Menginap Di Kantor

Tentang menginap ya.

Aku pikir, makin kesini kesibukan ku begitu padat.

Ya, padat. Aku tahu bahwa ada yang bilang,

” Kau mesti bedakan mana yang produktifitas mana kesibukan ”

dalam hatiku ” I know that, i know “.

Namun, tatkalah aku berpikir seperti itu, tapi dia benar, kita mesti untuk di ingatkan, kita mesti untuk selalu direminder.

Kenapa ?

Ya karena masih manusia, manusia tempatnya lupa, tempatnya salah.

Dan ya, aku harus berterima kasih dengan itu semua.

Terkadang sesuatu benar walau pahit mesti kita terima, yaa itu merupakan sikap dewasa, menerima kebenaran walau mungkin kita tak suka.

Ngomong – ngomong tentang menginap.

Rasanya tuh udah lama sekali aku tidak menginap di kantor.

Ya, dah lama banget sih.

Tapi, makin kesini ya mungkin aku mesti menginap di kantor.

Kenapa ?.

Ya karena banyak sekali kerjaan, serta malam itu tenang, sepi, dan tidak banyak gangguan dari luar.

Aku tahu bahwa di malam hari, aku begitu ngantuk sekali, yaa tidur siang itu kunci, dan pastinya kopi sih.

Aku pikir aku harus segera mengurangin dosis kafein ku yang masuk tubuh.

Ya, awalnya aku telah berhenti meminum kopi selama 2 minggu.

Awal berhenti itu kepala begitu pusing, dan aku langsung sakit.

Kemudian, hari ketiga aku sembuh dan kembali normal, dan ini bertahan selama dua minggu.

Namun, aku tak bisa membohongi bahwa kafein itu begitu berefek padaku.

Ketika aku meminum kopi pahit seperti robusta rasanya mataku langsung melek dan kembali fokus sekali.

Ya, kopi itu baik, asal tidak berlebihan.

Aku sedang mencoba untuk itu !

Kembali menginap.

Aku balik dari kantor itu jam 4 pagi, dan aku melihat pemandangan Jakarta yang begitu luar bisa, begitu banyak lampu & banyak situasi yang berbeda.

Sseperti banyak otang yang tidur di jalan, banyak yang masih bekerja menyapu jalan, banyak yang masih berdagang, banyak kendaraan yang masih berlalu lalang.

Ya, setiap orang punya tujuan nya masing – masing.

Kalo aku menginap terkait kerja, aku tuh langsung ingat salah satu professor ku di UI.

Ya, sebut namanya Prof Mirzan ya 🙂

Ya beliau sih masih aktif di prodi teknik kimia FTUI.

Saat itu, ketika aku masuk kelas aku lihat dosen ku masuk ke kelas dengan rambut yang berantakan.

Dia pun cerita bahwa dia sudah menginap di FTUI di ruang kerjanya selama 3 hari.

Katanya dia lagi fokus mengerjakan paper dan butuh fokus.

Untungnya ada hp dan rumah nya di Jakarta.

Jadi ya kalo ada kenapa – kenapa ya aman lah hehe.

Tapi dari situ aku belajar bahwa kita mesti professional, mesti fokus pada apa yang kita kerjakan.

Jujur saja, aku pun tidak kaget kalo memang dalam bekerja, dalam belajar ataupun apapun untuk menginap.

Untuk apa ?.

Agar selesai, itu sudah.

Dan pesan ku terakhir sesuai dari H. Rhoma Irama 🙂

Begadang, jangan begadang
Kalau tiada artinya
Begadang boleh saja
Kalau ada perlunya

Setitik langit Jakarta pada tanggal 16 Juli 2024

Lomba PMR se Jakarta Timur

Ku pikir bulan Juli tahun 2024 ini merupakan salah satu bulan tersibuk ku tahun ini.

Ya, banyangkan saja bahwa bulan ini tidak ada tanggal merah di hari kerja, dan rasanya itu begitu padat ya.

Memang sudah sepuluh tahun belakangan ini bahwa aku sudah tidak melihat tanggal merah ataupun weekend, rasanya selalu ada saja kegiatan.

Yaa, nasib.

Cuman yang kurasa jika tanggal merah setidaknya notif di hp ku tidaklah begitu banyak, ini karena orang – orang juga pada liburan dengan agenda nya masing – masing.


Lomba PMR

Peserta Lomba PMR untuk tingkat Mula, Madya & Wira pada tanggal 13 Juli 2024


Ya, tentang lomba PMR se- Jakarta Timur ya. Bisa dibilang Jakarta Timur adalah rumahku, dan namanya rumah ya aku juga ingin bisa berkontribusi untuk wilayahku.

Dan tentang PMR itu bagi yang belum tau adalah kepedenkan dari Palang Merah Remaja, ada di tingkat SD yang namanya tingkat Mula, tingkat SMP yang namanya Madya, dan tingkat SMA yang namanya Wira.

Bisa dibilang bahwa anggota PMR itu seperti piramida, artinya dari tingkat SD itu banyak sekali anggota nya, kemudian berkurang ke tingkat SMP, dan semakin sedikit ke tingkat SMA.

Jika kau tanya kenapa ?.

Ya menurutku Karena semakin dewasa kita bisa memilih mana yang ingin kita dalami.

Dan terkait lomba PMR ini tuh sudah di siapkan dengan sematang mungkin oleh palang merah Indonesia kota Jakarta Timur.

Kontribusi


Aku tahu bahwa di grup sudah banyak sekali chat terkait diskusi ini. Dan aku pun pasti datang karena ya tadi, semua stakeholder dilibatkan.

Bisa dibilang ini agenda terbesar nya PMI Jaktim di setiap tahun nya , dan mengundang seluruh PMI kota Jakarta, dan stakeholder terkait juga seperti BPPB, Satpol PP dan masih banyak lainnya.

