Jaga Makan

Tak kusangka bahwa bahkan sebelum usia ku menginjak 30 tahun, aku harus menjaga pola makan.

Bukan buat apa-apa, tapi untuk kebaikan ku sendiri.

Rasanya tuh ya, dulu nih ya, pengen makan apa aja, terutama yang pedas – pedas saja.

Namun, makin kesini rasanya perut makin ga kuat.

Entah kenapa ya.

Tapi kalo dipikir mungkin ini dimulai saat aku dulu kerja di tambang di Tembagapura dimana memang mesh makanan nya itu isi nya makan sehat, buat apa ?

Ya karena kan kerja di tambang bawah tanah masa sakit perut terus.

Nah, sejak itu kayanya kalo makan – makan kaya yang pedes, atau aneh-aneh ya udah ga kuat.

Sering sih mencoba kaya makan rujak yang pedes, tahu gejrot yang pedes, alhasil muntah-muntah ataupun langsung diare.

Mungkin bagi beberapa orang level pedes itu biasa aja, namun di diri ini rasanya ga kuat wkwk.

Padahal dulu mah makan pedes nya lebih dari level yang kusebutkan, tapi ya yowis lah.

Tanggung Jawab

Mungkin terasa lebay keterkaitan antara jaga makan dengan tanggung jawab.

Namun, jika kita berpikir dengan baik maka sebenarnya sangat berhubungan.

Ya, kita juga tergantung apa yang kita makan.

Badan sehat kalo makan sehat juga.

Ya misalkan nih ya, kalo kita banyak kerjaan yang mesti banyak mikir, banyak butuh tenaga, banyak lainnya, masa iya sih badan kita ga sehat.

Nah, untuk menjaga sehat ya perut menjaga makan.

Nah itu kuncinya.

Belakangan ini aku tuh pengen makan yang pedes misalkan saja makan tahu gejrot yang pedes, cuman mikir lagi

” Wah nanti pengen kerja lah, pengen nulis lah dan lain-lain “

Ya karena perut sakit masa iya sih mikirin yang lain.

Ya gitu sih.

Tapi kalo dipikir lagi kayanya emang kesadaran ini udah di level berbeda deh.

Tapi ku pikir ini baik ya, kalo manusia ga sadar hidup ya ga sadar aja, alias ga jelas mau kemana.

Oh iya banyak tulisan yang mestinya ku tulis disini, cuman lagi sibuk aja.

Tapi di pekan ini ya moga bisa ditulis dan di share disini.

Terimakasih telah membaca.

Jakarta, 21 Mei 2025 Pukul 04.11 WIB

Dikenal Menjadi Seorang Penulis

Terkadang aku mendapat pertanyaan yang berkaitan dengan menjadi seorang penulis.

Banyak pertanyaan yang masuk.

Namun, ku pikir di tulisan ini aku menceritakan tentang satu pertanyaan.

Pertanyaan itu yakni :

” Memang tak takut membuat tulisan model begitu ? “

Tentu, ku jawab apa adanya,

” Ya takut “

Tak berhenti disitu aku juga menambah kan,

” Namun, hidup cuman satu kali. Jadi gimana ya ? Ya gaspol saja “

Tentu, menulis akan membuat kita menjadi di kenal.

Yang enak jadi penulis, tulisan kita bisa dibaca oleh banyak orang, tanpa kita harus berbicara dengan nya.

Namun, menjadi penulis juga mesti siap di kritik & siap dihujat.

Hm, sedih sih.

Tapi ya wajar lah ya, hidup kan isinya suka dan duka saja hehe.

Rasanya, saat aku menerbitkan buku baru dan membagikan kepada dunia, tentu akan ada rasa deg-degkan.

Pemikiran, ” Wah, ini buku gue radikal banget ga ya. “

Ataupun ” Buku gue ini layak untuk dibaca ga sih. “

Asli.

Sampai sejauh ini, perasaan itu selalu ada sih.

Siasati nya ?

Hm ya berdoa, sholat, ataupun menelepon orang-orang yang percaya sama kita.

Biasanya orang – orang yang kita telepon ngasih semangat.

” Udah lanjut aja, gaskeun “

Tentu, itu juga yang aku sampaikan ke teman-teman dengan pertanyaan yang sama.

Tapi, rasanya memang ke orang lain gampang.

Justru ke diri sendiri juga masih deg-degan, begitu dah hehe.

Ya wajar ga sih, yang penting lanjut berkarya aja.

Selama yang kita yakini benar dan tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang hukum, ya kenapa tidak?

Ya, gitu deh.

Jadi, buat teman-teman yang ingin menulis tapi ada rasa malu, ga percaya diri, ataupun sejenisnya.

Percaya deh, diriku juga sama :).

Tapi, hidup teruslah berjalan.

Apakah kita tidak ingin mengukir keabadian melalui tulisan padahal diri kita mampu dan dipercaya oleh tuhan ?

Ya Allah, kalo siap dipuji mesti siap di kritik juga dong.

Kita engga ngapa-ngapain aja juga kalo dengerin omongan orang mah ga habis-habis.

Toh jika aku menulis ya nerima manfaat nya ya aku sendiri.

Jika kalian berkarya ya nerima manfaat pertama ya kalian sendiri.

Aku cuman mau bilang, aku juga sama.

Ada perasaan deg-degan kan ketika mau membagikan karyaku, tapi terus lah lanjut.

Salam literasi, salam Warrior.

Jakarta, 13 Mei 2025 Pukul 22.00 WIB

Karena Setiap Runner Adalah Warrior

Salah satu Warrior yang sedang lari :0

Saat itu, aku membaca sebuah tulisan dari seorang warga Indonesia yang sudah lama bermukim di negara Inggris tentang pandangan nya terkait event marathon di Indonesia.

Katanya, marathon di Indonesia itu ga cocok, alasannya karena cuaca Indonesia yang panas.

Dan ya, kota Jakarta pun juga panas.

Jika sudah lebih dari jam 8 pagi maka biasanya waktu nya saja sudah panas.

Padahal, event marathon itu biasanya memiliki durasi waktu 6-7 jam.

Jika kita mulai waktu standar umumnya di kota Jakarta dimana start marathon mulai dari jam 5 pagi, maka baru selesai di jam 12 siang.

Ya, lebih dari 50 % waktu event lari kota Jakarta itu cuaca yang panas.

Jawaban ku

Aku sepakat dengan itu.

Namun, ada yang dia lupa bahwa seorang pelari atau yang biasa kita sebut Runner adalah seorang Warrior atau dalam bahasa Indonesia artinya pejuang.

Seorang warrior adalah seorang yang tidak pernah menyerah terhadap apa yang diyakini nya.

Ok, ditambah Kota Jakarta, kota tercinta ku lagi diserang dengan pertanyaan itu, hehe.

Pertanyaan ku, ” Apakah kau berpikir kenapa ada orang mau ikut event lari di benua Antartika dimana suhu nya begitu dingin ? “

” Apakah kau berpikir kenapa ada orang mau ikut event lari di gurun Sahara dimana suhu nya sangat panas ? “

Mengerti ?

Karena mereka adalah Warrior.

Seorang Warrior adalah seorang yang tak pernah menyerah.

Lagi pula, manusia akan terus berjuang.

Jadi, jika kau menganggap bahwa negara Indonesia ataupun kota Jakarta tak cocok dengan event marathon, mungkin dia sendiri lah bukan seorang Warrior.

Tidak ada seseorang yang memaksa untuk seseorang untuk ikut event marathon ataupun event lari.

Itu berasal dari dirinya sendiri.

Itu lah tanda bahwa mereka adalah seorang Warrior.

Terkait masalah kesehatan, ataupun yang berasal dari luar kendali kita maka itu sudah tugasnya event organizer yang mengadakan nya.

Harapan Baru

Saat itu, aku sedang di Yogyakarta.

Ya, sedang dinas kerja, namun pagi hari nya aku lari di jalan Malioboro dengan menggunakan Jersey dari hasil event UI Half Marathon pada tahun 2023.

Kemudian, ada seorang Runner yang berusia 60 tahunan menyapaku.

Kami pun berbicara sebentar sambil berdiri dan dia menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang nenek-nenek yang sudah pensiun tapi aktif lari.

Iya, dia menyapaku karena di tahun 2024 itu dia juga sudah daftar event lari di UI dalam dalam BNI UI Half Marathon 2024.

Atau pada saat aku ikut marathon pada event pocari sweat tahun 2024.

Jujur saja, aku mau menyerah.

Menyerah asli.

Itu event marathon pertama ku.

Padahal baru ikut event half marathon 2x tapi aku langsung ikut yang marathon.

Al hasil, aku sudah siap memangil tim medis dan menyatakan rasa nyerah ku.

Tapi setiap ke tim medis yang jarak nya mungkin sekitar 2 km dari setiap 2 km, itu aku selalu dikasih semprotan hansoplas agar aku tidak mengalami kekeraman dan selalu ada suporter menyemangati.

” Ayo Mas “

Akhirnya, maju lagi.

Maju lagi.

Maju lagi.

Itu sekarang sih jadi bahan tertawaan ku kalo aku ingat sekarang.

Padahal mah saat itu, sakit ey.

Hingga di kilomoter sekitar 30an itu, di tengah – tengah aku rasanya sudah ingin menyerah.

Namun, ada seorang bapak-bapak usia 58 tahunan yang menyemangati ku.

Dengan bapak yang berjuang dalam event Marathon di Pocari Sweat Marathon

Maju terus, jika cape, jalan dulu aja.

Seiring berjalan nya waktu, kami pun ngobrol.

Bapak itu bercerita bahwa dia mulai dunia lari ini sekitar 2 tahunan, dan ini marathon pertama nya.

Bahkan, saat hari kerja sebelum ikut event marathon ini, dia sudah disemangati oleh satu divisi grup kantor nya untuk ikut event marathon ini.

Selain itu, tadi pagi sebelum event dimulai dia juga sudah mengupload foto diri nya dan teman-teman nya untuk bersiap ikut marathon ini.

