wafat.

Ini akan menjadi legacy “

Benar, andaikan dunia trend nya tidak menulis, maka aku hanya perlu memulai apa yang ku bisa lakukan, yakni menulis.

Sisanya trend terkait dunia, ya menyesuaikan saja.

Namun menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Ok, kembali ke pagi ini.

Tentu, awalnya aku ada janji jam delapan pagi dengan Pak Dayat, seorang pengusaha madu yang sudah ku kenal lebih dari pada tujuh tahun yang lalu.

Namun, di jam setengah sebelas pagi ini, aku ada ketemuan dengan salah satu orang yang ku idolakan yakni Prof Rhenald Kasali.

Tentu, akhirnya karena jam sudah menunjukkan jam sembilan, pilihan untuk bertemu dengan Prof Rhenald Kasali itu yang ku utamakan.

Oh iya, makan nasih uduk dulu dengan rendang yang sudah ku beli di hari kamis kemarin 🙂

Makan nasi pagi uduk gan 🙂

Bertemu dengan Prof. Rhenald Kasali

Awalnya aku melihat di sosial media bahwa Prof Rhenald mengudang secara umum ke acara rumah perubahan nya untuk ngobrol santai.

Tentu, itu gratis dan aku daftar.

Sejujurnya Prof Rhenald Kasali itu dalah satu idolaku dan itu sudah ku sampaikan dalam buku terimakasih jilid 1 : Terimakasih kepada para penulis buku.

Dan di perpustakaan ku itu banyak sekali bukunya beliau.

Tujuan ku datang ke acara tersebut ya karena ingin foto bersama beliau dan memberikan buku karya ku.

Iya hanya itu saja.

Setelah mandi, aku pun langsung ke rumah perubahan yang ternyata jarak nya hanya sekitar 25 menit dari rumah ku.

Logo Rumah Perubahan

Jarak yang begitu dekat.

Aku sampai di sekitar jam sepuluh pagi.

Dan ya, acara baru dimulai di jam setengah sebelas.

Aku pun datang sebagai peserta yang paling pertama.

Sembari menunggu Prof Rhenald, aku pun minum kopi yang sudah ku buat terlebih dahulu saat di rumah.

Sebuah kopi hitam Gayo robusta yang panas lalu ku masukkan es batu.

Sebuah minuman yang segar sekali.

Sembari minum kopi, aku check out di marketplace online.

Iya aku membayar sesuatu yang kemarin aku sudah pesan.

Apa tuh ?

Iya perlengkapan main golf, seperti sepatu golf, celana golf, dan sarung tangan golf.

Tentu, yang harga nya paling murah.

Yang paling penting buatku ya penting bisa berfungsi.

Kalo mau bagus, ya harga puluhan juta pun ya ada saja.

Intermezzo

Ketika aku menceritakan bahwa aku kembali ke medan golf pada cerita A Day With A Warrior.

Tentu, aku mendapat sambutan yang hangat dari teman-temanku untuk bermain golf bareng.

Dan setelah menerima chat itu.

Aku baru sadar bahwa di alumni FTUI, alumni kampus ku ada komunitas golf.

Pas aku cek memang, ada dan sangat aktif.

Tapi insting ku mengatakan aku akan gabung kemereka bukan pada pertengahan tahun ini.

Entah, kenapa.

Yang jelas cepat atau lambat, aku pasti gabung mereka, sebuah komunitas yang memang adalah bagian dari takdirku.

Kemudian, tentang membeli baju.

Jujur saja, sudah lebih dari lima belas tahun aku tak pernah membeli baju lebaran.

Ku pikir dalam keluarga ku, tak ada tradisi itu.

Ya terjadi seperti itu.

Dan mungkin selama lima belas tahun pun, aku pun tak membeli baju lebih dari pada lima belas baju.

Biasanya aku membeli saat ada kepentingan saja, seperti baju muslim, baju timnas, baju adat daerah tertentu ataupun yang ada kepentingan saja.

Memang, ini tak memperhitungkan baju yang ku dapat saat aku ikut event lari.

Sisanya, biasanya dikasih.

Dari siapa ?

Biasanya dari saudara ataupun teman kantor, baik bekas ataupun baru.

Hm, ga pernah minta sih, tapi dikasih saja, ya sudah diterima & terima kasih.

Kembali ke cerita, akhirnya prof Rhenald datang, dan jumlah peserta munkin sekitar 30 an yang hadir.

Aku duduk di bangku yang depan karena aku datang di awal.

Saat mulai pun aku menyadari bahwa Prof Rhenald begitu banyak ilmu yang dibagikan, ini baru pengantar.

Setelah nya, pertanyaan pun dibatasin, dan aku mendapat kesempatan bertanya.

Jujur saja, awalnya aku tak ada niatan bertanya.

Namun, prof Rhenald memantik kata pengantar yang tajam tentang kondisi dunia.

Aku pun mulai bertanya dengan pertanyaan tajam

Aku bertanya :

” Banyak pejabat sekarang seperti para direktur BUMN itu menjadi target dari KPK, ku sebut nama mereka semua.

Hal ini menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari luar negeri, mereka bekerja lurus saja tanpa mengikuti politik kehendak pemerintah.

Dan di level menteri pun terjadi yang berakhir dengan pemecatan menteri, pahadal menteri tersebut bagus kerjanya, dan memperhitungkan secara nominal uang pada kebijakan tertentu.

Bagaimana sikap kita ?

Iya sikap kita saat menjabat seperti itu ?

Kemudian Prof Renald menjawab.

Dia menjawab :

Dalam setiap masa ada yang masa tertentu, seperti zaman Soeharto dengan masa para ekonom yang kita kenal dengan mafia Berkeley, pada masa Habibie dengan masa teknokrat nya, masa Megawati dan SBY dengan masa para konsultan hukum nya, dan masa Jokowi hingga sekarang dengan masa para politikus nya.

Saat ini masa yang naik ialah masa politikus, jadi ya seperti itu.

Kemudian Prof Rhenald memberikan nasehat kepadaku, yang tak bisa ku ceritakan disini namun akan ku pertimbangkan.

Hingga jawaban itu selesai, nama-nama yang kusebutkan di awal tidak disinggung oleh beliau.

Ya, memberikan jawaban yang jelas tanpa menyudutkan nama tertentu adalah sesuatu yang luar biasa.

Ku pikir itu salah satu hal yang ku pelajarin hari ini.

Memang beliau luar biasa.

Oh iya, sebenarnya jarang sekali aku mau ikut agenda yang sifatnya umum.

Kenapa ?

Karena menurut ku terlalu ramai dan aku kurang mendapatkan manfaat.

Namun, untuk penulis yang ku memang idolakan itu berbeda.

Walaupun aku dan Prof Rhenald berasal dari kampus UI, faktanya aku tak pernah bertemu dengan beliau.

Kenapa ya ?

Entahlah, aku juga dulu tak mencari beliau sih jadi ya takdir saja.

Pertanyaan dari peserta yang lain pun juga dijawab dengan baik.

Hingga akhirnya waktu menunjukan jam setengah satu siang dan acara pun selesai.

Aku pun memberikan buku RA Jilid 1 Perpustakaan ku kepada beliau dan berfoto bersama.

Saat memberikan buku RA Jilid1 Perpustakaan karya ku ke Prof Rhenald Kasali

Setelah pulang, aku lanjutkan ke tempat madu Pak Dayat.

Entrepreneur

Ya, perjalanan ke tempat Pak Dayat dari Rumah Perubahan pun juga dekat, tak sampai 30 menit sudah sampai.

Namun, perutku sudah lapar dan aku mampir ke mie ayam dan makan dengan harga 15 ribu rupiah.

Makan Mie Ayam dulu hehe

Setelah makan mie ayam, aku membeli kue dari Holland bakery sebagai ada bawaan saja kerumah nya.

Beli Kue dulu dong 🙂

Sesampai nya di rumah Pak Dayat, ada mahasiswa yang sedang dibina untuk magang di tempat Pak Dayat sekitar 3 bulan.

Melihat kedatanganku, mahasiswa tersebut kemudian dibina oleh anaknya Pak Dayat, dan Pak Dayat pun langsung menemuiku.

Sudah lebih dari tujuh tahun tak bertemu dan ya ditanya aktifitas ku.

Hingga kemudian ke topik inti dimana berbicara mengenai bisnis.

Iya, ku pikir, aku akan mengaktifkan kartu ku sebagai pengusaha.

Sesuatu yang sudah lama tak pernah aku lakukan.

Sejak aku dikenal sebagai seorang Insinyur, rasanya personal branding itu sudah menempel begitu kuat.

Namun, jangan lupa bahwa aku juga pernah menjabat sebagai ketua bisnis di UI.

Kenapa bisa begitu ya ?

Sederhananya, karena mereka memilih ku, itu sih.

Ya, menjadi pengusaha pejuang, pejuang pengusaha.

Kemudian, kami pun foto bersama dan nantinya akan update secara berkala.

Foto dengan Pak Dayat di rumah nya

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga dan aku belum sholat Zuhur, sesampainya di rumah aku pun langsung sholat Zuhur.

Setelahnya aku pergi ke pasar.

Iya, ke pasar dimana setiap Minggu aku kesana, dalam hal ini aku membeli kopi Gayo.

Ke pasar

Jarak rumah ku ke pasar itu juga dekat, hanya lima menit saja menggunakan motor.

Saat sampai di pasar, aku hampir menabrak anak kucing.