Ya, aku datang pada hari Jumat, 12 Juli 2024 sekitar pukul 10 malam.

Aku langsung menuju tempat acara di kantor wali kota Jakarta Timur.

Ya, teman – teman ku sudah datang lebih dulu untuk mempersiapkan.

Aku pun langsung membantu juga mulai angkat meja, pasang banner, bawa kasur, dan segala hal perlengkapan terkait.

Setelah dirasa cukup, sekitar pukul dua pagi kami pun menuju kantor PMI Jakarta Timur untuk beristirahat dan menginap.

Hari H


Hari H ya, aku bangun di sekitar jam 4 pagi dan langsung ku lanjutkan dengan mandi dan setelahnya ke mushola.

Setelah shubuh, aku beres – beres dan mengambil tas kecil yang sudah kusimpan dalam tas ku, kemudian tas yang besar ku tinggalkan di PMI.

Dari PMI kami pun menuju tempat acara yakni walikota Jakarta Timur dan mengganti pakaian sebagai panitia dan mempersiapkan apa yang masih belum siap, misalkan saja membuka sabun mandi dari tempat nya, odol dari tempat nya.

Yaa hal ini untuk nanti para peserta PMR simulasi bagaimana cuci tangan yang bersih.

Yaa, apa yang bisa di bantu ya dibantu.

Setelah itu, kami pun menuju lapangan wali kota dan siap menyambut peserta yang telah datang, padahal baru pukul 7 pagi tapi sudah banyak sekali yang datang.

Peserta yang ikut sekitar 3200 an pelajar terdiri dari Mula, Madya & Wira.

Belum termasuk dengan orang tua, guru serta teman mereka, dan pedagang bazzar yang ikut hadir, mungkin bisa lebih dari 5000an orang datang ke walikota untuk mendukung mereka yang ikut lomba.

Para orang tua dan guru pun membuat lapak nya masing – masing layaknya kemah di bagian halaman lapangan wali kota jakarta timur.

Dan setelah itu, acara dimulai dan dilanjutkan dengan upacara dan lomba sesuai kategorinya masing- masing .

Lomba


Ada banyak sekali lomba yang diadakan, ada lomba kepalang merahan, ayo siaga bencana, tandu dan lainnya.

Kalo aku sendiri mendapat panitia di lomba tandu.

Lomba tandu itu main cepat – cepetan dan main ketepatan. Kuncinya cepat – tepat.

Kalo kategori Madya &, Wira itu maksimal 6 menit, kalo untuk kategori Mula maksimal 8 menit untuk selesai.

Seperti inilah foto nya :

Lomba Evakuasi

Setelah nya kami makan siang dan untung nya di bazzar ada yang menjual kopi.

Ya, aku membeli kopi americano.

Untung nya, dengan kopi ini membuat ku tetap fokus walau tidur hari ini cuman 2 jam saja.

Setelah makan siang, maka sebagian panitia dibagi menjadi 2 kelompok utama.

Pertama yakni panitia wanita yang bersiap untuk membagikan piala dan melanjutkan acara,

Sedangkan panitia kedua yakni pria sudah mulai mengangkut kembali barang – barang seperti meja, bangku ke dalam mobil angkut, serta juga menurunkan beberapa tenda shelter.

Hal ini karena jika tidak dibagi maka kami akan pulang terlalu malam.

Ya, mempersiapkan saja butuh waktu 1 hari full, maka untuk mempersiapkan untuk kepulangan kalo bisa lebih cepat lebih baik.

Selama persiapan pembagian piala pun dari sekolah peserta juga menampilkan aksi panggung seperti dance & nyanyi.

Ku pikir mereka begitu hebat, begitu percaya diri.

Jika dibandingkan dengan ku pada usia mereka, aku hanya membaca buku saja.

Sedangkan mereka sudah main di ranah sosial yang lebih luas.

Setelah itu, pembagian piala pun dimulai.

Jumlah piala pun banyak sekali ya, bukan hanya juara 1,2, & 3.

Tapi juga ada harapan 1,2, & 3 serta juara umum.

Dan ya, sebagai warga Jakarta Timur memang ada beberapa sekolah yang kukenal yang bagus dan juara ya.

Cuman bedanya ini tidak terlihat sekolah swasta standar internasional yang ikut ajang lomba PMR ini.

Tebak kenapa ?.

Nah belum tau ya jawaban nya, cuman ya tadi mungkin beda concern aja antara sekolah negeri vs sekolah internasional.

Setelah selesai, kami pun foto bersama.

Foto bersama dengan panitia juri tandu setelah selesai

Setelah itu, kemi menuju markas PMI Jaktim untuk membereskan kembali barang- barang dan pulang dari PMI sekitar pukul delapan malam.

Ya begitulah kegiatanku hari ini, dan bikin hari bewarna karena keseharian ku biasanya meeting terus :).

Dan satu hal yang entah kenapa aku rasakan bahwa pada saat aku menjadi juri tandu dimana untuk memasang tandu itu terdiri dari 2 peserta.

Dan ya, butuh kerjasama dan satu sama lain.

Aku melihat bahwa mereka ada yang begitu percaya dengan teman nya dan ada pula yang merasa dia lah yang paling jago sedangkan teman nya tidak.

Ya itulah fakta yang terjadi di lapangan.

Apapun yang terjadi pada saat hari H, kita mesti percaya pada rekan tim nya.

Ya, namanya juga sudah hari H.

Terakhir, foto ku dengan ketua PMI Jakarta Timur yakni Pak Krisdiyanto & panitia PMR.

Panitia PMR Jakarta Timur

Jakarta, 13 Juli 2024

Rantai Yang Tak Pernah Putus

Sebelum aku memulai cerita ku, aku izin untuk memperkenalkan diri. Aku biasa dipanggil Rio, seorang Insinyur dan seorang projects manager.