Aku mengerti.

Ya, ada beban moral juga yang dipertaruhkan.

Belum sampai disitu, bahkan anaknya pun juga ikut ke kota Bandung dari kota Jakarta dimana untuk support bapak nya.

Iya, dalam beberapa kilometer itu, anaknya sudah menunggu di titik tertentu untuk memberikan energi gel tambahan untuk bapaknya.

Energi gel itu kaya asupan energi buat mengisi energi kembali saat ohlaraga.

Aku pun dikasih energi gel, aku mencoba pertama dalam hidupku.

Ya, memang ada energi tambahan sih ataukan hanya mindset ?

Hehe belum mengerti.

Akhirnya kami pun lari kecil, jalan lagi dan seterusnya.

Menurut ku waktu kami ga kan cukup karena hanya 6 jam saja.

Namun, bapak itu tak menyerah dan aku pun lanjut saja.

Antara perasaan malu terhadap semangat bapak itu dan perasaan entah gimana.

Yang jelas, aku hanya terus membuat kaki ku terus bergerak kedepan.

Mataku dan otak ku masih jernih, namun rasa sakit di kaki tak bisa membohongi.

Menjadi pelari yang kategori akhir dalam mencapai garis finish dengan area rute yang sudah sepi

Jalanan pun sudah sepi, artinya sudah banyak peserta yang sudah mencapai finish dan event sudah mau selesai.

Saat itu, jalanan kota bandung sangatlah padat.

Dan ya, kami mencapai garis finis dengan waktu lebih dari cut off time.

Namun, panitia yang berbaik hati tetap memberikan mendali dan baju finisher.

Setelah itu, aku ke medical arena dekat garis finish.

Ya, kaki ku dipijat, dikasih batu es, dan istirahat sebentar.

Sebelumnya aku ga pernah sampai ke medical.

Sedangkan bapak itu kelihatan nya sehat -sehat saja.

Alhamdulillah.

Baju finisher dengan mendali 42 K

Hingga saat ini aku juga tak ingin mengatakan bahwa marathon di Pocari Sweat tahun 2024 adalah marathon yang bisa ku selesaikan.

Kenapa ?

Ya karena lebih dari cut off time yakni lebih dari 6 jam.

Oh iya aku lupa, setelah event marathon bapak itu juga tetap semangat untuk event yang lainnya.

Namun, kami adalah Warrior.

Seseorang yang tak menyerah dan tetap berjuang pada apa yang diyakini nya.

Euforia

Menurut ku makin kesini dunia lari makin gila saja.

Tapi dalam hal ini aku ingin menceritakan dalam hal yang positif.

Sekarang bahkan di jam 4 pagi ataupun malam masih ada saja yang lari.

Ketika aku berangkat kerja dari daerah Jakarta Timur ke daerah Sudirman sudah pasti ada yang lari.

Yang membuat ku terkesima juga kadang, ada orang yang obesitas lari sendiri, ada yang lari sendirian bahkan di tengah hujan.

Dan masih banyak hal yang membuat ku terkesima dalam dunia lari ini.

Ada yang bahkan mencapai mimpi nya melalui lari.

Oh iya, yang usia 70an pun juga masih luar biasa semangat nya dalam lari ini.

Orang-orang tersebut adalah orang yang punya karakter.

Hey bung, jika kau ingin santai rebahan saja di kamar.

Tapi, Warrior adalah berbeda.

Sekali lagi, untuk menutup tulisan ini.

Aku ingin berterima kasih pada keadaan dunia lari saat ini.

Sebuah euforia yang baik dan kurasa euforia ini belum pernah kurasakan sebelum tahun 2020 an kebawah.

Terima kasih telah menjadi Warrior.

Dari ku yang juga salah satu Warrior.

Salam WARRIOR
Jakarta, 13 Mei 2025 Pukul 20.30 WIB
Rio

Kejernihan

Ketika aku merasa bahwa hidup ini sangatlah cape dan lelah.

Maka hal yang biasa aku lakukan adalah tidur.

Tidur adalah obat yang paling ampuh dan paling murah dan paling yang bisa ku lakukan, setidaknya untuk ku.

Setelah bangun, rasanya kepalaku begitu jernih.

Kenapa ya ?

Mungkin mekanisme tidur yang luar biasa hebat.

Menghilangkan stres dan membuat racun dari tubuh.

Tentu, ini lebih ke arah tidur di malam hari setelah isya maha suci Allah atas kuasa nya.

Sekarang ku lihat hp, jam masih menunjukkan jam setengah 2 pagi.

Memang aku tadi tidur setelah isya dan rencana bangun di jam 4 pagi lagi pergi ke muara Kamal untuk pergi ke pulai lari kawasan Kepulauan seribu bersama teman-teman ku.

Tapi aku merasa sudah tidur yang cukup, dan daripada aku tidur lagi takutnya ga kebangun.

Ya, udah tidur 7 jam lah ya.

Jadi paling sholat tahajud, mandi, nulis, prepare, dan berangkat.

Di waktu dini hari ini, biasanya ada kejernihan dan keputihan dari segala kehidupan.

Aku takut.

Bagiku kehidupan hanyalah menjalankan suka dan duka untuk kita mendekat kepada Nya atau justru menjauhkan Nya.

Namun, makin kesini makin terasa bahwa kehidupan begitulah enak.

Astaghfirullah Al azim.

Jangan sampai kehidupan ini ada di hatimu.

Tetaplah dunia ini ada di genggam tangan kita.

Kelola perasaan mu itu.

Apabila seseorang telah cinta dunia, maka akan ada kemungkinan orang tersebut akan diambil nikmat iman nya, nikmat petunjuk nya.

Bukankah pada zaman nabi Muhammad bahwa orang-orang yang menentang nabi adalah orang yang cerdas tapi juga bodoh ?

Orang yang cerdas pada dunia namun bodoh bahwa semua itu berasal dari tuhan.

Apakah kita mau seperti itu ?

Jelas tidak.

Kebanggan menjadi seorang muslim adalah iman nya.

Iman menjadi pembeda.

Iman menjadi cahaya atas kehidupan dunia yang fana ini.

Ya Allah, tetaplah selalu berikan petunjuk yang lurus.

Dunia yang begitu nikmat ini, sementara ini, tapi aku harus kuat dalam mengelola perasaan dalam hati ku.

Jangan sampai keluarga, istri anak, barang, pekerjaan ataupun sesuatu di dunia ini lebih kita cintai daripada cinta kepadamu dan kepada nabi Muhammad.

Jangan.

Buat aku menulis untuk setelah kematian ku padahal aku tak sholat yang wajib.

Jangan.

Jangan.

Berikan aku petunjuk mu lurus ya Allah.

Amin, allahumma amin.

Jakarta, Senin 12 Mei 2025 Pukul 01.45 WIB

Merayakan postingan Ku Yang Ke 150 : Warrior on 10 Mei 2025

Alhamdulillah ya Allah, ini merupakan postingan ku yang ke – 150 di website ini.

Tentu, itu terlihat dari notif di wordpress ku dimana aku admin nya.

Hehe iya kan yang nulis dan punya akun ini.

Melihat ke pada tulisan ku yang ke 100 yang ku tulis pada tanggal 25 Agustus 2024.

Rasanya, ini merupakan sebuah milestone yang mesti di apresiasi.

Waw, jarak antara Agustus 2024 dengan Mei 2025 itu sudah lebih dari 8 bulan.

Artinya, postingan ku baru 50 tulisan dalam periode tersebut.

Ya memang sih, saat aku menulis buku tak ku masukkan dalam website ini.

Ya begitulah adanya.

Lagi pula, saat ini aku masih nyaman dengan konsep menulis ini.

Ya, buku itu lebih ke arah tulisan serius.

Berbeda dengan website ini yang mana bisa curahan hati yang bisa dibagikan.

Oke, mari kita mulai kawan !

Setelah sholat shubuh, aku langsung jalan kaki tanpa sandal keliling area rumah sekitar 600 meter.

Setelah nya aku mandi, makan soto ayam seharga 12 ribu dengan sudah dapat minum dan langsung pergi ngaji di Al-Ustmani.

Ngaji

Ngaji.

Ya, biasanya itu aku ngaji online.

Namun, melihat progress ku yang lama dan dengan ruang terbatas saat online.

Akhirnya, ya ga lulus ujian dong wkwk.

Ya masih tetap di level yang sama aja ngaji nya.

Aku sadar bahwa yang sebelum nya itu ya sibuk aja aku nya.

Ditambah, saat sesi ngaji pun banyak bacaan yang salah.

Metode belajar nya yakni tallaqi.

Metode tallaqi itu yakni metode pengajaran dimana ustad mengucapkan ayat Al Qur’an kemudian muridnya mengucapkan ulang.

Ya, secara sederhana seperti itu.

Sebelumnya, banyak bacaan ku yang salah.

Ku pikir sekali, dua kali, dan seterusnya kalo salah ya dilewatin saja kali ya.

Tapi, ustad ku ini bener-bener dah.

Mesti benar dulu.

Jika salah nya terlalu sering itu sampe diceramahin.

” Mungkin kita terlalu banyak dosa sehingga cahaya ilmu sulit masuk ke kita “

Buset dah, ke murid yang lain pun juga sama.

Tapi, apa yang disampaikan nya benar kok.

Wah, kalo aku sih sering digituin ya.

Kalo udah mulai kalimat tersebut, sedih aja ey rasanya.

” Kok gue bego banget ya “ itulah pikirku

Tapi bukan nya seorang Warrior kalo menyerah begitu saja.

Mungkin bagi yang lemah, ya selesai tuh kelas dan ga gabung lagi.

Namun, aku punya cita-cita menjadi seorang tahfidz, penghafal Al-Quran.

Aku anggap ini bagian dari sebuah pembelajaran.

Lagi pula memang kita belajar kan karena ga bisa, jadi kenapa harus minder.