Ku parkir motor, dan melihat anak kucing tersebut.

Pantas saja di tengah jalan, ternyata kucing itu terluka, mungkin habis kesempret motor sebelumnya.

Akhirnya, aku geser anak kucing itu ke bahu jalan.

Selanjutnya, aku pergi ke tukang kopi.

Kopi langganan di Pasar Ciracas

Di tukang kopi ini aku udah langganan lebih dari 5 tahun dan ya ngobrol biasa saja.

Aku membeli kopi Gayo robusta 250 gram dengan harga Rp. 50.000.

Dan aku juga ingat kucing yang tadi sih.

Setelah membayar kopi aku meminta kantong plastik.

Kembali ke motor ku, dan aku lihat ternyata anak kucing itu merangkak ke jalan lagi,dan memang arah yang dia tuju itu ada kadang kucing sih.

Ku lihat memang ada anak kucing lainnya & yang besar yang mungkin itu ibunya yang menatapku seakan meminta anak kucing tersebut dipindahkan ke sebelah bahu jalan yang jarak nya sangat tinggi.

Ya sudah, ku lakukan saja.

Jika tak ku lakukan, mungkin anak kucing tersebut sudah mati karena terlintas motor ataupun mobil yang lewat.

Menolong Kucing tak sengaja

Kecil kan mana keliatan, namun kalo di kandang & bersama keluarga nya setidaknya dia bertahan hidup lebih lama.

Pulang dari pasar, waktu sudah menunjukkan Ashar dan selanjutnya aku sholat Ashar di mushola.

Setelah itu, aku menuju ke arah jalan raya Kelapa Dua – Margonda.

Tapi, aku mampir dulu ke JNE.

Soalnya sebelumny aku beli sepatu trail run cuman salah ukuran.

Iya kesalahanku, mestinya ukuran 43, cuman yang ku pesan & datang ukuran 39.

Untung nya bisa di retur ukuran dan dikembalikan ke tokonya hehe.

JNE buka cuy hari minggu 🙂

Laptop dan Kacamata

Iya, aku berangkat untuk membeli charger salah satu laptop ku yang rusak.

Sebelumnya sudah ku WA tokonya, namun tak dibalas.

Pas sesampainya di toko nya yang berlokasi di jalan Kelapa Dua depan Universitas Guna Darma, Abang yang sudah lebih dari 10 tahun langgananku pun nampak.

Ketemu sih agan dengan bos baru nya wkwk

Oh ternyata bosnya dia sudah bangkrut, makanya nomor itu tak membalas.

Pantas saja kaya beda ruko, iya ruko sebelah nya dia pindah, alias pindah kerja ke toko sebelah yang masih ada.

Setelah itu aku ke arah Margonda untuk membeli kacamata ku yang begitu dah.

Menuju ke Mall DETOS tempat ku beli kacamata, ternyata hujan dan aku mampir ke rumah makan Padang sederhana.

Yasudah makan, eh habis di angka Rp. 60.000.

Makan di Padang Sederhana. Enak sih, habis itu sadar wkwk

Setelah hujan turun, di motor aku sadarin, nyesel juga beli makan sendiri dengan harga segitu.

Sayang duit wkwk.

Tapi udah terlanjur kan, yasudahlah.

Sesampai nya di toko kacamata, aku pun disambut hangat dengan keluarga toko tersebut

” Eh Mas Rio datang “.

Iya suami, istri, dan karyawan nya pun menghampiri ku.

Bisa dibilang aku sudah langganan 3 tahun di toko ini, alasan nya karena murah dan ya oke aja.

Tapi ketika aku sampai pun yang terjadi aku banyak diceramahin.

” Jangan sampai hilang lagi ya mas “

Ya, ya, dan ya.

Ku dengar saja.

Ku pikir mestinya sebagai toko yang menjual kacamata mestinya senang ketika ada pengunjung yang datang untuk membeli kacamata.

Ini kalo aku yang datang, kayanya banyak nasehat dah, aku seperti yang tertuduh.

Masuk lorong Detos buat beli kacamata cuman siapin kuping di ceramahin 🙂

Sebuah hubungan yang aneh antara customer dan penjual.

Kadang memang pas aku ditanya, mereka meminta aku mengajari bagaimana menggunakan chat GPT dan semacamnya.

Ya aku ajarin saja.

Sesampainya dirumah sudah magrib, dan aku magrib di rumah lalu langsung ke gym.

Jarak gym juga dekat, 5 menit lah dari rumah menggunakan motor.

Aku baru sadar kalo gym yang di kampung itu disebut gym Majapahit, ya murah sih 160 ribu sebulan.

Gym yang isinya musik dangdut full kenceng wkwk

Iya kadang lebih sebulan juga sih, kaga pernah ditagih soalnya wkwk.

Tapi di gym, kok cape rasanya, jadi cuman 25 menit habis itu aku beli beras dulu langsung pulang ke rumah.

Beli beras 5 Kg dulu buat makan nasi 🙂

Di rumah ya menulis tulisan ini dan setelahnya ada beberapa lagi sih.

Ku pikir itulah cerita ku hari ini.

Terkadang aku berpikir tentang apa yang aku share, ini perlu ga ya ?

Membuat cerita seperti ini tuh buat ku agak cape karena di dokumentasi sih hehe.

Dan gapapa, ya kehidupan ku ya begini, ada saja dinamikanya.

Bagi beberapa orang, mungkin aku keliatan produktif, tapi engga juga kok.

Aku hanya memadatkan aktifitas ku pada saat ada matahari.

Umumnya waktu berakhir untuku itu saat magrib pada hari itu, sisanya sih ya bonus dikit-dikit deh.

Selesai dan tidur deh.

Bentar-bentar.

Bayar wifi rumah sama bayar air PAM juga sih hari ini wkwk.

Selain itu, ada dua grup yang kulihat seru hari ini, kenapa ?

Ya karena ada event saja.

Pertama, grup FTUI Runner dimana ada event Bintaro Loop lari 120 dan 200 KM dalam 2 hari.

Ada yang Did Not Finish ( DNF ) dan ada yang berhasil.

Itu gila sih.

Awalnya aku mau ikut yang 60 Km, tapi sadar diri alias ga siap di tahun ini wkwk.

Ini membuat ku takjub dan ketawa, katanya sih ngapain gue kaya gini, tapi nanti daftar lagi tahun depan wkwk.

Kedua, yang grup KSR PMI Jaktim, ya biasa regenerasi alias wawancara kandidat.

Pastinya lancar itu mereka karena sudah biasa dilakuin.

Ok, itu dulu ya, cape juga ngetik di notes HP ini hehe. Makasih ya udah baca 🙂

Karena setiap orang yang pantang menyerah adalah seorang WARRIOR

Jakarta, 04 Mei 2025 Pukul 20.59 WIB

Menunggu

Dalam setiap kesendirian, aku selalu berpikir tentang hidup ini.

Hidup ya, hm.

Kau tahu, hidup itu perjuangan.

Maka ku sebut seseorang dalam menjalani hidup adalah WARRIOR.

Kenapa ? Ya karena hidup adalah ujian.

Suka, duka, hanyalah part dalam kehidupan.

Jangan sampai dunia menguasai hatimu, dia hanyalah ada di tangan mu.

Seorang Warrior adalah seorang pejuang yang memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini nya.

Biasanya seorang Warrior itu dihormati dan dianggap pahlawan dalam kategori masing -masing.

Berbeda dengan seorang yang dianggap gladiator, dimana dia menunjukkan kekuatannya hanya untuk menghibur dan biasanya seorang gladiator juga seorang budak yang mesti bertarung untuk atasan nya

Kembali ke surga

Tentu, jika hidup hanya mempertajam untuk masuk neraka ya buat apa kan ?.

Hidup yang kita jalankan mesti masuk surga.

Dan ya, adzan Zuhur sudah berkumandang.

Aku rehat dulu ya.

Menunggu

Aku baru sadar bahwa aku tadi siang menulis tulisan ini.

Sekarang sudah menuju ashar, dan ya aku lagi di luar karena sedang ada urusan.

Tentu, aku nongkrong ke tempat es teller dnegan memesan es teh manis seharga 12 ribu dan ku lanjutkan tulisan ini.

Bagi beberapa orang tentu menunggu itu menyebalkan.

Tapi mungkin kita bisa lihat dari sudut pandang yang lain.

Misalkan jika kita sedang menunggu kemacetan di mobil ya kita bisa tidur, mungkin jika kita supir nya ya ga bisa, namun jika kita punya uang lebih maka memperkerjakan driver pribadi itu banyak sekali manfaat nya.

Ya, membeli waktu orang lain.

Ataupun jika naik motor dan kehujanan, maka menulis pun bisa menjadi kegiatan.

Menulis apa ? Ya apa saja.

Kalo aku sih ya menulis buku menulis agenda, menulis curahan hati gitulah.

Mau itu nanti di share atau tidak itu urusan nanti.

Tentu, tidak hanya menunggu hujan, menunggu apapun juga bisa kita isi dengan hal yang baik.

Bahkan hadis nabis pernah mengatakan bahwa manfaat kan waktu luang.

Ya, kalo istirahat pun juga bisa kita lakukan saat menunggu.

Banyak sih, zikir, belajar, bekerja, dan masih banyak lainnya dalam menunggu.

Ok, aku pikir itu dulu ya.
Jakarta, 03 Mei 2025 Pukul 15.50

A Day With A Warrior

Aku tahu banyak sekali orang yang penasaran dengan ku.