Tentu, pekerjaan sehari – hari ku ialah menangani project telekomunikasi baik di level nasional maupun internasional. Tapi, bukan itu yang akan ku ceritakan dalam tulisan ini.

Aku ingin menceritakan pengalaman ku menjadi seorang relawan dari Palang Merah Indonesia ( PMI ) di kota ku. Ya, kotaku ialah Jakarta Timur.

Pada hari itu, hari Sabtu dan Minggu tanggal 03 – 04 Februari 202, saat aku menjadi petugas relawan di kecamatan ku, yakni kecamatan Ciracas.

Selama dua hari ini aku dan teman – temanku dari PMI Jakarta Timur akan mengajarkan terkait kepalang merahan pada siswa SD, SMP, dan SMA untuk kecamatanku.

Tentu, setiap sekolah mengirimkan sepuluh orang perwakilan nya untuk representatif dari sekolah. Dan, disini lah aku mulai menyadari sesuatu, sesuatu yang kusebut rantai yang tak pernah putus.

Ya, acaranya dibagi dua hari yakni, hari pertama yakni hari Sabtu untuk pelajar SD, dan hari kedua pada hari Minggu nya untuk pelajar SMP dan SMA.

Pada hari pertama, di sekitar pagi jam tujuh, aku sudah standby untuk menyambut anak – anak yang akan memasuki ruangan.

Ya, aku menunggu di lapangan kecamatan agar aku bisa memastikan bahwa tidak ada anak yang menunggu diluar, alias sudah ku jemput & ku cek.

Aku melihat bahwa banyak sekali anak – anak SD itu diantarkan dengan orang tua nya, kaka kelas nya, gurunya, dan perwakilan sekolahnya.

Kemudian, mereka berfoto, ada yang foto sendiri, ada yang bersama teman – teman nya dan ada yang dengan guru & orang tuanya.

Selama kegiatan pun orang tua, kakak kelas, dan gurunya pun menunggu mereka. Mereka sangat bangga dapat ikut pelatihan tentang kepalang merahan dari PMI.

Saat aku melihat anak kecil yang memakai topi PMI dan dirapihkan oleh orang tuanya, aku melihat di sana ada harapan yang terus berlanjut.

Bahkan mungkin, saat itu aku melihat bahwa agenda ini ialah agenda biasa saja, tapi mungkin bagi mereka bahwa agenda ini lebih dari biasa, bisa jadi yang pertamanya.

Serta, melihat mereka foto dengan bangga nya dengan logo PMI, maka kulihat bahwa terdapat harapan antar generasi, dari generasi tua ke generasi muda.

Ya, selama acara pun mereka begitu antusias, bertanya dengan begitu banyak, dan aku pikir bahwa mereka bukan hanya datang sebagai perwakilan sekolah saja, melainkan mereka memang ingin belajar dan menjadi bagian dari PMI.

Tentu, hatiku tersentuh dengan itu, aksi yang mungkin bagiku tak seberapa tapi ternyata begitu penting bagi mereka.

Jujur saja, baik peserta jenjang sekolah dasar, sekolah menengah, hingga sekolah madya bahwa mereka semua yang datang dan ikut mengantarkan dalam acara ini begitu luar biasa.

Yaa, mereka datang untuk belajar, untuk mengantarkan generasi muda nya untuk keberlanjutan.

Setelah selesai acara, kami pun berfoto dan banyak sekali masukan yang kami terima, seperti kapan acara seperti ini bisa dilakukannya lagi, serta juga beberapa keluhan yang kami terima seperti di sekolah nya kurang adanya guru PMR dan lainnya.

Selama dua hari itu aku belajar bahwa aksi kita mungkin bagi kita tak seberapa, tapi bagi orang lain mungkin sangat penting.

Melihat antusias nya mereka aku menyadari terdapat harapan yang tak pernah putus, harapan itu terus dipupuk dan dihidupkan, itu ialah rantai yang tak perna putus.

Jakarta, 04 Ferbuari 2024

Dokumentasi ku bersama peserta dari kalangan sekolah dasar pada tanggal 03 Februari 2024 di kecamatan Ciracas, Jakarta Timur

Teman – teman, tulisan ku yang ini masuk dalam buku dengan TEMA: Antologi “Curhatan Hati Seorang Guru” bersama 49 penulis lainnya.

Nanti, jika bukunya sudah terbit akan ku infokan di website ini juga 🙂

Menjadi MONA ( Member Of Nature )

Hari itu, hari kamis 27 Juni 2024 aku mendapat pesan di WA ku dari WWF Indonesia.

Yaa, pesan untuk mengikuti camping pada agenda Member of Nature ( Mona ) dari WWF Indonesia.

Bagi yang belum tahu bahwa WWF Indonesia adalah singkatan dari “ World Wide Fund for Nature” yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang konservasi pada hewan dan tumbuhan di Indonesia.

Dan WWF Indonesia sepertinya ada di setiap negara, cuman aku ikut nya ya WWF Indonesia.

Ya, kembali ke cerita.

Pada saat aku menerima pesan itu, aku masih di UI, masih demonstrasi terkait produk kesehatan yang telah dibuat.

Dan jujur saja bahwa pengunjung begitu banyak, banyak sekali diluar ekspektasi kami, demikian wakil menteri kesehatan pun juga datang dan menyoba alat kami.

Lalu tiba-tiba aku cek hp ku & aku membaca pesan dari panitia Mona Camp dan diajak untuk bergabung & ku jawab, “ Ya, aku ikut “.

Sebelumnya, memang aku pernah menghubungi ke WWF Indonesia terkait camping MONA ini, apakah bisa diikut oleh aku yang berasal dari pihak luar.

Dan pada saat itu, jawaban nya kuota sudah penuh dikarenakan sudah diambil dari sahabat komunitas WWF Indonesia yang sudah terjun langsung selama ini.