Selain itu, ilmu agama itu ilmu sepanjang hayat sampe akhirat.

Masa mau sih kita ga punya ilmu itu ?

Ya kalo aku sih ga mau ya hehe.

Selain itu pula, tipikal guru itu macam-macam.

Kalo yang ini sih beh luar biasa, on time dan bener-bener detail.

Ya, itulah hidup.

Banyak hal yang mesti kita sesuaikan.

Sebuah hal benar belum tentu baik.

Tapi ya kalo benar ya benar saja.

Al Utsmani tampak depan

Setelah sampai di Al Utsmani, aku minum kopi hitam dingin ku yang sudah ku buat dan ku isi dalam Tumbler ku.

Sejak hampir setahun aku mengaji disini, aku baru pertama kali datang ngaji secara offline.

Ya, sekarang aku mengaji secara offline di setiap Sabtu dari jam 7 sampai 9 pagi.

Sehingga, aku berangkat dari rumah sekitar jam 6 pagi.

Jarak nya paling cuman 20 menitan.

Setelah selesai minum kopi, aku masuk ke area kelas dan ku salim pada ustad.

Dan ya, ustad yang sama dengan kelas ku yang sebelumnya.

Ku pasang kacamataku dan benar-benar fokus.

Dan ya, alhamdulillah semuanya lancar.

Ini mungkin karena offline sih hehe.

Belajar nya ya tallaqi itu, baca surat Al Qur’an dan baca beberapa ayat berserta ilmu Al-Qur’an nya.

Ku pikir tadi itu 2 jam yang aku benar-benar fokus juga.

Iyalah, kalo engga masa pertemuan pertama sudah ceramah lagi kan hehe.

Setelah selesai kelas, aku langsung pulang ke rumah

Pasar

Sebelum ke rumah, aku mampir ke pasar.

Seperti biasa, belanja makanan.

Aku beli udang yang besar kali dengan harga Rp.110.000 per kg .

Ya, kalo kecil ada sih harganya sekitar Rp 60.000 an per kilo.

Kalo hari ini aku beli yang besar, jarang-jarang ada soalnya di pasar ku ini yang ukurannya besar.

Belanja dulu biar makan 🙂

Setelah nya beli tempe sepuluh ribu, tahu sepuluh ribu, bumbu dapur untuk udang saos padang 2 kg seharga 10 ribu, dan beli kecap saus tiram nya juga.

Iya, buat makan untuk seminggu kedepan hehe.

Aku pun menuju rumah, dan lanjut sholat Dhuha 4 rakaat.

Ku buka hp dan balas beberapa chat di hp ku.

Selanjutnya aku teleponan ke beberapa teman dekat.

Setelah itu aku menuju Aeon Mall Tanjung Barat.

Ironman

Tentu, aku ke Aeon Mall Tanjung Barat itu mau beli buoy swimming.

Atau biasa disebut sebagi pelampung.

Ini digunakan untuk renang secara open water.

Aku lihat grup ternyata ada latihan esok di pantai Ancol yakni renang open water sejauh 750 M dan lari sejauh 5 km.

Namun, ada beberapa item wajib seperti kacamata renang, swim label, & buoy swimming.

Namun aku belum punya buoy swimming.

Yowis, aku beli di online juga mempet kan.

Takut ga kekejar, yaudah aku beli ke Decathlon di Aeon Mall Tanjung Barat.

Setelah Zuhur, aku pergi kesana dan melihat buoy swimming nya.

Pertama kali aku melihat itu, aku belajar cara membuang angin nya, cara mompa nya.

Gampang itu.

Setelah ada, aku langsung register ke event latihan itu, dan bayar Rp. 150 ribu itu.

Setelah selesai bayar, ada info tanggal dan ternyata hari ini event nya.

Anjir lah.

Kaga fokus ey, jarang-jarang terjadi kaya gini.

Tapi inilah hidup, ada-ada saja.

Yowis, aku pun jadinya beli buoy swimming nya nanti dulu saja.

Setelah itu, aku cek pic yang dari event tersebut, infonya lagi di cek sih.

Moga bisa balik lagi uang nya hehe amin.

Setelah itu aku pulang ke rumah, tapi ku pikir nih ya, mungkin aku nya saja yang lemah.

Event Ironman itu ga semua orang bisa layak dan mencapai.

Dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta saat ini, kayanya belum sampe 100 orang yang mendapat title itu.

Apa itu title ironman, bisa cek tulisanku di postingan sebelumnya :).

Artinya hanya 0,0000037% orang Indonesia. yang punya title itu.

Sedikit kan.

Atas dasar itulah aku mesti latihan sendiri, ngandelin orang wong belum tentu orang nya juga tertarik dengan event Ironman kan hehe.

Kebanyakan sih, mending rebahan dikamar hehe.

Aku cek beberapa tempat latihan renang open water itu di Jakarta itu di kanal PIK2, pulau seribu dan GBK.

GBK pasti mahal, jadi tak perlu dibahas.

Kecuali sekali kali ya bisalah.

Ya, kedepan aku pikir aku hanya perlu latihan yang konsisten dan banyak.

Sama tadi, anjir yang Rp. 150 ribu moga balik dah hehe.

Sebelum balik ke rumah beli ayam geprek dulu sama nasi seharga 10 ribu aja.

Murah kan ? Murah lah.

Ini Jaktim bos, uang tunai is king.

Transfer, QRIS, jarang UMKM yang mau.

Berbeda dengan Jakarta Selatan, Pusat dan lainnya yang sudah banyak pengguna qris dan harga makanan nya mahal.

Setelah makan, aku pun siap untuk meeting dengan Prof. Peter

Prof. Peter

With Prof. Peter

Tentu, meeting dengan Prof. Peter memang sudah dijadwalkan bersama aku dan teman – teman.

Prof Peter adalah dosen dari Universitas College London.

Di meeting kali ini, Prof Peter menjelaskan tentang academic literatur review.

Penjelasan yang detail, dan terkadang membuatku mengantuk.

Dan ya, itu aku nya aja.

Setelah nya aku sadar bahwa presentasi masih berjalan dan ku teruskan menyimak materinya.

Dalam diskusi pun aku meminta Prof Peter untuk aku mengirim jurnal ku agar mendapat feedback dari beliau.

Dan ya, beliau ok saja.

Salah satu target ku yakni masuk junal Q1.

Sesuatu yang belum pernah aku capai.

Jurnal Q1 itulah standar akademik tertinggi dalam level dunia.

Setelah meeting sekitar 2 jam, ya selesai di jam 5 sore.

Aku pun meeting ke meeting lainnya.

Pelajar Dunia

Tentu, aku ikut dalam kaderisasi pelajar dunia.

Kalo aku sih dari Indonesia ya saat ini, cuman memang banyak kordinasi dengan pelajar dari berbagai negara.

Meeting dengan berbagai pelajar dari seluruh dunia

Ya, ada saja urusan.

Tentu, diskusi kencang ya terkait apakah komunitas pelajar dunia itu relevan atau tidak.

Dan biasalah perbedaan pendapat.

Dan akan ada diskusi lanjutan nya.

Meeting ini agak lama ya, karena juga ada forum group diskusi nya.

Baru selesai itu di jam 7 malam.

Aku pun magrib di sesi tengah meeting.

Meeting dengan rekan ku Juan dalam weekly meeting

Setelah nya, aku memang ada meeting dengan Juan Molitav di jam 7 sampai setengah 8 malam.

Bahas tentang kita mau bikin pelatihan Artificial intelligence berbayar di bulan Juli ini.

Bahas persiapan, materi, dan marketing nya.

Setelah nya sih ya nulis tulisan ini ya hehe.

Rencana kalo sempet jam setengah 9 malam ini mau ke gym sih, ya gym Majapahit yang artinya gym kampung hehe.

Cuman aku tulis dulu disini takut udah ngantuk dan ga ada tenaga lagi buat nulis hehe.

Itu sih, perayaan postingan ku yang ke 150.

Sebenarnya banyak banget yang masih pengen dilakuin, cuman masih ada hari esok.

Meeting hari ini saja sudah 5 jam non stop.

Oh iya ada beberapa quotes yang entah kenapa aku suka ya belakangan ini.

  • Bertemu dengan orang penting bukan berarti diri kita penting. Jadilah manusia yang bernilai.
  • Orang besar itu mesti sibuk. dan itu resiko menjadi orang besar. Makanya mesti siap untuk banyak menolak dan tidak disukai.
  • Menjadi seorang muslim adalah menjadi pembelajar seumur hidup.
  • Ketika orang-orang lain ohlaraga untuk mencari kesenangan, aku juga. Tapi aku punya tujuan yang ingin ku capai, tidak hanya sekedar bersenang – senang.
  • Kunci menjadi penulis adalah perbanyak membaca.
  • Keluarga adalah terpenting.

Nah, itu dulu ya.

Semoga di tahun ini bisa mencapai postingan ke 200 ya Allah.

Terimakasih sudah baca dan salam WARRIOR.

Jakarta, 10 Mei 2025 Pukul 20.30 WIB

Oh iya Jakarta ya.

Aku sangat suka tinggal di rumah ku, tapi ku pikir aku sudah melihat cahaya itu.

Datang & Pergi

Pada akhirnya semua orang pernah akan datang dan pergi.

Tentu, itu sebuah siklus yang harus dilalui oleh setiap orang.

Bagiku, perpisahan mestinya dirayakan dengan kegembiraan, dengan pesta.

Aku suka itu.

Ya, karena aku percaya bahwa itu adalah jalan hidup yang mesti dilalui.

Dan suatu hari nanti mungkin kita akan bertemu lagi.

Semesta akan menemukan jalan nya sendiri.

Dan ya, apabila kita bertemu teman yang sudah lama tak jumpa dan akhirnya berjumpa itu rasanya senang sekali.

Sejam saja sudah cukup untuk berbagi cerita dengan kehidupan masing-masing.

Akan selalu ada cerita yang menarik.

Banyak yang datang dan banyak yang pergi.

Tidak, Tidak.