Karena itu lah aku akan menceritakan tentang satu satu hari ku.

Iya satu hari di tanggal 01 Mei 2025.

Oke mungkin kita mulai secara perlahan.

Pengenalan Konsep

A Day With A Warrior.

Dalam bahasa Indonesia artinya itu sehari bersama seorang pejuang.

Iya waktu sehari yang dimaksud ialah waktu 24 jam.

Sedangkan pejuang yang dimaksud adalah aku, Rio.

Kenapa Warrior ? ya karena ada nama Rio disitu.

Tentu, ga semua hal bisa ku ceritakan disini.

Hal yang bersifat privasi ya ga akan aku ceritakan, misal nya ya relationship, keluarga, uang, dan masih banyak yang lainnya.

Terus cerita tentang apa ?

Lebih ke karya aja sih.

Kenapa ya ?

Entahlah, ku pikir aku ingin lebih dikenal nya sebagai seorang yang dikenal lewat karya, bukan dari sesuatu yang bersifat sensasi atau tidak penting.

Namun, aku ga menyalahkan yang seperti itu, hanya kenyamanan ku saja.

Oke, mulai dari waktu.

Waktu yang dimulai itu waktu Rabu malam tanggal 31 April 2025 pukul 20.30 WIB hingga 01 Mei 2025 pukul 20.30 WIB.

Jadi benar-benar sehari ya.

Mari kita mulai wahai Warrior!

20.30 – 21.30

Di sore hari saat aku masih di kantor, aku mendapat pesan dari teman SMA ku yang bernama Iqbal untuk bertemu di rumah nya untuk berbicara bisnis.

Memang, ajakan itu sudah lama namun baru bisa ku kabulkan ya sekarang ini.

Biasanya kami bertemu di gym tempat kami ohlaraga, namun Iqbal bilang sekalian aja kerumahnya untuk melihat jangkrik.

Iya, bisnis jangkrik.

Singkat cerita aku pulang dari kantor itu sekitar jam 5 an.

Setelah nya, karena rumah ku & iqbal dekat, yakni sekitar 20 menitan naik motor ya sudah langsung aku kerumah nya saja.

Perjalanan dari Sudirman ke wilayah Ciracas itu sekitar 1 jam lebih dikit.

Dan ya, sampai dirumah Iqbal itu di jam 19.00 wib tepat waktu.

Namun, ketika aku sampai dan salaman dengan Iqbal dan kedua orang tua nya, aku setelah nya buka laptop.

Iya meeting dengan relawan palang merah wilayah asia timur.

Yang dibaha sih tentang sosialisasi disaster atau kebencanaan

Ini foto zoom meeting nya 🙂

Dan ya, buka laptop, meeting bentar, dan dengerin aja, sekitar 45 menit sih meeting.

Kebetulan memang sih Iqbal juga lagi ada keperluan jadi aku bisa gabung ke online meeting tersebut.

Sebelum jam 8 malam, meeting selesai.

Dan aku pun ngobrol dengan Iqbal sampai jam 9 malam.

Ya, banyak sih yang dibahas, lebih ke arah lifeplan.

Dan Iqbal termasuk orang yang sering menasehati ku, katanya dia mau main nya dibelakang layar saja dalam membantu ku.

Obrolan pun lanjut ke bisnis jangkrik.

Iya jangkrik, di rumah Iqbal ada halaman yang cukup luas dan memang dibuat untuk kandang jangkrik.

Jangkrik nya sih belum ada, hanya telur yang sangat banyak yang siap menetas.

Ya, bisnis jangkrik ini memang termasuk bisnis jangka panjang kami.

Mungkin sekitar 2-3 tahun lah kira-kira sudah terlihat efek nya.

Memang sebelumnya, aku ada janjian sama pengusaha lain untuk berbisnis.

Dan kebetulan teman ku yang sudah ku kenal lebih dari 15 tahun mengajak juga, ya kenapa tidak ?

Oh iya, ini foto ku di kandang jangkrik nya.

Setelahnya, jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, dan aku izin pamit pulang.

Sebelum sampai rumah, aku pun makan di dekat rumah ku.

Sebuah warung nasi uduk yang sudah ku langganan lebih dari 20 tahun dengan masih orang yang sama juga yang jualan.

Makan nasi uduk + ayam goreng harganya 20 ribu.

Setelah nya aku pun pulang, mandi dan tidur sebelum pukul 10 malam.

Makan pecel ayam 🙂

21.30 – 04.15

Tentu, aku tidur di jam segini.

Bisa dibilang aku tidur itu habis isya, dan bangun di jam 4 pagi.

Cuman kalo ada keperluan ya geser tidur nya, kalo bangun sih tetap di jam 4 pagi.

Ga perlu alarm, karena tubuh udah bangun karena terbiasa aja.

04.15 – 05.15

Iya, satu jam ini umumnya aku mandi & sholat.

Setelah mandi, aku tahajud 2 rakaat dirumah, dan ketika adzan baru ke masjid.

Jarak masjid dengan rumah ku itu paling 1 menit dengan jalan kaki, sehingga dekat sekali.

Shalat berjamaah Shubuh di Masjid, habis itu pulang.

Di rumah pun aku langsung lanjut baca Al Matsurat.

Bagi yang belum tahu, Al Matsurat itu bacaan zikir pagi dan petang.

Ada yang sugro dan ada yang kubro juga.

Sugro itu kaya zikir lebih dikit nya, kalo qubro itu lebih banyak nya.

Dan aku bacanya yang Zikri pagi sugro dan baca nya 1 kali aja.

Maksudnya adalah dalam setiap baca Zikri itu ada bacaan yang berulang bisa sampai 3x.

Namun, aku bacanya sekali.

Iya, karena kebiasaan saja saat aku masih di asrama saat kuliah.

Saya di asrama ya seperti itu.

Oh ya ini, tampilan Al Matsurat itu seperti ini

05.15 – 07.15

Setelah selesai membaca Al Matsurat aku pun lanjut untuk jalan kaki sekitar 10 menit mengelilingi daerah rumah ku.

Jalan kaki nyeker

Kenapa jalan kaki ?

Mungkin karena di daerah rumah ku itu dulu banyak orang tua yang berjalan pagi tanpa alas kaki, katanya mencegah penyakit rematik.

Aku pun jadi ikut saja, ini udah berjalan lebih dari 17 tahun aku lakukan.

Setelah itu, aku memakai kaos kaki dan sepatu untuk jogging ataupun lari sejauh 5 km.

Ya, sekalian ke rumah Ega, sahabatku saat SMA.

Sekalian mau ambil sepeda nya untuk dipinjam oleh ku untuk latihan event Ironman.

Tentang event Ironman akan ku jelaskan lebih detail di dalam tulisan di di poin khusus.

Karena itu, bacaan ini mesti dilanjutkan :).

Ya aku pinjam sekitar 3 bulanan sih, kalo one time Ega aku ambil ya tinggal ambil aja di rumah ku.

Namun, selama perjalanan ke rumah Ega aku hanya bisa jalan cepat saja.

Tampilan strava 5 km saat ke rumah Ega

Kenapa ya ? Ya karena udah jarang ohlaraga dan berat badan naik.

Dan kenapa jarang ohlaraga?

Ya karena sibuk, dan juga sibuk nulis sih.

Rasanya kemarin-kemarin tuh kaya aku menyerang dunia dengan buku.

Ok, akhirnya sampai ke rumah Ega.

Bertemu dengan Ega dan meminjam sepeda nya dan kembali kerumah dengan jarak yang sama yakni 5 km.

Otw naik sepeda balik

Event Ironman

Ya tentang event Ironman.

Event Ironman itu event triathlon tertinggi di dunia.

Triathlon itu ohlaraga renang, sepeda, dan lari dalam waktu yang berurutan.

Aku pernah ikut event triathlon itu di Januari tahun 2025 ini, lari berapa ratus meter di kolam renang, sepeda 20 km, lanjut lari 5 km.

Kalo event Ironman ini jaraknya renang di laut sejauh 3,8 km, sepeda 180 km, dan marathon sejauh 42 km dengan durasi waktu maksimal 17 jam.

Event ini diadakan dalam 1 tahun itu di beberapa tempat dan lokasi, mirip seperti event motor GP.

Kalo di Indonesia pernah di lombok, cuman tahun ini Indonesia tidak mengadakan.

Negara terdekat yang selalu ada mengadakan ya Singapore, Australia gitu.

Secara basic aku bisa semua cabang ohlaraga itu.

Namun jika merujuk pada event Ironman ini banyak hal yang ku mesti perbaiki.

Misalnya dalam renang seperti fokus mata untuk melihat laju kedepan dimana berenang di laut akan ada ombak yang besar.

Kemudian yang sepeda yakni sepeda yang mahal, sepeda untuk event ini bisa 40-80 juta.

Tentu sangat mahal.

Dan saat ini aku ga berkenan untuk mengeluarkan uang sebanyak itu untuk hal tersebut.

Ya makanya pinjam sepeda dari Ega ya karena minimal buat latihan dulu saja, kuatin fisik.

Kalo nanti pas event ya bisa minjam dengan senior ku ataupun mungkin sewa dalam periode waktu tertentu.

Terakhir, lari.

Ini mesti kuat sih karena marathon kan.

Dan ya, kan udah cape duluan karena renang dan sepeda sebelum memulai marathon.