Namun, sepertinya ada yang mengundurkan diri, sehingga WWF Indonesia pun menguhubugi ku untuk apakah aku bisa gabung ?.

Dan ya, aku bergabung.

Bersama Wakil Menteri Kesehatan dalam ajang UI Health Innovation Expo di Kampus UI. Pada saat itu, aku menerima pesan dari WWF Indonesia untuk bisa bergabung dengan MONA

Hari Kamis ini masih sibuk sekali, selain aku menyapa & mepresentasikan alat di UI EXPO, pastinya aku juga tetap kerja,

Yaa, kerja ku bisa dari mana saja, hal ini terjadi karena role ku & memang orientasi nya by output bukan lokasi kerja.

Dan sorenya, aku digabungkan dalam grup WA untuk kegiatan selama 2 hari esok.

Hm, kalo dilihat aku mungkin peserta terakhir yang bergabung.

Hal ini aku berpikir karena ternyata pada siang hari nya sudah ada sesi briefing meeting namun aku tidak join karena aku baru gabung ke grup Whatsaap tersebut pun di sore hari nya.

Setelah aku sampai di rumah, aku kemas tas untuk untuk persiapan berangkat esok pagi nya.

Dan karena cuman 2 hari jadinya aku hanya membawa sedikit barang saja.

Hari Pertama

Logo Panda yang menjadi logo dari WWF

Hari pertama ya, hm.

Tentu ini ialah event pertamaku ikut WWF Indonesia, sejarah baruku di dunia konservasi pun dimulai.

Sekitar pukul 5 pagi aku pun langsung berangkat menuju kantor pusat WWF Indonesia di Jakarta Selatan, kantor nya sih ga jauh ya alias cuman 20 menit saja dari rumah ku.

Namun, aku berangkat lebih pagi dikarenakan aku mesti makan dulu di tengah jalan, sehingga aku bisa sampai sebelum jam 6 pagi dengan kondisi perut sudah terisi.

Sesampainya di kantor WWF Indonesia, sudah banyak peserta yang hadir.

Ada yang dari Bandung, ada yang dari Bogor, tapi paling banyak dari Jakarta.

Dan umumnya memang yang ikut yang sudah bekerja, tapi ada juga yang masih SMA, Seorang ibu dengan anaknya, dan macam -macam.

Ada yang juga sudah bergabung dengan WWF lebih dari 17 tahun yang menjadi peserta.

Jika ku pikirkan baik – baik bahwa alasan kenapa pesertanya banyak orang yang sudah bekerja.

Hhal ini karena mereka yang memutuskan bergabung untuk menjadi MONA ialah mereka yang telah memutuskan bahwa mereka ingin membantu dalam kegiatan WWF Indonesia, dalam konservasi alam.

Ya kalo dipikir, mungkin beberapa orang berpikir ” Ah, enakan juga rebahan di kamar ? daripada panas panasan sama hewan, sama alam dan lainnya “.

Tentu, itu tidaklah salah, tapi ya tadi, manusia dewasa sudah bisa memilih dimana dia ingin berkontribusi nya.

Sesampainya di kantor WWF Indonesia kita dikasih kaos MONA, snack pagi, briefing dan langsung menuju camp.

Perjalanan ke Desa Cibulao Puncak Bogor ditempuh dalam waktu dua jam.

Kami pun sampai disekitar jam setengah puluh pagi, dilanjutkan dengan menaruh tas, sarapan pagi dan persiapan ke agenda selanjutnya.

Aku pada saat mengambii makanan sarapan pagi

Agenda selanjutnya yakni perkenalan antar peserta MONA.

Dan aku kagum dengan peserta yang sudah memberikan aksi nyata pada alam.

Bahkan beberapa telah menjadi pekerjaan nya, seperti ada yang menjadi pencari ikan dan juga sekaligus menjaga terumbu karang di laut setempat.

Dan yang ku kagumi juga bahwa WWF ini donasi juga ya, ada yang donasi 10 ribu perbulan atau normalnya 50 ribu perbulan, tapi yang donasi tuh juga ada yang uang nya pas-pasan, misalkan saja seorang yang berprofesi admin ikut rutin donasi.

Bukan aku bermaksud untuk menyudutkan gaji admin, tapi ya tadi ada rentang gaji, ditambah kan kalo admin mesti standby sehingga mungkin penghasilan nya dari sana saja.

Sesi sharing dari Agent MONA

Setelah sesi perkenalan, selanjutnya ialah sesi sharing dari orang – orang hebat seperti Ibu Asri Welas selaku influencer, Pak Yono selaku ketua tani desa Cibulao, dari perwakilan WWF Indonesia pun juga.

Intinya sih menjelaskan WWF Indonesia itu apa, kemudian bagaimana mereka telah membantu WWF Indonesia dan memberikan semangat kepada kami selaku generasi muda.

Setelah itu kami pun lanjut sholat jumat di desa terdekat dan setelah itu lanjut sesi lunch dan games.

Sesi games

Sesi games dengan kelompok ku

Dalam sesi games ini ya banyak ya games nya, dan pastinya games nya membuat kita menjadi lebih kenal dengan teman kita lainnya & membuat kita lebih bekerjasama dengan kelompok.

Dan aku baru tahu juga bahwa panitia games nya itu juga bukan WWF Indonesia, alias ada vendor yang dibayar untuk memberikan games & menjadi panitia.

Jujur saja aku baru tahu dan kagum, ternyata ada perusahaan yang isinya jadi panitia games.

Kedengeran nya sih simple, tapi sebenarnya itu luar biasa sekali, ” Siapa yang kepikiran ” pikirku itu,

Selama games sih seru banget ya.

Dan selanjutnya kami istirahat untuk bersiap malam malam di api unggun.

Api Unggun

Menurutku acara sesi api unggun bagus sekali.