Takdir manusia itu misteri, aku pun juga tak ingin meramal masa depan.

Aku hanya ingin menikmati setiap momen dalam hidupku.

Tak perlu melompat ke momen lain nya.

Aku hanya ingin menikmati momen saja.

Lagi pula, bertemu dan berdekatan dengan orang penting bukan berarti diri kita penting.

Jadilah manusia yang bernilai.

Jika kita bernilai, rasanya semesta mengarah ke kita.

Aku pikir itu dulu sih nulis ini.

Aku senang aja sih.

Oh iya, ada teman ku yang dari luar kota dan sudah lama tak jumpa sedang mampir ke Jakarta yakni dia Riadhi, asal Medan yang sekarang di tempatkan di kota Surabaya.

Dan Ajo, asal padang yang ditempatkan di kota batam.

Sukses dan sehat ya semuanya.

With Ajo di Sudriman, 08 Mei 2025

Jakarta, 09 Mei 2025 Pukul 21.00 WIB

Taman Dunia

Hari ini, hari Jumat, tanggal 09 Mei 2025.

Aku pikir aku senang sekali.

Kenapa ?

Ya karena liburan panjang hehe.

Ya Senin, Selasa libur dan bulan Mei ini memang banyak sekali libur nya.

Oh iya, walaupun memang libur tapi rasanya ada saja kegiatan, entah kenapa ya.

Sudah lebih dari sepuluh tahun ya kaya begini, mungkin bedanya itu aktivitas yang lebih beragam saja.

Oke, mari kita mulai dunia blog ku hari ini.

Mulai dari mana ya ?

Hm, mungkin dari pemikiran ku yang tadi muncul ya.

Hm, tentang Taman Dunia.

Ku pikir, ide tentang taman dunia ini sudah ada di otak ku itu lebih dari satu tahun yang lalu.

Tentu, aku terinsipirasi dari taman mini Indonesia indah.

Sebuah taman yang merupakan mimpi dari ibu Tien, istri dari presiden Soeharto.

Taman Dunia

Tentu, aku ingin membangun taman dunia ini di negaraku.

Andaikan aku tak bisa mengwujudkkan ya, aku percaya akan ada orang – orang yang akan. Mengwujudkkan.

Itu pasti.

Taman dunia yang ku maksud itu konsep nya sama seperti taman mini Indonesia indah.

Membangun dunia kecil dalam sebuah wilayah kecil.

Di tempat tersebut akan tertidur dari hampir 200 negara di dunia, dan terkonsep dalam kategori benua dengan wilayah nya masing -masing.

Ada pertunjukan, tempat belajar bahasa, dan berbagai aktifitas layaknya taman mini Indonesia indah.

Perwakilan dari kedutaan masing-masing negara pun akan ada disana.

Ohlaraga, rekreasi, dan hiburan.

Bahkan di tempat ini pun nanti akan ada event ohlaraga layaknya lomba lari, lomba triathlon, tempat rekreasi, dan bahkan mungkin organisasi internasional seperti united nation pun juga akan ada perwakilan nya disitu.

Lokasi

Tentu, syarat untuk membangun taman dunia ini itu menurut ku ada dua yang penting.

Pertama, banyak penduduk dia suatu wilayah terdekat. Kedua, mesti dekat dengan kota.

Jika kau tanya padaku, aku inginkan kota Jakarta bisa mewujudkan nya.

Namun, aku pikir kota Jakarta tak punya lahan seluas ini.

Dan tak perlu sebagai kebutuhan.

Aku pikir kota terdekat seperti Kota Depok, kota Tangerang sangat cocok untuk lokasi taman dunia.

Ya, sangat dekat dengan kota Jakarta.

Atau, mungkin wilayah Jonggol, wilayah IKN, ataupun Bali Utara menurutku juga masuk dalam kategori ini.

Di taman dunia akan dijaga secara keamanan nya dengan ketat.

Selain itu, tak boleh ada kendaraan dalam wilayah taman dunia.

Persis seperti taman mini Indonesia indah saat ini.

Mesti nya cuman ada sepeda, pejalan kaki, dan bus pariwisata yang berenergi go green.

Saat ini, aku tahu bahwa tak ada negara di dunia ini yang memiliki taman dunia.

Jika ada tentu, ide itu muncul dari salah satu negara ini yakni Singapura, Tiongkok ataupun bangsa Israel.

Singapura tak akan bisa karena wilayah nya yang begitu kecil.

Bangsa Tiongkok, mungkin akan mengwujudkkan suatu saat nanti.

Bangsa Israel tak akan mengwujudkkan nya karena faktor keamanan yang tidak stabil.

Taman dunia.

Suatu hari nanti, jika memang rejeki ku.

Aku akan membangun nya.

Tidak hanya taman dunia, tapi banyak bangunan yang ingin ku bangun.

Seperti bangunan perpustakaan yang ku beri nama para tokoh dunia idolaku seperti Socrates, Thomas Alva Edison dan lainnya.

Dunia semakin menarik saja.

Jakarta, 09 Mei 2025 Pukul 20.20 WIB

A Warrior On 04052025

Aku lihat jam handphone, dan ternyata aku terbangun pukul setengah empat pagi.

Iya, aku terbangun tanpa alarm.

Rasanya tubuh sudah memanggil saja kalo mau shubuh.

Setelah nya aku bangun dari kasur ku, mandi, dan ku lanjutkan dengan tahajjud 2 rakaat selama 2 kali.

Sembari menunggu adzan shubuh, aku berberes kasur dan perabotan rumah.

Adzan shubuh pun terdengar.

Aku langsung bergegas ke mushola yang jaraknya sangat dekat dengan rumahku.

Hanya satu menit dengan jalan kaki.

Setelah shubuh, ku lanjutkan membaca Al Matsurat Sugro sekitar sepuluh menit.

Kemudiann, aku berjalan keluar rumah sekitar lima ratus meter dengan tanpa alas kaki seperti biasa.

Sampai rumah masih pukul setengah enam pagi.

Tapi badan ku rasanya ngantuk sekali, ku lihat depan rumah ternyata gerimis, gerimis yang lama.

Akhirnya ku tidur kembali di kasur, dan baru benar-benar bangun pukul setengah sembilan pagi.

Sebenarnya aku udah tahan ngantuk, di setengah sadar ku tahu bahwa aku tak kuat tidur malam.

Alias jam sembilan malam biasanya aku udah tidur, makanya mesti bangun.

Namun, di pagi itu, dengan rintihan hujan yang membasahi bumi, aku benar-benar ngantuk.

Sebelum aku memulai cerita hariku pada hari ini.

Aku kembali pada cerita ku di hari kamis di blog ini yang berjudul A Day With A Warrior.

Ketika aku membagikan link tersebut, banyak sekali yang memberikan apresiasi positif.

Umumnya seperti ini :

” Wah jarang – jarang anak muda main blogger “

Maka ku jawab

” Iya, Alhamdulillah Pak “

Namun, aku teringat jawaban ku ketika hari kamis malam saat sesi sharing buku dimana aku mendapat pertanyaan

” Bang Rio, bagaimana cara percaya diri dalam menulis buku ? “

Maka ku jawab panjang dan detail.

Namun, pada intinya aku menjawab :

” Aku membuat tulisan untuk persiapan ketika aku wafat.

Ini akan menjadi legacy “

Benar, andaikan dunia trend nya tidak menulis, maka aku hanya perlu memulai apa yang ku bisa lakukan, yakni menulis.

Sisanya trend terkait dunia, ya menyesuaikan saja.

Namun menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Ok, kembali ke pagi ini.

Tentu, awalnya aku ada janji jam delapan pagi dengan Pak Dayat, seorang pengusaha madu yang sudah ku kenal lebih dari pada tujuh tahun yang lalu.

Namun, di jam setengah sebelas pagi ini, aku ada ketemuan dengan salah satu orang yang ku idolakan yakni Prof Rhenald Kasali.

Tentu, akhirnya karena jam sudah menunjukkan jam sembilan, pilihan untuk bertemu dengan Prof Rhenald Kasali itu yang ku utamakan.

Oh iya, makan nasih uduk dulu dengan rendang yang sudah ku beli di hari kamis kemarin 🙂

Makan nasi pagi uduk gan 🙂

Bertemu dengan Prof. Rhenald Kasali

Awalnya aku melihat di sosial media bahwa Prof Rhenald mengudang secara umum ke acara rumah perubahan nya untuk ngobrol santai.

Tentu, itu gratis dan aku daftar.

Sejujurnya Prof Rhenald Kasali itu dalah satu idolaku dan itu sudah ku sampaikan dalam buku terimakasih jilid 1 : Terimakasih kepada para penulis buku.

Dan di perpustakaan ku itu banyak sekali bukunya beliau.

Tujuan ku datang ke acara tersebut ya karena ingin foto bersama beliau dan memberikan buku karya ku.

Iya hanya itu saja.

Setelah mandi, aku pun langsung ke rumah perubahan yang ternyata jarak nya hanya sekitar 25 menit dari rumah ku.

Logo Rumah Perubahan

Jarak yang begitu dekat.

Aku sampai di sekitar jam sepuluh pagi.

Dan ya, acara baru dimulai di jam setengah sebelas.

Aku pun datang sebagai peserta yang paling pertama.

Sembari menunggu Prof Rhenald, aku pun minum kopi yang sudah ku buat terlebih dahulu saat di rumah.

Sebuah kopi hitam Gayo robusta yang panas lalu ku masukkan es batu.

Sebuah minuman yang segar sekali.

Sembari minum kopi, aku check out di marketplace online.

Iya aku membayar sesuatu yang kemarin aku sudah pesan.

Apa tuh ?

Iya perlengkapan main golf, seperti sepatu golf, celana golf, dan sarung tangan golf.

Tentu, yang harga nya paling murah.

Yang paling penting buatku ya penting bisa berfungsi.

Kalo mau bagus, ya harga puluhan juta pun ya ada saja.