Nah, aku sih mempersiapkan latihan persiapan Ironman ini selam 2 tahun kedepan.

Saat ini masih berlatih sendiri aja.

07.15 – 11.15

Sesampainya dirumah, aku pun pergi makan, makan bubur ayam.

Makan bubur ayam di tempat ini tuh udah lebih dari 15 tahun makan disini.

Makan bubur di langganan lebih dari 15 tahun

Masih bocil alias bocah cilik.

Bisa dibilang 95% makan pagi ku pasti nasi uduk ataupun bubur.

Karena murah, dan kayanya emang udah dari dulu sih pola makan nya.

Ketika aku sampai di tempat bubur, aku pun disambut hangat sama tukang bubur nya.

Tukang bubur nya adalah sepasang suami istri yang mungkin usia nya sudah 60 tahun lebih.

Mereka berjualan bahkan sebelum aku lahir di dunia ini.

Ya aku lahir di Agustus 1996, sedangkan usaha bubur lahir di awal 1996.

Makanya namanya bubur 1996.

Ketika aku pesen pun mereka kaget karena aku udah besar sekali badan nya, terakhir aku makan itu di tahun lalu sih.

Tapi kan aku makan disini udah lebih dari 20 tahun, jadi bener-bener masih bocil sekali.

Ya biasa ditanya kesibukan dan lainnya.

Apa ya, dari dulu begitu sih, aku yang kebagian menjawab pertanyaan – pertanyaan dari mereka.

Aku makan bubur dengan 2 sate dengan total harga 17 ribu.

Habis itu aku pun langsung ke ruang dan pergi ke gym.

Iya pergi ke gym langganan ku.

Gym

Setelah lebaran aku mulai aktif ke gym lagi.

Gym dekat rumah saja, harga nya 160 ribu perbulan.

Iya gym kampung kan, cuman karena deket sekitar 10 menit menggunakan motor ya enak aja.

Yang kocak dari gym ini ialah ga ada mesti bayar kapan, ya normalnya sih bayar 1 bulan habis, habis itu lanjut lagi kan.

Cuman kenyataan orang nya kaya ga peduli gitu, yang penting orang-orang ke gym nya dia, dan rame ya udah seneng.

Luar biasa.

Cuma, ya sadar diri aja kan ya, kalo udah lewat sebulan ya perpanjang lagi.

Aku di gym itu ga lama paling sekitar 45 menit sampai 1 jam aja.

Main nya sih main otot dada aja.

Ya ga ngobrol sih, paling basa basi, langsung ohlaraga saja.

Setelah nya aku pun pulang kerumah di jam 9.

Dan langsung bikin susu Dancow sachet ditambah es batu dan bawa minum air putih untuk langsung berenang.

Berenang.

Ya, aku berenang di dekat rumah, paling 10 menit.

Murah sih, ya sekarang agak mahal tapi wkwk.

Kalo hari biasa itu bayar 10 ribu, tapi kalo Hari Minggu atau tanggal merah kaya gini bayarnya 15 ribu.

Berenang dulu

Aku berenang sekitar 1 jam saja dan cape sih, karena langsung keliling berenang di kolam renang kan.

Setelah ke kolam renang aku lun pergi ke pasar

Pasar

Oh iya, pasar ini tempat yang pasti aku kunjungi kurang dari 7 hari dan selalu begitu kan. Kalo engga ke pasar mau makan apa kan di rumah wkwk.

Ya di pasar ini aku udah lebih dari 20 tahun juga sih kesini, kalo tempat langganan ku kaya beli kopi, daging, telur, perabotan dan lainnya udah saling kenal banget dah.

Aku ke pasar itu beli daging 1 kg buat dibuat rendang, ya buat makan seminggu kedepan.

Biasanya sih weekend ya, cuman karena sekarang libur juga dan persediaan makan habis ya sekalian aja.

Beli di Pasar

Harga daging 1 kg itu 130 ribu, ya standar sih kalo menurut ku, kadang 120 kadang 130 dengan standar daging yang ku beli.

Karena ini mau dibuat rendang ya beli kelapa diparut 1 buah seharga 20 ribu. Terus beli bumbu rendang deh.

Normalnya bumbu rendang untuk 1 kg harganya 10 ribu.

Cuman aku belinya 20 ribu buat lebih banyak bumbu aja.

Soalnya bumbu rendang enak sih.

Habis itu pulang ke rumah.

11.15 – 12.15

Itu aku dirumah, ya istrahat sama mandi sih.

Dirumah ada berkat dari tetangga ada acara, ya dimakan dong.

Oh iya hingga saat ini umumnya akan ada berkat selalu ada karena ibuku ngaji tiap hari pasti ada berkat bagi yang ditempati.

Jadi makan nasih berkat itu udah bagian keseharian ku.

Kemudian aku juga lupa bahwa rumah ku ini masuk area dengan pondok pesantren sih, ya mungkin kebetulan aja kali ya.

Jadi kalo sholat di masjid itu rame, dan tiap pagi itu kalo aku jogging juga akan selalu ada keluarga yang baca Qur’an sampai kedengeran di jalanan.

Itu pasti sih.

Kemudian setelah makan, juga ini tanggal satu di awal bulan.

Ya umumnya aku ada donasi di awal bulan sih.

Donasi

Ya aku biasanya donasi yang pasti itu ke yayasan WWF ID.

WWF itu kepanjangan nya World wide fund for nature di Indonesia.

Ya kebetulan aku juga masuk komunitas MONA ( Member of Nature ) dimana orang-orang yang peduli dengan konservasi alam sih.

Selain itu, banyak juga yang diberikan WWF Indonesia juga kaya informasi satwa liar, camp bareng dengan harga yang murah dan temen-temen baru yang memiliki minat yang sama dengan alam.

Aku udah bergabung sekitar satu tahun sih.

Donasi

Selain donasi ke WWF ID, ya aku juga donasi ke tempat ku dulu ngasih beasiswa, ya hitung-hitung amal jariyah.

Lagi pula hingga sekarang masih banyak hal yang bermanfaat yang terima dari yayasan ini.

Setelah itu aku pun sholat Zuhur di masjid.

Setelah shalat Zuhur di masjid aku pun pergi main golf.

13.00 – 16.00

Golf

Oh iya karena sebelumnya Alhamdulillah ada rejeki jadi aku baru beli tas golf.

Tapi sebelum memulai cerita golf ini, mungkin aku ceritakan ke belakang dahulu ya.

Pertama kali aku diajak main golf itu tahun 2022 dari teman – temanku.

Katanya sih cocok dengan ku dan worth it lah katanya.

Cuman ya ga dilanjutin, karena masih seneng aja sama dunia pelarian.

Selain itu lagi asyik mulai amin tennis.

Tapi sekarang dunia event pelarian makin mahal, dan event yang beberapa kilo juga udah ga semenarik dulu, untuk ku.

Hal ini karena aku juga udah mencapai finish sih.

Sekarang event yang menarik menurut ku ya event martahon, ultra marathon, trail run, dan Ironman itu.

Nah, cuman entah kenapa hasrat main golf itu mulai muncul lagi.

Mungkin aku sadar kalo ya kalo ohlaraga – ohlaraga itu ya justru menghabiskan uang ku dan aku ga mungkin jadi podium.

Dari berapa banyak peserta kenapa aku yang bisa menjadi juara satu, dua ataupun tiga.

Ya mustahil kah kalo jadi juara.

Aku lebih ke arah mencapai garis finish dengan mengikuti aturan saja.

Lagi pula itu kayanya event lari sudah jadi mata pencaharian deh bagi sebagian orang, maksudnya ya kejar masuk podium juara wkwk.

Nah, kalo main tennis juga butuh orang yang main kan.

Berbeda dengan golf yang sendiri pun bisa main.

Dan kulihat kayanya aku ada peluang di golf ini.

Oh iya aku emang sudah ada stick golf sih, dihibahkan dari temanku untuk latihan ku kayanya wkwk.

Mukul Golf di Halim

Udah lebih dari 2 tahun soalnya wkwk.

Dan karena baru kemarin tas golf nya sampai ya hari ini aku main golf nya.

Aku main golf itu rasanya nyaman ya, 2 jam denga ditemani kopi hitam yang sudah dibuat dirumah lalu ditambahkan dengan es batu.

Cuman ya cape sih, baru main lagi.

Oh iya, aku main di Halim bayarnya itu 100 ribu untuk 100 bola.

Ga ada batasan waktu sama sekali sih.

Nah, kalo main lima kali nanti gratis main satu kali dari Halim nya.

Memang ohlaraga ini termasuk mahal sih, cuman ya gimana ya, ok sih menurutku ya.

Kan juga jarang-jarang juga.

Tapi ku pikir hari ini aku berubah pikiran, aku ingin menjadi orang yang jago juga main golf, ya pro lah ya.

Ditambah usiaku yang masih muda, jadi masih banyak waktu untuk pengalaman dan bisa ikut banyak turnamen.

Lagi pula, kenapa aku ga bisa menjadi pro player di golf ?

Ya nanya aja ke diri sendiri sih wkwk.

Setelah pulang dari main golf aku mampir ke Taman Mini square untuk ambil kacamata punya mamaku yang sebelumnya sudah dipesan.

Setelahnya aku pun pulang ke rumah.

16.00 – 16.30

Molitav

Molitav Meeting

Oh iya aku di jam empat sore ini memang ada janjian meeting dengan temaku Juan.

Juan itu teman saat aku kuliah di elektro UI da sekarang jadi temen bisnis sih.