Aacaranya yakni berbagi pengalaman dari member yang sudah lebih 5 tahun bergabung sebagai MONA, menyanyi & berjoget, diskusi tentang agenda kedepan, dan yang pasti makan daging bakar :).

Setelahnya aku pun langsung masuk ke tenda dan tidur.

Tenda tidur ku, menurutku bagus sekali & nyaman

Hari Kedua

Suasana pagi yang sejuk

Hari kedua disambut dengan udara pagi yang begitu segar.

Agenda itu dimulai dengan senam dan dilanjutkan dengan menuju perkebunan kopi di desa ini, desa Cibulao.

Alasan kenapa dipilihnya desa Cibulao yakni karena desa ini ialah salah satu desa binaan dari WWF Indonesia dan berhasil.

Kenapa berhasil ?.

Ya karena dulu itu desa ini tanah nya banyak terjadi longsor, kemudian sebagian tanah nya di pinggiran itu diubah yang tadinya dari lahan sayur menjadi tanaman kopi.

Dan efeknya, tanah menjadi kuat dan ga terjadi longsor lagi.

Ditambah, budidaya kopi juga menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat disini, dan kopinya pun pernah menjadi juara nasional pada tahun 2016.

Disini aku belajar tentang bagaimana kopi ditanam, melihat kopi dari kecil hingga besar, dikelola setelah dipetik hingga meminum kopi nya langsung.

Aku merasa aku suka dengan ini, yaa belajar langsung dari konservasi.

Aku pada saat menanam Kopi
Kopi pada pohon nya
Kopi yang sudah dipetik
Kopi yang sedang diproses pembersihan

Setelah selesai kami pun pulang dan berfoto bersama.

Yaa, hari ini aku telah mendapat sahabat & keluarga baru, yakni WWF Indonesia.

Aku tahu bahwa orang -orang yang disini tuh yang punya tujuan yang baik terkait koservasi, dan aku senang bisa menjadi bagian dari mereka.

Ngomong – ngomong tentang koservasi itu mengingatkan aku ketika aku menyentuh Penyu di Lombok, dan ketika aku menyetuh nya, aku merasa bahwa aku ingin berkontribusi kepada alam.

Kenapa ?.

Entahlah, perasaan ku saja.

Dan ya, ini baru awal, baru permulaan aku bersama WWF Indonesia dalam aksi kepada alam.

Dan akan ada tulisan lain tentang WWF Indonesia, seperti cara bergabung nya, cara berdonasinya dan lainnya.

Cuman bukan ditulisan ini, tapi di tulisan selanjutnya.

Jadi tetap pantau website ini ya dan salam konservasi !

Bersama sahabat MONA pada kegiatan ECO Camp tanggal 28 – 29 Juni 2024

Desa Cibulao tanggal 28 – 29 Juni 2024

Hari – Hari Tua

Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah.

Ku tarik nafas ku dalam – dalam dan ku lepaskan segala masalah ku dalam hembusan nafas ku.

Iya, itu apa yang kurasakan.

Tiba – tiba di pukul delapan malem ini entah kenapa aku mengingat kematian, ya, mengingat kematian.

Hm, tiba – tiba saja.

Mungkin juga terpengaruh oleh seorang ustad yang meninggal hari ini.

Dan banyak sekali orang yang kehilangan beliau.

Dan tanpa terasa, aku mengingat giliran ku kapan ya ?.

Aku udah ngapain aja ya ?, Masuk surga ga ya ?.

Tentu, pikiran- pikiran itu masuk dalam pikiran aku.

Aku tahu bahwa aku pernah bilang menjadi seorang muslim itu mesti percaya diri, mesti optimis.

Tapi, jujur saja, aku benar – benar takut neraka.

Dan dari ketakutan itulah yang membuat ku terkadang menjadi bimbang.

Kalo ujung – ujung nya masuk neraka buat apa hidup 1000 tahun ?, buat apa kaya-raya ?, buat apa gelar banyak – banyak ?.

Tentu ga semua orang berpikir yang sama, tapi inilah aku, seorang yang takut masuk neraka, seorang yang memang yakin bahwa agama Islam lah yang paling benar.

Dan ya, aku berusaha untuk memupuk hari – hari tuaku dari sekarang.

Aku takut pas udah pensiun itu ga bisa bermanfaat, hanya menjadi beban.

Oleh karena itu, aku juga masuk dan suka dalam beberapa komunitas yang mana sudah menjadi takdir ku.

Yaa, itu semua aku pupuk karena aku ingin berada bersama mereka, bukan hanya pada saat hari tuaku, bukan.

Aku ingin bersama mereka pada hitungan harian, hitungan bulanan, tahunan, dan puluhan tahun.

Ya syarat nya ?.

Ketulusan.

Aku ingin berada dengan orang – orang yang tulus dalam jangka waktu yang lama dan permanent.

Tentu, bersama juga ada tujuan, bukan hanya teman ngobrol saja, tapi teman ngobrol yang mengarah pada tujuan positif.

Aku ingin itu, ku pupuk demi pupuk untuk akhirat.

Ya tuhan, aku tak ini menjadi orang – orang yang merugi.

Aku benar – benar takut.

Ku tulis dengan mataku yang berkaca – kaca.

Jakarta, 11 Juli 2024

Bukan Artikel

Aku tahu bahwa seiring berjalan nya waktu bahwa beberapa orang terus membaca tulisan ku di website ini.

Aku tahu bahwa banyak orang yang mungkin aku belum kenal juga sudah membaca website ku.

Jika kau tanya padaku, ” Hey Rio, memang berapa banyak target audience yang membaca tulisan mu ? ” .

Maka kujawab ” Itu bukanlah urusan ku, aku hanya ingin menulis “.

Tentu, ketika aku memulai tulisan ku, maka banyak sekali orang yang mengatakan “ Memang target pembacamu siapa ? “.

Ya, ya, ya.

Aku ga masalah dengan itu semua.