Intermezzo

Ketika aku menceritakan bahwa aku kembali ke medan golf pada cerita A Day With A Warrior.

Tentu, aku mendapat sambutan yang hangat dari teman-temanku untuk bermain golf bareng.

Dan setelah menerima chat itu.

Aku baru sadar bahwa di alumni FTUI, alumni kampus ku ada komunitas golf.

Pas aku cek memang, ada dan sangat aktif.

Tapi insting ku mengatakan aku akan gabung kemereka bukan pada pertengahan tahun ini.

Entah, kenapa.

Yang jelas cepat atau lambat, aku pasti gabung mereka, sebuah komunitas yang memang adalah bagian dari takdirku.

Kemudian, tentang membeli baju.

Jujur saja, sudah lebih dari lima belas tahun aku tak pernah membeli baju lebaran.

Ku pikir dalam keluarga ku, tak ada tradisi itu.

Ya terjadi seperti itu.

Dan mungkin selama lima belas tahun pun, aku pun tak membeli baju lebih dari pada lima belas baju.

Biasanya aku membeli saat ada kepentingan saja, seperti baju muslim, baju timnas, baju adat daerah tertentu ataupun yang ada kepentingan saja.

Memang, ini tak memperhitungkan baju yang ku dapat saat aku ikut event lari.

Sisanya, biasanya dikasih.

Dari siapa ?

Biasanya dari saudara ataupun teman kantor, baik bekas ataupun baru.

Hm, ga pernah minta sih, tapi dikasih saja, ya sudah diterima & terima kasih.

Kembali ke cerita, akhirnya prof Rhenald datang, dan jumlah peserta munkin sekitar 30 an yang hadir.

Aku duduk di bangku yang depan karena aku datang di awal.

Saat mulai pun aku menyadari bahwa Prof Rhenald begitu banyak ilmu yang dibagikan, ini baru pengantar.

Setelah nya, pertanyaan pun dibatasin, dan aku mendapat kesempatan bertanya.

Jujur saja, awalnya aku tak ada niatan bertanya.

Namun, prof Rhenald memantik kata pengantar yang tajam tentang kondisi dunia.

Aku pun mulai bertanya dengan pertanyaan tajam

Aku bertanya :

” Banyak pejabat sekarang seperti para direktur BUMN itu menjadi target dari KPK, ku sebut nama mereka semua.

Hal ini menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari luar negeri, mereka bekerja lurus saja tanpa mengikuti politik kehendak pemerintah.

Dan di level menteri pun terjadi yang berakhir dengan pemecatan menteri, pahadal menteri tersebut bagus kerjanya, dan memperhitungkan secara nominal uang pada kebijakan tertentu.

Bagaimana sikap kita ?

Iya sikap kita saat menjabat seperti itu ?

Kemudian Prof Renald menjawab.

Dia menjawab :

Dalam setiap masa ada yang masa tertentu, seperti zaman Soeharto dengan masa para ekonom yang kita kenal dengan mafia Berkeley, pada masa Habibie dengan masa teknokrat nya, masa Megawati dan SBY dengan masa para konsultan hukum nya, dan masa Jokowi hingga sekarang dengan masa para politikus nya.

Saat ini masa yang naik ialah masa politikus, jadi ya seperti itu.

Kemudian Prof Rhenald memberikan nasehat kepadaku, yang tak bisa ku ceritakan disini namun akan ku pertimbangkan.

Hingga jawaban itu selesai, nama-nama yang kusebutkan di awal tidak disinggung oleh beliau.

Ya, memberikan jawaban yang jelas tanpa menyudutkan nama tertentu adalah sesuatu yang luar biasa.

Ku pikir itu salah satu hal yang ku pelajarin hari ini.

Memang beliau luar biasa.

Oh iya, sebenarnya jarang sekali aku mau ikut agenda yang sifatnya umum.

Kenapa ?

Karena menurut ku terlalu ramai dan aku kurang mendapatkan manfaat.

Namun, untuk penulis yang ku memang idolakan itu berbeda.

Walaupun aku dan Prof Rhenald berasal dari kampus UI, faktanya aku tak pernah bertemu dengan beliau.

Kenapa ya ?

Entahlah, aku juga dulu tak mencari beliau sih jadi ya takdir saja.

Pertanyaan dari peserta yang lain pun juga dijawab dengan baik.

Hingga akhirnya waktu menunjukan jam setengah satu siang dan acara pun selesai.

Aku pun memberikan buku RA Jilid 1 Perpustakaan ku kepada beliau dan berfoto bersama.

Saat memberikan buku RA Jilid1 Perpustakaan karya ku ke Prof Rhenald Kasali

Setelah pulang, aku lanjutkan ke tempat madu Pak Dayat.

Entrepreneur

Ya, perjalanan ke tempat Pak Dayat dari Rumah Perubahan pun juga dekat, tak sampai 30 menit sudah sampai.

Namun, perutku sudah lapar dan aku mampir ke mie ayam dan makan dengan harga 15 ribu rupiah.

Makan Mie Ayam dulu hehe

Setelah makan mie ayam, aku membeli kue dari Holland bakery sebagai ada bawaan saja kerumah nya.

Beli Kue dulu dong 🙂

Sesampai nya di rumah Pak Dayat, ada mahasiswa yang sedang dibina untuk magang di tempat Pak Dayat sekitar 3 bulan.

Melihat kedatanganku, mahasiswa tersebut kemudian dibina oleh anaknya Pak Dayat, dan Pak Dayat pun langsung menemuiku.

Sudah lebih dari tujuh tahun tak bertemu dan ya ditanya aktifitas ku.

Hingga kemudian ke topik inti dimana berbicara mengenai bisnis.

Iya, ku pikir, aku akan mengaktifkan kartu ku sebagai pengusaha.

Sesuatu yang sudah lama tak pernah aku lakukan.

Sejak aku dikenal sebagai seorang Insinyur, rasanya personal branding itu sudah menempel begitu kuat.

Namun, jangan lupa bahwa aku juga pernah menjabat sebagai ketua bisnis di UI.

Kenapa bisa begitu ya ?

Sederhananya, karena mereka memilih ku, itu sih.

Ya, menjadi pengusaha pejuang, pejuang pengusaha.

Kemudian, kami pun foto bersama dan nantinya akan update secara berkala.

Foto dengan Pak Dayat di rumah nya

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga dan aku belum sholat Zuhur, sesampainya di rumah aku pun langsung sholat Zuhur.

Setelahnya aku pergi ke pasar.

Iya, ke pasar dimana setiap Minggu aku kesana, dalam hal ini aku membeli kopi Gayo.

Ke pasar

Jarak rumah ku ke pasar itu juga dekat, hanya lima menit saja menggunakan motor.

Saat sampai di pasar, aku hampir menabrak anak kucing.

Ku parkir motor, dan melihat anak kucing tersebut.

Pantas saja di tengah jalan, ternyata kucing itu terluka, mungkin habis kesempret motor sebelumnya.

Akhirnya, aku geser anak kucing itu ke bahu jalan.

Selanjutnya, aku pergi ke tukang kopi.

Kopi langganan di Pasar Ciracas

Di tukang kopi ini aku udah langganan lebih dari 5 tahun dan ya ngobrol biasa saja.

Aku membeli kopi Gayo robusta 250 gram dengan harga Rp. 50.000.

Dan aku juga ingat kucing yang tadi sih.

Setelah membayar kopi aku meminta kantong plastik.

Kembali ke motor ku, dan aku lihat ternyata anak kucing itu merangkak ke jalan lagi,dan memang arah yang dia tuju itu ada kadang kucing sih.

Ku lihat memang ada anak kucing lainnya & yang besar yang mungkin itu ibunya yang menatapku seakan meminta anak kucing tersebut dipindahkan ke sebelah bahu jalan yang jarak nya sangat tinggi.

Ya sudah, ku lakukan saja.

Jika tak ku lakukan, mungkin anak kucing tersebut sudah mati karena terlintas motor ataupun mobil yang lewat.

Menolong Kucing tak sengaja

Kecil kan mana keliatan, namun kalo di kandang & bersama keluarga nya setidaknya dia bertahan hidup lebih lama.

Pulang dari pasar, waktu sudah menunjukkan Ashar dan selanjutnya aku sholat Ashar di mushola.

Setelah itu, aku menuju ke arah jalan raya Kelapa Dua – Margonda.

Tapi, aku mampir dulu ke JNE.

Soalnya sebelumny aku beli sepatu trail run cuman salah ukuran.

Iya kesalahanku, mestinya ukuran 43, cuman yang ku pesan & datang ukuran 39.

Untung nya bisa di retur ukuran dan dikembalikan ke tokonya hehe.

JNE buka cuy hari minggu 🙂

Laptop dan Kacamata

Iya, aku berangkat untuk membeli charger salah satu laptop ku yang rusak.

Sebelumnya sudah ku WA tokonya, namun tak dibalas.

Pas sesampainya di toko nya yang berlokasi di jalan Kelapa Dua depan Universitas Guna Darma, Abang yang sudah lebih dari 10 tahun langgananku pun nampak.

Ketemu sih agan dengan bos baru nya wkwk

Oh ternyata bosnya dia sudah bangkrut, makanya nomor itu tak membalas.

Pantas saja kaya beda ruko, iya ruko sebelah nya dia pindah, alias pindah kerja ke toko sebelah yang masih ada.

Setelah itu aku ke arah Margonda untuk membeli kacamata ku yang begitu dah.

Menuju ke Mall DETOS tempat ku beli kacamata, ternyata hujan dan aku mampir ke rumah makan Padang sederhana.

Yasudah makan, eh habis di angka Rp. 60.000.

Makan di Padang Sederhana. Enak sih, habis itu sadar wkwk

Setelah hujan turun, di motor aku sadarin, nyesel juga beli makan sendiri dengan harga segitu.

Sayang duit wkwk.

Tapi udah terlanjur kan, yasudahlah.

Sesampai nya di toko kacamata, aku pun disambut hangat dengan keluarga toko tersebut

” Eh Mas Rio datang “.