Kita ada usaha alat yang berbasis artificial inteligen dimana intinya tuh dengan menempelkan satu jari kita selama 1 menit di alat tersebut kita bisa dapat hasil pengukuran yakni ada lima yaitu Heart Rate (HR), Oxygen Saturation (SpOâ‚‚), Body Temperature (TBody, Skin Temperature (TSkin), Respiration Rate (RR)

Nah tadi lebih bahas syns up bentar sih tentang agenda kedepan.

Oh iya, kita udah dapat pendanaan dari venture capital juga cuman memang sifatnya hibah penelitian.

Sehingga ga ada kewajiban untuk memberikan timbal balik uang kepada venture capital.

Saat ini sih lebih ke arah laporan saja.

Setelah selesai itu rasanya aku mau lanjut beberapa agenda lagi seperti ke kelapa dua arah Margonda Depok untuk membeli salah satu charger laptop ku yang rusak, cuman udah cape aja.

Jadi ya di weekend aja nanti

16.30 – 19.30
Ya sholat di masjid, terus beres-beres rumah, nulis tulisan ini juga di rentang waktu ini sih.

Tapi biar lebih detail bahas lagi deh.

Beres-beres

Jujur kadang aku ga tahu sih apakah orang lain juga di rumah lakuin ini atau engga ya.

Ya karena ga pernah nanya aja.

Ya beres-beres di rumah itu kaya nyapu, ngepel, beresin baju, beresin perabotan, kadang kalo laper juga masak sendiri.

Nah aku pikir ini hal yang normal semenjak aku sudah lakuin ini sejak aku di asrama sejak sepuluh tahun lalu.

Cuman ya habisin waktu tapi ya gimana ya, mesti diberesin sih mumpung libur.

Nulis

Oh iya, biasanya sih di awal bulan itu aku nulis kegiatan ku selama satu bulan terakhir di Facebook ku.

Buat apa ?

Ya buat dokumentasi aja, ini dulu aku mulai saat aku mesti kasih laporan kegiatan satu bulan ku kepada pendonor beasiswa ku.

Kemudian aku pikir ini bagus ya buat ada dokumentasi.

Jadi aku lanjutkan saja semenjak tahun 2023 ini.

Nah ini sih ringkasan aktifitasku di bulan April kemarin.

Posting di FB ku

1. Donor darah ke 2/6 di tahun ini

2. Lari dengan teman-teman TMII Running Club

3. Hibah buku RA ke perpustakaan Jusuf Kalla

4. Ikut sosialpreneur

5. MUKER with ILUNI se Iluni Ftui

6. Sosialiasi buku RA pada komunitas Jakarta Book Party

7. Ikut seminar dari Palang Merah wilayah Asia terkait kebencanaan

8. Kerja yang paling banyak

9. Ya, halal bihalal banyak dah

Iyalah yang bisa dishare aja, kebanyakan mah ga dishare hehe.

Atau buka Facebook ku saja.

Kemudian di jam 8 malam ini ada agenda online meeting dengan teman-temanku saat aku kuliah dari banyak alumni dan banyak universitas lain yang tergabung dalam komunitas pecinta buku.

Bahas buku yang dibaca masing-masing dalam forum

Aku sih share nya buku ku sendiri yang berjudul WARRIOR hehe.

Yang lain mah cerita buku orang, kalo aku maaf aja nih sudah punya buku sendiri ya cerita buku sendiri aja sekalian promosi hehe.

Nah itu sih cerita 1 day with a Warrior.

Ya umumnya hari-hariku ya begini, beraneka ragam.

Cuman cape aja kalo dibikin cerita kaya gini, terutama cape didokumentasi,.

Maklum, biasanya juga menikmati momen jadi lupa hehe.

Tapi kalo hari ini sih emang udah didesign buat cerita kaya gini sih.

Biasanya ya kalo dalam satu hari udah lari ya lari aja, renang ya renang aja, cuman durasi nya lebih lama.

Harapan ke depan

Tentang harapan kedepan ya ?

Hm, apa ya ?

Ya sebenarnya sih aku ga pernah berpikir untuk hidup di hari esok ya.

Ya do the best aja di hari ini.

Kalo hidup di esok hari ya anggap aja bonus.

Oh iya, aku sih cuma pengen jadi diri sendiri aja sih.

Itu sih.

Cuman mungkin kedepan juga aku bisa cerita tentang masakan ku, dan cerita lain nya kali ya.

Ya maklum, ini blog bukan cerita ilmu pengetahuan, tapi tentang ku.

Oh iya panjang bener ini, udah mau jam sembilan malam dan udah waktu nya tidur sih hehe.

Terimakasih sudah membaca hingga akhir.

Jika tertarik, aku bakalan share juga cerita-cerita lain ku.

Aku pikir cukup ya, cerita one day with a Warrior.

Salam WARRIOR

Jakarta, 01 Mei 2025 Pukul 20.29 WIB

Ohlaraga Di Rumah

Matras aku baru saja tiba.

Ya aku membeli di market place online.

Ketika tiba aku baru menyadari bahwa matras ku ini berbeda dari yang sebelumnya yang pernah ku beli.

Yang biasa aku beli itu paling harganya sekitar 20 ribu dimana untuk kegiatan outdoor seperti naik gunung.

Kalo yang sekarang itu harga nya sekitar 80 ribu cuman lebih tebel aja kaya biasa dipakai untuk yoga.

Kenapa beli

Kenapa beli ya.

Hm, rasanya makin kesini itu makin jarang aja ohlaraga, apalagi juga pergi ke gym.

Aku tahu ini bukanlah sesuatu yang baik, apalagi makin tua itu mesti angkat beban, agar penguatan tulang juga.

Namun, kadang kita sibuk dan ya Udha lewat aja ohlaraga.

Nah, ohlaragai di rumah pun bisa menjadi opsi, ya minimal push up, sit up dan lainnya.

Durasi ohlaraga di rumah ya beda-beda sih, tinggal di sesuaikan aja.

Selain itu, juga sama lari pun demikian.

Entah kenapa kalo lari cuman ngandelin sama temen ya ga jadi-jadi.

Makanya aku juga beli kaya vest, sepatu lari, sama yang buat di pinggang buat yang naruh hp juga, alasan nya sama yakni bis lari sendiri, di jalan pastinya.

Kenapa ya ?

Entahlah, aku ngerasa makin dewasa ya makin semuanya serba sendiri aja, kalo mesti ajak orang lain ya bisa aja, tapi kan ga setiap waktu.

Ya, kesehatan kan buat diri sendiri.

Belajar dari film Spongebob

Ada adegan di film Spongebob dimana Squidward yang merupakan teman nya Spongebob pindah rumah untuk mencari ketenangan hidup.

Dia pindah ke kota yang mana isinya orang -orang yang mirip Squidward, aktifitas nya pun sama.

Kerja, ohlaraga, main musik dan terus berulang.

Akhirnya, Squidward bosan dan pergi dari kota tersebut.

Tentu, kehidupan yang berulang dan nyaman akan membuat manusia menjadi bosan.

Ya, manusia butuh namanya tantangan, menjalani suka dan duka.

Kalo ga ada suprise dalam hidup, ya kurang menjadi manusia aja rasanya, ya menurut ku sih ini.

Nah, makna nya ya mesti kita buat hadapi hidup, karena hidup ada atas ada bawah.

Dan itulah seni nya hidup.

Jakarta, 30 April 2025
Pukul 04.42 WIB

Dikenal Sebagai Seorang Penulis

Belakangan ini aku rasa aku sneak dikenal sebagai seorang penulis.

Hm, bagaimana ya aku menceritakan nya ?

Baiklah, aku akan mencoba secara perlahan

Hal yang biasa ketika seseorang bertemu dengan yang lainnya, dan hal yang bisa ditanya adalah ” Apa kabar ?”

Tentu, aku pun melakukannya.

Namun, melanjutkan itu banyak sekali dari teman-teman ku yang menanyakan tentang penulis buku.

Umumnya seperti ini :

” Mau publish buku apa lagi Yo ? “
” Mas Rio udah bikin berapa banyak buku emang ? “
” Cara biar buku diterbitkan gimana sih mas ? “

Tentu, masih banyak pertanyaan yang berkaitan dengan personal branding ku menjadi penulis buku.

Mungkin beberapa orang itu cuman basa – basi, namun setidaknya mereka mengenal ku adalah seorang penulis.

Menjadi seorang penulis

Jujur saja, bahwa ku iri pada seorang penulis.

Namun, Alhamdulillah bahwa kini cita-cita ku pun telah tercapai menjadi penulis salah satunya.

Ya, buku pertama menurut ku buku yang paling berat, padahal sih intinya simple ya buku nya.

Namun, mungkin karena pertama ya begitu, ada saja halangan nya.

Setelah nya sih lebih mudah ya.

Ya, terkadang dalam memulai kau tau perlu tahu akhir dari perjalanan, namun kau akan menemukan cahaya baru demi cahaya baru dalam perjalanan nya.

Oh iya, mungkin menurut ku kenapa aku begitu terkenal di lingkungan ku, tentang menjadi penulis ya karena di Indonesia jarang sekali seorang penulis.

Bahkan, dalam lingkungan ku beberapa cuman aku aja yang menjadi seorang penulis.

Ya, karena jarang itulah yang membuat ku menjadi terkenal.

Faktanya, aku hanya bekerja, dan terjadilah.