Tentu, dalam sebuah bisnis maka kau harus terus membidik target.

Tapi, jika kau tanya pada ku, maka aku hanya menjawab ” Aku hanya ingin menulis ” itu saja.

Lalu ku pejamkan mata, ku buka mataku, kemudian aku mengetikan kata demi kata dari hatiku.

Iya, itu yang ku lakukan.

Jadi, kau sudah tahu bahwa aku menulis bukan untuk sebuah bisnis.

Tapi karena aku hanya ingin menulis.

Dalam tulisan ku, ku bagikan gagasanku, keyakinanku, idelogiku kepada siapa pun orang yang percaya pada tulisan ku.

Bukan Artikel

Tentu, menjadi penulis itu unik.

Disebut unik kenapa ?.

Ya karena di Indonesia belum banyak orang yang ingin menjadi penulis, padahal di Singapura itu rata – rata orang impian nya menjadi penulis.

Baca survey, biar kau tahu.

Ya, website ini bukanlah artikel.

Aku juga sebenarnya ga tau banget artikel itu kaya gimana, tapi aku pikir yang namanya artikel itu sesuatu yang ada serius nya, dan ada informasi yang kau dapat.

Sedangkan website ini ?.

Hanyalah sebuah catatan perjalanan dari kehidupan ku.

Karena itu, aku pikir bisa dibilang ini bahwa website ini ialah sebuah blog pribadiku, sebuah curahan hatiku, sebuah catatan perjalanan hidupku, yaa you named it lah :).

Oke, itu ! ( Ala – ala Mario Teguh hehe ).

Apa lagi ya ?.

Hm, nah kan bener, artikel itu ga bingung dalam tulisan nya, sedangkan yang kulakukan itu yaa sambil mikir & sambil minum kopi hehe.

Oke teman – teman, begitu dulu aja ya.

Aku mau lanjut kerja dulu 🙂

Jakarta, 11 Juli 2024

Waktu Bersamaan Tuhan

Makin ke sini rasanya aktifitas ku makin padat, benar – benar padat.

Ya, kalo dilihat dengan kesibukan ku sekarang bahwa ini akan berlangsung hingga tahun – tahun mendatang.

Dan tentu, waktu yang lebih senggang ialah pada saat malam hari ataupun pagi hari.

Sisanya, beuh sibuk ya, bisa dibilang ga cuman satu aktifitas saja, melainkan bisa beberapa aktifitas dalam waktu bersamaan.

Lalu bagaimana aku menyikapinya ?.

Ya milih mana yang prioritas saja, dan fokus ke prioritas yang lebih penting, pelan – pelan, bertahap saja.

Aku ga bisa kaya orang – orang yang multitasking, dan aku sudah mencoba untuk multitasking tapi ya menurut ku aku ga bisa.

Dan, aku juga ga ada niatan buat bisa multitasking.

Yang ku lakukan & perbaiki ialah berpikir cerdas & pilih mana yang prioritas dahulu.

Jujur saja, akhir – akhir ini aku juga kalo mau nulis di laptop atau hp, rasanya tuh terdistraksi sama hal lain.

Umumnya email yang lebih dari 5000 an yang sudah menumpuk, chat wa yang pasti setiap hari nya lebih dari 1000 an chat, grup yang ratusan banyak, dan yang menarik nya ialah aku merupakan salah satu main character di sana.

Tentu, salah satu saja.

Tapi ya tetap, mesti dibaca kan.

Dan jika kau membaca tulisan ini, ini memang tulisan di hp ku, tapi hp kedua.

Hp kedua ku ini ga ada sim card, dan memang cuman buat tulisan dan meeting saja.

Ini sudah berjalan sudah lebih delapan bulan.

Dan, aku nyaman dengan ini.

Benar – benar devices yang tidak membuat terdistraksi.

Bukan aku menghindar dari ribuan chat atau email itu, tapi terkadang manusia butuh waktu dengan diri nya sendiri.

Terkadang juga aku berpikir, waktu ku bersama tuhan bisa dibilang sedikit sekali, terkadang hanya untuk sholat saja, ini benar- benar memalukan.

Dan cara perbaiki nya gimana ?.

Ya tinggal diperbaiki saja, tapi dalam implementasinya yaa tidak mudah.

Tapi itulah hidup, itulah kenyataan yang aku harus hadapin.

Jika kau tanya harapan ku sekarang, aku ga mau muluk-muluk saat ini, aku ingin sholat berjamaah tepat waktu, rutin mengaji, dan membuat waktu bersama tuhan di pagi hari.

Ya, pagi hari.

Ya Allah, berikan hamba mu ini jalan yang lurus, berikan hamba ini kekuatan, dan berikan hamba mu ini kemaslahatan di dunia dan akhirat.

Jakarta, 11 Juli 2024

Berharap

Hm, bagaimana aku harus memulai nya ya ?.

Yaa langsung saja kali ya bahwa masa depan ga ada yang tau ya.

Kadang dunia berputar begitu saja , bos kita saat ini bisa jadi bawahan kita nantinya, anak buah kita saat ini bisa jadi atasan kita nantinya, benar-benar bisa terjadi sih.

Yang penting kita saling respect aja satu sama lain.

Tulisan ini juga tiba-tiba aja kepikiran sih, yang penting dunia tuh di tangan kita, bukan di hati kita, katanya sih begitu.

Cuman, yaa implementasi nya yang sulit, tapi ya begitu namanya juga hidup.

Mesti ada tantangan, dan aku pikir bahwa aku senang bisa hidup.

Jadi, Socrates ku sampaikan padamu bahwa aku tak menyesal dilahirkan di dunia, tapi bahagia bisa hidup dan walau sulit tetap berharap.

Kau tahu bahwa sebagai seorang relawan palang merah Indonesia aku melihat beberapa orang yang bunuh diri polanya ya sama.