Iya suami, istri, dan karyawan nya pun menghampiri ku.

Bisa dibilang aku sudah langganan 3 tahun di toko ini, alasan nya karena murah dan ya oke aja.

Tapi ketika aku sampai pun yang terjadi aku banyak diceramahin.

” Jangan sampai hilang lagi ya mas “

Ya, ya, dan ya.

Ku dengar saja.

Ku pikir mestinya sebagai toko yang menjual kacamata mestinya senang ketika ada pengunjung yang datang untuk membeli kacamata.

Ini kalo aku yang datang, kayanya banyak nasehat dah, aku seperti yang tertuduh.

Masuk lorong Detos buat beli kacamata cuman siapin kuping di ceramahin 🙂

Sebuah hubungan yang aneh antara customer dan penjual.

Kadang memang pas aku ditanya, mereka meminta aku mengajari bagaimana menggunakan chat GPT dan semacamnya.

Ya aku ajarin saja.

Sesampainya dirumah sudah magrib, dan aku magrib di rumah lalu langsung ke gym.

Jarak gym juga dekat, 5 menit lah dari rumah menggunakan motor.

Aku baru sadar kalo gym yang di kampung itu disebut gym Majapahit, ya murah sih 160 ribu sebulan.

Gym yang isinya musik dangdut full kenceng wkwk

Iya kadang lebih sebulan juga sih, kaga pernah ditagih soalnya wkwk.

Tapi di gym, kok cape rasanya, jadi cuman 25 menit habis itu aku beli beras dulu langsung pulang ke rumah.

Beli beras 5 Kg dulu buat makan nasi 🙂

Di rumah ya menulis tulisan ini dan setelahnya ada beberapa lagi sih.

Ku pikir itulah cerita ku hari ini.

Terkadang aku berpikir tentang apa yang aku share, ini perlu ga ya ?

Membuat cerita seperti ini tuh buat ku agak cape karena di dokumentasi sih hehe.

Dan gapapa, ya kehidupan ku ya begini, ada saja dinamikanya.

Bagi beberapa orang, mungkin aku keliatan produktif, tapi engga juga kok.

Aku hanya memadatkan aktifitas ku pada saat ada matahari.

Umumnya waktu berakhir untuku itu saat magrib pada hari itu, sisanya sih ya bonus dikit-dikit deh.

Selesai dan tidur deh.

Bentar-bentar.

Bayar wifi rumah sama bayar air PAM juga sih hari ini wkwk.

Selain itu, ada dua grup yang kulihat seru hari ini, kenapa ?

Ya karena ada event saja.

Pertama, grup FTUI Runner dimana ada event Bintaro Loop lari 120 dan 200 KM dalam 2 hari.

Ada yang Did Not Finish ( DNF ) dan ada yang berhasil.

Itu gila sih.

Awalnya aku mau ikut yang 60 Km, tapi sadar diri alias ga siap di tahun ini wkwk.

Ini membuat ku takjub dan ketawa, katanya sih ngapain gue kaya gini, tapi nanti daftar lagi tahun depan wkwk.

Kedua, yang grup KSR PMI Jaktim, ya biasa regenerasi alias wawancara kandidat.

Pastinya lancar itu mereka karena sudah biasa dilakuin.

Ok, itu dulu ya, cape juga ngetik di notes HP ini hehe. Makasih ya udah baca 🙂

Karena setiap orang yang pantang menyerah adalah seorang WARRIOR

Jakarta, 04 Mei 2025 Pukul 20.59 WIB

Menunggu

Dalam setiap kesendirian, aku selalu berpikir tentang hidup ini.

Hidup ya, hm.

Kau tahu, hidup itu perjuangan.

Maka ku sebut seseorang dalam menjalani hidup adalah WARRIOR.

Kenapa ? Ya karena hidup adalah ujian.

Suka, duka, hanyalah part dalam kehidupan.

Jangan sampai dunia menguasai hatimu, dia hanyalah ada di tangan mu.

Seorang Warrior adalah seorang pejuang yang memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini nya.

Biasanya seorang Warrior itu dihormati dan dianggap pahlawan dalam kategori masing -masing.

Berbeda dengan seorang yang dianggap gladiator, dimana dia menunjukkan kekuatannya hanya untuk menghibur dan biasanya seorang gladiator juga seorang budak yang mesti bertarung untuk atasan nya

Kembali ke surga

Tentu, jika hidup hanya mempertajam untuk masuk neraka ya buat apa kan ?.

Hidup yang kita jalankan mesti masuk surga.

Dan ya, adzan Zuhur sudah berkumandang.

Aku rehat dulu ya.

Menunggu

Aku baru sadar bahwa aku tadi siang menulis tulisan ini.

Sekarang sudah menuju ashar, dan ya aku lagi di luar karena sedang ada urusan.

Tentu, aku nongkrong ke tempat es teller dnegan memesan es teh manis seharga 12 ribu dan ku lanjutkan tulisan ini.

Bagi beberapa orang tentu menunggu itu menyebalkan.

Tapi mungkin kita bisa lihat dari sudut pandang yang lain.

Misalkan jika kita sedang menunggu kemacetan di mobil ya kita bisa tidur, mungkin jika kita supir nya ya ga bisa, namun jika kita punya uang lebih maka memperkerjakan driver pribadi itu banyak sekali manfaat nya.

Ya, membeli waktu orang lain.

Ataupun jika naik motor dan kehujanan, maka menulis pun bisa menjadi kegiatan.

Menulis apa ? Ya apa saja.

Kalo aku sih ya menulis buku menulis agenda, menulis curahan hati gitulah.

Mau itu nanti di share atau tidak itu urusan nanti.

Tentu, tidak hanya menunggu hujan, menunggu apapun juga bisa kita isi dengan hal yang baik.

Bahkan hadis nabis pernah mengatakan bahwa manfaat kan waktu luang.

Ya, kalo istirahat pun juga bisa kita lakukan saat menunggu.

Banyak sih, zikir, belajar, bekerja, dan masih banyak lainnya dalam menunggu.

Ok, aku pikir itu dulu ya.
Jakarta, 03 Mei 2025 Pukul 15.50

A Day With A Warrior

Aku tahu banyak sekali orang yang penasaran dengan ku.

Karena itu lah aku akan menceritakan tentang satu satu hari ku.

Iya satu hari di tanggal 01 Mei 2025.

Oke mungkin kita mulai secara perlahan.

Pengenalan Konsep

A Day With A Warrior.

Dalam bahasa Indonesia artinya itu sehari bersama seorang pejuang.

Iya waktu sehari yang dimaksud ialah waktu 24 jam.

Sedangkan pejuang yang dimaksud adalah aku, Rio.

Kenapa Warrior ? ya karena ada nama Rio disitu.

Tentu, ga semua hal bisa ku ceritakan disini.

Hal yang bersifat privasi ya ga akan aku ceritakan, misal nya ya relationship, keluarga, uang, dan masih banyak yang lainnya.

Terus cerita tentang apa ?

Lebih ke karya aja sih.

Kenapa ya ?

Entahlah, ku pikir aku ingin lebih dikenal nya sebagai seorang yang dikenal lewat karya, bukan dari sesuatu yang bersifat sensasi atau tidak penting.

Namun, aku ga menyalahkan yang seperti itu, hanya kenyamanan ku saja.

Oke, mulai dari waktu.

Waktu yang dimulai itu waktu Rabu malam tanggal 31 April 2025 pukul 20.30 WIB hingga 01 Mei 2025 pukul 20.30 WIB.

Jadi benar-benar sehari ya.

Mari kita mulai wahai Warrior!

20.30 – 21.30

Di sore hari saat aku masih di kantor, aku mendapat pesan dari teman SMA ku yang bernama Iqbal untuk bertemu di rumah nya untuk berbicara bisnis.

Memang, ajakan itu sudah lama namun baru bisa ku kabulkan ya sekarang ini.

Biasanya kami bertemu di gym tempat kami ohlaraga, namun Iqbal bilang sekalian aja kerumahnya untuk melihat jangkrik.

Iya, bisnis jangkrik.

Singkat cerita aku pulang dari kantor itu sekitar jam 5 an.

Setelah nya, karena rumah ku & iqbal dekat, yakni sekitar 20 menitan naik motor ya sudah langsung aku kerumah nya saja.

Perjalanan dari Sudirman ke wilayah Ciracas itu sekitar 1 jam lebih dikit.

Dan ya, sampai dirumah Iqbal itu di jam 19.00 wib tepat waktu.

Namun, ketika aku sampai dan salaman dengan Iqbal dan kedua orang tua nya, aku setelah nya buka laptop.

Iya meeting dengan relawan palang merah wilayah asia timur.

Yang dibaha sih tentang sosialisasi disaster atau kebencanaan

Ini foto zoom meeting nya 🙂

Dan ya, buka laptop, meeting bentar, dan dengerin aja, sekitar 45 menit sih meeting.

Kebetulan memang sih Iqbal juga lagi ada keperluan jadi aku bisa gabung ke online meeting tersebut.

Sebelum jam 8 malam, meeting selesai.

Dan aku pun ngobrol dengan Iqbal sampai jam 9 malam.

Ya, banyak sih yang dibahas, lebih ke arah lifeplan.

Dan Iqbal termasuk orang yang sering menasehati ku, katanya dia mau main nya dibelakang layar saja dalam membantu ku.

Obrolan pun lanjut ke bisnis jangkrik.

Iya jangkrik, di rumah Iqbal ada halaman yang cukup luas dan memang dibuat untuk kandang jangkrik.

Jangkrik nya sih belum ada, hanya telur yang sangat banyak yang siap menetas.

Ya, bisnis jangkrik ini memang termasuk bisnis jangka panjang kami.

Mungkin sekitar 2-3 tahun lah kira-kira sudah terlihat efek nya.

Memang sebelumnya, aku ada janjian sama pengusaha lain untuk berbisnis.