Hanya itulah, sisanya semesta yang mengatur.

Tentang website ini

Hm, jujur saja bahwa aku udah mulai jarang menulis di website ini, kenapa ya ? Ya karena sibuk dan kalo menulis buku itu udah cape aja rasanya, sehingga ga ke pegang website ini.

Tapi, aku akan berusaha untuk menulis di website ini.

Bisa dibilang, ini platform bebas ku untuk berbagi apa yang ingin ku bagikan.

Apa lagi ya ?

Hm, dunia semakin menarik ya, aku tahu bahwa dunia begitu menarik, karena itulah aku telah mempertaruhkan seluruh jiwaku untuk hidup.

Hidup hanyalah sekali, yang mesti ku lakukan, berpikir, bedoa, dan bertindak.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya

Jakarta, 29 April 2025 Pukul 21.30 WIB

Tentang Iron Man Event

Belakangan ini aku mulai berpikir untuk ikut dalam event Iron Man.

Hm, mungkin perlahan kali ya aku mulai tentang pikiran ini.

Ok pertama mungkin ohlaraga triathlon, ohlaraga triathlon itu ohlaraga yang intinya renang, sepeda, dan lari secara berurutan dalam waktu tertentu.

Kemudian, event triathlon level tertinggi didunia yang mengadakan ini namanya event namanya Iron Man.

Event Iron Man senior itu renang sejarak 4 km, sepeda sejarah 180 km, dan lari full marathon sejarak 42 km.

Kemudian, bagi orang yang sudah menuntaskan event ini makan mendapat gelar Iron Man.

Setahuku, banyak orang Indonesia yang sudah mendapatkan gelar itu, tapi jika dibandingkan dengan populasi Indonesia dengan hampir 280 kita orang ya sangat sedikit.

Itu banyak karena beberapa aku kenal karena domisili ku yang dijakarta.

Keinginan

Ya, ku pikir tahun 2025 ini rasanya hampir sangat sedikit event lari yang ku ikutin.

Berbeda dengan tahun 2024 ya lumayan beberapa aku ikutin.

Alasan kenapa tahun ini dikit ya karena kurang motivasi dan sayang uang aja.

Ya, kurang motivasi artinya kalo event lari cuman jarak 5 km, 10 km itu kayanya latihan sendiri aja juga bisa, ga perlu ikut event.

Mungkin berbeda, jika ikut event bersama teman-teman ya bisa daftar.

Kemudian, kalo sayang uang ya sayang aja sih karena kan event kurang menantang jadi ya mending ditabung.

Mungkin kalo jaraknya sudah minimal 21 km ya baru mulai menantang.

Hm, berbeda pas tahun 2023 itu ikut event half marathon saja rasanya sudah deg-degkan.

Ya, biasa karena terbiasa.

Nah, atas dasar itulah aku ingin ada motivasi baru saja rasanya, ikut Iron Man.

Aku pikir secara basic aku sudah memiliki kemampuan itu. Ok, kita mulai perlahan

Renang

Renang ya, hm bahkan sampai kelas 2 SMA saja aku ga bisa renang.

Namun, pas kelas 2 SMA ya latihan renang sendiri jadi bisa.

Namun, karena sendirilah aku bisanya gaya katak.

Gaya katak itu enaknya bisa bertahan lama dalam berenang, namun ada kelemahannya yakni jarak yang ditempuh selama waktu tertentu akan kalah dengan gaya dada.

Tapi, gaya dada juga banyak menguras energi.

Hm, ku pikir kedepan aku ingin belajar gaya dasa.

Sebuah event pasti ada cut off time nya, sehingga mesti ada kombinasi yang baik antara gaya katak dan gaya dada.

Oh iya, berenang di triathlon juga berenang di laut, atau biasa disebut open water.

Aku pikir, aku harus sering latihan tentang ini.

Berbeda dengan kolam renang, laut ada gelombang nya.

Akan banyak mengubah arah renang dan akan banyak menghabiskan banyak energi.

Sepeda

Bisa dibilang sepeda sih aku jago ya, dari kecil udah bisa main sepeda, kita biasa disebut ngebuburit, atau main sepeda di sore hari bersama teman-teman.

Satu-satunya kelemahan saat ini yakni aku ga punya sepeda, dulu ada sih cuman hilang, lagi pula sepeda triathlon itu berbeda pada sepeda umumnya.

Yang jelas lebih mahal, namun mewah dalam penggunaanya.

Aku pernah ke toko sepeda dan harga minimal saja sudah puluhan juta.

Jika menelisik saat ini, sayang saja uangku buat ini.

Mending ditabung, ya kalo nanti sudah kaya baru deh beli hehe.

Sekarang paling beli yang murah saja kali ya, kalo pas mau event bisa minjam, ataupun sewa.

Pasti ada jalan kok.

Yang penting sekarang kuatin fisik, dengan output jarak sepeda yang dilalui.

Selain itu, juga aku mesti latihan leg day yang kuat.

Latihan ini menjadi key point

Kemudian, ketiga lari.

Aku pikir ihi yang paling aku siap ya, semua sudah ku punya.

Sepatu road, vest buat lari dan lainnya.

Paling sekarang mau beli sepatu trail run buat masuk mode lari trail.

Kalo lari trail sih pengen bisa ikut event yang di gurun Sahara hehe.

Tapi, sekarang ikut fokus latihan untuk Ironman ini dulu saja.

Sekarang sudah April 2025, ku pikir aku akan latihan 2 tahun untuk mempersiapkan ini.

Ya, kuatin fisik dulu.

Kalo untuk uang, cara daftar, dan lainnya, nanti sembari berjalan saja aku mempersiapkan nya.

Ohlaraga ekstrem seperti ini salah satunya iron man.

Ku pikir juga serial jilid buku WARRIOR mungkin kedepan terbit setelah aku mendapat title Ironman.

Dua huruf pertama iron man adalah ir, kayanya cocok juga dengan ku yang sudah punya title ir yang artinya di Indonesia itu singkatan dari Insinyur hehe.

2 tahun ya, hm, tentu butuh bantuan AI untuk membuka mapping latihan nya, tapi ku pikir aku bisa mencapai nya.

Kenapa aku ga bisa padahal aku sudah bisa tahap basic nya ? Kuncinya ya aku mesti banyak latihan.

Ya, sedikit demi sedikit.

Mendapat gelar Ironman merupakan tantangan baru untuk ku rasanya.

Aku harap aku bisa mengwujudkkan impian baru ku ini, sebuah impian yang terus bertumbuh seiring berjalan nya waktu.

Oh iya yang baca tulisan ini juga jangan lupa ohlaraga

Salam sehat, salam ohlaraga
Dari salah satu kandidat peserta Ironman
Rıo Agustian Fajarin

Doa

Dalam setiap doaku, aku selalu berpikir dan bertanya pada diriku

” Tuhan, apakah aku layak untuk hidup ? ”

Aku selalu berpikir dan bertanya kapan aku mati.

Jika aku hidup di dunia tapi ujung nya tidak masuk surga lali untuk apa ?

Aku takut bahwa aku mencintai manusia lebih dari pada mencitai Tuhan.

Ampunilah dosaku, ampunilah dosaku.

Tatkala, aku hidup hanya satu yang ku harap dan selalu ku inginkan, aku ingin mencintai Tuhan lebih dari apapun.

Ya Allah, ampun dosaku. Ya Allah, berkahilah kehidupan ku. Ya Allah.

Jakarta, 27 April 2025

Bangun

Aku terbangun dari tidur ku dan ku lihat layar HP ku dan jam menunjukkan pukul jam 2 pagi.

Padahal, aku pikir sudah di jam 4 pagi.

Iya, aku ingin lari di Taman Mini bersama teman-teman ku dan sudah ku setel alarm jam weker di jam 4 pagi ini.

Namun, aku terbangun dari mimpi buruk ku.

Aku baru saja bermimpi tentang kematian.

Ya, kematian dari seseorang yang dekat dengan ku.

Kemudian, aku pun langsung terbangun.

Itu menyadarkan aku bahwa aku mesti masuk mode untuk bersiap mati dan menikmati setiap momen yang berharga bersama orang-orang yang mencintai kita.

Terkadang aku merasa bertambah keinginan dunia ku.

Demikianlah begitu nikmat dunia ini ya Allah.

Namun, nikmat dunia juga termasuk ujian dari hidup.

Hm, aku pun menghela nafas dan berpikir tentang apa yang sudah dilalui dan apa yang akan aku lalui.

Hal pertama yang aku lakukan ialah membereskan barang-barang ku.

Iya mulai dari hal kecil.

Tentu, ini ku lakukan setelah aku lari pagi di Taman Mini di pagi hari ini.

Setelah nya, nanti siang juga ada tukang listrik yang mana kebetulan ada beberapa stop kontak ku yang mati.

Memang aku anak elektro, namun tegangan 220 volt adalah tegangan tinggi.

Jika aku tak punya peralatan yang lengkap itu justru akan membahayakan ku.

Setelah nya, ku pikir aku ingin menyelesaikan buku keempat ku, iya tinggal sedikit lagi.

Setelah nya, esok Senin aku akan kirim pada teman ku  yang membantu mengurus layout buku ku.

Kemudian, besok pun sudah mulai kerja lagi.

Iya, kerja layaknya seorang kerja konvensional saja.

Bentar, ku pikir aku akan menceritakan secara perlahan.

Kesehatan

Tentu, rasanya ini adalah berat badan yang ku rasa paling berat dalam hidupku.