Apa itu ?.

Putus asa, hilang harapan, tidak memiliki makna hidup.

Jadi, Viktor F Frankl benar bahwa hidup harus ada alasan.

Asli, nulis ginian di hp ngantuk juga ya, mungkin udah jam 10 malem jadi biasanya udah tidur.

Tetap berharap ya !

Jakarta, 09 Juli 2024

Surga

Sore ini aku pergi ke toko swalayan untuk belanja bulanan.

Setelah mengantarkan ke toko swalayan, aku pun pergi dulu untuk mencari tempat makan di area sekitar.

Aku pun menemukan mie ayam dan disebelah nya ada tempat jual minuman es yang keterangan nya kalo es teh manis kecil harganya 3000 rupiah.

Dan aku liat di spanduk nya kalo di hari Jumat harganya menjadi 2000 rupiah.

Luar biasa.

Iya luar biasa, pedagang kecil itu butuh uang tapi dia tetap berusaha untuk bersedekah pada saat jumat berkah.

Tentu, orang – orang tipikal ini luar biasa.

Ini mengingatkan aku pada saat kuliah, dimana aku mendapat salah satu beasiswa dari pihak swasta.

Ya, itu merupakan beasiswa asrama rumah kepemimpinan.

Dan siapa aja bisa berdonasi untuk memberikan beasiswa kepada para mahasiswa / mahasiswi.

Yang membuatku takjub ialah bahwa sebagian pemberi beasiswa juga sebenarnya adalah orang yang mungkin kekayaanya belum banyak juga, alias masih banyak kekurangan nya.

Ada yang uang nya pas – pasan.

Pertanyaannya ialah,

” Kenapa mereka mendonasikan uang padahal uang nya tidaklah banyak ? “.

Ada beberapa jawaban yang ku temukan, ada yang menitipkan mimpinya pada generasi muda, ada yang untuk akhiratnya, ada yang ingin memberikan dampak, walau kecil gapapa, tapi tetap terus konsisten.

Jujur saja, aku terkagum dengan mereka !, Allahu Akbar.

Turun dari langit dunia

Saat di Atas Langit Grasberg

Tentu, katanya surga itu diatas.

Setidaknya, itu pula yang aku tahu juga.

Namun, ketika aku melewati awan, melewati ketinggian diatas 4000 MDPL, melewati sesuatu yang tidak banyak manusia bisa jejaki, yang kutemukan ialah kekosongan, kehampaan.

Akhirnya, aku sadari bahwa surga dunia bukanlah diatas awan, bukan !.

Dia justru ada di bawah, dia merupakan persoalan hidup yang terjadi di masyarakat.

Dan untuk mencapai surga di akhirat, maka harus melewati surga di dunia, surga yang berisi persoalan hidup di masyarakat.

Dan tugas seorang manusia ialah menyelesaikan persoalan untuk mendapat solusi terbaik & untuk melanjutkan kehidupan umat yang lebih baik.

Itulah apa yang ku dapat ketika aku turun dari langit.

Dan ya, setelah nya aku pun melanjutkan perjalanan hidupku yang mana ku temukan banyak sekali surga, banyak sekali manusia yang membuat aku terkagum – kagum.

Memberikan Kompetensi Terbaik

Berbicara mengenai kesuksesan maka setiap orang berbeda – beda.

Ada yang bilang harus S3, harus kaya raya, ataupun segala hal tentang dunia.

Namun, bagiku berbeda.

Aku pikir aku telah menemukan tujuan dari manusia itu sendiri ada, tentu karena aku manusia maka itulah menjadi tujuan ku juga.

Dan, tujuan itu bukanlah berasal dariku, melainkan tuhan sendirilah yang telah menjabarkan nya.

Apa itu ?.

Untuk beribadah kepada – Nya dan untuk menjadi pemimpin di muka bumi untuk mencapai ridho nya.

Sehingga, semua yang ada di dunia ujung nya yaa akhirat.

Caranya dengan memberikan kontribusi terbaik dari kita.

Bukan hanya menjadi yang bermanfaat saja, tapi menjadi bermanfaat dari kompetensi terbaik kita.

Ngomong – ngomong masalah memberikan terbaik dari kompetensi terbaik kita.

Akhir – akhir ini ada yang sedang heboh bahwa seorang yang lulusan dari PTN ternama kemudian bekerja menjadi cleaner di Australia.

Tentu, dia hebat karena dia percaya diri dan mau bekerja apa saja.

Tapi itu bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan dan perlu di sebarluaskan.

Aku yakin bahwa dia pasti bisa lebih baik dari saat ini, karena aku yakin bahwa dia bisa lebih baik.

Selanjutnya tentang hal itu, aku tak ingin berkomentar lagi.

Iya, kembali ke topik.

Dari orang – orang yang pernah ku temui yang tulus dan ikhlas itu pula yang menginspirasiku untuk bisa memberikan kontribusi sesuai kompetensi ku.

Aku ialah Insinyur, bagi yang belum tahu bahwa Insinyur berbeda dengan Ilmuwan, berbeda dengan Matematikawan ataupun Wan-Wan lainnya.

Insinyur ialah orang yang menggunakan kompetensi teknologi dan mengelola keuangan secara optimal untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah.

Iya, 2 point itu ialah teknologi dan optimalisasi uang.

Teknologi dalam hal ini artinya kita punya beberapa opsi teknologi untuk menyelesaikan masalah ataupun mencapai tujuan.

Kemudian, uang dalam hal ini artinya mengelola pada titik optimal, bukan yang paling mahal ataupun yang penting murah.

Yang paling penting ialah efektif & efisien.

Tentu, itulah latar belakang profesiku.

Namun, aku pikir bahwa aku lebih bisa lebih menglebarkan dalam hal kontribusiku.

Iya, aku pikir aku mampu memberikan dampak yang lebih besar daripada orang-orang umumnya.