Dan kebetulan teman ku yang sudah ku kenal lebih dari 15 tahun mengajak juga, ya kenapa tidak ?

Oh iya, ini foto ku di kandang jangkrik nya.

Setelahnya, jam sudah menunjukan pukul sembilan malam, dan aku izin pamit pulang.

Sebelum sampai rumah, aku pun makan di dekat rumah ku.

Sebuah warung nasi uduk yang sudah ku langganan lebih dari 20 tahun dengan masih orang yang sama juga yang jualan.

Makan nasi uduk + ayam goreng harganya 20 ribu.

Setelah nya aku pun pulang, mandi dan tidur sebelum pukul 10 malam.

Makan pecel ayam 🙂

21.30 – 04.15

Tentu, aku tidur di jam segini.

Bisa dibilang aku tidur itu habis isya, dan bangun di jam 4 pagi.

Cuman kalo ada keperluan ya geser tidur nya, kalo bangun sih tetap di jam 4 pagi.

Ga perlu alarm, karena tubuh udah bangun karena terbiasa aja.

04.15 – 05.15

Iya, satu jam ini umumnya aku mandi & sholat.

Setelah mandi, aku tahajud 2 rakaat dirumah, dan ketika adzan baru ke masjid.

Jarak masjid dengan rumah ku itu paling 1 menit dengan jalan kaki, sehingga dekat sekali.

Shalat berjamaah Shubuh di Masjid, habis itu pulang.

Di rumah pun aku langsung lanjut baca Al Matsurat.

Bagi yang belum tahu, Al Matsurat itu bacaan zikir pagi dan petang.

Ada yang sugro dan ada yang kubro juga.

Sugro itu kaya zikir lebih dikit nya, kalo qubro itu lebih banyak nya.

Dan aku bacanya yang Zikri pagi sugro dan baca nya 1 kali aja.

Maksudnya adalah dalam setiap baca Zikri itu ada bacaan yang berulang bisa sampai 3x.

Namun, aku bacanya sekali.

Iya, karena kebiasaan saja saat aku masih di asrama saat kuliah.

Saya di asrama ya seperti itu.

Oh ya ini, tampilan Al Matsurat itu seperti ini

05.15 – 07.15

Setelah selesai membaca Al Matsurat aku pun lanjut untuk jalan kaki sekitar 10 menit mengelilingi daerah rumah ku.

Jalan kaki nyeker

Kenapa jalan kaki ?

Mungkin karena di daerah rumah ku itu dulu banyak orang tua yang berjalan pagi tanpa alas kaki, katanya mencegah penyakit rematik.

Aku pun jadi ikut saja, ini udah berjalan lebih dari 17 tahun aku lakukan.

Setelah itu, aku memakai kaos kaki dan sepatu untuk jogging ataupun lari sejauh 5 km.

Ya, sekalian ke rumah Ega, sahabatku saat SMA.

Sekalian mau ambil sepeda nya untuk dipinjam oleh ku untuk latihan event Ironman.

Tentang event Ironman akan ku jelaskan lebih detail di dalam tulisan di di poin khusus.

Karena itu, bacaan ini mesti dilanjutkan :).

Ya aku pinjam sekitar 3 bulanan sih, kalo one time Ega aku ambil ya tinggal ambil aja di rumah ku.

Namun, selama perjalanan ke rumah Ega aku hanya bisa jalan cepat saja.

Tampilan strava 5 km saat ke rumah Ega

Kenapa ya ? Ya karena udah jarang ohlaraga dan berat badan naik.

Dan kenapa jarang ohlaraga?

Ya karena sibuk, dan juga sibuk nulis sih.

Rasanya kemarin-kemarin tuh kaya aku menyerang dunia dengan buku.

Ok, akhirnya sampai ke rumah Ega.

Bertemu dengan Ega dan meminjam sepeda nya dan kembali kerumah dengan jarak yang sama yakni 5 km.

Otw naik sepeda balik

Event Ironman

Ya tentang event Ironman.

Event Ironman itu event triathlon tertinggi di dunia.

Triathlon itu ohlaraga renang, sepeda, dan lari dalam waktu yang berurutan.

Aku pernah ikut event triathlon itu di Januari tahun 2025 ini, lari berapa ratus meter di kolam renang, sepeda 20 km, lanjut lari 5 km.

Kalo event Ironman ini jaraknya renang di laut sejauh 3,8 km, sepeda 180 km, dan marathon sejauh 42 km dengan durasi waktu maksimal 17 jam.

Event ini diadakan dalam 1 tahun itu di beberapa tempat dan lokasi, mirip seperti event motor GP.

Kalo di Indonesia pernah di lombok, cuman tahun ini Indonesia tidak mengadakan.

Negara terdekat yang selalu ada mengadakan ya Singapore, Australia gitu.

Secara basic aku bisa semua cabang ohlaraga itu.

Namun jika merujuk pada event Ironman ini banyak hal yang ku mesti perbaiki.

Misalnya dalam renang seperti fokus mata untuk melihat laju kedepan dimana berenang di laut akan ada ombak yang besar.

Kemudian yang sepeda yakni sepeda yang mahal, sepeda untuk event ini bisa 40-80 juta.

Tentu sangat mahal.

Dan saat ini aku ga berkenan untuk mengeluarkan uang sebanyak itu untuk hal tersebut.

Ya makanya pinjam sepeda dari Ega ya karena minimal buat latihan dulu saja, kuatin fisik.

Kalo nanti pas event ya bisa minjam dengan senior ku ataupun mungkin sewa dalam periode waktu tertentu.

Terakhir, lari.

Ini mesti kuat sih karena marathon kan.

Dan ya, kan udah cape duluan karena renang dan sepeda sebelum memulai marathon.

Nah, aku sih mempersiapkan latihan persiapan Ironman ini selam 2 tahun kedepan.

Saat ini masih berlatih sendiri aja.

07.15 – 11.15

Sesampainya dirumah, aku pun pergi makan, makan bubur ayam.

Makan bubur ayam di tempat ini tuh udah lebih dari 15 tahun makan disini.

Makan bubur di langganan lebih dari 15 tahun

Masih bocil alias bocah cilik.

Bisa dibilang 95% makan pagi ku pasti nasi uduk ataupun bubur.

Karena murah, dan kayanya emang udah dari dulu sih pola makan nya.

Ketika aku sampai di tempat bubur, aku pun disambut hangat sama tukang bubur nya.

Tukang bubur nya adalah sepasang suami istri yang mungkin usia nya sudah 60 tahun lebih.

Mereka berjualan bahkan sebelum aku lahir di dunia ini.

Ya aku lahir di Agustus 1996, sedangkan usaha bubur lahir di awal 1996.

Makanya namanya bubur 1996.

Ketika aku pesen pun mereka kaget karena aku udah besar sekali badan nya, terakhir aku makan itu di tahun lalu sih.

Tapi kan aku makan disini udah lebih dari 20 tahun, jadi bener-bener masih bocil sekali.

Ya biasa ditanya kesibukan dan lainnya.

Apa ya, dari dulu begitu sih, aku yang kebagian menjawab pertanyaan – pertanyaan dari mereka.

Aku makan bubur dengan 2 sate dengan total harga 17 ribu.

Habis itu aku pun langsung ke ruang dan pergi ke gym.

Iya pergi ke gym langganan ku.

Gym

Setelah lebaran aku mulai aktif ke gym lagi.

Gym dekat rumah saja, harga nya 160 ribu perbulan.

Iya gym kampung kan, cuman karena deket sekitar 10 menit menggunakan motor ya enak aja.

Yang kocak dari gym ini ialah ga ada mesti bayar kapan, ya normalnya sih bayar 1 bulan habis, habis itu lanjut lagi kan.

Cuman kenyataan orang nya kaya ga peduli gitu, yang penting orang-orang ke gym nya dia, dan rame ya udah seneng.

Luar biasa.

Cuma, ya sadar diri aja kan ya, kalo udah lewat sebulan ya perpanjang lagi.

Aku di gym itu ga lama paling sekitar 45 menit sampai 1 jam aja.

Main nya sih main otot dada aja.

Ya ga ngobrol sih, paling basa basi, langsung ohlaraga saja.

Setelah nya aku pun pulang kerumah di jam 9.

Dan langsung bikin susu Dancow sachet ditambah es batu dan bawa minum air putih untuk langsung berenang.

Berenang.

Ya, aku berenang di dekat rumah, paling 10 menit.

Murah sih, ya sekarang agak mahal tapi wkwk.

Kalo hari biasa itu bayar 10 ribu, tapi kalo Hari Minggu atau tanggal merah kaya gini bayarnya 15 ribu.

Berenang dulu

Aku berenang sekitar 1 jam saja dan cape sih, karena langsung keliling berenang di kolam renang kan.

Setelah ke kolam renang aku lun pergi ke pasar

Pasar

Oh iya, pasar ini tempat yang pasti aku kunjungi kurang dari 7 hari dan selalu begitu kan. Kalo engga ke pasar mau makan apa kan di rumah wkwk.

Ya di pasar ini aku udah lebih dari 20 tahun juga sih kesini, kalo tempat langganan ku kaya beli kopi, daging, telur, perabotan dan lainnya udah saling kenal banget dah.

Aku ke pasar itu beli daging 1 kg buat dibuat rendang, ya buat makan seminggu kedepan.

Biasanya sih weekend ya, cuman karena sekarang libur juga dan persediaan makan habis ya sekalian aja.

Beli di Pasar

Harga daging 1 kg itu 130 ribu, ya standar sih kalo menurut ku, kadang 120 kadang 130 dengan standar daging yang ku beli.

Karena ini mau dibuat rendang ya beli kelapa diparut 1 buah seharga 20 ribu. Terus beli bumbu rendang deh.

Normalnya bumbu rendang untuk 1 kg harganya 10 ribu.

Cuman aku belinya 20 ribu buat lebih banyak bumbu aja.

Soalnya bumbu rendang enak sih.

Habis itu pulang ke rumah.