Sudah menempuh angka 72 kg.

Biasanya tuh angka 67 ataupun 68 kg.

Rasanya udah mulai berat kaki untuk menyokong berat badan ini.

Bisa dikatakan selama satu tahun terakhir memang aku sudah mulai menurunkan intensitas ohlaraga.

Hm, kenapa ya ?

Kalo diingat kembali itu karena adanya aktifitas baru ku sejak tahun lalu yakni menulis.

Buku pertama, kedua, ketiga, dan kini keempat ku terbit.

Rasanya aku menyerang dunia dengan tulisan ku.

Namun, itu juga ada resiko yang perlu dibayar.

Tentu waktu & salah satu resiko nya yakni membuat minim nya jam ohlaraga.

Iya, ohlaraga butuh waktu dan fokus, sama seperti menulis juga butuh waktu dan fokus.

Kedua nya baik, mungkin aku saja yang belum bisa mengorkestrasikan hal ini menjadi satu pandu.

Paling sih, setelah buku keempat ku yang terbit di bulan depan, di bulan Mei ini aku ingin rehat sejenak sekitar 2 Minggu dalam dunia menulis buku.

Hal ini pun juga untuk menetralisir otakku sebelum menuju ke tema buku yang baru.

Dan ohlaraga ku pikir paling cocok dengan ku itu pagi ya, habis shubuh sampai jam 8 maksimal.

Kenapa ya ? Rasanya itu cocok saja dengan ku.

Jalan, lari, gym pun juga menyesuaikan.

Tentu, aku pun juga kerja layaknya orang normal.

Ku pikir juga aku sudah melangkah jauh dibandingkan dengan orang pada umumnya yang sama dengan ku.

Salah satu pembandingnya ialah aku sudah mengeluarkan buku demi buku.

Tentang kesehatan, aku tak muluk-muluk.

Saat ini aku ingin sehat, makan yang sehat, tidur yang cukup adalah sesuatu yang ku inginkan dan upayakan.

Jika aku sakit, maka roda mesin pun tak berputar.

Artinya, akan banyak tanggung jawab yang nanti ke siapa.

Tentu, pasti ada urusan pribadi kita yang tak mungkin digantikan oleh orang lain.

Hal semacam menyadari situasi diri adalah hal yang paling penting.

Bagiku, ini juga termasuk skill hidup.

Nongkrong ga ada kerjaan juga rasanya udah lama ga dilakuin, kecuali ya sambil buka laptop, ataupun mendaki gunung, benar-benar berubah saja rasanya kondisi.

Tapi, perubahan ini adalah nyata dan ku pikir bagus ya, artinya kita menyesuaikan.

Menulis

Tentu, orang seperti ku apakah akan berhasil dalam dunia ataupun tidak.

Hm, bagaimana ya ? Jika ada presentase berhasil ya ada saja walau sedikit.

Berapa persen ? Entahlah.

Namun, secara garis besar orang seperti ku belum tentu berhasil dalam dunia ini.

Bayangkan saja ada 6 miliar manusia dan kenapa aku.

Pastinya standar keberhasilan setiap orang berbeda-beda.

Dalam hal ini ku pikir, ya berhasil menjadi seseorang yang punya pengaruh terhadap dunia.

Andaikan suatu hari gagal, setidaknya aku telah menulis.

Akan ada orang-orang dimasa depan yang akan meneruskan tekadku, keyakinanku, dan ideologi ku.

Ya, itulah salah satu alasan aku menulis.

Aku pun juga suatu saat ingin menulis lebih dari pada 100 buku salam hidupku.

Seperti Ahmad Rifa’i Rifan & Chappy Hakim yang juga merupakan salah satu idolaku.

Namun, aku tak mengejar harus terburu-buru.

Setiap tahun yang pasti harus ada buku yang terbit minimal satu buku hehe.

Terus apalagi ya ? Ya menulis artinya bekerja buat keabadian sih.

Memang website ini juga seperti nya adalah platform sementara yang jika kurasa sudah cukup, akan ku buku kan lagi dalam sebuah buku dengan entitas baru.

Contoh saja, buku Ketiga ku yang berjudul WARRIOR.

Sebagian tulisan diambil dari website ku riofajarin.com

Kemudian, itikaf.

Itikaf yang artinya berdiam di masjid.

Aku pikir aku udah ga kaya dulu, sekarang mah sibuk dunia.

Ya, perbanyak itikaf di masjid tanpa gangguan HP, walau beberapa jam ku pikir sudah cukup.

Itu sih salah satu target ku kedepan.

Aku harus sadar bahwa dunia ini hanyalah sementara, dan akhirat selamanya.

Aku mesti menaruh dunia di tanganku bukan di hatiku.

Ya Allah, berikan aku petunjuk yang lurus, selalu.

Hm, apalagi ya ?

Oh iya, setelah buku ideologi ku yang berjudul RA dan buku WARRIOR ku terbit.

Rasanya aku belum menulis sedikit pun di website ini.

Hm, pertama RA ya.

RA itu ideologi baru di dunia ini yang ku ciptakan.

Untuk buku RA, jika kau ingin membaca nya, mesti beli di Tokopedia ataupun Shopee.

Aku tidak membuat nya gratis, karena untuk saat ini orang yang membaca RA adalah teman-temanku serta para pembaca yang ingin membaca RA.

Setelah aku menerbitkan RA, banyak sekali yang penasaran tentang buku RA.

Ku pikir secara umum reaksi penasaran & tercengang adalah reaksi yang paling banyak ku terima.

Kemudian, setelah buku RA adalah buku WARRIOR.

Buku WARRIOR itu bukanlah buku tentang autobiografi ku, bukan.

Itu lebih ke arah renungan ku dan dokumentasi kegiatan yang aku lakukan.

Dan ku bagikan secara gratis di paltform sosial media ku seperti facebook dan wa grup.

Berbeda dengan buku RA yang berisi berat, buku WARRIOR ini lebih fresh & santai.

Reaksi yang ku dapat itu lebih ke arah positif seperti terinspirasi dari ku.

Ya umumnya itu yang ku terima dari buku WARRIOR.

Ku pikir itu dulu kali ya.

Intinya sih, aku berharap hidupku & hidup kalian mesti ada arah.

Jangan sampai kita hidup cuman hidup saja, dan cuman ngumpulin dosa.

Oh iya, dan juga menikmati momen bersama orang – orang yang penting dalam hidup kita.

Aku pikir itu merupakan kebahagiaan yang mesti disadari juga.

Sekarang sudah jam 3 lewat, ku pikir aku ingin lanjut pada aktifitas lain nya.

Kemudian sarapan dikit, dan lanjut lari di Taman Mini bersama komunitas Taman Mini Running Club.

Selamat hari Minggu & semoga harimu menyenangkan.

Aku tulis salam notes di hp ku.

Jakarta, 20 April 2025 Pukul 03.13 WIB
Salam
Rio Agustian Fajarin

Apa Yang Kusadari & Komunitas Buku

Aku terbangun dan kulihat hp bahwa jam menunjukkan di pukul 03.33 pagi.

Ternyata, aku rasanya cape sekali dari aktifitas kemarin.

Iya, aku datang ke acara komunitas Jakarta book party di daerah Menteng.

Awalnya itu diadakan di taman Menteng.

Namun, karena cuaca tidak mendukung diubah ke kopi dekat area tersebut

Saat aku menuju kesana dari rumah ku , itu sekitar 1 jam.

Namun karena cuaca nya hujan, jadi aku menepi dulu.

Tiba

Setibanya aku disana , sudah ramai dengan orang- orang yang datang ke acara komunitas Jakarta book party ini.

Ya, mereka sudah membawa buku nya masing – masing.

Aktifitas nya itu yakni membaca buku, sharing session, penampilan presentasi buku atau pembacaan puisi dan ditutup oleh foto bersama.

Komunitas ini benar seperti apa yang ku visualisasikan dalam konsep ku tentang sebuah komunitas tentang buku.

Aku datang dengan membawa buku RA Jilid 1 perpustakaan dan membawa naskah buku ku yang akan sedang proses editing.

Dan ya, aku memilih meja yang sendiri untuk fokus pada editing naskah dan mengamati mereka.

Tentu, ini adalah yang pertama kali aku datang.

Mereka yang datang umumnya banyak yang lebih muda dari pada aku, ada yang sepantaran, dan mungkin ada yang lebih tua dari aku, ya aku juga tidak nanya usia mereka.

Hanya melihat sekilas saja.

Tapi, mereka semua punya pola yang sama.

Mereka begitu antusias saat membaca buku, saat sharing session terhadap buku yang dibaca, saat mempresentasikan buku dan mendengar kan buku yang dipresentasikan.

Ya, semangat muda mereka begitu luar biasa.

Hal yang kusadari

Aku melihat begitu banyak anak usia muda yang begitu semangat tentang buku.

Sebuah yang mungkin sepuluh tahun lalu aku tak pernah lihat.

Sebuah kemajuan yang luar biasa.

Entah kenapa aku merasa sudah tua melihat mereka yang begitu muda dan antusias.

Dan begitu banyak bacaan buku yang menurutku juga berat-berat, ada tentang history of Java, The story of Lenin, ataupun buku fiksi yang juga tebal-tebal.

Hal yang kusadari memang generasi sudah berganti.

Aku tak perlu bisa ikut agenda- agenda mereka.