Hal ini dikarenakan aku mempunyai guru – guru yang hebat, yang terus konsisten mengajariku, dan buku – buku yang ku baca yang begitu menginspirasiku, dan pastinya niatan dalam diriku yang diizinkan Allah bahwa aku bisa memberikan dampak yang lebih besar.

Aku tahu mungkin bagi beberapa orang ada yang bilang narsisme, biarkan saja.

Karena bagiku bahwa seorang muslim mesti yakin terhadap apa yang dipikirkannya dan apa yang dilakukannya.

Ya pelan – pelan.

Aku pun menjadi bagian dari relawan Palang Merah Indonesia ( PMI ) dan bagian dari WWF Indonesia.

Bisa dibilang Palang Merah Indonesia yang berurusan dengan manusia, sedangkan WWF Indonesia berurusan dengan hewan, tumbuhan, dan alam.

Dibayar ?.

Enggaklah, cuman sukarelawan.

Pastinya juga menjadi relawan yaa diajarin dahulu ilmu nya dong.

Menjadi relawan tuh mesti ikhlas & tulus, karena kita yang udah keluar energi, waktu dan mungkin juga uang.

Tapi ya tadi, kita bukan hanya bermanfaat saja, tapi harus bermanfaat semaksimal mungkin.

Aku tahu mungkin aksiku masihlah kecil, tapi aku tak perlu merasa malu, aku akan tetap melakukan aksi- aksi tersebut yang mungkin bisa berdampak besar atau bisa jadi menginpirasi buat orang lain.

Terakhir, mengutip dari Kitab Ta’lim Muta’allim Karya Syekh Burhanudiin Al-Islam Az- Zarnuji bahwa

Semoga kita mendapat mendapat keuntungan & keselamatan di akhirat

Rio Agustian Fajarin
Jakarta, 07 Juli 2024 Pukul 17.00 WIB

Fotoku pada saat menjadi relawan mengantarkan pasien patah tulang dari Rumah Sakit menuju rumah nya pada tanggal 01 Juni 2024 bersama Palang Merah Indonesia ( PMI )

Fotoku pada saat menanam Kopi di Desa Cibulao pada tanggal 29 Juni 2024 bersama WWF Indonesia

Jam Tidur

Jam tidur ya, hm.

Bagaimana ya aku memulai nya ?.

Oke, aku pikir bahwa website ini, yaa santai saja dan berisi curahan hatiku saja.

Mungkin aku bisa saja menulis tulisan tentang jam tidur secara ilmiah dari berbagai buku, misalkan saja buku Why We Sleep karya Matthew Walker, phd yang berisi 500 halaman itu.

Iya, buku itu mengupas banyak tentang tidur.

Tapi, aku tak ingin menulis itu semua secara detail di website ku ini.

Website ini tuh cuman curahan hati saja, jadi jangan expect banyak – banyak ya 🙂

Oke, kembali ke jam tidur.

Aku pikir aku terlalu banyak tidur ya, bisa dibilang rata – rata tidur ku 1 hari itu bisa 8 jam.

Banyak kan ?.

Iya banyak.

Jika dibandingan dengan teman – teman ku, aku paling banyak kayanya.

Cuman menurutku saja nih ya, banyak waktu teman – teman ku ya tidak efektif, alias pada saat hari terang tuh banyak ngabisin waktu yaa gosiplah, main games dan lainnya.

Itu sih sepenglihatan aku saja.

Jika aku kalo bisa dimaksimalkan saja hari itu.

Karena aku sadar, kalo malem itu aku ga kuat alias tidur.

Iya, aku morning person, bisa dibilang tanpa pasang alarm aku tuh udah bangun di jam 4 pagi.

Bagus ?.

Ya bagus aja sih, kan tidur cukup.

Tambahan

Tapi, aku pikir aku juga terlalu banyak tidur ya, atau aku mesti semakin padatin saja aktifitasku pada saat hari terang.

Tentu, ini membut aku mesti berpikir cerdas karena harus memilah mana yang akan dikerjakan dan mana yang prioritas.

Jika dilihat dalam 1 bulan terakhir, aku pikir mengurangin waktu tidur itu sulit untuk ku.

Bukan berarti aku ga bisa bergadang, pada case tertentu yaa pasti bisa.

Cuman siasati nya ya mesti tidur siang.

Atau kalo cuman beberapa kali ya kuat.

Iya misalkan saja saat daki gunung dan bergerak di dini hari ya bisa saja.

Tapi, kalo buat bergadang menjadi sebuah kebiasaan maka buat diriku sendiri aku sudah simpulkan bahwa aku ga kuat.

Atas dasar itulah aku jadi harus berpikir cerdas untuk memutuskan mana yang penting dan mana yang tidak penting

Kembali ke tidur ya.

Awalnya aku mau nulis tentang tidur itu jam berapa ke jam berapa.

Tapi, seiring dengan aku menulis ini, aku pun sadar juga bahwa itu sulit untuk ku.

Jadi aku memutuskan untuk menulis sesuatu yang bisa aku kendalikan.

Iya, pada saat hari terang.

Bisa dibilang, berpikir dengan cerdas harus menjadi keharusan.

Kalo tidak, ya bakalan rumit hidup.

Hm, dan sekali lagi bahwa kesimpulan dari tidur dalam Why we sleep karya matthew walker, phd bahwa tidur juga merupakan bagian dari produktifitas.

Aku sepakat dengan itu.

Dan tulisan ini janganlah kalian langsung ambil kesimpulan, iya jangan.

Ending dari tulisan ini ialah agar kita dapat berpikir tentang diri kita sendiri, kelebihan dan kekurangan kita masing -masing.

Ujung nya apa ?.

Ya berkaryaa.

Dan untuk itu tidur yang cukup pada waktu kalian merupakan penunjang penting.

Jakarta, 07 Juli 2024