11.15 – 12.15

Itu aku dirumah, ya istrahat sama mandi sih.

Dirumah ada berkat dari tetangga ada acara, ya dimakan dong.

Oh iya hingga saat ini umumnya akan ada berkat selalu ada karena ibuku ngaji tiap hari pasti ada berkat bagi yang ditempati.

Jadi makan nasih berkat itu udah bagian keseharian ku.

Kemudian aku juga lupa bahwa rumah ku ini masuk area dengan pondok pesantren sih, ya mungkin kebetulan aja kali ya.

Jadi kalo sholat di masjid itu rame, dan tiap pagi itu kalo aku jogging juga akan selalu ada keluarga yang baca Qur’an sampai kedengeran di jalanan.

Itu pasti sih.

Kemudian setelah makan, juga ini tanggal satu di awal bulan.

Ya umumnya aku ada donasi di awal bulan sih.

Donasi

Ya aku biasanya donasi yang pasti itu ke yayasan WWF ID.

WWF itu kepanjangan nya World wide fund for nature di Indonesia.

Ya kebetulan aku juga masuk komunitas MONA ( Member of Nature ) dimana orang-orang yang peduli dengan konservasi alam sih.

Selain itu, banyak juga yang diberikan WWF Indonesia juga kaya informasi satwa liar, camp bareng dengan harga yang murah dan temen-temen baru yang memiliki minat yang sama dengan alam.

Aku udah bergabung sekitar satu tahun sih.

Donasi

Selain donasi ke WWF ID, ya aku juga donasi ke tempat ku dulu ngasih beasiswa, ya hitung-hitung amal jariyah.

Lagi pula hingga sekarang masih banyak hal yang bermanfaat yang terima dari yayasan ini.

Setelah itu aku pun sholat Zuhur di masjid.

Setelah shalat Zuhur di masjid aku pun pergi main golf.

13.00 – 16.00

Golf

Oh iya karena sebelumnya Alhamdulillah ada rejeki jadi aku baru beli tas golf.

Tapi sebelum memulai cerita golf ini, mungkin aku ceritakan ke belakang dahulu ya.

Pertama kali aku diajak main golf itu tahun 2022 dari teman – temanku.

Katanya sih cocok dengan ku dan worth it lah katanya.

Cuman ya ga dilanjutin, karena masih seneng aja sama dunia pelarian.

Selain itu lagi asyik mulai amin tennis.

Tapi sekarang dunia event pelarian makin mahal, dan event yang beberapa kilo juga udah ga semenarik dulu, untuk ku.

Hal ini karena aku juga udah mencapai finish sih.

Sekarang event yang menarik menurut ku ya event martahon, ultra marathon, trail run, dan Ironman itu.

Nah, cuman entah kenapa hasrat main golf itu mulai muncul lagi.

Mungkin aku sadar kalo ya kalo ohlaraga – ohlaraga itu ya justru menghabiskan uang ku dan aku ga mungkin jadi podium.

Dari berapa banyak peserta kenapa aku yang bisa menjadi juara satu, dua ataupun tiga.

Ya mustahil kah kalo jadi juara.

Aku lebih ke arah mencapai garis finish dengan mengikuti aturan saja.

Lagi pula itu kayanya event lari sudah jadi mata pencaharian deh bagi sebagian orang, maksudnya ya kejar masuk podium juara wkwk.

Nah, kalo main tennis juga butuh orang yang main kan.

Berbeda dengan golf yang sendiri pun bisa main.

Dan kulihat kayanya aku ada peluang di golf ini.

Oh iya aku emang sudah ada stick golf sih, dihibahkan dari temanku untuk latihan ku kayanya wkwk.

Mukul Golf di Halim

Udah lebih dari 2 tahun soalnya wkwk.

Dan karena baru kemarin tas golf nya sampai ya hari ini aku main golf nya.

Aku main golf itu rasanya nyaman ya, 2 jam denga ditemani kopi hitam yang sudah dibuat dirumah lalu ditambahkan dengan es batu.

Cuman ya cape sih, baru main lagi.

Oh iya, aku main di Halim bayarnya itu 100 ribu untuk 100 bola.

Ga ada batasan waktu sama sekali sih.

Nah, kalo main lima kali nanti gratis main satu kali dari Halim nya.

Memang ohlaraga ini termasuk mahal sih, cuman ya gimana ya, ok sih menurutku ya.

Kan juga jarang-jarang juga.

Tapi ku pikir hari ini aku berubah pikiran, aku ingin menjadi orang yang jago juga main golf, ya pro lah ya.

Ditambah usiaku yang masih muda, jadi masih banyak waktu untuk pengalaman dan bisa ikut banyak turnamen.

Lagi pula, kenapa aku ga bisa menjadi pro player di golf ?

Ya nanya aja ke diri sendiri sih wkwk.

Setelah pulang dari main golf aku mampir ke Taman Mini square untuk ambil kacamata punya mamaku yang sebelumnya sudah dipesan.

Setelahnya aku pun pulang ke rumah.

16.00 – 16.30

Molitav

Molitav Meeting

Oh iya aku di jam empat sore ini memang ada janjian meeting dengan temaku Juan.

Juan itu teman saat aku kuliah di elektro UI da sekarang jadi temen bisnis sih.

Kita ada usaha alat yang berbasis artificial inteligen dimana intinya tuh dengan menempelkan satu jari kita selama 1 menit di alat tersebut kita bisa dapat hasil pengukuran yakni ada lima yaitu Heart Rate (HR), Oxygen Saturation (SpO₂), Body Temperature (TBody, Skin Temperature (TSkin), Respiration Rate (RR)

Nah tadi lebih bahas syns up bentar sih tentang agenda kedepan.

Oh iya, kita udah dapat pendanaan dari venture capital juga cuman memang sifatnya hibah penelitian.

Sehingga ga ada kewajiban untuk memberikan timbal balik uang kepada venture capital.

Saat ini sih lebih ke arah laporan saja.

Setelah selesai itu rasanya aku mau lanjut beberapa agenda lagi seperti ke kelapa dua arah Margonda Depok untuk membeli salah satu charger laptop ku yang rusak, cuman udah cape aja.

Jadi ya di weekend aja nanti

16.30 – 19.30
Ya sholat di masjid, terus beres-beres rumah, nulis tulisan ini juga di rentang waktu ini sih.

Tapi biar lebih detail bahas lagi deh.

Beres-beres

Jujur kadang aku ga tahu sih apakah orang lain juga di rumah lakuin ini atau engga ya.

Ya karena ga pernah nanya aja.

Ya beres-beres di rumah itu kaya nyapu, ngepel, beresin baju, beresin perabotan, kadang kalo laper juga masak sendiri.

Nah aku pikir ini hal yang normal semenjak aku sudah lakuin ini sejak aku di asrama sejak sepuluh tahun lalu.

Cuman ya habisin waktu tapi ya gimana ya, mesti diberesin sih mumpung libur.

Nulis

Oh iya, biasanya sih di awal bulan itu aku nulis kegiatan ku selama satu bulan terakhir di Facebook ku.

Buat apa ?

Ya buat dokumentasi aja, ini dulu aku mulai saat aku mesti kasih laporan kegiatan satu bulan ku kepada pendonor beasiswa ku.

Kemudian aku pikir ini bagus ya buat ada dokumentasi.

Jadi aku lanjutkan saja semenjak tahun 2023 ini.

Nah ini sih ringkasan aktifitasku di bulan April kemarin.

Posting di FB ku

1. Donor darah ke 2/6 di tahun ini

2. Lari dengan teman-teman TMII Running Club

3. Hibah buku RA ke perpustakaan Jusuf Kalla

4. Ikut sosialpreneur

5. MUKER with ILUNI se Iluni Ftui

6. Sosialiasi buku RA pada komunitas Jakarta Book Party

7. Ikut seminar dari Palang Merah wilayah Asia terkait kebencanaan

8. Kerja yang paling banyak

9. Ya, halal bihalal banyak dah

Iyalah yang bisa dishare aja, kebanyakan mah ga dishare hehe.

Atau buka Facebook ku saja.

Kemudian di jam 8 malam ini ada agenda online meeting dengan teman-temanku saat aku kuliah dari banyak alumni dan banyak universitas lain yang tergabung dalam komunitas pecinta buku.

Bahas buku yang dibaca masing-masing dalam forum

Aku sih share nya buku ku sendiri yang berjudul WARRIOR hehe.

Yang lain mah cerita buku orang, kalo aku maaf aja nih sudah punya buku sendiri ya cerita buku sendiri aja sekalian promosi hehe.

Nah itu sih cerita 1 day with a Warrior.

Ya umumnya hari-hariku ya begini, beraneka ragam.

Cuman cape aja kalo dibikin cerita kaya gini, terutama cape didokumentasi,.

Maklum, biasanya juga menikmati momen jadi lupa hehe.

Tapi kalo hari ini sih emang udah didesign buat cerita kaya gini sih.

Biasanya ya kalo dalam satu hari udah lari ya lari aja, renang ya renang aja, cuman durasi nya lebih lama.

Harapan ke depan

Tentang harapan kedepan ya ?

Hm, apa ya ?

Ya sebenarnya sih aku ga pernah berpikir untuk hidup di hari esok ya.

Ya do the best aja di hari ini.

Kalo hidup di esok hari ya anggap aja bonus.

Oh iya, aku sih cuma pengen jadi diri sendiri aja sih.

Itu sih.

Cuman mungkin kedepan juga aku bisa cerita tentang masakan ku, dan cerita lain nya kali ya.

Ya maklum, ini blog bukan cerita ilmu pengetahuan, tapi tentang ku.

Oh iya panjang bener ini, udah mau jam sembilan malam dan udah waktu nya tidur sih hehe.

Terimakasih sudah membaca hingga akhir.

Jika tertarik, aku bakalan share juga cerita-cerita lain ku.

Aku pikir cukup ya, cerita one day with a Warrior.

Salam WARRIOR

Jakarta, 01 Mei 2025 Pukul 20.29 WIB