Ya, perjalanan pulang balik saja dua jam padahal masih di jakarta.

Belum berapa banyak komunitas buku di luar sana.

Ku pikir ini memang saatnya aku fokus pada produksi buku ku dulu, artinya fokus pada menulis dan memperbanyak kuantitas buku.

Sedangkan untuk mengenalkan buku, ku pikir belum saat nya.

Kenapa ?

Karena terlalu banyak take a time.

Ya, banyak waktu yang terbuang.

Mengingat aku juga seorang pekerja dan punya banyak tanggung jawab, maka banyak hal yang aku tak bisa ikuti baik secara waktu maupun energi.

Apalagi jika sudah bersama orang lain, maka waktu ngobrol pun juga ngabisin waktu.

Bukan karena ga bagus, bagus, cuman ada yang lebih penting.

Apa itu ?

Ya menulis, menulis itu butuh ketenangan dan kesendirian.

Dan ya, enaknya menulis itu bisa dimana saja dan bahkan di WC pun bisa dengan notes di hp.

Fokus menulis

Ya, aku pikir saat ini aku hanya ingin memperbanyak produksi menulis daripada mempromosikan kan nya.

Itu adalah sebuah pilihan dari prioritas.

Percaya generasi muda

Dan, melihat peradaban literasi yang lebih baik daripada sepuluh tahun yang lalu.

Aku percaya bahwa generasi selanjutnya akan lebih baik dalam hal literasi.

Memang dalam hidup, ada bagian nya masing-masing.

Saat aku melihat mereka, aku paham bahwa gagasan ku tentang RA Jilid 1 : Perpustakaan semakin relevant.

Mungkin mereka belum kenal tentang buku RA, tapi itu menunjukkan bahwa semesta mendukung dalam periode zaman ku.

Gagasan ku untuk memimpin peradaban ini melalui RA, sudah mulai tumbuh dengan komunitas yang begitu banyak yang sejalan dengan visiku.

Aku percaya pada mereka !

Tenang

Ya, aku mulai melihat begitu banyak perpustakaan baik punya pemerintah dan punya swasta yang ada, begitu banyak komunitas pecinta buku yang aktif, bahkan banyak cafe yang juga menggunakan konsep buku dalam internal cafe nya.

Walau belum sepenuhnya dari gambaran ku tentang masa depan.

Namun, apa yang terjadi sekarang lebih cepat dari yang ku pikirkan.

Sekarang aku hanya perlu menjalankan rutinitas ku biasa, kerja, dan fokus menulis untuk menerbitkan buku ku lainnya.

Dan tak perlu ikut banyak hal yang ku pikir orang – orang lain sudah menggantikan peran ku bahkan lebih baik.

Terakhir, aku merasa kedepan akan lebih gila lagi.

Aku memandang bahkan seperti di kereta, di tempat menunggu, sebuah peradaban yang penuh dengan membaca buku, menulis buku ataupun dengan sharing buku akan terjadi.

Sebuah peradaban untuk memimpin peradaban.

Aku percaya bahwa orang-orang Negara ini akan mengwujudkkan nya.

Andaikan pun aku sudah tidak tiada, akan ada orang-orang yang akan meneruskan visiku.

Memimpin peradaban, langkah pertama adalah memimpin literasi.

Jakarta, Senin 14 April 2025 Pukul 04.23 WIB.

Saatnya kembali bekerja dengan semangat, semoga harimu di diberkahi.

Rıo Agustian Fajarin

Foto saat kegiatan kemarin bersama Jakarta Book Party

Fenomena naik haji dengan jalan kaki & tanggapan ku

Akhir akhir ini rasanya banyak sekali orang yang naik haji dari Indonesia dengan menggunakan jalan kaki, perahu, sepeda atau bahkan sampai membawa anak kecil untuk ikut.

Bahkan saking banyak nya orang Indonesia yang melakukan itu, akhirnya banyak konten kreator yang membuat itu menjadi komedi.

Namun, sekali lagi fenomena ini adalah fenomena yang terjadi secara real di sebuah bangsa dimana bangsa itu adalah bangsa yang kucintai.

Tanggapan ku

Bagiku fenomena ini jelas lah salah dan semakin jelas bahwa bangsa ini per saat ini masih lah menjadi bangsa yang belum dewasa.

Kenapa bisa dikatakan demikian ?

Ya karena orang tidak memahami apa yang menjadi kewajiban nya namun melakukan yang sesuatu bukan kewajiban nya.

Misalkan saja, ada seorang yang berjalan kaki untuk menunaikan ibadah haji dari pulau Jawa menuju kota Mekkah dengan membawa anak yang masih balita.

Apakah dia berpikir bahwa setiap langkah menuju Mekkah dihitung menjadi pahala ? Mana ku tahu.

Namun, itu bukanlah sebuah kewajiban.

Kewajiban dia sebagai seorang bapak apalagi orang susah dalam ekonomi ya kerja.

Memberikan nafkah dan pendidikan untuk anak-anak nya juga termasuk jihad.

Jangan salah ey, berjuang untuk keluarga juga termasuk jihad.

Jihad bukan hanya berperang pada pihak musuh islam.

Namun, bekerja dengan sungguh -sungguh juga termasuk jihad.

Kau tahu, bangsa ini sudah lama menjadi bangsa dengan populasi Islam yang terbesar di dunia, walau sekarang didahului oleh negara Pakistan secara jumlah.

Ceramah pun dimana-mana, namun kenyataannya apa yang terjadi saat ini ?

Menurut ku saat ini bangsa yang katanya orang dengan Islam paling banyak didunia masih bangsa lah yang belum maju.

Atau bahkan dengan populasi penduduk nomor empat di dunia pun masih banyak bangsa di dunia yang tidak kenal dengan bangsa Indonesia

Kau tahu kenapa ?

Karena kita tidak sadar.

Ya tidak sadar.

Menjadi muslim itu menjadi pemimpin dimuka bumi.

Sehingga, semestinya menjadi pemimpin itu harus memiliki ilmu dan iman yang tinggi.

Banyak orang beribadah saja namun ketika melakukan kegiatan seperti bekerja, melakukan kegiatan sosial ya begitu dah, engga sungguh – sungguh.

Selain itu, tradisi ngasih THR ke organisasi masyarakat ( Ormas ) yang bahkan tak pernah membantu di lingkungan pun dimaklumi oleh menteri agama yang mengatakan itu sudah tradisi.

Selain itu, bangsa ini juga lebih suka berbicara saja namun tak ingin ditulis.

Padahal dengan menulis, maka tulisan dapat di review dan output nya ialah mendapatkan tulisan yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Jihad

Jihad untuk keluarga juga menurut ku juga termasuk jihad.

Bahkan dalam peperangan saja, tidak boleh semua orang muslim ikut berperang.

Mesti ada orang yang menjadi bagian nya seperti menjadi petani, ulama, insinyur ataupun lainnya.

Ini di jelaskan oleh Imam Yusuf Al Qardhawi dalam buku Fiqih Prioritas.

Jika di Indonesia bahkan ulama asal Minang yakni A.A. Navis juga menyindir dengan baik dalam tulisan ” Di bawah robohnya surau kami “.

Tulisan dari ” Dibawah robohnya surau kami “menceritakan bahwa ada seseorang yang selalu ibadah, namun pada akhirnya dia masuk neraka.

Dia protes kepada tuhan, dan ternyata tuhan menjelaskan kenapa dia masuk neraka.

Ya dia meninggalkan duniawi nya.

Keluarga nya tidak diprioritaskan dan hanya ibadah saja.

Padahal, dalam tubuh juga ada hak untuk diri sendiri, hak untuk keluarga, hak untuk tuhan dan lainnya.

Hingga saat ini bangsa ini, bangsa yang katanya mau menuju generasi emas.

Namun ya begitulah.

Katanya efek bonus demografi, namun kenyataannya bisa jadi derita demografi.

Apa yang mesti dilakukan ?

Hm, jujur saja beberapa tokoh politik seperti Nadiem Makarim, atau pun yang saat ini menjabat seperti Anis Matta merupakan salah satu pemikir yang baik.

Namun, mungkin perubahan mesti berasal dari level tertingginya yakni presiden untuk negara, dan gubernur untuk provinsi.

Kenapa ?

Ya karena bawah nya akan ikut.

Aku sepakat dengan kalimat dari seorang tokoh yang mengatakan bahwa politik adalah bagian dakwah paling tinggi karena bersifat kebijakan.

Walau aku tidak ikut politik saat ini, namun kalimat itu ialah kalimat yang benar.

Merujuk pada fenomena yang terjadi saat ini, bisa dikatakan bahwa keinginan manusia untuk melakukan sesuatu seperti naik haji melalui jalan kaki dari Indonesia ke Makkah memang tak bisa dihentikan.

Namun, itu menunjukkan bahwa bangsa ini masihlah jauh dari bangsa yang akan memimpin peradaban.

Terakhir, awalnya aku berpikir bahwa suatu hari nanti akan ada pahlawan yang dapat mengubah bangsa ini atau bahkan lebih jauh yakni lingkungan ku, keluarga untuk lebih baik lagi. Tapi,

Jangan-jangan, justru pahlawan yang selama ini kita tunggu – tunggu adalah diri kita sendiri.

Jakarta, 25 Maret 2025 Pukul 17.30 WIB.

Dari seseorang yang siap untuk menonton timnas antara Indonesia Vs Bahrain. Go Indonesia

Salam terbaik
Rıo Agustian Fajarin